Anda di halaman 1dari 6

Anamnesis Psikiatri dan Pemeriksaan Status Psikiatri

dr. Eva Suryani Sp.KJ

Hal hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan teknik wawancara


anamnesis psikiatri secara umum adalah :
Membina raport dari sejak awal pertemuan
Menggunakan pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup
Menunjukkan minat, perhatian, dan empati terhadap pasien melalui
bahasa verbal dan non-verbal, dan bersifat rileks
Mampu mendengar secara aktif
Mengurangi metode pencatatan dan memperbanyak metode
mengingat
Menanyakan identitas pasien meliputi nama, usia, pekerjaan,
pendidikan, status perkawinan, dan alamat tempat tinggal
Menanyakan dan menentukan keluhan utama pasien (alasan datang
berobat menurut pasien)
Mengembangkan diagnosis banding pasien
Menanyakan faktor-faktor penyebab atau pencetus gangguan
Menggali stressor psikososial (pekerjaan, pendidikan, perkawinan,
aktivitas sosial, dan riwayat psikososial yang lain)
Menanyakan masa perkembangan pasien dari lahir sampai remaja
Menanyakan secara sistematis, dan kronologis
Menanyakan secara kritis, dan mengikuti jawaban samar-samar
pasien hingga mendapatkan jawaban yang pasti dan jelas
Jangan takut untuk menanyakan topik yang sulit atau memalukan
(perkawinan, seksualitas, dan lain-lain
Tanyakan mengenai keinginan untuk bunuh diri
Memberikan kesempatan untuk bertanya diakhir wawancara
Apabila saat anamnesis pasien tidak memberikan respon dengan baik,
kemungkinan-kemungkinan yang ada adalah pasien mengalami mutisme, ,
depresi berat, atau kelainan mental organik.
Beberapa teknik khusus dalam melakukan wawancara psikiatri adalah :
Teknik fasilitasi
Teknik untuk membantu pasien terus berbicara dan bercerita
dengan isyarat verbal maupun non-verbal, seperti contohnya
menunjukkan ekspresi wajah serius, menganggukan kepala,
mencondongkan badan kedepan, dan berkata ya, lalu?, atau oh,
teruskan.
Teknik refleksi
Teknik untuk memberitahukan kepada pasien bahwa dokter
memperhatikan apa yang dikatakannya, dengan cara mengulangi apa
yang dikatakan pasien.
Teknik interpretasi
Teknik ini digunakan untuk menjelaskan hubungan timbal balik antara
dokter dengan pasien, dengan cara menyatakan mengenai perilaku
pasien atau pikiran pasien yang mungkin tidak disadari oleh pasien.
Teknik kejelasan

Teknik yang digunakan untuk mendapatkan klarifikasi atau perincian


mengenai cerita yang baru saja dikatakan pasiennya untuk informasi
yang lebih jelas.

Teknik penjelasan
Teknik untuk menjelaskan kepada pasien mengenai terapi dan
pengobatan apa saja yang akan diberikan kepada pasien secara jelas,
dan membiarkan pasien untuk memberikan respon dengan bertanya
untuk mendapatkan penjelasan.
Teknik nasihat
Teknik yang digunakan untuk memberikan nasihat atau saran yang
lebih baik. Teknik ini sebaiknya dilakukan setelah dokter
mendengarkan keseluruhan cerita pasien, agar pasien tidak merasa
bahwa dokter tidak sungguh-sungguh mendengarkan dengan baik,
dan penting untuk dokter untuk mempunyai dasar informasi lengkap
sebelum memberikan saran kepada pasien.
Teknik konfrontasi
Teknik konfrontasi merupakan teknik untuk menyangkal pasien, tidak
menganggap pasien, atau tidak memberikan perhatian kepada
pasien, dengan cara hormat, untuk membantu pasien menghadapi
apa yang seharusnya dihadapi. Sebagai contoh, kepada seorang
pasien yang bercerita mengenai keinginannya untuk bunuh diri,
dokter dapat menjawab dengan apa yang anda lakukan mungkin
tidak membunuh anda, tetapi mengatakan kepada saya bahwa
sekarang ini anda berada dalam masalah yang serius dan
membutuhkan pertolongan hingga anda tidak mencoba bunuh diri
lagi.
Teknik keheningan
Teknik keheningan dapat dilakukan untuk mengatakan kepada pasien
dengan jelas bahwa tidak setiap momen harus diisi dengan
percakapan, dan dapat digunakan sebagai waktu pasien untuk
merenung, atau menangis, atau hanya sekedar duduk dalam
lingkungan yang menerima dan suportif.
Selain itu teknik keheningan dapat pula digunakan dokter untuk
menyatakan ketidak setujuan kepada pasien atau ketidak tertarikan
akan sesuatu hal.
Teknik menentramkan hati
Menentramkan diri pasien dapat dilakukan untuk meningkatkan
kepercayaan dan kepatuhan pasien sebagai respon empatik dari
dokter jika dilakukan secara jujur. Sebaliknya apabila respon empatik
dilakukan secara palsu, justru merusak kepercayaan dan kepatuhan
pasien kepada dokter.
Teknik dorongan positif
Teknik dorongan positif adalah teknik untuk menunjukkan kepada
pasien bahwa dokter tidak terganggu dengan apapun yang telah
dikatakan pasiennya, sehingga pasien dapat lebih bercerita secara
terbuka kepada dokter, bahkan mengenai penghentian medikasi yang
mungkin dilakukan pasien.
Teknik transisi

Teknik transisi digunakan untuk menyampaikan kepada pasien bahwa


dokter telah cukup mendapatkan informasi mengenai sesuatu hal,
dan mendorong pasien untuk melanjutkan kepada subjek / objek lain.
Teknik pengungkapan diri (Self Revelation)
Teknik pengungkapan diri yang dimaksudkan adalah teknik untuk
membuka diri terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diberikan
pasien, untuk menyampaikan kepada dokter akan kenyamanan
dirinya dengan pasien (self comfort).
Namun dalam hal ini dokter perlu berhati-hati apabila dirasa self
revelation tidak akan berguna akan jalannya terapi atau pengobatan
pasien, sehingga dokter dapat memutuskan dengan bijak kapan
diperlukan untuk melakukan pengukapan diri, dan kapan tidak.

Selain anamnesis psikiatri, sekaligus melakukan pemeriksaan status


psikiatrik untuk membantu diagnosis, yang terdiri dari :
Pemeriksaan / pengamatan kesan umum
Biasa atau ditemukan kejanggalan, dari cara berjalan, cara
duduk, tata pakaian, keadaan merawat diri
Mata membuka atau menutup, kedipan mata, dan pandangan
mata
Memeriksa kesadaran
Memeriksa afek dan emosi
Sedang marah, sedih, atau malu
Ekspresi wajah dangkal, kosong, atau curiga
Memeriksa kontak (verbal dan non verbal)
Memeriksa cara bicara (cepat / spontan / lambat / melantur)
Memeriksa proses berpikir
Memeriksa persepsi
Memeriksa daya ingat / ingatan
Memeriksa intelegensi
Memeriksa kepribadian
Memeriksa orientasi
Memeriksa psikomotor
Kaku / tegang, melawan, lemas, atau santai
Reaksi emosional yang ditunjukkan melalui kondisi fisik seperti
air mata (sedih), muka merah, nafas cepat (marah), berkeringat
dingin (cemas)
Hal hal yang sebaiknya dihindari ketika melakukan anamnesis dan
pemeriksaan status psikiatri pasien adalah :
Mengatakan keprihatian yang berlebihan
Menentramkan secara berlebihan
Membangkitkan harapan yang berlebihan, atau mengatakan
pasti/tentu
Mengkritik pasien, atau berdebat dengan pasien
Menyalahkan pasien mengenai kegagalan yang ada
Membebankan pasien mengenai kesulitan dokter sendiri
Menakut-nakuti pasien

Membuat malu pasien


Dan untuk membantu penegakkan diagnosis dapat dilakukan
pemeriksaan
penunjang
berupa
pemeriksaan
laboratorium,
elektroensefalogram (EEG), CT scan, atau MRI.
Faktor penyebab dan atau faktor pencetus gangguan mental adalah :
1. Organik / Biologik
Yang terdiri dari faktor genetik,
Penyakit fisik akut maupun kronis
Penggunaan zat-zat psikoaktif / narkoba
2. Psikososial
Yang terdiri dari faktor keluarga, pendidikan, perkawinan, atau sosial
ekonomi

Beberapa sindrom gangguan mental terdiri dari sindrom cemas, sindrom


depresi, sindrom mania, dan sindrom psikosis.
1. Sindrom cemas
Gejala utama dari sindrom cemas adalah :
Adanya perasaan cemas atau khawatir yang tidak realistik
terhadap 2 atau lebih hal yang dipersepsi sebagai ancaman,
hingga menyebabkan individu tidak mampu istirahat dengan
tenang (inhibit to relax),
Dan terdapat minimal 6 dari 18 gejala berikut yang dapat
mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari :
Ketegangan motorik :
Kedutan otot atau rasa gemetar,
Ketegangan otot / kaku / pegal linu,
Tidak bisa diam,
Mudah lelah,
Hiperaktivitas otonomik :
Jantung berdebar debar,
Nafas pendek / berat,
Telapak tangan berkeringat atau dingin,
Muka panas, badan menggigil,
Mulut kering,
Kepala pusing, mual,
Buang air kecil dan buang air besar lebih sering,
Sukar menelan,
Kewaspadaan berlebihan dan penangkapan berkurang :
Mudah terkejut / kaget,
Pikiran sulit konsentrasi,
Sukar tidur,
Mudah tersinggung,
Gejala tambahan dari sindrom cemas adalah : takut untuk mati,
kehilangan kendali, menjadi gila mengenai masa depan

2. Sindrom depresi
Gejala utama sindrom depresi adalah :
Minimal 2 minggu, hampir setiap hari mengalami :
Hati yang murung (mood hypotim),
Hilang minat akan aktivitas yang sebelumnya diminatinya,
Mudah lelah oleh karena kurangnya tenaga,
Disertai gejala :
Penurunan konsentrasi dan perhatian,
Kurangnya rasa percaya diri,
Pandangan suram dan pesimistik terhadap masa depan,
lingkungan, dan masalah yang dihadapinya,
Gagasan / keinginan atau tindakan mencelakai diri / bunuh diri,
Gangguan tidur, gangguan seksual, dan gangguan makan
minum,
Perasaan berdosa dan tidak berguna lagi
Dimana gejala-gejala tersebut mengganggu fungsi kehidupan seharihari.
3. Sindrom mania
Gejala utama sindrom mania adalah :
Dalam jangka waktu minimal 1 minggu, dan hampir setiap hari
terdapat keadaan mood yang meningkat, ekspresif, atau iritabel,
Dengan minimal 4 gejala berikut :
Peningkatan aktivitas (di tempat kerja, kehidupan sosial,
kehidupan seksual, atau ketidak tenangan fisik),
Lebih banyak berbicara dari biasanya,
Memiliki flight of ideas atau perasaan diri bahwa pikirannya
sedang berlomba,
Rasa penghargaan diri yang meningkat (grandiositas, yang dapat
bertaraf waham / delusi),
Berkurangnya kebutuhan untuk tidur,
Pikiran dan perhatiannya mudah tertarik pada hal-hal dari luar
yang tidak penting atau tidak berarti,
Dimana gejala-gejala tersebut mengganggu fungsi kehidupan seharihari.
4. Sindrom psikosis
Sindrom psikosis merupakan keadaan dimana kurangnya kemampuan
untuk menilai realitas yang ada, yang ditandai dengan gejala
kesadaran diri (awareness) yang terganggu, daya nilai norma sosial
(judgement) yang terganggu, dan daya tilikan diri (insight) yang
terganggu, yang bermanifestasi klinis dengan gejala positif atau
negatif.
Gejala positif sindrom psikosis :
Produktivitas pikiran: flight of ideas
Kontinuitas pikiran : inkoherensia, word of salad
Isi pikir
: waham, ide / usaha bunuh diri
Persepsi
: halusinasi, derealisasi, depersonalisasi
Mood
: gelisah, bingung, marah, curiga, sedih,
gembira
Perilaku kacau
: tertawa-tawa, tersenyum-senyum tanpa

alasan, telanjang, mondar mandir, dan lainlain


Pembicaraan kacau : bicara pada diri sendiri
Gejala negatif sindrom psikosis :
Miskin isi pikir,
Tidak dapat merawat diri,
Afek tumpul atau datar, anhedonia
Hipoaktif, isolasi sosial, retardasi psikomotor
Gangguan
digunakan
differential
Axis I
Axis II

mental atau jiwa dibagi menjadi beberapa hal yang dapat


sebagai pedoman dalam membentuk diagnose banding atau
diagnosis, yakni terdiri dari :
: gangguan klinis (organik)
: gangguan kepribadian
Retardasi mental
Axis III : Kondisi medik umum
Axis IV : Masalah psikososial dan lingkungan
Axis V : Penilaian fungsi secara global

Sumber :
Anxiety Disorder in Kaplan and Sadocks Synopsis Psychiatry 9 th ed.