Anda di halaman 1dari 52

PROYEKSI

Berikut ini adalah materi pembelajaran mengenai Proyeksi,Sebagai


salah satu bagian dari materi mata pelajaran Membaca gambar mudahmudahan ini bisa bermanfaat.Salam SMK Bisa!!!
1.

Proyeksi Piktorial, Ortogonal dan Pandangan

Proyeksi merupakan cara penggambaran suatu benda, titik,


garis,

bidang,

benda

ataupun

pandangan

suatu

benda

terhadap suatu bidang gambar. Proyeksi piktorial adalah cara


penyajian suatu gambar tiga dimensi terhadap bidang dua
dimensi.

Sedangkan

proyeksi

ortogonal

merupakan

cara

pemproyeksian yang bidang proyeksinya mempunyai sudut


tegak lurus terhadap proyektornya. Secara umum proyeksi
dapat dilihat pada gambar 9.4. dibawah ini :

Gambar 9.4. Proyeksi


1.

Proyeksi Piktorial

Untuk menampilkan gambar-gambar tiga dimensi pada sebuah


bidang dua dimensi, dapat dilakukan dengan beberapa macam
cara proyeksi sesuai dengan aturan menggambar. Beberapa
macam cara proyeksi antara lain :
1.

Proyeksi piktorial isometri

Untuk mengetahui apakah suatu gambar diproyeksikan dengan


cara isometri atau untuk memproyeksikan gambar tiga dimensi
pada bidang dengan proyeksi isometri, maka perlu diketahui
ciri-ciri dan syarat-syarat untuk menampilkan suatau gambar
dengan proyeksi isometri. Adapun ciri dan syarat proyeksi
tersebut sebagai berikut :
1). Ciri pada sumbu
Sumbu x dan sumbu y mempunyai sudut 30 terhadap
garis mendatar.
Sudut antara sumbu satu dengan sumbu lainnya 120.
2). Ciri pada ukurannya
Panjang

gambar

pada

masing-masing

dengan panjang benda yang digambarnya.


Contoh :

sumbu

sama

Gambar 9.5. Proyeksi isometri


a). Penyajian Proyeksi Isometri
Penyajian

gambar

dengan

proyeksi

isometri

dapat

dilakukan dengan beberapa posisi (kedudukan), yaitu


posisi normal, terbalik, dan horisontal.
1.

Proyeksi isometri dengan posisi normal

Contoh :

Gambar 9.6. Proyeksi isometri dengan posisi normal


1.

Proyeksi isometri dengan posisi terbalik

Gambar 9.7. Proyeksi isometri dengan posisi terbalik


1.

Proyeksi isometri dengan posisi horisontal

Contoh :

Gambar 9.8.Proyeksi isometri dengan posisi horisontal


1.

Proyeksi Dimetri

Pada

proyeksi

ketentuan

yang

dimetri

terdapat

perlu

diketahui,

beberapa
ciri

dan

ciri

dan

ketentuan

tersebut antara lain :


1.

Ciri pada sumbu

Pada sumbu x mempunyai sudut 10, sedangkan


pada sumbu y mempunyai sudut 40.
2.

Ketentuan ukuran

Perbandingan skala ukuran pada sumbu x = 1 :


1, dan skala pada sumbu y = 1 : 2, sedangkan
pada sumbu z = 1 : 1

Contoh :

Gambar 9.9. Proyeksi dimetri


Keterangan :

Ukuran pada sumbu x 40 mm

Ukuran gambar pada sumbu y digambar 1/2 nya, yaitu 20 mm

Ukuran pada sumbu z 40 mm


1.

Proyeksi miring

Pada proyeksi miring, sumbu x berhimpit dengan garis


horisontal/mendatar dan sumbu y mempunyai sudut 45
dengan garis mendatar. Skala pada proyeksi miring sama

dengan skala pada proyeksi dimetri, yaitu skala pada


sumbu x = 1 : 1, dan pada sumbu y = 1 : 2, sedangkan
pada sumbu z = 1 : 1.

Contoh:

Gambar 9.10. Proyeksi miring


1.

Gambar Perspektif

Dalam gambar teknik, gambar perspektif jarang dipakai.


Gambar perspektif dibagi menjadi tiga macam, yaitu :
1.

Perspektif dengan satu titik hilang

2.

Perspektif dengan dua titik hilang

3.

Perspektif dengan tiga titik hilang

Contoh :

TH (Titik Hilang)

Gambar 10.1. Perspektif dengan satu titik hilang


2. Proyeksi Ortogonal
Proyeksi ortogonal adalah gambar proyeksi yang bidang proyeksinya
mempunyai sudut tegak lurus terhadap proyektornya. Garis-garis yang
memproyeksikan benda terhadap bidang proyeksi disebut proyektor.
Selain

proyektor

tegak

lurus

terhadap

bidang

proyeksinya

juga

proyektor-proyektor tersebut sejajar satu sama lain. Contoh-contoh


proyeksi ortogonal dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

1.

Proyeksi ortogonal dari sebuah titik

Keterangan Gambar
Panah paling atas : Proyektor
Panah ditengah :Bidang proyeksi
Panah dibawah : Proyeksi
Gambar
Proyeksi ortogonal dari sebuah titik

1.

Proyeksi ortogonal dari sebuah garis

Gambar 10.3. Proyeksi ortogonal dari sebuah garis

10.2.

1.

ortogonal dari sebuah bidang

Proyeksi

Gambar 10.4. Proyeksi ortogonal dari sebuah bidang


1.

Proyeksi ortogonal dari sebuah benda

Gambar 10.5. Proyeksi ortogonal dari sebuah benda


3.Proyeksi Pandangan
Proyeksi Eropa dan Amerika

Proyeksi Eropa dan Amerika merupakan proyeksi yang digunakan


untuk memproyeksikan pandangan dari sebuah gambar tiga
dimensi terhadap bidang dua dimensi.
1.

Proyeksi Eropa

Proyeksi Eropa disebut juga proyeksi sudut pertama, juga ada


yang menyebutkan proyeksi kuadran I, perbedaan sebutan ini
tergantung

dari

masing

pengarang

buku

yang

menjadi

refrensi. Dapat dikatakan bahwa Proyeksi Eropa ini merupakan


proyeksi

yang

letak

bidangnya

pandangannya (lihat gambar 2.3).

Keterangan :
P.A

= Pandangan Atas

terbalik

dengan

arah

P.Ki

= Pandangan Kiri

P.Ka= Pandangan Kanan


P.Ba = Pandangan Bawah
P.Be = Pandangan Belakang

Gambar 10.6. Proyeksi Eropa


1.

Proyeksi Amerika

Proyeksi Amerika dikatakan juga proyeksi sudut ketiga dan


juga ada yang menyebutkan proyeksi kuadran III. Proyekasi
Amerika merupakan proyeksi yang letak bidangnya sama
dengan arah pandangannya (lihat gambar 2.4).

Keterang
an :
P.A

Pandangan
Atas
P.Ki

Pandangan
Kiri
P.Ka

Pandangan
Kanan

P.Ba

Pandangan
Bawah
P.Be

Pandangan
Belakang

Gambar 10.7. Proyeksi Amerika


1.

Pemilihan pandangan depan

Pemilihan pandangan depan dari benda yang akan disajikan


dalam gambar adalah sangat penting. Karena pandangan
depan dapat langsung memberikan keterangan bentuk benda
yang

sebenarnya

dan

jumlah

pandangan

depan

juga

ditentukan oleh pandangan depan tersebut. Pandangan depan


tidak selalu berarti bagian depan dari benda itu sendiri.
Pandangan

depan

adalah

bagian

benda

yang

dapat

memberikan cukup keterangan mengenai bentuk khas atau


fungsinya.
1.

Perbandingan antara
Proyeksi Amerika

Proyeksi

Eropa

dan

Keuntungan Proyeksi Amerika


Diawal bab Proyeksi telah dijelaskan bahwa kedua proyeksi
tersebut dapat sama-sama dipakai, sesuai dengan standar
ISO.
Negara Aamerika Serikat dan Jepang telah menentukan untuk
memakai

proyeksi

Amerika.

Hal

ini

didasarkan

pada

keuntungan dari cara ini disbanding dengan proyeksi Eropa,


keuntungan-keuntungannya sebagai berikut:
2.

Dari gambar, bentuk benda dapat langsung


dibayangkan. Dengan pandangan depan sebagai
patokan dan bendanya muncul seperti aslinya.

3.

gambarnya mudah dibaca, karena hubungan anatara


gambar yang satu dengan yang lain dekat. Tidak saja
mudah
dibaca,
tetapi
jarang
terjadi
salah pengertian.Cukup mudah lagi (terutama) pada
benda-benda yang panjang, susunan pandangan
depan dan pandangan samping mudah sekali dibaca.

4.

pandangan yang berhubungan diletakkan berdekatan,


oleh karena itu mudah untuk memberi ukuranukurannya. Tidak mungkin terjadi salah pembacaan
ukuran.
Bagi
teknisi
(operator
mesin)
lebih
sederhana.

5.

dengan proyeksi Amerika mudah memberi pandangan


tambahan atau pandangan setempat.

1.

Simbol Proyeksi

Untuk membedakan proyeksi Eropa dan proyeksi Amerika, perlu


diberi lambang proyeksi. Dalam standar ISO (ISO/DIS 128), telah
ditepkan

bahwa

cara

kedua

proyeksi

boleh

dipergunakan.

Sedangkan untuk keseragaman ISO, gambar sebaiknya digambar


menurut proyeksi Eropa (Kuadran I atau dikenal dengan proyeksi
sudut pertama).
Dalam sebuah gambar tidak diperkenankan terdapat gambar dengan
menggunakan kedua proyeksi secara bersamaan. Simbol proyeksi
ditempatkan
proyeksi

disisi kanan
tersebut

adalah

Simbol Proyeksi Eropa


1.

bawah

kertas
sebuah

gambar. Simbol/lambang
kerucut

terpancung.

Simbol Proyeksi Amerika

Anak Panah

Anak panah digunakan untuk menunjukkan batas ukuran dan


tempat/posisi atau arah potongan, sedangkan angka ukuran
ditempatkan di atas garis ukur atau disisi kiri garis ukur.

Gambar 11.2. Anak panah


1.

Kesimpulan

1.

Proyeksi Piktorial

2.

1.

Proyeksi piktorial terbagi menjadi 4 macam, yaitu


isometri, dimetri, miring, dan perspektif.

2.

Proyeksi piktorial hanya digunakan pada gambar tiga


dimensi untuk diproyeksikan pada bidang dua
dimensi.

Proyeksi Ortogonal

Proyeksi ortogonal merupakan proyeksi suatu titik, garis,


bidang, dan benda terhadap suatu bidang dengan garis
proyektor yang tegak lurus terhadap bidang proyekstornya.
3.

4.

Proyeksi Eropa
1.

Proyeksi Eropa hanya digunakan pada bidang dari


suatu benda tiga dimensi agar memberikan informasi
lebih detail

2.

Letak bidang yang diproyeksikan dengan proyeksi


Eropa terbalik dengan arah pandangannya.

Proyeksi Amerika

1.

I.

1.

Proyeksi Amerika hanya digunakan pada bidang dari


suatu benda tiga dimensi agar memberikan informasi
lebih detail.

2.

Letak bidang yang diproyeksikan dengan proyeksi


Amerika sama dengan arah pandangannya.

Latihan-latihan

GAMBAR PROYEKSI

Menggambar proyeksi adalah menggambar suatu objek nyata


atau imajiner terhadap suatu bidang datar dengan metode
yang sistematis. Objek tersebut dapat berupa titik-titik, garisgaris, bidang-bidang, benda-benda atau perpaduan dari
beberapa diantaranya yang ada di dalam ruangan. Hasilnya
akan memberikan pengertian atau informasi tentang bentuk,
ukuran dan posisi objek benda tersebut dalam bentuk dua
dimensi.
Menggambar proyeksi pada dasarnya menggunakan garis atau
sinar sebagai alat memproyeksikan objek benda, secara garis
besar dibagi menjadi dua yaitu system paralel proyeksi dan
system central proyeksi.
Di bawah ini adalah bagan proyeksi dan cabang-cabangnya.

A. PROYEKSI PARALEL
Proyeksi Paralel adalah apabila cara memproyeksikan objek
dengan bantuan garis sejajar atau sinar sejajar, dengan
demikian hasil gambarnya akan sama besar dengan bendanya.

Proyeksi paralel dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu :


1.

Proyeksi Orthogonal

Proyeksi Orthogonal adalah gambar suatu objek dengan skala


yang tepat, sedangkan ukuran yang dicantumkan adalah
ukuran yang nyata atau sebenarnya. Proyeksi Orthogonal juga
disebut proyeksi tegak lurus, sebab cara memproyeksikan
benda dengan menarik garis tegak lurus terhadap bidang

proyeksi melalui setiap titik sudut benda. Pandangan mata kita


juga satu arah tegak lurus terhadap benda tersebut . Kadang
tidak jarang hanya disebut dengan proyeksi saja.

Di dalam proyeksi orthogonal sistem Eropa, kedudukan bidang


proyeksi terletak di belakang benda. Apabila arah pandang
mata yaitu :
1.

Dari atas, gambar terletak di bidang proyeksi bawah

2.

Dari depan, gambar terletak di bidang proyeksi


belakang

3.

Dari samping kiri, gambar terletak di bidang proyeksi


kanan

4.

Dari samping kanan, gambar terletak di bidang proyeksi


kiri

Sedangkan proyeksi orthogonal sistem Amerika kedudukan


bidang proyeksi terletak di depan benda, sehingga hasil gambar
akan selalu tampak sesuai dengan arah pandang mata. apabila

arah pandang mata dari atas, gambarnya terletak di bidang


proyeksi atas, dan seterusnya.
Arah pandang mata di dalam proyeksi orthogonal system Eropa
cukup tiga dan hasil gambarnya pun tiga (3) buah sudut
pandang yaitu ;

Tampak atas,

Tampak depan

Tampak samping (kiri atau kanan saja).

Hasil gambarnya disebut gambar Proyeksi I (tampak atas),


gambar Proyeksi II (tampak depan), gambar Proyeksi III (tampak
samping).
Sedangkan di dalam proyeksi orthogonal system Amerika
dihasilkan enam (6) buah sudut pandang, yaitu :

Tampak depan

Tampak atas

Tampak bawah

Tampak kanan

Tampak kiri


a.

Tampak belakang
Bidang Proyeksi

Bidang proyeksi atau bidang gambar adalah bidang datar


tempat menggambar benda-benda atau penampangpenampang benda dari berbagai pandangan. Di dalam proyeksi
Eropa menggunakan tiga bidang gambar, yaitu bidang
mendatar (bidang proyeksi I), bidang tegak lurus dengan bidang
I (bidang proyeksi II), dan bidang yang tegak lurus dengan
bidang proyeksi I dan bidang proyeksi II ( bidang proyeksi III).

b.

Proyeksi Titik

Kedudukan titik dalam ruang harus kita perhatikan sebelum kita


menggambar proyeksi orthogonal titik. Kedudukan titik dalam
ruang dapat dikatakan sebagai berikut :
Titik A terletak :
X satuan dari bidang III (bidang samping)
Y satuan dari bidang II (bidang tegak)
Z satuan dari bidang I (bidang datar)
Dengan demikian titik A berada pada koordinat (X, Y, Z) ,
sehingga X dapat diukur pada sumbu OX, Y dapat diukur pada
sumbu OY, dan Z dapat diukur pada sumbu OZ.

Gambar 10. Kedudukan Titik A dalam ruang


Sebuah titik A berkedudukan (5,3,2) carilah gambar proyeksi I,
II, dan III. Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat
dikatakan bahwa kedudukan titik A adalah :
5 cm dari bidang III ( 5 cm pada sumbu ox )

3 cm dari bidang II ( 3 cm pada sumbu oy )


2 cm dari bidang I ( 2 cm pada sumbu oz )

gambar 11

Sebuah titik A berkoordinat (1,3,2) dan titik B (4,3,2). Carilah


proyeksi titik A dan titik B dalam satu gambar (dalam bidang
proyeksi yang sama) ..gambar 12
c.

Proyeksi Garis

Membuat proyeksi suatu garis (lurus), dengan teknik


menghubungkan kedua titik pada ujung garis tersebut.

Gambar proyeksi pada bidang I, II dan III. Jika diketahui sebuah


garis KL panjang 6 cm tegak lurus bidang III. Koordinat K (1,2,4)
(Gambar 13)

Sebuah garis PQ panjang 7 cm sejajar bidang II dan membentuk


sudut 300 terhadap bidang I. Koordinat P (0,2,1). Gambar
proyeksi I, II, III

(Gambar 14)

Sebuah garis RS panjang 5 cm melekat pada bidang II dan


membentuk sudut 450terhadap bidang I. Koordinat R ( 2,0,1 ).
Gambar proyeksinya (gambar 15)

d.

Proyeksi Bidang

Dalam proyeksi titik dan garis, sudut sudah dapat digambar


dengan demikian proyeksi bidang dapat digambar apabila
diketahui ukuran, bnetuk dan kedudukannya. Proyeksi bidang
ini sudah dibatasi oleh garis-garis lurus yang tiap ujungnya
mempunyai titik dan tiap titik membentuk sudut.
Bidang ABCD sejajar bidang II

e.

Proyeksi Benda

Benda dalam gambar proyeksi meliputi benda tunggal dan


benda bersusun. Sebuah benda sering merupakan gabungan
dari beberapa bentuk , missal sebuah balok dengan silinder
atau sebuah prisma dengan sebuah kerucut dan bahkan bukan

hanya terdiri dari dua benda, tetapi terdiri dari beberapa benda.
Benda disini meliputi : kubus, piramida (limas), prisma, kerucut,
balok dan benda geometris lainnya.
Suatu susunan benda yang tidak sama besarnya
mengakibatkan ada bagian benda yang tidak nampak dari
suatu arah pandang mata. Demikian pula semua rusuk benda
mungkin tidak nampak dari suatu arah pandang mata, dan ada
sebagian rusuk benda yang tidak nampak. Dalam hal ini rusuk
benda yang tidak nampak atau tertutup oleh bagian benda
yang lain dinyatakan dengan garis maya (hidden line).
Memproyeksikan benda suatu benda sama dengan proyeksi titik
yaitu memproyeksikan titik-titik sudut benda tersebut, baru
kemudian dihubungkan sesuai dengan garis benda.
Di dalam gambar proyeksi dengan tinta ada beberapa
ketentuan tentang besar garis :
a. Garis sumbu proyeksi 0,6 mm
b. Garis benda untuk membatasi bidang 0,8 mm
c. Garis maya (hidden line) putus-putus 0,4 mm
d. Garis untuk memproyeksikan benda 0,2 mm
Contoh benda geometris;

Beberapa contoh gambar proyeksi benda, di bawah ini :


a. Diketahui sebuah limas segi empat T.ABCD. Dengan panjang
sisi AB = CD = 8 cm, BC = DA = 10 cm. Tinggi limas ( T dari
pusat alas ABCD ) = 14 cm.
Koordinat A (2,2,1).
Bidang alas sejajar bidang I dan sisi AB sejajar sumbu X ke
kanan.
(gambar 20.)

Gambar 20. Proyeksi limas segi empat


b. Sebuah prisma alas segi lima beraturan terletak di atas
sebuah silinder. Pusat lingkaran prisma dan silinder berimpit
terletak pada bidang I berjarak 6 cm dari bidang III dan 7 cm
dari bidang II.
Jari-jari lingkaran prisma 4 cm dan tingginya 9 cm. Salah satu
sisi prisma yang terdekat dengan bidang III sejajar dengannya.
Sedangkan jari-jari silinder 5 cm dan tingginya 4 cm. Silinder
terletak 1 cm di atas bidang I. (gambar 21)

2.

Proyeksi Oblique (Miring)

Proyeksi Oblique atau Proyeksi Miring, posisi benda terhadap


bidang proyeksi sama dengan proyeksi orthogonal, hanya arah
pandang mata berpindah kesamping atau miring.

Gambar 3. Proyeksi Miring


3.

Proyeksi Axonometri

Proyeksi Axonometri merupakan kebalikan dari proyeksi


oblique, yaitu arah pandang mata tetap seperti pada proyeksi
orthogonal, namun yang berubah adalah kedudukan bendanya
dengan cara memutar atau menggeser benda tersebut dengan
sumbu putar pada salah satu rusuknya, yang berkedudukan
tetap pada posisi semula. Sehingga bidang belakang benda
membentuk suatu sudut terhadap bidang proyeksi.

Gambar 4 dan 5. Benda sebelum dan setelah di putar


B. CENTRAL PROYEKSI
Central Proyeksi atau proyeksi pusat atau lebih dikenal dengan
istilah perspektif, adalah apabila cara memproyeksikan objek
menggunakan bantuan garis atau sinar memusat atau
mengumpul pada satu titik. Sehingga hasil gambarnya akan
lebih kecil dari ukuran sebenarnya.

Gambar proyeksi terpusat


Gambar perspektif adalah gambar benda atau ruang berkesan
tiga dimensi. Gambar perspektif pada dasarnya terdiri dari tiga
unsur utama yaitu panjang, lebar dan isi atau volume. Untuk
penampilan agar gambar perspektif lebih menarik atau lebih
hidup dapat diberi bayangan, warna atau texture suatu
permukaan benda.
Gambar perspektif ini juga merupakan gambar teknik untuk
menggambar objek benda , ruang, dan lingkungan seperti yang
terlihat oleh mata manusia ke dalam bidang datar. Teknik
perspektif menunjukkan keterbatasan penglihatan manusia
dalam melihat objek secara akurat. Semakin dekat dengan kita
enda kelihatan semakin besar, sedangkan semakin jauh benda
kelihatan semakin kecil dan menghilang.

Manfaat gambar perspektif adalah agar benda yang digambar


dapat dengan mudah dipahami orang lain, serta dapat
menciptakan kesan yang mendalam terhadap gambar tersebut.
Pemandangan akan berkesan seperti aslinya kalau
menggambarnya menggunakan teknik perspektif. Gambar

bangunan akan kelihatan lebih hidup dan menarik apabila


digambar dengan teknik perspektif.
Pandangan mata mempunyai batas pandangan yang sejajar
bidang datar sehingga membentuk garis khayal, atau seolaholah batas pandang kita yang memandang jauh dibatasi antara
langit dan bumi bertemu pada garis yang mendatar. Garis
khayal yang mendatar tersebut disebut Garis Horison (GH).
Gambar perspektif merupakan gambar yang mengesankan
gambar yang mengansumsikan mata penggambar bertemu
dalam satu titik. Contoh : apabila kita melihat rel kereta api
yang membentang di depan mata kita, maka seolah-olah rel
kereta itu pada ujung yang jauh seperti bertemu pada satu titik.
Pertemuan titik tersebut disebut dengan Titik Hilang (TH)
Garis horizon pada gambar perspektif dikenal ada 3 macam,
yaitu garis horizonnormal (level angle) yaitu pandangan
mata manusia secara normal baik pada waktu duduk ataupun
berdiri ; horizon burung (high angle) yaitu garis horizon
yang terletak seperti kalau kita melihat dari tempat
ketinggian ; horizon katak (low angle) yaitu garis horizon
yang terletak seolah kalau benda tersebut yang melihat seekor
katak atau seolah kita memandang dari tempat yang lebih
rendah.

1.

Perspektif Satu Titik Hilang

Perspektif ini terjadi jika kita melihat sebuah benda dengan


garis pusat pandangan tegak lurus (frontal) terhadap salah satu
permukaan benda tersebut dan garis-garis vertical dan
horizontal yang sejajar dengan bidang gambar tetap vertical
dan horizontal. Garis benda apabila kita tarik ke garis horizon
akan bertemu pada satu titik pada garis horizon.

Gambar Perspektif 1 Titik Hilang


2. Perspektif Dua Titik Hilang
Gambar perspektif dua titik hilang pada dasarnya hampir sama
dengan gambar perspektif satu titik hilang. Pada gambar
perspektif dua titik hilang mempunyai dua titik hilang pada
garis horizon. Gambar bidang pada perspektif ini tidak ada yang
menghadap tegak lurus (frontal) dengan kita, tetapi semua
garis bidang menuju ke dua titik hilang (TH 1 dan TH 2).
Gambar perspektif dua titik hilang ini apabila kita berpindah
sudut pandang sehingga objek yang sama dilihat agak

menyamping tetapi tetap mempertahankan garis pusat


pandangan secara horizontal, garis-garis vertical akan tetap
vertical. Garis yang tadinya sejajar dengan garis horizontal
(pada perspektif 1 titik hilang) pada perspektif dua titik hilang
tidak ada lagi garis yang sejajar dengan garis horizon, tetapi
semua garis menuju kea rah titik hilang.
3.

Perspektif Tiga Titik Hilang

Perspektif tiga titik hilang adalah gambar perspektif dengan


menggunakan 3 titik hilang. Gambar dengan menggunakan tiga
titik hilang, apabila kita berdiri pada tempat yang lebih tinggi
dari benda tersebut atau lebih rendah dari benda tersebut.
Gambar dengan menggunakan tiga titik hilang akan
memperjelas objek gambar dan lebih akurat.
Perspektif dengan menggunakan tiga titik hilang, letak dua titik
hilang biasanya terdapat pada garis horizon dan satu titik hilang
berada di atas atau di bawah.
4.

Perspektif Titik Hilang di Luar Bidang Gambar

Gambar perspektif di luar bidang gambar adalah menggambar


perspektif dengan memperkirakan letak titik hilangnya di luar
bidang gambar. Hal ini dilakukan oleh orang yang sudah mahir
membuat gambar perspektif. Gambar ini biasanya untuk
membuat gambar pemandangan ataupun sketsa bangunan.

Objek yang digambar akan kelihatan lebih fokus, sesuai yang


dikendaki oleh si pembuat.
5.

Perspektif Titik Hilang Bebas

Objek gambar dibuat seolah-olah berkesan seperti gambar


perspektif isometric. Dengan titik hilangnya dikhayalkan jauh di
luar bidang gambar.

II. SEGI BANYAK BERATURAN


Menggambar segi banyak beraturan adalah merupakan
rangkaian dari menggambar proyeksi maupun menggambar
perspektif dan juga untuk membuat gambar ragam hias. Karena
pentingnya membuat segi dasar ini, maka di dalam materi ini
kami tampilkan bagaimana caranya membuat gambar segi
banyak beraturan. Dengan demikian apabila kita membuat
gambar yang membutuhkan segi banyak beraturan kita dapat
membuatnya. Terutama di dalam membuat gambar ragam hias
gambar segi banyak beraturan ini harus kita kuasai.
Menggambar segi banyak beraturan harus benar-benar teliti,
karena kita harus mengutamakan ketepatan konstruksi. Dalam
menggambar segi banyak beraturan kita memerlukan peralatan
antara lain : jangka, pensil, penggaris, penghapus, rapido,
trekpen, dll.

Di bawah ini beberapa contoh pembuatan segi banyak


beraturan :
1.

Segi Tiga dan Segi Enam Beraturan

2.

Segi Empat dan Segi Delapan Beraturan

3. Segi Lima Beraturan


Di dalam pembuatan segi lima beraturan ini apabila tiap-tiap
garis kita bagi dua dengan cara menarik menggunakan jangga,
maka akan kita dapatkan segi sepuluh beraturan.
Cara 1 :

Bagilah salah satu jari-jari (PR) menjadi dua sama

panjang

S adalah titik bagi garis PR

Lingkaran TQ dengan S sebagai titik pusat

QB adalah sisi segi lima beraturan ABCDE

Cara 2 :

Bagilah salah satu jari-jari (PR) menjadi dua sama

panjang, diperoleh S sebagai titik bagi

Buatlah lingkaran kecil dengan SR sbg jari-jari.

Buatlah grs lengkung ED dari T smp menyinggung

lingkaran kecil

4.

ED adalah sisi segi lima ABCDE

Segi Tujuh Beraturan

Dari gambar segi tujuh beraturan ini dapat kita peroleh segi
empat belas beraturan dengan cara membagi tiap garis segi
dibagi 2 sama panjang dengan menggunakan jangka.
Segi tujuh beraturan :

Bagilah salah satu jari-jari (PR) menjadi dua bagian sama

panjang, diperoleh S sebagai titik bagi PR

ST tegak lurus PR

ST adalah sisi segi tujuh beraturan

5.

Segi Sembilan Beraturan

Dari segi sembilan beraturan ini dapat kita buat segi delapan
belas beraturan dengan cara membagi dua sama panjang.

Segi sembilan beraturan

Buatlah garis lengkung PR sebagai pusat

Buatlah garis lengkung BC, A sebagai titik pusat

Tarik garis SD, garis tersebut merupakan sisi segi sembilan


beraturan
6.

Segi Banyak Ganjil Beraturan

Pembuatan segi banyak ganjil beraturan, teknik pembuatannya


berbeda dengan membuat sudut banyak genap beraturan.
Cara membuat :

Buatlah garis OM dgn sudut lancip, bagi menjadi 11 bagian

sama panjang.

Tarik garis MP, kemudian tarik garis dari titik-2 tersebut ( 1

10 ) sejajar dengan MP.

Lingkaran OP sebagai jari-jari berpusat di O dan di P,

sehingga berpotongan di N.

Tariklah garis dari N melalui titik ke-2 dari O pada garis OP

hingga memotong limgkaran di Q.

OQ adalah sisi segi sebelas beraturan.

BAB II. BERKARYA SENI RUPA


I.

GAMBAR MISTAR

Gambar mistar adalah gambar yang menggunakan alat bantu,


seperti penggaris, jangka, pensil, dan alat bantu lainnya. Dalam
gambar mistar terbagi dalam beberapa gambar mistar, seperti :
A. Gambar Teknik
Gambar teknik atau gambar multiview atau yangs erring
disebut dengan gambar tampak adalah gambar yang
dikembangkan dari proyeksi Eropa dan proyeksi Amerika.
Gambar ini menunjukkan posisi objek gambar baik tampak
samping kanan-kiri, tampak atas, tampak belakang, tampak
depan, dan tampak bawah secara terukur berskala.
B. Gambar Perspektif
Gambar perspektif adalah gambar yang menggunakan cara
menggambar objek menggunakan bantuan garis atau sinar
memusat atau mengumpul pada satu titik.
1.

Perspektif 1 Titik Hilang

Gambar perspektif satu titik hilang adalah gambar yang


menggunakan objek yang dilihat seolah berada di depan kita
secara frontal kemudian garis-garis benda tersebut terfokus ke
satu titik hilang di garis khayal atau garis horizon, baik di dalam
atau di luar bidang gambar.

Contoh gambar perspektif dengan menggunakan satu


titik hilang :
Diketahui sebuah peti segi lima dengan panjang peti 10 cm.
Pusat lingkaran segi lima terletak pada posisi 7 cm dari garis
tepi bawah, dan 10 cm dari garis tepi kiri. Jari-jari lingkaran 4
cm. Garis Horison berada pada 6 cm dari garis tepi atas. Titik
Hilang (TH) berada 5 cm dari garis tepi kanan. Gambarlah peti
tersebut dengan teknik persfektif!

Sebuah kubus ABCD.EFGH dengan panjang sisi 6 cm adalah


alas balokIJKL.MNOP lebar 4 cm dan tingginya 6 cm. Gambarlah
perspektif tersebut dengan 1 TH. TH terdapat di sebelah kanan
2 cm dari tepi kanan. Benda terdapat di bawah garis Horison.
Garis Horison 4 cm dari tepi atas. Titik A berada 8 cm dari tepi
kiri dan 4 cm dari tepi bawah.

Diketahui sebuah benda berada pada satu titik hilang 5 cm dari


garis tepi kanan. Garis horison berada pada 7 cm dari garis tepi
atas. Titik A berada pada 8 cm dari garis tepi kiri dan 5 cm dari
garis tepi bawah.

2.

Perspektif 2 Titik Hilang

Gambar perspektif dua titik hilang adalah gambar perspektif


yang mempunyai sisi yang tegak lurus pada salah satu sudut
objek gambar dengan menggunakan dua titik hilang pada
sebelah kanan dan kiri dari garis horizon.
Contoh gambar perspektif dengan dua titik hilang :
Diketahui sebuah benda mempunyai 2 TH. TH1 berada 5 cm
dari garis tepi kanan dan TH2 berada 2 cm dari garis tepi kiri.

Garis Horison terletak pada 6 cm dari garis tepi atas. Titik A


berada 12 cm dari tepi kiri dan 2 cm dari garis tepi bawah.

Trimakasih atas kesempatan kalian dalam mengunjungi


halaman ini. Halaman ini kami buat khusus untuk kelas XI IPA.

Proyeksi Miring & Aksonometri


Posted on 23/11/2011 by Wisnu Suryaputra

Oleh: Wisnu Suryaputra, S.Pd.


Proyeksi Miring I

Pada proyeksi miring, pada dasarnya perbandingan antar sumbunya


baik x, y maupun z, mempunyai perbandingan yang sama dengan
proyeksi dimetri, hanya saja yang berbeda adalah besar sudut = 0
derajat dan besar sudut = 45 derajat.
Perhatikan contoh dibawah ini, perubahan proyeksi dimetri dengan sudut
= 7 derajat dan sudut = 40 derajat menjadi proyeksi miring dengan
sudut = 0 derajat dan sudut = 45 derajat.
Proyeksi Dimetri

menjadi Proyeksi Miring I


Proyeksi Miring II
Pada prinsipnya, proyeksi miring merupakan suatu proyeksi yang sejajar,
akan tetapi garis proyeksinya berkedudukan miring terhadap bidang
proyeksinya. Untuk proyeksi miring lain, berikut ini adalah besar sudut
dan tetadap garis horisontal dan perbandingan panjang garis tiap-tiap
sumbu x, y dan z.

Tabel Proyeksi Miring II

Proyeksi Miring II
Proyeksi Aksonometri
Proyeksi aksonometri merupakan sebuah pandangan pencerminan dari
garis proyeksi benda. Kedudukan garis proyeksi terhadap bidang
proyeksinya adalah tegak lurus. Proyeksi ini lebih cocok digunakan untuk
menggambarkan suatu bentuk bangunan baik sebagian, detail maupun
keseluruhan. Proyeksi aksonometri merupakan proyeksi sejajar, ini
karena garis sejajar objek tetap diproyeksikan sejajar. Proyeksi ini
disebut juga proyeksi miring dimana bentuk dan ukurannnya sebanding
dengan benda aslinya. Sedangkan kelemahan dari proyeksi ini adalah

bagian depan obyek lebih kecil dari bagian belakangnya atau sering
disebut sebagai distorsi.

Tabel Proyeksi Aksonometri