Anda di halaman 1dari 28

TUGAS MANAJEMEN

BAB 5
PERENCANAAN STRATEGIS

NAMA:
AFRILIA RIZKI NAHUMARURI (5)
FAUZIE NURRAKHMAN (17)
I GUSTI PUTU BAGUS BOGO TEMAJA (21)
NOVITA HAPSARI (29)
NURDIN SULISTIAJI (30)
KELAS 1-L
AKUNTANSI PEMERINTAHAN

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA


2010

BAB V
PERENCANAAN STRATEGIS
1

A.

PENGERTIAN

PERENCANAAN

STRATEGIS

DAN

KOMPONEN
Strategi dapat didefinisikan sebagai rencana tindakan yang menjabarkan
alokasi sumberdaya dan aktivitas-aktivitas untuk menanggapi lingkungan dan
membantu mencapai sasaran. Inti dari strategi adalah pilihan untuk melakukan
aktivitas yang berbeda atau dengan cara yang berbeda dari pesaingnya untuk
mendapat pangsa pasar.
Perencanaan Strategis (strategic planning) adalah proses pemilihan tujuan,
penetuan kebijakan dan program yang perlu untuk mencapai sasaran tertentu dalam
rangka mencapai tujuan dan penetapan metode yangperlu untuk menjamin agar
kebijakan dan program strategis tersebut terlaksana.
Komponen Perencanaan Strategis:

1. Core Competence (Kompetensi Inti)


Yaitu suatu aktivitas bisnis yang dijalankan relatif lebih baik oleh sebuah
organisasi dibandingkan dengan pesaingnya. Hal ini dikarenakan organisasi
tersebut memiliki keahlian yang tidak dimiliki pesaingnya.
2. Synergy
Yaitu kondisi yang muncul ketika bagian-bagian organisasi saling berinteraksi
menghasilkan dampak gabungan yang lebih besar dibandingkan apabila dilakukan
sendiri oleh masing-masing bagian tersebut.
3. Value Creation
Penggabungan kompetensi inti dan sinergi dapat membantu perusahaan
menciptakan nilai bagi pelanggan. Nilai di sini didefinisikan sebagai kombinasi
dari manfaat yang diterima dan biaya yang dibayarkan oleh konsumen.
Strategi Besar
Strategi Besar (grand strategy) adalah rencana umum yang digunakan
perusahaan untuk meraih sasaran jangka panjang.
Ada 3 kategori dalam Strategi Besar, yaitu:
1. Growth (pertumbuhan)
Pertumbuhan dapat dilakukan secara internal dengan melakukan investasi dalam
perluasan, pengembangan produk baru,dsb. atau secara eksternal dengan
memperoleh tambahan divisi bisnis.
2. Stability (stabilitas)

Organisasi ingin berada pada ukuran yang sama atau tumbuh perlahan dengan
cara-cara yang masih dapat dikendalikan.
3. Retrenchment (pemangkasan)
Ini dilakukan apabila suatu organisasi mengalami penurunan sehingga diperlukan
penyusutan unit bisnis yang ada atau dengan melikuidasi keseluruhan bisnis.
Implementasi Bisnis
Langkah akhir dari proses manajemen strategis adalah implementasi yaitu
bagaimana strategi dapat diterjemahkan menjadi tindakan. Inilah bagian paling sulit
dan paling penting dalam manajemen strategis, karena sekalipun formulasi strategi
sudah sangat baik, tapi apabila tidak bisa diimplementasikan secara tepat maka tidak

akan memperolah manfaat.


Strategi dapat diimplementasikan melalui perubahan:
Leadership (Kepemimpinan)
Kemampuan untuk mempengaruhi anggota organisasi untuk menerapkan perilaku
yang dibutuhan dalam implementasi strategi.
Structural Design (Rancangan Struktural)
Manajer- manajer dalam perusahaan serigkali harus mengkaji ulang struktur
organisasi mereka untuk menghadapi kondisi persaingan baru dalam lingkungan
perusahaan. Manajer biasanya akan mengubah organisasi menjadi sistem yang lebih

fleksibel tapi tetap fokus.


Information and Control System (Sistem Informasi dan Pengendalian)
Meliputi sistem imbalan, insentif pembayaran, anggaran bagi alokasi

sumberdaya,

sistem informasi dan peraturan, kebijakan, serta prosedur suatu organisasi.


Human Resources (Sumberdaya Manusia)
Di organisasi disebut karyawan. Fungsi sumberdaya manusia adalah merekrut,
menyeleksi, memindahkan, mempromosikan,dan memberhentikan karyawannya
dalam rangka meraih sasaran strategis.
Global

Strategy

Implementasion

(Implementasi

Strategi Global)
Kesulitan dalm implementasi semakin besar manakala perusahaan memutuskan
untuk menjadi pemain global. Rancangan struktural harus digabungkan secara tepat
dengan budaya asing, begitu juga dengan operasi di negara asing dengan negara asal.
Sistem innformasi dan pengendalian harus sesuai dengan kebutuhan dan insentif
budaya lokal. Ringkasnya, implementasi strategi sangat esensial bagi ,anajemen
strategis yang efekktif.

B.

PROSES PEMBUATAN PERENCANAAN STRATEGIS


3

1. Formulasi Misi dan tujuan


Misi dan tujuan organisasi merupakan titik awal dari perencanaan strategis.
Misi merupakan maksud dan tujuan keberadaan suatu organisasi dalam suatu
masyarakat yang juga memberi makna eksistensi keberadaan organanisasi.
Pertanyaan mendasar dalam formulasi misi dan tujuan adalah Apa usaha kita?
dan Apa usaha kita seharusnya?. Meksipun nampaknya sederhana, tetapi jawaban
terhadap pertanyaan tersebut tidak mudah. Berikut beberapa hal yang harus
diperhitungkan untuk menjawab pertanyaan tersebut.
a. Sejarah organisasi. Sejarah, latar belakang dan kepribadian pendiri akan
menentukan karakteristik suatu organisasi.
b. Daya saing atau kemampuan organisasi. Organisasi akan menjalankan misi
dimana dia dapat memberikan yang terbaik.
c. Lingkungan organisasi. Lingkunan organisasi akan menentukan lesempatan dan
ancaman yang dihadapi organisasi, yang pada giliran selanjutnya akan
menentukan misi organisasi.
Karakteristik misi dan tujuan yang baik adalah:
1) Fokus pada pasar, bukan pada produk.
2) Dapat dicapai
3) Dapat memotivasi
4) Spesifik

2. Analisis Tujuan dan Strategi Saat Ini


Jika organisasi sudah menerapkan perencanaan strategi formal sebelumnya,
evaluasi tujuan dan strategi saat ini akan lebih mudah. Kadang-kadang ada situasi
dimana perubahan strategi yang cukup drastis harus dilakukan. Lingkungan organisasi
juga akan berubah dan mengakibatkan hal yang sama. Dalam perjalanan waktu,
manajer suatu organisasi barangkali akan kehilangan minat terhadap misi yang
pertama kali mereka perjuangkan.

Jika saat ini organisasi belum mempunyai misi dan tujuan yang jelas, atau
tertulis, misi dan tujuan dapat disimpulkan dari perilaku organisasi sehari-hari.
Manajemen puncak dapat menjadi fokus perhatian.

3. Analisis Lingkungan
Analisis

lingkungan

bertujuan

merlihat

perubahan-perubahan

dalam

lingkungan, demografis, politik, sosial ekonomi yang akan mempengaruhi organisasi.


Dengan memahami misi, tujuan, dan strategi organisasi, akan mempunyai kerangka
yang dapat melihat pengaruh apa yang mempunyai efek yang paling besar terhadap
organisasi. Perubahan dalam lingkungan eksternal organisasi dapat menghasilkan
kesempatan maupun ancaman terhadap organisasi.
Perubahan demografis dapat menimbulkan kesempatan strategis, misalnya
program KB (Keluarga Berencana) yang sukses di tahun 1970-an mengakibatkan
pergeseran komposisi demografis. Proporsi anak kecil semakin menurun karena KB,
sementara anak kecil pada tahun 1970-an akan tumbuh dewasa pada tahun 1990-an.
Perusahaan dapat mengikuti perkembangan siklus tersebut dengan memproduksi
barang-barang kebutuhan orang dewasa atau keluarga.
Untuk memperoleh informasi perubahan-perubahan dalam lingkungan, system
informasi strategis perlu dikembangkan. System tersebut akan menyaring iformasi
yang relevan, yang menjadi input bagi manajemen puncak untuk pengambilan
keputusan strategis. Metode peramalan statistic seperti regresi dan model system
operasi juga dapat digunakan dalam penyaringan informasi tersebut. Sebagai contoh
penggunaan regresi adalah dalam memperkirakan trend permintaan suatu produk
dalam jangka sepuluh tahun mendatang.

4. Analisis Sumber Daya


Analisis sumber daya dilakukan bersamaan dengan analisis lingkungan,
melalui analisis kekuatan dan kelemahan organisasi dianalisis. Kekuatan/kelemahan
tersebut merupakan daya saing suatu organisasi. Pertanyaan yang relevan adalah
bagaimana kekuatan kita dibandingkan dengan kekuatan pesaing?. Jika kita tidak
mungkin menghadapi pesaing secara langsung, maka organisasi dapat menggunakan
strategi lain, misalnya strategi diferensiasi. Sebagai contoh, jika pesaing mempunyai
5

kekuatan kreativitas yang sangat baik (missal IBM atau Microsoft), organisasi dapat
mengembangkan strategi lain yang tidak langsung berhadapan dengan kreativitas
pesaing. Strategi yang mungkin adalan mengembangkan produk dengan harga murah.
Untuk mencapai biaya rendah tersebut, semua biaya yang tidak penting dapat
dipangkas.

5. Identifikasi Kesempatan Strategis


Dua analisis sebelumnya disebut sebagai analisis SWOT (Strength Weakness
Opprtunity and Threat). Analisis lingkungan dan sumberdaya menghasilkan prediksi
hasil yang diperoleh dengan menggunakan strategi sekarang ini. Manajer juga dapat
menggunakan strategi baru yang diharapkan mampu mengubah hasil di masa
mendatang. Kesempatan strategis merupakan gap antara situasi apabila organisasi
menggunakan tujuan dan strategi yang dirumuskan dalam proses penentuan tujuan
dengan situasi apabila organisasi menggunakan strategi sekarang ini. Kesempatan
strategis muncul apabila organisasi menetapkan tujuan baru yang lebih sulit, atau
apabila ada persaingan yang ketat sehingga mengakibatkan organisasi tidak berhasil
mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

6. Pengambilan Keputusan Strategis


Setelah kesempatan strategis diidentifikasi, organisasi dapat mengembangkan
sejumlah alternatif strategis untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. Kemudian
manajer mengevaluasi alternatif tersebut. Dari evaluasi-evaluasi tersebut, manajer
kemudian memilih alternatif terbaik. Alternatif tersebut dapat sesuai dengan sumber
daya organisasi saat ini, mungkin juga tidak. Jika tidak, maka sumber daya baru perlu
diperoleh.
Strategi yang baik mencakup beberapa hal:
(1). Cakupan
(2). Alokasi Sumberdaya
(3). Daya Saing
(4). Sinergi

7. Pelaksanaan Strategi
Perencanaan strategi harus dijalankan untuk mencapai tujuan yang
diinnginkan. Jika tidak dapat dilaksanakan, rencana strategis hanya merupakan
rencana di atas kertas. Implementasi rencana strategis harus mempertimbangkan
beberapa faktor untuk menjamin efektivitas rencana tersebut.

8. Evaluasi dan Pengendalian Strategis


Menajer harus selalu mengevaluasi kemajuan pelaksanaan rencana strategis.
Pengendalian strategis merupakan pengendalian terhadap pelaksanaan rencana
strategis. Dua pertanyaan relevan dalam kegiatan ini, yaitu:
a.

Apakah pelaksanaan rencana strategis sesuai dengan rencana semula,


dan

b.

Apakah pelaksanaan tersebut dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

C.

TINGKATAN STRATEGI DAN IMPLEMENTASI STRATEGI

1. Tingkat Korporasi (Corporate Level)


Strategi pada tingkat ini diformulasikan oleh manajemen puncak. Pada tingkat
ini strategi mencakup keseluruhan organisasi, tidak hanya satu unit bisnis tertentu atau
fungsi tertentu. Untuk tingkat strategi ini, Peter Ducker menyarankan delapan wilayah
yang relevan dalam penyusunan strategi tersebut. Kedelapan wilayah tersebut adalah
Posisi

pasar, Inovasi, Produktivitas, Sumberdaya, Profitabilitas, Prestasi dan

tanggung jawab Manajer, Prestasi dan sikap pekerja, dan Tanggung jawab sosial
masyarakat secara aktif.
Dalam buku Manajemen yang ditulis oleh Dr. Mamduh M.Hanafi, ada dua
jenis pendekatan terhadap strategi korporasi, yaitu:
(1) Pendekatan berdasarkan nilai (value-based approach)
Dalam pendekatan ini, keyakinan dan kepercayaan (nilai-nilai) manajer dan
karyawan suatu organisasi mengenai bagaimana suatu organisasi harus dijalankan
merupakan kunci dalam penetapan arah organisasi dalam jangka panjang.
Pendekatan semacam ini cenderung berkembang secara pelan(gradual) dan
memberikan arah yang lebih umum. Cara organisasi akan terbentuk dan
7

membentuk strategi organisasi. Perusahaan besar seperti Johnson atau perusahaan


Jepang menggunakan pendekatan ini.
(2) Pendekatan Portofolio (corporate portofolio approach)
Dalam pendekatan ini, manajemen puncak mengevaluasi beberapa unit bisnis,
kemudian dengan mempertimbangkan situasi internal dan eksternal organisasi,
rencana strategi dirumuskan dengan tujuan mengoptimalkan organisasi secara
keseluruhan. Pendekatan ini biasanya hanya melibatkan manajer puncak saja,
cenderung analitis dan rasional, dan terutama didorong oleh kesempatan yang ada
di pasar.
Strategi Umum
Strategi ini merupakan kerangka keseluruhan yang dirumuskan pada tingkat
korporasi oleh manajemen puncak dan biasa digunakan untuk perusahaan yang
mempunyai pasar tunggal atau memproduksi lini produk yang dekat satu sama lain
dan jumlah lini terbatas. Ada tiga jenis strategi umum, yaitu:
- Strategi Pertumbuhan
- Strategi Penarikan
- Strategi Stabilitas

2. Tingkat Unit Bisnis (Businerss Unit)


Strategi unit bisnis memfokuskan pada operasi yang relevan untuk unit bisnis
tertentu. Jika organisasi mempunyai beberapa unit usaha yang bergerak di beberapa
pasar yang berbeda, strategi korporasi akan diperlukan. Jika organisasi bergerak pada
pasar tunggal, maka strategi unit bisnis akan sama dengan strategi korporasi.

Strategi Porter
Strategi ini merupakan salah satu strategi unit bisnis yag cukup populer
dikembangkan oleh Michael Porter. Menurut Porter, tingkat keuntungan suatu usaha
ditentukan oleh dua hal, yaitu : daya tarik industri dan strategi usaha tersebut dalam
industrinya. Daya tarik yang tinggi disertai dengan strategi yang tepat akan
menghasilkan tingkat keuntungan yang tinggi bagi suatu organisasi.
8

Menurut Porter, suatu organisasi dapat memilih tiga alternatif strategi, yaitu:
a. Diferensiasi. Dengan strategi ini organisasi berusaha mendiferensiasikan
produknya agar berbeda dari produk pesaingnya.
b. Kepemimpinan biaya rendah. Strategi ni memfokuskan pada biaya rendah,
kemudian memasang harga paling rendah.
c. Focus. Dengan strategi ini, organisasi mencoba melayani segmen kecil konsumen
(yang spesifik) yang belum terlayani oleh organisasi besar.

3. Tingkat Fungsional (Functional Level)


Strategi fungsional ditujukan untuk fungsi-fungsi organisasi, seperti fungsi
pemasaran, keuangan, riset dan pengembangan, operasi, dan sumberdaya manusia.
Beberapa ini wilayah dalam setiap fungsi, dimana strategi fungsional dapat
dirumuskan.

Komposisi produk
Pemasaran

Posisi pasar
Saluran distribusi
Promosi penjualan
Penentuan harga
Kualitas

Produksi

Perbaikan produktivitas
Peraturan pemerintah
Lokasi pabrik
Teknologi
Struktur modal

Keuangan

Kebijakan hutang
Manajemen asset
Kebijakan dividen
Kebijakan sumber daya manusia

Sumber Daya Manusia

Kebijakan dalam serikat kerja


Pengembangan karyawan
Pengembangan produk

Riset dan Pengembangan

Peramalan teknologi
9

Paten dan lisensi

D.

HAMBATAN PELAKSANAAN STRATEGI


Meskipun perencanaan strategi dapat dipakai untuk setiap jenis organisasi

(termasuk organisasi non-profit), namun ada beberapa hambatan. Karakteristik


tertentu dari perencanaan strategis dapat menghambat pelakasanaan strategis. Berikut
ini beberapa faktor yang dapat menghambat perencanaan.
1.
2.
3.
4.
5.

Konflik antara proses perencanaan formal dengan gaya manajemen


Ketidaktepatan perencanaan formal untuk organisasi kecil
Biaya perencanaan yang cukup besar
Penekanan yang berlebihan pada aspek kuantitas
Kerentanan perencanaan formal terhadap peristiwa yang tidak diharapkan

Di samping beberapa faktor penghambat perencanan tersebut, ada beberapa faktor


yang dapat menghambat pelaksanaan perencanaan strategis yaitu:
1. Perencanaan formal tidak diterima oleh manajer
2. Beberapa aspek perencanaan formal tidak dipahami oleh manajer
3. Manajer pada beberapa tingkat tidak diikutkan dalam proses perencanaan
4. Tanggung jawab utama dari perencanaan formal diserahkan pada staf
5. Rencana jangka panjang dianggap tidak berubah
6. Sistem perencanaan yang kompleks dan mahal dipilih
7. Perencanaan yang baik dihindarkan begitu saja
8. Informasi tidak tersedia memadai
9. Peramalan dan anggaran campur aduk dengan perencanaan
10. Manajer terperangkap pada detail perencanaan dan melupakan aspek lain yang
lebih penting
STRATEGI PEMASARAN

Pandangan ahli ekonomi terhadap pemasaran adalah penciptaaan waktu,


tempat dimana produk diperlukan atau diinginkan lalu menyerahkan produk tersebut
untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen (konsep pemasaran).
Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi
konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price),
pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Pemasar
sebaiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan
pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama
pihak konsumen yang dituju.
10

Marketing Mix / Bauran Pemasaran

Dalam pemasaran terdapat empat prinsip dasar yang terdiri 4 P:

Product (produk)
Price (harga)
Place (tempat)
Promotion (promosi)

Pemasaran lebih dipandang sebagai seni daripada ilmu, maka seorang ahli
pemasaran tergantung lebih banyak pada ketrampilan pertimbangan dalam membuat
kebijakan daripada berorientasi pada ilmu tertentu.
Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran
E.

STRATEGI PEMASARAN DIAWALI STRATEGI PRODUK


Barangkali strategi pemasaran merupakan strategi yang paling penting.

Strategi pemasaran diawali dengan strategi produk . Pertama pastilah perusahaan atau
manajemen menentukan beberapa faktor yaitu :
1. Produk apa yang akan dihasilkan
2. Untuk siapa produk itu dihasilkan
3. Berapa jumlah produk yang harus dihasilkan
Latar Belakang Produk
a. PRODUK : barang berwujud atau jasa yang dapat memenuhi kebutuhan
konsumen atau produk sekumpulan atribut fisik, pelayanan, dan atribut simbolis
yang dirancang untuk meningkatkan kepuasan dari kebutuhan pembeli dapat
,berupa barang fisik ,jasa,orang,tempat,gagasan dll.
b. Produk Dibagi dua: produk saat ini dan produk baru.
c. Produk yang dihasilkan untuk kebutuhan pelanggan dibagi menjadi :
i. Produk sehari-hari ( convenience product ) : barang2/jasa tersedia luas
dipasar, sering dibeli dan mudah didapatkan .
ii. Produk perbelanjaan ( shopping product ) : Barang/ Jasa tidak terlalu
sering dibeli, konsumen membandingkan dulu mutu dan harga
iii. Produk khusus ( specialty product ) : Barang/jasa dianggap khusus oleh
konsumen tertentu dan diperlukan usaha khusus untuk membelinya.
11

d. Tingkatan produk terdapat lima tingkatan


i. Tingkat paling dasar yaitu manfaat (core benefit) manfaat dasar yang
didapatkan oleh pembeli
ii. Tingkat kedua yaitu mengubah manfaat inti menjadi produk dasar(basic
product)
iii. Tingkat ketiga yaitu menyiapkan produk yang diharapkan dan disetujui
pembeli ketika mereka membeli produk
iv. Tingkat keempat menyiapakan produk yang ditingkatkan yaitu memenuhi
harapan pelanggan itu melampaui harapan mereka
v. Tingkat kelima yaitu produk potensial yang mencakup semua peningkatan
dan transformasi yang akhirnya dialami produk tersebut di masa depan
Langkah/Tahap Pengembangan Produk Baru - Menciptakan &
Mengembangkan Barang dan Jasa
Jaman modern seperti sekarang ini membuat pasar barang dan jasa dibanjiri oleh
banyak produk baik barang maupun jasa. Untuk bisa tampil beda produsen dituntut
untuk dapat kreatif agar mampu menciptakan sesuatu yang baru untuk ditawarkan
kepada para konsumen. Produk baru yang diterima pasar alias laku dijual dapat
memberi nilai plus pada perusahaan atau bahkan bisa memimpin pasar pada segmen
tertentu.
Berikut di bawah ini adalah tahapan dalam pengembangan atau penciptaan produk
baru :
1. Pencarian Ide Produk
Ide bisa dicari namun terkadang datang dengan sendirinya tanpa diharapkan. Banyak
perusahaan yang memiliki bagian atau divisi riset maupun menggunakan jasa pihak
luar untuk mencarikan ide segar dan brilian bagi perusahaan. Ide yang dihasilkan
haruslah sesuai dengan apa yang telah menjadi tujuan perusahaan.
Ide pun bisa datang dari konsumen yang biasa mengkonsumsi produk perusahaan
maupun produk produsen lain yang serupa. Ide pun bisa dicuri dari produsen lain
yang berkompetisi dengan kita. Ide memang mahal, kerena tidak sedikit perusahaan
yang berani membayat mahal sebuah inovasi baru yang mampu menciptakan
keuntungan besar bagi perusahaan.
12

2. Menyaring Ide Produk


Apabila ide yang didapat banyak jumlahnya maka sebaiknya dilakukan pemilihan ide
yang sekiranya patut untuk maju ke langkah selanjutnya. Sesuaikanlah dengan kondisi
dan tujuan perusahaan. Ide yang sulit untuk diwujudkan karena dirasa tidak memiliki
sumber daya yang dibutuhkan sebaiknya tidak diteruskan demi kebaikan perusahaan.
3. Analisis Bisnis
Perusahaan melakukan berbagai perkiraan estimasi pada produk tersebut mulai dari
berapa kira-kira biaya investasi yang dibutuhkan, seberapa besar potensi pasarnya,
seberapa besar tingkat penjualannya, dan seberapa banyak laba atau keuntungan yang
mungkin diraih perusahaan. Semua itu sebaiknya dilakukan secara ilmiah dan tidak
hanya dengan kira-kira saja.
4. Pengembangan Produk
Dari ide yang layak untuk maju ke tahap selanjutnya dibuatkan prototip atau model
produk untuk dilakukan uji kelayakan bisnis. Produk diuji coba secara internal baik
dilakukan sendiri maupun dilakukan oleh pihak luar perusahaan yang kompeten di
bidangnya. Dari contoh produk yang dibuat, jika ada yang dirasa buruk produknya
atau akan mengalami kendala produksi di masa depan sebaiknya tidak dilanjutkan
atau dilakukan perbaikan dengan kembali ke tahap-tahap sebelumnya untuk
diperbaiki.
5. Uji Coba Pemasaran
Produk yang telah lulus uji model prototipe, selanjutnya dilakukan pengujian
pemasaran dengan memilih beberapa sampel pasar yang kurang lebih mewakili
kondisi segmen pasar yang akan dituju oleh produk perusahaan. Lihat bagaimana
reaksi pasar terhadap produk baru tersebut.
Jika hasilnya ternyata positif maka produk tersebut layak untuk lanjutkan ke tahap
berikutnya. Sebaliknya apabila ternyata negatif atau mendapat respon yang buruk dari
target pasat terbatas maka sebaiknya dilakukan evaluasi kembali atau menggugurkan

13

produk. Baik hasil positif dan negatif sebaiknya dipelajari kelebihan dan kekurangan
agar hasil di pasar yang sesungguhnya dapat dimaksimalkan.
6. Komersialisasi Produk Baru
Tahap yang terakhir dari rangkaian pengembangan produk baru adalah
menawarkannya kepada seluruh pasar yang dituju. Produk baru tersebut sebaiknya
terus dilakukan monitoring dan dilakukan berbagai evaluasi dari yang ada di lapangan
dan perbaikan baik pada produk, target konsumen, harga, promosi, dan lain
sebagainya sehingga mampu memaksimalisasi keuntungan yang diperoleh.
Aspek produk
Ada tiga aspek produk :

Manfaat

Visualisasi Produk
Visualisasi produk Atribut

Manfaat penggunaan
Manfaat psikologis
Manfaat dalam mengatasi
masalah

dan keistimewaan produk


Kualitas produk
Corak produk
Kemasan dan label produk
Merk

Menambah Nilai Produk

Garansi
Kemudahan Instalasi
Pengiriman
Ketersediaan di pasar
Layanan purna jual

Lini Produk & Bauran Produk


LINI PRODUK ( product line ): Kumpulan produk atau jasa yang saling berkaitan
yang ditawarkan oleh satu perusahaan. misalnya mobil BMW ada bermacam macam
seri, HP Nokia bermacam-macam seri dan melayani berbagai segmen, dll.
Pengembangan lini produk bisa ke atas dan ke bawah,
BAURAN PRODUK ( product mix ) : kelompok produk yang dibuat oleh suatu
perusahaan agar tersedia untuk dijual. Misalnya PT. Sharp Indonesia membuat
televisi, mesin cuci, home theater, kulkas, ac. Bauran Produk suatu perusahaan
memiliki: lebar, panjang, kedalaman, konsistensi.
Siklus Hidup Produk ( product life cycle )
14

Adalah kumpulan fase yang umumya dialami oleh produk sepanjang usianya.
Memiliki 4 fase spesifik :
i.

Fase pengenalan ( introduction phase ): Periode awal pelanggan mendapat

ii.

informasi mengenai produk.


Fase pertumbuhan ( growth phase ): Periode penjualan produk mengalami

iii.

kenaikan pesat.
Fase kemapanan ( maturity phase ): Periode produk-produk pesaing telah

iv.

memasuki pasar dan penjualan mulai stabil akibat persaingan


Fase penurunan ( decline phase ): Periode penjualan produk mengalami
penurunan karena permintaan menurun atau pangsa pasar telah diambil
pesaing.

Waktu Volume Penjualan Pengenalan Produk ditujukan untuk pasar tertentu dan mulai
diperkenalkan di pasar tersebut. Pertumbuhan Lama kelamaan, produk mulai dikenal
dengan baik oleh pasar dan volume penjualan mengalami peningkatan pesat.
Kemapanan Volume penjualan mencapai titik puncak pada akhir pertumbuhan.
Selanjutnya penjualan mulai stabil sebagai akibat akibat adanya persaingan oleh
produk baru maupun produk yang sudah ada. Penurunan Volume penjualan menurun
seiring dengan menurunnya permintaan produk atau meningkatnya persaingan.
Mengidentifikasi Target Pasar
Target Pasar adalah sekelompok individu/organisasi dengan ciri-ciri yang serupa yang
diharapkan membeli produk tertentu.
Secara luas target pasar dapat diklasifikasikan :

Pasar konsumen ( consumer markets ) --- produk dibeli langsung

konsumen/pemakai ( pakaian, kamera, dll)


Pasar industri ( industrial markets ) --- produk dibeli oleh perusahaan (plastik,
baja, dll)

Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya target pasar


i.
Demografis
Karakteristik populasi manusia/segmen tertentu dari populasi, misal
ii.

iii.

jumlah wanita bekerja kebutuhan disesuaikan karakternya


Geografi
Kebutuhan konsumen dengan latar belakang geografis berbeda-beda.
Misal daerah pegunungan dengan pantai
Faktor ekonomi

15

Kondisi perekonomian akan mempengaruhi perilaku konsumen, inflasi


tinggi konsumen sensitif terhadap harga, suku bunga rendah konsumen
iv.

cenderung kredit .
Nilai sosial
Nilai sosial berubah, maka preferensi juga ikut berubah. Misal
kesadaran hidup sehat meningkat, produk disesuaika

Dalam dunia bisnis yang semakin penuh persaingan, perencanaan strategi produk
menduduki posisi yang sangat menentukan terhadap keunggulan bersaing yang
dimiliki oleh perusahaan. Strategi produk yang tepat akan menempatkan perusahaan
dalam suatu posisi persaingan yang lebih unggul dari para pesaingnya. Tingkat
persaingan usaha yang ketat ini menuntut para pelaku bisnis untuk lebih aktif dan
inovatif dalam menerapkan strategi pemasarannya.
Konsep Merk
Dalam pemasaran, merk adalah simbol pengejawantahan seluruh informasi yang
berkaitan dengan produk atau jasa. Merk biasanya terdiri dari nama, logo dan seluruh
elemen visual lainnya seperti gambar, tipografi, warna, dan simbol. Merk juga
merupakan visualisasi dari citra yang ingin ditanamkan di benak konsumen. Dalam
konteks lain, merk sering menggunakan kata trademark (merk dagang) Citra merk
dibangun dengan memasukkan kepribadian atau citra kedalam produk atau jasa,
untuk kemudian dimasukkan ke dalam alam bawah sadar konsumen. Merk
merupakan salah satu elemen penting dalam tema periklanan, untuk menunjukkan apa
yang bisa diberikan oleh pemilik merk kepada pasar. Seni dalam membangun dan
mengelola merk disebut brand management.
Dalam konteks produk non komersial, mempublikasikan sesuatu yang berisi ide atau
janji melalui suatu produk atau jasa juga bisa disebut branding, sebagai contoh
kampanye politik atau organisasi kemasyarakatan.
Merk yang baik seharusnya :

Terlindungi dengan baik

Mudah diucapkan

Mudah diingat
16

Mudah dikenali

Menarik

Menampilkan manfaat produk atau saran penggunaan produk

Menonjolkan citra perusahaan atau produk

Menonjolkan perbedaan produk dibanding pesaing

Tidak Berarti buruk


Pengemasan dan pelabelan

Banyak produk fisik harus dikemas dan diberi label. Pengemasan memainkan peran
yang cukup penting. Beberapa kemasan seperti botol coke terkenal di seluruh dunia
oleh karena itu kebanyakan pemasar memperlakukan pengemasan dan pelabelan
sebagai elemen penting dalam strategi produk
a. Pengemasan
Yaitu semua kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau pembungkus suatu
produk. Pengemasan telah menjadi alat pemasaran yang potensial kemasan yang
terancang baik dapat memberikan nilai kenyamanan bagi konsumen dan nilai promosi
bagi produsen. Berbagai faktor berperan dalam meningkatnya penggunaan kemasan
sebagai alat pemasaran

Swalayan
Kemakmuran Konsumen
Citra Perusahan dan merek
Peluang inovasi

Mengembangkan kemasan yang efektif untuk produk baru membutuhkan beberapa


keputusan yaitu:

Kosep pengemasan
Menentukan elemen pengemasan (ukuran, bentuk, warna dll)
Menyelaraskan dengan keputusan harga, periklanan dan elemen
pemasaran lain.
b. Pelabelan

17

Pelabelan adalah sub dari pengemasan. Penjual harus memberi label pada produknya.
Label bisa hanya berupa tempelan sederhana pada produk atau gambar yang rumit
yang merupakan kesatuan dengan kemasan. Label mempunyai beberapa fungsi:

Label mengidentifikasi produk atau merek


Menjelaskan produk: siapa pembuatnya,dimana dibuatnya,kapan dibuatnya,apa
isinya
Mendiversifikasi Produk
1. Mendiversifikasi produk .
a. Cenderung dilakukan ketika produk utama perusahaan mengalami
perubahan permintaan sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada satu
pasar saja.
b. Perusahaan tidak terlalu bergantung pada satu produk tunggal yang
kinerjanya tidak pasti.
c. Strategi diversifikasi :
a). Mendiversifikasi sesuai dengan kemampuan produksinya
b). Fasilitas produksi yang fleksibel sehingga memungkinkan

membuat

produk tambahan dengan efisien.


2. Beberapa contoh diversifikasi produk :
a. Ford Motor Company. (Mobil --- truk dan kendaraan berat lainnya)
b. Walt Disney Company. (Film kartun --- hiburan, mainan anak-anak).
c. Amazon.com (Pemesanan buku --- barang-barang lain).
d. Exxon (Petroleum --- petrokimia).
e. Dell Inc. (Personal Computer --- peripheral, printer, etc.)
Diferensiasi Produk
Dalam pemasaran, diferensiasi produk adalah kegiatan memodifikasi produk
agar menjadi lebih menarik. Diferensiasi ini memerlukan penelitian pasar yang cukup
serius karena agar bisa benar-benar berbeda, diperlukan pengetahuan tentang produk
pesaing. Diferensiasi produk ini biasanya hanya mengubah sedikit karakter produk,
antara lain kemasan dan tema promosi tanpa mengubah spesifikasi fisik produk,
meskipun itu diperbolehkan.
18

Tujuan dari strategi diferensiasi adalah mengembangkan positioning yang


tepat sesuai keinginan konsumen potensial yang ingin dituju. Jika pasar melihat
perbedaan produk anda dibanding produk pesaing, anda akan lebih mudah
mengembangkan marketing mix untuk produk tersebut.

F.

STRATEGI PEMASARAN BERIKUTNYA STRATEGI HARGA


Pengertian Harga
Harga merupakan elemen penting dalam strategi pemasaran dan harus
senantiasa dilihat dalam hubungannya dengan strategi pemasaran. Harga
berinteraksi dengan seluruh elemen lainnya dalam bauran pemasaran untuk
menentukan efektivitas dari setiap elemen dan keseluruhan elemen karena
harga itu sendiri adalah elemen sentral dalam bauran pemasaran.
Dari sudut pandang pemasaran, harga merupakan satuan moneter atau
ukuran lainnya (termasuk barang dan jasa lainnya) yang ditukarkan agar
memperoleh hak kepemilikian atas penggunaan suatu barang atau jasa.
Pengertian ini sejalan dengan konsep pertukaran (exchange) dalam pemasaran.
Harga merupakan komponen yang berpengaruh langsung terhadap laba
perusahaan. Tingkat harga yang ditetapkan mempengaruhi kuantitas barang
yang dijual. Selain itu secara tidak langsung harga juga mempengaruhi biaya,
karena kuantitas yang terjual berpengaruh pada biaya yang ditimbulkan dalam
kaitannya dengan efisiensi produksi. Oleh karena itu penetapan harga
mempengaruhi pendapatan total dan biaya total, maka keputusan dan strategi
penetapan harga memegang peranan penting dalam setiap perusahaan.
Sementara itu dari sudut pandang konsumen, harga seringkali
digunakan sebagai indikator nilai bilamana harga tersebut dihubungkan
dengan manfaat yang dirasakan atas suatu barang atau jasa. Nilai (value) dapat
didefinisikan sebagai rasio antara manfaat yang dirasakan dengan harga.
Dengan demikian pada tingkat harga tertentu, bila manfaat yang dirasakan
konsumen meningkat, maka nilainya akan meningkat pula. Seringkali pula
dalam penentuan nilai suatu barang atau jasa, konsumen membandingkan
kemampuan suatu barang atau jasa dalam memenuhi kebutuhannya dengan
kemampuan barang atau jasa substitusi.
19

Harga memiliki dua peranan utama dalam proses pengambilan


keputusan para pembeli, yaitu:
a) Peranan alokasi
Peranan alokasi dari harga adalah fungsi harga dalam membantu para
pembeli untuk memutuskan cara memperoleh manfaat atau utilitas
tertinggi yang diharapkan berdasarkan kekuatan membelinya. Dengan
demikian adanya harga dapat membantu para pembeli untuk
memutuskan cara mengalokasikan kekuatan membelinya

pada

berbagai jenis barang dan jasa. Pembeli membandingkan harga dari


berbagai alternatif yang tersedia, kemudian memutuskan alokasi dana
yang dikehendaki.
b) Peranan informasi dari harga adalah fungsi harga dalam mendidik
konsumen mengenai faktor produk, misalnya kualitas. Hal ini terutama
bermanfaat dalam situasi di mana pembeli mengalami kesulitan untuk
menilai faktor produk atau manfaatnya secara objektif. Persepsi yang
sering berlaku adalah bahwa harga yang mahal mencerminkan kualitas
yang tinggi.
Penentuan Harga
A. Stretegi Penentuan Harga Pada Produk Baru
1. Skimming Price
Strategi skimming adalah menetapkan harga awal yang tinggi ketika
produk baru diluncurkan dan semakin lama akan terus turun harganya. Contoh
handphone nokia, laptop, komputer, dan lain sebagainya.
2. Penetration Price / Harga Penetrasi
Strategi harga penetrasi adalah menentukan harga awal yang rendah
serendah-rendahnya atau murah dengan tujuan untuk penetrasi pasar dengan
cepat dan juga membangun loyalitas merek dari pada konsumen. Contoh : tarif
layanan operator baru.
B. Stretegi Penentuan Harga Yang Mempengaruhi Psikologis Konsumen
1. Prestige Pricing / Harga Prestis
Strategi harga Prestige Price adalah menetapkan harga yang tinggi
demi membentuk image kualitas produk yang tinggi yang umumnya dipakai

20

untuk produk shopping dan specialty. Contoh : roll royce, rolex, guess, gianni
versace, prada, vertu, dan lain sebagainya.
2. Odd Pricing / Harga Ganjil
Strategi harga odd price adalah menetapkan harga yang ganjil atau
sedikit di bawah harga yang telah ditentukan dengan tujuan secara psikologis
pembeli akan mengira produk yang akan dibeli lebih murah. Contoh : Barang
yang tadinya dihargai Rp. 100.000,- diubah menjadi Rp. 99.990,- di mana
konsumen mungkin akan melihat 99.990 jauh lebih murah daripada Rp.
100.000,-.
3. Multiple-Unit Pricing / Harga Rabat
Strategi harga multiple unit price adalah memberikan potongan harga
tertentu apabila konsumen membeli produk dalam jumlah yang banyak.
Contoh : Jika harga sebuah sebungkus indomie goreng pedas adalah Rp.
1.500,- maka konsumen cukup membayar Rp. 1.ooo,- perbungkus jika
membeli satu dus isi 40 bungkus indomie.
4. Price Lining / Harga Lini
Strategi harga lining pricing adalah memberikan cakupan harga yang
berbeda pada lini produk yang beda. Contoh : bioskop grup 21 memberikan
harga standar untuk konsumen bioskop jenis standard dan mengenakan harga
yang lebih mahal pada konsumen bioskop 21 jenis premier.
5. Leader Pricing / Pemimpin Harga
Strategi harga leader price adalah menetapkan harga lebih rendah
daripada harga pasar / harga normal untuk meningkatkan omset penjualan /
pembeli. Contoh : biasanya ritel jenis hipermarket memberikan promosi harga
yang lebih murah daripada harga normal.
C. Stretegi Penentuan Harga Diskon / Potongan Harga
Strategi harga diskon pada penjual adalah strategi dengan memberikan
potongan harga dari harga yang sudah ditetapkan demi meningkatkan
penjualan suatu produk barang atau jasa. Diskon dapat diberikan pada umum
dalam bentuk diskon kuantitas, diskon pembayaran tunai / cash, trade
discount.
D. Stretegi Penentuan Harga Kompetitif
1. Relative Pricing / Harga Relatif
Strategi harga relative price adalah menentukan harga di atas, di bawah
atau sama dengan tingkat harga persaingan di mana gerakan harganya
mengikuti gerakan pesaing.
2. Follow The Leader Pricing
21

Strategi harga follow the leader price adalah penetapan harga produk
baik barang maupun jasa diserahkan para pimpinan pasar / penimpin pasar dan
tidak menetapkan harga sendiri.

Tujuan Penetapan Harga


Pada dasarnya ada empat jenis tujuan penetapan harga, yaitu :
1. Tujuan Berorientasi pada Laba
Tujuan ini dikenal dengan istilah maksimisasi laba. Dalam era persaingan
global, kondisi yang dihadapi semakin kompleks dan semakin banyak variabel yang
berpengaruh terhadap daya saing setiap perusahaan, sehingga tidak mungkin suatu
perusahaan dapat mengetahui secara pasti tingkat harga yang dapat menghasilkan laba
maksimum. Oleh karena itu ada pula perusahaan yang menggunakan pendekatan
target laba, yakni tingkat laba yang sesuai atau pantas sebagai sasaran laba.
2. Tujuan Berorientasi pada Volume
Selain tujuan berorientasi pada laba, ada pula perusahaan yang menetapkan
harganya berdasarkan tujuan yang berorientasi pada volume tertentu atau yang biasa
dikenal dengan istilah volume pricing objective. Harga ditetapkan sedemikian rupa
agar dapat mencapai target volume penjualan atau pangsa pasar. Tujuan ini banyak
diterapkan oleh perusahaan-perusahaan penerbangan.
3. Tujuan Berorientasi pada Citra
Citra (image) suatu perusahaan dapat dibentuk melalui strategi penetapan
harga. Perusahaan dapat menetapkan harga tinggi untuk membentuk atau
mempertahankan citra prestisiu atau menetapkan harga rendah untuk membentuk citra
nilai tertentu (image of value). Pada hakekatnya baik penetapan harga tinggi maupun
rendah bertujuan untuk meningkatkan persepsi konsumen terhadap keseluruhan
bauran produk yang ditawarkan perusahaan.
4. Tujuan Stabilisasi Harga
Dalam pasar yang konsumennya sangat sensitif terhadap harga, bila suatu
perusahaan menurunkan harganya, maka para pesaingnya harus menurunkan pula
harga mereka. Kondisi seperti ini yang mendasari terbentuknya tujuan stabilisasi
harga dalam industri-industri tertentu (misalnya minyak bumi). Tujuan stabilisasi

22

dilakukan dengan jalan menetapkan harga untuk mempertahankan hubungan yang


stabil antara harga suatu perusahaan dan harga pemimpin industri (industry leader).
5. Tujuan-tujuan lainnya
Harga dapat pula ditetapkan dengan tujuan mencegah masuknya pesaing,
mempertahankan loyalitas pelanggan, mendukung penjualan ulang, atau menghindari
campur tangan pemerintah.

G.

STRATEGI

PEMASARAN

LANJUTANNYA

STRATEGI

DISTRIBUSI
Distribusi adalah juga merupakan bagian yang vital dari bagian strategi
pemasaran itu sendiri. Pemilihan strategi dengan tepat akan dapat membantu produk
sampai ke konsumen dengan harga yang sesuai dengan yang telah ditentukan oleh
perusahaan. Karena tak jarang suatu produk yang telah dibandrol dengan harga
sekian, namun karena kesalahan ditribusi ketika sampai ke tangan konsumen, harga
yang terjadi ketika transaksi jual beli adalah lebih mahal dari harga yang telah
ditetapkan oleh perusahaan yang sebelumnya.
Unit distributor sangat dibutuhkan oleh perusahaan dalam membantu
pemasaran objek produksi. Pola distribusi yang harus dipertimbangkan dan selalu
diamati adalah dengan melakukan penyesuaian terhadap perkembangan pola dinamika
gaya hidup masyarakat. Jika hal ini dapat dilakukan dengan baik, maka proses
distibusi dapat berjalan dengan baik dan akan mensuport untuk menghasilkan nilai
penjualan yang memuaskan.

Fungsi Distribusi
Informasi: mengumpulkan dan mendistribusikan riset pemasaran dan
informasi intelijen tentang faktor-faktor dan kekuatan-kekuatan dalam
lingkungan pemasaran yang dibutuhkan untuk merencanakan dan membantu

terjadinya pertukaran.
Promosi: mengembangkan dan menyebarluaskan komunikasi persuasif

berkenaan dengan suatu penawaran.


Kontak: menemukan dan berkomunikasi dengan pembeli prospektif.
Mencocokkan: membentuk dan menyesuaikan penawaran terhadap kebutuhan
pembeli, termasuk kegiatan seperti manufaktur, memilah, merakit, dan
mengemas.

23

Negosiasi: mencapai suatu kesepakatan atas harga dan kondisi lain dari
penawaran sehingga kepemilikan dapat dipindahkan.

Yang lainnya membantu menyempurnakan transaksi yang telah dipenuhi:

Distribusi fisik: memindahkan dann menyimpan barang.


Pendanaan: mendapatkan dan menggunakan dana untuk menutup biaya

kegiatan pendistribusian.
Pengambilan risiko: memperhitungkan

risiko

menjalankan

tugas

pendistribusian.

Intensitas Distribusi
Intensif, distribusi ini dapat digunakan bila banyak pedagang
besar dan pengecer yang digunakan. Produsen akan dapat

melaksanakan sedikit atau tidak pengendalian harga


Selektif, digunakan bila menggunakan beberapa grosir dan

sejumlah kecil pengecer (retailer)


Eksklusif, dalam distribusi eksklusif hanya satu pedagang
eceran

dalam

lingkungan

masyarakat

tertentu

yang

menangani produk. Produsen mungkin dapat melakukan


pengendalian harga dan promosi.
Produsen akan dapat melaksanakan sedikit atau tidak pengendalian harga pada
distribusi intensif. Sedangkan pada distribusi eksklusif produsen mungkin lebih
banyak dapat melakukan pengendalian harga dan promosi.

H.

STRATEGI PEMASARAN YANG TERAKHIR : STRATEGI

PROMOSI
Bagian yang tajam dari instrumen pemasaran adalah pesan ( message ) yang
dikomukasikan langsung kepada calon pembeli melalui berbagai unsur yang terdapat
dalam program promosi. Apabila calon pembeli telah mengetahui produk perusahaan
tersebut, berarti kesan tertentu telah disampaikan ( baik kesan positif maupun negatif )
dengan demikian suatu produk bisa dikatakan sebagai simbol komunikasi.
Komunikasi (promosi) harus memiliki unsur :
1. Mendapatkan perhatian
24

2. Menggunakan isyarat yang mengacu pada pengalaman yang lazim dari


pengirim ( sender ) dan tujuan ( destination ) untuk dapat dipahami maknanya.
3. Membangkitkan kebutuhan pribadi dalam diri tujuan ( destination ) dan
menunjukan beberapa cara unuk memenuhi kebutuhan tersebut.
4. Menyarankan suatu cara untuk memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan
situasi kelompok, dimana tujuan mendapatkan diri mereka pada waktu ia
bergerak untuk memberikan taggapan yang dikehendaki oleh si sumber.
Hal ini menegaskan bahwa pentingnya program penjualan dalam memberikan
metode-metode penyampaian informasi yang tepat dan pesan yang persuatif kepada
calon pembeli. Dan jika tugas ini tidak dilaksanakan secara efektif, maka seluruh
program pemasaran akan gagal.
Menetapkan Perpaduan Promosi
Untuk menentukan cara terbaik menjual produk, keputusan pokok adalah
tentang sifat perpaduan promosi yang mungkin paling efektif. Khususnya bagaimana
iklan, kewiraniagaan, promosi konsumen (perlombaan, hadiah, dan penawaran
kombinasi), dan kegiatan promosi dealer dapat digabungkan menjadi sautu perpaduan
penjualan yang efektif.

Metode Promosi
Daftar mengenai alat alat promosi yang penting yang dapat dipakai untuk
membangun suatu program penjuaan efektif, adalah :
1. Iklan (Advertising)
2. Kewiraniagaan (Personal Selling)
3. Promosi Konsumen (Hadiah, Perlombaan , Penawaran Kombinasi)
4. Metode yang bertujuan merangsang iklan dan promosi dealer.
5. Pameran dan eksibisi.
6. Resiporitas
7. Jaminan dan servis
8. Penawaran komperatitif.

25

Penjelasan:
Periklanan (Advertising): Merupakan alat utama bagi pengusaha untuk
mempengaruhi konsumennya. Periklanan ini dapat dilakukan oleh pengusaha
lewat surat kabar, radio, majalah, bioskop, televisi, ataupun dalam bentuk
poster-poster yang dipasang dipinggir jalan atau tempat-tempat yang strategis.
Penjualan Pribadi (Personal selling): Merupakan kegiatan perusahaan untuk
melakukan kontak langsung dengan calon konsumennya. Dengan kontak
langsung ini diharapkan akan terjadi hubungan atau interaksi yang positif
antara pengusaha dengan calon konsumennya itu. Yang termasuk dalam
personal selling adalah: door to door selling, mail order, telephone selling, dan
direct selling.
Promosi Penjualan (Sales Promotion): Merupakan kegiatan perusahaan untuk
menjajakan produk yang dipasarkarlnya sedemikian rupa sehingga konsumen
akan mudah untuk melihatnya dan bahkan dengan cara penempatan dan
pengaturan tertentu, maka produk tersebut akan menarik perhatian konsumen.
Publisitas (Pubilicity): Meripakan cara yang biasa digunakan juga oleh
perusahaan untuk membentuk pengaruh secara tidak langsung kepada
konsumen, agar mereka menjadi tahu, dan menyenangi produk yang
dipasarkannya, hal ini berbeda dengan promosi, dimana didalam melakukan
publisitas perusahaan tidak melakukan hal yang bersifat komersial. Publisitas
merupakan suatu alat promosi yang mampu membentuk opini masyarakat
secara tepat, sehingga sering disebut sebagai usaha untuk "mensosialisasikan"
atau "memasyarakatkan ".
Memilih Metode Promosi
Dari semakin banyaknya metode promosi, maka pengalaman menunjukan bahwa
tipe produk yang berbeda akan membutuhkan campuran bahan penjualan yang
berbeda pula. Ini dapat digambarkan dengan membandingkan strategi promosi
produk industrial dengan barang konsumen. Hal ini memicu variasi dalam ciri-ciri
merek saingan, dan juga perbedaan dalam kebijaksanaan merek, saluran distribusi,
dan kebijakan harga, cenderung membutuhkan perbedaan dalam perpaduan
promosi untuk tercapainya hasil yang menguntungkan.

26

PENUTUP

Berdasarkan uraian di atas dapatlah kita mengambil kesimpulan bahwa suatu


perusahaan harus memiliki strategi pemasarannya sendiri yang telah dipertimbangkan
secara matang dari segi komponen, proses pembuatan, dan tingkatannya sebelum
mereka menjalankan ataupun memasarkan produk/jasanya.
Strategi pemasaran yang dibuat hendaknya haruslah mempertimbangkan
situasi dan keadaan perusahaan baik keadaan intern perusahaan itu sendiri atau
lingkungan mikro perusahaan, maupun keadaan ekstern perusahaan atau yang dikenal
dengan lingkungan makro perusahaan.
Perusahaan yang berjaya dan mampu mempertahankan serta meningkatkan
lagi penjulannya ditengah-tengah pesaingnya adalah perusahaan yang telah berhasil
menetapkan strategi pemasarannya serta strategi bersaingnya dengan tepat.
Dengan memperhatikan dan mempertimbangkan semua hal diatas termasuk
mengkombinasikan 4P Marketing Mix dengan komposisi yang baik maka dapat
dipastikan perusahaan akan dapat menentukan dengan baik strategi pemasarannya
serta strategi bersaingnya, untuk tetap maju dan berkembang di tengah-tengah
persaingannya.

27

DAFTAR PUSTAKA
Buku:
Armstrong and Kotler. 2001. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Edisi VIII, Jilid II. Jakarta:
Erlangga.
Handoko, T. Hani. 2003. Manajemen. Edisi II. Yogyakarta: Fakultas Ekonomi
Universitas Gadjah Mada.
Mamduh, Hanafi M. 2003. Manajemen. Yogyakarta: Akademi Manajemen
Perusahaan YKPN.
Musselman, Vernon A and John H. Jackson. 1984. Pengantar Ekonomi Perusahaan.
Jakarta: Erlangga.
Stoner, James A.F. 1990. Manajemen. Jilid I. Jakarta: Erlangga
Website:
http://organisasi.org/cara-strategi-pemasaran
http://unhalu.ac.id/staff/nitri/?=42
http://www.kwary.net
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran#Bauran_Pemasaran

28