Anda di halaman 1dari 22

ANALISA MASALAH KEPERAWATAN

No.RM

: 349868

Inisial Pasien

: Tn. MI

No

Data Fokus

1.

Analisa
Tindakan pelepasan dan pemasangan dj stent kembali

Masalah
Ansietas

DS:
Klien mengatakan cemas terkait
dengan operasi dj stent yang akan
dilakukan
2.
DS:
Klien mengatakan minum air putih
2 liter perhari

Stressor Psikologis
Cemas

Gangguan fungsi ginjal

Tidak dapat berfungsi sebagai pengatur hemodinamik

DO:

Ureum : 95 (10-50)
Kreatinin : 4,20 (L <1.3, P<1,1)

Aliran darah ke ginjal menurun

Program Profesi PSIK UNHAS (Keperawatan Medikal Bedah II, 2016)Bedah Urologi

Resiko ketidakseimbangan
cairan dan elektrolit

GFR menurun

Pelepasan renin angiotensin

Vasokonstriksi retensi Na dan H2O

Peningkatan tekanan darah

Program Profesi PSIK UNHAS (Keperawatan Medikal Bedah II, 2016)Bedah Urologi

Peningkatan tekanan hidrostratik

Mendorong cairan keluar dari intravaskuler intrastitial

Edema

Program Profesi PSIK UNHAS (Keperawatan Medikal Bedah II, 2016)Bedah Urologi

Kelebihan volume cairan

3.

Nefrolitiasi

Resiko Infeksi

DS:

Klien mengatakan telah dipasang


dj stent sejak bulan Maret

Tindakan dj stent yang berulang

DO:

Terpasang dj stent pada ginjal


bagian kiri

Media infasi kuman ke jaringan

Resiko infeksi
4.

Gangguan Penglihatan
DS:

Klien mengatakan jika berjalan


dibantu oleh keluarga
Klien Mengatakan tidak dapat
melihat sejak SMP karena
kecelakaan

ADL dibantu
Mobilisasi tinggi
Resiko Jatuh

DS:
Program Profesi PSIK UNHAS (Keperawatan Medikal Bedah II, 2016)Bedah Urologi

Resiko Jatuh

Bartel Index : 16 (ketergantungan


ringan)
Fall risk : 45 (resiko rendah)

Program Profesi PSIK UNHAS (Keperawatan Medikal Bedah II, 2016)Bedah Urologi

RENCANA ANALISA KEPERAWATAN


No.RM

: 349868

Inisial Pasien

: Tn. M. I

N
o
1.

Diagnosa Keperawatan
Ansietas bd perubahan besar,
ancaman kematian, ditandai
dengan:
DS:
Klien mengatakan cemas
terkait dengan operasi dj stent
yang akan dilakukan

Tujuan/ Sasaran (NOC)


Setelah dilakukan tindakan keperawatan
selama 1 X 8 jam maka masalah ansietas
klien dapat diatasi.

Intervensi (NIC)
Bina hubungan saling percaya antara
perawat-klien.

Kriteria hasil:

Klien mampu mengidentifikasi dan


Beri lingkungan yang nyaman
mengungkapkan gejala cemas
Mengidentifikasi, mengungkapkan , dan
menunjukkan teknik untuk mengontrol
cemas
vital sign dalam batas normal
postur tubuh, ekspresi wajah, bahasa tubuh
Kaji tingkat ansietas yang dialami oleh
dan tingkat aktivitas menunjukkan
klien
berkurangnya kecemasan.

Libatkan keluarga dalam proses

Program Profesi PSIK UNHAS (Keperawatan Medikal Bedah II, 2016)Bedah Urologi

Rasional

Hubungan saling percaya adalah dasar


hubungan terpadu yang mendukung
klien

Menurunkan stimulasi kecemasan yang


berlebihan

Mengetahui sejauh mana tingkat


kecemasan yang dirasakan oleh klien

Peran serta keluarga sangat membantu


dalam menentukan koping

Meminimalkan stress

keperawatan

Dukungan dari bebarapa orang yang


memiliki pengalaman yang sama akan
sangat membantu klien

Mengetahui status volume cairan klien


melalui berat badan

Memantau asupan yang masuk dan


keluar
Mengetahui jumlah cairan yang keluar
serta memantau karakteristik dari urin
klien

Mengevaluasi ketidakseimbangan

Ajarkan teknik nafas dalam

Berikan support sistem (perawat,


keluarga atau teman dekat dan
pendekatan spiritual)

2.
Resiko ketidakseimbangan
cairan dan elektrolit, ditandai
dengan:

Setelah dilakukan tindakan keperawatan


selama 1 X 8 jam maka masalah kelebihan
volume cairan tidak tidak terjadi.

DS:

Kriteria hasil:

Pasien mengatakan minum air

putih 2 liter perhari


DO:

urine > 600 ml


piting edema (-)

Memonitor berat badan klien.

Menjaga asupan yang akurat dan catatan


keluaran.

Masukkan kateter urin, jika diperlukan.

Ureum : 95 (10-50)
Kreatinin : 4,20 (L <1.3,
P<1,1)

Program Profesi PSIK UNHAS (Keperawatan Medikal Bedah II, 2016)Bedah Urologi

Memantau hasil lab yang relevan


dengan retensi cairan

cairan dan elektrolit klien

Mengetahui keadaan umum klien

Mengetahui tanda dan gejala kelebihan


volume cairan klien

Mengetahui lokasi dan derajat edema


bila ada

Memberikan cairan dan asupan kalori


klien

Memberikan cairan yang tepat

Memantau tanda-tanda vital

Memantau indikasi kelebihan cairan /


terjadinya retensi

Menilai lokasi edema bila ada.

Memantau makanan / cairan tertelan dan


menghitung asupan kalori harian,
yang sesuai

Memberikan asupan cairan yang sesuai

Program Profesi PSIK UNHAS (Keperawatan Medikal Bedah II, 2016)Bedah Urologi

Berkolaborasi dengan klien untuk


menyesuaikan diet, pembatasan
cairan, mengatur tentang ngobatan
dan mengatur elektrolit antara terapi.

Untuk menyesuaikan diet , caian , dan


pengobatan bersama pasien.

Monitor tanda dan gejala infeksi

Penanganan secara dini untuk gejala


infeksi

Ajarkan klien dan keluarga tanda dan


gejala infeks

Klien keluarga dapat melaporkan


secara dini kepada petugas kesehatan
tentang tanda awal infeksi

Ajarkan cara menghindari infeksi

Mencegah terjadinya infeksi

Lakukan modifikasi lingkungan agar


lebih aman (memasang pinggiran
tempat tidur, dll)

Modifiasi lingkungan dapat


menurukan risiko jatuh pada pasien.

Ajarkan klien tentang upaya


pencegahan jatuh (menggunakan
pencahayaan yang baik, memasang

3.
Resiko Infeksi, ditandai
dengan:
DS:

Klien mengatakan
dipasang dj stent
bulan Maret

Kriteria Hasil:
Klien bebas dari tanda dan gejala infeksi
Menunjukkan kemampuan untuk mencegah
timbulnya infesi
telah Jumlah leukosit dalam batas normal
sejak

DO:

4.

Terpasang dj stent pada


ginjal bagian kiri

Setelah dilakukan tindakan keperawatan


Resiko Jatuh, ditandai dengan:
selama 1 X 8 jam maka masalah jatuh tidak
terjadi.
DS:
Kriteria Hasil:
Klien terbebas dari jatuh
Klien mengatakan jika
Klien dapat menjelaskan cara/metode untuk
berjalan dibantu oleh
mencegah jatuh
keluarga
Klien mampu menjelaskan faktor resiko dari

Program Profesi PSIK UNHAS (Keperawatan Medikal Bedah II, 2016)Bedah Urologi

lingkungan atau perilaku klien

penghalang tempat tidur,


menempatkan benda berbahaya
ditempat yang aman).

Klien Mengatakan tidak dapat


melihat sejak SMP karena
kecelakaan
DS:
Bartel Index : 16
(ketergantungan ringan)
Fall risk : 45 (resiko rendah)

Anjurkan keluarga untuk menemani


pasien

Memindahkan barang-barang yang


dapat membahayakan

Program Profesi PSIK UNHAS (Keperawatan Medikal Bedah II, 2016)Bedah Urologi

Meningkatkan kemandirian pasien


untuk mencegah risiko jatuh.

Klien tetap dalam pantauan keluarga

Mencegah terjadinya cedera

CATATAN IMPLEMENTASI

Diagnosa Keperawatan: Ansietas bd perubahan besar, ancaman kematian

Catatan Implementasi
Senin, 9 Mei 2016
(13.00-21.00)

Selasa, 10 Mei 2016


(8.00-14.00)

Rabu, 11 Mei 2016


(8.00-14.00)

Membina hubungan saling Membina hubungan saling Membina hubungan saling


percaya antara perawat-klien.
percaya antara perawat-klien.
percaya antara perawat Memberikan lingkungan yang Memberi lingkungan yang
klien.
nyaman
dengan
cara
nyaman
dengan
cara Memberi lingkungan yang
mengurangi
kebisingan
mengurangi kebisingan dalam
nyaman
dengan
cara
dalam ruangan
ruangan
mengurangi
kebisingan
Mengkaji tingkat ansietas yang Mengkaji tingkat ansietas yang
dalam ruangan
Mengkaji tingkat ansietas
dialami oleh klien
dialami oleh klien
Melibatkan keluarga dalam
yang dialami oleh klien
Ajarkan teknik nafas dalam Melibatkan keluarga dalam
proses keperawatan
Ajarkan teknik nafas dalam
proses keperawatan
Memberikan support sistem Memberikan support sistem
klien
(perawat,
keluarga
atau
(perawat, keluarga atau teman Menginstruksikan
teman dekat dan pendekatan
untuk teknik nafas dalam
dekat dan
pendekatan
spiritual)
spiritual)
Memberikan support sistem
(perawat, keluarga atau
teman
dekat
dan
pendekatan spiritual)

Program Profesi PSIK UNHAS (Keperawatan Medikal Bedah II, 2016)Bedah Urologi

Kamis, 12 Mei 2016


(14.00-21.00)

Jumat, 13 Mei 2016


(14.00-21.00)

Diagnosa Keperawatan: Resiko ketidak seimbangan cairan dan elektrolit

Catatan Implementasi
Senin, 9 Mei 2016
(13.00-21.00)

Selasa, 10 Mei 2016


(8.00-14.00)

Memonitoring berat badan pasien

Menjaga asupan yang akurat dan


catatan keluaran

Memasukkan
diperlukan.

kateter

urin,

jika

Memantau hasil lab yang relevan


dengan retensi cairan

Memonitor berat badan pasien.

Rabu, 11 Mei 2016


(8.00-14.00)

Menjaga asupan yang akurat

dan catatan keluaran


Memantau hasil lab yang
relevan dengan retensi cairan
Memantau tanda-tanda vital
Memantau indikasi kelebihan

Kamis, 12 Mei 2016


(14.00-21.00)

Jumat, 13 Mei 2016


(14.00-21.00)

berat

Memonitor berat badan


pasien.

Memonitor
pasien.

Menjaga asupan yang


akurat dan catatan
keluaran dengan hasil

Menjaga asupan yang


akurat dan catatan
keluaran

Masukkan kateter urin,


jika diperlukan.

Memantau hasil lab

Menjaga asupan yang akurat


dan catatan keluaran

Memonitor
badan pasien.

Memantau hasil lab


yang relevan dengan
retensi cairan

Program Profesi PSIK UNHAS (Keperawatan Medikal Bedah II, 2016)Bedah Urologi

berat

badan

Masukkan kateter urin, jika


diperlukan.
Memantau hasil lab yang
relevan
dengan
retensi

Memantau tanda-tanda vital

cairan / terjadinya retensi

Memantau indikasi kelebihan cairan /


terjadinya retensi

Memantau makanan / cairan


tertelan

Berkolaborasi dengan klien


untuk
menyesuaikan
diet,
pembatasan cairan, mengatur
tentang ngobatan dan mengatur
elektrolit antara terapi

Menilai lokasi edema bila ada.

Memantau makanan / cairan tertelan


dengan hasil klien diet rendah kalsium
dan purin
Memberikan asupan cairan yang
sesuai
Berkolaborasi dengan klien untuk
menyesuaikan diet, pembatasan cairan,
mengatur tentang ngobatan dan
mengatur elektrolit antara terapi.

Memantau tanda-tanda
vital

yang relevan dengan


retensi cairan

Memantau
indikasi
kelebihan cairan /
terjadinya retensi

Memantau makanan /
cairan tertelan

Memantau tanda-tanda

vital

Memberikan asupan
cairan yang sesuai
Berkolaborasi dengan
klien
untuk
menyesuaikan
diet,
pembatasan
cairan,
mengatur
tentang
ngobatan
dan
mengatur
elektrolit
antara terapi

Memantau makanan /

cairan tertelan dengan

Program Profesi PSIK UNHAS (Keperawatan Medikal Bedah II, 2016)Bedah Urologi

cairan

Memantau
indikasi
kelebihan
cairan
/

terjadinya retensi

Memberikan
asupan
cairan yang sesuai
Berkolaborasi dengan
klien
untuk
menyesuaikan
diet,
pembatasan
cairan,
mengatur
tentang
ngobatan dan mengatur
elektrolit antara terapi

Memantau tanda-tanda vital


Memantau
indikasi
kelebihan cairan / terjadinya
retensi
Memantau makanan / cairan
tertelan dengan
Memberikan asupan cairan
yang sesuai
Berkolaborasi dengan klien
untuk menyesuaikan diet,
pembatasan
cairan,
mengatur tentang ngobatan
dan mengatur elektrolit
antara terapi

Diagnosa Keperawatan: Resiko Infeksi

Catatan Implementasi
Senin, 9 Mei 2016
(13.00-21.00)
Monitoring tanda dan gejala infeksi
Mengajarkan klien dan keluarga tanda
dan gejala infeksi seperti nyeri saat
berkemih, demam/menggigil.
Mengajarkan cara menghindari infeksi
seperti rajin mencuci tanggan

Selasa, 10 Mei 2016


(8.00-14.00)
Monitor tanda dan gejala
infeksi

Rabu, 11 Mei 2016


(8.00-14.00)
Monitoring tanda dan gejala

infeksi

Program Profesi PSIK UNHAS (Keperawatan Medikal Bedah II, 2016)Bedah Urologi

Kamis, 12 Mei 2016


(14.00-21.00)
Monitoring tanda
gejala infeksi

dan

Jumat, 13 Mei 2016


(14.00-21.00)
Monitoring tanda dan
gejala infeksi

Diagnosa Keperawatan: Resiko Jatuh

Catatan Implementasi
Senin, 9 Mei 2016
(13.00-21.00)

Melakukan modifikasi lingkungan


agar
lebih
aman
(memasang
pinggiran tempat tidur, dll)
Mengajarkan klien tentang upaya
pencegahan jatuh (menggunakan
pencahayaan yang baik, memasang
penghalang
tempat
tidur,
menempatkan
benda
berbahaya
ditempat yang aman)
Menganjurkan
keluarga
untuk
menemani pasien
Memindahkan barang-barang yang
dapat membahayakan

Selasa, 10 Mei 2016


(8.00-14.00)

Rabu, 11 Mei 2016


(8.00-14.00)

Melakukan
modifikasi
lingkungan agar lebih aman
(memasang pinggiran tempat
tidur, dll)
Menganjurkan
keluarga
untuk menemani pasien
Memindahkan
barang-
barang
yang
dapat
membahayakan

Melakukan
modifikasi
lingkungan agar lebih aman
(memasang
pinggiran
tempat tidur, dll)
Menganjurkan
keluarga
untuk menemani pasien
Memindahkan
barang-
barang
yang
dapat
membahayakan

Kamis, 12 Mei 2016


(14.00-21.00)

Jumat, 13 Mei 2016


(14.00-21.00)

Melakukan
modifikasi Melakukan
modifikasi
lingkungan agar lebih
lingkungan agar lebih
aman
(memasang
aman
(memasang
pinggiran tempat tidur, dll)
pinggiran tempat tidur,
Menganjurkan
keluarga
dll)
Menganjurkan keluarga
untuk menemani pasien
Memindahkan
baranguntuk menemani pasien
barang
yang
dapat Memindahkan barangmembahayakan
barang yang dapat
membahayakan

CATATAN PERKEMBANGAN

Diagnosa Keperawatan: Ansietas bd perubahan besar, ancaman kematian

Catatan Evaluasi
Senin, 9 Mei 2016
(13.00-21.00)

Selasa, 10 Mei 2016


(8.00-14.00)

Rabu, 11 Mei 2016


(8.00-14.00)

Program Profesi PSIK UNHAS (Keperawatan Medikal Bedah II, 2016)Bedah Urologi

Kamis, 12 Mei 2016


(14.00-21.00)

Jumat, 13 Mei 2016


(14.00-21.00)

S:

Klien mengatakan bahwa klien


merasa cemas dalam menghadapi
operasi
Pasien merasa sedikit gelisah

O:

Klien sangat kooperatif pada saat


dilakukan pengkajian kepada pasien
Skor kecemasan 42 (sedang)
Pasien telah mempraktikkan teknik
nafas dalam yang telah diajarkan

S:
Klien mengtakan siap
menghadapi operasi
Pasien merasa nyaman
dengan tempat tidurnya

S:
Klien mengatakan siap
dan secepatnya ingin
operasi
Pasien merasa nyaman

O:

O:

Klien mulai tenang


Skor kecemasan 32 (ringan)
Pasien mempraktikkan kembali
teknik nafas dalam

Klien tenang
Klien tidak gelisah
Skor kecemasan 24
(ringan)

A: Masalah teratasi
A: Masalah belum teratasi

A: Masalah belum teratasi


P: Lanjutkan intervensi keperawatan

P: Intervensi keperawatan
dihentikan.

P: Lanjutkan intervensi
keperawatan

Program Profesi PSIK UNHAS (Keperawatan Medikal Bedah II, 2016)Bedah Urologi

Diagnosa Keperawatan: Resiko ketidak seimbangan cairan dan elektrolit

Catatan Evaluasi
Senin, 9 Mei 2016
(13.00-21.00)

Selasa, 10 Mei 2016


(8.00-14.00)

Rabu, 11 Mei 2016


(8.00-14.00)

S:

S:

S:

O:

O:

O:

Kamis, 12 Mei 2016


(14.00-21.00)

S:
Pasien mengatakan belum
Pasien mengatakan minum air putih 2 Pasien mengatakan minum air Pasien mengatakan minum air dianjurkan untuk minum /
puasa
liter perhari
putih 2 liter perhari
putih1,5 liter perhari

BB : 53 kg
BB : 53 kg
Ureum: 95 (10-50) mg/dl
Ureum: 95 (10-50) mg/dl
Kreatinin : 4,20 (L <1.3, P<1,1) mg/dl
Kreatinin : 4,20 (L <1.3,
TTV :
P<1,1) mg/dl
TTV :
Td: 112/63 mmHg
Td: 100/70 mmHg
N:72 x/menit
S:36,30C
N:64 x/menit
S:36,30C
R: 24 x/menit
R: 24 x/menit
Edema (-)
Diet Hemodialisa, rendah purin 2000
Edema (-)
Diet Hemodialisa, rendah
kkal, konsistensi biasa
Energi: 2000 kkal
purin 2000 kkal, konsistensi
Protein: 65 gr
biasa
Lemak: 98,8 gram
Energi: 2000 kkal
Karbohidrat: 300 gram
Protein: 65 gr
Lemak: 98,8 gram

BB : 53 kg
Ureum: 95 (10-50) mg/dl
Kreatinin : 4,20 (L <1.3,
P<1,1) mg/dl
TTV :
Td: 120/80 mmHg
N:74x/menit
S:36,50C
R: 24x/menit
Input : 1500 cc air putih
Output : Urine : 1200 cc,
IWL: 397, muntah (-),
drain (-)
BC: -97
Edema (-)
Diet Hemodialisa, rendah
purin 2000 kkal,
konsistensi biasa

Program Profesi PSIK UNHAS (Keperawatan Medikal Bedah II, 2016)Bedah Urologi

O:

Jumat, 13 Mei 2016


(14.00-21.00)
S:
Pasien mengatakan belum
dianjurkan untuk minum /
puasa

O:

Terpasang RL 500 cc
Ureum : 95 (10-50) mg/dl
Kreatinin : 4,20 (L <1.3,
P<1,1) mg/dl
TTV :
Td: 120/70 mmHg
N:76x/menit
S:36,50C

Terpasang RL 500 cc
Ureum : 95 (10-50) mg/dl
Kreatinin : 4,20 (L <1.3,
P<1,1) mg/dl
TTV :
Td: 120/70 mmHg
N:76x/menit
S:36,50C

R: 24x/menit

Input : 500 cc RL , 500 cc


kristaloid, inj 19 cc
Output : Urine : 1200 cc
perdarahan : 2 cc , muntah
(-), drain (-),IWL: 397
BC: -216
Edema (-)
Diet Hemodialisa, rendah

R: 24x/menit

Input : 500 cc RL , 500 cc


kristaloid, inj 19 cc
Output : Urine : 1200 cc
perdarahan : 2 cc , muntah
(-), drain (-),IWL: 397
BC: -216
Edema (-)
Diet Hemodialisa, rendah

Karbohidrat: 300 gram


A : Resiko kelebihan volume cairan

Energi: 2000 kkal


Protein: 65 gr
Lemak: 98,8 gram
Karbohidrat: 300 gram

A : Resiko kelebihan volume


cairan
P : Pertahankan tindakan keperawatan

purin 2000 kkal, konsistensi


biasa
Energi: 2000 kkal
Protein: 65 gr
Lemak: 98,8 gram
Karbohidrat: 300 gram

A : Resiko kelebihan volume


cairan
A : Resiko kelebihan volume
cairan

P : Pertahankan tindaka
keperawatan
P : Pertahankan tindaka
keperawatan

P : Pertahankan tindakan
keperawatan

Program Profesi PSIK UNHAS (Keperawatan Medikal Bedah II, 2016)Bedah Urologi

purin 2000 kkal,


konsistensi biasa
Energi: 2000 kkal
Protein: 65 gr
Lemak: 98,8 gram
Karbohidrat: 300 gram

A : Resiko kelebihan volume


cairan

P : Pertahankan tindakan
keperawatan

Diagnosa Keperawatan: Resiko Infeksi

Catatan Evaluasi
Senin, 9 Mei 2016
(13.00-21.00)

Selasa, 10 Mei 2016


(8.00-14.00)

Rabu, 11 Mei 2016


(8.00-14.00)

Kamis, 12 Mei 2016


(14.00-21.00)

Jumat, 13 Mei 2016


(14.00-21.00)

Faktor- faktor resiko :

Faktor- faktor resiko :

Faktor- faktor resiko :

Faktor- faktor resiko :

Faktor- faktor resiko :

Terpasang dj stent pada ginjal bagian


kiri

Td: 112/63 mmHg


N:72 x/menit
S:36,30C

TTV :

Td: 100/70 mmHg

Terpasang dj stent pada


ginjal bagian kiri
TTV :

R: 24 x/menit

N:64 x/menit
S:36,30C

WBC: 8,20(10^3/UL)

Terpasang dj stent pada


ginjal bagian kiri
TTV :

Terpasang dj stent pada


ginjal bagian kiri
TTV :

Terpasang dj stent pada


ginjal bagian kiri
TTV :

Td: 120/80 mmHg


N:74x/menit
S:36,50C

Td: 120/70 mmHg


N:76x/menit
S:36,50C

Td: 120/70 mmHg


N:76x/menit
S:36,50C

R: 24x/menit
WBC: 8,20(10^3/UL)
HB: 10,7 mg/dl

R: 24x/menit
WBC: 8,20(10^3/UL)
HB: 10,7 mg/dl\

R: 24x/menit
WBC: 8,20(10^3/UL)
HB: 10,7 mg/dl\

Program Profesi PSIK UNHAS (Keperawatan Medikal Bedah II, 2016)Bedah Urologi

R: 24 x/menit

HB: 10,7 mg/dl

Tanda infeksi :
Nyeri(-)
Panas(-)
Bengkak(-)
Kemerahan(-)
Fusio laesa(-)

WBC: 8,20(10^3/UL)
HB: 10,7 mg/dl
Tanda infeksi :
Nyeri(-)
Panas(-)
Bengkak(-)
Kemerahan(-)
Fusio laesa(-)

Tanda infeksi :
Nyeri(-)
Panas(-)
Bengkak(-)
Kemerahan(-)
Fusio laesa(-)

Tanda infeksi :
Nyeri(-)
Panas(-)
Bengkak(-)
Kemerahan(-)
Fusio laesa(-)

Tanda infeksi :
Nyeri(-)
Panas(-)
Bengkak(-)
Kemerahan(-)
Fusio laesa(-)

A : Tidak terjadi infeksi

A : Tidak terjadi infeksi

A : Tidak terjadi infeksi

P : Pertahankan tindakan
keperawatan

P : Pertahankan

P : Pertahankan

A : Tidak terjadi infeksi


A : Tidak terjadi infeksi

P : Pertahankan tindakan keperawatan

P : Pertahankan tindakan
keperawatan

tindakan keperawatan

tindakan keperawatan

Kamis, 12 Mei 2016


(14.00-21.00)

Jumat, 13 Mei 2016


(14.00-21.00)

Diagnosa Keperawatan: Resiko Jatuh

Catatan Evaluasi
Senin, 9 Mei 2016
(13.00-21.00)

Selasa, 10 Mei 2016


(8.00-14.00)

Rabu, 11 Mei 2016


(8.00-14.00)

Program Profesi PSIK UNHAS (Keperawatan Medikal Bedah II, 2016)Bedah Urologi

S:

S:

Klien mengatakan jika berjalan dibantu


oleh keluarga
Klien Mengatakan tidak dapat melihat
sejak SMP karena kecelakaan

Klien mengatakan berjalan


masih dibantu oleh keluarga

O:

S:

S:

S:

Klien mengatakan berjalan Klien mengatakan berjalan


Klien mengatakan berjalan
masih dibantu oleh keluarga
masih dibantu oleh keluarga
masih dibantu oleh keluarga

O:

O:

O:

Terpasang pinggiran tempat


Terpasang pinggiran tempat Terpasang pinggiran tempat Terpasang pinggiran tempat
tidur
tidur
tidur
tidur
Terpasang pinggiran tempat tidur
Pasien ditemani oleh keluarga Pasien ditemani oleh keluarga Pasien ditemani oleh keluarga Pasien ditemani oleh
Pasien ditemani oleh keluarga
barang berbahaya telah
barang berbahaya telah
barang berbahaya telah
keluarga
barang berbahaya telah diamankan
barang berbahaya telah
diamankan
diamankan
diamankan
Bartel Index : 16 (ketergantungan ringan) Bartel Index : 16
Bartel Index : 16
Bartel Index : 16
diamankan
Fall risk : 45 (resiko rendah)
Bartel Index : 16
(ketergantungan ringan)
(ketergantungan ringan)
(ketergantungan ringan)
Fall risk : 45 (resiko rendah) Fall risk : 45 (resiko rendah) Fall risk : 45 (resiko rendah)
(ketergantungan ringan)
A : A: Tidak terjadi jatuh
Fall risk : 45 (resiko rendah)
A : A: Tidak terjadi jatuh
A : A: Tidak terjadi jatuh
A : A: Tidak terjadi jatuh
P : P:Pertahankan tindakan keperawatan
A : A: Tidak terjadi jatuh
P : P:Pertahankan tindakan
P : P:Pertahankan tindakan
P : P:Pertahankan tindakan
O:

keperawatan

keperawatan

Program Profesi PSIK UNHAS (Keperawatan Medikal Bedah II, 2016)Bedah Urologi

keperawatan

P : P:Pertahankan tindakan
keperawatan

DAFTAR PUSTAKA

Bulechek, G., Butcher, H., & Dochterman, J. (2013). Nursing Intervention Classification
(NIC), Sixth Edition. Mosby: Elsevier.
Doenges, Marilynn E. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman Untuk Perencanaan dan
Pendokumentasian Perawatan Pasian. Jakarta: EGC
Doenges, moorhouse, geissler. 2010. Rencana Asuhan Keperawatan: Pedoman Untuk
Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasian.
Mansjoer, Arif, dkk. 2002. Kapita selekta Kedokteran Jilid I. Jakarta: Media Aesulapius
Moorhead, S., Johnson, M., L. Maas, M., & Swanson, E. (2013). Nursing outcomes
clasification (NOC) Measurement of Health Outcomes. Mosby: Elsevier.
Muttaqin A. & Sari K. 2011. Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Perkemihan.Jakarta:
Salemba Medika.
Nanda International. (2015). Nanda International Inc. Nursing Diagnoses: Definitions &
Clasifications 2015-2017. Jakarta: EGC.
Nurarif A. H. & Kusuma H. 2015. Buku Aplikasi Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis
dan Nanda Nic-Noc.Jogjakarta: Mediaction.
Purnomo, B. B. 2012. Dasar-dasar urologi edisi ketiga. Jakarta. Sagung seto
Smeltzer, Suzanne C. & Brenda G. B. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah
Brunner & Suddarh Vol 2. Jakarta: EGC.

Program Profesi PSIK UNHAS (Keperawatan Medikal Bedah II, 2016)Bedah Urologi