Anda di halaman 1dari 59

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Perusahaan


Di dalam perkembangan suatu perusahaan baik perusahaan menengah

maupun besar untuk memperoleh kualitas produk atau jasa yang dihasilkan
menentukan besar atau tidaknya perkembangan perusahaan tersebut. Perusahaan
saling berlomba-lomba dalam memberikan pelayanan dan kualitas yang terbaik
dari produknya. Dampak positif akan timbul sejalan dengan baiknya kualitas
produk suatu perusahaan.
Pada dunia industri, keanekaragaman kualitas dari suatu produk seringkali
tidak dapat dielakkan. Bagi perusahaan berskala kecil, menengah maupun yang
berskala besar serta dilengkapi peralatan canggih pun tidak dapat menghindari
adanya cacat (defect) pada produknya. Untuk mengurangi keanekaragaman dari
produk tersebut diperlukan sebuah sistem pengendalian kualitas yang baik.
Dengan adanya sistem tersebut, diharapkan perusahaan dapat membuat suatu
keputusan agar mendapat produk yang sesuai dengan spesifikasi tertentu.
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk merupakan salah satu perusahaan
penghasil kertas yang cukup besar di Indonesia. Untuk menjadi yang terdepan
diantara pesaing dengan produk sejenis, PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk perlu
mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas produk kertas yang dihasilkan.
2

Sejarah Perusahaan
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk, (IKPP) didirikan pada tahun 1976

sebagai perusahaan joint venture oleh perusahaan Indonesia yaitu PT. Berkat
Indah Agung dengan dua perusahaan taiwan, Chung Hwa Pulp Corporation dan
Yueng Foong Yu Paper Manufacturing Company Ltd. Dua perusahaan taiwan ini
menyediakan teknologi proses untuk menggunakan kayu gelondongan dari
daerah tropis untuk memproduksi kertas tulis dan kertas cetak. Sementara PT.
Berkat Indah Agung menyediakan akses ke sumber kayu tersebut.
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk memiliki 3 buah mesin kertas. Pada
tahun 1977, pabrik ini mulai berproduksi secara komersial dengan menggunakan
2 buah mesin dengan kapasitas produksi sebesar 100 ton/hari. Pada Juni 1982,
pabrik ini menambahkan 1 buah mesin kertas sehingga meningkatnya kapasitas

2
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

produksi menjadi 150 ton/hari. Pada Maret 1984, perusahaan ini mencapai
kesuksesan dalam meproduksi produk komersial. Kemudian bulan April 1988
dilakukan modifikasi dan reparasi mesin kertas sehingga total produksi kertas
menjadi 250 ton/hari.
Pada bulan Januari 1986 Sinar Mas Group mengakuisisi 67% total saham
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Sedangkan Chung Hwa Pulp International
Corporation dan Yuen Foong Yue Global Investment Corporation masingmasing sebesar 23% serta 10% saham sisanya. PT. Indah Kiat Pulp & Paper
melakukan saham perdana (IPO) di Indonesia baik di BEJ (Jakarta) maupun
BES (Surabaya) pada bulan Juni 1990. Perusahaan menawarkan saham perdana
senilai US$ 326 juta per 13% dari total sahamnya. Jumlah ini pernah tercatat
sebagai yang terbesar di bursa saham.
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk meraih sertifikat ISO 9002 mengenai
sistem kualitas dari badan sertifikat Internasional SGS ICS pada bulan Agustus
1995, Sertifikat ISO 14001, BS7750 dan swiss Certification pada bulan
September 1996 serta sertifikat OHSAS mengenai sistem kesehatan dan
keselamatan kerja pada bulan Oktober 2007. Hal ini menjadikan PT. Indah Kiat
Pulp & Paper, Tbk sebagai perusahaan kertas pertama di dunia yang menerima
sertifikat-sertifikat diatas. Penghargaan tersebut menyatakan bahwa perusahaan
telah memenuhi standar tertinggi sistem manajemen lingkungan.
PT.Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk. Tangerang memiliki tiga mesin kertas
Foudrinier, yang memiliki lebar trim 2,75 m dan total kapasitas produksi
sekitar 135.000 ton/tahun. Jenis kertas yang diproduksi di IKPP Tangerang Mill
adalah kertas budaya, antara lain kertas cetak, kertas fotokopi, kertas komputer,
kertas duplikator, dll. Pada tahun 2006, saham kepemilikan PT. IKPP dimiliki
oleh empat perusahaan, antara lain PT. Puri Nusa Eka Persada (57,25%), Chung
Hwa Pulp Int (BUI),Co (16,11%), Yuen Foong Yue Invest Co (7,62%) dan publik
(19,02%).
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk adalah salah satu perusahaan pulp dan
kertas terbesar di Asia di luar Jepang dan telah beroperasi selama lebih dari 30
tahun. Perusahaan ini memiliki tiga pabrik utama yang terletak di Tangerang,
Serang dan Perawang serta akses atas 300.000 hektar konsesi hutan di Sumatera.
Laporan Kerja Praktek
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

3
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Perusahaan ini telah mengakuisisi konsesi hutan yang luas dan berhasil
menanam 123.000 hektar Hutan Tanaman Industri (HTI) sampai pada Desember
1996, sehingga menjadikan Indah Kiat mampu memasok sendiri kebutuhan
bahan baku kayu mentah. Setiap tahun penanaman kembali HTI nya adalah
sekitar 20.000-30.000 hektar. Program penanaman hutan kembali tidak hanya
untuk memenuhi suplai kebutuhan bahan baku,tetapi juga merupakan komitmen
terhadap sumber daya alam yang sangat berharga serta pelestarian lingkungan
ekologi bagi generasi mendatang.
Saat ini, PT. IKPP memiliki tiga pabrik yang terletak di tiga lokasi yang
berlainan; antara lain pabrik pulp dan kertas terintegrasi di Perawang - Riau,
industri pabrik kertas di Serang - Banten, serta IKPP Tangerang yang memiliki
kapasitas terkecil di antara dua pabrik lainnya, namun merupakan pabrik yang
paling menguntungkan.
3

Tujuan Kerja Praktek


Tujuan dari pelaksanaan kerja praktek di PT. Indah Kiat Pulp & Paper

Tangerang Mill adalah :


1 Sebagai salah satu persyaratan untuk memenuhi mata kuliah Kerja
2

Praktek.
Memperdalam pengetahuan tentang keadaan umum PT. Indah Kiat
Pulp & Paper, Tbk Tangerang sebagai salah satu industri penghasil

kertas budaya di Indonesia.


Menerapkan ilmu pengetahuan yang telah didapat sewaktu kuliah dan

menganalisa permasalahan proses produksi.


Mendapatkan pengalaman kerja sebelum memasuki dunia kerja, serta
memperoleh sertifikat (referensi) dari PT. Indah Kiat Pulp & Paper,

Tbk Tangerang.
Dapat mengetahui bentuk alat-alat pada proses pengolahan kertas di
PT.Indah Kiat Pupl & Paper, Tbk Tangerang

Ruang Lingkup Kerja Praktek


Pada pelaksanaan Kerja Praktek ini dilakukan di PT. Indah Kiat Pulp &

Paper, Tbk Tangerang Mill dengan pengumpulan data serta pengamatan

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

4
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

dilakukan pada seksi Stock Preparation mengenai proses keseluruhan


pembuatan bubur pulp sebelum di proses menjadi kertas.
5

Waktu dan Tempat Pelaksanaan Kerja Praktek


Kerja Praktek di PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk Tangerang Mill ini

dilakukan mulai dari tanggal 1 Agustus - 31 Agustus 2015 dengan peraturan


Kerja Praktek mengikuti jam kerja karyawan non-shift yaitu mulai dari jam
08.00 WIB hingga jam 17.00 WIB.
6

Tata Letak Pabrik


Tata letak pabrik atau lokasi suatu pabrik merupakan hal penting yang

perlu mendapatkan perhatian khusus karena menentukan keberlangsungan suatu


proses produksi dan distribusi hasil produksi. PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk.
Tangerang Mill terletak di Jalan Raya Serpong km.8, Desa Pakulonan, Serpong,
Tangerang, Banten dengan luas area 28 ha dengan status kepemilikan sertifikat
hak dan status peruntukan lahan industri. Lokasi PT. Indah Kiat Pulp & Paper,
Tbk. Tangerang Mill cukup strategis karena letaknya berdekatan dengan jalan tol
Tangerang-Merak-Jakarta sehingga mendukung kelancaran transportasi bahanbahan yang diperlukan untuk produksi. Selain itu juga memudahkan
mengirimkan barang-barang hasil produksi kepada distributor dan para
konsumen di luar negeri yang pengirimannya biasa menggunakan kapal laut
melalui pelabuhan Tanjung Priok.
Berikut ini merupakan batas-batas wilayah PT. IKPP Tbk. Tangerang Mill :
Barat : Perumahan Gading Serpong, Sungai Cisadane.
Timur : Perumahan Alam Sutera
Utara : Pemukiman Penduduk Desa Pakulonan Timur
Selatan: Pemukiman Penduduk dan Markas Artileri Pertahanan Udara
Di dalam kawasan PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk Tangerang Mill
terdapat beberapa bangunan, yaitu :

Kantor Utama
Bangunan ini terletak di Wisma Indah Kiat yang bersebelahan dengan PT.
Indah Kiat Pulp and Paper, Tbk Tangerang. Bangunan ini merupakan
perkantoran untuk departemen yang tidak ada hubungannya secara langsung

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

5
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

dengan proses produksi kertas. Departemen Bisnis terletak di dalam


bangunan ini.

PT. Dian Swastika Sentosa


Perusahaan ini terletak di dalam kawasan PT. Indah Kiat Pulp and Paper
Tangerang Mill dan bergerak dalam bidang memproduksi listrik dan steam
yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan di PT. Indah Kiat Pulp and
Paper Tangerang Mill.

Kantor Pabrik
Bangunan ini meliputi Mill Manager Office dan departemen Administrasi

(terdiri dari seksi General Affairs dan HRD).


Pabrik
Yang termasuk di dalam kawasan ini adalah seksi Stock Preparation, seksi

Paper Machine, seksi Finishing, dan seksi Converting.


Kantor Kantor Seksi
Lokasi dari kantor-kantor seksi ini berada di tempat yang berbeda-beda.
Contohnya seksi workshop, seksi perencanaan, seksi Quality Control, seksi

K3, dan lain-lain.


Gudang
PT. IKPP Tbk. Tangerang Mill memiliki dua gudang, yaitu gudang produksi
dan gudang material. Gudang produksi digunakan untuk menyimpan
sementara kertas yang telah diproduksi. Sedangkan gudang material
digunakan untuk menyimpan persediaan bahan baku dan bahan penunjang
yang diperlukan dalam proses produksi. Gudang di PT. IKPP, Tbk.
Tangerang memiliki kapasitas 14.000 ton, memiliki 16 unit forklift, dan 1 set
container loading.

Water Treatment
Pada bangunan ini, terdapat sebuah kantor seksi dan satu set unit
pengolahan air sungai Cisadane. Fresh water yang diperoleh akan
digunakan untuk proses produksi dan non-produksi.

Unit Pengolahan Limbah

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

6
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Pada bangunan ini terdapat sebuah kantor seksi dan satu set unit peralatan
untuk mengolah limbah cair yang dihasilkan dari proses produksi. Selain itu
juga untuk mengolah limbah rumah tangga.

Bangunan bangunan lain


Bangunanbangunan lain bersifat sebagai bangunan penunjang, diantaranya
adalah: tempat ibadah, mess karyawan, ruang meeting, ruang tamu, sarana
olahraga, kantin, koperasi, kamar kecil, tempat parkir, dan lain lain.

Visi dan Misi Perusahaan


Visi Perusahaan
Menjadi produsen pulp dan kertas nomor 1 di dunia.
Dedikasi untuk memberikan nilai terbaik bagi pelanggan, pemegang
saham, karyawan, dan komunitas sekitar.
Misi Perusahaan
Meningkatkan pangsa pasar global.
Menggunakan teknologi terkini dalam pengembangan produk-produk baru
dan pencapaian efisiensi pabrik.
Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan
pembangunan budaya.

Struktur Organisasi Perusahaan


Struktur organisasi dari PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk Tangerang Mill

dipimpin oleh seorang Mill Head yang membawahi beberapa departemen yang
dibantu oleh seorang Mill Manager Office dimana setiap departemen dipimpin
oleh General Manager. Mill Head berperan dalam mengatur, merencanakan,
mengkoordinasi, mengarahkan, dan mengawasi seluruh produksi, finansial,
marketing,

pengembangan

produk,

dan

pengembangan

SDM,

dalam

menjalankan tugasnya. Tugas dan fungsi masing-masing departemen adalah


sebagai berikut :
1 Departemen Produksi
Tanggung jawab kepala departemen produksi adalah:
Melakukan proses produksi sesuai dengan dokumen yang dihasilkan

dengan pertimbangan dampak lingkungan.


Bekerja sesuai dengan instruksi kerja yang telah ditetapkan.
Memenuhi kebijakan perusahaan serta saran perusahaan.

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

7
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Bekerja sama dengan kepala departemen terkait untuk mengambil

tindakan perbaikan dan pencegahan terhadap hal hal yang menyimpang.


Departemen produksi terdiri dari:
a

Stock Preparation Section


Bertanggung jawab menyiapkan bahan baku yaitu pulp dengan melakukan
penambahan bahanbahan tertentu sehingga dapat memenuhi standar untuk
proses Paper Machine.

b Paper Machine Section


Bertanggung jawab untuk menghasilkan kertas dari buburan pulp dalam
bentuk jumbo roll dan kertas dengan ukuran lembaran besar.
c

Finishing Cutter-Rewinder Section


Seksi ini bertugas untuk melakukan pemotongan kertas dari ukuran jumbo
roll menjadi big sheet atau yang lebih kecil.

d Finishing Sortir-Packing Section


Bertanggung jawab untuk melakukan pemilahan kertas dari ukuran big
sheet berdasarkan standar kualitas sehingga akan diperoleh kertas yang baik
dan membuang kertas yang kurang baik (defect).

Converting Section
Tahap terakhir dalam proses pembuatan kertas, yaitu kertas-kertas yang baik
akan langsung di proses untuk menghasilkan produk-produk sesuai dengan
permintaan customer seperti sticky note, memo blok, amplop, dan lain-lain.

Departemen Compliance & Development


Tanggung jawab departemen Complience & Development (C&D) adalah:
Mengimplementasikan dan menspesifikasikan manajemen lingkungan.
Mengkoordinir dan memandu semua aktivitas yang berkaitan dengan

lingkungan.
Memeriksa pelaksanaan dan pemenuhan perundang undangan yang

telah diuraikan.
Koordinasi untuk publikasi dan administrasi manual lingkungan.

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

8
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Melakukan elaborasi, tinjauan atau distribusi prosedur dan lingkungan

bersama dengan kepala departemen seksi.


Menganalisa masalahmasalah lingkungan dan merekomendasikan

penyelesaiannya.
Merencanakan dan mengkoordinasikan audit lingkungan internal dan

eksternal, serta menyiapkan laporan laporan terkait.


Bekerjasama dengan departemen lain yang terkait untuk mengevaluasi
efektivitas tindakan perbaikan dan pencegahan dalam hal penyimpangan

lingkungan.
Departemen C & D terdiri dari:

Quality Assurance (QA) Section


Bertanggung jawab mengadakan pengujian terhadap kualitas dari kertas
yang sudah di produksi.

b Research & Development (R&D) Section


Bertanggung jawab terhadap bahan-bahan kimia dalam proses pembuatan
kertas terutama dalam pencampuran warna agar sesuai dengan permintaan
dari customer.
c

Environmental Protection (EP) Section


Bertanggung jawab terhadap kelangsungan pelaksanaan sistem manajemen
mutu yang berdasarkan standar ISO 9001 dan sistem manajemen lingkungan
yang berdasarkan ISO 14001. Selain itu, bertanggung jawab mengawasi
pengolahan limbah agar tidak berbahaya bagi lingkungan.

Departemen Engineering
Tanggung jawab kepala departemen engineering adalah koordinasi untuk
melakukan maintenance dan koordinasi masalah operasional seperti listrik,
steam dan air.

Departemen Engineer membawahi 3 section:


a

Electrical Engineering Section

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

9
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Bertanggung

jawab

memperbaiki,

memelihara

sistem-sistem

yang

berhubungan dengan listrik dan instrument dalam mesin produksi maupun


dalam lingkungan pabrik.
b Mechanical, Maintenance, Manufacture Section
Bertanggung jawab memperbaiki, memelihara alat-alat dan mesin produksi
serta merencanakan dan mengembangkan pabrik.
4

Departemen Business
Tanggung jawab kepala departemen business adalah :
a
b

Koordinasi penyimpanan dan pengiriman produk kepada pelanggan.


Penerapan manual lingkungan dan pemenuhan sistem manajemen

c
d

lingkungan.
Memenuhi kebijakan perusahaan, tujuan dan sasaran perusahaan.
Bertanggung jawab dalam pembelian bahan baku, pencarian pasar

untuk memasarkan produk.


Departemen bussines terdiri dari :
1. Bussiness Unit Section
Bertanggung jawab terhadap keberlangsungan proses produksi suatu produk
dari bahan baku sampai barang jadi serta membuat inovasi baru dengan
memasarkan produk-produk yang lebih menarik untuk dikonsumsi di
pasaran.
2. Marketing Section
Bertanggung jawab untuk memasarkan produk-produk ke seluruh negara
diantaranya kawasan Asia, Timur Tengah, Eropa, dan lain-lain.
3. Logistic & Delivery Section
Bertanggung jawab untuk menangani produk-produk yang akan dikirim
sehingga sampai ke tempat tujuan dengan kondisi yang baik.
4. Gudang Produksi (Finish Good Warehouse Section)
Bertanggung jawab mengawasi penyimpanan dan pengeluaran hasil
produksi kertas yang akan dipasarkan.
5. PPIC Section
Bertanggung jawab untuk membuat jadwal atau rencana produksi mulai dari
stock preparation sampai converting serta mengontrol kegiatan prosuksi
yang sedang berlangsung agar sesuai dengan permintaan customer.
5

Departemen Mill Service

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

10
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Tanggung jawab kepala Departemen Mill Service sebagai berikut :

Koordinasi pembuangan limbah padat dan penjualan barang barang

bekas dari pabrik.


Memenuhi sistem manajemen lingkungan, kebijakan perusahaan, serta

c
d
e
f
g

tujuan dan sasaran yang ingin dicapai.


Koordinasi aktivitas training.
Koordinasi keselamatan dan kebersihan lingkungan kerja.
Koordinasi dalam keadaan darurat.
Penanganan area penyimpanan barang bekas dalam plastik
Penyimpanan dan pengawasan untuk barang barang yang masuk.

Mill Service Department terdiri dari:


a

General Affair Section


Bertanggung jawab menangani masalah yang berhubungan dengan
karyawan baik di dalam maupun di luar pabrik. Selain itu, Bertanggung
jawab melakukan tindakan mengecek, dan mengontrol berbagai upaya
tindakan preventif untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan di tempat
kerja serta kerusakan lingkungan di PT. IKPP sesuai dengan undang
undang yang berlaku.

Human Resources Section


Bertanggung jawab terhadap masalah yang berhubungan dengan karyawan,
proses penerimaan karyawan baru dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan

perusahaan termasuk proses pembayaran gaji terhadap seluruh karyawan.


c Material Management Section
Bertanggung jawab dalam pendistriusian bahan baku dan bahan penunjang
yang dibutuhkan untuk kebutuhan produksi di seksi Stock Preparation
maupun Paper Machine.
d Finance & Accounting Section
Finance & Accounting Section tidak berhubungan langsung dengan proses
produksi. Seksi ini bertanggung jawab mengenai cash flow perusahaan, baik
dalam pengawasan maupun memberikan pengarahan mengenai biaya
produksi, selain itu juga bertanggung jawab dalam tender serta pembukuan
operasi produksi.

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

11
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

BAB II
DESKRIPSI PROSES

Sejarah Umum Kertas


Kertas adalah bahan tipis dan rata yang dihasilkan dengan kompresi serat

yang berasal dari pulp. Pulp merupakan hasil dari pemisahan serat dari bahan
baku berserat (kayu maupun non kayu) melalui berbagai jenis pengolahannya
seperti mekanis, semikimia dan kimia. Kata paper berasal dari bahasa Yunani
Kuno yaitu papyros untuk tanaman Papirus Cyperus.
Dalam peradaban Mesir Kuno, tanaman Papirus Cyperus biasa digunakan
sebagai media tulis menulis dimulai pada masa bangsa Firaun lalu menyebar ke
seluruh Timur Tengah sampai Romawi di Laut Tengah dan menyebar hingga
Eropa. Pada tahun 1979, seorang warga Perancis bernama Nicholas Louis Robert
menemukan proses pembuatan lembaran-lembaran kertas dalam satu wire screen
yang bergerak dan dengan melalui perbaikan-perbaikan alat ini dikenal dengan
mesin Fourdrinier. Tahun 1826, steam cylinder untuk pertama kalinya digunakan
dalam pengeringan dan pada tahun 1927 Amerika Serikat mulai menggunakan
mesin Fourdrinier.
2

Proses Produksi
Proses pembuatan kertas di PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk Tangerang

dibagi menjadi tiga (3) proses utama yaitu :


a Stock Preparation (proses persiapan bahan baku)
b Paper Machine (proses pembuatan lembaran kertas)
c Finishing-Converting (proses penyelesaian tahap akhir)
1

Stock Preparation
Stock Preparation merupakan tahap awal dalam proses pembuatan

kertas. Proses yang dilakukan dalam stock preparation sangat menentukan mutu
kertas yang akan dihasilkan. Pada seksi ini bahan baku yang digunakan berupa
lembaran pulp NBKP (Needle Bleached Kraft Pulp), LBKP (Leaf Bleached
Kraft Pulp) dan broke paper yang dihancurkan secara mekanis dan dilakukan
penambahan bahan kimia menjadi bubur pulp. Stock Preparation memiliki 3
unit, stock preparation 1 (SP#1) memproduksi kertas order khusus jenis QPP
Laporan Kerja Praktek
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

12
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

dan produksi kertas Jepang, SP#2 dan SP#3 untuk produksi kertas warna. Secara
lengkap proses penyiapan bahan baku di Stock Preparation sebagai berikut :
a Proses Pembuburan (Pulping)
Proses penghancuran bahan baku lembaran pulp (pulp sheet) menjadi
bubur kertas atau pulp dalam suatu alat pulper. Bahan baku yang dibutuhkan
berupa LBKP (Leaf Bleached Kraft Pulp) yaitu pulp serat pendek yang berasal
dari pohon yang berdaun lebar tumbuhan tropis. LBKP ini diperoleh dari PT.
Indah Kiat Pulp & Pulper, Tbk. Perawang. Untuk penghancuran pulper bahan
baku LKBP digunakan air proses (White Water) dan NBKP (Nadelholz
Bleached Kraft Pulp) yaitu jenis pulp serat panjang yang berasal dari pohon
berdaun jarum. NBKP diimport dari New Zealand, Argentina dan Amerika.
Pada proses penghancuran pulper berbahan baku NBKP digunakan air bersih
(Fresh Water). Lama proses pulping adalah 10 15 menit. Pada pulper 1, 2,
4, dan pulper 6 terpasang separator magnetic yaitu sebuah alat untuk
menyaring kawat pengikat yang ikut terbawa pada pulp. Untuk pulp LBKP
kemudian dialirkan ke pulper chest sebagai tempat penampungan sementara
sebelum ke High Centrifugal Cleaner (HCC), sedangkan untuk pulp NBKP
langsung dialirkan kedalam refiner karena pulp NBKP lebih bersih
dibandingkan dengan pulp LBKP. Konsistensi pulp di pulper dan pulper chest
masing-masing besarnya 4,5-5% dan 4-4,5%.
b Proses Pembersihan (Cleaning)
Proses pembersihan menggunakan High Centrifugal Cleaner (HCC) yang
berjumlah 3 unit. Sebelum masuk kedalam High Centrifugal Cleaner (HCC),
bubur pulp masuk kedalam CRC (Consistency Recording Controller) untuk
menjaga konsistensi larutan agar tetap konstan. High Centrifugal Cleaner
(HCC) digunakan untuk memisahkan kotoran kotoran pada pulp seperti
kawat, pasir, dan lain-lainnya. Dalam alat ini pulp dikontakkan dengan air
menggunakan gaya centrifugal. Kawat dan kotoran lain yang memiliki berat
jenis besar (lebih berat dari bubur pulp) akan terdorong kebawah dan
terkumpul di junk box dan pulp keluar sebagai outlet. Kemudian dari HCC,
bubur pulp dialirkan ke flow tank yang berfungsi sebagai tempat

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

13
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

penampungan sementara bubur pulp, sehingga laju alir dan tekanan bubur
pulp yang akan masuk kedalam refiner konstan dan kontinyu.
c Proses Penggilingan (Refining)
Refining adalah proses penggilingan serat dengan menggunakan Double
Disk Refiner (DDR) untuk menghasilkan bubur pulp dengan derajat giling
(freeness) sesuai dengan gramatur yang diinginkan dan akan di produksi, serta
memperluas permukaan serat sehingga memperkuat ikatan anatra serat atau
memperoleh ikatan antar serat yang optimum. Sebelum masuk ke refiner, pulp
dilewatkan pada HDC (High Density Cleaner) sehingga kotoran yang berat
seperti pasir, logam, gumpalan pulp dan lainnya akan terpisah. Kemudian
dikontrol konsistensi bubur pulp dengan alat CRC (Consistensy Recording
Controller).
d Proses Pencampuran (Mixing)
Pada proses pencampuran, pulp berserat panjang dan pendek dicampur
dalam sebuah alat yaitu mixing chest. Tujuan pencampuran ini agar tensile
strength (daya tahan kertas terhadap gaya tarik yang bekerja pada kedua ujung
kertas), smoothness dan lainnya dapat ditingkatkan. Setelah pulp tercampur
lalu dialirkan ke medium chest dengan dicampur cationic starch. Pada medium
chest dipasang alat total consistency recorder control yang berfungsi untuk
mengetahui total konsistensi campuran pulp. Konsistensi campuran pulp di
medium chest yaitu 3-3,5%.

Gambar 2.1 Diagram Alir Stock Preparation


Paper Machine
Pada bagian Paper Machine, bubur pulp mengalami proses

menjadi lembaran kertas. Bubur pulp dari Stock Preparation 1 (SP#1) akan
diproses di Paper Machine 1 (PM#1) , dari SP#2 ke PM#2 dan dari SP#3 ke
PM#3. Untuk produk yang dihasilkan adalah :
1 Paper Machine 1 : 100% speciality kertas QPP dan kertas order Jepang
2 Paper Machine 2 : Kertas warna
3 Paper Machine 3 : Kertas warna
Secara lengkap uraian proses produksi pada tahapan Paper Machine :
Laporan Kerja Praktek
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

14
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Machine Chest
Setelah dari Stock Preparation bubur pulp ditampung di penampungan
semetara yang disebut machine chest,sebelum masuk kedalam machine
chest bubur pulp di injeksi bahan kimia yaitu OBA, Anionic dyes dan

internalsizing agent (AKD)


Fan Pump
Setelah masuk ke dalam machine chest bubur pulp dipompa ke fan pump

yang berfungsi sebagai pengatur jumlah aliran. Dalam fan pump, bubur pulp
ditambahkan dengan AKD (Alkyl Ketene Dimer) dan dyes. Dyes yang
digunakan dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan muatan yang dikandung
yaitu Anionic Dyes dan Cationic Dyes. Fungsi Anionic Dyes yang
ditambahkan di machine chest sebagai penghomogen bubur pulp sedangkan
produk yang dihasilkan berupa kertas warna maka Cationic Dyes dialirkan
dari fan pump. Setelah melalui fan pump bubur pulp kemudian dialirkan ke
cleaner.
c Centrifugal Cleaner
Centrifugal cleaner berfungsi untuk memisahkan bubur pulp dari pasir dan
kotoran lainnya dengan menggunakan prinsip gaya sentrifugal dimana beban
yang berat akan turun ke bawah dan yang ringan akan ke atas. Masing-masing
PM memiliki 4 grup centrifugal cleaner. Pada grup 1 terdiri dari 36 centri
cleaner, untuk grup 2 terdiri dari 8 centri cleaner, sedangkan pada grup 3
terdiri dari 4 centri cleaner, dan grup 4 terdiri dari 1 buah centri cleaner.
Aliran pulp yang sudah bersih (accept) dari CC1 (Centrifugal Cleaner Grup 1)
akan langsung dialirkan menuju horizontal screen dan aliran pulp yang masih
kotor (reject) akan dialirkan menuju CC2. Aliran accept dari CC2 dialirkan
menuju silo pit untuk dikembalikan ke CC1 dengan bantuan fan pump,
sedangkan aliran reject dari CC2 akan dilanjutkan ke CC3 untuk dibersihkan
kembali. Aliran accept dari CC3 dikembalikan ke CC2 sedangkan aliran reject
dari CC3 akan dialirkan menuju CC4 sebagai grup terakhir dalam proses
pembersihan pulp. Aliran accept dari CC4 dilanjutkan ke CC2 untuk
dibersihkan lebih lanjut sebelum masuk ke CC1 dan aliran reject dari CC4
langsung dialirkan menuju WWT (Waste Water Treatment).
d Horizontal Screen
Laporan Kerja Praktek
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

15
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Pulp yang sudah bersih hasil dari Centrifugal Cleaner akan disaring
kembali menggunakan horizontal screen dengan berdasarkan perbedaan
ukuran partikel. Pada horizontal screen ditambahkan CaCO3 yang berfungsi
mengisi kekosongan dari bahan dan terjadi proses pemisahan dan penyaringan
untuk memisahkan pulp dari gumpalan-gumpalan dan kotoran lainnya. Pulp
masuk ke dalam screen karena adanya tekanan dari aliran. Kotoran seperti
pasir atau kawat yang masih tertinggal akan tertahan dan langsung dibuang ke
pembuangan pertama (primary reject). Selanjutnya serat-serat yang halus dan
sama ukurannya lolos melewati celah-celah diantara saringan dan langsung
dialirkan ke dalam head box sedangkan yang tidak lolos saringan atau reject
akan dialirkan ke pack pulper untuk disaring ulang. Bubur pulp yang lolos di
pack pulper akan dialirkan ke dalam silo pit, sedangkan bubur pulp yang tidak
lolos akan dialirkan ke WWT (waste water treatment).
e Head Box
Tahap selanjutnya adalah pembuatan lembaran kertas yang berawal dari
head box. Sistem yang dipakai adalah system closed head box yang
merupakan head box bertekanan untuk menjaga agar turbulansi di dalam head
box tetap stabil. Tujuan utama head box adalah :
1 Mengeluarkan aliran yang seragam dari slice opening ke wire
2

dengan sudut dan kecepatan yang benar.


Mengalirkan stock secara merata pada wire sesuai arah dan lebar

mesin.
Menghasilkan

turbulensi

terkontrol

untuk

menghilangkan

gumpalan fiber.
4 Mengatur grammatur kertas yang diproduksi.
Setelah itu bubur pulp akan disebarkan secara merata di atas permukaan
plastic wire untuk memasuki proses dewatering.
f Dewatering
Proses ini merupakan proses pengurangan kadar air yang terkandung
didalam bubur pulp dengan menggunakan dua cara. Pertama, meloloskan air
ke bawah plastic wire ketika bergesekan dengan hidrofoil. Sehingga pada wire
mulai terbentuk lembaran kertas yang masih basah. Air yang keluar selama
proses ini ditampung di wire tank. Setelah terbentuk lembaran kertas yang
masih basah, tahap selanjutnya yaitu wire dengan bantuan alat vacuum
Laporan Kerja Praktek
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

16
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

sehingga sisa air yang masih terdapat pada lembaran kertas dapat terdorong
keluar dan ditampung di wire pit. Selama proses dewatering, ada sebagian
buburan pulp yang lolos dan tidak menjadi lembaran kertas. Buburan pulp ini
ditampung ke dalam couch pit. Kadar air (moisture content) setelah melewati
proses dewatering adalah 9095 %. Proses yang terjadi dari head box sampai
dewatering disebut proses internal sizing karena proses proses tersebut
membentuk bagian dalam kertas. Wire juga dibersihkan secara kontinu dengan
sistem shower sehingga wire tidak kotor dan selalu bersih.
g Pressing
Setelah pengurangan kadar air dalam bubur pulp pada dewatering,
buburan digiling lagi di dandy roll agar betul-betul uniform, lalu buburan
dibentuk seperti lembaran (sheet). Dari dandy roll, lembaran dipress dengan
kekuatan 4-5 bar untuk mengeluarkan air yang terkandung. Lembaran kertas
mengalami proses pressing dengan cara dilewatkan pada 3 buah roll silinder
yang berputar. Proses pressing dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu :
First press (1P)
Pada bagian ini hanya terjadi pengambilan lembaran kertas dengan
bantuan felt yang berputar. Pada tahap pressing 1 kadar air pada

lembaran kertas akan dikurangi hingga 50 60 %.


Second press (2P)
Pada bagian ini terjadi pembentukan atau pengaturan thickness. Pada

tahap ini air pada lembaran kertas akan dikurangi hingga 40 50 %.


Third press (3P)
Proses ini disebut juga dengan smoothing press. Pada bagian ini
terjadi proses penghalusan permukaan kertas terutama untuk produksi

kertas diatas 120 gram.


h Drying
Lembaran kertas yang telah melewati proses pressing kemudian
dilewatkan pada dryer untuk mengurangi kadar air yang terkandung di dalam
lembaran kertas. Proses pengeringan kadar air dari lembaran kertas dilakukan
dengan menggunakan cylinder drum yang di dalamnya dialiri steam. Proses
drying dibagi menjadi 2, yaitu :
Drying I

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

17
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Dibagi menjadi 3, yaitu group I, group II, group III. Moisture content
yang terkandung dalam lembaran kertas setelah melewati drying I

adalah 2-3%.
Drying II
Proses drying II dibagi menjadi 2 yaitu group IV dan group V.
Moisture content yang terkandung dalam lembaran kertas melewati
drying II adalah 5-6%. Steam yang ada di dalam cylinder drum berasal

dari boiler. Dari group I akan masuk ke flash tank I dan diumpankan
kembali untuk group II. Steam dari group II masuk ke flash tank II
dan diumpankan lagi untuk group III. Steam dari group III masuk ke
flash tank III dan diumpankan kembali untuk group IV. Steam dari
group IV masuk ke flash tank IV dan diumpankan kembali untuk
group V. Sedangkan steam dari group V akan masuk kedalam
recovery tank dan akan dikondensasikan ke boiler.
Gambar 2.2 Aliran Steam dalam Proses Drying
Sebelum melewati drying II, lembaran kertas terlebih dahulu melewati
proses surface sizing dengan cara menambahkan starch solution pada
lembaran kertas. Starch solution tersebut mengandung :

Tapioka

SSA
Enzym

: untuk melapisi dan mengisi pori-pori pada


lembaran kertas
: untuk memperkuat lembaran kertas
: untuk menguraikan rantai kimia dari tapioka

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

18
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

PVA

: untuk menambah kekakuan kertas (stiffness)

Tapioka yang akan ditambahkan ke dalam lembaran kertas harus melalui


proses pemasakkan terlebih dahulu. Proses pemasakkan tapioka dilakukan
pada rentang suhu 75C dengan menambahkan enzym.
i

Calendering
Proses calendering bertujuan untuk menghaluskan permukaan kertas. Pada

proses ini digunakan 4 buah roll yang bergerak arah putarannya secara
berlawanan. Lembaran kertas yang melewati roll-roll tersebut akan
mengalami penekanan. Proses calendering digunakan untuk produksi
printing paper.
j Reeling
Kertas yang sudah kering digulung sehingga membentuk roll yang besar
atau disebut juga dengan jumbo roll (roll besar). Panjang jumbo roll itu tidak
sama tergantung pada bentuk pada proses finishing dengan kandungan air
(moisture content) sebesar 5 6 %
3

Finishing-Converting
Kertas jumbo roll yang telah diproduksi pada bagian paper

machine diperiksa kualitasnya oleh seksi quality control. Kertas yang telah
memenuhi syarat akan dikirim ke bagian finishing-converting yang merupakan
tahapan terakhir dalam proses produksi kertas. Seksi Finishing bertanggung
jawab dalam mengadakan pengawasan dalam proses penyortiran dan
pengepakan secara manual lembaran kertas. Sedangkan seksi converting
bertanggung jawab dalam pemotongan roll kertas menjadi sheet atau mini roll
sehingga pada departemen Finishing Converting akan dihasilkan kertas dalam
bentuk roll, big sheet, dan cut size.
a Finishing
Pada bagian finishing terjadi 3 tahapan proses, yaitu proses pemotongan,
penyortiran, dan pembungkusan (packing).
Pemotongan
Jumbo roll yang dihasilkan paper machine dipotong sesuai permintaan
konsumen. Umtuk memotong kertas digunakan mesin Rewinder dan
cutter. Mesin rewinder digunakan untuk memotong kertas dalam bentuk
Laporan Kerja Praktek
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

19
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

roll yang lebih kecil. Sedangkan mesin cutter digunakan untuk


memotong kertas dalam bentuk lembaran atau sheet besar.
Penyortiran
Proses penyortiran dilakukan pada kertas dalam bentuk lembaran.
Penyortiran dilakukan untuk memisahkan lembaran kertas yang cacat
(kotor, bergelombang, sobek, warna belang, terdapat tanda cacat dari alat
proses). Setelah disortir kemudian lembaran kertas dihitung dalam satuan
rim (500 atau 250 lembar) untuk tiap kemasan. Proses penyortiran
dilakukan secara manual. Untuk kertas-kertas yang tidak lolos akan
dimasukan ke dalam mesin pulper sebagai broke paper bersama kertas
sisa hasil pemotongan sedangkan kertas yang lolos dari penyortiran akan
dipacking.
Pembungkusan (packing)
Proses pembungkusan kertas dalam bentuk sheet dilakukan dengan
menggunakan wrapping paper dan dipacking dengan wooden pallet dan
dilapisi dengan plastik menggunakan mesin pembungkus (Robopac).
Setelah itu kertas tersebut sebagian dikirim ke bagian converting untuk
dipotong dengan ukuran lebih kecil dan ada juga yang langsung dikirim
ke gudang produksi sesuai dengan permintaan konsumen.
b

Converting
Converting terbagi menjadi 4 bagian yaitu Converting 1, 2, 3 dan 4 yang

masing-masing memproduksi produk yang berbeda.


Converting 1 : memproduksi kertas origami dan loose leaf
Converting 2 : memproduksi kertas kokoru
Converting 3 : memproduksi sticky note
Converting 4 : mendaur ulang kertas yang masih layak pakai
menjadi rainbow paper dan kertas berpola
3

Bahan Baku Produksi


Bahan baku yang dibutuhkan dalam pembuatan kertas di PT. Indah Kiat

Pulp & Paper, Tbk adalah :


Pulp
Pulp merupakan bahan baku utama yang digunakan dalam pembuatan
kertas. Pulp yang digunakan di PT. Indah Kiat Pulp & Paper
Tangerang Mill didatangkan dari Perawang, Riau. Tampilan fisik pulp
Laporan Kerja Praktek
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

20
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

adalah lembaran kertas yang merupakan hasil langsung dari proses


kraft yang diputihkan dengan bahan dasarnya serat kayu. Adapun
standar sifat-sifat fisik dan kimia dari pulp yang digunakan di PT.
Indah Kiat Pulp & Paper Tangerang Mill adalah sebagai berikut :
o Sifat fisik Pulp
Fungus yaitu proses pemeriksaan apakah pulp yang baru datang
berjamur atau tidak.
Packaging (kemasan), hal yang perlu diperhatikan dari packaging
adalah kebersihannya, tidak robek dan tidak basah.
Rusty Wire yaitu pulp yang baru didatangkan umumnya masih
berada dalam tumpukan yang disebut per balle. Tumpukan pulp
diikat dengan menggunakan kawat sehingga dapat meninggalkan
noda pada pulp.
Dirty Problem, balle-balle pulp terkadang masih mengandung
kotoran-kotoran yang perlu dibersihkan.
Dirt count, dirt atau noda merupakan benda asing pada lembaran
pulp yang mempunyai warna yang kontras dengan lembaran pulp
dan mempunyai luas titik hitam ekuivalen 0,04 mm2 atau lebih.
Brightness yaitu perbandingan antara intensitas cahaya biru dengan
panjang gelombang 457 nm yang dipantulkan oleh permukaan
lapisan Magnesium Oksida (MgO) pada sudut datang 45 oC dan
sudut pantul 0oC yang dinyatakan dalam persen GE (General
Electric).
Strength Properties
Ada beberapa sifat yang termasuk didalam strength properties, yaitu:

Surface strength yaitu mengukur kekuatan permukaan kertas atau daya

tahan permukaan kertas terhadap kekuatan cabut (picking).


Tensile strength yaitu mengukur daya tahan material terhadap gaya
tarik yang bekerja pada kedua ujung bahan yang dinyatakan dalam 15

kgf/mm atau 15 kN/m diukur pada kondisi standar.


Tearing strength yaitu mengukur gaya yang diperlukan untuk merobek
pulp pada kondisi standar yang dinyatakan dalam gram gaya (gf) atau
mN.

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

21
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Bursting strength yaitu mengukur besarnya tekanan hidrostatik yang


diperlukan untuk dapat merusak (rupture), jika tekanan dinaikan
dengan laju konstan.
o Sifat-Sifat Kimia
Kadar Air (moisture content)
Kadar air merupakan jumlah kandungan air yang terkandung
didalam pulp yang diukur pada temperatur 105 2o C. Infrared
moisture tester merupakan alat yang digunakan untuk menguji
kadar air dengan satuannya adalah gram. Cara menghitung
moisture content:
MC = ( W1 W2) x 100%
W1
pH
pH merupakan bilangan yang menyatakan derajat keasaman pulp
tersebut. Pulp yang digunakan harus memiliki pH 7 0,2 sehingga
pulp yang digunakan tidak bersifat asam.
Kadar Chlor
Kadar chlor ditentukan dengan cara mentitrasi AgNO 3 dengan
K2CrO4. AgNO3

digunakan

sebagai

larutan

standar

yang

sebelumnya telah direaksikan dengan KCl atau NaCl sedangkan


K2CrO4 digunakan sebagai indikator.
Muatan pulp
Muatan pulp (particle charge) merupakan jenis muatan listrik pulp.
Pulp sendiri bermuatan negatif. Untuk mengukur muatan pulp
digunakan alat PCD Titrator dengan satuan dalam miliVolt (mV).
Pitch
Pitch merupakan kandungan getah yang terkandung di dalam pulp.
Getah dapat mempengaruhi kualitas kertas yang akan dihasilkan.
Selain sifat-sifat diatas, PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tangerang Mill
menggunakan 2 jenis pulp dari perawang yaitu NBKP dan LBKP.
o Komponen Penyusun Pulp
Serat yang terkandung di dalam pulp mengandung 3 komponen utama :
1 Selulosa
Selulosan merupakan penyusun utama dinding sel tumbuhan.
Rumus molekulnya adalah (C6H10O5)n dimana n menunjukan
Laporan Kerja Praktek
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

22
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

derajat polimerisasi. Selulosa merupakan polimer yang tersusun


atas glukosa dan merupakan komponen utama dari polisakarida
di dalam kayu. Kandungan selulosa di dalam kayu besarnya
2

sekitar 40 50%
Hemiselulosa
Hemiselulosa merupakan polimer yang tersusun atas glukosa,
manosa,

galaktosa,

xylosa,

dan

arabinosa.

Umumnya

hemiselulosa mengalami degradasi dalam proses sehingga


kandungan

hemiselulosa

dalam

pulp

akan

lebih

kecil

dibandingkan selulosa. Hemiselulosa mempengaruhi tearing


strength dan ikatan hydrogen serat suatu pulp. Semakin rendah
kandungan hemiselulosa maka tearing strength akan semakin
rendah dan ikatan hydrogen serat akan semakin besar.
3

Kandungan yang hemiselulosa dalam kayu sebesar 15 35%


Lignin
Sebagian besar komponen lignin tersusun atas fenyl propan
yang saling terikat dalam bentuk 3 dimensi. Selain komponenkomponen tersebut, juga terdapat sebagian kecil pengotor yang
ada di dalam kayu. Kandungan lignin yang ada di dalam kayu
sebesar 20 35%

NBKP (Needle Bleached Kraft Pulp)


NBKP merupakan salah satu jenis pulp yang berasal dari tumbuhan
dengan kayu lunak (softwood) yang sering ditemukan di daerah
bermusim dingin dan berdaun jarum seperti cemara, pinus ataupun
akasia. NBKP memiliki serat yang panjang (2,5 mm) dan kuat
sehingga cocok digunakan untuk menghasilkan kertas yang tipis dan
kuat, tetapi memiliki permukaan kertas yang kasar dan tidak memiliki
kehalusan (smoothness) yang baik. Pulp NBKP yang digunakan ini
diimpor dari Brazil dan Kanada dengan kebutuhan perbulan mencapai

1000 ton/bulan.
LBKP (Leaf Bleached Kraft Pulp)

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

23
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

LBKP merupakan jenis pulp lain yang digunakan dalam pembuatan


kertas dengan serat yang lebih pendek (1,1 mm) dari tumbuhan
berkayu keras (Hardwood). Pulp ini berasal dari tumbuhan Kulim,
Kempas, dan Meranti. Tumbuhan jenis ini sering ditemui di daerah
tropis dan berdaun lebar. Kertas yang dihasilkan dari pulp ini lebih
tebal (BW 80 GSM) seperti karton dan kertas gambar. Pulp jenis ini
didatangkan dari PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk Perawang dengan
kebutuhan 6000 ton/bulan.

Broke Paper
Broke paper dihasilkan dari sisa-sisa hasil produksi yang tidak
terpakai atau yang tidak sesuai dengan spesifikasi pemesanan dari
Paper Machine ataupun Finishing-Converting. Kertas sisa ini
biasanya digunakan untuk pembuatan kertas warna, kertas ini
dibuburkan kembali sesuai dengan warna yang ingin diproduksi.
Terdapat beberapa keuntungan dari penggunaan broke paper antara
lain

penghematan

bahan

baku

dan

meningkatkan

kecerahan

(Brightness). Penggunaa broke paper hanya berkisar pada 20-25%


tergantung jenis kertas yang akan diproduksi.
4

Bahan Penunjang Produksi


Bahan penunjang produksi adalah bahan uang digunakan dalam proses
produksi kertas yang biasanya berupa bahanbahan kimia diantaranya sebagai
berikut :
1
Filler
CaCO3

dengan

struktur

Calcite

dan

ukuran

partikelnya

berdiameter 1,0-1,2 m digunakan sebagai filler (bahan pengisi


kertas), pemerata pori-pori (porosity) dan memutihkan kertas
(whiteness). Kegunaan dari filler adalah sebagi berikut :
1 Menghasilkan struktur atau susunan kertas yang baik
2 Meningkatkan tekstur kertas agar permukaannya lebih halus
atau
3
4

memperbaiki

kelicinan

(smoothness)

kertas

dan

komposisinya seragam.
Meningkatkan opacity (daya tahan terhadap sinar) pada kertas
Membuat hasil cetakan lebih baik

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

24
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Bahan pengisi (filler) yang digunakan oleh PT. Indah Kiat Pulp &
Paper, Tbk terdiri dari 2 jenis, yaitu CaCO3 dan non CaCO3 yang
mempunyai kualitas yang lebih baik dan harganya lebih murah.

Filler CaCO3
Filler CaCO3 yang didapat dari supplier tidak dapat langsung
digunakan karena memiliki tingkat kemurnian yang tinggi,
sehingga perlu untuk diencerkan dengan menggunakan air bersih
sampai didapat nilai konsistensi sebesar 301% di dalam mixer
tank. Lalu larutan CaCO3 disaring untuk memisahkan kotorankotoran yang tersisa, setelah itu larutan dimasukkan ke dalam
service

tank

dan

ditambahkan

biocide

untuk

mencegah

perkembangan mikroorganisme.
Filler Non CaCO3
Filler jenis ini jarang digunakan dan hanya digunakan untuk
pesanan khusus, yaitu untuk kertas dengan opasitas yang tinggi
seperti QPP (Quran Paper High Smoothness). Filler non CaCO3
yang biasa digunakan adalah ansilex. Dalam penggunaannya, filler
ini dicampur dengan filler CaCO3 dan digunakan dalam jumlah
sedikit. Filler Non CaCO3 yang didapat dari supplier masih
berupa serbuk sehingga terlebih dahulu dilarutkan dengan
menggunakan air bersih. Lalu serbuk filler non CaCO3 dan air
dialirkan ke dalam tangki yang mengalami pengadukan sehingga
diperoleh konsistensi sebesar 302%.
2

AKD (Alkyl Ketene Dimer)


AKD (Alkyil Ketene Dimer) berupa larutan berwarna putih dan
merupakan Internal Sizing Agent. AKD ini ditambahkan bersamaan
dengan dyes, cationic starch dan OBA. Bahan ini digunakan bertujuan
agar memberikan ketahanan pada kertas sehingga saat kertas ditulis,
tinta tidak akan menyebar. Penggunaan bahan ini tergantung pada
gramatur kertas dan biasa digunakan sekitar 5,5-8 kg/ton kertas.

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

25
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Cationic Starch
Cationic starch termasuk dalam Internal Sizing Agent yang
berfungsi untuk menambah kekuatan pada susunan serat kertas,
meningkatkan

ketahanan

kertas

terhadap

air

dan

membantu

meningkatkan retensi filler dan zat warna. Cationic starch Cationic


starch dibuat dari tepung tapioca atau sagu dan ditambahkan pada
seksi stock preparation untuk merekatkan antar serat dan merekatkan
AKD dengan serat kertas. Proses pembuatannya adalah sebagai
berikut :
Cationic starch diperoleh dari supplier berupa serbuk atau bubuk
dilarutkan dalam air bersih dengan perbandingan tertentu. Setelah

tepung larut, pindahkan ke tank pemasak 7.5 m3 dengan pompa.


panaskan larutan tersebut dengan steam hingga temperature 95 0 C
kemudian setelah kurang lebih 10-15 menit tambahkan fresh water

hingga batas yang ditentukan.


Lalu larutan cationic starch disaring untuk memisahkan kotoran,
kemudian ditambahkan biocide untuk mematikan mikroorganisme.

Tempat penambahan cationic starch adalah mixer pipe medium chest.


Standar konsistensi larutan cationic starch siap dipakai adalah 1
0,1%.

OBA (Optical Brightening Agent)


OBA digunakan untuk meningkatkan parameter kecerahan
(brightness) agar kertas terlihat semakin terang. Penambahan OBA
dilakukan pada pompa machine chest terutama untuk produksi kertas
berwarna putih. Berikut ini merupakan struktur molekul dari OBA :

Gambar 2. Struktur Molekul OBA (Optical Brightening Agent)


Laporan Kerja Praktek
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

26
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Dyes
Dyes merupakan bahan pewarna pada kertas, selain itu dyes juga
dapat membuat warna kertas menjadi lebih putih. Terdapat 3 macam
dyes yang digunakan di PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk Tangerang
yaitu serbuk dasar, pasta pigment dan serbuk Pergasol. Pewarna yang
sering digunakan diantara ketiga tersebut adalah serbuk pergasol.
Konsentrasi dyes tergantung pada warna yang diinginkan dan dibantu
dengan alat dosing

pump. Cara persiapan larutan dyes adalah

memasukan air bersih kurang lebih 1/3 bagian drum kemudian


ditambahkan dyes dengan ukuran sesuai dengan konsentrasi larutan
yang akan dibuat (1% - 50%) dan ditambahkan kembali air hingga
batas kapasitas drum yang digunakan. Untuk menyiapkan larutan
bahan pewarna dengan konsentrasi 100% maka bahan pewarna yang
ada dikemasan langsung dimasukkan ke dalam drum.
6

SSA (Surface Sizing Agent)


SSA berupa larutan bewarna putih dan penggunaannya bergantung
pada solid content SSA tersebut. SSA digunakan sebagai bahan untuk
memberikan ketahanan terhadap penetrasi cairan di permukaan kertas,
meningkatkan smoothness, dan meningkatkan kemampuan cetak dari
kertas. Penambahan SSA dilakukan saat pemasakan tapioka.

Retention Aid
Retention Aid berupa padatan putih yang digunakan untuk
membantu retensi serat-serat halus agar tidak banyak jatuh pada saat
penyaringan. Penambahan Retention Aid dilakukan sebelum masuk ke
dalam horizontal screen.

Biocide
Biocide berupa larutan putih yang bersifat korosif dan termasuk
golongan B3. Biocide digunakan dalam produksi kertas sebagai
pembunuh bakteri untuk mencegah penggumpalan bakteri (slime pot).
Jenis biocide yang sering digunakan seperti Natrium Hypochlorite

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

27
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

(NaOCl). Penambahan biocide ini dilakukan sebelum masuk ke head


box seperti dalam wet end, white water pit dan broke chest.
9

Defoamer
Cairan berwarna putih ini digunakan untuk menghilangkan busabusa pada pulp di dalam silo pit. Busa yang muncul umumnya akibat
dari penggunaan bahan kimia yang berlebihan. Selain pada silo pit,
defoamer juga digunakan pada proses pengolahan limbah untuk
mengurangi suplai oksigen agar menghambat pertumbuhan bakteri
aerob.

10

PVA (Polivinyl Alkohol)


Serbuk PVA ini berfungsi untuk meningkatkan kualitas kertas
terutama di sifat fisik kertas yaitu kekakuan (Stiffness) yang
dibutuhkan pada kertas cetak, penambahan PVA bergantung pada jenis
kertas dan gramatur kertas yang akan diproduksi.

11

Tapioka
Tapioka berfungsi untuk mengisi pori-pori pada kertas yang masih
kosong. Jumlah pemakaiannya bergantung pada jenis dan gramatur
kertas. Tapioka berupa serbuk putih yang kemudian dilarutkan dengan
air dan dimasak dengan enzim untuk memutus rantai panjangnya juga
menggunakan steam menjadi starch solution yang akan ditambahkan
pada proses drying.

12

Enzyme
Enzyme digunakan untuk memutus rantai panjang tapioka agar
viskositas tapioka sesuai dengan yang diinginkan. Enzym yang
digunakan berupa cairan berwarna hitam, korosif dan termasuk bahan
B3. Jumlah pemakaiannya bergantung pada gramatur dan jenis kertas.

13

NaOH
Larutan berwarna kuning ini didapat dari seksi stock preparation,
umumnya digunakan saat boil out pada seksi paper machine untuk
membersihkan alat-alat proses dari sisa bahan kimia dan kotoran
mikroorganisme.

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

28
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

14

NaOCl
Larutan ini berfungsi untuk meningkatkan derajat putih kertas dan
mengatur kadar klorin bebas pada kertas. Pengaturan kadar klorin
pada kertas dilakukan agar menghindari serat-serat kertas menjadi
rapuh.

15

Wax Emulsion
Wax emulsion merupakan larutan yang ditambahkan pada
kertas dengan tujuan untuk meningkatkan daya tahan tinta,
mencegah set-off, dan meningkatkan daya rekat tinta.
16

Flokulan
Flokulan berfungsi untuk membantu mengikat lumpur dan
mengendapkan lumpur atau kotoran yang terkandung di dalam air
pada process water tratment dan juga pada settling tank. Flokulan
yang biasa digunakan adalah kuriflok yang berupa sebuk. Cara
pemisahan flokulan adalah sebagai berikut :
Masukan flokulan yang telah ditimbang seberat 0,5 kg (
0,1 kg untuk efisiensi atau perbaikan pengendapan) sedikit
demi sedikit ke dalam tangki pelarut yang sudah diisi air
bersih dan diadu dengan agitator.
Jika telah larut sempurna, alirkan ke tangki penampung.
Pemakaina flokulan pada Settling tank :
Settling tank 150 A = 1500 cc/30 menit 10
Settling tank 150 B = 1500 cc/30 menit 15
Settling tank 150 C = 1500 cc/30 menit 10

17

Allum (Al2(SO4)3.18H2O)
Allum berfungsi sebagai koagulan yang digunakan untuk
mengendapkan pengotor atau lumpur dalam process water
treatment. Selain itu, allum juga digunakan untuk mengikat sizing
agent dengan serat kertas. Ikatan ini menghasilkan koloid dalam
kertas sehingga penambahan sizing agent lebih efektif dan

18

mengatur pH kertas.
CaCl2 (Calsium Chloride)

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

29
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Calcsui Chloride ditambahkan dalam pulper yang berfungsi


meningkatkan kekuatan pulp dalam meyerap yang di tambahkan di
pulper (yang ada di seksi stock preparation ) yang berfungsi
menigkatkan kekuatan pulp dalam meyerap dyes atau pigmen
warna. Calsium chloride yang digunakan di PT. IKPP Tbk.
Tangerang Mill berupa serbuk.
19

Zinc Sulfat (ZnSO4)


ZnSO4 berfungsi untuk membantu proses penetrasi enzyme
ke dalam tapioka. ZnSO4 yang digunakan berupa serbuk putih dan
hanya digunakan pada seksi paper machine. Jumlah penggunaan
ZnSO4 adalah sekitar 56 kg/batch.

20

BOC ( Boli Out Chemical )


BOC berfungsi untuk membersihkan alat-alat proses dari kotoran
mikroorganisme dan sisa bahan kimia. BOC berupa larutan
berwarna kuning dan digunakan di seksi Paper Machine. BOC
terdiri dari 2 macam, yaitu :
1. BOC alkaline
BOC untuk alkaline berfungsi untuk membersihkan sistem
dari bakteri dengan pH > 12 dan menggunkan pemanasan.
Alkaline boil-out dilakukan sebagai berikut :
Alkaline boil-out dilakukan setiap paper machine

stop service berkala sesuai jadwal


Matikan M/C chest pump dan buka valve steam
lalu panaskan air silo pit sampai suhu yang

ditentukan 60 100C.
Masukan caustic soda 48% ke dalam silo pit

sebanyak 800-1000 kg hingga mencapai pH 12.


Tambahkan boil clean sebanyak 5 kg dan
sirkulasikan aliran caustic soda ke dalam silo pit
dengan temperatur konstan sebesar 60 10 oC dan
alkalinity > 8000 ppm selama 2 jam. Periksa tiap
15 menit.

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

30
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Setelah 1 jam, tambahan minyak tanah 10 kg.


Kemudian jam berikutnya alirkan ke nash
pump seperti bagan :

GGambar 2.1 Bagan BOC alkaline


Periksa pH, temperatur, alkalinity, dan turbidity
larutan soda, bila turbidity sampai batas jenuh dan
tidak bertambah lagi, tutup valve steam kemudian
alirkan larutan soda seperti pada bagan hingga soda

di silo pit habis.


Isi silo pit dengan air bersih secukupnya untuk
membilas soda yang tersisa sampai tidak ada busa
dalam air silo pit. Setelah itu, tutup sirkulasi ke

wire pit dan penuhkan silo pit dengan air bersih.


Sirkulasikan ke head box dan kembali lagi ke silo
pit. Bila air silo pit sudah cukup penuh, masukan
NaOCl 10 kg. Setelah jam alirkan ke nash

pump.
Setelah 1 jam aliran air pembilas seperti pada
bagan hingga air pembilas dalam silo pit habis.
Boil-out alkaline selesai.

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

31
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Gambar 2.2 Bagan boil-out alkaline


2. BOC Acid
BOC untuk acid berfungsi untu membersihkan sistem dari
bakteri dengan pH < 3.5 dan tidak menggunakan
pemanasan. Acid boil-out dilakukan sebagai berikut :
Acid boil-out dilakukan lebih dulu sebelum
alkaline boil-out dalam tempo 1-4 bulan sesuai

kondisi wet end.


Matikan M/C chest pump dan buang white water
yang berada dalam silo pit dan ganti dengan air

bersih.
Tambahkan boil clean acid 50 10 kg ke dalam air
bersih yang berada dalam silo pit sampai pH

menunjukan nilai 3,5.


Sirkulasikan 2 jam. Setelah 2 jam alirkan ke :

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

32
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Gambar 2.3 Bagan Boil-out acid


Silo pit isi kembali dengan air bersih, bilas
secukupnya dan penuhkan kembali. Boil-out acid
selesai.

2.5 Bahan Bakar


Bahan bakar yang digunakan di PT. IKPP Tbk. Tanggerang Mill adalah solar
dan IDO (Industrial Diesel Oil). Bahan bakar ini disimpan dalam 2 buah
tangki 900 m3 dan 1 buah tangki 250 m3.
2.6

Pengawasan Mutu Bahan


Dalam upaya meningatkan kualitas dan kepuasan konsumen, PT. IKPP Tbk.
Tanggerang Mill selalu melakukan uji kualitas bahan dan pengawasan mutu
bahan. Pengawasan mutu bahan tersebut ditangani oleh seksi Quality
Control. Pengawasan mutu dilaksanakan sesuai standar yang mengharuskan
pengawasan mutu terhadap semua bahan yang digunakan dalam produsi
kertas, mulai dari bahan baku sampai produk yang dihasilkan.

2.6.1

Pengawasan Mutu Bahan Baku


Dalam menguji bahan bau yang digunakan dilakukan pengujian

terhadap sifat-sifat sebagai berikut :


pH
yaitu pengujian yang dilakukan untuk mengetahui kondisi

keasaman suatu bahan. Alat yang digunakan adalh pH meter


Konsistensi
Yaitu pengujian yang dilauan untuk menghitung konsentrasi bahan.

Alat yag digunakan adalah neraca teknis, oven, corong Buchner.


Berat jenis
Yaitu pengujian yang dilakukan untuk mengetahui berat jenis
bahan baku tersebut sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Alat yang digunakan adalah piknometer


Viskositas
Yaitu pengujian yang dilakukan untu mengetahui kekentalan suatu
bahan. Alat yang digunakan adalah viskometer.
Moisture Content

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

33
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Yaitu pengujian yang dilaukan untu mengetahui kelembaban filler

CaCO3.
Bulk Density
Yaitu pengujian yang dilauan untuk menghitung densitas bahan

atau densitas (gumpalan)


Solid Content
Yaitu pengujian yang dilaukan untuk mengetahui kandungan
padatan filler.

2.6.2

Pengawasan Mutu Bahan dalam Proses


Dalam menguji bahan baku yang digunakan dilakuan pengujian

terhadap sifat-sifat sebagai berikut :


Konsentrasi
Yaitu pengujian yang dilakukan untuk mengetahui besarnya konsentrasi
bahan

dalam

proses

(satuannya

berat/berat,

berat/volume,

mol/volume). Alat yang digunakan adalah corong Buchner


Viskositas
Yaitu pengujian yang dilakukan untuk mengetahui kekentalan bahan

kimia yang digunakan. Alat yang digunakan adalah viskometer.


pH
yaitu pengujian yang dilakuan untuk menentuan keasaman bahan. Alat

yang digunakan adalah pH meter.


Fiber Classification
Yaitu pengujian yang dilakukan untuk menggolongkan serat-serat

berdasarkan panjang serat.


Freeness
Yaitu pengujian yang dilakukan untuk mengetahui derajat giling.
Satuannya cc CSF (centimeter cubic Canadian Standard Freeness).
Semakin tinggi nilai cc CSF, maka serat semakin kasar dan sebaliknya.
Alat yang digunakan adalah Freeness Tester. Langah-langkah pengujian
adalah sebagai berikut :
1
2
3
4
5

Ambil buburan pulp yang akan diuji sampai penuh dengan gayung.
Ratakan permukaannya dengan permukaan gayung
Encerkan dengan 1000 ml air bersih.
Masukkan ke dalam corong silinder peniris.
Hasil keluaran ada 2, yaitu pulp yang masak ke gelas ukur dan air
bersih yang dibuang.

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

34
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Pulp yang diukur suhunya dan dilihat volumenya. Temperaturnya


buburan pulp pada keluaran DD-Refiner diperiksansetiap 30 menit

sekali.
Koreksi dengan tabel oreksi derajat giling terhadap temperatur 27 o C

2.6.3

untuk CSF
Pengawasan Mutu Produk
Dalm menguji bahan baku yang digunakan, dilakuan pengujian

tehadap sifat-sifat sebagai berikut :


Density
Yaitu pengujian yang dilaukan untuk menghitung massa kertas
pervolume kertas tertentu. Densitas kertas dapat ditentukan dari

gramatur dan thickness kertas (satuan = gram/cm3).


Tearing Strength
Yaitu ukuran gaya yang dibutuhkan untuk menyobek kertas.
Tearing strenght ditentukan dengan menggunakan pendulum
berayun

yang

dijatuhkan

untuk

merobek

kertas.

Melalui

pengukuran tinggi pendulum dapat ditentukan energi yang hilang


yang berkaitan dengan gaya yang dibutuhkan untuk merobek kertas
(satuan = m.N.m2/g). Alat yang digunakan adalah Tearing Strenght
6

Tester
Gramatur
Yaitu ukuran pengujian yang dilakuan untuk menghitung berat
kertas perluas daerah permukaan tertentu (satuan = gram/m2). Alat

yang digunakan adalah Sample Punch.


Tensile strength
Yaitu ukuran gaya yang dibutuhkan untuk memutuskan kertas

(satuan = kN/m). Alat yang digunaan Tensile Strenght Tester.


Bursting Strenght
Yaitu besarnya gaya yang dibutuhkan untuk menjebolkan kertas.
Bursting Strenght ditentukan dengan cara menjepit sampel kertas
pada suatu penjepit kertas dan diberikan tekanan (satuan = Kpa).

Alat yang digunakan adalah Mullen Burst O Matic Tester.


Roughness
Yaitu pengujian yang dilakukan untuk mengukur derajat kekasaran
permukaan kertas. Roughness diukur dengan cara mengalirkan udara
melalui anulus logam yang kontak dengan kertas. Tekanan kontak

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

35
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

anulus dan tekanan udara diamati. Semakin kecil roughness kertas,


maka

akan

semakin

lama

waktu

yang

dibutuhkan

untuk

menyamakan kedua tekanan (satuan = mL/menit). Alat yang


digunakan adalah Surface Roughness dan Air Permeance, alat ini
mengukur kedua permukaan kertas.
10 Dirk count
Yaitu pengujian yang dilakukan untuk menghitung melihat berapa
banyak black spot per m2. Alat yang digunakan adalah Paprican
Micro Scanner.
11 Stiffness
Yaitu pengujian yang dilakukan untuk mengukur derajat kekakuan
kertas. Stiffness ditentukan dengan mengukur gaya yang diperlukan
untuk membengkokan lembaran kertas hingga mencapai sudut
tertentu (satuan = mN). Alat yang digunakan adalah Bending
Stiffness Tester.
12 Tensile stiffness orientation (TSO)
Yaitu pengujian yang dilakukan untuk melihat arah serat kertas
(searah atau tidak, dilihat dari besarnya sudut penyimpangan). Alat
yang digunakan adalah Tensile Stiffness Tester
13 Brightness
Yaitu pengujian yang dilakukan untuk mengukur derajat kecerahan
kertas. Pengukuran Brightness ketas dilakukan menggunakan filter
yang memiliki intensitas maksimun pada panjang gelombang 457
nm. Nilai reflectance yang dihasilkan melalui pengukuran dengan
reflectometer merupakan nilai brightness. Nilai ini akan dinyatakan
sebagai persentase terhadap brightness warna putih standar (satuan
= %).
14 Porocity
Yaitu pengujian yang dilakukan untuk menghitung porositas,
dengan cara mengukur waktu yang dibutuhkan untuk melewatkan
100 cc udara pada selembar kertas. (satuan = secon/100 cc atau
mL/menit). Alat yang digunakan adalah densometer.
15 Colour testing
Yaitu pengujian terhadap warna kertas dengan mengetahui panjang
gelombang () yang dipantulkan oleh suatu benda tertentu. Range
Laporan Kerja Praktek
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

36
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

= 400 700 nm. Alat yang digunakan adalah detacolor. Selain


itu, dilakukan pengujian secara visual menggunakan sumber
cahaya yang bervariasi (ultraviolet, kuning, dan lainya)
16 Water absorbency
Yaitu pengujian yang dilakukan untuk mengetahui banyaknya zat
cair yang dapat diserap dalam jangka waktu tertentu. Pada Cobb
Test, kertas ditekan dengan sebuah silinder. Silinder diisi dengan
air dan didiamkan selama 5 menit. Setelah itu, air dikeluarkan dan
kertas telah terbasahi ditimbang. Air yang diserap ditentukan dan
dinyatakan dalam gram/m2.menit. Alat yang digunakan adalah
Cobb Sizing Tester.
17 Thickness
Yaitu pengujian yang dilakukan untuk mengukur ketebalan kertas
(satuan = mm). Alat yang digunakan adalah mikrometer.
18 pH Surface
Yaitu sebuah pengujian yang dilakukan untuk menghitung derajat
keasaman pada kertas (pH). Alat yang digunakan adalah pH meter.
19 Formation Index
Yaitu pengujian yang dilakukan untuk melihat distribusi serat baik
secara visual mapupun mengguanakn alat.
20 Water Resistance
Yaitu pengujian untuk menghitung kekuatan atau daya tahan kertas
terhadap penetrasi zat cair (satuan = detik).
21 Surface Strenght
Yaitu pengujian yang dilakukan untuk mengukur ketahanan
permukaan kertas terhadap kekuatan cabut (picking)
22 Moisture content
Yaitu pengujian yang dilakukan untuk mengukur

kadar

kelembaban.
23 Ash content
Yaitu pengujian yang dilakukan untuk mengukur kadar abu..
24 Opacity
Yaitu pengujian yang dilakukan untuk menghitung derajat
keburaman kertas (jumlah sinar yang dapat dipantulkan oleh
permukaan kertas). Opacity ratio antara nilai reflectance Ro
dengan R~. Ro merupakan nilai reflectance dari sampel kertas
dengan background kertas hitam. Sedangkan R~ merupakan nilai
Laporan Kerja Praktek
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

37
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

reflectance sampel kertas dengan background tumpukan tebal


sampel kertas (satuan = %).

2.6.4

Pengendalian Sampel Kertas Standar

Memilih dengan cara membandingkan secara visual sampel dan kertas


standar (dipilih warna yang paling mendekati kertas standar) sebanyak

1 rim ukuran A4
Pengujian secara Optical Properties (kertas putih : L*, a*, b*,
whiteness dan kertas warna : L*, a*, b*) sampel kertas tersebut secara
acak bagian atas, tengah dan bawah (minimum 8 lembar dari masingmasing bagian). Laporkan dalam special test parameter tersebut dan

bandingkan dengan standar.


Kertas standar dibungkus rapi, disimpan dilemari standar warna (tidak

boleh terkena sinar) dan harus selalu tertutup rapat.


Periksa kertas standar untuk parameter Optical Properties dengan
ketentuuan :
1 bulan sekali untuk kertas warna putih, warna kuning dan
warna cyber
2 bulan sekali untuk kertas warna lainya.

Catat nilai OP di buku tersedia. Jika terjadi penyimpangan nilai untuk OP maka
ambil sampel kembali untuk revisi standar kertas.

Masa berlaku kertas standar :


4 bulan untuk kertas warna putih dan warna kuning
6 bulan untuk kertas warna cyber
1 tahun untuk kertas warna lain

Setelah itu akan diambil sampelkertas yang baru dengan gramatur yang sesuai
ketentuan point 1.

Jika dalam jangka waktu tertentu atau ditentukan tidak memprosuksi jenis
kertas yang sama, maka standar kertas yang digunakan pada produk

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

38
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

terakhir atau apabila selama jangka waktu tersebut tidak diperoleh sampel
kertas yang sesuai baik secara visual atau OP terhadap standar kertas,

maka akan dipakai standar kertas yang ada.


Untuk standar kertas yang berasal dari customer dibandingkan terlebih
dahulu dengan standar kertas yang ada baik secara visual Maupin OP. hasil
perbandingan dilaporkan kepada kepala sie. QA dan kepala Departemen
Compliance & Development serta Departemen Produksi untuk mengambil

keputusan.
Standar warna kertas yang baru akan didistribusikan ke Departemen
Produksi, sie. Stock Preparation, PM, Paper Finishing & Paper
Converting.

BAB III
ALAT PROSES DAN INSTRUMENTASI

Spesifikasi Alat Unit Stock Preparation


1 Pulper
Fungsi : Menghancurkan pulp kering dan broke menjadi bubur
kertas.
Spesifikasi: Tabung vertikal yang dilengkapi dengan agitator
(pengaduk) dan terdapat aliran keluaran (output) untuk
bubur pulp.
Jumlah : 8 Unit
Kapasitas : Pulper 1 & 2 untuk Broke Paper 600 kg/batch
Pulper 3 untuk LBKP & Broke Paper 900-1100 kg/batch
Pulper 4 untuk LBKP 700-950 kg/batch
Pulper 5 untuk LBKP & Broke Paper 15001800kg/batch
Pulper 6 & 7 untuk LBKP 1500-1800 kg/batch
Pulper 8 untuk NBKP 1500-1800 kg/batch

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

39
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Volume

: 18 m3 untuk pulper 1, 2, dan 4


22 m3 untuk pulper 3
36 3 untuk pulper 5, 6, 7, dan 8

Gambar 3. Pulper

Pulper Chest
Fungsi : Sebagai tempat penampungan bubur kertas dari pulper
sebelum dialirkan ke High Centrifugal Cleaner
Spesifikasi: Bak persegi panjang dari beton dan dilapisi dengan
keramik serta agitator.
Jumlah : 22 Unit
Kapasitas : 70 m3 untuk LBKP
60 m3 untuk NBKP
Jenis
: 8500 mm x 4000 mm x 2830 mm

Gambar 4. Pulper Chest


3

Magnetic Stirer
Fungsi : Untuk memisahkan kotoran-kotoran yang terbuat dari
logam dalam bubur pulp dengan cara menarik logam
dengan magnet.
Spesifikasi: Berbentuk segilima dengan 4 buah silinder didalamnya
yang dilengkapi dengan magnet.

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

40
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Jumlah : 3 Unit
Tekanan : 0,3 Mpa (Pressure Design)
4

Double Disc Refiner


Fungsi : untuk vibrilasi serat-serat selulosa yang mungkin masih
berada dalam bentuk bundel-bundel serat dan pemotongan
serat-serat yang masih panjang untuk memperbaiki sifatBentuk
Jumlah
Motor

sifat fisiknya.
: 4 plat yang bergerak memutar dan bergerak maju mundur.
: 16 buah
: 400 HP x 8 P, 3000 V

Gambar 5. Double Disc Refiner


5

High Centrifugal Cleaner


Fungsi : Untuk memisahkan kotoran seperti kawat dan pasir dalam
Bentuk

pulp dengan menggunakan prinsip perbedaan massa.


: Tabung vertikal bagian bawah berbentuk kerucut untuk
mengambil kotoran menggunakan prinsip gaya sentrifugal

Jumlah
Debit

dan dorongan air yang dialirkan dari bawah.


: 3 Unit
: 2000/3000 l/menit

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

41
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Gambar 6. High Centrifugal Cleaner


6

Flow Tank
Fungsi : Untuk menjaga laju aliran pulp menuju refiner agar tetap
Bentuk

konstan dan stabil.


: Tangki berbentuk persegi panjang yang terbagi menjadi 3

bagian.
Jumlah : 2 Unit
Dimensi : 120 cm x 150 cm x 180 cm
7

Mixing Chest
Fungsi : Tempat pencampuran buburan pulp LBKP, NBKP dan
Bentuk

broke paper pada SP#3.


: tangki persegi panjang dilapisi dinding dengan agitator

dan dinding terbuat dari keramik.


Kapasitas : 70 m3
8

Medium Chest
Fungsi : sebagai tempat penampungan sementara bubur pulp
Bentuk

sebelum dialirkan ke machine chest.


: tangki persegi panjang dilapisi dinding dengan agitator

dan dinding terbuat dari keramik.


Kapasitas : 70 m3
9

Machine Chest
Fungsi : Sebagai tempat penampungan bubur pulp sementara
Bentuk

sebelum dialirkam menuju Paper Machine


: tangki persegi panjang dilapisi dinding dengan agitator

dan dinding terbuat dari keramik.


Kapasitas : 70 m3
Laporan Kerja Praktek
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

42
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

10

Settling Tank
Fungsi : Untuk mengendapkan serat-serat pulp dengan bantuan
flokulan sehingga serat-serat pulp dapat dibuburkan kembali
dan airnya dapat dialirkan ke shower pit. Umpan yang
Bentuk

masuk ke alat ini berasal dari white water pit.


: Silinder vertical dengan bagian bawah berbentuk kerucut
di dalamnya terdapat sebuah diafragma yang berfungsi
untuk menahan pulp agar tidak naik ke permukaan. Terbuat

Jumlah

dari stainless steel Sus 304


: 3 Unit
Kapasitas
: 150 m3

Gambar 7. Settling Tank


11

Shower Pit
Fungsi : Sebagai tempat penampungan air hasil pemisahan pada
settling tank
Bentuk : Bak persegi panjang dilapisi dengan keramik
Kapasitas : 30 m3

Spesifikasi Alat Unit Paper Machine


1 Fan Pump

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

43
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Fungsi

: Untuk mendorong buburan pulp dengan kecepatan tinggi


menuju cleaner dan sebagai pengatur jumlah aliran buburan

Bentuk
Jumlah

pulp
: Pompa berukuran besar
: 2 Unit (Paper machine 1 dan 3)

2 Centrifugal Cleaner
Fungsi : Memisahkan pasir dan kotoran-kotoran lain yang mungkin
masih terkandung dalam bubur

pulp

dengan gaya

sentrifugal berdasarkan berat jenis partikel


Bentuk : Cone (mengerucut ke bawah)
Jumlah : Tiap paper machine memiliki 4 grup centri cleaner
Centri cleaner 1 : terdiri dari 36 buah centri cleaner.
Centri cleaner 2 : terdiri dari 8 buah centri cleaner.
Centri cleaner 3 : terdiri dari 4 buah centri cleaner.
Centri cleaner 4 : terdiri dari 1 buah centri cleaner.

Gambar 8.

Centrifugal

Cleaner
3 Horizontal Sceener
Fungsi : untuk membersihkan kotoran-kotoran yang ada di dalam
pulp yang mungkin tersisa dari centri cleaner berdasarkan
ukuran partikel. Horizontal screen sangat efektif untuk
gumpalan-gumpalan fibers (serat), sehingga serat lewat
melalui screen dan yang accepted akan disalurkan ke head
box dan yang rejected akan disalurkan dan diolah
selanjutnya ke pack pulper.
Bentuk : 2 lapis silinder yang berjarak satu sama lain dan
Jumlah

berlubang.
: 3 Unit (1 buah tiap PM)

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

44
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Gambar 9. Horizontal Screen


4 Pack Pulper
Fungsi : Menyaring dan membersihkan kotoran yang mungkin
masih lolos dari horizontal screen agar serat yang masih
tersisa dapat digunakan kembali, accept dari pack pulper
akan dialirkan ke silo pit sedangkan reject-nya langsung
dilanjutkan ke waste water treatment.
Bentuk : 2 buah kotak (twin tube pack pulper) dengan saringan
tertutup untuk menyaring dan impeller untuk memecah
gumpalan pulp.
Jumlah : 3 Unit
5 Head Box
Fungsi

: Menyebar dan meratakan bahan yang keluar dari


horizontal screen agar jumlah alirannya sama dan stabil
juga untuk menghindari gumpalan-gumpalan pada bubur

pulp.
Komponen:
1. Evener Roll : Untuk menahan dan meratakan bahan yang mengalir
dalam head box
2. Rotary Shower : Untuk membersihkan dinding dan menghilangkan
busa di dalam head box
3. Slice : Untuk mengatur aliran bahan dari headbox dan mengatur
formasi kertas.
4. Bleed of pipe : Alat ini berfungsi untuk mengatur alirah bahan dari
slice mouth agar menyebar.

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

45
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

5. Headbox Vaccum Pump : Berfungsi untuk memberi tekanan dalam


headbox agar dapat mengatur aliran pancaran bahan yang keluar dari
headbox.
Tipe
: headbox tutup bertekanan
Jumlah : 3 Unit
Ukuran : Lebar maksimum 3,12 meter

Gambar 10. Head Box


6 Screen Wire (Plastic Wire)
Fungsi : Untuk mengurangi

kadar

air

dengan

hydrofoil

menggunakan prinsip gaya gravitasi.


Bentuk : Lembaran seperti plastik halus yang terbuat dari bahan
polyester monofilamen
Jumlah : 3 Unit
Komponen:
1. Breast Roll : Untuk penahan atau penunjang wire dan terbuat dari
stainless steel.
2. Forming Board : Untuk mengurangi kadar air pada bahan di atas
permukaan wire yang bergetar untuk mengatur formasi kertas.
3. Hydrofoil : Untuk mengatur jumlah pelepasan air dari bahan di atas
permukaan wire.
4. Dandy Roll

Untuk

memperbaiki

formasi

kertas

dan

menghilangkan busa di atas wire.


5. Wire Suction Box : Berfungsi untuk mengurangi kadar air dengan
cara dihisap dengan posisi besar hisapan berurutan dari kecil ke besar
dari headbox untuk menghindari bolong pada kertas.
6. Suction Couch Roll : Tahap terakhir pada wire part untuk
menghilangkan kadar air sekaligus untuk mengurangi gesekan antara
wire dengan couch roll agar kertas tidak terbawa ke atas. Berukuran
diameter 660 mm dengan panjang 3,35 m
Laporan Kerja Praktek
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

46
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

7. Drive Roll : Untuk menggerakkan wire dan berukuran 750 mm x


3,3 m
8. Wire Roll : Untuk membersihkan bahan yang masih terbawa dari
wire ke felt dan terbuat dari stainless steel dan berukuran 314 mm x
3,45 m
9. Wire Glider Roll : mengendalikan posisi wire agar tetap berputar
pada jalannya dan berukuran 274 mm x 3,45 m.
10. Shaking Machine : Untuk menyebar dan meratakan lapisan bahan
pada permukaan wire agar kekuatan kertas (tensile strength)
meningkat.

7 Press Part
Fungsi

: Untuk mengurangi kadar air di dalam buburan pulp,


sekaligus mengatur ketebalan (thickness) dan kehalusan

(smoothness)
Bentuk : Roll
Komponen:
1. First Press (Pick Up)
2. Second press untuk menentukan thickness kertas dimana kadar air
hingga 50-60%
3. Third press (smoothing) untuk menghaluskan permukaan kertas
(untuk kertas dengan gramatur di atas 120 gsm)
4. Suction Press Roll : menghisap dan memindahkan kertas dari wire
part ke press part, mengurangi kadar air pada bahan kertas dari 78%
menjadi 60%, berukuran 710 mm x 3,5 m
5. Touch Roll : Untuk menghantarkan kertas dari pick up roll ke
second press, berukuran 600 mm x 3,5 m
6. Felt : Untuk mengurangi kadar air pada kertas, membantu
membawa kertas, dan menghisap kotoran dari kertas.
7. Wringer Roll : Untuk mengeluarkan air dan kotoran dari felt,
terbagi menjadi 2 bagian top roll dan bottom roll dengan ukuran 560
mm x 3,15 m
8. Suction Box : Untuk menghisap air dan kotoran dari permukaan
felt.
Laporan Kerja Praktek
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

47
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

8 Dryer
Fungsi : Untuk mengurangi kadar air pada kertas
Bentuk : Silinder
Komponen:
1. Canvas : lebih memperluas permukaan kertas yang bersentuhan
dengan permukaan dryer sehingga pengeringan bisa lebih sempurna
dan merata, untuk membawa kertas dan menjaga kertas tetap rapi.
Canvas dibersihkan dengan cara dicuci menggunakan detergent dan
air bertekanan tinggi serta disikat.
2. Dryer Drum : Untuk mengeringkan kertas, terbuat dari besi dengan
lapisan krom diluar berukuran 1,524 x 3,15 m. Perawatan dryer
dilakukan dengan pemasangan doctor dengan sudut 35-40o agar
permukaan dryer selalu dalam kondisi kering untuk menjaga kadar
air (moisture) kertas.
Jumlah:
7 Drum untuk Grup 1 Grup 3
2 Drum untuk Grup 4 (Setelah size press)
10 Drum untuk Grup 5
Tabel 1. Temperatur pada Group Dryer
Lokasi

Temperatur oC

D1

50-60

D2

90-100

D3

100-120

D4

100-120

D5

110-130

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

Kadar air pada kertas

4-5%
38% (sesudah lewat size press)

48
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Gambar 11. Dryer


9 Size Press
Fungsi

: Mengisi pori-pori kertas dan meningkatkan kekuatan


permukaan kertas dengan cara menambahkan starch

solution ke lembaran kertas.


Bentuk : Roll, dengan aliran masukan starch solution dari atas dan
bawah

Gambar 12. Size Press


10 Vibroscreen
Fungsi : Untuk menyaring sisa starch solution yang tidak terpakai
Posisi

untuk dicampurkan dengan yang baru dari tangki 3.


: Terletak di bawah bagian size press.

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

49
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Gambar 13. Vibro Screen

11 Calender
Fungsi

: Terdiri dari 4 cast iron yang tersusun secara vertikal dan


menekan lembaran kertas oleh beratnya sendiri. Lembaran
kertas dilewatkan pada calender agar permukaan kertas
lebih halus dan lebih licin serta menghilangkan kerutan-

Bentuk
Posisi

kerutan pada permukaan kertas.


: Roll
: Setelah proses drying

Gambar 14. Calender


12 Calender Pit
Fungsi : Tempat penampungan dry broke atau kertas yang reject
diolah lagi atau dihancurkan lagi.
Bentuk : Bak persegi panjang dilapisi dinding keramik
Cara Kerja: Pada calender pit, dry broke ditambahkan air yang
berasal dari silo pit, setelah itu menuju ke broke chest untuk
diolah lebih lanjut di seksi Stock Preparation.
13 Silo Pit
Fungsi

: sebagai tempat penampungan buburan pulp yang lolos dari


pack pulper dan process water yang berasal dari unit
dewatering.

Bentuk
Jumlah

: Persegi panjang yang dilapisi dinding keramik.


: 3 Unit (1 unit untuk tiap PM)

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

50
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Spesifikasi Alat Unit Finishing Converting


1 Mesin Cutter
Fungsi : Memotong kertas dari bentuk roll menjadi lembaran kertas
atau sheet besar.
Bentuk : Susunan dari beberapa roll yang dilengkapi dengan slitter
knife dan cross cutter.
Jumlah : 10 Unit
2 Mesin Rewinder
Fungsi : Memotong kertas dari ukuran jumbo roll menjadi roll yang
lebih kecil ukurannya.
Bentuk : Susunan dari beberapa roll yang dilengkapi dengan slitter
knife. Mesin rewinder 1 dan 2 terdiri dari 11 set slitter knife.
Mesin rewinder 3 terdiri dari 10 set slitter knife.
Jumlah : 3 Unit

Gambar 15. Mesin Rewinder

3 Mesin E.C.H Will


Fungsi : memotong kertas roll menjadi lembaran kertas dengan
ukuran cut size (seperti A4, F4, letter size) sekaligus untuk
menghitung dan mengemas produk kertas.
Jumlah : 1 unit
4 Mesin Pemco
Fungsi : Membungkus lembaran kertas yang keluar dari mesin
E.C.H will.
Laporan Kerja Praktek
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

51
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Jumlah : 1 unit
5 Mesin Tinting
Fungsi : Mendaur ulang kertas broke dalam bentuk roll dengan
mencelupkan ke dalam dyes
Jumlah : 2 Unit
6 Mesin Printing
Fungsi : untuk mendaur ulang kertas broke dalam bentuk roll
dengan cara menyemprotkan dyes pada tiap lembaran
kertas.
Jumlah : 2 Unit
7 Mesin Embossing
Fungsi : Untuk mendaur ulang kertas broke dengan cara
memberikan pola dan menambahkan stiffness pada kertas.
Jumlah : 3 Unit
BAB IV
SISTEM UTILITAS DAN PENGOLAHAN LIMBAH

Pengolahan Air
Air merupakan kebutuhan utama dari PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk

Tangerang Mill dikarenakan seluruh proses produksi menggunakan air. Air yang
digunakan untuk proses produksi maupun non-produksi berasal dari sungai
Cisadane dimana sebelum digunakan harus melalui treatment terlebih dahulu.
Penggunaan air dari sungai Cisadane pada PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk
Tangerang Mill sebanyak 5000-8000 ton/hari. Dalam penggunaan air tersebut
ada dua jenis, yaitu :
a Fresh Water
Fresh water merupakan air bersih yang diperoleh dari air sungai Cisadane
yang telah melewati treatment sehingga diperoleh standar sebagai air untuk
produksi maupun non produksi.
Tabel 2. Jumlah Konsumsi Bahan Kimia Untuk Pengolahan Air Bersih
Nama Bahan

Jumlah Kebutuhan

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

52
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Alum

5050 kg/bulan

Caustic Soda

520 kg/bulan

NaOCl

2015 kg/bulan

Flokulan

41,4 kg/bulan

Clarifix

202 kg/bulan

Pengolahan air ini menggunakan tangki sedemintasi berbentuk


kerucut dengan bantuan bahan kimia, diantaranya adalah :
1 Alum (Al2(SO3)3.18H2O) berfungsi untuk memisahkan kotoran dan
lumpur dengan cara menggumpalkan kotoran-kotoran sehingga mudah
2

mengendap (koagulan).
Flokulan berfungsi mengikat endapan dalam air agar menyatu menjadi
endapan yang lebih besar sehingga endapan akan jatuh ke bawah
karena adanya berat dan gaya gravitasi. Flokulan ditambahkan pada

bak pengendapan.
NaOCl berfungsi dalam menjaga kesetimbangan kadar free chloride
dan membunuh atau menghambat mikroorganisme

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

53
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Caustic Soda atau NaOH berfungsi menjaga pH air agar tetap di pH


netral (7)
Gambar 16. Diagram Alir Pengolahan Air Bersih

Air Proses (Process Water)


Air proses merupakan air yang digunakan untuk memproduksi kertas

sebagai pengganti dari air bersih (fresh water). Proses air proses pada bagian
paper machine diperoleh dari hasil dewatering yang telah ditampung dalam
wire pit, wire tank dan seal pit.

Gambar 17. Aliran white water


2

Steam
Dalam produksi kertas steam digunakan untuk proses pengeringan

lembaran kertas pada bagian Paper Machine. Steam yang digunakan pada proses
ini disuplai dari PT. Dian Swastika Sentosa yang merupakan anak perusahaan
dari group Sinar Mas dan bertugas juga menyuplai listrik untuk PT. Indah Kiat
Laporan Kerja Praktek
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

54
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Pulp & Paper,Tbk Tangerang Mill. Total boiler yang berada di PT. Indah Kiat
Pulp & Paper,Tbk Tangerang Mill sebanyak 5 unit dan masing-masing
pemakaian steam PM 1 sebesar 3,2 ton/ton kertas, PM 2 sebesar 3,1 ton/ton
kertas, dan PM 3 sebesar 3 ton/ton kertas.
3

Listrik
Listrik merupakan utilitas yang penting dalam produksi lembaran kertas.

Penggunaan listrik pada PT. Indah Kiat Pulp & Paper,Tbk Tangerang Mill
disuplai dari PLN dan PT. Dian Swastika Sentosa. Dalam memproduksi listrik,
PT. Dian Swastika Sentosa menggunakan 2 unit turbin gas dan 5 unit engine
generator. Seksi utility PT. Indah Kiat Pulp & Paper,Tbk Tangerang Mill hanya
bertanggung jawab dalam pengadaan komponen listrik dan instalasi listrik.

Pengolahan Limbah
Limbah merupakan sisa hasil produksi yang pengolahannya tidak

memenuhi standar akan merusak lingkungan. Limbah yang dihasilkan oleh PT.
Indah Kiat Pulp & Paper dibedakan menjadi 2 yaitu, limbah cair dan limbah
padat.
a

Limbah berwujud cair


Limbah yang berupa cairan ini termasuk golongan limbah B3.

Sebelum dibuang ke lingkungan, limbah tersebut harus diolah terlebih


dahulu agar memenuhi standar yang diizinkan dari segi pH, COD, BOD
dan suspended lainnya yang dapat merusak lingkungan. Contoh dari
limbah B3 adalah Oli bekas, aki bekas dan bahan-bahan kimia hasil
pengujian atau kadaluarsa.
Tabel 3. Standar Kualitas Air Limbah Industri Menurut Pemerintah
Parameter

Standar Kualitas Air Limbah

Ph

6-9

COD

100 ppm

BOD

50 ppm

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

55
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Suspended Solid

150 ppm

Tabel 4. Standar Kualitas Air Limbah di PT. Indah Kiat Pulp & Paper,Tbk
Tangerang Mill

Parameter

Standar Kualitas Air Limbah

pH

7,03

COD

130,25 ppm

BOD

20,28 ppm

Suspended Solid

25,8 ppm

Limbah Berwujud Padat


Limbah padat seperti pengikat kawat pulp, dirijen, pelat kayu, seng,

potongan wire, plastik dan sisa kertas yang tercampur warnanya. Kertas
yang tercampur warnanya dikumpulkan menjadi satu yang akan dibuang
ke tempat penampungan untuk dijual kembali. Limbah hasil pengolahan
limbah cair yang berupa sluge akan dimanfaatkan sebagai pupuk untuk
tanaman padi, singkong dan lain-lain. Sedangkan limbah kawat besi,
plastik akan dikirim ke bagian General Affairs untuk disortir dan dijual.
Dari pengolahan limbah hasil produksi yang baik dalam memperhatikan
lingkungan sekitarnya, maka PT. Indah Kiat Pulp & Paper,Tbk Tangerang
Mill memperoleh sertifikasi ISO 14001 dalam hal sistem manajemen
lingkungan. Untuk permasalahan sampah ditangani oleh seksi general
affairs.
5

Maintenence
Kegiatan maintenence ini dilakukan oleh dua seksi yaitu, seksi workshop

dan seksi electrical and instrument. Kegiatan maintenence ini bertujuan untuk
mengurangi kerusakan pada mesin-mesin produksi serta sarana dan prasarana.
Pada seksi workshop bertugas untuk maintenance, piping, civil, dan welding.
Laporan Kerja Praktek
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

56
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Seksi electrical and instrument bertanggung jawab dalam menangani pekerjaan


instrument elektronik dan otomasi.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Berdasarkan pelaksanaan hasil kerja praktek di PT. Indah Kiat Pulp &
Paper,Tbk Tangerang Mill diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1 PT. Indah Kiat Pulp & Paper,Tbk Tangerang Mill memproduksi kertas
seperti kertas budaya dan kertas warna. Bahan baku pulp pembuatan
kertas didapatkan dari PT. Indah Kiat Pulp & Paper,Tbk Perawang Riau
2

dengan jenis pulp LKBP dan NKBP.


Dalam memproduksi kertas, PT. Indah Kiat Pulp & Paper,Tbk Tangerang
Mill cukup efisien dalam penghematan bahan baku karena menggunakan
kembali kertas yang rusak (broke paper) dan penggunaan kembali air

produksi.
Terdapat 3 unit produksi yang memproduksi kertas dengan warna, jenis,

dan gramatur berbeda secara bersamaan.


Pengujian dari bahan baku dan bahan penunjang kertas bertujuan untuk

menghasilkan produk kertas dengan standar yang berkualitas.


Pengolahan limbah cair dilakukan sebelum limbah dibuang ke

lingkungan oleh bagian Waste Water Treatment


Dalam proses produksi ditemukan kendala-kendala salah satunya
ketersediaan listrik PLN yang tidak stabil.

Saran
Setelah mendapatkan pengetahuan mengenai proses produksi pada PT.
Indah Kiat Pulp & Paper,Tbk Tangerang Mill, hal-hal yang dapat disarankan
sebagai berikut :
1 Perlu adanya peninjauan ulang mengenai alat safety seperti ear plug dan
helmet para karyawan di area produksi oleh manajemen K3.

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

57
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

Memberikan ruangan khusus untuk kontrol sistem alat produksi agar area

produksi lebih luas.


Kendala listrik yang tidak stabil mempengaruhi kerja alat produksi
sehingga perlu adanya pengalihan listrik ke PT. Dian Swastika Sentosa
untuk alat produksi yang penting.

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

58
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

TUGAS KHUSUS
ANALISA PULP LOSS PADA STOCK PREPARATION
SECTION

1 Pendahuluan
Latar Belakang
2 Tinjauan Pustaka
Pada unit Stock Preparation, pulp diolah menjadi buburan pulp
mulai dari penghancuran masing-masing pulp yaitu LBKP,
NBKP, dan broke pada pulper. Buburan pulp LBKP akan masuk
ke HC Cleaner untuk dipisahkan dari pengotor lalu dialirkan ke
flow tank untuk menjaga alirannya tetap kontinyu dan stabil baru
kemudian masuk ke DDR untuk menggiling buburan pulp
sampai freenes yang ditentukan. Untuk buburan pulp NBKP dari
pulper langsung dialirkan ke DDR, sedangkan buburan broke
dialirkan ke washer baru menuju deflaker. Pencampuran ketiga
buburan pulp tersebut terjadi di pipa mixer, kemudian masuk ke
medium chest dan terjadi penambahan tapioka, cat.reagent, dan
NaOH pada buburan pulp. Penghomogenan antara buburan pulp
dan bahan kimia tersebut terjadi di machine chest. Buburan pulp
yang keluar langsung dialirkan menuju unit Paper Machine untuk
diolah menjadi kertas dalam bentuk jumbo roll. Proses pertama
pada unit Paper Machine yaitu fan pump, dimana terjadi
penambahan dyes dan AKD yang dicampur dengan buburan
pulp. Tahap selanjutnya yaitu cleaning, campuran dari fan pump
dan silo pit dipisahkan dari pengotornya. Pada silo pit, bahan
yang masuk berupa biocide, defoamer, PAC, dan air recycle dari
proses di Paper Machine. Setelah proses cleaning kemudian
buburan pulp disaring kembali dari pengotor masuk ke proses
screening sebelum didistribusikan secara merata di head box.
Pengurangan kadar air dilakukan setelah head box yaitu pada
proses dewatering, pressing drying I, drying II. Sebelum
Laporan Kerja Praktek
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang

59
JURUSAN TEKNIK KIMIA-FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

memasuki proses drying II terlebih dahulu lembaran kertas


mengalami proses surface sizing, yaitu penambahan bahan-bahan
kimia guna meningkatkan kualitas kertas. Proses yang terakhir
yaitu reeling, penggulungan lembaran kertas dalam bentuk jumbo
roll.

Laporan Kerja Praktek


PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk-Tangerang