Anda di halaman 1dari 31

UNIVERSITAS INDONESIA

ANALISIS PELAKSANAAN KEGIATAN CORPORATE SOCIAL


RESPONSIBILITY PT UNILEVER INDONESIA DAN PT COCA-COLA
AMATIL INDONESIA

TUGAS LINGKUNGAN BISNIS DAN HUKUM KOMERSIAL

Disusun Oleh:
SHOFIA MAHARANI
1506701275

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI
2016

Universitas Indonesia
Fakultas Ekonomi
Program Studi MAKSI - PPAk
Statement of Authorship
Kami yang bertandatangan di bawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir adalah
murni hasil pekerjaan saya/kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang saya/kami
gunakan tanpa menyebut sumbernya.
Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas pada
mata ajaran lain, kecuali kami menyatakan dengan jelas bahwa kami menggunakannya.
Kami memahami bahwa tugas yang kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau
dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.
Mata Ajaran

: Lingkungan Bisnis dan Hukum Komersial

Judul Makalah/Tugas : Analisis Pelaksanaan Kegiatan Corporate Social Responsibility PT


Unilever Indonesia dan PT Coca-Cola Amatil Indonesia
Tanggal

: 16 Mei 2016

Dosen

: Siti Adiprigandari Adiwoso, Ph.D


Nama

NPM

Shofia Maharani

1506701275

Tanda Tangan

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility sudah
tidak asing lagi di kalangan masyarakat umum. Kegiatan tanggung jawab sosial ini dilakukan
sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan hidup. Kegiatan
CSR ini diatur di dalam Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT)
pasal 74 dimana pada butir pertama dijelaskan bahwa Perseroan yang menjalankan kegiatan
usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung
jawab sosial dan lingkungan. Perusahaan melaksanakan kegiatan CSR bukan hanya untuk
memenuhi kewajiban sesuai dengan UU PT namun juga untuk menciptakan citra yang baik di
mata masyarakat dan juga menciptakan daya tarik bagi masyarakat dan investor dibandingkan
dengan perusahaan-perusahaan lainnya.
Melalui CSR perusahaan tidak semata-mata memprioritaskan tujuannya pada
memperoleh laba setinggi-tingginya melainkan meliputi aspek keuangan, sosial, dan aspek
lingkungan lainnya (Suharto, 2006). CSR dapat didefinisikan sebagai tanggung jawab moral
suatu perusahaan terhadap para stakeholders-nya, terutama komunitas atau masyarakat di sekitar
wilayah kerja dan pengoperasian perusahaan.
Kegiatan sosial yang banyak dilakukan oleh perusahaan dapat dilakukan dengan berbagai
bentuk misalnya meningkatkan mutu kesehatan masyarakat yang kurang mampu, membangun
sarana pendidikan, atau pengelolaan sumber daya alam lingkungan yang banyak dilakukan oleh
perusahaan industri.
Ada tiga alasan mengapa perusahaan perlu melaksanakan kegiatan CSR. Pertama,
perusahaan merupakan bagian dari masyarakat dan oleh karena itu wajar apabila perusahaan
memperhatikan kepentingan masyarakat. Perusahaan harus menyadari bahwa mereka beroperasi
dalam suatu lingkungan masyarakat. Kedua, kalangan bisnis dan masyarakat sebaiknya memiliki
hubungan yang bersifat simbiosis mutualisme. Ketiga, kegiatan CSR merupakan salah satu cara
untuk meredam atau bahkan menghindarkan konflik sosial. Potensi konflik bisa berasal akibat

dari dampak operasional perusahaan atau akibat kesenjangan struktural dan ekonomis yang
timbul antara masyarakat dengan komponen perusahaan.
Di dalam pelaksanaannya, kegiatan CSR banyak dilakukan oleh perusahaan murni
sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat dan lingkungan sekitarnya tanpa
pamrih, namun banyak juga perusahaan yang melakukan CSR dengan maksud terselubung
seperti untuk kegiatan marketing dan promosi atas produk yang dihasilkan perusahaan yang
melakukan CSR tersebut. Karena itu, penulis ingin mencoba menganalisis kegiatan CSR yang
dilakukan oleh PT Unilever Indonesia dan PT Coca Cola Amatil Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, rumusan masalah yang ada
di dalam makalah ini adalah:
1. Bagaimana penerapan kegiatan tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh PT Unilever
Indonesia?
2. Bagaimana penerapan kegiatan tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh PT Coca-Cola
Amatil?
3. Bagaimana perbandingan antara kegiatan tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh PT
Unilever Indonesia dengan PT Coca-Cola Amatil?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai di dalam makalah ini
antara lain:
1. Mengetahui penerapan kegiatan tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh PT Unilever
Indonesia.
2. Mengetahui penerapan kegiatan tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh PT CocaCola Amatil.
3. Mengetahui perbandingan antara kegiatan tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh PT
Unilever Indonesia dengan PT Coca-Cola Amatil.
1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penulisan makalah ini adalah memberikan penulis dan juga mahasiswa lain
pemahaman mengenai teori corporate social responsibility dan bagaimana penerapannya di
perusahaan-perusahaan di Indonesia.

BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 Definisi Corporate Social Responsibility


Beberapa definisi terkait dengan corporate social responsibility antara lain:
1. kewajiban suatu perusahaan diluar apa yang dituntut oleh hukum dan sistem ekonomi
untuk mengejar tujuan jangka panjang yang baik bagi komunitas masyarakat (Robbin
& Coutler, 2002).
2. Perilaku etis dari suatu perusahaan terhadap para stakeholder-nya (Hopkins, 2004).
3. Seperangkat kebijakan, tindakan, dan program komprehensif yang terintegrasi ke
dalam operasi bisnis, distribusi, dan proses pengambilan keputusan dalam perusahaan
yang umumnya berkaitan dengan isu-isu mengenai etika bisnis, investasi masyarakat,
masalah lingkungan, tata laksana, serta pasar dan tempat kerja (Tsoutsoura, 2004).
Gambaran umum mengenai CSR menggambarkan cara perusahaan untuk mencapai suatu
keseimbangan dalam hal ekonomi, lingkungan, dan norma sosial, sementara pada saat yang
bersamaan memenuhi harapan dari stakeholder perusahaan. CSR juga dipandang sebagai
kontribusi perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan.
2.2 Jenis-Jenis Corporate Social Responsibility
Menurut Kotler dan Lee (2005 dikutip dari Rahmatullah 2011), terdapat enam alternative
program CSR yang dapat dipilih perusahaan dengan mempertimbangkan tujuan perusahaan, tipe
program, keuntungan potensial yang akan diperoleh, serta tahap-tahap kegiatan. Kotler dan Lee
dalam Solihin (2008) menyebutkan enam kategori program antara lain:
1. Cause Promotions
Perusahaan yang menggunakan jenis program CSR ini menyediakan sejumlah dana
sebagai bentuk kontribusi CSR sebagai sumber daya lainnya untuk meningkatkan
kesadaran masyarakat terhadap suatu masalah sosial atau untuk mendukung
pengumpulan dana, partisipasi masyarakat, atau dalam rangka merekrut relawan untuk
mendukung masalah sosial tersebut.
2. Cause Related Marketing

Perusahaan

yang

mengimplementasikan

CSR

jenis

ini

berkomitmen

untuk

menyumbangkan persentase tertentu dari penghasilannya untuk suatu kegiatan sosial


berdasarkan besarnya penjualan produk.
3. Corporate Social Marketing
Dalam program ini, perusahaan mengembangkan dan melaksanakan kampanye untuk
mengubah perilaku masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan dan
keselamatan publik, menjaga kelestarian lingkungan hidup, serta meningkatkan
kesejahteraan masyarakat. Program ini lebih banyak berfokus untuk mendorong
perubahan perilaku yang berkaitan dengan beberapa isu yaitu isu kesehatan, perlindungan
terhadap kecelakaan atau kerugian, lingkungan serta keterlibatan masyarakat.
4. Corporate Philanthropy
Perusahaan dengan program ini memberikan kontribusi langsung secara cuma-cuma
(charity) dalam bentuk hibah tunai, sumbangan dan sejenisnya. Corporate Philanthropy
adalah tindakan perusahaan untuk memberikan kembali kepada masyarakat sebagian dari
kekayaannya sebagai ungkapan terimakasih atas kontribusi masyarakat.
5. Community Volunteering
Melalui program ini, perusahaan mendukung serta mendorong para karyawan, para
pemegang franchise atau rekan pedagang eceran untuk menyisihkan waktu mereka secara
sukarela guna membantu organisasi-organisasi masyarakat local maupun masyarakat
yang menjadi sasaran program.
6. Socially Responsible Business Practice (Community Development)
Program ini merupakan praktik bisnis dimana perusahaan melakukan investasi yang
mendukung pemecahan suatu masalah sosial untuk meningkatkan kesejahteraan
komunitas dan melindungi lingkungan.
Untuk menilai suatu kegiatan Corporate Social Responsibility yang dilakukan oleh suatu
perusahaan, parameter yang dapat digunakan antara lain:
1. Apakah kegiatan Corporate Social Responsibility yang dilakukan melebihi kepatuhan
pada peraturan (beyond compliance).
2. Apakah kegiatan Corporate Social Responsibility yang dilakukan melebihi kontribusi
dari keberadaannya sebagai warga masyarakat (lebih dari jenis kontribusi warga individu
masyarakat).
3. Apakah kegiatan Corporate Social Responsibility dilakukan tanpa pamrih (bukan
merupakan kegiatan suap terselubung).

4. Apakah kegiatan Corporate Social Responsibility yang dilakukan melihat ke depan


(kesempatan hidup generasi mendatang).
5. Apakah kegiatan Corporate Social Responsibility yang dilakukan mengatasi kondisi
sosial secara berkelanjutan (sustainable social gains).
Banyak perusahaan yang melakukan kegiatan CSR hanya sebagai bentuk marketing dari
produk yang dihasilkan dari perusahaan tersebut. Untuk menilai apakah CSR yang dilakukan
oleh suatu perusahaan hanya berkedok CSR maka beberapa hal yang harus diperhatikan antara
lain:
1. Apakah kegiatan Corporate Social Responsibility yang dilakukan hanya sekedar proforma jangka pendek (image management).
2. Ada tekanan dari penguasa dan untuk kepentingan politik penguasa (suatu jenis suap).
3. Kegiatan Corporate Social Responsibility dilakukan hanya untuk kenikmatan sesaat bagi
kelompok rentan (anak dan perempuan).
4. Kegiatan Corporate Social Responsibility merupakan bagian dari strategi pemasaran
perusahaan.
5. Kegiatan Corporate Social Responsibility yang dilakukan meningkatkan ketergantungan
masyarakat pada perusahaan.
6. Kegiatan Corporate Social Responsibility yang dilakukan bersifat tidak berkelanjutan
(non-sustainable).
2.3 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
Definisi Tanggung Jawab Sosial menurut Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun
2007 adalah:
Tanggung jawab sosial dan lingkungan adalah komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam
pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan
yang bermanfaat, baik bagi Perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada
umumnya.
Berdasarkan Pasal 74 UU Perseroan Terbatas:
1) Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau berkaitan dengan
sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.

2) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan
kewajiban Perseroan yang dianggarkan dan diperhitungkan sebagai biaya Perseroan yang
pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan kepatuhan dan kewajaran.
3) Perseroan yang tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
4) Ketentuan lebih lanjut mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan diatur dengan
peraturan pemerintah.

BAB 3
PROFIL PERUSAHAAN

3.1 Profil Perusahaan PT Unilever Indonesia


Unilever Indonesia didirikan pada tanggal 5 Desember 1933 dan Unilever Indonesia telah
tumbuh menjadi salah satu perusahaan terdepan untuk produk Home & Personal Care serta

Food & Ice Cream di Indonesia. Rangkaian produk Unilever Indonesia mencakup brand-brand
ternama antara lain Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso,
Molto, Sunlight, Blue Band, Royco, Bango, dan lain-lain.
Tujuan Unilever Indonesia adalah untuk menciptakan masa depan yang lebih baik setiap
hari, membuat pelanggan merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati kehidupan
melalui brand dan jasa yang memberikan manfaat, menginspirasi masyarakat untuk melakukan
tindakan kecil setiap harinya yang bila digabungkan akan membuat perubahan besar bagi dunia,
dan senantiasa mengembangkan cara baru dalam berbisnis yang memungkinkan Aqua untuk
tumbuh sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
Bagi Unilever, sumber daya manusia adalah pusat dari seluruh aktivitas perseroan.
Unilever

memberikan

prioritas

pada

mereka

dalam

pengembangan

profesionalisme,

keseimbangan kehidupan, dan kemampuan mereka untuk berkontribusi pada perusahaan.


Unilever memiliki lebih dari 6000 karyawan tersebar di seluruh nutrisi.
Perseroan mengelola dan mengembangkan bisnis perseroan secara bertanggung jawab
dan berkesinambungan. Perseroan juga membagi standar dan nilai-nilai tersebut dengan mitra
usaha termasuk para pemasok dan distributor Unilever.
Sebagai perusahaan yang mempunyai tanggung jawab sosial, Unilever Indonesia
menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang luas. Keempat pilar program
Unilever adalah lingkungan, nutrisi, hygiene dan pertanian berkelanjutan. Program CSR
termasuk antara lain kampanye Cuci Tangan dengan Sabun (Lifebuoy), program edukasi
kesehatan gigi dan mulut (Pepsodent), program pelestarian makanan tradisional (Bango) serta
program memerangi kelaparan untuk membantu anak Indonesia yang kekurangan gizi (Blue
Band).
3.2 Kegiatan Corporate Social Responsibility PT Unilever Indonesia
Program CSR PT Unilever Indonesia bertujuan untuk mendukung pemberdayaan
ekonomi, gaya hidup dan konsumsi yang lebih sustainable serta pengelolaan lingkungan. Model
bisnis Unilever bertumpu pada pertumbuhan yang setara dan berkelanjutan. Unilever memahami
bahwa untuk meraih tujuan pertumbuhan, Unilever perlu memperhatikan kesejahteraan sosial

dan lingkungan sekaligus menciptakan nilai bagi para pemangku kepentingan. Program CSR
Unilever Indonesia memiliki tiga tujuan antara lain:
1. Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan hidup masyarakat;
2. Mengurangi dampak lingkungan, dan
3. Meningkatkan sumber penghidupan.
Sejumlah aktivitas dan prakarsa dalam skema CSR dilaksanakan atau difasilitasi oleh Yayasan
Unilever Indonesia, yang merupakan perpanjangan tangan Perseroan dalam bidang kesejahteraan
sosial dan lingkungan.
Meningkatkan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat
Unilever memiliki dua program utama untuk mewujudkan cita-cita hidup lebih sehat dan
sejahtera yaitu Program Kesehatan Sekolah dan Program Kesehatan Masyarakat. Program
Kesehatan Sekolah menyasar pada siswa sekolah dasar dan lanjutan, yang berfokus pada
penanaman pola hidup sehat dan higienis melalui pendidikan terpadu mengenai kesehatan,
hygiene, dan gizi. Program ini diwujudkan melalui dokter kecil (tingkat SD) dan duta kesehatan
(tingkat SLTP) yang bertujuan untuk menyampaikan pesan yang konsisten, yang merupakan
dasar dari pola hidup sehat antara lain mencuci tangan dengan sabun, khususnya setelah ke toilet
dan sebelum makan, menyikat gigi pagi dan malam, sarapan sehat sebelum berangkat ke sekolah,
menjaga kebersihan toilet di sekolah dan rumah serta minum air yang aman. Siswa-siswi yang
lebih dewasa dijangkau melalui kampanye Kesehatan Remaja di sekolah lanjutan, yang berfokus
pada peningkatan rasa percaya diri melalui perawatan pribadi dan perilaku sehat yang diharapkan
akan membantu mereka mengambil keputusan yang bertanggung jawab dan mencegah perilaku
berisiko yang memungkinkan mereka terpapar HIV atau masalah kesehatan serius lainnya.
Brand-brand

Unilever

Indonesia

menggandeng

mitra-mitra

lokal

untuk

mengkomunikasikan pesan-pesan tersebut serta sejumlah agenda lain di tataran nasional dan
global berkaitan dengan penerapan pola hidup sehat dan higienis. Program yang dilakukan antara
lain program Minggu Sarapan Nasional dimana siswa SD dan orang tua memperoleh edukasi
tentang pentingnya sarapan bergizi sebelum berangkat sekolah. Siswa SD juga ikut ambil bagian
dalam Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Sedunia dan memperoleh bimbingan untuk menanamkan
kebiasaan sikat gigi sekurang-kurangnya dua kali sehari.

Melalui Program Kesehatan Masyarakat, Unilever Indonesia memasuki hampir seluruh


Nusantara guna menginspirasi 100 juta masyarakat Indonesia untuk melakukan tindakan proaktif
bagi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Program Kesehatan Sekolah dan
Program Kesehatan Masyarakat merupakan program yang dilakukan dan berkaitan erat dengan
misi sosial brand Lifebuoy.
Program Desa Sehat melakukan pemberdayaan masyarakat dan otoritas setempat untuk
merancang kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan dan kebersihan,
mulai dari tingkat rumah tangga. Program Pasar Sehat menggerakkan para pedagang di pasarpasar tradisional untuk memperkuat daya saing mereka dengan mengadopsi praktik-praktik
kesehatan dan safety, serta strategi pemasaran dasar dan pengelolaan keuangan.
Project Sunlight dilakukan dengan memiliki pendekatan dua arah yaitu perbaikan fasilitas
sanitasi dan peningkatan kesadaran di kalangan anak sekolah mengenai pentingnya sanitasi dan
air bersih sekaligus menanamkan perilaku bersih dan sehat seperti mencuci tangan dengan sabun,
menyikat gigi dengan benar dan merawat kebersihan toilet.
Mengurangi Dampak Lingkungan di Masyarakat
Yayasan Unilever Indonesia mengimplementasikan program Green and Clean di 10
kota besar. Di sektor hulu dari mata rantai nilai sampah, Unilever berfokus pada mempromosikan
pengelolaan sampah berbasis masyarakat secara berkelanjutan melalui bank sampah. Di sektor
tengah, Unilever mengembangkan kemitraan degan para pengepul sampah melalui program eco
collector, sedangkan di sektor hilir, program konversi sampah diterapkan melalui kerjasama
dengan divis Engineering dan R&D Unilever Indonesia. Melalui pendekatan total waste value
chain, masyarakat diberdayakan untuk membuang sampah secara lebih aman dan higienis
sekaligus menciptakan kegiatan usaha skala kecil untuk menambah penghasilan.
Sustainable Sourcing (Pemasokan dari Sumber yang Lestari) dan Peningkatan Penghasilan
Unilever Indonesia bertujuan untuk memasok 100% bahan mentah pertanian dari sumber
yang dikelola secara lestari pada 2020. Untuk mencapai tujuan tersebut, Unilever melakukan
investasi pada para petani dan pemasok melalui beragam program pertanian lestari dan
pengembangan masyarakat melalui kemitraan dengan Kementerian Pertanian dan para mitra

LSM Unilever. Pendekatan ini berfokus pada tiga komoditas utama Unilever antara lain kedelai
hitam, gula kelapa dan teh dan bukan hanya memperkokoh keamanan dari mata rantai tetapi juga
ikut berkontribusi terhadap kesejahteraan bangsa.
Program Unilever bersama petani kedelai hitam bertujuan untuk melakukan pemetaan,
identifikasi dan memungkinkan pengendalian yang lebih baik terhadap aspek-aspek sosial,
lingkungan dan pekerja dari anggota supply chain yang penting. Melalui program Sekolah Tani,
Unilever bekerja secara intensif bersama para petani kedelai hitam untuk mendukung penerapan
Unilever juga menyusun Program Pemberdayaan Petani Perempuan (Tutur) bagi kaum
perempuan yang menjadi petani kedelai hitam dan teh.
Selama tahun pelaporan, Unilever menerapkan kebijakan dan program-program berkaitan
dengan sustainable sourcing bersama para pemasok utama komoditas lain seperti minyak kelapa
sawit dan teh. Sebagian besar minyak sawit digunakan untuk mentega, es krim, sabun dan
produk-produk kebersihan rumah.
Misi Sosial Brand
Dengan tingginya visibilitas brand-brand Unilever Indonesia di pasar dan tingginya
loyalitas konsumen, Unilever memiliki platform yang kokoh untuk penyebarluasan pesan yaitu
meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan seraya mengurangi dampak lingkungan. Unilever
Indonesia menghubungkan sebagian dari produk-produk paling favorit ke gerakan-gerakan sosial
dan lingkungan yang penting. Misi sosial brand Unilever Indonesia memiliki potensi untuk
membuat dampak nyata terhadap masalah-masalah yang menjadi perhatian konsumen dan
masyarakat secara keseluruhan. Misi sosial brand Unilever menggunakan perpaduan dari strategi
berikut ini:
-

Melaksanakan kampanye yang memotivasi masyarakat untuk mengubah perilaku mereka,

melalui konferensi pers, lomba foto, dan iklan media cetak maupun media siar;
Perlibatan langsung dengan kelompok-kelompok perempuan dan sekolah melalui

pelatihan untuk melatihdi tingkat lokal maupun nasional;


Memberdayakan para siswa untuk menjalankan fungsi sebagai pembimbing rekan sebaya

mereka;
Kemitraan timbal balik dengan pemangku kepentingan lokal, khususnya kepala
pemerintahan setempat;

Perlibatan masyarakat secara mendalam.


Berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan dan para pemangku kepentingan lain,

Lifebuoy mendukung Hari Cuci Tangan Sedunia. Melalui Lifebuoy CliniShield, Unilever
Indonesia mensponsori sebuah kampanye, bersama dengan Persatuan Rumah Sakit Indonesia,
untuk mencegah infeksi nosocomi di rumah-rumah sakit, khususnya selama periode kritis pasca
operasi, melalui cuci tangan dengan sabun secara benar dan konsisten.
Brand Pepsodent membentuk Gerakan Sikat Gigi Pagi dan Malam, yang menganjurkan
kebiasaan menyikat gigi sekurang-kurangnya dua kali sehari. Brand Domestos memelopori
Gerakan Toilet Higienis untuk membangkitkan kesadaran masyarakat, khususnya di kalangan
siswa sekolah, mengenai pentingnya pemakaian toilet secara benar dan merawat kebersihannya,
baik di sekolah maupun di rumah.

3.3 Profil Perusahaan PT Coca-Cola Amatil


Coca-Cola pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1962 dan diproduksi
secara lokal sejak tahun 1932. Setelah sempat berhenti beroperasi pada tahun 1942, Coca-Cola
mulai diproduksi kembali oleh Indonesia Bottler Limited (IBL), perusahaan nasional yang
didirikan oleh TH Ticoalu, Tatang Nana, dan Harry Handoyo. Pabrik tersebut memproduksi
1000-1500 cases Coca-Cola setiap harinya, dan memperkerjakan 25 orang yang dibantu oleh 3
7 truk untuk pendistribusian.
Sejak tahun 1960-an, berbagai produk The Coca-Cola Company telah diperkenalkan ke
pasar Indonesia. Dan pada tahun 2000, 10 operasi pembotolan dikonsolidasikan di bawah CocaCola Amatil Indonesia. Saat ini, Coca-Cola Amatil memproduksi dan memasarkan 6 kategori
minuman siap minum dengan 13 merek.
Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) merupakan produsen dan distributor minuman nonalkohol siap minum terkemuka yang telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1992 dan
menyediakan semua varian produk perusahaan, termasuk air minum dalam kemasan botol di
seluruh bagian negara kecuali Sulawesi Utara. CCAI mempekerjakan lebih dari 12.000 pekerja.
Sejumlah besar pihak eksternal seperti pelanggan, pemasok, dan penyedia layanan juga
memperoleh pendapatan dari hasil berbisnis dengan CCAI. CCAI memiliki dan mengoperasikan

8 pabrik pembotolan yang terletak di Cibitung, Cikedokan, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali,
Medan, dan Lampung.
3.4 Kegiatan Corporate Social Responsibility PT Coca-Cola Amatil
Coca-Cola Amatil Indonesia menerapkan 4 pilar kunci sebagai parameter untuk
menjalankan program-program CSR & Sustainability yang harmonis. Empat pilar kunci tersebut
adalah menjaga dan melestarikan lingkungan, menyediakan beragam pilihan produk kepada
pelanggan, mempertahankan budaya kerja yang baik dan nilai-nilai positif di kalangan karyawan,
dan berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi seluruh masyarakat di mana CocaCola Amatil Indonesia beroperasi.
Lingkungan
1. Eco-Uniform
CCAI menyediakan Eco Uniform untuk sebagian besar karyawannya. Seragam yang
terbuat dari 50% PET botol plastic dan 50% katun organic ini merupakan salah satu cara yang
dilakukan CCAI dalam pemanfaatan material daur ulang. Inisiatif ini melibatkan staff CCAI
secara langsung dalam upaya melestarikan lingkungan dan menunjukkan komitmen CCAI dalam
menerapkan prinsip-prinsip 3R (reduce,reuse, recycle) di lingkungan kerja.
2. Water For Life
Sejak 2008, CCAI mengembangkan program Water for Life di Karangasem, wilayah
timur laut Bali yang memiliki keterbatasan akses terhadap air bersih. Berkolaborasi dengan East
Bali Poverty Project, CCAI membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di desa-desa
setempat dengan menyediakan 8.000 liter air bersih per hari dan 4.000 botol Ades per bulan,
menyokong lebih dari 1.500 rumah tangga.
3. Water Stewardship
Air merupakan jantung bisnis dari CCAI. Mengingat bahwa sebagian besar produk CCAI
terbuat dari air dan bahwa kita hidup di salah satu wilayah dengan kerawanan air tertinggi di
dunia, manajemen dan efisiensi air telah lama menjadi salah satu prioritas tertinggi dalam bisnis
CCAI.

4. Coca-Cola Forest
Coca-Cola Forest adalah program penanaman pohon yang diluncurkan pada bulan
November 2014 untuk mendukung konservasi air dan pengembangan masyarakat di dalam dan
sekitar pabrik CCAI Lampung. Lebih dari 2.100 pohon jabon telah ditanam di dalam area pabrik
CCAI Lampung yang tidak hanya akan berfungsi sebagai daerah tangkapan air, tetapi juga
mendanai bantuan pendidikan 7 sekolah di sekitar pabrik Lampung.
5. Efisiensi Energi
Emisi CCAI terutama berasal dari pabrik-pabrik, distribusi produk, serta kulkas CCAI
yang terdapat di pasar. Untuk itu, CCAI memfokuskan upaya-upaya penghematan energi di areaarea tersebut.
6. Pengelolaan Limbah
Sebagai pemimpin di industri minuman global, CCAI terus berinovasi dari segi kemasan
dan cara-cara pengurangan limbah, seperti inovasi kemasan, pengelolaan limbah padat, dan
program pengelolaan limbah.
7. Big Drop & Small Drop
Melalui Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI), CCAI telah berkontribusi untuk
proyek-proyek yang berfokus pada water replenishment, sanitasi, dan program air bersih.
Program Big Drop adalah rencana lima tahun untuk menempatkan jumlah air yang diproduksi
oleh Coca-Cola System di Indonesia kembali ke lingkungan dengan tujuan untuk mencapai
netralitas air. CCFI juga membangun program Small Drop sebagai respon terhadap kompleksnya
masalah malnutrisi di pemukiman kumuh perkotaan, menjangkau masyarakat yang
membutuhkan air bersih dan fasilitas sanitasi.
8. Bali Beach Clean Up
Sejak 2008, CCAI bersama Quiksilver Indonesia (QS) telah mengambil tindakan berani
dengan meluncurkan program Bali Beach Clean Up (BBCU). Bahu-membahu mereka berusaha
meminimalkan dampak limbah di pantai-pantai indah Bali, memperkuat industri pariwisata yang
berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat, dan mendukung program

pemerintah Bali untuk menciptakan 'Clean and Green Bali'. Pada tahun 2013, PT Garuda
Indonesia (Garuda) bergabung dengan CCAI dan QS dalam komitmen BBCU.
9. Coca-Cola Bins
Sebagai perusahaan yang memproduksi minuman dan kemasannya, partisipasi dalam
pengelolaan sampah post-consumer menjadi salah satu perhatian CCAI. Setiap tahun CCAI
mengalokasikan ratusan tempat sampah di seluruh Indonesia terutama di sekitar area pabrik
CCAI untuk meningkatkan kesadaran terhadap isu lingkungan dan berpartisipasi dalam edukasi
masyarakat untuk mengurangi sampah. CCAI bermitra dengan pemerintah daerah untuk
memastikan bahwa fasilitas tempat sampah tersebut ditempatkan di titik-titik yang strategis.
10. Kuta Beach Sea Turtle Conservation
Program Bali Beach Clean Up yang dijalankan Coca-Cola Amatil Indonesia sejak tahun
2008 telah berhasil meningkatkan kebersihan wilayah pesisir Bali. Selain menjaga kebersihan
pantai, program ini juga berkontribusi positif dalam memberikan kesempatan hidup yang lebih
besar bagi satwa lokal Bali. Berdasarkan data yang tercatat dari Pro Fauna dan tokoh masyarakat,
dari sejak kami mendirikan BBCU Program lebih banyak telur penyu laut menetas di pantai.
Inilah yang memicu CCAI untuk mengembangkan fasilitas konservasi di pantai Kuta yang
kemudian dikenal sebagai KUTA BEACH SEA TURTLE CONSERVATION. Kuta Beach Sea
Turtle Conservation (KBSTC) dibangun pada tahun 2010 untuk meningkatkan kepedulian
masyarakat dan turis di pantai Bali tentang pentingnya perlindungan terhadap satwa lokal.
Lingkungan Kerja
1. Visi dan Nilai
CCAI mempertahankan budaya kerja yang baik dan nilai-nilai positif. CCAI ingin
memastikan bahwa setiap individu terus memiliki keinginan untuk menjadi bagian dari CCAI
dan mencapai bahkan melebihi target yang telah ditentukan, baik hari ini maupun untuk waktu
yang akan datang.
2. Employee Engagement

Sebagai perusahaan dengan lebih dari 12.000 karyawan, CCAI ingin memastikan bahwa
setiap karyawan memiliki akses yang sama terhadap informasi bisnis, mengetahui apa yang
sedang terjadi di dalam perusahaan, dan melihat bagaimana masing-masing peran dapat
berkontribusi untuk visi perusahaan. CCAI menjunjung tinggi nilai-nilai keterbukaan dan
membangun komunikasi melalui beragam saluran sebagaimana beragamnya pasar yang CCAI
layani, dimana orang-orang terinspirasi untuk menciptakan hasil.
3. Pengembangan Karyawan
CCAI mendukung pengembangan pribadi dan profesional karyawan melalui beberapa
inisiatif berikut: - Graduate Trainee Program - Pelatihan Karyawan
4. Keselamatan, Kesehatan, dan Kesejahteraan Karyawan
CCAI sangat fokus dalam memastikan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan dasar
karyawan: Pelatihan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja, Pusat Pelayanan Medis
Lingkungan Pasar
1. Pendidikan Konsumen
Portfolio Produk Pilihan: Memperluas jenis produk CCAI dengan menyediakan pilihan produk
rendah kalori atau tanpa kalori dan ukuran produk yang lebih kecil.
Pelabelan Kemasan pada Bagian Depan: Menyediakan informasi kalori per takaran saji pada
kemasan produk CCAI.
Program Pendidikan Nutrisi: Mengedukasi konsumen melalui informasi berbasis sains pada
website.
Coca-Cola Tour: Menyelenggarakan tur ke fasilitas manufaktur CCAI secara gratis untuk
masyarakat, memberikan informasi secara transparan mengenai proses produksi
2. National Contact Centre

CCAI mendirikan sebuah National Contact Centre yang secara efisien menyediakan
pelayanan kontak terintegrasi antara pelanggan, konsumen, dan CCAI demi terus-menerus
meningkatkan layanan.
3. Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah
Coca-Cola Amatil Indonesia mendukung usaha kecil menengah melalui peralatan dan
pelatihan untuk meningkatkan bisnis mereka, yaitu dengan penampatan pendingin dan pelatihan
pelanggan.
4. #5BY20: Perempuan Maju Coca-Cola
Pada tahun 2013, CCAI memulai program 5by20 (Perempuan Maju Coca-Cola di
Indonesia) yang merupakan komitmen global The Coca-Cola Company untuk memberdayakan 5
juta pengusaha perempuan di seluruh rantai aktivitas perusahaan. Melalui Perempuan Maju
Coca-Cola, CCAI berusaha mengatasi hambatan yang paling umum dihadapi oleh perempuan
untuk sukses di pasar.
Komunitas
1. Program Zone 1
CCAI percaya bahwa masyarakat yang kuat adalah dasar bisnis yang kuat, utamanya
masyarakat yang bersentuhan langsung dengan area produksi CCAI. Dalam rangka memelihara
hubungan dengan masyarakat yang CCAI namai 'Zona-1' ini, CCAI merancang program khusus
bernama Program Zona-1 yang terdiri dari berbagai aktivitas untuk mendukung masyarakat
Zona-1 dalam kehidupan sehari-hari.
2. Aktivitas Sosial Melalui Asosiasi
Coca-Cola Foundation Indonesia
Sejak bulan Agustus 2000, CCAI berkontribusi setiap tahun untuk Coca-Cola Foundation
Indonesia (CCFI), organisasi filantropi global yang dari Coca-Cola System. Melalui yayasan
tersebut, CCAI bermitra dengan pemerintah, organisasi non-pemerintah dan organisasi amal

lainnya untuk mendukung pembangunan masyarakat di tiga bidang utama: pengelolaan air,
pendidikan (beasiswa), dan pengembangan perpustakaan di seluruh negeri.
Jakarta Schools Football Association
Untuk terus mempromosikan hidup sehat aktif di kalangan remaja dan membantu
mengembangkan sepak bola di Indonesia, CCAI turut ambil bagian dalam mensponsori Jakarta
Schools Football Association (JSFA) League, sebuah kompetisi untuk pelajar di bawah usia 8
tahun (U-8) sampai di bawah usia 18 tahun (U-18), yang diikuti oleh lebih dari 200 tim dari
sekitar 65 sekolah di Jabodetabek.
R.O.L.E Foundation
CCAI telah mendukung program-program River, Ocean, Land, And Ecology (R.O.L.E)
Foundation selama bertahun-tahun. R.O.L.E Foundation memiliki fokus pada peningkatan
pendidikan dan kesejahteraan keluarga tidak mampu di Bali dan seluruh Indonesia. R.O.L.E
Foundation telah membantu 200 wanita setiap tahun untuk mendapatkan lapangan kerja dan
mendidik lebih dari 2500 anak-anak serta kru Bali Beach Clean Up kami.
Australian New Zealand Association (ANZA)
Melalui keanggotaan Australia New Zealand Association (ANZA), CCAI mendukung
beragam program sosial. ANZA telah melakukan program kesejahteraan sosial ekspatriat
terbesar di Jakarta sejak 30 tahun yang lalu dan saat ini menjalankan lebih dari 20 proyek seperti
dukungan untuk sekolah dan rumah bagi anak-anak kurang mampu, panti asuhan dan rumah
singgah untuk anak-anak jalanan, dan beasiswa bagi 10 Pelajar Goodwill.
3. Bantuan Penanggulangan Bencana Alam
CCAI menyadari bahwa lokasi Indonesia menjadikannya selalu rentan terhadap risiko
bencana alam. Dari bencana banjir hingga letusan gunung berapi yang melanda negeri ini, CCAI
turut ambil bagian dalam respon masyarakat global terhadap bencana alam sejak awal CCAI
beroperasi di Indonesia.
4. Dampak Ekonomi

Selama lebih dari 80 tahun beroperasi di Indonesia, Coca-Cola System telah memberikan
kontribusi besar bagi perekonomian negara. Produk CCAI diproduksi, dijual dan didistribusikan
di Indonesia, menciptakan lapangan kerja lokal untuk bisnis dan mendukung pertumbuhan
lapangan pekerjaan, pendapatan, dan penerimaan pajak mulai dari penyediaan barang dan jasa
dari pemasok lokal hingga penjualan melalui para pelanggan CCAI seperti restoran dan
supermarket.
5. Coke Kicks
Coca-Cola sebagai brand yang berkomitmen untuk mendukung gaya hidup aktif dan
sehat, menciptakan kesempatan bagi anak muda untuk mencapai potensi dan impian mereka
melalui program Coke Kicks. Coke Kicks merupakan persembahan CCAI bagi komunitas
lokal di sekitar tempat mereka beroperasi. Bekerja sama dengan Yayasan Asia Soccer Academy
(ASA), setiap tahunnya CCAI memberikan kesempatan berupa satu hari pelatihan sepak bola
profesional bagi anak-anak komunitas lokal di seluruh Indonesia.
Coke Kicks membantu menemukan bakat-bakat muda untuk menjadi pemain sepak bola
berikutnya di Indonesia. Melatih mereka sejak usia dini akan mendorong mereka dan
meningkatkan keterampilan mereka ketika mereka memiliki kesempatan untuk bermain
bersama-sama dengan para ahli. Sejak tahun 2011, CCAI telah melatih7,000 anak-anak di 280
desa di Indonesiadari Aceh hingga Papua.

BAB 4
ANALISIS ATAS CSR PT UNILEVER INDONESIA DAN CSR PT COCA-COLA
AMATIL INDONESIA DAN PERBANDINGAN KEDUANYA

4.1 Analisis CSR PT Unilever Indonesia


Kegiatan tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh PT Unilever Indonesia berfokus
pada tiga hal yaitu:
1. Meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan hidup masyarakat;
2. Mengurangi dampak lingkungan; dan
3. Meningkatkan sumber penghidupan
Melihat program-program CSR yang dilakukan oleh PT Unilever Indonesia, program-program
tersebut sudah dirancang dengan cukup baik untuk mencapai ketiga tujuan di atas.
Mengacu pada teori Kotler yang telah di bahas pada Bab 2 makalah ini, sebagian besar
kegiatan tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh PT Unilever Indonesia adalah berjenis

Corporate Social Marketing yaitu kegiatan CSR yang bertujuan untuk mengubah perilaku
masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan publik, mejaga
kelestarian lingkungan hidup, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan CSR yang
dilakukan oleh PT Unilever Indonesia sebagian besar berfokus pada kesehatan masyarakat
seperti kampanye cuci tangan dengan sabun, edukasi kesehatan gigi dan mulut, memerangi
kelaparan, program minggu sarapan, hari kesehatan gigi dan mulut, program desa dan pasar
sehat, project sunlight, green and clean, dan program-program lainnya.
Berdasarkan penjabaran atas kegiatan CSR yang dilakukan oleh PT Unilever Indonesia,
dapat kita lihat bahwa setiap kegiatan CSR yang dilakukan mengacu pada misi dari setiap brand
di bawah Unilever. Contohnya brand Pepsodent, mereka memiliki misi brand yaitu
meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat sehingga mereka dapat menikmati hidup
yang lebih baik. Berdasarkan misi brand ini, Pepsodent membentuk program CSR yaitu Gerakan
Sikat Gigi Pagi dan Malam. Selain itu adalah brand Lifebuoy yang memiliki misi brand yaitu
membuat 220 juta penduduk Indonesia merasa aman dengan meningkatkan kondisi kesehatan
dan hygiene mereka. Berdasarkan misi brand ini, Lifebuoy membentuk program CSR yang
bernama Lifebuoy CliniShield untuk mendukung Hari Cuci Tangan Sedunia.
Kegiatan CSR yang juga sejalan dengan misi brand adalah kegiatan CSR Project
Sunlight. Sunlight memiliki misi brand yang berkaitan dengan sanitasi dan kebersihan dan untuk
mencapai misi brand tersebut Sunlight membentuk program CSR yaitu perbaikan fasilitas
fasilitas sanitasi dan peningkatan kesadaran di kalangan anak sekolah mengenai pentingnya
sanitasi dan air bersih sekaligus menanamkan perilaku bersih dan sehat seperti mencuci tangan
dengan sabun, menyikat gigi dengan benar dan merawat kebersihan toilet.
Program CSR PT Unilever Indonesia yang juga masuk ke dalam kategori Corporate
Social Marketing menurut teori Kotler adalah program Green and Clean yang mempromosikan
pengelolaan sampah berbasis masyarakat secara berkelanjutan melalui bank sampah. Program ini
bertujuan untuk melindungi kelestarian lingkungan hidup masyarakat.
Program CSR dari PT Unilever selanjutnya adalah investasi pada petani melalui berbagai
program pertanian lestari dan sekolah tani dimana program ini berfokus pada tiga komoditas
utama Unilever yaitu kedelai hitam, gula kelapa, dan teh. Pada dasarnya, program ini juga

termasuk ke dalam jenis CSR Corporate Social Marketing berdasarkan teori Kotler, dimana
program ini bertujuan untuk menjaga kelestarian para petani dan komoditas yang dihasilkan.
Berdasarkan analisis di atas, dapat kita lihat bahwa hampir seluruh program CSR yang
dilaksanakan oleh PT Unilever Indonesia termasuk ke dalam jenis CSR Corporate Social
Marketing. Tujuan PT Unilever Indonesia melaksanakan kegiatan CSR berjenis Corporate
Social Marketing adalah untuk meningkatkan brand positioning atau penguatan merek
perusahaan di mata konsumen dan mendorong peningkatan penjualan. Namun, kita juga harus
mengindikasikan adanya strategi pemasaran terselubung hampir di setiap program CSR yang
dilakukan oleh PT Unilever Indonesia. Seperti halnya program kampanye cuci tangan dengan
sabun yang merupakan program CSR dari brand Lifebuoy. Tentu saja pada saat pelaksaan
program tersebut para peserta akan diberikan sabun Lifebuoy pada saat kampanye. Hal ini dapat
kita indikasikan sebagai strategi pemasaran terselubung dari brand Lifebuoy.
Strategi pemasaran terselubung juga dilakukan oleh brand Pepsodent dalam program
edukasi kesehatan gigi dan mulut, brand Bango melalui program pelestarian makanan
tradisional, brand Blue Band melalui program minggu sarapan nasional, dan program-program
CSR lainnya yang sangat berkaitan erat dengan produk yang ditawarkan atau diperjualbelikan di
pasaran.
Investasi pada petani dan pemasok melalui program pertanian lestari dan juga Sekolah
Tani untuk petani kedelai hitam menurut saya juga bukan merupakan murni program CSR karena
program tersebut hanya ditujukan untuk petani yang menghasilkan tiga komoditas utama yang
digunakan oleh PT Unilever Indonesia yaitu kedelai hitam, gula kelapa, dan teh. Sehingga
dengan dilaksanakannya program CSR ini diharapkan pasokan komoditas utama ke Unilever
akan dapat terus berjalan. Hal ini menunjukkan program CSR yang dilaksanakan bukan
merupakan program CSR tanpa pamrih karena Unilever menginginkan adanya timbal balik dari
para petani tersebut.
Menurut saya, program yang merupakan program murni CSR yang dilaksanakan oleh PT
Unilever Indonesia adalah program Green and Clean karena program tersebut tidak berkaitan
dengan brand atau produk apapun yang dipasarkan oleh PT Unilever Indonesia.
4.2 Analisis CSR PT Coca-Cola Amatil Indonesia

Kegiatan CSR yang dilakukan oleh PT Coca-Cola Amatil terdiri dari 4 kegiatan utama
yaitu kegiatan CSR yang berkaitan dengan Lingkungan, Lingkungan Kerja, Lingkungan Pasar,
dan Komunitas.

Lingkungan
1. Eco-uniform
2. Water for life
3. Water stewardship
4. Coca-Cola Forest
5. Efisiensi energy
6. Pengelolaan Limbah
7. Big drop & Small Drop
8. Bali Beach Clean Up
9. Coca-Cola Bins
10. Kuta Beach Sea Turtle Conservation
Semua bentuk kegiatan CSR yang dilakukan oleh PT Coca-Cola Amatil Indonesia terkait

dengan Lingkungan termasuk ke dalam jenis Socially Responsible Business Practice karena
program-program yang dilakukan bertujuan untuk melindungi lingkungan dan termasuk ke
dalam CSR yang dilakukan untuk mengatasi kondisi sosial secara berkelanjutan (sustainable
social gains). Hal ini terlihat dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan tersebut, seperti eco-uniform
yang dilakukan dengan memanfaatkan material daur ulang untuk melestarikan lingkungan,
program water for life dan water stewardship yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup
dengan menyediakan air bersih untuk masyarakat. Dan program-program CSR lainnya seperti
Coca-Cola Forest, efisiensi energy, pengelolaan limbah, dan program lainnya yang berfokus pada
pelestarian lingkungan dan alam.

Lingkungan Kerja
1. Visi dan Nilai
2. Employee Engagement
3. Pengembangan Karyawan
4. Keselamatan, Kesehatan, dan Kesejahteraan Karyawan
Program-program CSR yang dilakukan oleh PT Coca-Cola Amatil yang berfokus pada

lingkungan kerja termasuk juga ke dalam jenis CSR Socially Responsible Busniess Practice
(Community Development) yang tercakup di dalamnya adalah mengembangkan berbagai
program untuk menunjang terciptanya kesejahteraan karyawan.

Lingkungan Pasar
1. Pendidikan Konsumen
2. National Contact Centre
3. Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah
4. Perempuan Maju Coca-Cola
Pilar ketiga adalah Lingkungan Pasar. Kegiatan-kegiatan CSR yang dilakukan oleh PT

Coca-Cola Amatil yang berfokus pada Lingkungan Pasar termasuk ke dalam jenis CSR
Corporate Social Marketing menurut Kotler. Kegiatan CSR yang berfokus pada Lingkungan
Pasar yang dilakukan oleh CCAI bertujuan untuk mengubah perilaku masyarakat dengan tujuan
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seperti contohnya kegiatan pendidikan
konsumen bertujuan untuk mengedukasi konsumen terkait produk-produk rendah kalori,
pemberdayaan UKM yang bertujuan untuk meningkatkan bisnis mereka, dan perempuan maju
Coca-Cola yang bertujuan untuk membantu para perempuan untuk mengatasi hambatan yang
paling umum dihadapi oleh perempuan untuk dapat sukses di pasar.

Komunitas
1. Program Zone 1
2. Aktivitas Sosial melalui Asosiasi
3. Bantuan Penanggulangan Bencana Alam
4. Dampak Ekonomi
5. Coke Kicks
Jenis program CSR yang terakhir adalah CSR yang berfokus pada Komunitas. Kegiatan

CSR ini termasuk ke dalam kategori CSR Corporate Philanthropy berdasarkan teori Kotler
karena kegiatan-kegiatan CSR ini memberikan kontribusi langsung secara cuma-cuma dan tanpa
pamrih dimana perusahaan memberikan kembali kepada masyarakat sebagian dari kekayaannya
sebagai ungkapan terimakasih atas kontribusi masyarakat. Seperti contohnya kegiatan program
Zone 1 yang dilakukan oleh CCAI untuk mendukung aktivitas masyarakat yang bersentuhan
langsung dengan area produksi CCAI, aktivitas-aktivitas sosial seperti Coca-Cola Foundation,
Bantuan Bencana Alam, Dampak Ekonomi, dan Coke Kicks yang merupakan persembahan
CCAI untuk komunitas lokal di sekitar tempat CCAI beroperasi.
Dari analisis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan CSR yang dilakukan oleh
PT Coca-Cola Amatil sangat beragam jenisnya mulai dari CSR yang dilakukan untuk pelestarian
lingkungan dan alam, CSR untuk mensejahterakan karyawan, CSR untuk meningkatkan

kesejahteraan masyarakat, dan CSR yang merupakan kontribusi langsung secara cuma-cuma dan
tanpa pamrih untuk masyarakat di sekitar perusahaan beroperasi.

4.3 Analisis Perbandingan antara CSR PT Unilever Indonesia dengan CSR PT Coca-Cola
Amatil Indonesia
Berdasarkan analisis atas setiap kegiatan CSR yang dilakukan oleh PT Unilever
Indonesia dan kegiatan CSR yang dilakukan oleh PT Coca-Cola Amatil Indonesia, maka kita
dapat melakukan perbandingan mengenai kegiatan CSR yang dilakukan keduanya.
Dari segi kegiatan usaha, PT Unilever Indonesia dan PT Coca-Cola Amatil Indonesia
sama-sama merupakan perusahaan manufaktur yang kegiatannya adalah memproduksi barang
dan juga mendistribusikan barang hasil produksi mereka. Kegiatan usaha kedua perusahaan ini
sangat berkaitan erat dengan lingkungan dan masyarakat sekitarnya, maka sudah menjadi
kewajiban bagi mereka untuk melaksanakan kegiatan tanggung jawab sosial sebagai bentuk
kontribusi mereka kepada lingkungan dan masyarakat sekitar tempat mereka melaksanakan
kegiatan usaha.
Dari kegiatan CSR yang dilakukan keduanya, dapat kita lihat bahwa kegiatan CSR yang
dilakukan oleh PT Unilever Indonesia lebih condong kepada brand positioning dan kegiatan
CSR mereka menyesuaikan dengan misi dari setiap brand yang berada di bawah PT Unilever
Indonesia, seperti Lifebuoy, Sunlight, Blue Band, Pepsodent, dan brand-brand lainnya.
Kegiatan CSR yang dilakukan oleh PT Unilever Indonesia sebagian besar dapat
dikatakan merupakan kegiatan marketing terselubung karena mereka menyelipkan produkproduk mereka di setiap kegiatan CSR yang mereka lakukan.
Sedangkan kegiatan CSR yang dilakukan oleh PT Coca-Cola Amatil lebih bervariasi
jenisnya dibandingkan dengan kegiatan CSR yang dilakukan oleh PT Unilever Indonesia.
Kegiatan CSR yang dilakukan oleh PT Coca-Cola Amatil tidak semata-mata dilakukan untuk

brand positioning saja, tetapi banyak kegiatan CSR mereka yang berfokus pada pelestarian
lingkungan hidup, kesejahteraan karyawan, dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Jika dibandingkan dengan kegiatan CSR yang dilakukan oleh PT Unilever Indonesia,
kegiatan CSR yang dilakukan oleh PT Coca-Cola Amatil Indonesia dengan tujuan murni untuk
membantu masyarakat tanpa pamrih dan bukan merupakan kegiatan marketing atau pemasaran
terselubung lebih banyak dibandingkan dengan kegiatan CSR PT Unilever Indonesia sebagian
besar merupakan kegiatan CSR dengan kegiatan marketing terselubung.

BAB 5
KESIMPULAN

Berdasarkan pembahasan yang telah dijabarkan pada bab-bab sebelumnya pada makalah
ini, beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari pelaksanaan kegiatan Corporate Social
Responsibility yang dilakukan oleh PT Unilever Indonesia dengan PT Coca-Cola Amatil
Indonesia antara lain:

PT Unilever Indonesia melaksanakan kegiatan CSR yang sebagian besar termasuk ke dalam
jenis CSR Corporate Social Marketing dimana kegiatan yang dilakukan berfokus pada
pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat namun tetap bertujuan untuk
memperkuat brand positioning dari setiap produk yang dihasilkan oleh PT Unilever
Indonesia. Kegiatan CSR perusahaan ini sebagian besar mengindikasikan adanya kegiatan

marketing terselubung.
PT Coca-Cola Amatil Indonesia melaksanakan kegiatan CSR yang jenisnya bervariasi antara
lain Socially Responsible Business Practice, Corporate Social Marketing, dan Corporate
Philanthropy dimana kegiatan CSR yang mereka lakukan antara lain bertujuan untuk
pelestarian lingkungan hidup, mensejahterakan masyarakat sekitar, dan mensejahterakan

karyawan.
Jika membandingkan kegiatan CSR kedua perusahaan, kegiatan CSR yang dilakukan oleh PT
Coca-Cola Amatil Indonesia dengan tujuan murni untuk membantu masyarakat tanpa pamrih
dan bukan merupakan kegiatan marketing atau pemasaran terselubung lebih banyak
dibandingkan dengan kegiatan CSR PT Unilever Indonesia sebagian besar merupakan
kegiatan CSR dengan kegiatan marketing terselubung.

DAFTAR REFERENSI

Rahmatullah, Trianita Kurniati. 2011. Panduan Praktis Pengelolaan CSR. Yogyakarta. Samudera
Biru
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
Laporan Tahunan PT Unilever Indonesia Tahun 2015.
http://coca-colaamatil.co.id/csr