Anda di halaman 1dari 58

Konversi Satuan

Salam fisikawan hijau! Dalam kehidupan sehari-hari, alat ukur yang kita pakai tidak selalu
menggunakan satuan SI. Adakalanya, satuan alat ukur dinyatakan lebih besar atau lebih kecil
atau, bahkan dalam satuan tidak baku. Oleh karena itu, kamu perlu mengetahui cara mengonversi
atau mengubah satuan satu ke satuan lainnya.
SI merupakan sistem satuan yang berdasarkan sistem desimal, yaitu perkalian dengan bilangan
10. Satuan-satuan yang lebih besar atau lebih kecil, biasanya dinyatakan dengan memberi awalan
(prefix). Coba kawan hijau pelajari awalan untuk satuan yang sering digunakan dalam fisika pada
tabel berikut:
Tabel Satuan Pendamping dalam Satuan Internasional
Kelipatan

Nama Awalan

Lambang

1024
1021
1018
1015
1012
109
106
103
102
101
10-1
10-2
10-3
10-6
10-9
10-12
10-15
10-18
10-21
10-24

Yotta
Zetta
Eksa
Penta
Tera
Giga
Mega
Kilo
Hekto
Deka
Desi
Senti
Mili
Mikro
Nano
Piko
Femto
Atto
Zepto
yokto

Y
Z
E
P
T
G
M
k
h
da
d
c
m

n
p
f
a
z
y

Konversi Satuan Panjang


Fisikawan hijau, satuan panjang tidak selalu dinyatakan dalam meter, bisa juga dinyatakan dalam
kilometer. Untuk mempermudah pemahaman mengonversi satuan dari meter ke satuan panjang
lainnya, kamu bisa dibantu dengan menggunakan tangga konversi. Prinsip dari tangga konversi

adalah setiap naik satu tangga harus dibagi 10 dan setiap turun tangga harus dikali 10. Pada
gambar berikut, kawan2 hijau bisa lihat tangga konversi untuk satuan panjang.

Gambar Tangga Konversi Satuan Panjang


Konversi Satuan Massa
Selain dinyatakan dalam kilogram, massa juga sering dinyatakan dalam satuan yang lebih tinggi
atau rendah. Satuan lain untuk massa yang biasa digunakan adalah ons, kuintal, dan ton.
1 ons
= 0,1 kg
1 kuintal = 100 kg
1 ton
= 1000 kg
Seperti halnya panjang, kawan hijau juga dapat menggunakan bantuan tangga konversi untuk
mengubah satuan massa kilogram ke satuan massa lainnya.
Gambar berikut menunjukkan gambar tangga konversi untuk satuan massa.

Gambar Tangga Konversi Satuan Massa


Konversi Satuan Waktu
Selain dinyatakan dalam sekon, waktu juga sering dinyatakan dalam menit dan jam. Kesetaraan
menit dan jam dengan sekon adalah sebagai berikut.
1 menit
= 60 sekon
1 jam
= 60 menit
1 jam
= 3600 sekon
Perubahan satuan waktu sekon ke satuan waktu lainnya dapat kamu lihat pada gambar berikut.

Gambar Tangga Konversi Satuan Waktu


Cara Mudah Mengonversi Satuan dengan Tangga Konversi

Tentukan tempat satuan awal yang akan kamu konversi pada tangga konversi.

Tentukan tempat satuan baru yang ditetapkan pada konversi.

Lihat posisi satuan awal terhadap satuan baru pada tangga konversi.

Jika satuan baru di atas satuan awal, hitunglah tangga dari satuan awal ke satuan baru,
kemudian setiap tangga dibagi 10.

Jika satuan baru di bawah satuan awal, hitunglah jumlah tangga dari satuan awal ke
satuan baru, kemudian setiap tangga dikalikan 10.

Yuk, Pelajari Contoh di bawah ini!


1. Ubahlah 5 kilometer (km) ke dalam meter (m)!

Berarti:
Turun 1 tangga : bilangan x 10
Turun 2 tangga : bilangan x 10 x 10
Turun 3 tangga : bilangan x 10 x 10 x 10
karena dari km (kilometer) ke m (meter) turun tiga tangga, maka:
5 x 10 x 10 x 10 = 5 x 1 000 = 5 000 m
Jadi, 5 km = 5 000 m.
2. Ubahlah 5 meter (m) ke dalam kilometer (km)!

Berarti:
Turun 1 tangga : bilangan : 10
Turun 2 tangga : bilangan : 10 : 10
Turun 3 tangga : bilangan : 10 : 10 : 10
karena dari km (kilometer) ke m (meter) turun tiga tangga, maka:
5 : 10 : 10 : 10 = 5 : 1 000 = 0,005
Jadi, 5 m = 0,005 km.

Pengukuran
Salam Fisikawan hijau!
Menu kita kali ini yaitu pengukuran, kita akan ramu menjadi hal yang menyedapkan.
Pertama kita siapkan Metode Pengukuran:
Secara garis besar, metode pengukuran ada dua macam kawan! yaitu:
a. Metode pengukuran langsung
Metode pengukuran langsung dilakukan jika alat ukur yang digunakan memiliki tingkat
ketelitian yang lebih tinggi atau sama dengan benda yang akan diukur. Biasanya kawan, metode
pengukuran langsung digunakan pada benda yang ukurannya besar, misalnya mengukur panjang
meja tulis atau massa telur.
b. Metode pengukuran tidak langsung
Metode ini kawan dilakukan jia alat ukur yang digunakan memiliki tingkat ketelitian yang
lebih rendah dengan benda ya diukur. Metode ini kawan, dilakukan pada benda-benda yang
ukurannya sangat kecil, misalnya mengukur ketebalan sehelai kertas atau massa butir padi.
Fisikawan hijau pernahkah melakukan kesalahan dalam pengukuran? Mudah2an tidak ya...
karena seorang peniliti harus memiliki ketelitian yang hebat. Kalaupun pernah melakukan
kesalahan dlm pengukuran pasti ada penyebabnya.
Nah Mari kita lihat ini.
Kesalahan dalam Pengukuran
Ada dua macam kesalahan yang bisa terjadi ketika melakukan pengukuran, yaitu:
a. Kesalahan karena alat ukur yang kita gunakan tidak bisa berfungsi dengan baik.
Contoh:

Kesalahan titik nol (zerro error) adalah kesalahan pengukuran yang disebabkan oleh
bacaan alat ukur yang tidak tepat pada posisi nol. tetapi lebih besar atau lebih kecil
daripada nol ketika digunakan.

Skala alat ukur yang tidak jelaas tau kurang bisa dibaca.

b. Kesalahan yang dilakukan oleh manusia yang melakukan pengukuran.


Contoh :

Kesalahan paralaks (paralax error) adalah kesalahan pembacaan alat ukur disebabkan
posisi mata yang tidak tepat/miring.

Kesalahan penggunaan alat ukur, misalnya benda yang diukur tidak sesuai dengan alat
ukurnya, tidak memulai pengukuran dari skala terkecil.

Kawan hijau kesalahan-kesalahan di atas dapat diminimalkan dengan cara:

berhati-hati melakukan pengukuran;

teliti dalam menggunakan dan membaca alat ukur;

melakukan pengulangan-semakin banyak mengulang pengukuran kesalahan dalam


pengukuran cenderung akan mengurangi kesalahan.

Cara Menggunakan Alat Ukur: Penggaris atau Mistar


Salam fisikawan hijau, kawan setia kami.
Menu kita hari ini yaitu :

Bagaimana cara menggunakan penggaris dengan benar? Fisikawan hijau sudah pasti mengetahui
bagaimana bentuk penggaris. Penggaris sering kita pergunakan, ada yang terbuat dari plastik,
besi dan ada juga yang dari kayu. Alat ukur ini sangat familiar bagi kawan-kawan hijau semua.
Oya sebutan lain dari penggaris yaitu mistar.
Ingat penggaris atau mistar ini digunakan untuk mengukur dan menggaris ya! Jangan
disalahgunakan bahaya.
Sekarang bagaimana sich menggunakan alat ukur yang satu ini.
Caranya:
1. Tempelkan penggaris atau mistar pada benda yang akan diukur panjangnya. Titik nol
pada penggaris harus tepat dengan ujung awal dari panjang benda yang diukur.
2. Nilai ukur benda ditunjukkan oleh garis pada skala penggaris atau mistar yang
bertepatan dengan ujung akhir panjang benda.
Contoh:

Nilai hasil pengukuran penggaris atau mistar menunjukkan skala penggaris pada ujung akhir
benda yaitu 2,5 cm dan ada ditengah garis kelima dan keenam dari angka dua (atau garis 25 dan
26 dari angka Nol) menunjukkan ukuran skala 0,5 mm.
Jadi secara matematisnya:
Hasil pengukuran = 2,5 cm + 0,5 mm (konversikan satuan mm jadi cm --> : 10)
= 2,5 cm + 0,05 cm
= 2,55 cm
Ingat Kawan!

Skala terkecil penggaris atau mistar adalah 1 mm atau 0,1 cm. Jadi, tingkat ketelitian
penggaris sama dengan 1 mm atau 0,1 cm (tetapi, ada juga penggaris atau mistar yang
tingkat ketelitiannya 0,5 cm).

Penggaris atau mistar sering digunakan untuk mengukur panjang benda yang bentuknya
tidak bulat.

Cara Menggunakan Alat Ukur : Jangka Sorong


Jangka Sorong
Menu apa ini? Kok, dua kata ini berbeda yang satu jangka satu lagi sorong! Unik...unik...!!
Nah... Fisikawan hijau mari kita lihat dulu bagian-bagian jangka sorongnya.

Jangka sorong itu kawan, terdiri dari:

dua rahang, yaitu rahang tetap dan rahang geser (disebut rahang geser karena posisinya
memang bisa diubah-ubah sesuai panjang benda yang akan diukur dengan cara digeser);

dua skala, yaitu satu skala utama dan satu skala nonius (vernier), skala utama dan skala
nonius dimulai dari titik nol.

Lalu bagaimana cara menggunakan Jangka Sorong....??


Caranya begini kawan:
(gambar ini dari tetangga kawan, www.sukasains.com)

1. Jepit benda yang akan kamu ukur dengan kedua rahang jangka sorong.
2. Lihat garis angka nol pada skala nonius; menunjukkan angka berapakah garis itu pada
skala utama? pada gambar, garis angka nol pada skala nonius bertepatan dengan garis
keempat setelah angka 2. Jadi, nilai yang diperoleh adalah 2,4 cm
3. Lihat garis berikutnya pada skala nonius yang benar-benar berimpit dengan garis pada
skala utama. Pada gambar, garis berikutnya yang benar-benar berimpit dengan skala
utama adalah garis 0,07 cm.
4. Jadi diameter benda pada gambar adalah 2,4 cm + 0,07 cm = 2,47 cm.

Cara Menggunakan Alat Ukur : Mikrometer Sekrup


Mikrometer Sekrup
Salam Fisikawan hijau yang hebat!
Menu saat ini masih cara menggunakan alat ukur tapi nama alatnya Mikrometer Sekrup.
Alat ini seperti ini kawan!

Bagian-bagian Mikrometer sekrup itu terdiri dari:

dua selubung, yaitu selubung ulir dan selubung putar (disebut selubung putar karena
posisinya memang bisa diubah-ubah posisinya sesuai panjang benda yang akan diukur;
dilakukan dengan cara diputar);

dua skala, yaitu satu skala utama dan satu skala putar (skala nonius);

skala utama dan skala putar dimulai dari titik nol.

Lalu bagaimana Menggunakannya?


Nah, ini dia Cara Menggunakan Mikrometer Sekrup:

1. Jepit benda yang akan diukur ya kawan! dengan menggunakan selubung ulir dan kunci.
2. Lihat garis skala utama yang terdekat dengan tepi selubung luar. Pada gambar di atas,
garis yang bertepatan dengan selubung luar adalah 13,5 mm.
3. Lihat garis pada skala putar yang lurus dengan garis horizontal skala utama. Pada gambar
di atas, garis skala putar yang benar-benar lurus dengan skala utama adalah garis ke-17,
ini sama artinya skala putar menunjukkan nilai 0,17 mm.
4. Jadi, diameter benda pada gambar diatas adalah 13,5 mm + 0,17 mm = 13,67 mm.
Ingat Kawan!

Skala terkecil mikrometer sekrup adalah 0,01 mm. Jadi, tingkat ketelitian mikrometer
sekrup sama dengan 0,01 mm.

Mikrometer sekrup sering digunakan untuk mengukur benda-benda yang tipis, seperti
pelat logam.

Mikrometer sekrup memiliki ketelitian lebih tinggi dari pada jangka sorong. Namun,
mikrometer sekrup hanya dapat mengukur diameter luar benda.

Belajar Besaran dan Satuan


Salam Fisikawan Hijau!
Buat fisikawan muda saat ini kita belajar tentang Besaran dan Satuan dulu ya...
Pertama kita perhatikan dulu disekitar lingkungan kita. Contoh : Penjual telur di warung saat
menjual telur pergunakan timbangan, penjual bahan untuk pakaian menjual kain dengan
menggunakan meteran. Jika membeli telur setengah kilogram pasti akan ditimbang dengan
timbangan, tidak pernah kita membeli telur kepedagang dengan satu meter telur atau beli kain
lima meter diberi lima kilogram.
Dalam fisika, massa dan panjang disebut dengan besaran. Nah, apakah besaran itu? Besaran
adalah segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka. Sesuatu disini
maksudnya adalah sifat atau gejala alam.
Jumlah besaran dalam fisika sangat banyak. Karena itu, kita mungkin agak sulit mengingat
semuanya. Yang perlu kita ketahui jenis besaran dalam fisika terdiri dua jenis saja, yaitu besaran
pokok dan besaran turunan.
Besaran pokok adalah besaran yang tidak dapat diturunkan dari besaran lain sedangkan
besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok.
Oleh para pakar fisika menetapkan tujuh macam besaran pokok. Ketujuh besaran pokok dapat
kamu lihat pada tabel di bawah ini.
Tabel Besaran Pokok
No
Nama
.

Keterangan

Besaran

1.
2.
3.
4.

Panjang
Massa
Waktu
Kuat arus listrik

Menyatakan ukuran panjang suatu benda


Menyatakan kandungan materi suatu benda
Menyatakan selang waktu suatu peristiwa
Menyatakan jumlah aliran muatan listrik dalam

5.
6.
7.

Suhu
Intensitas cahaya
Jumlah zat

selang waktu tertentu.


Menyatakan ukuran derajat panas suatu benda
Menyatakan kuat lemahnya cahaya.
Menyatakan jumlah partikel yang menyusun suatu
benda.

Untuk mudah mengingatnya, Caranya begini, yaitu Ingat: JUMINTEN SUKU PAMAWA
1. JUM yaitu JUMlah zat (satuannya Mol)
2. INTEN yaitu INTENsitas cahaya (satuannya Candela)
3. SU yaitu SUhu (satuannya Kelvin)
4. KU = KUat arus (satuannya Ampere)
5. PA = PAnjang (satuannya Meter)
6. MA = MAssa (satuannya Kilogram)
7. WA = WAktu (satuannya Sekon)

atau PWI SUKA MAJU


P = Panjang (satuannya Meter)
W = Waktu (satuannya Sekon)
I = Intensitas cahaya (satuannya Candela)
SU = SUhu (satuannya Kelvin)
KA = Kuat Arus (satuannya Ampere)
MA = MAssa (satuannya Kilogram)
JU = JUmlah zat (satuannya Mol)
Wowww.... sangat mudah sekali!!!
Sementara itu, jumlah besaran turunan tidak terbatas. Semakin berkembangnya ilmu fisika,
dimungkinkan akan muncul lagi besaran turunan yang baru. Contoh besaran turunan yang
sekarang dikenal dapat kamu lihat pada tabel berikut.
Tabel Contoh Besaran Turunan
No
.

Besaran
Turunan

1.

Luas

2.

Volume

3.

Kelajuan

4.

Percepatan

5.

Massa
Jenis

6.

Gaya

7.

Tekanan

Keterangan
Kombinasi dua besaran panjang,
yaitu panjang dan lebar.
Kombinasi tiga besaran panjang,
yaitu panjang, lebar, dan tinggi.
Panjang jarak yang ditempuh
dalam satuan waktu tertentu.
Besarnya perubahan kecepatan
dalam satuan waktu tertentu.
Banyaknya massa benda dalam
volume tertentu.
Besarnya massa benda yang
bergerak dengan percepatan
tertentu.
Besarnya gaya yang bekerja
pada suatu luasan permukaan
bidang.

Persamaan
Matematis
L=pxl
V=pxlxt
v = s/t
a = v/t
= m/V
F = m.a
P = F/A

Semoga penjelasannya dapat dimengerti ya... kalau ada yang tidak dimengerti tuliskan
pertanyaannya di kotak komentar di bagian bawah ini. Selamat Belajar, salam dari kami!

Satuan tidak baku adalah satuan yang tidak ditetapkan sebagai satuan
pengukuran secara umum atau secara ilmiah, karena pengukuran ini tidak
dapat dinyatakan dengan jelas atau tidak dapat digunakan untuk memeriksa
ketepatan suatu instrumen.
Satuan baku adalah satuan yang ditetapkan sebagai satuan pengukuran
secara umum (internasional) karena pengukuran dengan satuan baku dapat
dinyatakan dengan jelas dan dapat dipakai untuk memeriksa ketepatan suatu
instrumen.
Contoh :
1)

Satuan tidak baku yaitu : jengkal tangan, depa, hasta dan feet.

2) Satuan baku yaitu meter, kg, dan sekon.

Alat Ukur Besaran Massa


Salam untuk para fisikawan hijau!
Saat ini dihadapan Anda merupakan menu Alat Ukur Besaran Massa.
Kawan hijau yang setia, besaran massa dapat diukur menggunakan beberapa alat ukur seperti
neraca pasar, neraca elektronik, neraca lengan, dan neraca pegas. Oh ya kawan, sehari-hari di
masyarakat Indonesia neraca ini sering disebut timbangan.
Sekarang kita kupas satu-satu ya....
a. Neraca Pasar

Neraca pasar banyak digunakan di pasar atau di warung kawan.... gunanya untuk mengukur
atau menimbang massa benda, misalnya beras, terigu, minyak goreng, telur, dan lain-lain. Untuk
mengukur massa dengan neraca pasar, benda yang akan diukur atau ditimbang ditempatkan pada
bejana penimbang, kemudian anak timbangan yang telah diketahui massanya ditempatkan pada
pelat.
b. Neraca Elektronik (Neraca Digital)

Neraca elektronik atau neraca digital merupakan neraca yang dilengkapi dengan layar
digital yang dapat menampilkan secara otomatis nilai massa benda yang diukur, sehingga neraca
elektronik ini tidak memerlukan anak timbangan.

c. Neraca Lengan

Fisikawan hijau, terdapat beberapa macam neraca lengan, yaitu neraca dua lengan,
neraca tiga lengan, dan neraca empat lengan.
Untuk mengukur massa benda dengan menggunakan neraca ini, kita dapat menempatkan
benda pada piring neraca yang tergantung pada lengan pendek (pada gambar terdapat disebelah
kiri), kemudian neraca dapat diseimbangkan dengan cara menggeser-geser beban geser yang
terdapat pada masing-masing lengan pada kedudukan yang paling tepat. Setelah keadaan
keseimbangan tercapai, maka massa benda tersebut dapat ditentukan dengan membaca skala
yang tertera pada masing-masing lengan.
Contoh :

Skala yang tertera pada masing-masing lengan yaitu:


lengan belakang = 100 g
lengan tengah = 20 g
lengan depan = 5
Jadi massa benda = 100 g + 20 g + 5 g = 125 g

d. Neraca Pegas atau Dinamometer

Neraca pegas merupakan neraca yang dilengkapi dengan dua jenis skala, yaitu skala
satuan massa (kilogram) dan skala satuan besaran gaya (newton) atau mengukur berat -- ini akan
kita kupas di menu berat benda dan menu gaya di level 8 kawan!

KLASIFIKASI MATERI

Bagaimana Mengklasifikasikan Materi? Alam semesta terdiri atas planet-planet, contohnya


bumi. Di bumi terdapat gunung, udara, laut, dan begitu banyak hal lain. Segala sesuatu yang
berada di alam semesta tersusun atas materi. yang terdiri atas unsur air, udara, tanah, dan api.
Itulah gambaran keragaman materi alam semesta. Alam semesta tersusun atas berjuta-juta materi
yang menempatinya. Ada planet, jutaan bintang, udara, lautan, dan banyak lagi materi lainnya.
Klasifikasi Materi
Ketika kita mengumpulkan sekelompok benda berdasarkan sifatnya, langkah-langkah yang dapat
dilakukan adalah sebagai berikut.
Mengamati karakteristik benda tersebut.
Mencatat persamaan dan perbedaan sifat benda masingmasing.
Memasukkan benda-benda yang memiliki persamaan sifat ke dalam satu kelompok.
Memberi nama yang sesuai pada setiap kelompok benda tersebut.
Para ilmuwan mengaklasifikasi materi agar lebih mudah dipelajari dan disusun secara sistematis.
Materi adalah sesuatu yang mempunyai massa dan dapat menempati sebuah ruang. Materi
berdasarkan wujudnya dapat dikelompokkan menjadi zat padat, cair, dan gas. Contoh zat padat
adalah beberapa jenis logam, seperti besi, emas, dan seng. Beberapa jenis larutan merupakan
contoh wujud cair. Contoh zat berwujud gas adalah hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Asap rokok
merupakan salah satu gas yang berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu ada lalarangan
merokok. Merokok selain berbahaya bagi si perokok, juga berbahaya bagi orang lain yang
berada di sekitar perokok, karena asap rokok akan terhisap oleh orang lain sebagai perokok pasif.
Contoh wujud zat yang sederhana dan mudah kita pahami adalah air. Ketika dalam bentuk
bongkahan es, es tersebut dikatakan dalam wujud padat. Tetapi, ketika dipanaskan es tersebut
akan berubah kembali menjadi air. Air tersebut dikatakan dalam wujud cair. Ketika dipanaskan

pada suhu 100C air akan berubah menjadi uap air. Uap air dikatakan dalam wujud gas.
Unsur, Senyawa, dan Campuran

Sumber:https://reykenzou.wordpress.com

Klik gambar untuk memperbesar

a. Unsur
Apabila kita lihat dua buah bangunan, keduanya memiliki puncak bangunan yang terbuat dari
bahan tertentu. Misalnya, Masjid Dian-Al Mahri, dan Monas, Kedua bangunan itu memiliki
puncak bangunan yang terbuat dari emas, akan tetapi, apakah pembaca mengetahui bagaimana
bentuk emas pada saat ditemukan di alam? Kalau kita perhatikan semua benda di sekitar. Pensil,
buku, meja, kursi, pintu, jendela, pakaian, dan sebagainya. Tersusun dari apa semua benda
tersebut? Semua benda yang ada di bumi kita tersusun dari materi. Ilmuwan menggolongkan
materi berdasarkan susunan dan sifatnya. Berdasarkan komposisinya, materi yang ada di alam
dapat diklasifikasi menjadi zat tunggal dan campuran. Bila kita kaji lebih mendalam lagi, zat
tunggal yang ada di alam dapat dibagi menjadi unsur dan senyawa. Unsur merupakan zat tunggal
yang tidak dapat dibagi lagi menjadi bagian yang lebih sederhana dan akan tetap
mempertahankan karakteristik asli dari unsur tersebut. Sebongkah emas apabila dibagi terus
sampai bagian yang terkecil akan menjadi atom emas. Banyak sekali unsur yang ada di alam
dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, misalnya besi, timah, seng, tembaga, dan nikel.
Sama dengan contoh emas di atas, coba kita perhatikan potongan besi bila dibagi lagi menjadi
bagian yang terkecil akan tetap menjadi atom besi. Demikian pula pada timah, seng, tembaga,
dan nikel. Dari penjabaran tersebut, maka kita dapat menyimpulkan bahwa unsur merupakan zat
tunggal yang tidak dapat diubah lagi menjadi zat yang lebih sederhana dengan cara kimia biasa.
Bagian terkecil dari unsur adalah atom.
Ketika kita belajar alat musik, tentu kita harus mempelajari simbol-simbol musik atau not
baloknya. Simbol-simbol tersebut dapat dibaca dan dipelajari oleh semua orang, sehingga semua
orang dapat mempelajarinya dengan mudah. Para ahli kimia juga menggunakan simbol atau
lambang untuk menunjukkan perbedaan antara unsur kimia yang satu dengan yang lainnya. Ahli
kimia sudah menemukan unsur sejak abad ke-9 dan secara bertahap terus berkembang sampai
abad ke-20. Unsur di alam dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu unsur logam dan non logam.
Contoh unsur logam adalah besi, emas, seng dan contoh unsur non logam adalah karbon,
nitogen, dan oksigen. Nama unsur menggunakan bahasa Latin berdasarkan penemu pertamanya
atau tempat ditemukannya unsur tersebut. Tidak dibedakan penamaan antara unsur alamiah yang
terdapat di alam maupun unsur buatan. Beberapa unsur menggunakan nama untuk menghormati
identitas penemunya ataupun tempat penemuannya. Simbol unsur dibuat untuk memudahkan
dalam penulisan nama unsur, yaitu dengan cara menyingkatnya. Simbol unsur yang digunakan
saat ini secara Internasional adalah menurut Jons Jacob Berzelius.
Cara pemberian lambang unsur menurut Berzelius
Setiap unsur dilambangkan dengan satu huruf, yaitu huruf awal dari nama latinnya.
Huruf awal ditulis dengan huruf kapital atau huruf besar.
Bagi unsur yang memiliki huruf awal sama, diberikan satu huruf kecil dari nama unsur tersebut.

Contoh:
Karbon (nama latin: Carbon), lambang: (C)
Kalsium (nama latin Calsium), lambang (Ca)
Unsur-unsur tersebut selanjutnya disusun dalam bentuk sistem periodik unsur.
Jika kita perhatikan, baik unsur logam maupun nonlogam memiliki banyak kegunaan dalam
kehidupan sehari-hari. Contohnya besi dan tembaga, banyak digunakan untuk alat-alat perkakas,
alat-alat rumah tangga, dan bahan untuk rangka kendaraan. Unsur yodium banyak digunakan
sebagai antiseptik.
b. Senyawa
Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali menggunakan air, gula, garam, asam cuka, dan
beberapa bahan lainnya. Bahan-bahan tersebut merupakan senyawa. Sebagaimana diuraikan
pada pembahasan tentang unsur, bahwa bagian terkecil dari sebuah unsur adalah atom. Dua buah
atom bergabung melalui reaksi kimia maka akan membentuk molekul, yaitu bagian terkecil dari
suatu senyawa. Dengan demikian, dapat di jelaskan bahwa sebuah senyawa terdiri atas dua buah
unsur atau lebih. Dengan demikian, suatu senyawa masih dapat diuraikan menjadi unsurunsurnya.
Dari uraian tersebut, dapat dijelaskan bahwa senyawa merupakan zat tunggal yang dapat
diuraikan menjadi dua jenis atau lebih zat yang lebih sederhana dengan cara kimia. Misalnya, air
yang memiliki rumus H2O dapat diuraikan menjadi unsur hidrogen (H2) dan oksigen (O2).
Bagaimana suatu senyawa dapat terbentuk? Senyawa terbentuk melalui proses pencampuran zat
secara kimia, pembakaran atau penguraian (dekomposisi) secara termal ataupun elektrik. Sifat
suatu senyawa akan berbeda dengan unsur-unsur penyusunnya. Misalnya, sifat air sebagai
senyawa akan berbeda dengan gas hidrogen dan oksigen sebagai unsur penyusunnya. Wujud air
sebagai cairan, sedangkan hidrogen dan oksigen dalam temperatur kamar keduanya berwujud
gas. Air dapat digunakan untuk memadamkan api, sedangkan gas hidrogen merupakan zat yang
mudah terbakar dan gas oksigen merupakan zat yang diperlukan dalam pembakaran.
c. Campuran
Contoh beberapa campuran yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah susu
cokelat, air sungai, udara, batuan, garam beryodium, dan paduan logam. Kita juga mungkin
sering menggunakan berbagai jenis campuran, misalnya ketika memasak, membuat teh manis
atau kopi. Campuran adalah suatu materi yang terdiri atas dua zat lebih dan masih mempunyai
sifat zat asalnya.
Campuran Homogen
Campuran homogen banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Larutan gula, larutan
garam, dan sirop adalah contoh campuran homogen. Dalam larutan gula, kita tidak dapat
membedakan zat-zat penyusunnya. Campuran homogen adalah campuran yang tidak dapat
dibedakan zat-zat yang tercampur di dalamnya. Contoh campuran homogen adalah larutan.

Larutan tersusun atas pelarut (solvent) dan zat terlarut (solute). Pelarut yang banyak digunakan
adalah air. Senyawa lain yang dapat digunakan sebagai pelarutadalah pelarut organik, contohnya
kloroform. Dalam larutan, ukuran partikel zat terlarut sangat kecil dengan diameter kurang dari 1
nm sehingga tidak dapat dilihat walaupun menggunakan mikroskop ultra. Oleh karena itu,
larutan terlihat homogen (serbasama) yang menyebabkan zat terlarut dan pelarut dalam larutan
tidak dapat dibedakan.
Campuran Heterogen
Campuran pasir dan air di dalam gelas merupakan salah satu contoh dari campuran heterogen.
Campuran heterogen terjadi karena zat yang tidak dapat bercampur satu dengan lain secara
sempurna sehingga dapat dikenali zat penyusunnya. Dengan demikian, pada campuran
heterogen,seluruh bagiannya tidak memiliki komposisi yang sama (tidak serbasama).
Larutan Asam, Basa, dan Garam
Pada pembahasan sebelumnya, sudah dijelaskan bahwa contoh campuran homogen adalah
larutan. Pada dasarnya, larutan yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari dapat kita
kelompokkan menjadi larutan yang bersifat asam, basa, atau garam. Larutan seperti cuka, sirop,
penghilang noda, sabun cuci, sabun mandi, soda kue, dan garam dapur adalah contoh larutan
asam, basa atau garam yang banyak kita jumpai setiap hari. Larutan asam dan basa dimanfaatkan
secara luas untuk industri, pertanian, kesehatan, dan penelitian di laboratorium. Oleh karena itu,
memahami sifat-sifat asam dan basa merupakan hal yang sangat penting dalam memahami
berbagai macam jenis larutan yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
A. Asam
Kita telah mengenal larutan asam dalam kehidupan sehari-hari. Asam banyak ditemukan dalam
buah-buahan dan sayuran. Contohnya, jeruk, lemon, tomat, dan sayuran. Pada saat memasak di
dapur, kita mengenal salah satu bahan penambah rasa makanan, yaitu cuka dapur yang
mengandung asam asetat. Aki pada kendaraan bermotor mengandung asam sulfat. Asam dalam
lambung kita berfungsi membantu proses pencernaan bahan makanan. Masih banyak contoh
senyawa asam lainnya yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari.
Kita dapat menemukan larutan asam baik dalam makanan, minuman, ataupun bahan pembersih
di rumah. Dari beberapa contoh larutan asam yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari,
bagaimana cara kita mengidentifikasi larutan asam?
Berikut ciri atau tanda dari larutan asam.
a. Rasanya asam
b. Dapat menimbulkan korosif
c. Mengubah kertas lakmus biru menjadi merah
Hujan Asam
Selain banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, bila tidak berhatihati dalam
penggunaannya, larutan asam dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, contohnya
terjadi hujan asam. Di beberapa wilayah tertentu, terjadi hujan asam yang menyebabkan
kerusakan pada bangunan gedung dan patungpatung dalam kota. Mengapa dapat terjadi hujan
asam? Bila terdapat kadar gas belerang dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NO) di atmosfer

sangat tinggi, gas ini akan bereaksi dengan air di atmosfer dan membentuk asam sulfat, asam
nitrat, dan senyawa asam lainnya. Ketika terjadi hujan, air yang dihasilkan bersifat lebih asam
dari keadaan normal. Asam inilah yang kita kenal dengan hujan asam. Gas belerang dioksida dan
gas nitrogen oksida dihasilkan dari pembakaran minyak bumi yang berasal dari buangan industri
dan kendaraan bermotor. Selain merusak gedung dan patungpatung, hujan asam tersebut dapat
merusak tumbuh-tumbuhan dan mengganggu kehidupan makhluk hidup lainnya seperti ikan dan
insektisida.
B. Basa
Basa merupakan larutan yang banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Contoh benda
yang mengandung basa ialah sabun mandi, sabun cuci, sampo, pasta gigi, obat maag, dan pupuk.
Dalam penggunaan sehari-hari, pada umumnya basa dicampur dengan zat lain.
Bagaimana cara kita mengidentifikasi larutan basa? Berikut sifat basa.
a. Terasa licin di kulit dan berasa agak pahit
b. Mengubah kertas lakmus merah menjadi biru
Dalam kehidupan sehari-hari, larutan asam sering direaksikan dengan larutan basa yang
menghasilkan senyawa netral atau dikenal dengan reaksi netralisasi. Larutan basa akan
menetralkan larutan asam yang membentuk air (H2O). Selain membentuk H2O, pada reaksi
netralisasi dihasilkan juga garam. Beberapa contoh penerapan reaksi netralisasi dalam kehidupan
sehari-hari adalah untuk pengobatan bagi penderita sakit maag, pengobatan untuk sengatan
serangga, melindungi kerusakan gigi, dan pengolahan tanah pertanian.
C. Garam
Jenis senyawa garam yang paling kita kenal adalah garam dapur atau nama senyawa kimianya
natrium klorida (NaCl). Garam ini banyak digunakan dalam pengolahan makanan. Bagaimana
senyawa garam dapat terbentuk? Salah satu reaksi yang dapat membentuk garam adalah reaksi
asam dan basa atau reaksi netralisasi. Pada reaksi netralisasi tersebut, dihasilkan garam dan air.
Garam secara luas digunakan dalam kehidupan sehari-hari antara lain untuk industri pupuk, obatobatan, pengolahan makanan, dan bahan pengawet. Contoh reaksi asam dan basa yang
membentuk berbagai jenis garam adalah
HCl + NaOH >>>>> NaCl + H2O
Asam klorida + Natrium hidroksida >>>>> Garam NaCl + air
Indikator
Seperti diuraikan tentang sifat-sifat asam dan basa di atas, larutan asam dan basa memiliki sifatsifat yang khas. Salah satu cara untuk membedakan asam atau basa adalah dengan menggunakan
indikator. Suatu indikator asam-basa adalah suatu senyawa yang menunjukkan perubahan warna
apabila bereaksi dengan asam atau basa.
a. Indikator alami
Berbagai jenis tumbuhan dapat digunakan sebagai indikator alami. Tumbuhan yang termasuk
indikator alami akan menunjukkan perubahan warna pada larutan asam ataupun basa. Beberapa
contoh tumbuhan yang termasuk indikator alami adalah kunyit, bunga mawar, kubis merah,

kubis ungu, dan bunga kembang sepatu. Ekstrak kunyit akan memberikan warna kuning cerah
pada larutan asam dan dalam suasana basa akan memberikan warna jingga. Kubis (kol) merah
mengandung suatu zat indikator,yaitu antosianin. Zat ini berwarna merah pada asam, berwarna
hijau pada basa lemah, dan berwarna kuning pada basa kuat. Ekstrak bunga kembang sepatu
akan memberikan warna merah cerah jika diteteskan dalam larutan asam. Jika diteteskan dalam
larutan basa akan dihasilkan warna hijau.
b. Indikator buatan
Salah satu jenis indikator buatan yang bukan dalam bentuk larutan cair adalah kertas lakmus.
Ada dua jenis kertas lakmus, yaitu lakmus biru dan lakmus merah. Kertas lakmus biru akan
menjadi merah dalam larutan asam. Kertas lakmus merah akan menjadi biru dalam larutan basa.
Dari uraian diatas, dapat kita simpulkan sebagai berikut:

Makhluk hidup dan benda tak hidup dibedakan dengan adanya gejala kehidupan.

Benda-benda di sekitar mempunyai ciri-ciri berikut:


- Bentuk benda yang berbeda-beda.
- Ukuran benda yang berbeda-beda.
- Warna benda yang berbeda-beda.
- Keadaan permukaan benda berbeda-beda.
- Bahan penyusun benda berbeda-beda.

Ciri-ciri makhluk hidup adalah bernapas, bergerak, makan dan minum, tumbuh dan
berkembang, berkembang biak, mengeluarkan zat sisa, peka terhadap rangsang, dan
menyesuaikan diri terhadap lingkungan.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengklasifikasi sekelompok benda adalah


sebagai berikut:
- Mengamati karakteristik sifat-sifat benda tersebut.
- Mencatat persamaan dan perbedaan sifat benda masingmasing.
- Klasifikasi benda yang memiliki persamaan sifat.
- Beri namayang sesuai pada setiap kelompok benda tersebut.

Materi berdasarkan wujudnya dikelompokkan menjadi zat padat, cair, dan gas.

Berdasarkan susunannya, materi yang ada di alam diklasifikasikan menjadi unsur,


senyawa, dan campuran.

Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan menjadi zat-zat lain yang lebih
sederhana dengan cara kimia.

Senyawa adalah zat tunggal yang dapat diuraikan secara kimia menjadi dua zat atau
lebih.

Campuran adalah suatu materi yang terdiri atas dua zat lebih dan masih mempunyai sifat
zat asalnya dengan tidak mempunyai komposisi yang tetap. Larutan adalah campuran
yang homogen, tersusun atas zat terlarut dan pelarut.

KLASIFIKASI BENDA
Benda disekitar kita sangat banyak sekali, jika kita amati bentuk, ukuran, warna, keadaan
permukaan, bahan penyusun, dan sifatnya berbeda-beda.
Ingat!! dalam pengamatan mari kita pergunakan semua panca indera agar pengamatan yang
kita lakukan baik.
Apa Ciri-ciri dari Benda-benda di Lingkungan Sekitar?
Di lingkungan sekitar terdapat banyak sekali benda. Ada mobil, motor, sepeda, sepatu, pensil,
udara, papan tulis dan lain-lain. Itu semua merupakan bentuk benda. Setiap jenis benda
mempunyai sifat atau ciri yang membedakannya dari jenis benda lain. Manusia, hewan, dan
tumbuhan merupakan kelompok makhluk hidup. Makhluk hidup (biotik) dan benda tak hidup
(abiotik) atau benda mati dibedakan dengan adanya gejala kehidupan. Makhluk hidup
menunjukkan adanya ciri-ciri atau gejala-gejala kehidupan, sedangkan benda mati tidak
menunjukkan gejala-gejala kehidupan. Secara umum, ciri-ciri yang ditemukan pada makhluk
hidup adalah bernapas, bergerak, makan dan minum, tumbuh dan berkembang, berkembang biak,
mengeluarkan zat sisa, peka terhadap rangsang, dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
Coba perhatikan gambar berikut ini.

Ciri-ciri Benda Hidup/Makhluk Hidup (Biotik)


a. Bernapas (Respirasi)
Setiap saat kita bernapas, yaitu menghirup udara yang diantaranya mengandung oksigen (O2)
dan mengeluarkan udara dengan kandungan karbon dioksida (CO2) lebih besar dari yang
dihirup. Kita dapat merasakan kebutuhan bernapas dengan cara menahan untuk tidak menghirup
udara selama beberapa saat. Tentunya kita akan merasakan sesak sebagai tanda kekurangan

oksigen.
b. Memerlukan Makanan dan Minuman (Nutrisi)
Untuk beraktivitas, setiap makhluk hidup memerlukan energi. Dari manakah energi tersebut
diperoleh? Untuk memperoleh energi, makhluk hidup memerlukan makanan dan minuman
tentunya.
c. Bergerak
Kita dapat berjalan, berlari, berenang, dan menggerakkan tangan. Itu merupakan ciri bergerak.
Tubuh kita dapat melakukan aktivitas karena memiliki sistem gerak. Sistem gerak terdiri atas
tulang, sendi, dan otot. Ketiganya bekerja sama membentuk sistem gerak.
d. Tumbuh dan Berkembang
Apabila kita perhatikan tubuh kita, samakah tinggi dan berat badan kita sekarang dengantinggi
dan berat waktu masih kecil? Hewan juga mengalami hal yang sama. Kupu-kupu bertelur, telur
tersebut kemudian menetas menjadi ulat, lalu menjadi kepompong, kepompong berubah bentuk
menjadi kupu-kupu muda, dan akhirnya berkembang menjadi kupu-kupu dewasa.
e. Berkembang Biak (Reproduksi)
Kemampuan makhluk hidup untuk memperoleh keturunan disebut berkembang biak
(reproduksi). Berkembang biak bertujuan untuk melestarikan keturunan agar tidak punah.
Sebagai contoh kita lahir dari ayah dan ibu, ayah dan ibu kita masing-masing juga mempunyai
orang tua yang kita panggil dengan sebutan kakek dan nenek, dan seterusnya.
f. Peka terhadap Rangsang (Irritabilitas)
Bagaimanakah reaksi kita jika tiba-tiba ada sorot lampu yang sangat terang masuk? Tentu secara
spontan kita akan segera menutup kelopak mata. Dari contoh itu menunjukkan bahwa manusia
mempunyai kemampuan untuk memberikan tanggapan terhadap rangsangan yang diterima.
Kemampuan menanggapi rangsangan disebut iritabilitas. Iritabilitas merupakan kemampuan
makhluk hidup untuk menanggapi rangsangan. Hewan dan manusia dilengkapi dengan alat indra
untuk menanggapi rangsang, seperti hidung untuk mencium bau, mata untuk melihat, dan telinga
untuk mendengar. Hewan tertentu memiliki alat indra khusus, seperti gurat sisi pada ikan yang
berfungsi untuk mengetahui perubahan tekanan air. Tumbuhan juga mempunyai kepekaan
terhadap rangsang yang menghasilkan gerak pada tumbuhan. Rangsang tersebut dapat berupa
sentuhan, cahaya matahari, air, zat kimia, suhu, dan gravitasi bumi.
g. Menyesuaikan diri dengan Lingkungan (Adaptasi)
Kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan disebut adaptasi.
Contoh: tumbuhan yang hidup di tempat kering memiliki daun yang sempit dan tebal, sedangkan
tumbuhan yang hidup di tempat lembab memiliki daun lebar dan tipis.

Gaya dalam Fisika


Salam Fisikawan Hijau, Salam Sukses!
Menu saat ini mengenai :
GAYA

Sahabat fisikawan hijau mungkin pernah memindahkan sebuah benda dengan cara
mendorong atau menarik, misalnya memindahkan lemari pakainmu ketika sedang merapikan
kamar tidur. Tanpa kawan-kawan sadari, kawan-kawan sudah melakukan gaya. Dalam fisika,
gaya diartikan sebagai tarikan atau dorongan terhadap sebuah benda. Sebenarnya, gaya
bukan hanya bisa membuat benda berpindah tempat atau bergerak saja, tetapi juga bisa
mengubah bentuk benda dan mengubah arah gerak benda.

Jadi, jika sebuah benda dikenai suatu gaya, gaya tersebut dapat menyebabkan:

benda diam menjadi bergerak;

benda bergerak menjadi diam;

arah gerak benda berubah;

benda berubah bentuk.

Gaya dilambangkan dengan F dan berdasarkan SI, satuannya dinyatakan dalam Newton
(disingkat N). Gaya merupakan besaran vektor sehingga selain memiliki nilai, gaya juga
memiliki arah. Jika kita ingin menggambarkan gaya yang mengenai benda, biasanya gaya
digambarkan dengan sebuah anak panah. Arah anak panah menunjukkan arah gaya yang bekerja
pada benda.

Gambar di atas menunjukkan bahwa sebuah benda bermassa m dikenai gaya F sebesar
10 Newton ke arah kanan. Arah gaya bisa berpatokan pada sumbu koordinat yang lazim kita
gunakan, yaitu sumbu X, Y, dan Z, atau pada arah mata angin, yaitu utara, selatan, barat, dan
timur.
Pada sumbu koordinat, kita dapat meninjau hal berikut.
1. Pada sumbu horizontal (sumbu X):

arah ke kanan diberi tanda positif (+);

arah ke kiri diberi tanda negatif (-).

2. Pada sumbu vertikal (sumbu Y)

arah ke atas diberi tanda positif (+);

arah ke bawah diberi tanda negatif (-).

3. Sementara itu, jika ditinjau dari sumbu Z, akan menyatakan sudut tertentu, baik terhadap
sumbu X maupun sumbu Y.

Jenis Gaya dalam Fisika


Salam Fisikawan Hijau, Salam Sukses!
Menu kali ini lanjutan dari materi Gaya dalam Fisika.
Dan kita mau lanjutkan pembahasan tersebut.....
Jenis Gaya
Berdasarkan ada atau tidaknya kontak dengan benda, gaya dapat dibedakan menjadi dua jenis,
yaitu:
a. gaya sentuh;
b. gaya tak sentuh.

Gambar: Gaya sentuh (Contact Forces) dan Gaya tak sentuh (Field Forces)

Gaya sentuh adalah gaya yang timbul akibat dari kontak langsung atau persentuhan
secara fisik dengan benda. Pada jenis gaya ini, gaya tidak mungkin ada jika antarbenda tidak
bersentuhan. Contoh gaya sentuh adalah gaya gesek, gaya otot, dan gaya pegas yang biasanya
diukur dengan neraca pegas atau dinamometer.
Gaya tak sentuh adalah gaya yang timbul akibat adanya medan di sekitar benda sumber
gaya dengan benda di sekitarnya. Jadi, pada gaya tak sentuh, walaupun antarbenda tidak
bersentuhan, tetapi benda di sekitar benda sumber gaya akan merasakan efeknya. Contoh gaya
tak sentuh adalah gaya magnet, gaya listrik, dan gaya gravitasi.

Gaya Magnet dalam Fisika


Salam Fisikawan Hijau, Salam Sukses!
Menu yang akan kita santap saat ini, yaitu gaya magnet dalam fisika.
Kawan hijau, perlu kita ketahui bahwa magnet berasal dari kata Magnesia yaitu tempat orang
Yunani menemukan sifat magnet yang terdapat dalam batu-batuan yang dapat menarik logam.
Magnet disebut juga besi berani.

Macam-macam bentuk magnet:


1. magnet jarum
2. magnet ladam (tapal kuda)
3. magnet huruf U
4. magnet keping
5. magnet batang
6. magnet silinder
7. magnet cincin
Nama magnet biasanya disesuaikan dengan bentuknya. setiap magnet mempunyai dua kutub
yaitu kutub utara dan kutub selatan, kekuatan sifat magnet paling besar terdapat pada kutubkutubnya.
Jika kutub senama (utara-utara atau selatan-selatan) dihadapkan maka kedua mangnet akan
saling menolak.

Jika kutub yang berbeda (utara-selatan) dihadapkan maka kedua magnet akan saling menarik.
Jika kutub tidak senama dari dua, tiga, empat buah magnet dihubungkan maka akan terbentuk
satu magnet baru yang memiliki satu kutub utara dan kutub selatan.
Jadi, gaya magnet adalah gaya tarik-menarik atau tolak menolak yang dimiliki oleh bendabenda yang bersifat magnet.

Sifat kemagnetan benda:


1. Magnet dapat menarik benda yang bersifat magnetis misalnya besi, baja, kobalt, nikel.
2. Magnet tidak dapat menarik benda yang bersifat non-magnetis misalnya emas, tembaga,
perak, aluminium, kaca, kertas, karet, dan plastik.
3. Gaya magnet dapat menggerakkan benda meskipun magnet tidak menyentuh benda.
Gaya magnet semakin besar jika ukuran magnet semakin besar.
Cara membuat magnet:
1. Gosokan yaitu dengan cara menggosok-gosokkan besi atau baja dengan magnet secara
searah.
2. Induksi yaitu dengan mendekatkan magnet terhadap benda logam yang akan dijadikan
magnet. Sifat kemagnetan bersifat sementara, karena saat magnet dijauhkan benda logam
tidak lagi bersifat magnet.

3. Aliran listrik yaitu dengan mengaliri aliran listrik pada benda logam yang akan
menghasilkan magnet listrik (elektromagnetik). Sifat kemagnetan bersifat sementara
karena saat aliran listrik dimatikan benda logam tidak lagi bersifat magnet.
Penggunaan gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari:
1. Kompas, pada kompas terpasang magnet jarum yang selalu menunjukkan arah utara dan
selatan.
2. Alat Pengangkut Besi Tua, alat pengangkut besi tua menggunakan elektromagnet yang
dialiri arus listrik kuat sehingga besi tua akan menempel pada magnet.
3. Ujung Gunting dan Obeng, ujung gunting dibuat dari magnet supaya dapat digunakan
untuk mengambil jarum dan pisau silet. Ujung obeng dibuat dari magnet agar dapat lebih
mudah mengambil sekrup dan memasangnya pada lubang.
4. Pintu Kulkas, pada bagian dalam pintu kulkas terdapat sekat karet yang melapisi magnet
di dalamnya. Tujuannya agar pintu kulkas selalu tertutup rapat sehingga makanan di
dalamnya tetap segar.
5. Buah Catur, bagian bawah papan catur memiliki magnet agar buah catur tetap
menempel kuat pada pada tempatnya.
6. Kereta Api Maglev (Magnetik Levitation), kereta api jenis ini tidak memiliki roda dan
dapat meluncur di atas udara. Rel kereta api ini terbuat dari magnet untuk menyangga
keretapi dan membuat kereta api melayang dan bergerak.
7. Dinamo Sepeda, didalam dinamo sepeda terdapat magnet yang berputar
membangkitkan listrik sehingga lampu dapat menyala.
8. Bel Listrik, bel listrik menggunakan inti besi yang dialiri arus listrik. Magnet yang
muncul menarik jangkar besi sehingga pemukul mengenai bel dan bel berbunyi.

Medan Magnet dalam Fisika


Salam Kawan Hijau, Salam Sukses!
Kawan tahu medan?? Medan ibukota sumatera utara tempat aku lahir he..he..he... tapi saat ini
kita bukan membahas tentang Kota Medan ya kawan.. kita membahas medan yang ada pada
magnet namanya medan magnet.
Medan itu artinya daerah, wilayah atau tempat berlangsungnya suatu kejadian.
Nah kita sekarang membahas medan pada magnet.
Medan magnet adalah daerah atau di sekitar magnet yang masih terpengaruh oleh daya tarik
magnet. Medan magnet dapat ditimbulkan oleh:

benda magnetik

arus listrik

Adanya medan magnet di suatu ruang dapat ditunjukkan dengan mengamati pengaruh yang
ditimbulkan oleh magnet tersebut. Hal itu dapat dilakukan dengan menempatkan benda yang
dapat ditarik oleh magnet, seperti besi.
Medan magnet dapat digambarkan dengan garis-garis gaya magnet yang disebut spektrum
magnetik. Garis gaya magnet adalah garis khayal yang menggambarkan medan magnet. Garis
gaya magnet merupakan lintasan kutub utara magnet-magnet kecil apabila dapat bergerak dengan
bebas. Garis gaya magnetik selalu memancar dari kutub utara ke kutub selatan dan tidak pernah
memotong.

Gambar Garis-garis gaya Magnet

Garis-garis gaya magnet yang menunjukkan adanya medan magnet di sekitar benda magnet
memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

Garis-garis gaya magnet tidak pernah saling berpotongan.

Garis-garis gaya magnet selalu keluar dari kutub utara magnet dan masuk ke kutub
selatan magnet.

Kerapatan garis-garis gaya magnet menunjukkan kuat medan magnet.

Medan Magnet di sekitar Kawat Ber-arus Listrik


Medan Magnet ini kawan... tapi disekitar kawat berarus listrik.
Medan magnet di sekitar kawan ber-arus listrik pertama sekali di temukan oleh Hans
Christian Oersted, seorang ahli fisika sekaligus ahli kimia berkebangsaan Denmark.
Pada tahun 1820, Oersted melakukan penyelidikan tentang medan magnet di sekitar kawat
ber-arus. Oersted melihat ada tidaknya medan magnet di sekitar kawan berarus dengan
mengamati pergerakan magnet jarum pada kompas. Ketika Oersted menutup sakelar pada
rangkaian, terlihat bahwa magnet jarum kompas bergerak. Arah gerak magnet jarum kompas
tergantung dari arah arus yang mengalir dalam rangkaian.

Percobaan Oersted

Hasil percobaan:
1. Pada saat kawat tidak dialiri arus listrik (I=0), maka jarum kompas tidak tidak
menyimpang.
2. Pada saat kawat dialiri arus listrik ke atas, kutub utara jarum kompas menyimpang ke
kanan.
3. Pada saat kawat dialiri arus listrik ke bawah, kutub utara jarum kompas menyimpang ke
kiri.
4. semakin jauh dari kawat ber-arus, semakin kecil kuat medan magnetnya.
5. Semakin besar kuat arusnya, semakin besar medan magnet yang ditimbulkan.
Jadi Berdasarkan hasil percobaannya, Oersted menyimpulkan bahwa:

di sekitar penghantar kawat yang dialiri arus listrik terdapat medan magnet;

arah medan magnet bergantung pada arah arus listrik yang mengalir dalam kawat.

Latihan Soal Besaran Satuan dan Pengukuran


Yuk, Berlatih!
Pelajari dengan mantap kawan, supaya gak sia-sia semuanya.
1. Mengapa jumlah besaran pokok tidak bisa bertambah lagi?
Jawab:
Jumlah besaran pokok dalam fisika tidak bisa bertambah karena jumlah
besaran pokok yang telah disepakati oleh para pakar/ahli fisika secara
internasional hanya utuh. Kesepakatan itu sesuai dengan satuan Sistem
Internasional (SI) yang dikembangkan dari sistem metrik yang diresmikan di
Prancis pada 1960.
2. Sebutkan ciri-ciri utama dari besaran dalam fisika?
Jawab:
Besaran dalam fisika selalu dihasilkan dari pengukuran, dan dapat
dinyatakan dengan angka/nilai.

3. Apa pentingnya satuan SI?


Jawab:
Untuk Memberikan kesamaan hasil pengukuran dan agar semua orang di
dunia mempunyai patokan yang sama dalam mengukur besaran suatu
benda.
4. Isilah tabel berikut.

Jawab:

5. Lengkapi konversi satuan di bawah ini:


a. 12 m
= ... mm
b. 500 cm
= ... dam
c. 7 ons
= ... kg
d. 10 ton
= ... kg
e. 3 menit = ... sekon
f. 90 sekon = ... jam
Jawab:
a. 12 m = ... mm
Ingat tangga konversi satuan!

Meter (m) ke milimeter (mm) turun tiga tangga sehigga bilangan 12 dikalikan
103 :
12 m = 12 x 103
= 12 x 1000 mm
= 12 000 mm
Jadi, 12 m = 12 000 mm
b. 500 cm = ... hm

Sentimeter (cm) ke hektometer (hm) naik empat tangga sehingga bilangan


500 harus dibagi 104 :
500 cm = 500/104 hm
= 500/10 000 hm
= 5/100 hm
= 0,05 hm
Jadi, 500 cm = 0,05 hm
c. 7 ons = ... kg
1 kg = 10 ons ---> 1 ons = 1/10 kg = 0,1 kg
7 ons = 7/10 kg = 0,7 kg Jadi, 7 ons = 0,7 kg
d. 10 ton = ... kg
1 ton = 1 000 kg ---> 10 ton = 10 x 1 000 kg

= 10 000 kg
Jadi, 10 ton = 10 000 kg
e. 3 menit = ... sekon
1 menit = 60 sekon ---> 3 menit = 3 x 60 sekon
= 180 sekon
Jadi, 3 menit = 180 sekon
f. 90 sekon = ... jam
1 jam = 3600 sekon ---> 90 sekon = 90/3600 jam
= 9/360 jam
= 1/40 jam
= 0,025 jam
Jadi, 90 sekon = 0,025 jam
6. Hasil pengukuran panjang yang ditunjukkan gambar di bawah ini
adalah ....

Jawab :
Panjang pensil adalah 5 cm - 2 cm = 3 cm
7. Berapakah nilai yang ditunjukkan oleh jangka sorong pada gambar?

Jawab :
Ketebalan benda adalah skala utama 3,10 cm + skala nonius 0,09 cm =
3,19 cm
8. Berapa diameter koin yang diukur oleh mikrometer sekrup di bawah ini?

Jawab :
Hasil Pembacaan:
= 13,5 mm + 0,17 mm
= 13,67 mm
9. Isilah titik-titik berikut!
a. 3 m2
= .... cm2
b. 12 cm2
= ... m2
3
c. 0,24 m
= ... cm3
d. 0,55 cm3 = ... m3
Jawab:
(Pergunakan tangga konversi kawan!)
a. 3 m2
= .... cm2
Meter (m) ke sentimeter (cm) turun dua tangga, maka:
3 m2
= 3 x (102 cm)2
= 3 x 104 cm2
= 30 000 cm2
Jadi, 3 m2
= 30 000 cm2

b. 12 cm2 = ... m2
Sentimeter (cm) ke meter (m) naik dua tangga, maka:
12 cm2
= 12 x (10-2 m)2
= 12 x 10-4 m2
= 0,012 m
Jadi, 12 cm2 = 0,012 m2
Ingat Kawan!
Tanda (-) untuk pangkat sama artinya dengan bagi, seperti pada soal b 10-2
= 1/102 = 1/100
c. 0,24 m3 = ... cm3
Meter (m) ke sentimeter (cm) turun dua tangga, maka:
0,24 m3 = 0,24 x (102 cm)3
= 0,24 x 106 cm3
= 240 000 cm3
Jadi, 0,24 m3 = 240 000 cm3
d. 0,55 cm3 = ... m3
Centimeter (cm) ke meter (m) naik dua tangga kawan! maka:
0,55 cm3 = 0,55 x (10-2 m)3
= 0,55 x 10-6 m3
= 0,000055 m3
Jadi, 0,55 cm3 = 0,000055 m3
10. Berapakah kecepatan 144 km/jam jika dinyatakan dengan m/s?
Jawab:
Cara mengubah 144 km/jam ke m/s adalah dengan menjadi kilometer (km)
ke meter (m) dan jam ke sekon terlebih dahulu kemudian kalikan dengan 144
:
144 km/ jam = 144 (1000/3600) m/s = 40 m/s
11. Berapa kg dan ton beras jika 250 kuintal?
Jawab:
250 kuintal = ... kg
1 kuintal = 100 kg ---> 250 kuintal = 250 x 100 kg
= 25 000 kg
Jadi, 250 kuintal = 25 000 kg
250 kuintal = ... ton

1 ton = 100 kuintal ---> 250 kuintal = 250/100 ton


= 2,5 ton
Jadi, 250 kuintal = 2,5 ton
12 Berapa nilai yang ditunjukkan oleh neraca di bawah ini?

Jawab :
Besar massa yang ditimbang adalah 100 g + 20 g + 5 g = 125 g
13. Berapa waktu yang ditunjukkan oleh stopwatch di bawah ini?

Jawab :
Waktu yang ditunjukkan oleh stop watch adalah 4 menit 10 sekon.
14. Berapa suhu yang ditunjukkan oleh termometer di bawah ini?

Jawab:
Untuk mengetahui besar suhu yang ditunjukkan oleh thermometer, kita
cukup melihat angka yang dicapai oleh cairan dalam termometer. Pada
gambar di atas , besar suhu yang ditunjukkan adalah 39,8 oC atau 103,6 oF

Soal OSN Fisika SMP dan Pembahasannya - Besaran Satuan & Pengukuran
1. Soal Olimpiade Sains Nasional fisika SMP Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2010 No.1
Perhatikan tabel hasil pengukuran empat orang siswa terhadap besaran fisika sebagai berikut!

Data dalam tabel tersebut yang benar dan berdasarkan satuan SI (Sistem Internasional) disajikan
oleh siswa.
A. R dan S
B. P dan R
C. P dan Q
D. Q dan S
Pembahasan
Siswa P :
Satuan Sistem Internasional (SI) besaran panjang adalah meter (m), bukan centimeter (cm)
Alat ukur besaran panjang adalah mistar
Siswa Q :
Satuan Sistem Internasional (SI) besaran kuat arus listrik adalah Ampere (A)
Alat ukur besaran kuat arus listrik adalah Amperemeter
Siswa R :
Satuan Sistem Internasional (SI) besaran suhu adalah Kelvin (K)
Alat ukur besaran suhu adalah termometer, bukan hidrometer.
Hidrometer adalah alat ukur massa jenis air
Siswa S :
Satuan Sistem Internasional (SI) besaran massa adalah Kilogram (Kg)
Alat ukur besaran massa adalah neraca sama lengan
Data dalam tabel tersebut yang benar dan berdasarkan satuan SI (Sistem Internasional) disajikan
oleh siswa Q dan S.
Jadi, jawaban yang benar adalah D.
2. Soal Olimpiade Sains Nasional fisika SMP Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2011 No.2
Hubungan besaran dan satuan yang benar adalah.

Pembahasan

Gaya = Massa x Percepatan


Satuan SI massa adalah kilogram (kg)
Satuan SI percepatan adalah meter per sekon kuadrat (m/s2)
Jadi satuan Gaya = kg m/s2 = kg m-1s-2
Tekanan = Gaya / Luas Permukaan
Satuan SI gaya adalah kg m/s2
Satuan SI luas permukaan adalah m2
Jadi satuan Tekanan = kg /m s2 = kg m-1s-2
Energi = Usaha
Usaha = Gaya x Perpindahan
Satuan SI gaya adalah kilogram meter per sekon kuadrat (kg m/s2)
Satuan SI perpindahan adalah meter (m)
Jadi satuan Energi = satuan Usaha = kg m2s-2 = kg m2s-2
Daya = Usaha / Waktu
Satuan SI usaha adalah kilogram meter kuadrat per sekon kuadrat (kg m2s-2)
Satuan SI waktu adalah sekon (s)
Jadi satuan Daya = kg m2/s3 = kg m2s-3
Jadi, jawaban yang benar adalah D.
3. Soal Olimpiade Sains Nasional fisika SMP Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2010 No.2
Setengah liter susu segar diperlukan sebagai bahan campuran saus puding, maka susu yang harus
dimasukkan ke dalam bahan saus puding sebanyak.
A. 5000 ml
B. 500 cc
C. 50 dm3
D. 5 m3
Pembahasan
Diketahui :
Volume susu = 0,5 liter
Ditanya : 0,5 liter = .. ml = .. cm3 (cc) = .. dm3 = .. m3
Jawab :
1 liter = 1000 mililiter (1000 ml)
1 liter = 0,001 m3 = 1 dm3 = 1000 cm3 (1000 cc)
0,5 liter = (0,5)(1000 ml) = 500 ml
0,5 dm3 = (0,5)(1000 cc) = 500 cc
0,5 liter = 0,5 dm3 = 0,0005 m3
Jadi, jawaban yang benar adalah B.
4. Soal Olimpiade Sains Nasional fisika SMP Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2011 No.1
Jika ke dalam 100 mililiter susu cair ditambahkan 250 cc air maka dihasilkan air susu
sebanyak.

12,5 dm3
1,25 dm3
3,5 dm3
0,35 dm3
Pembahasan
Diketahui :
Volume susu = 100 ml
Volume air = 250 cc = 250 cm3
Ditanya : 100 ml + 250 cc = .. dm3
Jawab :
ml = mililiter
cc = cm3 = sentimeter kubik
dm3 = desimeter kubik
1 dm3 = 1 liter = 1000 mililiter sehingga 100 mililiter = 100/1000 liter = 1/10 liter = 0,1 liter =
0,1 dm3
1 dm3 = 1000 cm3 sehingga 250 cm3 = 250/1000 dm3 = 1/4 dm3 = 0,25 dm3
100 ml + 250 cm3 = 0,1 dm3 + 0,25 dm3 = 0,35 dm3
Jadi, jawaban yang benar adalah D.
5. Soal Olimpiade Sains Nasional fisika SMP Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2011 No.6
Sebuah ruangan kelas yang panjangnya 10 m dan lebarnya 8 m, berlantai keramik yang
berukuran 20 cm x 20 cm. Jumlah keramik pada lantai dalam ruangan itu adalah.
A. 20 buah
B. 200 buah
C. 2000 buah
D. 20000 buah
Pembahasan
Diketahui :
Ukuran ruang kelas :
Panjang = 10 meter
Lebar = 8 meter
Luas ruang kelas = 10 m x 8 m = 80 m2
Ukuran keramik :
Panjang = 20 cm
Lebar = 20 cm
Luas keramik = 20 cm x 20 cm = 400 cm2
Ditanya : Jumlah keramik pada lantai dalam ruangan
Jawab :
1 m = 100 cm
1 m2 = 10.000 cm2

Jadi 80 m2 = 80 x 10.000 cm2 = 800.000 cm2


Jumlah keramik = Luas ruang kelas / Luas keramik
Jumlah keramik = 800.000 cm2 / 400 cm2
Jumlah keramik = 2000 buah
Jadi, jawaban yang benar adalah C.
6. Soal Olimpiade Sains Nasional fisika SMP Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2011 No.9
Setiap detik menetes 4 cc air dari akuarium yang bocor. Tetesan air ditampung di ember
berukuran 5 liter. Ember terisi penuh dalam waktu.
A. 125 detik
B. 200 detik
C. 1250 detik
D. 2000 detik
Pembahasan
Diketahui :
1 liter = 1 dm3 = 1000 cm3
Volume air = 4 cc = 4 cm3
Volume ember = 5 liter = 5 dm3 = 5 x 1000 cm3 = 5000 cm3
Ditanya : Selang waktu ember terisi penuh
Jawab :
5000 cm3 / 4 cm3 = 1250 detik
Jadi, jawaban yang benar adalah C.
7. Soal Olimpiade Sains Nasional fisika SMP Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2011 No.3
Urutan awalan untuk satuan dari besar ke kecil yang benar adalah.
A. Mega, terra, nano, piko
B. Giga, Mega, Mikro, nano
C. Piko, Nano, Mega, Terra
D. Mega, Terra, Mikro, Piko
Pembahasan

Jawaban yang benar adalah B.


8. Soal Olimpiade Sains Nasional SMP Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2011 No.5

Berdasarkan analisis dimensi, besaran-besaran fisika di bawah ini yang berdimensi sama
adalah
A. usaha dan daya
B. daya dan tekanan
C. gaya dan momentum
D. usaha dan kalor
Pembahasan
Diketahui :
Dimensi Dimensi Panjang = Dimensi Lebar = Dimensi Perpindahan = L
Dimensi Waktu = T
Dimensi Massa = M
Jawab :
Dimensi Luas = Dimensi Panjang x Dimensi Lebar = [L][L] = [L]2
Dimensi Kecepatan = Dimensi Perpindahan / Dimensi Waktu = [L] / [T] = [L][T]-1
Dimensi Percepatan = Dimensi Kecepatan / Dimensi Waktu = [L][T]-1 / [T] = [L][T]-1[T]-1 = [L]
[T]-2
Dimensi Gaya = Dimensi Massa x Dimensi Percepatan = [M][L][T]-2
Dimensi Usaha = Dimensi Gaya x Dimensi Perpindahan = [M][L][T]-2 [L] = [M][L]2[T]-2
Dimensi Daya = Dimensi Usaha / Dimensi Waktu = [M][L]2[T]-2 / [T] = [M][L]2[T]-2[T]-1 = [M]
[L]2[T]-3
Dimensi Tekanan = Dimensi Gaya / Dimensi Luas = [M][L][T]-2 / [L]2 = [M][L][T]-2 [L]-2 = [M]
[L]-1[T]-2
Dimensi Momentum = Dimensi Massa x Dimensi Kecepatan = [M][L][T]-1
Dimensi Kalor = Dimensi Energi = Dimensi Usaha = [M][L]2[T]-2
Jadi, jawaban yang benar adalah D.
Catatan :
Kalor adalah energi yang berpindah karena perbedaan suhu.
Usaha adalah proses perpindahan energi melalui perpindahan benda.
Jadi dimensi kalor = dimensi energi = dimensi usaha.
9. Soal Olimpiade Sains Nasional fisika SMP Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2011 No.7
Panjang sebuah benda diukur dengan menggunakan mikrometer dan terbaca nilai sebesar 15,08
mm. Bilangan penting dan jumlah angka penting hasil pengukuran itu berturut-turut adalah .
A. 15,08 mm dan 3 angka penting
B. 1,508 mm dan 4 angka penting
C. 15,08 mm dan 4 angka penting
D. 1,508 mm dan 3 angka penting Pembahasan
Bilangan penting = 15,08 milimeter
Jumlah angka penting = 4
Jadi, jawaban yang benar adalah C.

Soal OSN: Sistem Pengukuran - Konversi Satuan


Sebelumnya sudah dibahas tentang soal OSN: Sistem Pengukuran - Satuan dan kita lanjutkan
dengan :
Konversi Satuan
Mengubah suatu besaran yang dinyatakan dalam satu satuan ukuran menjadi nilai ekivalennya
dalam satuan ukuran lainnya.
Contoh:
Konversi satuan kecepatan

Konversi satuan massa jenis

Soal no.05
Satuan usaha adalah Nm, satuan tersebut setara dengan .... (OSN 2009)
A. 107gr.cm2/s2
B. 108gr.cm2/s2
C. 107gr.m2/s2
D. 1 kg.m2/s2
Pembahasan:
Konversikan satuan usaha menjadi satuan-satuan penyusunnya
1 N.m= 1 kg.m2/s2 = 103gr.104cm2 /s2
N.m = 107gr.cm2 /s2
Jadi jawabannya: A

Soal OSN: Sistem Pengukuran - Satuan


Sistem Pengukuran
Salam fisikawan hijau, salam sukses!
Pada soal ini kita akan bagi kedalam tiga bagian yaitu yang berhubungan dengan :
1.1. Satuan
1.2. Konversi Satuan
1.3. Pengukuran
Langsung aja ke bagian yang pertama ya....
1.1 Satuan
Soal No.01
Berikut ini merupakan pasangan besaran pokok dan satuannya yang sesuai adalah .... (OSN
2009)
A. gaya - joule
B. gaya - newton
C. arus listrik - ampere
D. tekanan - pascal
Pembahasan:

Gaya termasuk besaran turunan, memiliki satuan Newton atau bisa juga kg m/s2

Arus listrik termasuk besaran pokok, memiliki satuan ampere

Tekanan termasuk besaran turunan, memiliki satuan pascal atau juga bisa kg m/s2

Jadi, jawabannya: C
Soal No.02
Jika cepat rambat gelombang longitudinal dalam zat adalah
dengan y modulus young
dan massa jenis zat padat, maka modulus young dapat dinyatakan dengan satuan .... (OSN
2008)
A. N.m2
B. N.m
C. N.m-2
D. N.m-1
Pembahasan:

Satuan modulus young dapat ditentukan dari satuan-satuan penyusunnya.

Jadi, jawabannya : C

Berdasarkan besar (nilai) dan arah besaran fisika diklasifikasikan menjadi besaran vektor
dan besaran skalar.
1. Besaran Vektor
Besaran vektor merupakan besaran yang memiliki besar (nilai) dan arah. Contohnya: posisi,
perpindahan, kecepatan, percepatan, momentum, impuls, gaya, medan listrik, medan magnet.
2. Besaran Skalar
Besaran skalar merupakan besaran yang memiliki besar (nilai) saja tanpa memiliki arah.
Contohnya: semua besaran pokok, energi, usaha, jarak, kelajuan, tekanan, daya, kalor jenis, dan
massa jenis.
Soal No.03
Kelompok besaran fisika yang terdiri dari skalar dan vektor adalah .... (OSN 2008)
A. kecepatan, momentum, posisi
B. gaya, posisi, massa
C. energi, usaha, kalor jenis
D. temperatur, tekanan, daya
Pembahasan:

Kelompok besaran fisika yang terdiri dari skalar: energi, usaha, kalor jenis, temperatur,
tekanan, daya

Kelompok besaran fisika yang terdiri dari vektor: kecepatan, momentum, posisi, gaya,
perpindahan.

Jadi jawabannya: B
Soal no.04
Pernyataan yang benar mengenai besaran-besaran fisis berikut adalah .... (OSN 2009)
A. gaya merupakan besaran vektor dan perpindahan merupakan besaran skalar
B. tekanan merupakan besaran vektor dan temperatur merupakan besaran skalar
C. gaya merupakan besaran vektor dan tekanan merupakan besaran skalar
D. tekanan merupakan besaran vektor dan laju merupakan besaran skalar
Pembahasan:

Gaya dan perpindahan termasuk besaran vektor

Tekanan, temperatur, laju termasuk besaran skalar

Jadi jawabannya: C

Soal OSN: Sistem Pengukuran - Konversi Satuan


Sebelumnya sudah dibahas tentang soal OSN: Sistem Pengukuran - Satuan dan kita lanjutkan
dengan :
Konversi Satuan
Mengubah suatu besaran yang dinyatakan dalam satu satuan ukuran menjadi nilai ekivalennya
dalam satuan ukuran lainnya.
Contoh:
Konversi satuan kecepatan

Konversi satuan massa jenis

Soal no.05
Satuan usaha adalah Nm, satuan tersebut setara dengan .... (OSN 2009)
A. 107gr.cm2/s2

B. 108gr.cm2/s2
C. 107gr.m2/s2
D. 1 kg.m2/s2
Pembahasan:
Konversikan satuan usaha menjadi satuan-satuan penyusunnya
1 N.m= 1 kg.m2/s2 = 103gr.104cm2 /s2
N.m = 107gr.cm2 /s2
Jadi jawabannya: A

Soal OSN: Sistem Pengukuran - Pengukuran


Salam fisikawan hijau, salam sukses!
Sebelumnya kita sudah membahas tentang soal OSN yang berhubungan dengan: Satuan dan
Konversi Satuan.
Kita lanjutkan untuk membahas:
PENGUKURAN
Untuk mendapatkan data yang baik maka harus menggunakan alat ukur yang baik dan cara
melakukan pengukuran, antara lain sebagai berikut:
a) Alat ukur panjang, misalnya mistar, mikrometer sekrup, dan jangka sorong.
b) Alat ukur massa, misalnya neraca.
c) Alat ukur waktu, misalnya jam dan stopwatch.
Berikut soal-soal OSN yang berhubungan dengan pengukuran:
Soal no.06

Gambar disamping ini adalah bacaan suatu alat ukur bernonius pada pengukuran panjang
balok.Penulisan yang tepat untuk hasil pengukuran adalah .... (OSN 2009)
A. 6,17 skala utama
C. 6,72 skala utama
B. 7,65 skala utama
D. 7,17 skala utama
Pembahasan

Sebelah kiri 0 dari skala nonius menunjukkan angka 6,1 cm

Skala nonius yang berhimpit dengan skala utama menunjukkan angka 7, jadi hasil
pengukuran yang terbaca 6,17 cm

Jadi jawabannya: A
Soal no.07
Sebuah kubus dimasukkan ke dalam gelas ukur yang berisi air seperti pada gambar di samping
ini. Volume kubus adalah .... (OSN 2008)

A. 5,0 x 10-5 m3
B. 5,0 x 10-4 m3
C. 5,0 x 10-3 m3
D. 5,0 x 10-2 m3
Pembahasan:
Volume kubus = Vakhir - Vawal = 120 ml - 70 ml = 50 ml = 5,0 x 10-5 m3
Jadi jawabannya : A
Soal no.08
Segumpal lilin/plastisin dimasukkan ke dalam gelas ukur berisi air. Keadaan
gelas ukur sebelum dan sesudah diisi plastisin ditunjukkan seperti pada
gambar di bawah ini ....

Jika lilin tersebut diubah menjadi berbentuk balok maka ukuran balok yang
tepat adalah .... (OSN 2009)
A. 10 cm x 5 cm x 3 cm
B. 10 cm x 3 cm x 1 cm
C. 30 cm x 3 cm x 2 cm
D. 10 cm x 4 cm x 2 cm

Pembahasan:

Volume kubus = Vakhir - Vawal = 200 mm3 - 50 mm3 = 150 mm

Ukuran balok yang menunjukkan ukuran volume tersebut adalah 10 cm


x 5 cm x 3 cm

Jadi jawabannya : A

Untuk soal-soal OSN fisika yang berhubungan dengan Sistem Pengukuran


hanya ini dulu ya....
Selanjutnya kita akan membahas soal OSN yang berhubungan dengan: