Anda di halaman 1dari 3

Mari kita lihat disini.

Jika Anda sudah pernah terkena cacar air sebelumnya, memang jarang sekali timbul untuk kedua
kalinya, akan tetapi hal ini bisa terjadi jika daya tahan tubuh Anda rendah ataupun infeksi pertama
kalinya sangat ringan sehingga bisa timbul untuk kedua kalinya meskipun yang kedua kalinya mungkin
tidak akan sehebat yang pertama.
Mengapa bisa timbul untuk kedua kalinya? ini berkaitan dengan adanya virus varicella yang
sebenarnya tidaklah hilang dari tubuh melainkan tertidur di dalam serabut saraf - saraf sehingga
masih bisa timbul kembali meskipun jarang berupa cacar air kembali.
Biasanya infeksi yang sering terjadi untuk kedua kalinya pada individu yang pernah terkena cacar air
adalah terkena Herpes zoster atau yang kita sebut cacar ular, hal ini bisa terjadi karena virus yang
sama yaitu varicella zoster virus yang menyebabkan cacar air juga menyebabkan timbulnya herpes
zoster.
Seseorang yang belum pernah terkena virus varicella pada saat pertama kali terkena virus ini akan
menampilkan gejala - gejala cacar air dan setelah itu, virus ini akan berdiam di dalam tubuh sehingga
kita memiliki antibodi terhadap virus tersebut. Jika virus ini aktif kembali maka virus ini muncul dengan
gejala yang sedikit berbeda dari varicella dan disebut herpes zoster dimana secara umum gejala yang
terjadi adalah rasa nyeri hebat atau rasa panas terbakar saat tubuh Anda bersentuhan dengan sesuatu
meskipun sentuhan ringan seperti baju dan juga disertai dengan timbulnya gelembung - gelembung
berisi cairan yang mirip dengan cacar air.
Sebuah hubungan yang unik memang antara varicella dengan herpes zoster tersebut, secara teori
timbulnya herpes zoster ini berkaitan dengan respon imunitas tubuh kita yang rendah, tapi pada
prakteknya, seringkali juga herpes zoster terjadi pada individu yang memiliki sistem imunitas normal
dan tidak rendah. Pada pasien - pasien ini herpes zoster biasanya timbul karena kadar antibodi virus
varicella zoster dan imunitas seluler dalam tubuh kita turun hingga tidak lagi efektif untuk menahan
virus ini dan timbul aktivasi kembali.
Anda tidak usah bingung dengan adanya nama herpes karena virus varicella zoster ini memang
termasuk keluarga"Herpes Virus" yang sama dengan virus herpes simplex yang biasa mengenai area
genital maupun mulut.
Jadi benarkah pendapat yang mengatakan cacar air tidak bisa terkena dua kali? Tidak benar, meskipun
jarang terjadi cacar air kembali tapi ternyata cacar air bisa terkena dua kali, entah mungkin saja
berupa cacar air kembali ataupun sebagai herpes zoster. Semoga ini bisa menambah informasi
kesehatan Anda.

Apabila anak anda terkena cacar air, anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk dilakukan
pemeriksaan apakah memang benar ruam tersebut adalah cacar air atau bukan.
Penangananyang diberikan bergantung pada kondisi masing-masing pasien:

Acyclovir: akan lebih efektif mencegah penyebaran bintil berair bila diberikan sebelum
24 jam sejak bintil pertama muncul
Obat-obatan penunjang seperti paracetamol dan bedak salycil untuk menurunkan
demam dan mengurangi gatal
Apabila bintil sudah pecah, diberikan salep acyclovir. Hindari menggunakan bedak
pada bintil yang pecah.
Multivitamin boleh diberikan untuk meningkatkan daya tahan tubuh
Untuk membantu mengurangi keluhan, anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:

Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman


Hindari selimut tebal di dalam rumah
Hindari penggunaan AC dan kipas angin
Minum cukup air putih
Makan makanan sehat dan bergizi
Istirahat cukup
Hindari makanan dan minuman yang terlalu panas / dingin
Hindari menggaruk bintil agar tidak pecah
Boleh tetap mandi untuk mengurangi gatal. Kondisi tubuh yang lengket akan
menambah rasa gatal dan resiko infeksi sekunder akibat luka garukan. Namun
gunakan air hangat untuk mandi agar anak tidak demam dan menggigil. Bila dengan
air hangat anak masih cenderung menggigil, anda dapat menyeka badannya
menggunakan waslap.

Seseorang yang sudah mengalami cacar air umumnya sudah tidak terinfeksi cacar lagi di
kemudian hari, karena sudah terbentuk antibodi pada tubuh orang tersebut. Pada kasus khusus
dapat terjadi infeksi cacar kembali terutama pada orang yang memiliki daya tahan tubuh buruk,
misalnya:

penderita AIDS
orang dengan gangguan imun
terkena virus cacar jenis lain
Sebaiknya Anda mengikuti pengobatan yang diberikan hingga tuntas, cukup beristirahat dan
konsumsi makanan bergizi dan cukup minum air putih. Hindari menggaruk bagian yang gatal
agar tidak menimbulkan infeksi.

Tertular Cacar Ketika Hamil


Pada ibu hamil yang tertular cacar, terutama di empat bulan pertama kehamilan, penyakit cacar dapat
membuat janin berisiko terkena kelairan bawaan yang disebut sindroma varisela. Kondisi ini ditandai oleh
adanya kelainan bawaan, bisa berupa:
-

luka-luka parut di kulit,


cacat pada anggota badan,
ukuran kepala kecil,
gangguan pendengaran atau penglihatan,
perkembangan mental atau motorik tidak normal.

Ibu hamil yang terkena cacar dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan ultrasound secara rinci setidaknya
pada usia kehamilan 18-20 minggu, guna melihat ada-tidaknya tanda-tanda kelainan bawaan gangguan
lain. Ada kalanya diperlukan konsultasi dengan ahli genetik untuk membicarakan risiko yang akan timbul
dan keputusan apa yang sebaiknya diambil.

Jika sakit cacat terjadi pada kehamilan tua dan lebih dari lima hari sebelum melahirkan, kemungkinan
kondisi bayi akan baik-baik saja. Ini karena lima hari setelah terinfeksi virus cacar, tubuh si ibu
membangun antibodi terhadap virus dan bayi mendapatkan antibodi tersebut lewat plasenta.
Apabila ibu terkena cacar 5-21 hari sebelum bayi lahir, ada kemungkinan si bayi terkena cacar beberapa
hari setelah lahir. Namun, karena sudah ada antibodi, kondisinya tidak parah.
Akan lebih membahayakan jika penyakit cacar itu dialami ibu hamil antara lima hari sebelum melahirkan
dan dua hari setelah melahirkan. Si kecil berisiko terpapar virus dan bisa menjadi serius karena tidak
sempat mendapat kiriman antibodi dari sang ibu.
Pada kasus ini, 30-40 persen berisiko mengalami varisela neonatal yang mungkin memerlukan
penanganan jangka panjang, bahkan sepanjang hidup. Keparahan ini bisa dikurangi dengan suntikan
varicella zoster immune globulin (VZIG) segera setelah lahir.

Agar Penderita Lebih Nyaman


Serangan penyakit cacar, meski sifatnya ringan, tetap bisa membuat pasien terganggu dan merasa tidak
nyaman. Demam bercampur rasa gatal dan ketidaknyamanan lain membuat pasien, terutama anak-anak,
bisa merengek semalaman.
Untuk meringankan gangguan tersebut, orangtua bisa melakukan kiat-kiat berikut:
- Beri kompres dingin yang telah dibubuhi obat antigatal setiap 3-4 jam pada beberapa hari pertama.
Mandi air hangat yang telah diberi obat antiseptik
- Keringkan tubuh dengan cara menekan-nekannya dengan handuk, bukan menggosoknya.
- Beri lotion atau bedak antigatal pada area yang gatal, tetapi tidak untuk muka, terutama di dekat mata.
- Ganti baju setiap hari.
- Cacar yang tumbuh di mulut membuat penderita sulit makan. Pilih makanan yang dingin, lembut, atau
sudah diblender. Hindari makanan asam seperti jus jeruk atau asin karena bisa membuat luka di mulut
makin perih.
- Tanyakan kepala dokter tentang krim pereda nyeri untuk dioleskan pada luka di daerah genital jika cacar
juga muncul di area intim tersebut.
- Hindari pemberian aspirin karena berkaitan dengan sindroma Reye, yang bisa mengarah pada
gangguan lever.
- Potong kukunya agar tidak menggaruk ruam di kulit untuk menghindari timbulnya infeksi. Mungkin perlu
memakai kaus tangan.
- Pisahkan dari orang sehat agar mereka tidak tertular