Anda di halaman 1dari 25

Monorel Sebagai Solusi Penyelesaian Kemacetan di T.

B Simatupang

Penulis:
Almatrisa M.H

1206223120

Anies Labibah K

1206242776

Baiti Rahma M

1206262986

Florensia Rosary

1206263004

Tiffany Mawardi

1206222736

Tri rahayu

1306481921

Pengajar:
Bpk. ALVINYAH

Teknik Sipil
Fakultas Teknik
Universitas Indonesia

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan laporan dengan
judul Monorel Sebagai Solusi Penyelesaian Kemacetan di T.B Simatupang. laporan ini
disusun sebagai salah satu syarat untuk memenuhi mata kuliah Sistem Transportasi, Tenkik
Sipil, Universitas Indonesia.

Dalam pengerjaan laporan ini, tentunya ada kendala yang dihadapi, tetapi akhirnya
terlewati dengan tidak terlepas dari segala bantuan, bimbingan, dan dorongan yang diberikan.
Untuk itu dengan segala kerendahan hati, penulis ucapkan terima kasih kepada berbagai
pihak, khususnya kepada Pak Alvinsyah selaku dosen mata kuliah Sistem Transportasi.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna baik dalam penyajian
maupun pemahaman. Sehingga penulis harapkan saran dan kritik yang bersifat membangun
untuk kebaikan dan kesempurnaan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi
penulis pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Depok, Desember 2014

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

ii

DAFTAR GAMBAR

iii

BAB I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan

1.4 Manfaat Penulisan

BAB II Tinjauan Teoritis

2.1 Kriteria

2.2 Solusi permasalahan

2.2.1 Transportasi umum monorel

2.2.2 Commuter Line

2.2.3 Subway

BAB III Data pengamatan

11

BAB IV Pembahasan

12

4.1 Permasalahan di Jalan T.B Simatupang

12

4.2 Perbandingan Alternatif-alternatif Untuk Menyelesaikan Permasalahan Jalan Tb


Simatupang
13
4.3 Rencana Desain

15

4.4 Sistem Monorail

BAB V Penutup

20

5.1 Kesimpulan

20

5.2 Saran

20

DAFTAR PUSTAKA

21

ii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Transportasi monorel tipe stradlling di Kota Chinqing, China

Gambar 2.2 Transportasi monorel tipe suspended di Wuppertal, Jerman

11

Gambar 2.3 Commuter Line di Jakarta

11

Gambar 2.4 Commuter Line di Jepang

11

Gambar 2.5 Bak Tando Bawah Tanah

11

Gambar 2.1 Konstruksi ASR

Gambar 2.2 Kolam Penampung Air Hujan

11

Gambar 2.3 Bak Tando Bawah Tanah

11

Gambar 2.1 Konstruksi ASR

Gambar 2.2 Kolam Penampung Air Hujan

11

Gambar 2.3 Bak Tando Bawah Tanah

11

Gambar 2.1 Konstruksi ASR

Gambar 2.2 Kolam Penampung Air Hujan

11

Gambar 2.3 Bak Tando Bawah Tanah

11

Gambar 2.1 Konstruksi ASR

Gambar 2.2 Kolam Penampung Air Hujan

11

Gambar 2.3 Bak Tando Bawah Tanah

11

iii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Jalan T.B Simatupang merupakan jalan yang melalui mulai dari arah simpang Condet,

terusan jalan T.B Simatupang sekitaran Fly Over Universitas Jagakarsa sampai menuju ke arah
Fatmawati dan Lebak Bulus, Jalan T.B Simatupang juga dapat dikatakan sebagai jalan yang
strategis yaitu tepat ditengah jalan ini dilengkapi dengan lintasan bebas hambatan JORR ( Jakarta
Outer Ring Road ), dengan pintu keluar masuk tol yang strategis tersambung ke seluruh
Jabodetabek.
Jalan T.B Simatupang juga merupakan salah satu jalanan sentra bisnis yang pesat
perkembangannya dengan bukti bertumbuhnya gedung gedung baru pencakar langit adalah
jalan T.B Simatupang, Jakarta Selatan, tentu para pengusaha serta kontraktor pembangunan telah
menganalisa dan dapat menemukan bermacam point keuntungan, bagi pengembangan bisnis
mereka dari selatan Jakarta ini. Begitu juga dukungan tambahan penunjang seperti hunian
perumahan, mall Cilandak town square, town house, apartemen, rumah sakit dan sekolah seperti
Tarakanita, tempat wisata kebun binatang Ragunan, bahkan dari jalan ini juga menuju Kemang
dan Pondok Indah bisa di jangkau dalam hitungan menit. Berdirinya gedung pencakar langit
seperti Gedung Trakindo di kawasan Cilandak KKO serta menjamurnya perusahaan dan agen
perwakilan perusahaan internasional seperti PT Atlas, Baker, Antam, Nestle serta perusahaan perusahaan pertambangan minyak dan gas. Harga lahan tanah yang masih terjangkau berkisar 10
juta/meter,

sepertinya

akan

membuat

investor

dalam

negeri

serta

asing

bersaing

memperebutkannya.
Namun dengan perkembangan infrastruktur dan strategisnya jalan T.B Simatupang, hal
tersebut menyebabkan kemacetan yang parah pada jalan T.B simatupang kemacetan dimulai
pada jam awal masuk dan pulang jam kerja kemacetan sudah mulai terjadi di setiap perempatan
lampu merah kendaraan melaju dengan merayap, selalu terjadi di perempatan lampu merah
Kementrian Pertanian RI, perempatan Cilandak KKO, perempatan Fatmawati dan Lebak Bulus.
Diperkirakan kurang dari 5 tahun lagi lajur kiri dan kanan nantinya akan menjadi sulit terkendali,
1

demi kelancaran perekonomian di DKI Jakarta yang berisikan berbagai perusahaan multi
nasional dengan peran sebagai pusat dan kontrol distribusi tentu pemerintah daerah juga pusat
harus jelas mengatur regulasi, menjadikan daerah ini menjadi kawasan tertib lalu lintas serta
tertib pembangunan.
Selain itu dengan drainase yang kurang baik seperti gorong-gorong yang kecil dan tidak
sesuai dengan spesifikasi juga menyebabkan jalan T.B Simatupang sering mengalami banjir
masalah tersebut semakin parah apabila curah hujan tinggi, hal tersebut juga menyebabkan
amblasnya jalan di T.B Simatupang selain merusak konstruksi badan jalan amblasnya jalan T.B
Simatupang hal tersebut juga membuat kemacetan semakin parah di sekitar jalan T.B
Simatupang.
Di samping itu pula, saat ini masih banyak angkutan umum yang melewati rute TB
Simatupang yang tidak memenuhi standar angkutan umum. Sehingga para pengguna jalan tidak
banyak yang tertarik untuk menggunakan angkutan umum dalam aktivitasnya sehari-hari. Oleh
karena itu diperlukan suatu moda transportasi umum modern yang dapat mengangkut banyak
massa dalam pergerakan manusia sehari-hari yang melewati jalan TB Simatupang.
1.2 Rumusan Masalah

Apa saja alternatif solusi penggunaan angkutan umum MRT dalam menyelesaikan
permasalahan di jalan TB Simatupang?

Apa saja kelebihan dan kekurangan MRT apabila diimplementasikan pada jalan TB
Simatupang?

1.3 Tujuan Penulisan

Mencari

alternatif

penggunaan

angkutan

umum

MRT

dalam

menyelesaikan

permasalahan di jalan TB Simatupang.

Mengetahui kelebihan dan kekurangan MRT apabila diimplementasikan pada jalan TB


Simatupang.

1.4 Manfaat Penulisan

Bagi mahasiswa teknik sipil Universitas Indonesia, kami dapat mempelajari berbagai
macam alternatif MRT dan dapat merancang atau mendesain infrastrukturnya.

Bagi warga sekitar atau pengguna jalan TB Simatupang, penulisan makalah ini dapat
menjadi salah satu referensi dalam menyelesaikan permasalahan kemacetan di jalan
tersebut.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kriteria Perencanaan


Kriteria adalah parameter tercapainya sasaran yang telah ditentukan. Kriteria untuk
masalah yang dibahas ini adalah sebagai berikut:

Berkurangnya kemacetan di jalan TB simatupang

2.2. Solusi Permasalahan


2.2.1. Transportasi umum monorel
Monorel atau monorail adalah sebuah sistem transportasi jalan kereta yaitu rel dengan
dengan jalur yang terdiri dari rel tunggal. Rel kereta monorel terbuat dari beton dan untuk
rodanya terbuat dari karet. Monorel menggunakan listrik sebagai bahan bakarnya sehingga
ramah lingkungan. Jalur rel monorel terletak diatas tiang tiang pondasi sehingga tidak
akan memakan area. Kereta pada Monorel terdiri dari 2 sampai 3 gerbong dengan kapasitas
menampung satu gerbong 100 hingga 150 orang.
Monorel kadang dapat dibilang sebagai solusi. Tetapi monorel dapat menjadi solusi
pada keadaan tertentu. Monorel memiliki banyak variasi tetapi yang umum dari monorel
adalah rel single, batang atau channel yang dapat menompang gerbong.
Di zaman sekarang, monorel menjadi kendaraan pada skala kecil dan untuk jarak
pendek sehingga telah dikembangkan menjadi shuttle pada daerah yang aktivitas tinggi.
Monorel dapat dijadikan sebagai moda transportasi masyarakat yang potensial.
sudah banyak negara di dunia yang menggunakan sistem jalur kereta api monorel,
sebut saja seperti di Jepang, Malaysia, Singapura, Cina, Korea Selatan, Belgia, Jerman,
Italia, Russia, Irlandia, Inggris, Amerika Serikat dan juga Brazil.
Tipe operasi monorel
Servis transit cepat dengan jaringan seluruh kota
4

Servis shuttle yang menhubungkan noda antar kota


Konektor internal dalam area control

Komponen dari system monorel

Jalur
o Monorel Straddling : Jalurnya berbetuk sepert huruf T dengan penompang utama
adalah rubber tire roda ditengah dan disampingnya terdapat roda horizontal.
o Monorel suspended : ada saluran yang menyediakan penompang untuk satu set
roda yang berbentuk truk dimana gerbong penumpang digantung. Sehingga kereta
melaju dibawah rel.

Stasiun

Stasiun monorel harus sama tinggi dengan letak monorel

Area

Dalam pengoperasian monorel harus di memiliki area yang dapat mengakomodasi prakir
mobil, pemeliharaan, dan fasilitas perbaikan.

Kapasitas dan biaya

Kapasitas dari kereta monorel adalah 20.000 penumpang per jam jika monorel bergerak
dengan interval setap 2 menit. Dalam biaya tergantung oleh Negara tetapi idelanya biaya
monorel harusnya lebih murah daripada kereta didarat.

Possible Action Programs and Recent Experience

System monorel pada daerah Asia menggunakan teknologi Hitachi. Di jerman yang
menggunakan sisten Siemes H-Bahn.

Gambar 2.1 Transportasi monorel tipe straddling di kota Chinqing, China

Gambar 2.2 Transportasi monorel tipe suspended di Wuppertal, Jerman.

2.2.2. Commuter Line


Commuter Line adalah sistem angkutan massal yaitu kereta listrik yang jalurnya
relnya dapat tunggal maupun bercabang dan relnya terletak diatas tanah.
Commuter line merupakan Moda kereta tradisional masih yang paling efisien dalam
memindahkan banyak orang ke wilayah yang jaraknya panjang dengan kecepatan yang
memungkinkan. System operasi moda ini hanya eksis pada daerah dengan populasi besar
yang berkonsetrasi di suatu tempat dan tempat dengan banyak lapangan pekerjaan. Moda ini
6

adalah moda kereta terbesar dan memerlukan luas infrastruktur yang besar. Sekarang kereta
menjadi operasi yang vital baik dari sudut ekonomi maupun social pada daerah
metropolitan.
Tipe operasi Commuter Rail

Stasiun
Jarak antara stasiun harus 1,6 km. stasiun yang ideal harus terletak dekat daerah
perumahan dan tempat kerja. Stasiun yang ideal juga harus tergintegrasi baik dengan bus,
taxi, maupun jalur jalan dan dekat dengan stasiun.

Jadwal Operasi
System kereta akan menampung banyak masuk termasuk orang yang berbelanja
maupun traveller sehingga system kereta harus berjalan sepanjang hari walu frekuensi
lebih rendah dari pada peak hour.

Rute
Rute dari Commuter Line menyambungkan daerah pinggir dengan daerah pusat.
Sebisa mungkin terdapat track yang terpisah dengan daerah tujuan masing masing, jika
jumlah kereta yang lewat tidak cukup banyak memungkinkan untuk kereta bergerak
dengan track yang sama.

Tujuan dan Kualitas dari servis


Tujuan Commuter Line tentunya membawa sebanyak banyaknya penumpang dari
satu tempat dengan tempat lain dengan aman. Kualitas commuter line baik jika memiliki
ventilasi yang baik. Kursi yang nyaman, memiliki pendingin udara dan aman.

Komponen Kommuter Line

Kereta : gerbong, lokomotif, powered cars, diesel multiple units.

Jalur : harus bebas dari kendaraan lain dan sebisa mungkin memiliki track terpisah.

Stasiun : tinggi rendahnya platform bergantung dengan pintu masuk gerbong kereta
dimungkinkan untuk adanya jalur sibuk, tempat duduk, dan ajan untuk orang cacat atau
dikursi roda

Signaling and system control : dilakukan oleh professional karena sangat krusial.

Biaya : biasanya ditentukan oleh pemerintah

Area : harus adanya lahan untuk parkiri kereta tak terpakai.

Energy : modern skerang suadah 25000 V ac dan 60 Hz.

Gambar 2.3 Commuter Line di Jakarta

Gambar 2.4 Commuter Line di Jepang


8

2.2.3. Subway
Subway adalah sistem angkutan umum kereta yang dapat membawa banyak massa
dimana jalur subway berada dibawah permukaan tanah. Jalur rel tersebut menggunakan
tenaga listrik di wilayah dalam kota dengan kapasitas dan frekuensi tinggi dan tidak ikut
campur dengan jalur transportasi lain karena jalurnya di terowongan bawah tanah. Sistem
ini memiliki kemampuan mengangkut banyak massa secara cepat dalam jarak pendek dan
sedikit permukaan yang digunakan.

Komponen dari subway

Jalur
Sistem subway ini terdiri dari satu atau lebih jalur, yang setiap jalurnya memiliki rute

spesifik dengan kereta berhenti pada setiap stasiun dan terletak dibawah tanah. Jalur berada
di dalam terowongan bawah tanah.

Kapasitas dan biaya


Kapasitas dari kereta subway pada tiap gerbongnya sekir 100 -150 bergantung pada rasio

area berdiri dan tempat duduk. Kapasitas umum memungkinkan 1200 orang di tiap kereta,
menghasilkan daya angkut sebesar 36.000 orang tiap jam. Dalam biaya tergantung oleh
Negara.

Stasiun
Stasiun subway berada di bawah tanah sama tinggi dengan jalur subway. Satsiun akan

memiliki pintu masuk dan keluar dipermukaan tanah.

Gambar 2.5 Madrid subway, Spanyol

Gambar 2.6 New York City Subway, Amerika Serikat

10

BAB III
DATA PENGAMATAN

Hasil pengamatan yang kami dapatkan berasal dari pengamatan kami serta dari beberapa berita
yang ada pada saat terjadi masalah pada jalan TB Simatupang ,karena kurangnya real data kami
,maka kami lampirkan fakta dari berita permasalahan jalan TB Simatupang.
Jalan TB Simatupang terdiri dari 4 jalur dan 2 lajur. Lajur TB Simatupang terpisah oleh Tol
Lingkar Luar Jakarta. Pada kiri kanan jalan TB Simatupang banyak terdapat gedung gedung
perkantoran dan apartemennya. Pada jam kerja maupun pulang kerja jalan TB simatupang
mengalami kemacetan. Jalan TB simatupang juga mengalami penurunan tanah dan drainase yang
tidak baik sehingga di beberapa titik Jalan TB simatupang sering mengalami banjir dan
kemacetan. Jalan TB simatupang juga pernah mengalami amblas sehingga sering dilakukan
perbaikan yang juga menambah kemacetan jalan.
Masalah jalan TB Simatupang : banjir, kemacetan, jalan yang sempit, terjadi amblas jalan,
drainase tidak berjalan dengan baik
TB simatupang mengalami amblas pada tanggal 16 Januari 2014 akibat banjir (sumber :
detikNews)

11

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Permasalahan di Jalan T.B. Simatupang


Kemacetan. Kata ini mungkin menjadi sarapan sehari-hari bagi pengguna jalan TB
Simatupang. Baik pagi maupun malam, kemacetan selalu terjadi di jalan ini. Apabila setiap
gedung perkantoran pada jalan tersebut terdapat 3000 orang pegawai, dan jalan tersebut memiliki
20 gedung, maka total pegawai yang akan memakai akses jalan tersebut pada jam kerja
diperkirakan mencapai 60000 orang. Belum lagi saat ini, banyak pembangunan gedung-gedung
apartemen dan perkantoran yang baru yang tentunya akan menyerap lebih banyak orang untuk
memakai jalan tersebut.
Berdasarkan data pengamatan yang telah dilakukan, dapat dianalisis bahwa penyebab
permasalahan kemacetan di jalan TB Simatupang adalah sebagai berikut :
a. Lebar jalan yang terlalu sempit
Jalan TB Simatupang yang dari arah Tanjung Barat terbukti hanya memiliki 2 jalur,
dimana tiap jalurnya hanya hanya selebar 3 meter.
b. Sering banjir
Pada musim hujan, jalan TB Simatupang sering tergenang air, dan hal ini memperparah
kemacetan yang terjadi di jalan tersebut.
c. Minimnya angkutan umum yang layak
Berdasarkan referensi, angkutan umum yang melewati jalan TB Simatupang adalah
Metromini S79, PPD P21, Mikrolet D02 dan bus antar kota seperti Debora dan AgraMas.
d. Proyek Galian
Beberapa bulan belakangan ini, telah dilaksanakan penggalian untuk saluran pipa dan
listrik serta fiber optic. Hal ini memakan lahan jalan TB Simatupang lebih, sehingga
ruang gerak untuk kendaraan yang melewati jalan tersebut menjadi terbatas dan terjadilah
kemacetan.

12

4.2 Perbandingan Alternatif-alternatif Untuk Menyelesaikan Permasalahan Jalan Tb


Simatupang
Untuk menyelsaikan permasalahan pada jalan TB simatupang yaitu kemacetan maka
terdapat alternatif alternatif yaitu :
1. Transportasi umum jalan raya (BRT)
2. Transportasi umum rel kereta (MRT)
o Kecepatan
Kereta monorel berkecepatan hanya 80 km/jam dibandingkan dengan kereta lain
dengan kereta lain 120 km/jam monorel memiliki kecepatan rendah. Tetapi karena
letak monorel didalam kota dan jarak stasiun 500 m 1 km maka kecepatan
maksimal jadi terabaikan
o Daya angkut
Kereta Monorel berkapasitas 2 sampai 3 gerbong dengan 1 gerbong kereta 100
150 orang sehingga diasumsikan sekali monorel bergerak 300 orang terbawa.
Memang lebih sedikit daya tampungnya dibanding dengan kereta yang lain tetapi
dengan interval 2 -3 menit maka akan daya tampung akan terpenuhi.
o Metode pembangunan monorel
Dalam pembangunan monorel, struktur monorel tidak memakan banyak area
untuk penjalanan sistemnya. Selain itu dalam pemasangan strukturnya dapat
menggunakan metode sosrobahu metode sosrobahu adalah teknik konstruksi yang
terutama untuk memutar bahu lengan beton dan ditemukan oleh Tjokorda Raka
Sukawati. Jika menggunakan metode sosrobahu lengan beton diletakkan sejajar
dengan jalan dibawah kemudian diputar 900 sehingga di jalan tb simatupang
diharapkan tidak mengganggu lalu lintas. Tentunya metode ini sangat membantu
karena jalan tb simatupang yang ruangnya terbatas pada pengerjaan konstruksi dan
tidak mengganggu kegiatan masyarakat.
o Faktor lain
Tenaga yang digunakan untuk menggunakan monorel ialah tenaga listrik sehingga
ramah lingkungan. Selain itu jalur monorel terletak di atas sehingga tidak akan
13

berpengaruh pada banjir yang sering melanda jalan tb simatupang dan tidak terkena
efek langsung terhadap penurunan tanah.
Perbandingan monorail dengan kendaraan berbasis rel lainnya
Aspek yang
ditinjau

Subway

Estetika

Berada di bawah
tanah, menghalangi
penglihatan para
penumpang

Cost

Initial cost dan


operational cost tinggi

LRT

Monorail

MRT

Berada di atas jalan


Berada sejajar
Berada sejajar dengan
sehingga tidak
dengan jalan sehingga
jalan sehingga
mengganggu dan hanya
mengganggu
menghalangi penglihatan menutupi sebagian kecil
penglihatan
dari langit
Initial cost dan
operasional cost rendah

Initial cost dan


Initial cost dan
operasional cost rendah operational cost rendah

Aktivitas HRT tidak


Dikarenakan letaknya
akan terganggu jika
Aktivitas LRT akan berada di atas, aktivitas
Kecepatan berada di dalam tanah terganggu oleh lalu lintas monorail tidak akan
saat peak hour
dan akan terganggu jika
terganggu oleh traffic di
berada di jalan
bawahnya
Pada saat darurat,
Pada saat darurat,
Pada saat darurat,
Pada saat darurat,
penumpang sulit keluar
penumpang dapat
Keamanan penumpang dapat denganpenumpang dapat dengan
dari kereta karena letaknya dengan mudah keluar
mudah keluar dari kereta.mudah keluar dari kereta.
di atas.
dari kereta.
Berada di bawah jalan
Mudah dijangkau
Kenyamana
sehingga harus turun
karena terletak sejajar
n
menuju bawah tanah
tanah
Jika ingin menambah
Stasiun stasiun pemberhentian,
pemberhentian memerlukan cost lebih
banyak

Mudah untuk
menambah stasiun
pemberhentian

Membutuhkan usaha
Mudah dijangkau
lebih untuk menuju
karena terletak sejajar
Monorail
tanah
Memerlukan cost lebih
untuk menambah stasiun
pemberhentian

Mudah untuk
menambah stasiun
pemberhentian

14

4.3 Rencana Desain


Desain Stasiun

Gambar 4. 10 Denah tampak atas


stasiun

Gambar 4. 11 Denah tampak depan


stasiun

Gambar 4. 12 Denah tampak samping


stasiun

15

Gambar 4.13 Denah Isometric stasiun

Denah ini merupakan denah stasiun yang akan dibangun di Jalan TB. Simatupang.
Terdapat 2 loket di ujung stasiun dan terdapat 3 tangga yang dapat digunakan untuk naik
dan turun. Panjang total stasiun adalah 50 meter untuk pemberhentian kereta yang
direncanakan sepanjang 40 meter. Stasiun ini memiliki lebar 18 meter. Untuk masuk ke
dalam stasiun, terdapat gate untuk tapping tiket sebagai tanda masuk. Atap juga dibangun
untuk melindungi stasiun dari hujan dan panas. Akan terdapat 9 stasiun yang
direncanakan akan dibangun Tanjung Barat, PT. Nestle, Graha Simatupang, Warung
Buncit, Ampera, Jl. Pangeran Antasari, Cilandak Town Square, Jl. Fatmawati dan Lebak
Bulus

16

Desain Monorel

Gambar 4.14 Desain Monorel


Desain ini merupakan desain monorel yang akan digunakan di T.B Simatupang. Terdapat 2 -3
gerbong dalam pelaksanaanya. Tinggi struktur untuk monorel dan stasiunnnya adalah 7-8 meter.
Desain Jalur Monorel

Gambar 4.15 awal jalur pada belokan ragunan


17

Gambar 4.16 Gambar jalur dipertengahan

Gambar 4.17 jalur di daerah dekat fatmawati


18

Dari gambar gambar diatas jalur monorel direncanakan hanya pada jalan T.B Simatupang yang
sebelah kiri jalan yang rutenya dari tanjung barat hingga lebak bulus.
4.4. Sistem Monorail
Salah satu alternative dalam menyelesaikan permasalahan kemacetan di jalan TB Simatupang
adalah monorail. Dimana pilihan Mass Rapid Transit (MRT) lainnya adalah Commuter Rail,
Subway, dan Monorail. Tipe monorail yang diimplementasikan adalah tipe Straddle Beam.
Ada beberapa komponen yang harus dipenuhi dalam membangun atau mengimplementasikan
Monorail, antara lain :
a. Dari sisi pengguna jasa Monorail:

Memiliki kecepatan 75 mil/jam

Menggunakan sumber tenaga yang renewable

Perawatan mudah

Transisi rel sangat mulus

Penampilan menarik

Dapat menanggung beban 160000 pounds

Waktu berhenti yang singkat untuk di tiap stasiun

Ramah lingkungan.

b. Dari sisi Engineering :

Memaksimalkan tegangan allowable.

Waktu penggunaan mesin

Waktu pengoperasian

Meminimalisir beda tinggi rel

Meningkatkan bentuk penampilan monorail.

Meningkatkan gaya gesekan pada saat berhenti

Meminimalisir biaya

Mencegah dampak lingkungan yang berasal dari material.

19

BAB 5
PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

monorel sebagai solusi transportasi rel yang terbaik untuk mengatasi kemacetan di jalan
TB Simatupang.

ide kelompok ini dalam pemilihan alternative angkutan umum untuk mengatasi
kemacetan di jalan TB Simatupang menggunakan monorel dapat diimplementasikan
namun membutuhkan biaya yang cukup mahal dalam pembangunannya.

5.2 SARAN

alternatif angkutan umum yang kelompok kami pilih yaitu monorel merupakan solusi
yang terbaik. namun jika tidak didukung dengan perilaku masyarakat dan kesadaran
masyarakat untuk menggunakan angkutan umum maka akan menjadi solusi yang sia
sia.

20

DAFTAR PUSTAKA

BUKU SIGUR GRAVA : Urban Transportation System