Anda di halaman 1dari 27

BAB V

PELEDAKAN SUMBU API

5.1 Pendahuluan
Sumbu api adalah sumbu yang berfungsi merambatkan api guna meledakan
suatu bahan peledak. Komposisi sumbu api terdiri dari bagian inti dan
pembungkus. Inti sumbu api terdiri dari low explosive sedangkan pembungkus
untuk melindungi inti dari gesekan dan masuknya air serta untuk membuat agar
nyala api terarah sampai kebahan peledak, dapat berupa textile atau jute. Pada
pemakaian tertentu, dibagian dalam pembungkus dibuat oleh pabrik dengan
menambahkan bahan penguat supaya lebih tahan terhadap tarikan.
Cara dan alat pengapian sumbu api antara lain hot wire fuse lighter , pull
wire fuse lighter, lead spitter fuse lighter, korek api, cigarette lighter dan igniter
cord (IC). Untuk memakai IC diperlukan penghubung yang disebut Igniter Cord
Conector.
Rangkaian Peledakan Dengan Sumbu Api :
1.

Pengisian lubang tembak

2.

Peledakan tunggal (Single shot)

3.

Peledakan lubang tembak banyak (Multiple


shot), dengan cara :
a.

Cara Trimming

b.

Dengan menggunakan Igniter Cord

c.

Menggunakan IC dan sumbu api tidak sama panjang.

5.2 Tujuan Praktikum


Tujuan Praktikum pada acara kali ini yaitu :
1.

Memahami penggunaan sumbu api dalam rangkaian peledakan

2.

Mengetahui prinsip penyambungan dan rangkaian dengan sumbu api

3.

Mengetahui peralatan dan perlengkapan peledakan dengan sumbu api

Ikra Parahita Nugraha/112140092

5.3 Dasar Teori


Sumbu api adalah sumbu yang berfungsi merambatkan api guna meledakkan
suatu bahan peledak. Cara kerja sumbu api adalah sumbu api dinyalakan dengan
nyala api biasa, kemudian nyala ini akan merambat dengan kecepatan konstan.
Pada direct firing, nyala sumbu api ini akan sampai pada bahan peledak dan
langsung meledakkannya. Untuk indirect firing, sebagai contoh adalah peledakan
dengan bahan black powder. Sedangkan pada indirect firing, yaitu untuk bahan
peledak high eksplosives, nyala sumbu api pada akhirnya akan menyalakan
detonator biasa. Detonator biasa akan mengalami detonasi/meledak. Gelombang
detonasi akan diteruskan sampai pada bahan peledaknya, sehingga bahan peledak
tersebut akan meledak pula. Sumbu api umumnya digunakan dalam peledakan
dengan ukuran kecil (peledakan sekunder).
Macam Macam Sumbu Api :
1. Berdasarkan kecepatan rambatnya:
a.

Sumbu api berkecapatan kira kira 120 detik / yd.

b.

Sumbu api berkecepatan kira kira 90 detik / yd.

2. Berdasarkan pembungkusnya :
a. Textile

Type

Fuses

(berpembungkus

textile).Textile

type

fuses,

berpembungkus textile dan untuk bahan kedap air dipakai aspal atau
sejenisnya, dipakai untuk daerah kering.
b. Plastik Type Fuses (berpembungkus lapisan plastik). Plstic type fuses,
berpembungkus lapisan plastik bahan kedap air, untuk tempat basah
Untuk menjamin keselamatan, warna sumbu api dibedakan menjadi
beberapa macam, dengan maksud untuk membedakannya dari warna
batuan yang akan diledakan (oranye, hitam dan putih).
Dalam prakteknya rangkian peledakan dengan sumbu api dapat dilengkapi
dengan igniter cord dan igniter connector serta dapat pula dengan cara trimming.
Peledakan ada 2 yaitu :
Peledakan primer adalah peledakan yang pertama kali dilakukan

untuk

menghancurkan massa batuan

Ikra Parahita Nugraha/112140092

Peledakan sekunder adalah peledakan yang dilakukan pada

boulder-boulder yang besar hasil peledakan primer yang tak bisa diangkut
oleh Wheel Loader.
Selain ada peledakan primer, terdapat juga peledakan sekunder ada 3
antara lain :
o

Mud capping

Block holling

Snake holling

Untuk peledakan lubang tembak banyak (multiple shots) dapat dilakukan


dengan beberapa cara yaitu :

Cara Trimming yaitu dengan mengatur panjang sumbu yang akan digunakan
untuk mendapatkan interval waktu yang diinginkan. Jika pengapian
dilakukan dengan tangan, panjang sumbu diatur sedemikian sehingga yang
dinyalakan pertama memiliki sumbu terpanjang. Cara lain dengan mengikat
ujung-ujung sumbu api menjadi satu kemudian dinyalakan.

Dengan menggunakan igneter cord, cara ini merupakan cara


meledakan dengan sumbu api secara beruntun yang paling aman dan disukai.
Dalam cara ini, semua sumbu yang akan dinyalakan harus benar-benar sama
panjang, karena pengaturan waktu urutan peledakan diperoleh seluruhnya
oleh fungsi kecepatan yang nyata dari igneter cord (IC).

Dengan menggunakan IC dan sumbu api tidak sama panjang, cara ini
merupakan kombinasi antara penggunaan IC dengan Trimming. Digunakan
pada operasi peledakan dimana diinginkan interval waktu peledakan tertentu.

Ikra Parahita Nugraha/112140092

Gambar 5.1
Penampang Sumbu Api
Keterangan :
1. Inti
2. Isian (Bahan Peledak Low Explosive)
3. Enforcement (Pelindung Plastik untuk kedap air)
4. Pembungkus (textile/jute,aspal/plastik)
5.4 Pelaksanaan Praktikum
Pada praktikum acara v ini dilaksanakan pada :
Hari, tanggal : Selasa, 4 Oktober 2016
Sesi / jam
: II / 09.30 11.30 WIB
Tempat
: Laboratorium Pemboran dan Peledakan Teknik Pertambangan, F
dsssssssss

s Fakultas Teknologi Mineral, UPN Veteran Yogyakarta

Peralatan yang digunakan pada praktikum kali ini, yaitu :


1.

Dummy sumbu api

2.

Dummy dodol bahan peledak


Adapun Pelaksanaan pada praktikum kali ini yaitu :

1. Perhatikan bagian-bagian dan struktur sumbu api (dari Literatur)


2. Sambungkan detonator biasa dengan sumbu api
3. Buat primer dengan sumbu api
4. Deskripsi igniter cord dan igniter connector
5. Deskripsikan peralatan dan perlengkapan peledakan dengan sumbu api
5.5 Pembahasan
Sumbu api, yaitu sumbu untuk menjalarkan api untuk meledakkan bahan
peledak. Selain itu juga diterangkan bahan pembungkus sumbu api dapat berupa
textile atau plastic. Sumbu api juga dibedakan menurut kecepatannya, yaitu :
o Kecepatan 120 s / yd
o Kecepatan 90 s / yd
Bersdasarkan pembungkusnya sumbu api ada 2 yaitu :

Ikra Parahita Nugraha/112140092

Dibungkus plastic

Dibungkus kain / textile

Dijelaskan pula beberapa cara peledakan yang menggunakan sumbu api, yaitu :
o

Mud Capping

Block Holing

Snake Holing

Peledakan sumbu api dengan satu lubang ledak


Peledakan sekunder dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu :

Gambar 5.2
Mud Capping

Ikra Parahita Nugraha/112140092

Gambar 5.3
Block Holing

Gambar 5.4
Snake Holing
Peledakan sumbu api dengan beberapa lubang ledak

Gambar 5.5
Peledakan dengan cara Trimming

Ikra Parahita Nugraha/112140092

Gambar 5.6
Peledakan dengan Igniter Cord / IC

Gambar 5.7
Kombinasi Igniter Cord dan Trimming
1.

Cara dan Alat Pengapian Sumbu Api.


Hot wire fuse lighter
Yaitu suatu batang kawat (panjang 7,9 atau 12 inch) yang dilapisi bahan
mudah terbakar secara perlahan dan memberikan panas yang cukup kuat
untuk menyalakan ujung sumbu api.

Pull wire fuse lighter


Yaitu suatu tabung tipis yang tertutup pada satu ujungnya dan berisi alat
penyala terdiri dari komponen pengganjal pada suatu kawat, yang menonjol
ke dalam ujung yang tertutup.Sumbu dimasukan ke dalam ujung yang
terbuka sampai menyentuh kawat. Sumbu akan terjepit oleh gigi penangkap
di dalam tabung. Sumbu dinyalakan dengan cara menarik kawat keluar
tabung. Alat ini cocok untuk tempat basah, angin kencang, atau hujan.Untuk
satu kali penyalaan hanya bisa dinyalakan satu sumbu.

Lead spitter fuse lighter


Yaitu suatu tube tipis dari timah hitam sepanjang 25 ft yang berisi
blackpowder, digulung pada sebuah reel.Untuk memakainya tube dipotong
menurut kebutuhan sebelum dinyalakan. Kemudian dinyalakan dengan
sumbu api, tube akan terbakar dengan kecepatan 35 det/ft dan memberikan
nyala yang cukup panas untuk menyalakan sumbu api.

Ikra Parahita Nugraha/112140092

Korek api, Cigarette lighter


Yaitu penyalaan jika yang dinyalakan lebih dari satu sumbu, cara ini tidak
praktis.

Igneter cord
Yaitu berupa sumbu plastik untuk menyalakan sejumlah sumbu api secara
bersama-sama untuk memperoleh interval waktu penyalaan tertentu, sehingga akan terjadi ledakan secara beruntun. Untuk memakai IC diperlukan
penghubung yang disebut ICC (Igneter Cord Connector), yaitu selongsong
logam berisi komposisi yang mudah terbakar.Jika nyala IC mencapai
connector maka ujung sumbu api akan langsung menyala. Panjang sumbu api
yang digunakan sama, dan panjangnya tidak boleh kurang dari 3 ft. Di negara
kita, Negara Indonesia, sesuai dengan peraturan panjang sumbu api
minimum ialah 60 cm.

Macam-macam IC yaitu :
a.

Fast type, dengan ciri-ciri :

Kecepatan rambat 4 detik/ft

Warna hitam
Digunakan untuk operasi peledakan pada longwall face yang sempit
atau pada tempat yang menyerupai kondisi tersebut.

b.

Medium speed type (type A), dengan ciri-ciri :

Kecepatan rambat antara 8-10 detik/ft

Warna hijau

Memungkinkan penyalaan seluruh sumbu sebelum lubang pertama


meledak. Jarak fuse connection sebaiknya memakai pedoman Du Pont
yaitu 2 inch untuk tiap 1 ft panjang sumbu yang ada di dalam lubang.
Jenis ini umumnya digunakan pada stope blasting.

c.

Slow speed type (type B), dengan ciri-ciri :

Kecepatan rambat 18 detik/ft (Du Pont membuat dengan kecepatan


antara 16-20 detik/ft

Warna merah

Ikra Parahita Nugraha/112140092

Digunakan untuk heading blasting dimana lubang yang diledakan secara


beruntun pada tempat yang luasnya terbatas, sehingga cukup waktu bagi
menyalanya sumbu sebelum lubang pertama meledak.

Dengan menggunakan IC, maka tidak lagi diperlukan trimming (pengaturan


panjang sumbu untuk mengatur urutan peledakan). Disamping itu IC hanya
memerlukan penyalaan di satu tempat sehingga keamanan lebih terjamin.
2.

Penyalaan Awal
Penyalaan awal adalah rangkaiaan kerja dan peralatan penyalaan bahan

peledak. Macam initiator dengan sumbu api adalah:

Sumbu api dengan korek api, dalam hal ini sumbu api digunakan
untuk meledakan low explosives

Sumbu api dengan detonator biasa, yaitu detonator dipasang pada


ujung sumbu api.

Cara merakit sumbu api pada detonator adalah sebagai berikut :

Sumbu dipotong secara tegak lurus menurut panjang yang diinginkan

Detonator diambil dari kemasannya secara hati-hati

Ujung sumbu api dimasukan kedalam mulut detonator (didorong biasa,


tidak diputar atau ditekan)

Mulut detonator kemudian dikerat dengan menggunakan cap crimper agar


sumbu tidak mudah lepas.
Priming adalah perakitan unit yang berisi alat penyalaan (firing
device) untuk tujuan peledakan. Untuk lubang tembak berdiameter besar,
dan terutama jika dipakai blasting agent, maka digunakan primer yang
telah dibuat oleh pabrik (yang disebut booster).

Untuk lubang berdiameter lebih kecil, dibuat primer dari bahan peledak dynamite.
Cara merakit primer adalah sebagai berikut :
Cara pertama:

Dodol dynamite dibuka pada salah satu ujungnya

Dibuat lubang sedalam lebih-kurang 2 inchi dengan menggunakan stick


kayu atau tembaga

Detonator dimasukan kemudian ujung dodol diikat dengan tali.

Ikra Parahita Nugraha/112140092

Cara kedua :

Ujung dodol tidak dibuka tetapi dibuat lubang dari samping dodol

Detonator dimasukan kemudian sumbu diikat dengan tali.

3.

Rangkaian Peledakan Sumbu Api.


Operasi pengisian lubang tembak yang dilakukan tergantung pada bahan

peledak yang digunakan, berbentuk dodol atau butiran (prill). Cara pengisian
untuk bahan peledak berbentuk dodol sebagai berikut :

Lubang tembak dibersihkan dengan cara menghembuskan udara dari


kompresor.

Dodol dimasukan ke lubang tembak satu per satu dengan bantuan tongkat
kayu, kemudian primer dimasukan (untuk collar priming). Sedangkan untuk
bottom priming, primer dimasukan lebih dahulu.

Lubang tembak ditutup dengan stemming (material lempung pasiran atau


cutting pemboran.

Kemudian dicek apakah tidak terjadi kerusakan pada sumbu api.

Penyambungan rangkaian di permukaan (jika lubang lebih dari satu).


Panjang sumbu minimum untuk peledakan biasa adalah 6 ft dan
untuk peledakan sekunder adalah 4 ft.
Sedangkan pengisian bahan peledak berbentuk butiran seperti ANFO
dapat dilakukan dengan cara :

Langsung dimasukan ke dalam lubang (dicurahkan) yaitu jika lubangnya


tegak dan ke arah bawah.

Menggunakan pneumatic loading machine, yaitu jika lubangnya mendatar


atau mengarah ke atas.
Pneumatic loading machine pada dasarnya ada dua tipe yaitu : Pressuretype

dan Ejector type. Pressure type yaitu udara bertekanan 5-40 psi dimasukan
melalui bagian atas suatu vessel yang telah berisi bahan peledak berbentuk
butiran, sehingga bahan peledak tersebut akan mengalir lewat lubang di bagian
bawah vessel. Alat ini tidak cocok untuk mengisi lubang yang mengarah ke atas,
sebab tekanannya terlalu kecil. Sedangkan Ejector type yaitu pengisian bahan

Ikra Parahita Nugraha/112140092

10

peledak melalui pipa bertekanan 65-100 psi. alat ini bisanya dipakai untuk
pengisian dengan density besar. Cocok untuk lubang yang mengarah ke atas.
Untuk peledakan tunggal (Single Shots) caranya yaitu jika lubang
tembak telah selesai pengisiannya, maka sumbu api langsung dapat
dinyalakan. Penyalaan dilakukan apabila daerah kerja telah dirasa aman.
Contoh lain dari peledakan tunggal adalah peledakan sekunder
(Secondary Blasting). Peledakan sekunder adalah peledakan yang
dilakukan pada boulder-boulder yang besar hasil peledakan primer yang
tak bisa diangkut oleh Wheel Loader dan Dump Truck. Peledakan
sekunder ada 3 jenis yaitu :

Mud capping

Block holling

Snake holling
Penyebab kecelakaan dalam peledakan merupakan segala sesuatu
yang berhubungan dengan penanganan bahan peledak yang tidak benar.
Penyebab umum yang dapat mengakibatkan suatu kecelakaan yang pada
hakikatnya adalah pelanggaran peraturan ataupun tatacara yang telah
ditetapkan, yaitu :

Penyalaan sumbu dengan delay yang terlalu panjang.

Membor mengenai bahan peledak

Terjadi penyalaan prematur pada peledakan listrik

Mendatangi tempat peledakan terlalu dini

Penjagaan yang tidak mencukupi

Pelaksanaan yang kurag aman selama pengangkutan, penanganan dan


penyimpanan

Penanganan missfire yang kurang baik

Menggunakan sumbu terlalu pendek

Prosedur tampling yang tidak benar

Merokok pada saat menangani bahan peledak

Kecelakaan yang disebabkan oleh aliran listrik juga dapat terjadi, misalnya :

Terkena kilat

Ikra Parahita Nugraha/112140092

11

Arus listrik yang sangat kuat

Listrik statik

Aliran gelombang radio

Stray current dan sebagainya

5.6 Kesimpulan
Dari praktikum Acara Peledakan Sumbu Api dapat di simpulkan
bahwa :
1.

Hubungan antara metode peledakan, perlengkapan, dan peralatan adalah :


Tabel 5.1
Metode Peledakan, Perlengkapan dan Peralatan Sumbu Api
Metode Peledakan
Sumbu Api

Perlengkapan

Peralatan

Detonator Sumbu Api,

Crimper,Penyulut,

Igniter Cord Connector

korek api

2. Sumbu api adalah sumbu yang berfungsi merambatkan api guna meledakkan
suatu bahan peledak, dimana kompisisi dari sumbu api berupa bagian inti dan
pembungkus. Inti dari sumbu api terdiri dari low explosive, sedangkan
pembungkus berfungsi untuk melindungi inti dari gesekan dan masuknya air
serta untuk membuat agar nyala api terarah sampai ke bahan peledak.
3. Dalam prakteknya rangkian peledakan dengan sumbu api dapat dilengkapi
dengan igniter cord dan igniter connector serta dapat pula dengan cara
trimming.
Peledakan ada 2 yaitu :
Peledakan primer adalah peledakan yang pertama kali dilakukan

untuk menghancurkan massa batuan.


Peledakan sekunder adalah peledakan yang dilakukan pada

boulder-boulder yang besar hasil peledakan primer yang tak bisa diangkut
oleh Wheel Loader dan Dump Truck.
Peledakan sekunder ada 3 yaitu :
o

Mud capping

Ikra Parahita Nugraha/112140092

12

Block holling

Snake holling

Ikra Parahita Nugraha/112140092

13

BAB VI
PELEDAKAN DENGAN SUMBU LEDAK

6.1 Pendahuluan
Pertama yang harus diperhatikan adalah dalam komposisi maupun kecepatan
reaksinya sumbu ledak sangat berbeda dengan sumbu api. Sumbu ledak
berkomposisi bahan peledak kuat, kecepatan reaksinya rata-rata 21.000 fps (4
mill/detik). Oleh karena itu dalam prakteknya sumbu ledak harus diperlakukan
sama dengan bahan peledak kuat. Sumbu ledak hanya bisa dinyalakan dengan
detonator. Sumbu ledak akan meledakkan setiap dodol dynamite dalam lubang
ledak yang berhubungan dengan sumbu tersebut. Cara penyambungannya dapat
dengan cara menempeli atau memasukan pada dodol.
Peledakan dengan sumbu ledak dapat dilakukan baik secara serentak maupun
beruntun. Dalam hal peledakan secara serentak dapat dilakukan dengan
menggunakan detonator biasa maupun detonator listrik. Jika peledakannya secara
beruntun, ada tiga metode yang dapat digunakan yaitu :
a) Menggunakan delay connector pada trunkline.
b) Menggunakan sirkuit listirk pada trunkline dengan delay detonator yang
dihubungkan pada sumbu ledak sebagai downline.
c) Menggunakan primadet / Toe-det delay system.
6.2 Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum acara ini yaitu :
1. Mengetahui penggunaan sumbu ledak dalam rangkaian peledakan
2. Mengetahui prinsip penyambungan dan rangkaian dengan sumbu ledak
3. Mengetahui peralatan dan perlengkapan peledakan dengan sumbu ledak

Ikra Parahita Nugraha/112140092

14

6.3 Dasar Teori


Sumbu ledak adalah suatu sumbu yang berintikan initiating explosives
(biasanya PETN-Pentaerythritol Tetranitrat) yang dimasukkan di dalam suatu
pembungkus plastik dan berbagai kombinasi tekstil, kawat halus dan plastik.
Fungsi sumbu ledak dalam peledakan ialah untuk merambatkan gelombang
detonasi sampai ke isian. Sumbu ledak berkomposisi dari bahan peledak kuat,
kecepatan reaksi rata-rata 21.000 fps (setara 4 mil/detik). Dalam praktek sumbu
ledak harus diperlakukan sama dengan bahan peledak kuat dan sumbu ledak
hanya dapat dinyalakan dengan detonator. Peledakan dengan sumbu ledak dapat
dilakukan baik secara serentak maupun beruntun. Peledakan secara beruntun
dapat digunakan dengan delay connector.
Sumbu ledak dikemas dalam bentuk gulungan pada koil (500 1000 ft per
koil). Satu kotak kemasan berisi 2 koil atau 2000 ft. Beratnya 11-17 lb/100 ft.
Tabel 6.1.
Type of detonating cord available

Delay Connector adalah perlengkapan penyambung ledakan antara 2 buah


ujung sumbu ledak, sehingga apabila salah satu sumbu meledak maka sumbu yang
lain akan ikut meledak dengan delay time tertentu. Delay connector terdiri dari

Ikra Parahita Nugraha/112140092

15

suatu kelongsong plastik yang didalamnya terdapat suatu delay element yang
terbuat dari copper atau aluminium. Delay connector pada pabrik Du Pont ada 4
macam yaitu :
a) MS-5, delay interval 5 milidetik, warna biru
b) MS-9, delay interval 9 milidetik, warna hijau
c) MS-17, delay interval 17 milidetik, warna kuning
d) MS-25, delay interval 25 milidetik, warna merah

Gambar 6.1
Connector atau Detonating Relay

Ikra Parahita Nugraha/112140092

16

Ga
mbar 6.2
Innitiator Sumbu Ledak
Variasi peledakan dapat dilakukan dengan :
1. Peledakan secara serentak
Dapat dilakukan dengan menggunakan detonator biasa ataupun detonator
listrik. Jika dengan detonator listrik maka diperlukan exploder.
2. Peledakan secara beruntun

Ikra Parahita Nugraha/112140092

17

Ada 3 metode untuk peledakan secara beruntun yaitu :


a) Menggunakan delay connector pada trunkline
Delay connector disambungkan pada hubungan dua sumbu ledak di
antara dua lubang tembak.
b) Menggunakan sirkuit listrik pada trunkline dengan delay connector yang
disambungkan pada sumbu ledak sebagai downline.
c) Menggunakan Primadet/Toe-det delay sistem
Primadet delay dikembangkan oleh pabrik Ensign-Bioford. Delay cap
pada sistem ini telah dibuat oleh pabriknya menjadi satu dengan primer
di dalam isian lubang tembak.

Gambar 6.3
Primer dengan Sumbu Ledak
Cara-cara Menyambung Sumbu Ledak

Ikra Parahita Nugraha/112140092

18

Cara-cara penyambungan sumbu ledak berperan penting agar peledakan


berhasil baik. Sambungan sumbu ledak banyak ragamnya, antara lain: L joint,
Clove hitc joint, Double L joint, square knot, dan Double wrap, dsb.

Gambar 6.4
Penyambungan Sumbu Ledak

Ikra Parahita Nugraha/112140092

19

Pelaksanaan praktikum diawali dengan penjelasan mengenai fungsi sumbu


ledak, yaitu untuk merambatkan gelombang detonasi ( PETN ). Selain itu juga
dijelaskan beberapa cara peledakan yang menngunakan sumbu ledak, yaitu :
a)

Penyalaan awal menggunakan detonator biasa dan menngunakan detonator


listrik
b) Peledakan secara berurutan (menempatkan detonator secara berurutan ).

c)

Peledakan secara serentak ( menempatkan detonator disetiap sambungan )


agar peledakan dapat berlangsung secara serentak.
Sumbu ledak (detonating fuse, detonating cord) adalah suatu sumbu yang
berintikan initiating explosives (biasanya PETN-Pentaerythriltol Tetranitrat) yang
berfungsi untuk merambatkan gelombang detonasi sampai ke isian.

Gambar 6.5
Penampang Sumbu Ledak
6.4 Pelaksanaan Praktikum
Pada praktikum acara VI ini dilaksanakan pada

Hari, tanggal : Selasa, 4 Oktober 2015


Sesi / jam
: II / 09.30 11.30 WIB
Tempat
: Laboratorium Pemboran dan Peledakan Teknik Pertambangan, F
dsssssssss

sFakultas Teknologi Mineral, UPN Veteran Yogyakarta

Peralatan yang digunakan yaitu :


1.

Dummy sumbu ledak

2.

Dummy dodol bahan peledak

Ikra Parahita Nugraha/112140092

20

Adapun Pelaksanaan pada praktikum kali ini yaitu :


1. Perhatikan bagian-bagian dan struktur sumbu api (dari Literatur)
2. Sambungkan detonator biasa dengan sumbu api
3. Buat primer dengan sumbu api
4. Deskripsi igniter cord dan igniter connector
5. Deskripsikan peralatan dan perlengkapan peledakan dengan sumbu api
6.5 Pembahasan

Gambar 6.6
Penampang Sumbu Ledak
Keterangan :
1. Tape
2. PETN (Pentaerythitetetranitrate)
3. Center yarn
4. Special Selected
5. Artificial fibre yarn
6. Tough plastic
Sumbu ledak (detonating fuse, detonating cord) adalah suatu sumbu yang
berintikan initiating explosives (biasanya PETN- Pentaerythriltol Tetranitrat)

Ikra Parahita Nugraha/112140092

21

yang berfungsi untuk merambatkan gelombang detonasi sampai ke isian. Selain


itu juga dijelaskan beberapa cara peledakan yang menngunakan sumbu ledak,
yaitu :
a)

Peledakan secara berurutan ( menempatkan detonator secara berurutan )

Gambar 6.7
Rangkaian Peledakan Berurutan
Keterangan :
1. Blasting machine
2. Leading Wire
3. Detonator listrik
4. Sumbu ledak
5.

Double U joint

Ikra Parahita Nugraha/112140092

22

6. Stemming
7. Isian (ANFO)
8. Primer / Primadet
9.

Trunkline

10. Downline
11. ICC
12. Connecting wire
b)

Peledakan secara serentak

Gambar 6.8
Peledakan secara serentak dengan Elektrik
Keterangan :
1. Blasting machine
2. Sumbu listrik
3. Detonator listrik
4. Double U joint
5. Stemming
6. Isian (ANFO)
7. Primer / Primadet
8. Trunkline
9. Downline
10. Leading Wire

Ikra Parahita Nugraha/112140092

23

Gambar 6.9
Rangkaian Peledakan Serentak dengan Sumbu Api
Keterangan :
1. Lighter
2. Sumbu api
3. Plain detonator
4. Sumbu ledak
5. Double U joint
6. Stemming
7. Isian (ANFO)
8. Primer / Primadet
9. Trunkline
10. Downline
11. Leading Wire

Ikra Parahita Nugraha/112140092

24

Gambar
6.10
Sambungan Delay Connector pada Trunkline

Gambar 6.11
Gabungan Sirkuit Listrik dan Sumbu Ledak

Gambar 6.12
Penggunaan Primadet Delay System
Peralatan dan perlengkapan peledakan dengan sumbu ledak:
a) Peralatan

: -

Jika menggunakan sumbu api memakai lighter

Ikra Parahita Nugraha/112140092

25

Jika menggunakan sumbu listrik memakai blasting

b) Perlengkapan : -

machine
Jika menggunakan sumbu api memakai Sumbu Ledak,

sumbu api, plain detonator Delay Connector


Jika memakai sumbu listrik memakai sumbu ledak,
detonator listri, delay connector

6.6 Kesimpulan
Dari praktikum Acara Peledakan Sumbu Ledak di dapat kesimpulan bahwa,
Penyalaan pada sumbu ledak ada dua yaitu: penyelaan dengan sumbu api dan
sumbu listrik.

Gambar 6.13
Penyalaan Dengan Sumbu Api

Gambar 6.14
Penyalaan dengan Sumbu Listrik
Peledakan sumbu ledak termasuk dalam high explosives yang penyalaan
awalnya dengan adanya ledakan awal.
Tabel 6.2

Ikra Parahita Nugraha/112140092

26

Hubungan Metode Peledakan, Perlengkapan, Peralatan


Metode Peledakan

Perlengkapan

Peralatan

- Sumbu Ledak

Sumbu Ledak, sumbu

Lighter

(sumbu api :

api, plain

penghasil

detonatorDelayConnecto

gelombang kejut

pertama)
-

Sumbu ledak

Sumbu listrik, sumbu

(sumbu listrik:

ledak, detonator listri,

penghasil

delay connector

Blasting machine

gelombang
kejut pertama)

Ikra Parahita Nugraha/112140092

27