Anda di halaman 1dari 19

SENI RUPA MODERN &

KONTEMPORER

Perkembangan Seni Rupa Modern


di Indonesia
1. Masa Perintis (Raden Saleh Syarif
Bustaman (1807 1880)
Romantisme
Bimbingan
Pelukis Belgia Antonio Payen,
Pelukis Belanda A. Schelfhouf
Pelukis Den Haag C. Kruseman
Berkeliling dan pernah tinggal
di Negara-Negara Eropa.
Bapak perintis seni lukis modern

Berburu, 1811-1880

Penangkapan pangeran
diponegoro 2, 1857,

Berburu singa, 18111880

Kapal dilanda badai, 18111880

2. Periode Hindia Jelita/Indonesia Molek


(Mooi Indie)
melukis keindahan dan keelokan alam
Indonesia.
Abdullah Suriosubroto
pelukis luar/barat
(1878-1941)
Pelukis Indonesia Molek Mas
: Pirngadi (1875-1936)
Wakidi
Basuki Abdullah
Henk Ngantung, Lee Man
Fong (dll)
Rudolf Bonnet (Bld), Walter
Spies (Bel), Romuldo
Locatelli (Itali), Lee
Ciri-ciri lukisan :
Mayeur(Jerman) dan W.G.
Pengambilan obyek alam yang indah
Hofker (Bld), Strasser
Tidak mencerminkan nilai-nilai jiwa
merdeka
(Swiss)
dll.
- Kemahiran teknik melukis tidak dibarengi dengan penonjolan
nilai spiritual
- Menonjolkan nada erotis dalam melukiskan manusia

Balinese Beauty (Basuki


Abdullah)

Gunung di daerah
priangan, Abdullah
Subroto 1878-1941

Pemandangan,
Maspingardi 1920

3. Masa Persagi ( Persatuan Ahli Gambar


Indonesia)

Boedi Oetomo -1908 - kesadaran nasional


Seniman S. Sudjojono, Surono, Abd. Salam, Agus Djajasumita
medirikan PERSAGI (Persatuan Ahli Gambar Indonesia).
Corak modern
Hasil karya mereka mencerminkan :
Mementingkan nilai-nilai psikologis
Tema perjuangan rakyat
Tidak terikat kepada obyek alam yang nyata
Memiliki kepribadian Indonesia
Didasari oleh semangat dan keberanian
Karya-karya seni lukis masa PERSAGI antara lain :
- Agus Djajasumita : Barata Yudha, Arjuna Wiwaha, Nirwana,
Dalam Taman Nirwana
- S. Sudjojono: Djongkatan, Didepan Kelambu Terbuka, Mainan, Cap
Go meh
- Otto Djaya: Penggodaan, Wanita Impian

Pertemuan, otto djaja 1947

Pasukan kita yang dipimpin


pangeran diponegoro, s.sudjojono
1979

4. Masa Pendudukan Jepang


. KEIMIN BUNKA SHIDOSO,Lembaga Kesenian Indonesia
Jepang ini pada dasarnya lebih mengarah pada kegiatan
propaganda Jepang.
. 1943 berdiri PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat) oleh Bung Karno,
Bung Hatta, Ki Hajar Dewantara dan KH Mansur.
. Khusus dalam seni lukis dikelola oleh S. Sudjojono dan Afandi,
selanjutnya bergabung pelukis Hendara, Sudarso, Barli, Wahdi
dan sebagainya.

Hasil karya mereka mencerminkan :


-Melanjutkan cerminan dari masa cita Nasional.
Tokoh utama pada masa ini antara lain:
. S. Sudjojono
. Basuki Abdullah, Emiria Surnasa
. Agus Djajasumita, Barli
. Affandi, Hendra dan lain-lain

5. Periode Pasca Kemerdekaan


1946 berdiri SIM (Seniman Indonesia Muda) yang
sebelumnya bernama Seniman masyarakat. Dipimpin
oleh S. Sudjojono, anggotanya : Affandi, Sudarso,
Gunawan, Abdus Salam, Trubus dan sebagainya.
Pada tahun 1947 berdiri perkumpulan pelukis rakyat
yang dipimpin oleh Affandi
Pada tahun 1948 berdiri perkumpulan yang
memberikan kursus menggambar, yaitu Prabangkara.
Selanjutnya para tokoh SIM, Pelukis rakyat dkk.
merumuskan pendirian lembaga pendidikan
Akademi Seni Rupa.Tokoh perintisan lembaga
tersebut antara lain S. Sudjojono, Hendra Gunawan,
Djayengasmoro, Kusnadi, Sindusisworo dan lain-lain.

6.

Periode Pendidikan Formal

Pendidikan formal seperti: ASRI


( Akademi Seni Rupa Indonesia
) berdiri tanggal 18 Januari 1948 diYogyakarta yang diprakarsai oleh
R.J. Katamsi.
Pada tahun 1950 di Bandung berdiri Balai Perguruan Tinggi Guru
Gambar yang dipelopori oleh Prof. Syafei Sumarja dibantu oleh Muhtar
Apin, Ahmad Sadali, Sudjoko, Edi Kanta Subraka dan lain-lain.
Pada tahun 1959 Balai Perguruan Tinggi Guru Gambar berubah menjadi
jurusan Seni Rupa pada Institut Teknologi Bandung.
Dari Masa Pendidikan Formal lahir pelukis-pelukis akademis seperti:
Widayat, Bagong Kusudiharjo, Edhi Sunarso, Saptoto, G. Sidharta, Abas
Alibasyah, Hardi, Sunarto, Siti Rulyati, Mulyadi, Irsam, Arief Sudarsono,
Agus Dermawan, Aming Prayitno, dan lainnya (Yogyakarta). Popo
Iskandar, Achmad Sadali, But Muchtar, Srihadi, A.D. Pirous, Hariadi, Kabul
Suadi, Sunaryo, Jim Supangat, Pandu Sadewa, T. Sutanto. (Bandung)

7.

Masa Indonesia Baru

Tahun 1974, terbentuknya aliran baru


Kesenian yang diciptakan berlandaskan pada konsep :
Tidak membeda-bedakan disiplin seni
Mengutamakan ekspresi
Mengedepankan kreatifitas dan serta ide baru
Besifat eksprimental
Pelopor Masa Indonesia Baru :
Jim Supangkat
Nyoman Nuart
S. Primka
Dede Eri Supria
Redha Sorana dan sebagainya

B. Corak Seni Rupa Modern di


Indonesia
. Corak seni rupa di Indonesia terpengaruh dari Eropa
melalui penjajahan yang terjadi di Nusantara
. Gaya seni rupa ini dapat dibedakan menjadi tiga,
yaitu gaya representatif, gaya deformatif, dan gaya
abstraksionisme
. 1. Gaya Refresentatif
Refresentatif - nyata atau sesuai dengan keadaannya.
. Realisme, (Trubus, Wardoyo, Tarmizi, Jan Mangkit,
Dullah, Rembrandt (Belanda).

Naturalisme, (Abdullah Suryosubroto, Basuki


Abdullah, M. Pirngadi, Wakidi, Claude, Rubens,
Constable.)
Romantisme, (Raden Saleh, F. Goya (Spanyol),
Turner (Inggris), Rubens (Belanda).

2.

Gaya Deformatif

Impresionis
me

Claude
Ekspresioni Vicent van
Monet
sme
Gogh
Edgar
Affandi
Degas
Aguste
Kubisme Pablo
Renoir
Picasso
Georges
Surealisme Salvador
But
seurat
Dali
Mochtar
Paul
Srihadi
Futurisme Gialomo
Cezanne
Fajar Sidik
Balla
S.Sudjojon
Mochtar
Umberto
o
DadaismeApin
Paul Klee
Bocciani
Paul
Carlo Carra
Gauguin
Severin
Kurt Scitter

Ekspresionisme, Van Goh


Impresionisme, Renoir (1876)
Kubisme,
pablo picasso

Futurisme,

Dadaisme

Surealisme, Salvador dali

3. Gaya Abstraksionisme
Abstrak ekspresionis
. Wassily Kadinsky
Abstrak geometris
Piet Mondrian,
Van der Leek, Malevich
Jackson Pollock, Fajar Sidik, But
Mochtar, Srihadi, Amry Yahya.

C. Aliran Seni Rupa Modern

Naturalis

Impresionisme

Realisme

Abstrak

Aliran Seni Rupa Modern

Pointilisme

Klasikisme
Pop art

Romantisme

Optical Art

Ekspresionisme

Trick Art