Anda di halaman 1dari 208

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

LAPORAN KERJA PRAKTEK PT. INDAH KIAT PULP & PAPER Tbk. TANGERANG - BANTEN

Disusun untuk memenuhi mata kuliah ICE-420 dan sebagai salah satu syarat kelulusan

Oleh :

Eria Marina Ester Tania S.P Ernawati

( 6207025 ) ( 6207026 ) ( 6207098 )

Ester Tania S.P Ernawati ( 6207025 ) ( 6207026 ) ( 6207098 ) JURUSAN TEKNIK KIMIA

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN BANDUNG

2010

i

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN KERJA PRAKTEK PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Komentar :

PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang Komentar : Pelaksanaan Kerja Praktek : 21 Juni

Pelaksanaan Kerja Praktek : 21 Juni 2010 – 19 Juli 2010

Mengetahui,

Pembimbing Kerja Praktek,

Prof. Dr. VS. Susilowati Praptowidodo

Koordinator Kerja Praktek,

Tony Handoko, ST.

ii

Menyetujui,

Koordinator Pembimbing Lapangan,

Chandra Ginting

Mill Service Department,

Yuliasih

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN KERJA PRAKTEK PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

di Seksi Stock Preparation

Komentar :

Paper Tbk. Tangerang di Seksi Stock Preparation Komentar : Pelaksanaan Kerja Praktek : 21 Juni 2010

Pelaksanaan Kerja Praktek : 21 Juni 2010 – 25 Juni 2010

Mengetahui,

Pembimbing Kerja Praktek,

Prof. Dr. VS. Susilowati Praptowidodo

Koordinator Kerja Praktek,

Tony Handoko, ST.

iii

Menyetujui,

Pembimbing Lapangan,

Rudy Tjahjono

Kepala Seksi Stock Preparation,

Thomas Sumardi

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN KERJA PRAKTEK PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

di Seksi Paper Machine

Komentar :

Paper Tbk. Tangerang di Seksi Paper Machine Komentar : Pelaksanaan Kerja Praktek : 28 Juni 2010

Pelaksanaan Kerja Praktek : 28 Juni 2010 – 2 Juli 2010

Mengetahui,

Pembimbing Kerja Praktek,

Prof. Dr. VS. Susilowati Praptowidodo

Koordinator Kerja Praktek,

Tony Handoko, ST.

iv

Menyetujui,

Pembimbing Lapangan,

Surwana

Kepala Seksi Paper Machine,

V.A. Hady Hartanto

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN KERJA PRAKTEK PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

di Departemen Compliance & Development

Komentar :

di Departemen Compliance & Development Komentar : Pelaksanaan Kerja Praktek : 5 Juli 2010 – 9

Pelaksanaan Kerja Praktek : 5 Juli 2010 – 9 Juli 2010

Mengetahui,

Pembimbing Kerja Praktek,

Prof. Dr. VS. Susilowati Praptowidodo

Koordinator Kerja Praktek,

Tony Handoko, ST.

v

Menyetujui,

Pembimbing Lapangan,

Nana Suryana

Kepala Departemen C&D,

Imelda H. Cunong

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN KERJA PRAKTEK PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

di Seksi Quality Control

Komentar :

Paper Tbk. Tangerang di Seksi Quality Control Komentar : Pelaksanaan Kerja Praktek : 5 Juli 2010

Pelaksanaan Kerja Praktek : 5 Juli 2010 – 9 Juli 2010

Mengetahui,

Pembimbing Kerja Praktek,

Prof. Dr. VS. Susilowati Praptowidodo

Koordinator Kerja Praktek,

Tony Handoko, ST.

vi

Menyetujui,

Pembimbing Lapangan,

Nana Suryana

Kepala Seksi Quality Control,

Desi Handajani

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN KERJA PRAKTEK PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

di Seksi Environmental Protection

Komentar :

Tbk. Tangerang di Seksi Environmental Protection Komentar : Pelaksanaan Kerja Praktek : 12 Juli 2010 –

Pelaksanaan Kerja Praktek : 12 Juli 2010 – 14 Juli 2010

Mengetahui,

Pembimbing Kerja Praktek,

Prof. Dr. VS. Susilowati Praptowidodo

Koordinator Kerja Praktek,

Tony Handoko, ST.

Menyetujui,

Pembimbing Lapangan,

Mega Wijayanti

Kepala Seksi Environmental Protection,

vii

Desi Handajani

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Katolik Parahyangan Bandung

SURAT PERNYATAAN

Kami yang bertanda tangan di bawah ini, yaitu :

1. : Eria Marina : 6207025

2. : Ester Tania Sutarsa Phoa : 6207026

3. : Ernawati : 6207098

Nama

NRP

Nama

NRP

Nama

NRP

Dengan ini menyatakan bahwa laporan kerja praktek kami yang berjudul :

LAPORAN KERJA PRAKTEK DI PT. INDAH KIAT PULP & PAPER Tbk.

TANGERANG – BANTEN

Merupakan hasil pekerjaan dan ide kami sendiri serta materi dari sumber lain telah dikutip dengan cara penulisan referensi yang sesuai.

Pernyataan ini kami buat dengan sebenar-benarnya dan jika pernyataan ini tidak sesuai dengan kenyataan, maka kami bersedia menanggung sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Tangerang, 2010

Eria Marina

Ester Tania S.P

Ernawati

(6207025)

(6207026)

(6207098)

viii

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

INTISARI

PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. Tangerang didirikan pada tanggal 7 Desember 1976 oleh Bapak Eka Tjipta Widjaja. PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk merupakan salah satu anak perusahaan Sinar Mas Group. Perusahaan ini bergerak dalam bidang industri kertas yang memproduksi kertas warna Bahan baku pembuatan kertas di PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. Tangerang terdiri dari pulp dan didukung dengan bahan recycle yang berupa broke paper yang merupakan kertas hasil gagal produksi. Pulp yang digunakan berasal dari dua jenis pulp yang berbeda, yaitu NBKP yang merupakan pulp serat panjang dan LBKP yang merupakan pulp serat pendek. NBKP diimpor dari negara Brazil dan Kanada, sedangkan LBKP diproduksi oleh PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. Perawang – Riau. Proses pembuatan kertas di PT Indah Kiat Pulp and Paper terdiri dari 4 bagian, yaitu seksi Stock Preparation, seksi Paper Machine, seksi Finishing, dan seksi Converting. Seksi stock preparation bertugas menghancurkan lembaran- lembaran pulp dan broke paper menjadi buburan pulp. Buburan pulp tersebut kemudian dikirim ke seksi paper machine untuk diproses lebih lanjut menjadi lembaran kertas. Kertas yang dihasilkan kemudian mengalami proses pemotongan, penyortiran, dan pembungkusan pada seksi Finishing dan Converting. Sistem utilitas yang dibutuhkan oleh PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk Tangerang terdiri dari air yang diperoleh dari sungai Cisadane, listrik, dan steam yang dipasok dari PT Dian Swastika Sentosa. Limbah yang dihasilkan sebagian besar berupa limbah cair. Limbah kemudian diolah pada seksi Waste Water Treatment sebelum akhirnya dibuang dan disalurkan kembali ke sungai Cisadane.

Pada pelaksanaan kerja praktek, diberikan 3 tugas khusus, yaitu Penentuan Kapasitas High Consistency Cleaner, Washer dan Pulper yang terdapat di Seksi Stock Preparation 3 untuk peningkatan kapasitas produksi di seksi Stock Preparation 3 dari 3000 ton/bulan menjadi 5.000 ton/ bulan. Dari hasil perhitungan untuk high consistency cleaner dapat dinyatakan bahwa kapasitas high consistency cleaner masih memadai apabila dilakukan peningkatan kapasitas produksi kertas tetapi perlu dilakukan pengujian kadar ash content kertas hasil produksi setelah dilakukan peningkatan. Sedangkan hasil perhitungan untuk washer dan pulper 3 menunjukkan bahwa kedua alat tersebut belum memadai apabila dilakukan peningkatan kapasitas produksi. Untuk washer, perlu dilakukan peningkatan kapasitas dengan memperbesar dimensi washer. Sedangkan untuk pulper 3 dapat digantikan dengan pulper 5,6,7 atau 8 yang jarang digunakan dan berkapasitas lebih besar sehingga dapat digunakan apabila dilakukan peningkatan kapasitas produksi.

ix

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya yang telah diberikan sehingga laporan kerja praktek ini dapat diselesaikan dengan baik. Laporan kerja praktek ini disusun dalam rangka memenuhi tugas akhir mencapai gelar sarjana di bidang ilmu Teknik Kimia dan sebagai syarat mata kuliah ICE- 420 Kerja Praktek. Laporan kerja praktek ini merupakan rangkuman hasil pengamatan dan

bukti terlaksananya kegiatan kerja praktek yang dilakukan selama satu bulan di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang. Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang turut membantu dan mendukung di dalam penyusunan laporan kerja praktek ini, terutama kepada:

Bapak Tony Handoko, ST. selaku koodinator kerja praktek Jurusan Teknik

Kimia Fakultas Teknologi Industri Universitas Katolik Parahyangan, 2) Prof. Dr. VS. Susilowati Praptowidodo selaku dosen pembimbing kerja praktek, 3) Mr. Weng Cheng Lung selaku kepala pabrik PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang, 4) Bpk. Sebastianus Yeo selaku kepala departemen administrasi PT. Indah

Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang, 5) Bpk. Chandra Ginting dan Bpk. Andre selaku koordinator kerja praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang, 6) Bpk. Thomas T. Sumardi selaku kepala seksi Stock Preparation PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang, 7) Bpk. Rudy Tjahjono selaku pembimbing lapangan di seksi Stock Preparation PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang,

8)

1)

Bpk. Falahuddin yang telah memberikan tugas khusus,

x

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

9) Bpk. Falahuddin, Bpk. Yatno, Bpk. Cholid, dan Ibu Desy atas bantuannya selama berada di seksi Stock Preparation, 10) Bpk. V.A. Hady Hartanto selaku kepala seksi Paper Machine PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang, 11) Bpk. Surwana selaku pembimbing lapangan di seksi paper machine PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang, 12) Bpk. Damasus, Bpk. Heri, Bpk. Rio, Bpk. Herry Kurniawan, Bpk. Kuswanto, Bpk. Suhaedi yang telah menerima penulis dengan baik di seksi Paper Machine, 13) Bpk. Heri, Bpk. Suparno dan Bpk. Trianto yang telah mengajarkan proses produksi secara nyata di lapangan kepada penulis, 14) Mr. Peng Shou Kou selaku kepala departemen finishing-converting PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang, 15) Ibu Wiza Bachtiar selaku kepala seksi finishing PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang, 16) Bpk. Rulhavish selaku pembimbing lapangan di seksi finishing PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang, 17) Bpk. Agus Priyanto selaku kepala seksi converting PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang, 18) Bpk. Yudhi Sutrisno selaku pembimbing lapangan di seksi converting PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang, 19) Bpk. Sugianto selaku kepala seksi pengolahan limbah PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang, 20) Bpk. Ari Sardjono selaku pembimbing lapangan di seksi pengolahan limbah PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang, 21) Ibu Imelda selaku kepala departemen Compliance & Development PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang, 22) Ibu Desi Handajani selaku kepala seksi quality control PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang,

xi

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

23) Bpk. Subagyo, Bpk. Nana, dan Bpk. Chandra selaku pembimbing lapangan di seksi quality control PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang, 24) Bpk. Wahyudi, Bpk. Robertus, Bpk. Ahmad, Bpk. Bagus, Bpk. Dadang, Bpk. Eko, Bpk. Ari, Bpk. Catur, Bpk. Dicky yang telah mengajarkan banyak hal mengenai sistem quality control kepada penulis, 25) Ibu Mega Wijayanti selaku pembimbing di seksi Environmental Protection PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang, 26) Ibu selaku pembimbing di kepala seksi Environmental Protection PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang, 27) Orang tua penulis yang telah memberikan dukungan moral dan material selama melakukan kegiatan kerja praktek, dan 28) Teman-teman yang telah memberikan dukungan dan semangat, serta menjadi tempat berbagi suka-duka selama kegiatan kerja praktek, dan 29) Semua pihak yang turut membantu penulis dalam penyusunan laporan ini. Penulis menyadari bahwa di dalam penyusunan laporan ini masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Akhir kata, penulis berharap semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.

Bandung, 18 Agustus 2010

xii

Penulis

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

 

i

LEMBAR PENGESAHAN

ii

SURAT PERNYATAAN

x

INTISARI

xi

KATA PENGANTAR

xii

DAFTAR ISI

xv

DAFTAR TABEL

xix

DAFTAR GAMBAR

xx

BAB I

PENDAHULUAN

1

1.1 Latar Belakang

1

1.2 Garis

Besar Proses

3

1.3 Pelaksanaan Kerja Praktek

4

1.4 Tujuan Kerja Praktek

4

1.5 Ruang Lingkup Kerja Praktek

5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

6

2.1 Sejarah Kertas

6

2.2 Pulp

 

7

 

2.2.1 Sifat Fisik Pulp

7

2.2.2 Sifat Kimia Pulp

9

2.2.3 Komponen Penyusun Serat Pulp

10

2.2.4 Proses Pembuatan Pulp

12

 

2.3

Kertas

17

 

2.3.1

Bahan Baku Pembuatan Kertas

18

2.3.2

Jenis-Jenis Serat

19

2.3.3

Sifat Fisika dan Kimia Kertas

19

2.3.4

Proses Pembuatan Kertas

22

BAB III

BAHAN

25

3.1

Bahan-Bahan Utama

25

xiii

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang
 

3.2

Bahan Penunjang

26

BAB

IV

SISTEM PRODUKSI KERTAS

33

 

4.1 Stock Preparation

33

 

4.1.1 Pulping

34

4.1.2 Cleaning

35

4.1.3 Refining

36

4.1.4 Mixing

37

 

4.2 Paper Machine

 

38

 

4.2.1 Stuff box

38

4.2.2 Cleaning

39

4.2.3 Screening

40

4.2.4 Head box

40

4.2.5 Dewatering

40

4.2.6 Pressing

41

4.2.7 Drying

41

4.2.8 Calendering

42

4.2.9 Reeling

43

 

4.3 Finishing – Converting

43

 

4.3.1 Finishing

43

4.3.1.1 Pemotongan

43

4.3.1.2 Penyortiran

43

4.3.1.3 Pembungkusan ( Packing )

44

4.3.2 Converting

44

4.3.2.1 Pemotongan

44

4.3.2.2 Laminating & Embossing

45

4.3.2.3 Packing

45

BAB V

ALAT PROSES DAN INSTRUMENTASI

47

5.1

Alat Proses

47

 

5.1.1 Stock

preparation

47

5.1.2 Paper machine

58

5.1.3 Finishing

70

xiv

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang
 

5.1.4

Converting

 

74

 

5.2 Instrumen Pengontrol

77

 

5.2.1 Stock preparation

78

5.2.2 Paper machine

78

 

5.3 Instrumen Quality Control

78

 

5.3.1 Pengawasan Mutu Bahan Baku

78

5.3.2 Pengawasan Mutu Bahan Dalam Proses

79

5.3.3 Pengawasan Mutu Produk

80

BAB VI

PRODUK

 

83

6.1 Jenis Produk Kertas

 

83

6.2 Ukuran Produk Kertas

83

6.3 Warna Produk Kertas

84

6.4 Merk Dagang Produk Kertas

84

BAB VII UTILITAS DAN PENGOLAHAN LIMBAH

86

 

7.1

Sistem Utilitas

 

86

 

7.1.1

Air

86

 

7.1.1.1

Fresh

Water

86

7.1.1.2

White

Water

88

 

7.1.2

Steam

89

7.1.3

Listrik

90

 

7.2

Maintenance

 

90

7.3

Pengolahan Limbah

 

91

 

7.3.1 Limbah Padat

92

7.3.2 Limbah Cair

93

 

7.4

Kebisingan

 

95

BAB VIII

LOKASI DAN TATA LETAK PABRIK

96

 

8.1

Lokasi Pabrik

 

96

8.2

Tata Letak Pabrik

 

97

BAB IX

STRUKTUR ORGANISASI

100

9.1

Struktur Organisasi

 

100

 

9.1.1

Production Department

100

xv

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang
 

9.1.2 Business Department

101

9.1.3 Engineering Department

101

9.1.4 Compliance Development Department

102

9.1.5 Mill Service Department

103

9.1.6 Finance & Accounting Section

104

9.2 Jumlah Karyawan

104

9.3 Kesejahteraan Karyawan

105

9.4 Peraturan Kerja

107

9.5 Segi Ekonomis Perusahaan

109

BAB

X

PEMBAHASAN

110

 

10.1 Stock Preparation

110

10.2 Paper Machine

110

10.3 Finishing & Converting

111

10.4 Unit Pengolahan Air

111

10.5 Unit Pengolahan Limbah

112

10.6 Steam

112

10.7 Quality Control

112

10.8 Kelayakan Pabrik

112

BAB XI

KESIMPULAN DAN SARAN

114

11.1 Kesimpulan

114

11.2 Saran

114

DAFTAR PUSTAKA

115

LAMPIRAN A STRUKTUR ORGANISASI

116

LAMPIRAN B DIAGRAM ALIR PEMBUATAN KERTAS

118

LAMPIRAN C DIAGRAM ALIR DI STOCK PREPARATION

120

LAMPIRAN D DIAGRAM ALIR DI PAPER MACHINE

122

LAMPIRAN E DIAGRAM ALIR DI FINISHING - CONVERTING

124

LAMPIRAN F DIAGRAM ALIR CHEMICAL

126

LAMPIRAN G DIAGRAM ALIR WASTE WATER TREATMENT

129

xvi

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1

Rincian kegiatan pelaksanaan kerja praktek

5

Tabel 2.1

Komposisi serat penyusun kayu

11

Tabel 2.2

Karakteristik proses pulping secara mekanik dan kimiawi

13

Tabel 2.3

Perbandingan proses sulfat dan sulfit dan soda

16

Tabel 5.1

Kapasitas pulper

48

Tabel 7.1

Baku Mutu Limbah Cair Industri Kertas

95

Tabel 7.2

Baku Mutu Tingkat

Kebisingan

95

 

xvii

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1

Struktur kimia selulosa

 

10

Gambar 2.2

Struktur kimia lignin

11

Gambar 2.3

Diagram

alir

proses

pulping

12

Gambar 2.4

Diagram alir proses pembuatan kertas

22

Gambar 3.1

Struktur molekul OBA

28

Gambar 4.1

Diagram alir proses Stock Preparation

33

Gambar 4.2

Diagram alir proses Paper Machine

38

Gambar 5.1

Pulper

48

Gambar 5.2

HC cleaner

50

Gambar

5.3

Flow tank

51

Gambar 5.4

DD refiner

53

Gambar 5.5

Washer

55

Gambar 5.6

Settling tank

56

Gambar 5.7

Jet cooker

57

Gambar 5.8

Stuff box

58

Gambar 5.9

Centri cleaner

60

Gambar 5.10

Horizontal screen

61

Gambar 5.11

Pack pulper

62

Gambar 5.12

Wire part

65

Gambar 5.13

Batasan wire part dengan press part

67

Gambar 5.14

Skema Alat Dryer

68

Gambar 5.15

Skema Alat Reeler

70

Gambar 5.16

Skema Alat Rewinder

71

Gambar 5.17

Skema Alat Strapex

74

Gambar 5.18

Mesin Hitung

77

Gambar 8.1

Denah lokasi PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

97

xviii

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dunia dari tahun ke tahun, jumlah permintaan akan kertas yang sudah menjadi komoditi penting juga meningkat. Seperti yang kita ketahui, kayu merupakan salah satu bahan utama dalam pembuatan kertas dan Indonesia merupakan negara yang memiliki hutan yang berpotensi dalam penyediaan kayu. Permintaan kertas dunia yang meningkat ini kemudian memacu industri untuk mengembangkan proses produksi kertas. Perkembangan industri kertas yang semakin meningkat memerlukan perkembangan teknologi yang memadai serta sumber daya manusia yang berkemampuan tinggi yang dapat menunjang perkembangan industri kertas di Indonesia, maka dari itu diperlukan perkembangan ilmu pengetahuan dan pengaplikasian secara nyata di industri. Hal inilah yang menjadi salah satu tujuan dilaksanakannya kerja praktek ini. PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang resmi berdiri pada tanggal 7 Desember 1976. PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang merupakan salah satu anak perusahaan dari PT. Sinar Mas Group yang berkantor pusat di Plaza BII, Jl.MH.Thamrin No.51, Jakarta Pusat 10350. Pabrik PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk berlokasi di Jl. Raya Serpong Km 8, Tangerang, Jawa Barat. PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang merupakan salah satu manufaktur kertas terkemuka di Indonesia yang didirikan oleh Bapak Eka Tjipta Widjaja dengan sistem Penanaman Modal Asing (PMA) yang merupakan Perusahaan Joint Venture dengan sebuah perusahaan Indonesia yaitu PT. Berkah Indah Agung yang menyediakan akses sumber kayu dan dua buah perusahaan asing dari Taiwan yaitu Yuen Fong Yu Global Investment Coorporation dan Chung Hwa Pulp International Coorporation yang membantu dalam hal teknologi proses produksi kayu gelondongan dari daerah tropis untuk produksi kertas cetak dan kertas tulis.

1

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

2

Visi PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk adalah “We will become a world class enterprise and a global provider of high quality pulp, paper and converting products by using the most advanced technology and management techniques for purposes of satisfying our costumers, creating share holder value, taking care of our employers and sharing of social responsibilities”. Sedangkan misi dari perusahaan ini adalah “To produce world class speciality paper product in 21 st century ”. Dalam rangka mencapai visi dan misi tersebut, PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. Tangerang telah menerima beberapa sertifikasi antara lain ISO 9001 pada Agustus 1995 dengan diperbaharui tahun 2000 tentang Sistem Manajemen Mutu dari International Certification Board, SGSICS pasal 7.5.1 tentang Control of Production and Service Provision, ISO 14001 pada tanggal 12 September 1995 dengan diperbaharui pada tahun 2004 tentang karena penerapkan Environmental Management System (EMS) mengenai hal pananganan limbah, pasal 4.4.6 tentang Operating Control, dan sertifikasi terbaru OHSAS 18001 pada tahun 2007 tentang standar kesehatan dan keselamatan kerja dengan diperbaharui pada tahun 1999. pasal 4.4.6 tentang Operating Control. PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. Tangerang mulai berproduksi secara komersil pada tahun 1979 yakni pada bulan April 1979, mesin kertas no.1 dan 2 mulai beroperasi dan menghasilkan 100 ton keras setiap harinya. Akibat meningkatnya permintaan pasar, pada bulan Juni 1982 PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. Tangerang menambah 1 mesin kertas sehingga meningkatkan jumlah produksi kertas menjadi 150 ton setiap harinya. Pada tahun 1983, PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. membangun sebuah pabrik baru di daerah Perawang, Riau dan mulai berproduksi secara komersial dengan kapasitas produksi 250 ton setiap harinya pada pertengahan tahun 1984, tepatnya bulan Mei. Pada bulan April 1988, PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. Tangerang meningkatkan kapasitas produksi ketiga mesin kertas sehingga kapasitas meningkat menjadi 250 ton per harinya. Pada bulan Juni 1990, PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. Tangerang melakukan publikasi dengan menjual saham-saham perusahaan untuk umum di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

3

Surabaya sebanyak 13% dari total saham mereka. Sejak itu komposisi pemegang saham PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. menjadi sebagai berikut :

1. PT. Puri Nusa Eka Persada

57.25

%

2. Chung Hwa Pulp Int (BVI).Co

16.11

%

3. Yuen Foong Yu Invest Co

7.62

%

4. Masyarakat

19.02

%

Pada akhir tahun 1922, PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. resmi mengambil alih PT. Sinar Dunia Makmur dan bergabung menjadi anak perusahaan PT. Sinar Mas Group. Dengan demikian PT. Indah Kiat Pulp and

Paper Tbk. menjadi salah satu industri pulp dan kertas terbesar di Asia dengan 3 buah pabrik yang masing-masing berlokasi di :

1. Desa Perawang, Kecamatan Siak, Kabupaten Bengkalis, Riau yang memproduksi kertas budaya dan pulp.

2. Desa Pakulonan, Kecamatan Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten yang memproduksi kertas budaya.

3. Desa Kragilan, Kabupaten Serang, Banten yang memproduksi kertas industri.

1.2 Garis Besar Proses Proses produksi kertas di PT. Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. Tangerang diawali di seksi Stock Preparation. Di seksi ini, bubur pulp yang berasal dari lembaran-lembaran pulp disiapkan. Proses persiapan bahan baku ini terdiri dari proses pembuburan, penghalusan, pembersihan, penyimpanan, dan penambahan bahan-bahan kimia penunjang. Proses produksi ini kemudian dilanjutkan ke seksi Paper Machine. Di seksi Paper Machine bubur pulp yang telah disiapkan kemudian diproses menjadi lembaran-lembaran kertas melalui proses mekanik seperti forming, pressing, drying, calendering dan reeling. Kertas yang dihasilkan pada seksi Paper Machine dalam bentuk jumbo rol. Kertas dalam bentuk jumbo rol ini kemudian dikirim ke seksi Finishing untuk dipotong menjadi kertas dalam ukuran mini roll maupun big sheet. Kertas-

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

4

kertas dalam ukuran mini roll maupun big sheet ini kemudian dikirimkan ke bagian Converting untuk dipotong-potong kembali menjadi berbagai ukuran sesuai dengan permintaan konsumen.

1.3 Pelaksanaan Kerja Praktek

Kerja Praktek dilaksanakan di PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Jl. Raya Serpong km 8 Tangerang, Banten dari tanggal 21 Juni 2010 hingga 19 Juli 2010.

1.4 Tujuan Kerja Praktek Tujuan dari pelaksanaan kerja praktek di PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk

ini adalah :

1. Mendapatkan gambaran nyata tentang alat proses dan cara pengoperasiannya yang berfungsi sebagai sarana produksi.

2. Mendapatkan gambaran nyata tentang pengoperasian kerja dan penerapannya dalam usaha pengoperasian suatu sarana produksi termasuk diantaranya manajemen pengolahan dan peraturan kerja.

3. Memahami dan dapat menggambarkan struktur masukan proses produksi, yang meliputi :

Bahan-bahan utama maupun penunjang yang diambil dari alam maupun yang dibeli,

Energi yang dibutuhkan untuk melaksanakan proses produksi

Struktur kebutuhan tenaga kerja, ditinjau dari jenis dan tingkat kemampuannya.

4. Memahami dan dapat menggambarkan struktur masukan proses produksi, yang meliputi produk utama, produksi samping, energi, dan limbah.

5. Memahami karakteristik perangkat-perangkat proses, termasuk alat ukur dan alat kendali.

6. Mendapatkan kesempatan menggunakan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah untuk menganalisis jalannya proses dan/atau memecahkan persoalan nyata yang ada di dalam kegiatan pengoperasian sarana produksi.

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

5

7. Memahami segi-segi ekonomis pengoperasian suatu sarana produksi, yang meliputi struktur permodalan, struktur pembiayaan, struktur pendapatan.

1.5 Ruang Lingkup Kerja Praktek Kerja praktek di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang dilaksanakan di 5 Departemen yaitu Production Departement, Business Departement, Engineering Department, Compliance Development Department, dan Service Mill Department. Rincian kegiatan kerja praktek disajikan pada tabel 1.1 di bawah ini. Tabel 1.1 Rincian kegiatan pelaksanaan kerja praktek

Tanggal

Bagian

Agenda

21

Juni 2010

HRD dan K3

- Pengenalan tata-tertib pabrik

 

- Pengenalan lingkungan kerja

-

Orientasi K3

20

– 25 Juni 2010

Seksi Stock

Pengamatan terhadap proses

 

Preparation

produksi di

Seksi Stock

Preparation

28

Juni – 2 Juli 2010

Seksi Paper Machine

Pengamatan

terhadap

proses

 

produksi

pada

Seksi

Paper

Machine

5 – 9 Juli 2010

Seksi Develpment & Complience

Pengamatan terhadap pengendalian kualitas bahan baku da kertas hasil produksi

12

– 13 Juli 2010

Seksi Environmental Protection

Pengamatan terhadap proses penanganan limbah

14

– 16 Juli 2010

Seksi Stock

Pengambilan data untuk tugas khusus

 

Preparation

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sejarah Kertas

Kata kertas (paper) berasal dari kata Cyperus papyrus yang merupakan sejenis tumbuhan yang daunnya dapat digunakan sebagai media untuk menulis. Kertas papyrus sudah mulai digunakan oleh bangsa Mesir, Yunani, dan Romawi kuno pada tahun 2500 SM. Pembuatan kertas pertama kali dilakukan di Cina dengan menggunakan bambu dan kapas pada tahun 105 M. Proses pembuatan kertas di Cina menggunakan cara tradisional. Teknik pembuatan kertas dipelajari oleh masyarakat Eropa Selatan. Pada akhir abad ke-14 kertas diproduksi dengan skala besar di Eropa. Pabrik kertas di Inggirs didirikan pada abad 17 dan Amerika Serikat mendirikan pabrik pada tahun 1690. Pertama kali pabrik kertas didirikan menggunakan bahan baku berasal dari kapas dan linen. Sekitar tahun 1750 ditemukan mesin pengurai “Hollander Beater”, sehingga pembuatan kertas dilakukan secara modern. Kemudian pada tahun 1799, Louis Robert menemukan pembuatan kertas di atas saringan berjalan. Berdasarkan penemuan yang ada diciptakan mesin “Fourdrinier” yang dilengkapi dengan silinder berisi uap air sebagai media pengering kertas. Proses pembuatan pulp dari kayu secara mekanik ditemukan oleh Keller dan Saxony pada tahun 1844. Pembuatan pulp dengan menggunakan proses soda dikembangkan oleh Watt dan Burgess pada tahun 1851. Pada tahun 1857, Tilghman mematenkan proses sulfit yang menghasilkan pulp dengan kualitas lebih baik. Pada tahun 1884 proses Kraft ditemukan berdasarkan percobaan Dahl di Danzig. Pada tahun 1909, proses sulfat digunakan untuk pertama kalinya di Amerika Serikat. Pada akhir abad ke-20, proses sulfat telah mendominasi industri pulp.

6

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

7

2.2 Pulp Sebelum kayu diolah menjadi kertas, lignin harus dipisahkan dari serat yang terdapat di dalam kayu. Proses penghilangan lignin menghasilkan pulp yang merupakan bahan utama dari pembuatan kertas. Serat berasal dari berbagai macam tumbuh-tumbuhan seperti jerami, bambu, kayu, merang, dan batang serta ampas tebu. Namun, serat yang paling umum digunakan adalah serat kayu. Kayu yang digunakan untuk pulp umumnya dibedakan menjadi dua jenis,

yaitu :

a) Kayu lunak (softwood) yaitu kayu yang berasal dari tumbuhan konifer, contohnya pinus. Softwood menghasilkan kertas yang memiliki permukaan kasar, sulit dilakukan proses pemutihan, dan berwarna gelap.

b) Kayu keras (hardwood) yaitu kayu yang berasal dari tumbuhan yang

menggugurkan daunnya setiap tahun, contohnya akasia. Hardwood menghasilkan kertas dengan permukaan halus, mudah diputihkan, dan berwarna terang. Karakteristik pulp yang dapat mempengaruhi kualitas kertas adalah panjang serat. Semakin panjang serat yang terkandung dalam pulp, maka kekuatan kertas yang dihasilkan pun semakin besar. Hal ini dikarenakan serat yang lebih panjang memiliki sel penyusun yang lebih banyak dan saling berikatan. Dengan bertambahnya sel, maka ikatan yang dihasilkan akan semakin kuat.

2.2.1 Sifat Fisik Pulp

Dalam proses pembuatan pulp, harus diperhatikan beberapa sifat fisik yang dimiliki oleh pulp antara lain :

1) Brightness Pengukuran brightness dilakukan dengan cara membandingkan intensitas cahaya biru pada panjang gelombang 457 nm yang dipantulkan oleh permukaan lapisan Magnesium Oksida (MgO) pada sudut datang 45 dan sudut pantul 0 yang dinyatakan dalam persen GE (General Electric).

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

8

2)

Dirt Count

3)

Dirt count adalah noda pada lembaran pulp yang memilki warna cerah dan luas titik hitam ekivalen 0,04 mm 2 atau lebih besar. Dirty Problem

4)

Pulp seringkali memiliki pengotor. Pengotor ini harus dibersihkan agar tidak mengurangi kualitas kertas. Fungus

5)

Pulp yang akan digunakan harus bebas dari fungus atau jamur yang biasa tumbuh di atas lembaran pulp. Packaging

6)

Pembungkus lembaran pulp harus berada dalam keadaan baik, tidak robek, menutupi seluruh bagian pulp, dan kering. Rusty wire

7)

Rusty wire digunakan untuk mengikat susunan lembaran pulp. Kawat yang digunakan harus bebas dari karat agar pulp tidak terkontaminasi. Strength Properties

Surface Strength Surface Strength adalah kekuatan atau daya tahan permukaan kertas pada saat dicabut (picking).

Tensile Strength Tensile Strength adalah daya tahan material terhadap gaya tarik yang bekerja pada kedua ujung bahan. Tensile Strength dinyatakan dalam 15 kgf/mm atau 15 KN/m diukur pada kondisi standar.

Tearing Strength Tearing Strength adalah gaya yang diperlukan untuk merobek pulp pada keadaan standar. Tearing Strength dinyatakan dalam gram force (gf) atau mN.

Bursting Strength Bursting Strength adalah besarnya tekanan hidrostatik yang diperlukan untuk merusak material, jika tekanan dinaikkan dengan kecepatan konstan.

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

9

2.2.2 Sifat Kimia Pulp

Selain dari sifat fisika, pulp juga dipengaruhi oleh sifat kimianya. Sifat

kimia yang mempengaruhi kualitas pulp antara lain :

1)

Kadar air (Moisture Content)

Kadar air adalah jumlah kandungan air yang terkandung di dalam pulp

diukur pada suhu 105 ± 2

disebut Infra Red Moisture Tester dan dinyatakan dalam satuan gram.

Perhitungan Moisture Content dinyatakan dalam rumus sebagai berikut:

C. Kadar air diukur menggunakan alat yang

2)

3)

4)

5)

Dimana,

w

(

1

w

2

)

moisture content = 

w

1

× 100%

w 1

w

= berat pulp sebelum dimasukkan ke alat tester

2 = berat pulp setelah 10 menit dimasukkan ke alat tester

Kadar Chlor

Kadar Chlor diukur dengan cara titrasi menggunakan cara Mohr. Dalam

proses titrasi ini digunakan AgNO 3 dan K 2 CrO 4 . AgNO 3 merupakan

larutan standar yang sebelumnya sudah direaksikan dengan KCl dan NaCl.

K 2 CrO 4 merupakan senyawa indikator.

Muatan Pulp (particle charge)

Muatan pulp adalah jenis muatan listrik yang terkandung dalam pulp.

Muatan listrik dalam pulp bersifat negatif dan diukur dengan menggunakan

PCD titrator dalam satuan milivolt (mv).

pH (derajat keasaman)

pH merupakan derajat keasaman pulp yang diukur dari jumlah ion Hidrogen

[H].

Pitch

Pitch adalah getah-getah yang terkandung di dalam pulp.

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

10

2.2.3 Komponen Penyusun Serat Pulp Serat dalam pulp terdiri dari 4 komponen :

1) Selulosa Selulosa merupakan komponen utama dari polisakarida di dalam kayu dan merupakan polimer yang tersusun atas glukosa. Selulosa merupakan polimer berantai lurus, panjang, dan memiliki ikatan yang kuat. Rumus molekul dari selulosa adalah (C 6 H 10 O 5 ) n , dengan n merupakan derajat polimerisasi. Kandungan selulosa di dalam kayu berkisar antara 40-47 %. Struktur kimia selulosa dapat dilihat pada gambar 2.1.

%. Struktur kimia selulosa dapat dilihat pada gambar 2.1. Gambar 2.1 Struktur kimia selulosa 2) Hemiselulosa

Gambar 2.1 Struktur kimia selulosa

2)

Hemiselulosa

3)

Hemisolulosa adalah polimer dengan rantai pendek dan bercabang serta larut dalam air. Hemiselulosa tersusun dari glukosa, manosa, galaktosa, arabinosa dan xylosa. Hemiselulosa akan mempengaruhi tearing strength dan ikatan hidrogen serat. Susunan ikatan penyusun hemiselulosa berubah-ubah selama proses pengolahan kayu secara kimia. Hemiselulosa akan berbanding lurus dengan tearing strength, tetapi berbanding terbalik dengan ikatan hidrogen. Jumlah hemiselulosa dalam pulp selalu lebih kecil dibandingkan dengan jumlah selulosa karena hemiselulosa larut dalam air. Lignin Lignin merupakan komponen serat yang keras dan memilki struktur sangat kompleks. Lignin tersusun atas fenyl propan yang saling terikat

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

11

dalam bentuk 3 dimensi dan pengotor. Struktur kimia senyawa lignin dapat dilihat pada gambar 2.2.

Struktur kimia senyawa lignin dapat dilihat pada gambar 2.2. Gambar 2.2 Struktur kimia lignin 4) Ekstraktif

Gambar 2.2 Struktur kimia lignin

4)

Ekstraktif Ekstraktif ini mengandung hormon tumbuhan, resin, asam lemak, dan pengotor yang terdapat di dalam kayu. Komposisi serat penyusun kayu dapat dilihat pada tabel 2.1. Tabel 2.1 Komposisi serat penyusun kayu

Serat penyusun

Softwood

Hardwood

Selulosa

40-44%

43-47%

Hemiselulosa

17-23%

22-35%

Lignin

25-31%

16-24%

Ekstraktif

1-5%

2-8%

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

12

2.2.4 Proses Pembuatan Pulp

Proses pembuatan pulp dapat dilihat pada gambar 2.3.

Kayu
Kayu

Cleaning

&

Bleaching

dilihat pada gambar 2.3. Kayu Cleaning & Bleaching Debarking Chipping Chip Screening Tidak Chip yang sesuai

Debarking

Debarking
Debarking
Debarking
Chipping Chip Screening Tidak Chip yang sesuai
Chipping
Chip Screening
Tidak
Chip yang sesuai
Debarking Chipping Chip Screening Tidak Chip yang sesuai Pupling Washing & Drying Gambar 2.3 Diagram alir
Pupling
Pupling

Pupling

Pupling
Chipping Chip Screening Tidak Chip yang sesuai Pupling Washing & Drying Gambar 2.3 Diagram alir proses

Washing & Drying

Gambar 2.3 Diagram alir proses pulping

Penjelasan dari mekanisme proses pembuatan pulp adalah sebagai berikut :

1. Proses Debarking

Proses debarking adalah proses penghilangan kulit kayu yang mengandung

lignin sehingga diperoleh kayu yang bebas pengotor. Pada kulit kayu

mengandung lignin dengan kadar yang cukup tinggi yaitu ± 30-50 %.

2. Proses Chipping

Proses chipping yaitu proses penghalusan kayu sehingga diperoleh serat-

serat. Proses chipping dilakukan dengan menggunakan alat chipper.

3. Proses Chip Screening

Proses chip screening adalah proses pemisahan serpihan kayu berdasarkan

ukuran. Serpihan – serpihan kayu yang memiliki ukuran tidak sesuai akan

dikembalikan ke dalam chipper, sedangkan serpihan – serpihan kayu yang

memiliki ukuran sesuai akan diolah lebih lanjut ke proses pulping.

4. Proses Pulping

Proses pulping adalah proses penguraian serat-serat selulosa yang masih

saling berikatan. Proses pulping dibedakan menjadi 2 macam, yaitu proses

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

13

pulping secara mekanik dan secara kimiawi. Karakteristik proses pulping secara

mekanik dan kimiawi dapat dilihat pada Tabel 2.2.

Tabel 2.2 Karakteristik proses pulping secara mekanik dan kimiawi

Karakteristik

Mekanik

Kimiawi

 

1000 kW/ton

 

Konsumsi Energi

pulp

sesuai kebutuhan

Yield

95%

45%

Panjang serat

Pendek

Panjang

Strength

Rendah

Tinggi

Biaya produksi

Murah

Mahal

a. Pulping Mekanik

Pulping secara mekanik dilakukan menggunakan alat penggiling. Alat

penggiling digunakan untuk menggiling kayu menjadi serat-serat yang akan

digunakan pada proses bleaching. Serat yang dihasilkan dari proses pulping

secara mekanik memiliki yield yang tinggi dan kekuatan serat yang lebih

rendah. Kayu yang digunakan pada proses pulping secara mekanik masih

mengandung zat lignin. Hal tersebut menyebabkan harga pulp yang

dihasilkan lebih rendah.

b. Pulping Kimiawi

Proses pulping secara kimiawi dilakukan dengan cara memasak atau

memanaskan campuran serat kayu dan bahan kimia tertentu. Proses

pemasakan dilakukan dalam tabung dengan bertekanan tinggi, biasa disebut

dengan proses digester. Serat yang dihasilkan dari proses pulping secara

kimiawi memiliki yield yang rendah dan kekuatan serat yang lebih tinggi.

Serat kayu pada proses pulping secara kimiawi tidak mengandung lignin

karena dilakukan pemasakan terhadap serat kayu. Namun, pada proses

pemasakan terjadi degradasi selulosa yang menyebabkan yield menurun.

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

14

Proses pulping secara kimiawi ada 4 macam, yaitu :

i.

Proses Kraft (Sulfat) Proses sulfat adalah proses yang paling umum digunakan. Proses sulfat dapat dilakukan untuk semua jenis kayu. Proses sulfat merupakan proses alkalin yang dilakukan dengan sistem semi batch. Proses ini dilakukan dengan mencampurkan larutan putih (white liquor), yang terdiri atas senyawa natrium hidroksida (NaOH), natrium karbonat (Na 2 CO 3 ), dan natrium sulfida (Na 2 S) yang dapat memisahkan lignin yang terkandung di dalam serat. Lignin akan terhidrolisis menjadi alkohol dan asam. Proses ini dilakukan di dalam sebuah tabung yang dioperasikan pada suhu antara 170-176 o C dan tekanan 660-925 kPa. Setelah 2-5 jam, campuran pulp dan zat kimia serta sisa campuran lainnya dikeluarkan dari digester dan kemudian dicuci untuk memisahkan black liquor dari pulp yang ada. Ada beberapa kelemahan dalam proses ini antara lain : terjadinya pencemaran udara, kesulitan dalam control pengendaliannya, yield yang dihasilkan rendah dan hanya dapat digunakan untuk serat pendek. Sedangkan kelebihan dari proses sulfat antara lain : menghasilkan serat kuat dan dapat dilakukan proses bleaching.

ii.

Proses Sulfit Proses sulfit hanya dapat digunakan untuk softwood yang tidak memiliki senyawa fenol. Proses sulfit dilakukan untuk menghaluskan serat-serat kayu dengan reaksi sulfonasi. Reaksi sulfonasi dilakukan dengan penambahan sulfur dioksida berlebih. Pelarutan lignin dilakukan dengan penambahan kalsium bisulfit dan kemudian dilanjutkan dengan hidrolisis selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Penambahan dan pemasakan dilakukan dalam digester. Proses sulfit berlangsung antara 6-12 jam dengan temperatur berkisar antara 125- 160 o C dan tekanan 620-755 kPa.

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

15

Selama proses pemasakan terjadi reaksi-reaksi menurut persamaan berikut [4] :

S

2

+ O 2 → SO

SO 2 + H 2 O + CaCO 3 Ca(HSO 3 ) 2 + CO

2

2

Atau 2 SO 2 + H 2 O + MgCO 3 Mg(HSO 3 ) 2 +

Atau

2

SO 2 +

SO 2

+ Mg(OH) 2

H 2 O + NH 3 NH 4 HSO

Mg(HSO 3 )

3

2

CO

2

Namun, proses sulfit menyebabkan pencemaran air dan membutuhkan

energi yang sangat besar.

iii. Proses Soda Proses soda pertama kali ditemukan di Inggris pada tahun 1851 oleh Hugh Burgess dan Charles Watt. Proses soda ini memperoleh paten pada tahun 1854. Proses soda merupakan suatu proses pulping dengan menggunakan larutan soda (NaOH) dalam proses pemasakan kayu. Soda yang digunakan akan memisahkan zat lignin dari serat kayu. Dalam pemasakan serat kayu dengan metode soda, lama pemasakan sangat dipengaruhi oleh temperatur pemasakan. Pemasakan dengan temperatur rendah akan memakan waktu yang lama, sedangkan dengan temperatur tinggi akan mempercepat waktu pemasakan. Umumnya temperatur pemasakan dengan proses ini sekitar 168 – 180 ο C (335 – 354 ο F). Lama pemasakan dengan menggunakan proses soda sekitar 180 – 240 menit (3 – 4 jam). Dosis soda yang akan dimasukkan ke dalam campuran sebesar 18 – 22 % dari berat kering kayu yang digunakan, sedangkan untuk kayu coniferous dosis ini dapat bertambah hingga 26%. Apabila dosis soda yang dimasukkan terlalu banyak akan menghasilkan serat yang terlalu lunak, dan apabila terlalu sedikit akan menyebabkan serat menjadi tidak matang dan berwarna gelap (kotor) serta terdapat banyak gumpalan-gumpalan dalam serat. Dalam proses soda, selain

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

16

menggunakan sodium hidroksida, juga menggunakan bahan kimia lain

seperti sodium formate dan sodium asetat (CH 3 COONa).

iv. Proses Pomilio

Proses pomilio meliputi 4 tahap antara lain tahap persiapan alkali,

tahap klorinasi, tahap pemisahan produk hasil klorinasi, dan tahap

pemutihan dengan menggunakan hypochlorite.

Tahap persiapan sering kali digabungkan dengan tahap klorinasi.

Tahap klorinasi dapat dilakukan dengan cara memasak serpihan-

serpihan kayu dalam soda kaustik (NaOH) pada tekanan atmosfir.

Untuk bahan baku jerami, pemasakan serpihan kayu dilakukan selama

1-2 jam dengan konsentrasi 5-30 gram NaOH per liter. Pada umumnya

konsentrasi dari soda kaustik yang digunakan berkisar 9 % dari berat

kering bahan baku.

Campuran bahan baku dan alkali akan masuk ke dalam tungku

pemanas kemudian mengalami kontak dengan steam. Bahan yang

melewati tungku kemudian akan diekstrak untuk memisahkan bahan

dengan senyawa alkali. Produk diklorinasi menggunakan prinsip

absorpsi dalam suatu tempat tertentu. Setelah melalui proses klorinasi,

pulp dicuci dengan alkali untuk menghilangkan klorin dan diputihkan

menggunakan hypochlorite. Untuk proses pemutihan, dibutuhkan

sekitar 10.5 % hypohlorite dari berat kering bahan baku.

Tabel 2.3 Perbandingan proses sulfat dan sulfit dan soda

   

Proses

 

Proses Soda

Sulfat

Proses Sulfit

Temperatur

168 – 180 o C

170 – 180

120 – 135 o C

Pemasakan

o

C

Waktu

     

Pemasakan

3 – 4 jam

2 – 4 jam

4 – 20 jam

pH Larutan

11 – 12

 

13

1 – 2

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

17

Bahan Kimia

NaOH, CH 3 COONa, HCOONa

NaOH,

Na

2

S

H 2 SO 3 , Ca(HSO 3 ) 2 , Mg(HSO 3 ) 2 , NaHSO 3 , NH 4 HSO 3

5. Proses Cleaning dan Bleaching

Proses cleaning adalah proses pembersihan pengotor yang masih terdapat di

dalam pulp hasil dari proses pulping. Setelah melalui proses cleaning, pulp

diputihkan melalui proses bleaching. Proses bleaching dilakukan untuk

memperoleh pulp yang tidak berwarna karena pulp yang tidak berwarna selama

penyimpanan akan berubah warna jika terkena sinar matahari sehingga

mempengaruhi kekuatan kertas. Proses bleaching dapat meningkatkan kapasitas

absorpsi dan kemurnian pulp.

6. Proses Washing dan Drying

Proses washing bertujuan untuk membersihkan pengotor-pengotor yang

masih tersisa dalam pulp. Proses washing dilakukan untuk pulp yang telah melalui

proses bleaching. Setelah dicuci, pulp dikeringkan dalam proses drying dan

dipotong menjadi lembaran-lembaran pulp.

2.3 Kertas

Pulp yang telah dibentuk menjadi lembaran pulp melalui proses pressing

kemudian diolah menjadi lembaran kertas. Proses pembuatan kertas dibedakan

menjadi 3 macam antara lain:

1)

Kertas yang dibuat dengan bantuan tangan (hand made)

2)

Kertas yang dibuat dengan cetakan (moul made)

3)

Kertas yang dibuat dengan mesin (machine made)

Untuk produksi kertas skala industri, dilakukan dengan menggunakan

mesin Fourdriner dimana kertas lebih mudah dibuat, dapat dikeringkan dengan

cepat, dan dapat digunakan untuk jenis pulp yang berbeda.

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

18

2.3.1 Bahan Baku Pembuatan Kertas

Dalam proses pembuatan kertas digunakan 2 jenis bahan baku, yaitu :

1. Serat Kayu Serat kayu dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu :

a. LBKP/LUKP (Laubholz Bleached Kraft Pulp/ Laubholz Unbleached Kraft Pulp) Bahan baku LBKP/LUKP berasal dari tumbuhan yang berdaun lebar yang tumbuh di daerah tropis dengan karakteristik serat yang pendek dimana ukurannya kurang dari 1600 mikron. Pulp jenis LBKP telah melalui proses pemutihan sedangkan pulp jenis LUKP tidak melalui proses pemutihan. Bahan baku LBKP/LUKP didatangkan dari PT. Indah Kiat Pulp & Paper yang berlokasi di Riau.

b. NBKP/NUKP(Nadelholz Bleached Kraft Pulp/ Nadelholz Unbleached

Kraft Pulp) Bahan baku NBKP/NUKP berasal dari tumbuhan konifer yang tumbuh di daerah dingin dengan karakteristik serat yang panjang dimana

ukurannya lebih dari 1600 mikron. Pulp jenis NBKP telah melalui proses pemutihan sedangkan pulp jenis NUKP tidak melalui proses pemutihan. Bahan baku NBKP/NUKP diimpor dari Kanada dan Amerika.

2. Kertas Daur Ulang

Dalam proses pembuatan kertas, kertas bekas disebut juga serat sekunder. Dengan menggunakan kertas bekas atau yang dikenal dengan broke paper, didapatkan beberapa keuntungan antara lain :

a. Menghemat penggunaan serat alam sehingga tidak merusak lingkungan,

b. Mengurangi polusi yang disebabkan oleh limbah yang ada,

c. Penghematan secara ekonomis karena harganya lebih murah dibandingkan dengan serat primer, dan

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

19

Kertas bekas dapat digolongkan menjadi 2 jenis yakni Pre

Consumerized dan Pass Consumerized. Pre Consumerized adalah kertas yang tidak lolos dari Quality Control, hasil cutting yang diperoleh dari seksi Paper Machine dan Finishing dan belum digunakan oleh konsumen. Pass Consumerized merupakan kertas yang telah digunakan oleh konsumen, yang terdiri dari :

a. ONP (Old Newspaper),

b. OPM (Old Magazine Paper), dan

c. OCC (Old Corrugator Container) OCC merupakan kertas bekas karton bergelombang atau box karton bekas. OCC dibagi menjadi AOCC (American Old Corrugator Container), yang didatangkan dari Amerika dan LOCC (Local Old Corrugator Container) yang berasal dari lokal.

2.3.2 Jenis-Jenis Serat

Pada umumnya pembuatan kertas menggunakan bahan baku serat dari kayu. Penggunaan serat harus diperhatikan dari segi ekonomis, agar dapat

meminimalisasi biaya yang diperlukan. Selain serat kayu, dapat digunakan serat dari bahan lain seperti kain katun, linen, serat rami, esparto.

1. Serat katun menghasilkan selulosa murni. Dalam pembuatan kertas bulu katun digunakan sebagai serat, sedangkan kain katun jarang digunakan karena kurang ekonomis.

2. Linen memiliki karakteristik serat yang panjang dan dapat menghasilkan permukaan kertas yang kuat, halus, dan lembut.

3. Serat rami, serat yang tidak mudah diputihkan, dan

4. Esparto merupakan sejenis serat daun seperti bambu, batang padi, dan rotan.

2.3.3 Sifat Fisika dan Kimia Kertas

Untuk mendapatkan kertas yang baik, kertas harus memenuhi beberapa kriteria penilaian. Penilaian kualitas dan mutu kertas dapat dilihat dari sifat fisik dan sifat kimia. dari kertas yang digunakan sebagai kriteria standar antara lain:

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

20

1)

BW (Basis Weight)

Basis weight merupakan berat kertas persatuan luas tertentu yang

(gsm/gramatur kertas). Basis weight diukur dengan

menimbang kertas pada luas permukaan tertentu. 2) Brightness Brightness merupakan tingkat kecerahan kertas. Penentuan brightness dilakukan dengan mengukur reflectance pulp yang dinyatakan dalam % . Untuk warna biru dengan menggunakan intensitas panjang gelombang maksimum sebesar 457 nm. 3) Bursting Strength Bursting Strength merupakan jumlah tekanan yang diperlukan untuk merobek kertas pada saat dilakukan penjepitan. Bursting strength dinyatakan dalam satuan kPa. 4) Color Color merupakan kualitas warna kertas yang diujikan dengan menggunakan alat spectral reflectivity. 5) Moisture Content Moisture content adalah banyaknya air yang terkandung dalam kertas dan biasanya dinyatakan dalam %. 6) Opacity Opacity adalah tingkat keburaman kertas yang dinyatakan dalam %. 7) Smoothness Smoothness merupakan tingkat kehalusan permukaan kertas. Smoothness ditentukan dengan mengalirkan udara melalui annulus logam yang mengalami kontak dengan permukaan kertas. Smoothness dinyatakan dalam satuan mL/menit 8) Stiffness Stiffness adalah besarnya gaya yang diperlukan untuk membengkokkan kertas hingga mencapai sudut tertentu yang telah dijadikan patokan. Stiffness dinyatakan dalam mN.

dinyatakan dalam g/m 2

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

21

9) Stretch Stretch adalah besarnya daya tahan maksimum yang dimiliki kertas pada saat dilakukan penarikan hingga kertas putus dan biasanya dinyatakan dalam %. 10) Tearing Strength Tearing Strength merupakan ketahanan maksimum atas besarnya gaya yang diberikan untuk merobek kertas. Tearing Strength dilakukan dengan menjatuhkan pendulum berayun ke atas permukaan kertas. Tearing Strength dinyatakan dalam satuan gf atau mN. 11) Tensile Strength Tensile strength adalah jumlah gaya yang dibutuhkan untuk memutuskan lembaran kertas. Tensile strength dinyatakan dalam satuan kN/m. 12) Thickness Thickness merupakan ketebalan kertas hasil produksi. Thickness diukur dengan mikrometer sekrup dengan satuan mm. 13) Transparency Transparency adalah daya tembus cahaya terhadap kertas. 14) Water Resistance Water resistance merupakan ketahanan kertas terhadap cairan dan dinyatakan dalam satuan %. 15) Water Vapor Permeability Water Vapor Permeability merupakan ketahanan permeabilitas kertas terhadap uap, water vapor permeability dinyatakan dalam satuan %.

Selain sifat fisik, adapun sifat kimia dari kertas yang digunakan sebagai kriteria standar antara lain :

1)

Tingkat pH

pH merupakan derajat keasaman yang menunjukkan jumlah kandungan ion H + dalam kertas. Kertas yang baik pada umumnya berada pada pH yang bersifat netral sekitar 6,8-7.

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

22

2) Kadar Logam Umumnya kandungan logam dalam kertas terdiri dari logam besi dan tembaga. 3) Kontaminan Mikroorganisme Kertas yang baik adalah kertas yang tidak mengandung mikroorganisme yang dapat mengkontaminasi kertas.

2.3.4 Proses Pembuatan Kertas Secara umum, proses pembuatan kertas dapat dilihat pada gambar 2.4 di bawah ini :

Pulp

CaCO 3

TiO 2 Clay Zn Filling
TiO 2
Clay
Zn
Filling

Sizing

Sizing Starch Wax Resin
Sizing Starch Wax Resin

Starch

Wax

Resin

Repulping

Zn Filling Sizing Starch Wax Resin Repulping Beating Refining Cutting & Packing Fourdrinier Machine

Beating

Sizing Starch Wax Resin Repulping Beating Refining Cutting & Packing Fourdrinier Machine

Refining

Starch Wax Resin Repulping Beating Refining Cutting & Packing Fourdrinier Machine Coloring Dyes

Cutting &

Packing

Fourdrinier

Machine

Beating Refining Cutting & Packing Fourdrinier Machine Coloring Dyes Gambar 2.4 Diagram alir proses pembuatan

Coloring

Cutting & Packing Fourdrinier Machine Coloring Dyes Gambar 2.4 Diagram alir proses pembuatan kertas Proses

Dyes

Gambar 2.4 Diagram alir proses pembuatan kertas

Proses pembuatan kertas dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu :

1)

Persediaan dan Pengolahan Bahan Baku Pada tahap ini bahan baku (raw material) berupa lembaran pulp serta bahan- bahan kimia diolah menjadi bubur pulp. Proses-proses yang terjadi pada tahap

ini antara lain:

a) Repulping (dispersion)

Repulping merupakan proses penggilingan lembaran pulp menjadi bubur pulp. Pertama, lembaran pulp dimasukkan ke dalam pulper, kemudian ditambahkan air proses hingga tercapai konsistensi sekitar 4%. Pada pulper terdapat alat pengaduk yang berfungsi untuk memecah, merobek dan

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

23

mengaduk lembaran-lembaran pulp yang dimasukkan. Selain itu, dinding

pulper dilengkapi dengan baffle yang berfungsi untuk mencegah terjadinya fenomena seperti vortex selama proses pengadukan, sehingga kerja pulper dapat menjadi lebih efektif.

b) Beating

Setelah melalui proses repulping, proses dilanjutkan dengan tahap beating. Pada tahap ini serat-serat selulosa pada bubur pulp dipecah sehingga ukurannya menjadi lebih kecil, agar pulp yang semula ringan dan berpori menjadi lebih padat, keras, kuat, dan fleksible.

c) Refining

Selanjutnya pada tahap refining susunan dan komposisi serat dibuat sesuai dengan permintaan konsumen. Serat-serat diolah menjadi lebih halus dan diluruskan sehingga dapat meningkatkan fleksibilitas pulp.

d) Filling

ini, ditambahkan senyawa pengisi kertas seperti CaCO 3 ,

TiO 2 , clay, dan senyawa zinc (Zn). Penambahan filler ditujukan untuk meningkatkan kecerahan, softness, dan opacity serta membuat penetrasi tinta

menjadi lebih jelas.

e) Sizing

Sizing merupakan proses untuk meningkatkan daya tahan kertas terhadap cairan. Proses sizing biasanya menggunakan senyawa hidrokarbon,

natural waxes, starch, kasein, resin sintetis, dan roasin.

Pada tahap

f) Coloring

Pada proses Coloring dilakukan pemberian dyes (zat warna) pada bubur pulp sesuai dengan permintaan konsumen. Pemberian dyes biasanya dilakukan sebanyak 2-40% dari berat akhir kertas. Jenis dyes yang biasa digunakan untuk pewarnaan bubur pulp terdiri dari tiga jenis yaitu basic, acid, dan direct. Pembentukan dan Pengeringan Lembaran Kertas

Pulp yang telah menjadi bubur pulp kemudian dimasukkan ke dalam alat fourdrinier machine untuk membentuk lembaran kertas. Pertama-tama dilakukan

2)

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

24

proses pengaturan aliran dan tekanan buburan pulp baik masukan maupun keluaran, serta proses untuk meminimalkan flokulasi serat-serat pulp. Proses ini dilakukan di dalam head box. Setelah melalui proses di dalam head box, dilakukan proses dewatering dimana bubur pulp dikeluarkan menuju wire yang sedang bergerak. Proses ini bertujuan untuk mengurangi kandungan air yang terdapat di dalam bubur pulp dengan bantuan gaya gravitasi. Air sisa hasil pemisahan ini disebut air proses atau white water. Setelah melalui proses dewatering, kandungan air dalam kertas masih cukup tinggi, sehingga diperlukan proses pressing. Lembaran kertas akan dibawa oleh felt yang bergerak secara kontinu, masuk ke dalam rotary press. Lembaran kertas yang masuk ke dalam rotary press akan dipress oleh roda-roda yang berputar dan dapat mengurangi kadar air hingga 70%. Untuk memperoleh kertas dengan kadar air yang lebih rendah, dilakukan proses pengeringan lebih lanjut dengan menggunakan cylinder dryer. Pada cylinder dryer terjadi proses pengeringan dengan menggunakan silinder-silinder yang diisi dengan steam dan didapatkan lembaran kertas dengan kadar air 4-6 %. Setelah melalui proses pengeringan, lembaran kertas ini kemudian akan dihaluskan permukaannya melalui alat calendering. Proses terakhir dalam proses pembuatan kertas adalah proses pemotongan dan pembungkusan. Kertas dipotong sesuai dengan ukuran sesuai dengan permintaan konsumen dan kertas dilakukan pembungkusan untuk menjaga kualitas kertas.

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

BAB III

BAHAN

3.1 Bahan-Bahan Utama

Bahan baku utama yang digunakan dalam proses pembuatan kertas di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang terdiri dari 2 macam, yaitu:

1. NBKP (Nodelholz Bleached Kraft Pulp) NBKP merupakan pulp yang memiliki serat panjang dan kuat. NBKP diperoleh dari tumbuhan konifer yang tumbuh di daerah dingin, berkayu keras, dan berdaun jarum. NBKP menghasilkan kertas dengan permukaan yang kasar dan tidak mudah sobek. Salah satu contohnya yaitu pinus. Kebutuhan pulp jenis NBKP diimport dari Kanada, Amerika Serikat, dan Brasil. Kebutuhan NBKP di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang dapat mencapai 700 ton/bulan.

2. LBKP (Laubholz Bleached Kraft Pulp) LBKP merupakan pulp yang memiliki serat pendek. LBKP diperoleh dari tumbuhan yang tumbuh di daerah tropis, berkayu lunak, dan berdaun lebar. LBKP menghasilkan kertas dengan permukaan yang halus dan mudah sobek. Kebutuhan pulp jenis LBKP didatangkan dari PT. Indah Kiat Pulp & Paper Perawang, Riau. Kebutuhan LBKP di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang dapat mencapai 5.000 ton/bulan. Kekuatan serat pulp jenis LBKP lebih rendah jika dibandingkan dengan serat pulp jenis NBKP.

3. Broke Paper Broke paper adalah kertas sisa pemotongan dari seksi paper machine, finishing, dan converting. Selain itu, broke paper berasal dari hasil produksi yang tidak lolos quality control. Broke paper dipisahkan berdasarkan warnanya sebelum akhirnya dicampurkan dengan pulp jenis LBKP di seksi Stock Preparation.

25

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

26

4.

Air Air yang digunakan harus memenuhi kriteria kualitas seperti salinitas, konduktivitas, dan total hardness untuk dapat menjaga kualitas produk.

3.2 Bahan Penunjang

Selain bahan baku utama, dalam proses pembuatan kertas di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang dibutuhkan juga bahan baku pendukung lainnya (bahan penunjang). Bahan baku penunjang yang digunakan anatara lain:

1. Filler Filler yang digunakan di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tanggerang

berasal dari PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Serang. Filler yang digunakan terdiri dari 2 macam yaitu:

a. CaCO

3

CaCO 3 berfungsi untuk mengisi rongga-rongga di antara serat-serat kertas sehingga kertas memiliki tingkat smoothness yang baik. Selain itu, filler CaCO 3 juga dapat meningkatkan derajat keputihan kertas, memperbaiki tingkat kelicinan, serta memperbaiki derajat keburaman atau daya tembus

cahaya (opacity). Filler CaCO 3

memasuki proses screening.

digunakan di paper machine sebelum

b. Non CaCO Non CaCO 3 berfungsi untuk mendapatkan nilai opacity yang cukup tinggi.

3

Merk dagang bahan yang digunakan Ancylex 93 dan Luminex dengan

ditambahkan di

kebutuhan mencapai 2.300 ton/bulan. Filler non CaCO 3

paper machine sebelum screen atau mixing chest.

2. Cationic Starch Bahan yang digunakan dalam pembuatan cationic starch terdiri dari tapioka yang telah dimodifikasi dan memiliki muatan positif. Cationic starch memiliki fungsi untuk meningkatkan kekuatan susunan serat, meningkatkan ketahanan kertas terhadap air, dan membantu meningkatkan retensi filler dan zat warna. Cationic starch dimasak di jet cooker lalu ditambahkan steam dan air. Selama proses pemasakan, larutan tapioka ditambahkan dengan PVA,

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

27

SSA, waxsize, biocide, enzyme, zinc sulfate, dan OBA (untuk produksi kertas putih). Merk dagang yang digunakan di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang adalah Amylofax T-2200 dan Solsacat 22 dengan kebutuhan mencapai 90 ton/bulan. Standar konsistensi untuk larutan cationic starch yaitu

1±0.2%.

3. PAC (Poly Aluminium Chloride) PAC merupakan bahan kimia yang berwujud cair. Rumus molekul dari PAC adalah [Al 2 (OH) 3 Cl 3 ] 10 . PAC berfungsi untuk mejaga kestabilan pH air proses, yaitu sekitar 7-8. Selain itu, PAC juga berfungsi untuk mengendapkan partikel-partikel tersuspensi dan sebagai desinfektan. Penambahannya dilakukan pada silo pit dan white water pit. Merk dagang yang sering digunakan adalah 250 MU. Kebutuhan PAC mencapai 17 ton/bulan.

4. AKD (Alkyl Ketene Dimer)

AKD merupakan cairan kimia yang berwarna putih dan mempunyai sifat korosif/B3. AKD berfungsi untuk meningkatkan water resistance kertas (daya tahan kertas terhadap penetrasi cairan), sehingga cairan cepat kering dan tidak menyebar. Selain itu AKD dapat meningkatkan retensi filler dan zat warna (internal sizing agent). Merk dagang AKD yang digunakan di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang antara lain Hosize 3125 MS, Raisafob 9115, dan Basoplast 8711 LC dengan kebutuhan AKD mencapai 75 ton/bulan. AKD digunakan pada campuran di dalam stuff box.

5. Biocyde (Microbiocyde) Mikroorganisme dapat menghasilkan lendir yang menyebabkan cacat pada

Biocyde digunakan untuk membunuh dan menghambat

pertumbuhan mikroorganisme tersebut. Ada berbagai macam biocyde yang

kertas hasil produksi

digunakan pada seksi Stock Preparation dan paper machine, yaitu :

a. Amicyde merupakan cairan beracun dan korosif yang berwarna kuning dengan pH = 6 – 9 .

b. BC merupakan cairan tidak berbau dengan gugus isothizolines dengan

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

28

c. Busan merupakan cairan yang berwarna kekuningan. Busan memiliki sifat beracun dan korosif. Busan memiliki pH = 5,5 – 7,5 dan umumnya digunakan pada pembuatan kertas dan karton.

d. Dukem merupakan cairan berwarna kuning pucat atau hijau yang sedikit

berbau dan larut dalam air dengan pH = 3 – 5.

6.

7.

8.

e. Spektrum merupakan cairan beracun, korosif, dan dapat menyebabkan iritasi. Spektrum memiliki pH = 8. Merk dagang yang digunakan antara lain BX 9127, BC 807, dan BC 809. Kebutuhan biocide dapat mencapai 1 ton/bulan.

OBA (Optical Brightening Agent) OBA dikenal juga sebagai FWA (Flouresecent Whitening Agent) yang memiliki nama dagang Sinar White C. OBA berfungsi untuk membuat warna kertas menjadi lebih terang. Kebutuhan OBA di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tanggerang mencapai 10 ton/bulan. OBA ditambahkan pada stock preparation sebelum pompa machine chest. Struktur molekul OBA dapat dilihat pada Gambar 3.1.

. Struktur molekul OBA dapat dilihat pada Gambar 3.1. Gambar 3.1 Struktur molekul OBA CaCl CaCl

Gambar 3.1 Struktur molekul OBA

CaCl CaCl 2 merupakan larutan yang memiliki sifat korosif. CaCl 2 berfungsi untuk meningkatkan kekuatan pulp dan daya serap pulp terhadap dyes, serta meningkatkan kesadahan sehingga daya ikat serat meningkat terhadap warna

(warna tua). Kebutuhan CaCl 2

Tangerang mencapai 400 kg/bulan. Dyes Dyes merupakan bahan yang berbahaya, bersifat korosif dan juga dapat menimbulkan iritasi bila terkena kulit. Dyes berfungsi untuk memberikan warna pada kertas sesuai dengan yang diinginkan atau permintaan konsumen dengan bantuan alat dosing pump. Kebutuhan dyes di PT. Indah Kiat Pulp &

2

di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

29

Paper Tbk. Tangerang mencapai 26 ton/bulan. Terdapat 3 jenis dyes yang digunakan, antara lain:

a. Basic Dyes Basic dyes merupakan zat warna yang berbentuk serbuk dan bermuatan positif. Basic dyes memiliki sifat berbahaya dan menyebabkan iritasi. Merek dagang basic dyes yang digunakan di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang yaitu Basasol yang berasal dari PT. BASF.

b. Direct Dyes

Direct dyes merupakan zat warna yang berbentuk serbuk dan bermuatan negatif. Merek dagang direct dyes yang digunakan di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang yaitu Pergasol yang berasal dari PT. CIBA.

c. Pigment Dyes Pigment dyes merupakan zat warna yang berbentuk pasta dan bermuatan netral. Merek dagang Pigment dyes yang digunakan di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang yaitu Irgalite yang berasal dari PT. CIBA.

9. NaOH (Caustic Soda) NaOH merupakan bahan kimia yang bersifat bahaya, korosif, dan menyebabkan iritasi. NaOH berfungsi sebagai penetralisir pH pada proses water treatment dan juga sebagai pembilas pipa-pipa, tangki dan peralatan lainnya pada saat alkaline boil out. Caustic Soda ditambahkan dalam pulper untuk mengatur pH rendaman (tidak boleh lebih besar dari 7) agar kertas tidak

mudah terdegradasi.

10. Defoamer Defoamer berfungsi untuk menghilangkan busa dalam buburan pulp, karena busa dapat menimbulkan bercak-bercak pada kertas. Umumnya berupa cairan berwarna putih. Merk dagang defoamer yang digunakan di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang yaitu Afranil ST dan Etingal L dengan kebutuhan bahan ini dapat mencapai 100 kg/bulan.

11. Flocculant Flocculant digunakan untuk mengendapkan lumpur dan kotoran-kotoran yang terdapat dalam air pada proses water treatment serta mengendapkan serat-serat

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

30

pulp. Merk dagang yang digunakan adalah Clarifloc. Kebutuhan flocculant dapat mencapai 50 kg/bulan.

12. PVA (Poly Vinyl Alcohol) PVA berwujud padat atau serbuk. PVA berfungsi untuk menambah kekakuan (stiffness) dan kekuatan permukaan (tensile strength) kertas. Merk dagang yang digunakan adalah Elvanol 11-30. Kebutuhan PVA dapat mencapai 2 ton/bulan.

13. Wax Size Wax Size berfungsi untuk meningkatkan kehalusan (smoothness) dan

kekakuan (stiffness) kertas dengan gramatur diatas 90 gsm, serta mengurangi curling. Merk dagang yang digunakan adalah Acronal S 540, Styronal DD 516 AP, dan Triwax 40 LD. Kebutuhannya dapat mencapai 1,5 ton/bulan.

14. Enzim Enzim berfungsi untuk mengontrol viskositas larutan tapioca. Pengontrolan viskositas dilakukan dengan cara memecah rantai karbon agar dapat menembus ruang yang lebih kecil pada susunan serat. Merk dagang yang digunakan yaitu Apozyme 240, Fibrezyme LWT, dan Enbio RE-66-PU.

15. Zinc Sulfate (ZnSO 4 ) 98% Penambahan ZnSO 4 98% bertujuan untuk membantu proses penetrasi enzim

di dalam tepung tapioka. Kebutuhan akan ZnSO 4 98% di PT. Indah Kiat Pulp

& Paper Tbk. Tangerang dapat mencapai 56 kg/batch.

16. Fixing Agent Fixing agent merupakan bahan yang bersifat korosif dan berbahaya bagi lingkungan. Fixing agent digunakan untuk membantu proses pengikatan dyes pada pulp. Merk dagang fixing agent yang digunakan di PT. Indah Kiat Pulp

& Paper Tbk. Tangerang adalah Tinofox ECO-N dan Catiofast VSH dengan

kebutuhan fixing agent mencapai 100 kg/bulan.

17. Retention Aid Retention aid digunakan untuk meningkatkan daya rekat antara serat dengan filler CaCO 3 pada bubur pulp sehingga serat-serat yang halus tidak banyak yang jatuh pada saat penyaringan. Merk dagang retention aid yang digunakan

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

31

di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tanggerang antara lain Alcofix 159, Catiofast M135, Catiofast 8236 PR, Percol 47, Percol 2305, dan Telioform M135 dengan kebutuhan retention aid mencapai 7 ton/bulan.

18. Alum (Al 2 SO 4 .18H 2 O) Alum memiliki pH sebesar 1,7-2,1. Alum berfungsi sebagai koagulan yang digunakan untuk mengendapkan lumpur pada tangki masukan dalam proses water treatment. Selain itu alum digunakan untuk meningkatkan daya ikat antara surface sizing agent dengan serat kertas.

19. NaOCl (Sodium Hypochloride) NaOCl merupakan bahan kimia yang bersifat korosif. NaOCl berfungsi untuk menjaga keseimbangan kadar free chlorin dan membunuh mikroorganisme pada unit water treatment. Kebutuhan NaOCl yang digunakan di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tanggerang dapat mencapai 1.800 m 3 /bulan.

20. Biochemical Biochemical yaitu enzim yang mengandung bakteri dan jamur. Biochemical berfungsi untuk menghancurkan selulosa, kanji, lignin, tanin, dan komponen lain yang terdalam limbah industri pulp dan paper. Selain itu, biochemical digunakan untuk menurunkan kadar Biologycal Oxygen Demand (BOD) dan Total Soluble Solid (TSS) pada air limbah secara aerob. Merk dagang biochemical yang digunakan di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tanggerang yaitu Super bio dan B220 HV.

21. WWT Aid (Waste Water Treatment Aid) WWT aid merupakan bahan kimia berwarna coklat dan bersifat higroskopis. WWT aid digunakan dalam proses pengolahan limbah cair. Merk dagang biochemical yang digunakan di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tanggerang yaitu Filabac M, Formula 40, dan Superbio 11-M.

22. Boil Out Chemical (BOC) BOC merupakan bahan kimia yang berwujud cair dan berwarna kuning. BOC berfungsi untuk membersihkan alat proses yang digunakan dari sisa bahan kimia dan menghilangkan mikroorganisme. BOC yang digunakan di PT. Indah

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

32

Kiat Pulp & Paper Tbk. Tanggerang yaitu Renew SC 7450 dan Spectrum RX-

7823.

23. Acid

Phosphoric

(H 3 PO 4 )

Phosphoric acid merupakan bahan kimia yang memiliki sifat korosif dan pH sebesar 1,5. Phosphoric acid digunakan pada proses waste water treatment.

24. Thickener Penambahan thickener membuat permukaan kertas menjadi halus dan licin. Penambahan thickener hanya dilakukan pada saat pembuatan kertas yag dipesan oleh Jepang. Merk dagang thickener yang digunakan di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang yaitu Latekoll D.

25. Flushing Agent Flushing Agent digunakan untuk mencuci pipa-pipa yang berasal dari aliran dyes.

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

BAB IV SISTEM PRODUKSI KERTAS

Proses produksi kertas di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang dibagi menjadi 3 tahapan proses, yakni :

1. Stock Preparation (proses persiapan bahan baku kertas),

2. Paper Machine (proses pembuatan lembaran kertas), dan

3. Finishing and Converting (proses penyelesaian kertas tahap akhir)

4.1 Stock Preparation Seksi Stock Preparation bertugas untuk mempersiapkan bahan baku dalam proses pproduksi kertas di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang. Pada

tahapan proses ini, pulp LBKP (Laubholz Bleached Kraft Pulp) dan pulp NBKP (Nadelholz Bleached Kraft Pulp) mula-mula dihancurkan secara mekanis di dalam pulper hingga menjadi bubur-bubuaran pulp. Bubur pulp ini kemudian dikirim untuk diproses lebih lanjut menjadi lembaran kertas ke seksi Paper Machine. Pada seksi Stock Preparation ada 4 tahapan proses yang terjadi, yaitu pulping, cleaning, refining dan mixing, seperti yang tergambarkan pada gambar

4.1 di bawah ini.

NBKPPulp

Pulper1
Pulper1
PulperChest 1 DD. Refiner 1 PulperChest 2 DD. Refiner 2 PulperChest 3 H.CCleaner FlowTank DD.
PulperChest 1
DD. Refiner 1
PulperChest 2
DD. Refiner 2
PulperChest 3
H.CCleaner
FlowTank
DD. Refiner 3
MachineChest
MediumChest
MixingChest

LBKPPulp

Pulper2 Pulper3
Pulper2
Pulper3

LBKPPulp

PaperMachine

Gambar 4.1 Diagram alir proses Stock Preparation

33

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

34

4.1.1 Pulping Dalam proses pulping bahan baku berupa lembaran pulp dihancurkan secara mekanis menjadi bentuk bubur pulp menggunakan mesin pulper yang beroperasi secara batch pada temperatur ruang dan tekanan 1 atm. PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang saat ini memiliki 8 buah mesin pulper pada seksi stock preparation, dimana 1 buah pulper untuk mengolah pulp NBKP dan 7 buah pulper digunakan untuk mengolah pulp LBKP. Dalam proses pulping digunakan air untuk memperlancar proses penghancuran lembaran pulp. Untuk pulp jenis LBKP, air yang digunakan adalah air proses sedangkan untuk pulp jenis NBKP digunakan fresh water yang berasal dari sungai Cisadane yang telah melewati proses water treatment sebelumnya. Dalam proses pembuatan kertas warna, broke paper yang merupakan kertas hasil gagal produksi dari seksi Paper Machine dan kertas sisa hasil potongan dari seksi Finishing-Converting, ditambahkan ke dalam pulper LBKP sebagai bahan baku tambahan. Pada tahapan proses ini, pertama-tama ditambahkan air ke dalam pulper hingga mencapai ± 1/3 dari volume pulper. Kemudian, lembaran-lembaran pulp dan broke paper dimasukkan ke dalam pulper dan diaduk. Jumlah lembaran pulp dan broke paper yang digunakan bergantung pada karakteristik kertas yang ingin dihasilkan dan kapasitas pulper yang digunakan. Selanjutnya ke dalam pulper ditambahkan bahan-bahan kimia penunjang seperti CaCl 2 dan fixing agent. Penambahan CaCl 2 berfungsi untuk mengikat dyes sedangkan fixing agent berfungsi untuk meningkatkan efisiensi pemakaian dyes, terutama untuk dyes warna tua. Konsistensi bubur pulp dalam pulper ini sekitar 4,5 % ± 0,2 %. Setelah dilakukan pengadukan ± 20 menit, bubur pulp yang telah terbentuk kemudian dipompa dengan pompa pulper menuju pulper chest dengan kapasitas penampungan sebesar 70 m 3 . Pulper chest merupakan tempat penyimpanan sementara sebelum bubur pulp diproses lebih lanjut di high centrifugal cleaner.

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

35

4.1.2 Cleaning Proses cleaning ini dilakukan untuk memisahkan berbagai pengotor seperti logam, pasir, kawat, dan sebagainya yang terbawa dalam bubur pulp. Proses cleaning terjadi di dalam alat High Centrifugal Cleaner (HC Cleaner) dan berlangsung pada temperatur dan tekanan ruang. Pada seksi Stock Preparation terdapat 3 buah unit HC Cleaner. Sebelum masuk ke dalam HC Cleaner, bubur pulp terlebih dahulu dilewatkan melalui CRC (Consistency Recording Controller). CRC berfungsi untuk menjaga konsistensi bubur pulp tetap konstan. Besarnya konsistensi bubur pulp bergantung pada warna kertas serta gramatur kertas yang diinginkan. Konsistensi bubur pulp biasanya berkisar sekitar 4,5 % ± 0,2 %. Pada saat melewati CRC, konsistensi bubur pulp akan terbaca secara otomatis kemudian dibandingkan dengan set point yang telah ditentukan. Jika bubur pulp memiliki konsistensi di bawah set point, maka valve akan menutup secara otomatis, dan sebaliknya jika bubur pulp memiliki konsistensi di atas set point, maka valve pada CRC akan terbuka secara otomatis sehingga konsistensi mendekati set point. Pada unit CRC air yang digunakan merupakan air proses yang berasal dari shower pit. Prinsip kerja dari alat HC Cleaner berdasarkan gaya sentrifugal. Pertama bubur pulp masuk melalui inlet pada bagian atas dengan kecepatan tinggi menuju pipa pada HC Cleaner sehingga bubur pulp akan menabrak dinding pipa pada HC Cleaner. Dengan prinsip gaya sentrifugal bubur pulp akan berputar sehingga pengotor-pengotor yang memiliki berat jenis yang lebih besar dari bubur pulp akan bergerak ke bawah dan tertampung di dalam junk box, sedangkan partikel- partikel yang lebih ringan yakni bubur pulp tadi akan keluar melalui outlet pada bagian atas karena adanya dorongan dari tekanan air yang berasal dari bagian dasar HC Cleaner. Setelah melewati proses cleaning, bubur pulp selanjutnya dialirkan ke dalam flow tank yang digunakan sebagai tempat penyimpanan sementara bubur pulp. Flow tank juga digunakan untuk mencegah terjadinya fluktuasi tekanan pada inlet pompa dengan level bubur pulp tetap dijaga agar konstan. Untuk mencegah terjadi fluktuasi, bubur pulp dialirkan secara over flow ke dalam flow

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

36

tank, sehingga ada sebagian bubur pulp yang dialirkan kembali ke dalam pulper chest. Selain itu dengan adanya flow tank, maka fluktuasi aliran pulp dari HC Cleaner ke DD-Refiner dapat dicegah karena fluktuasi aliran bubur pulp dapat menyebabkan kerusakan disc pada DD-Refiner.

4.1.3 Refining Pada tahapan proses refining bubur pulp digiling lebih lanjut untuk memperoleh bubur pulp dengan freeness (derajat giling) tertentu. Besarnya derajat giling bergantung pada gramatur kertas yang ingin diproduksi. Dengan proses refining ini didapatkan ikatan antar serat yang optimum melalui berbagai proses seperti: pemotongan, pengupasan, penyerabutan, dan pengembangan. Freeness menunjukkan tingkat penggilingan serat-serat pulp atau kandungan air yang tertapis dalam 3 gram bubur yang diencerkan dalam 1 L larutan. Pengujian freeness pada keluaran DD-Refiner dilakukan setiap 30 menit sekali. Nilai freeness ditentukan dengan mengukur kandungan air yang dibebaskan setelah bubur pulp disaring dengan freeness tester. Freeness dinyatakan dalam cc CSF (Canadian Standard Freenes) dimana semakin kecil harga cc CSF maka serat yang dihasilkan dari proses refining tersebut semakin halus.

Proses refining terjadi di dalam alat DD-Refiner (Double Disc Refiner). DD-Refiner memiliki dua buah pelat yaitu stator dan rotor yang bergerak secara rotasi sehingga dapat menekan bubur pulp yang berada diantara kedua pelat tersebut. DD-Refiner ini beroperasi dengan tekanan masuk sebesar 1,5 - 2,5 kg/cm 2 dan tekanan keluar sebesar 3,0 - 4,5 kg/cm 2 . Besarnya tekanan masuk dan keluar dari bubur pulp menentukan besarnya tekanan yang diterima bubur pulp, sehingga pengaturan dilakukan pada keran masukan dan keluaran apabila derajat giling yang didapatkan tidak sesuai dengan yang dikehendaki. Bubur pulp yang masuk ke dalam DD-Refiner harus memiliki konsistensi tertentu untuk menghindari gesekan antara kedua plat yang dapat menimbulkan cutting (pemotongan pada serat).

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

37

Di PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang, khususnya pada seksi Stock Preparation terdapat 16 unit DD-Refiner. DD-Refiner dapat dioperasikan secara seri maupun paralel, bergantung kepada gramatur kertas yang diinginkan. Rangkaian seri digunakan untuk memproduksi kertas dengan gramatur < 80 gsm, sedangkan rangkaian paralel digunakan untuk memproduksi kertas dengan gramatur > 80 gsm. Pada rangkaian seri bubur pulp mengalir secara bergantian dari DD-Refiner 1 ke DD-Refiner berikutnya hingga diperoleh serat yang bersifat halus. Jadi, bubur pulp keluaran DD-Refiner 1 akan masuk ke DD-Refiner 2 dan seterusnya, sehingga freeness yang didapatkan akan turun secara bertahap dari DD-Refiner 1 ke DD-Refiner 2, 3, dst. Sedangkan, pada rangkaian paralel bubur pulp dimasukkan secara serempak ke dalam semua unit DD-Refiner yang sedang beroperasi sehingga karakteristik serat yang diinginkan dari operasi DD-Refiner secara paralel bersifat kasar. Setelah melewati proses refining, bubur pulp kemudian dimasukkan ke dalam mixing chest.

4.1.4 Mixing Proses mixing merupakan proses pencampuran antara bubur pulp LBKP, NBKP dan broke paper yang berasal dari seksi Paper Mechine dan Finishing- Converting. Proses mixing ini berlangsung di dalam mixing chest. Tujuan dari proses mixing ini adalah untuk meningkatkan kualitas kertas yang ingin dihasilkan seperti tensile strength, porocity, dan smoothness kertas sesuai dengan standar. Komposisi campuran ditentukan sesuai dengan jenis dan gramatur kertas yang ingin dihasilkan. Setelah melewati proses pencampuran hingga campuran menjadi homogen ± selama 10 menit, bubur pulp kemudian dialirkan ke dalam medium chest sebelum selanjutnya dialirkan ke dalam machine chest. Medium chest berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara bubur pulp sebelum bubur pulp masuk ke dalam machine chest. Penyimpanan sementara dimaksudkan untuk menjaga agar aliran bubur pulp ke dalam machine chest tetap konstan dan homogen. Konsistensi bubur pulp di dalam mixing chest dan medium chest adalah ± 4,4 %.

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

38

4.2 Paper Machine Pada seksi Paper Machine (PM) ini bubur pulp yang dihasilkan dari bagian Stock Preparation diproses lebih lanjut menjadi kertas dalam bentuk jumbo roll. Proses yang terjadi di seksi ini meliputi proses pencampuran (mixing), pembersihan (cleaning), penyaringan (screening), pengurangan kadar air (dewatering), pressing, pengeringan (drying), surface sizing, calendering, dan reeling. Proses pembuatan kertas dapat dilihat pada gambar 4.2 di bawah ini.

Stuff box Cleaning Screening Head Box Dewatering Pressing Surface Reeling Calendering Drying II Drying I
Stuff box
Cleaning
Screening
Head Box
Dewatering
Pressing
Surface
Reeling
Calendering
Drying II
Drying I
sizing
Gambar 4.2 Diagram alir proses Paper Machine

4.2.1 Stuff Box Proses pada seksi Paper Machine diawali dengan mengalirkan bubur pulp dari machine chest ke dalam stuff box. Di dalam stuff box, laju alir bubur pulp diatur sebelum selanjutnya dialirkan menuju cleaner. Pada stuff box, beberapa bahan kimia seperti AKD (Alkil Ketene Dimer), cationic starch, dan anionic dyes yang bermuatan negatif ke dalam bubur pulp. Komposisi bahan-bahan kimia yang ditambahkan disesuaikan dengan warna dan gramatur kertas yang diinginkan. Untuk bahan kimia OBA (Optical Brightness Agent) hanya digunakan untuk memproduksi kertas putih. Untuk produksi kertas jenis warna tertentu, ditambahkan cationic dyes yang bermuatan positif sebelum memasuki proses cleaning. Konsistensi bubur pulp dalam stuff box sebesar 3,5%-4,2% dan laju alir keluaran bubur pulp dari stuff box berkisar antara 60-165 m 3 /hari.

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

39

4.2.2 Cleaning Proses dilanjutkan ke proses cleaning yang terjadi di dalam alat centri cleaner berbentuk cone yang prinsip kerjanya menggunakan gaya sentrifugal dimana pengotor yang berat jenisnya lebih besar akan menuju ke bawah sedangkan bubur pulp yang berat jenisnya lebih ringan akan mengalir ke atas untuk kemudian dilakukan proses screening. Proses cleaning bertujuan untuk menghilangkan pengotor-pengotor yang masih terbawa oleh bubur pulp. Proses ini meliputi 4 tahap, yakni :

a. Cleaning I Pada tahap cleaning I digunakan 40 buah centri cleaner. Bubur pulp yang sudah bersih (accepted) akan mengalir ke bagian atas cleaner untuk kemudian dilakukan proses screening di dalam horizontal screen. Sedangkan bubur pulp yang mengalir ke bawah dan masih mengandung pengotor (rejected) dialirkan menuju cleaning II untuk dilakukan proses pembersihan lebih lanjut.

b. Cleaning II Pada tahap cleaning II ini digunakan 8 buah centri cleaner. Dari proses cleaning II, bubur pulp yang telah bersih (accepted) akan dialirkan menuju silo pit, sedangkan bubur pulp yang masih mengandung pengotor (rejected) akan dialirkan ke dalam cleaning III untuk dilakukan proses pembersihan lebih lanjut.

c. Cleaning III Begitu juga dengan proses cleaning III dimana bubur pulp yang telah bersih (accepted) akan dialirkan menuju silo pit, sedangkan bubur pulp yang masih mengandung pengotor (rejected) akan dialirkan ke dalam cleaning IV untuk dilakukan proses pembersihan lebih lanjut. Pada tahap cleaning III hanya digunakan 2 buah centri cleaner.

d. Cleaning IV Pada tahap cleaning IV centri cleaner yang digunakan hanya 1 buah. Bubur pulp accepted dari cleaning IV akan dialirkan menuju Cleaning III, sedangkan bubur pulp rejected akan dialirkan menuju waste water treatment.

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

40

4.2.3 Screening Sebelum memasuki proses screening, bubur pulp yang sudah bersih dari

yang bertujuan untuk

proses cleaning tadi ditambahkan filler CaCO 3

meningkatkan derajat keputihan (brightness) dan kehalusan (smoothness) kertas. Proses screening ini terjadi di dalam alat horizontal screen. Proses screening ini bertujuan untuk menghilangkan serat-serat yang menggumpal serta pengotor yang ikut terbawa di dalam bubur pulp untuk mendapatkan ukuran bubur pulp yang homogen. Bubur pulp yang lolos dari proses screening kemudian dialirkan menuju head box, sedangkan bubur pulp yang tidak lolos proses screening dialirkan ke dalam pack pulper. Di dalam pack pulper serat-serat pulp yang menggumpal dihancurkan kembali. Bubur pulp yang belum hancur akan dialirkan ke bagian waste water treatment sedangkan bubur pulp yang ukurannya sudah memenuhi syarat akan dialirkan ke dalam silo pit untuk kemudian dibersihkan kembali diproses cleaning.

4.2.4 Head Box

Sebelum memasuki head box, ke dalam bubur pulp ditambahkan zat retention aid yang berfungsi untuk meningkatkan daya rekat antara serat dengan filler CaCO 3 . Head box berfungsi untuk mengatur aliran bubur pulp yang keluar

dari horizontal screen, menghindari terbentuknya gumpalan-gumpalan serat pada bubur pulp dan untuk menyebar dan meratakan bubur pulp ke atas permukaan wire. Pada bagian outlet dari head box dilakukan pengaturan gramatur kertas. Konsistensi bubur pulp di head box berkisar antara 0,4%-1,1% dengan nilai pH

7-8.

4.2.5

Dewatering

Aliran bubur pulp dari headbox tadi kemudian dibagi ke dalam pipa-pipa kecil agar aliran pulp yang akan melewati proses dewatering agar bubur pulp lebih tersebar merata. Dewatering merupakan proses pengurangan kadar air

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

41

dengan prinsip gravitasi di dalam bubur pulp dengan cara melewatkan bubur pulp di atas kawat plastik yang bergesekan dengan hydrofoil sehingga air lolos melalui pori-pori (mesh) wire dan turun ke dalam wire pit. Bubur pulp yang tertahan pada permukaan wire dibawa untuk dilakukan proses pressing. Moisture content bubur pulp setelah melewati proses dewatering berkisar antara 90%-95%.

4.2.6 Pressing

Proses pressing dilakukan dengan melewatkan kertas pada dua silinder bersentuhan yang berputar berlawanan arah. Proses pressing terdiri dari 3 tahap,

yaitu :

1. First Pressing. Pada pressing tahap pertama terjadi pengurangan kadar air pada lembaran kertas hingga 50%-60%. Lembaran kertas yang masih basah kemudian dibawa dengan bantuan felt untuk diproses lebih lanjut agar kandungan air dalam lembaran kertas berkurang.

2. Second Pressing Pada tahap ini terjadi pengaturan ketebalan kertas (thickness) dan pengurangan

kadar air hingga 40%-50%.

3. Third Pressing Pada tahap ini dilakukan penghalusan permukaan kertas (smoothing). Tahap ini hanya dilakukan untuk pembuatan kertas dengan gramatur di atas 120 gsm.

4.2.7 Drying

Proses drying merupakan proses pengurangan kadar air yang dilakukan dengan alat cylinder dryer. Proses ini dilakukan dengan menggunakan steam secara bertahap dari 50 – 130 o C yang dilewatkan melalui cylinder dryer. Cylinder dryer dilapisi oleh sejenis kain kanvas yang berguna untuk menyerap air di dalam kertas dan juga dapat menahan panas yang dikeluarkan steam dari dalam drum. Proses drying dibagi menjadi dua tahap, yaitu :

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

42

1. Drying I

Drying I terdiri dari 3 group drying dengan total 22 buah cylinder dryer. Moisture content keluaran drying I berkisar antara 2 – 3 %. Sebelum memasuki proses drying II, pada lembaran kertas dilakukan proses surface sizing terlebih dahulu dengan cara melapisi permukaan kertas dengan starch solution yang terdiri dari tapioka, PVA, SSA, waxsize, biocyde, enzyme, zinc sulfate, dan OBA (hanya untuk produksi kertas putih). Surface sizing dilakukan untuk meningkatkan daya tahan kertas terhadap penetrasi tinta, memperkuat permukaan kertas dan meningkatkan kehalusan (smoothness) kertas. Proses drying dimulai dengan menambahkan tapioka yang sudah dilarutkan dalam air kemudian dipanaskan bersama-sama dengan enzim hingga suhu 75 o C. Kemudian ditambahkan zinc sulfate dan didiamkan selama 15 menit agar enzim dapat menguraikan tapioka dengan maksimal. Larutan tapioka ini kemudian dipanaskan kembali hingga suhu 95 o C. Larutan PVA yang telah dipanaskan secara terpisah kemudian dicampurkan ke dalam larutan tapioka dengan zat-zat lainnya seperti OBA (hanya untuk produksi kertas putih) dan SSA. Waxsize hanya ditambahkan untuk produksi kertas bergramatur di atas 90 gsm dan pencampurannya dilakukan dengan cara menambahkannya ke dalam larutan tapioka pada suhu 75 o C.

2. Drying II Drying II terdiri dari 2 group drying dengan total 12 buah cylinder dryer yang digunakan. Moisture content keluaran drying II berkisar antara 5 – 6 %.

4.2.8 Calendering Proses calendering dilakukan dengan melewatkan lembaran kertas pada 4 buah roll yang berputar berlawanan arah satu dengan lainnya agar permukaan kertas menjadi lebih halus dan untuk mendapatkan ketebalan kertas (thickness) yang sesuai. Untuk produksi drawing paper yang memerlukan permukaan yang cenderung kasar, tidak diperlukan proses calendering.

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

43

4.2.9 Reeling Pada bagian ini lembaran kertas digulung menjadi bentuk jumbo roll untuk kemudian akan dikirim ke seksi Finishing-Converting.

4.3 Finishing – Converting Kertas hasil dari seksi Paper Machine yang berbentuk jumbo roll diperiksa kualitasnya oleh seksi Quality Controll (QC). Kertas yang memenuhi syarat dikirim ke seksi Finishing – Converting.

4.3.1 Finishing Kegiatan-kegiatan

pemotongan (cutting), penyortiran (sorting), dan pembungkusan (packing).

yang

dilakukan

di

seksi

finishing

meliputi

proses

4.3.1.1 Pemotongan (cutting)

Kertas yang dihasilkan dari seksi Paper Machine yang berbentuk jumbo roll dipotong dengan menggunakan mesin rewinder atau cutter. Mesin rewinder digunakan untuk memotong kertas dari jumbo roll menjadi mini roll. Mesin cutter

digunakan untuk memotong kertas dari bentuk mini roll menjadi big sheet dengan standar ukuran 70 x 100 cm. Sisa potongan kertas yang tidak terpakai dijadikan broke paper.

4.3.1.2 Penyortiran (sorting)

Kkertas berukuran big sheet disortir secara manual sehingga diperoleh kertas yang tidak cacat atau kualitas kertas yang dihasilkan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Kertas yang memenuhi standar akan

dihitung secara manual dalam satuan rim untuk setiap kemasan. Kertas yang cacat ditandai dengan adanya sobek, kotor, bergelombang, warna tidak sama, sudut tidak siku, bercak air lubang (holes) pada kertas. Kertas yang tidak memenuhi standar digunakan sebagai broke paper.

Laporan Kerja Praktek PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Tangerang

44

4.3.1.3 Pembungkusan ( packing ) Kertas big sheet yang telah melewati proses penyotiran, disortir dan dihitung kembali sebelum kemudian dibungkus menggunakan wrapping paper, diberi label sesuai dengan jenis, ukuran dan identitas kertas. Setelah proses ini selesai, kertas big sheet ini kemudian di packing menggunakan wooden pallet dan dilapisi dengan plastik. Untuk kertas yang berukuran mini roll, dibungkus dengan wrapping paper menggunakan mesin Cyclop. Kertas-kertas yang sudah dipacking ini selanjutnya dikirimkan ke bagian gudang produksi untuk penyimpanan sementara sebelum selanjutnya dikirim ke konsumen.

4.3.2 Converting Seksi converting merupakan proses pengerjaan untuk kertas dengan ukuran tertentu seperti memo, A4, dan lain-lain. Kegiatan di seksi converting meliputi proses pemotongan, laminating & embossing, dan pembungkusan.

4.3.2.1 Pemotongan Kertas ukuran mini roll dari seksi finishing sebagian dikirimkan ke seksi converting untuk dipotong menjadi kertas ukuran tertentu (cut size).