Anda di halaman 1dari 7

HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PACARAN DENGAN

PERILAKU SEKS PRANIKAH PADA REMAJA KELAS XI


DI UPTD SMA NEGERI 1 GURAH
KABUPATEN KEDIRI
(Sebuah Studi di Prodi Kebidanan STIKes Bhakti Mulia Pare Kediri)
Yuli Admasari
Dosen STIKes Bhakti Mulia Pare Kediri Program Studi DIII Kebidanan
Dian Kumalasari
Dosen STIKes Bhakti Mulia Pare Kediri Program Studi DIII Kebidanan
Indah Kriswahyuni
Mahasiswa STIKes Bhakti Mulia Pare Kediri Program Studi DIII Kebidanan
Abstract: Teen dating style of today has led to behavior that is beyond the limit,
this is where the courtship began appearing there in related sexual behavior to fill
their free time, and it is possible to perform sexual behavior that they should not
do. This study aims to determine the relationship of knowledge about dating with
premarital sexual behavior in adolescents XI classes at SMAN 1 Gurah Kediri.
This research design using analytic correlation with cross-sectional
approach. A population of 196 students, the sample totaled 59 students, using
proportional random sampling technique. Independent variables are knowledge
dependent variable is the courtship and premarital sexual behavior. Instrument
used was a questionnaire. Statistical analysis of the data using Spearman rank
test.
Spearman rank statistical test results obtained no knowledge about
dating relationship with premarital sexual behavior (p 0.000 so P <0.05) with a
positive and strong relationship level that is equal to 0.926.
Respondents suggested that increased knowledge about going out with the
consultation to health workers, reading books, magazines, newspapers, the
internet or ask the teacher or parent and not do excessive courtship behavior.
Keywords : Knowledge courtship, premarital sex behavior, Teens
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Salah satu periode dalam
rentang kehidupan individu ialah
masa remaja. Masa ini merupakan
segmen kehidupan yang penting
dalam siklus perkembangan individu,
dan merupakan masa transisi yang
dapat
diarahkan
kepada
perkembangan masa dewasa yang
sehat. Masa remaja adalah suatu
masa perubahan. Pada masa remaja
terjadi perubahan yang cepat baik

secara fisik maupun psikologis


diantaranya peningkatan emosional,
kematangan seksual, ketertarikan
dengan orang lain, perubahan nilai
dan kebanyakan remaja yang
bersikap ambivalen (Yudrik Jahja,
2012).
Pacaran merupakan suatu tahapan
yang dilalui sebelum melangsungkan
pernikahan. Pacaran merupakan
suatu proses untuk mencurahkan atau
mengungkapkan segala isi hati antar
pasangan yang berlawanan jenis
yang saling menyayangi, mengasihi,

Hubungan Pengetahuan tentang Pacaran Dengan Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja Kelas Xi Di Uptd Sma Negeri
1 Gurah Kabupaten Kediri

dan mencintai. Orientasi berpacaran


kaum remaja telah berubah. Dulu
tujuan dari pacaran adalah untuk
mencari calon pasangan hidup
(suami istri), namun saat ini tujuan
dari pacaran adalah untuk gengsi,
fantasi, bahkan eksploitasi seks
(Hanifa, 2010). Gaya pacaran remaja
di zaman sekarang telah mengarah
pada perilaku yang diluar batas,
disinilah mulai muncul masa pacaran
yang didalamnya terkait perilaku
seks untuk mengisi waktu senggang
mereka,
dan
tidak
menutup
kemungkinan untuk melakukan
perilaku seks yang tidak semestinya
mereka lakukan. Pacaran jenis ini
merupakan pacaran yang tidak sehat
karena memiliki dampak yang tidak
baik bagi kesehatan reproduksi
maupun kehidupan remaja baik
secara fisik, psikologis, sosial,
maupun
spiritual
(Mightymax,
2011).
Seksual
pranikah
merupakan
perilaku seksual yang dilakukan
tanpa melalui proses pernikahan
yang resmi menurut hukum maupun
menurut agama dan kepercayaan
masing-masing (Mutadin, 2008).
Perilaku seksual adalah segala
tingkah laku yang didorong oleh
hasrat seksual, baik dengan lawan
jenis maupun dengan sesama jenis
(Sarwono,
2012).
Sedangkan
menurut Irianti (2012), perilaku
seksual merupakan perilaku yang
didasari oleh dorongan seksual atau
kegiatan mendapatkan kesenangan
organ seksual melalui berbagai
perilaku.
Contohnya
adalah
berpegangan tangan, berpelukan,
cium pipi, cium bibir, masturbasi,
petting,
bersenggama
(sexual
intercourse).
Sebuah penelitian yang dilakukan
Gatra dengan Laboratorium Ilmu
Politik (LIP) Fisip UI terungkap

pendapat remaja mengenai perilaku


dengan lawan jenis atau pola
percintaan dalam pacaran dianggap
wajar jika sekedar berbincang
sebanyak 99 % responden, pegang
tangan 82 %, berpelukan sebanyak
45,9 %. Sedang yang menilai wajar
cium pipi 47,3%, mencium bibir 22
%, dan cium leher 11 % (Yudrik
Jahja, 2012). Terjaring dari 800
responden di lima kota besar,
meliputi
Jakarta,
Medan,
Yogyakarta,
Surabaya,
Ujung
Pandang. Akibat yang ditimbulkan
dari
pergaulan
bebas
inipun
menimbulkan
banyak
resiko
diantaranya beresiko tertular PMS,
KTD (Kehamilan Tidak Diinginkan),
dating rap, kekerasan dalam pacaran
atau bahkan HIV / AIDS.
Kecenderungan perilaku seksual
pranikah di kalangan remaja semakin
banyak terjadi, tercermin dari tingkat
aborsi
di
kalangan
remaja
diperkirakan sekitar 700 ribu kasus
pertahun atau sekitar 30 % dari
seluruh kasus aborsi pertahun di
Indonesia (Gunarso, 2010).
Berdasarkan studi pendahuluan yang
dilakukan pada tanggal 5 April 2013
di UPTD SMA Negeri 1 Gurah
Kabupaten Kediri dengan melakukan
wawancara pada 10 siswa diperoleh
hasil bahwa sebagian besar 7 siswa
(70%) memiliki pengetahuan kurang
tentang pacaran dan 3 siswa (30%)
memiliki pengetahuan cukup. Siswa
yang memiliki pengetahuan kurang
yaitu sebesar 3 siswa (30%) memiliki
perilaku seks pra nikah yang negatif.
Semakin baik pengetahuan seseorang
maka perilaku seseorang juga akan
positif begitu juga sebaliknya.
Perubahan organorgan reproduksi
yang makin matang pada remaja,
menyebabkan dorongan dan seksual
remaja makin kuat dalam dirinya.
Banyak media masa, seperti internet,

Hubungan Pengetahuan tentang Pacaran Dengan Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja Kelas Xi Di Uptd Sma Negeri
1 Gurah Kabupaten Kediri

televisi, koran atau majalah yang


menyampaikan informasi secara
bebas kepada masyarakat umum,
termasuk remaja. Sementara itu
walaupun remaja telah mencapai
kematangan kognitif, namun dalam
kenyataannya mereka belum mampu
mengolah informasi yang diterima
tersebut secara benar. Dalam media
massa, baik cetak atau elektronik
selalu
memberikan
informasi
tentang, pacaran itu menyenangkan
akibatnya terjadi salah persepsi
terhadap pacaran sehingga timbul
efek negatif yang mempengaruhi
perilaku pacaran, akhirnya perilaku
berpelukan, berciuman, dan bahkan
hubungan seksual pun menjadi hal
yang tidak tabu lagi dikalangan
remaja saat ini (Agoes dariya, 2010).
Berdasarkan latar belakang tersebut
di atas maka peneliti tertarik untuk
mengadakan penelitian yang berjudul
Hubungan Pengetahuan tentang
Pacaran dengan Perilaku Seks
Pranikah pada Remaja Kelas XI di
SMA Negeri 1 Gurah Kabupaten
Kediri.
Tujuan Penelitian
Tujuan Umum
Mengetahui hubungan pengetahuan
tentang pacaran dengan perilaku seks
pranikah pada remaja kelas XI di
SMAN 1 Gurah Kabupaten Kediri.
Tujuan Khusus
1. Mengidentifikasi pengetahuan
tentang pacaran pada remaja
kelas XI di SMAN 1 Gurah
Kabupaten Kediri.
2. Mengidentifikasi perilaku seks
pranikah pada remaja kelas XI di
SMAN 1 Gurah Kabupaten
Kediri.
3. Menganalisis
hubungan
pengetahuan tentang pacaran
dengan perilaku seks pranikah

pada remaja kelas XI di SMAN


1 Gurah Kabupaten Kediri
Manfaat Penelitian
Manfaat Teoritis
Sebagai
referensi
dalam
hal
kepustakaan khususnya tentang
bagaimana pacaran yang dapat
meningkatkan pengetahuan tentang
pacaran serta mencegah perilaku seks
pranikah ang tidak wajar.
Manfaat Praktis
1. Bagi Responden
Hasil penelitian ini diharapkan
dapat sebagai masukan bagi
respoden untuk dapat menumbuh
kesadaran diri dan perilaku yang
bertanggungjawab
terhadap
kesehatan reproduksi dalam
menjalin hubungan yang sehat
dengan lawan jenis sehingga
mengurangi
angka
kejadian
kehamilan diluar nikah, kasus
aborsi dan kejadian penyakit
menular seksual (PMS).
2. Bagi Lahan Penelitian
Memberikan informasi kepada
lahan dalam hal bagaimana
remaja
harusnya
menjalin
hubungan yang sehat dengan
lawan
jenis,
sehingga
lahan/pendidikan
dapat
mengawasi dan memberikan
penyuluhan tentang bagaimana
seharusnya menjalin hubungan
dengan lawan jenis agar tidak
terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan seperti kejadian hamil
diluar nikah, aborsi dan penyakit
menular seksual.
3. Bagi Peneliti
Mengembangkan ilmu khususnya
ilmu tentang pacaran sehingga
dapat
mencegah
terjadinya
perilaku seks pra nikah.

Hubungan Pengetahuan tentang Pacaran Dengan Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja Kelas Xi Di Uptd Sma Negeri
1 Gurah Kabupaten Kediri

JENIS DAN RANCANGAN


PENELITIAN
Desain penelitian ini
menggunakan analitik korelasi
dengan pendekatan cross sectional
dimana analitik korelasi yaitu
peneliti melakukan analisa hubungan
antara variabel, peneliti dapat
mencari, menjelaskan suatu
hubungan, memperkirakan serta
mengkaji berdasarkan teori yang ada
(Nursalam, 2011), sedangkan Cross
sectional adalah jenis penelitian yang
menekankan waktu
pengukuran/observasi data variable
independen dan dependen hanya satu
kali pada satu saat (Nursalam, 2011).
Dalam penelitian ini peneliti
melakukan analisa hubungan
pengetahuan tentang pacaran dengan
perilaku seks pranikah pada remaja
kelas XI di UPTD SMA Negeri 1
Gurah Kabupaten Kediri.
HASIL PENELITIAN
Berdasarkan karakteristik responden
berdasarkan umur diketahui bahwa
dari 59 responden sebagian besar
berumur 16-17 tahun yaitu sebanyak 41
responden
(69,5%).
Karakteristik

responden berdasarkan jenis kelamin


didapatkan dari 59 responden
sebagian besar berjenis kelamin
perempuan sebanyak 32 responden
(54,2%). Karakteristik responden
berdasarkan kuantitas pacaran dari 59
responden sebagian besar sudah
pernah berpacaran > 3 kali yaitu
sebanyak 43 responden (72,9%).
Karakteristik responden berdasarkan
informasi yang didapat diketahui
bahwa dari 59 responden sebagian
besar pernah mendapatkan informasi
sebanyak 36 responden (61,0%).
Karakteristik responden berdasar
sumber informasi didapatkan dari 36
responden yang pernah mendapatkan

informasi
sebagian
besar
mendapatkan informasi dari orang
tua yaitu sebanyak 31 responden
(58,3%).
Karakteristik
tingkat
pengetahuan responden mengenai
pacaran diketahui bahwa dari 59
responden sebagian besar memiliki
pengetahuan baik tentang pacaran
yaitu sebanyak 28 responden
(47,5%).
Karakteristik responden berdasarkan
perilaku seks pranikah diketahui
bahwa dari 59 responden sebagian
besar memiliki perilaku positif
terhadap seks pra nikah yaitu
sebanyak 36 responden (61,0%).
Berdasarkan hasil analisa data
menggunakan uji Rank Spearman
menunjukkan hasil bahwa ada
hubungan
pengetahuan
tentang
pacaran dengan perilaku seks
pranikah pada remaja kelas XI di
UPTD SMA Negeri 1 Gurah
Kabupaten Kediri tahun 2013 (p
0,000 < 0,05) dengan hubungan
positif dan tingkat hubungannya kuat
yaitu sebesar 0,791.
PEMBAHASAN
Berdasarkan
hasil
penelitian
diketahui ada hubungan pengetahuan
tentang pacaran dengan perilaku seks
pranikah pada remaja kelas XI di
UPTD SMA Negeri 1 Gurah
Kabupaten Kediri tahun 2013. Hal
ini dibuktikan dari nilai probabilitas
sebesar 0,000 yang lebih kecil dari
(0,05), dengan tingkat hubungan
sangat kuat.
Sesuai dengan pendapat Azwar
(2006),
informasi
merupakan
keseluruhan makna dapat diartikan
sebagai pemberitahuan seseorang
adanya informasi baru mengenai
suatu hal yang akan memberikan
landasan
kognitif
baru
bagi
terbentuknya
sikap.
Informasi
merupakan suatu pendekatan yang

Hubungan Pengetahuan tentang Pacaran Dengan Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja Kelas Xi Di Uptd Sma Negeri
1 Gurah Kabupaten Kediri

digunakan
untuk
menggugah
kesadaran masyarakat terhadap suatu
motivasi yang berpengaruh pada
perubahan perilaku. Informasi ini
bisa
menambah
pengetahuan
seseorang karena seperti yang telah
diuraikan
sebelumnya
bahwa
informasi
akan
memberikan
pengaruh
pada
pengetahuan
seseorang.
Apabila
seseorang
semakin
sering
mendapatkan
informasi maka semakin banyak
pengetahuan
yang
dimilikinya.
Begitu juga mengenai pacaran
semakin
banyak
responden
mendapatkan pengetahuan tentang
pacaran, maka responden akan
berusaha menjalani pacaran secara
sehat dan tidak melakukan hubungan
seks sebelum menikah
Ada hubungan tingkat pengetahuan
tentang pacaran dengan perilaku seks
pranikah pada remaja dipengaruhi
oleh pengetahuan yang dimiliki
tentang seks pra nikah. Remaja yang
sudah mengetahui dampak negatif
dari seks pranikah akan berusaha
menghindarinya. Selain pengetahuan,
perilaku positif juga dipengaruhi oleh
factor usia. Dari data umum
didapatkan usia responden sebagian
besar 16-17 tahun (69,5%). Pada usia
ini responden masih berada pada
rentang usia remaja muda sehingga
rasa ingin tahu pada seksual mulai
berkembang dan ada dorongan yang
kuat untuk mengetahui seksualitas
secara lebih jauh dan ada rasa ingin
untuk mencoba hal-hal yang baru.
Dengan
bertambahnya
umur
seseorang akan terjadi perubahan
pada aspek fisik dan psikologis
(mental) (Mubarak, 2007). Semakin
cukup umur, tingkat kematangan dan
kekuatan seseorang akan lebih
matang dalam berfikir.
Sebaliknya tanpa pengetahuan yang
baik akan memungkinkan remaja

melakukan seks pranikah. Hal ini


didorong oleh keinginan yang kuat
untuk menyalurkan hasrat seksualnya
yang
sudah
mulai
tumbuh.
Responden
cenderung
diburu
keinginan
memenuhi
hasrat
seksualnya dibandingkan dengan
berpikir
tentang
resikonya.
Berdasarkan
penelitian
yang
dilakukan peneliti dapat disimpulkan
bahwa pengetahuan berperan sebagai
faktor yang menentukan seseorang
untuk bersikap positif atau negatif
terhadap seks pra nikah.
Berdasarkan hasil analisa data,
penelitian ini membuktikan jika
semakin baik pengetahuan seseorang
maka akan semakin positif juga
perilakunya begitu juga sebaliknya
jika semakin kurang pengetahuan
seseorang maka akan semakin
negatif juga perilakunya.
Perilaku seseorang pada dasarnya
dipengaruhi
banyak
faktor.
Notoatmodjo (2007) menyebutkan
bahwa sebelum terbentuk perilaku
maka akan di dahului oleh sikap dan
sikap yang terbentuk akan didahului
oleh pengetahuan. Jadi secara
kronologis pengetahuan berpengaruh
terhadap perilaku seseorang. Perilaku
manusia pada dasarnya merupakan
hasil daripada segala macam
pengalaman serta interaksi manusia
dengan
lingkungannya
yang
terwujud dalam bentuk pengetahuan,
sikap dan tindakan (Azwar, 2011).
Jadi pada dasarnya jika responden
memiliki
pengetahuan
tentang
pacaran
yang
baik
maka
respondentidak akan melakukan
hubungan seks diluar pernikahan.
KESIMPULAN
1 Sebagian
besar
responden
memiliki
pengetahuan
baik
tentang pacaran yaitu sebanyak
28 responden (47,5%).

Hubungan Pengetahuan tentang Pacaran Dengan Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja Kelas Xi Di Uptd Sma Negeri
1 Gurah Kabupaten Kediri

Sebagian
besar
memiliki
perilaku positif terhadap seks
pranikah yaitu sebanyak 36
responden (61,0%).
Ada hubungan pengetahuan
tentang pacaran dengan perilaku
seks pranikah dengan hubungan
positif dan tingkat hubungannya
sangat kuat.

DAFTAR PUSTAKA
Dara. (2010). Perubahan Organ
Reproduksi.
http://www.remaja.com.
Diakses pada Tanggal 24
April 2013 jam 08.00
Azwar. (2011). Sikap Manusia Teori
dan
Pengukurannya.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Dara.

(2010).
Psikologi
Perkembangan
Remaja.
Bogor : Ghalia Indonesia

DeGenova, Mary.K., & Rice,


Philip.F. (2005). Intimate
Relationships,
Marriages,
and Families (6th ed.). New
York: McGraw-Hill.Inc.
Geibs. (2012). Dampak Pacaran
Sehat Saat Diusia Remaja.
http://www.
http://geibsbiverly.blogspot.c
om. Diakses pada Tanggal 24
April 2013 jam 08.00
Gunarso. (2010). Gunarso. Psikologi
Praktis: Anak, Remaja dan
Keluarga. Jakarta: Gunung
Mulia
Hanifa. (2010). Ilmu Kebidanan.
Jakarta : Yayasan Bina
Pustaka
Sarwono
Prawirohardjo

Hidayat.
(2008).
Pengantar
Kebutuhan Dasar Manusia:
Aplikasi. Jakarta: Salemba
Medika
______. (2010). Metode Penelitian
Kebidanan & Tehnik Analisis
Data.
Jakarta:
Salemba
Medika
Hurlock.
(2009).
Perkembangan.
Erlangga

Psikologi
Jakarta :

Irianti.

(2010). Psikologi Untuk


Mahasiswa
Kebidanan.
Jakarta: EGC

Jahja.

(2012).
Psikologi
Perkembangan.
Jakarta:
Kencana Prenada Media
Group

Kusmiran.
(2011).
Kesehatan
Reproduksi Remaja Dan
Wanita. Jakarta: Salemba
Medika
Machfoed.
(2008).
Pendidikan
Kesehatan
bagian
dari
Promosi
Kesehatan
Masyarakat. Yogyakarta :
Fitramaya
Mightymax.
(2011).
Pacaran.
http://www.wikipedia.co.id.
Diakses pada Tanggal 24
April 2013 jam 08.00
Mubarak. (2007). Kebutuhan Dasar
Manusia. Jakarta : EGC
Mutadin. (2008). Penyesuaian Diri
Remaja.
http://www.epsikologi.com. Diakses pada
Tanggal 24 April 2013 jam
08.00

Hubungan Pengetahuan tentang Pacaran Dengan Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja Kelas Xi Di Uptd Sma Negeri
1 Gurah Kabupaten Kediri

Notoatmodjo. (2003). Pendidikan


dan Perilaku Kesehatan.
Jakarta : Rineka Cipta

Romauli.
(2011).
Reproduksi.
Nuha Medik

__________.
(2007).
Promosi
Kesehatan dan Ilmu Perilaku.
Jakarta : Rineka Cipta

Rumini dan Sundari. (2010).


Perkembangan
Remaja
Perempuan.
http://www.wikipedia.com.
Diakses pada Tanggal 24
April 2013 jam 08.00

__________. (2010). Metodologi


Penelitian
Kesehatan,
Jakarta: Rineka Cipta
Nursalam. (2008). Konsep dan
Penerapan
Metodologi
Penelitian
Ilmu
Keperawatan.
Jakarta:
Salemba Medika
________. (2011). Konsep dan
Penerapan
Metodologi
Penelitian
Ilmu
Keperawatan,
Edisi
II.
Jakarta. Salemba Medika

Kesehatan
Yogyakarta:

Tolsma. (2008). Kamus Besar


Bahasa Indonesia. Jakarta:
Balai Pustaka
Walgito, Bimo. (2008). Psikologi
sosial (suatu pengantar),
ed.IV, Yogyakarta : C.V.Andi
offset.

Potter and Perry. (2009). Buku Ajar


Fundamental Keperawatan :
Konsep,
Proses,
Dan
Praktik.Edisi
4.Volume
1.Alih Bahasa : Yasmin Asih,
dkk. Jakarta : EGC
Purnomo. (2011). Taksonomi Bloom
Revisi
Terbaru.
http://www.infocahaya.at.tc
Diakses pada Tanggal 24
April 2013 jam 08.00
Santrock. (2008). Adolescence (12th
ed.). New York: McGrawHill.Inc.
Sarwono.(2012). Ilmu Kebidanan.
Jakarta:
Yayasan
Bina
Pustaka.
Soetjiningsih.
(2010).
Tumbuh
Kembang Anak dan Remaja,
Jakarta: EGC
Hubungan Pengetahuan tentang Pacaran Dengan Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja Kelas Xi Di Uptd Sma Negeri
1 Gurah Kabupaten Kediri