Anda di halaman 1dari 13

Sejarah Akuntansi Dalam Perspektif Islam

BAB I
PENDAHULUAN
A.

LATAR BELAKANG

Islam telah memberikan barat yang terbaik dari apa yang telah di pelajari dari
kebudayaan klasik dan apa yang telah di tambahkan oleh kejeniusan kreatif yang di
milikinya.
Sejarah adalah bagian dari kehidupan manusia masa kini sebagai cermin dari kejadian
masa lampau. Sejarah memberikan pengalaman, kisah dan juga pelajaran bagi
masyarakat sesudahnya. Ia tidak lepas dari sebauh kebudayaan sekaligis menjadi
bagian di dalamnya.
Perisitiwa sejarah sesungguhnya bukan hanya kejadian fisik, melainkan juga persitiwa
peristiwa yang bermakna yang terpantul sepanjang waktu sehingga terungkap dari segi
pertumbuhan, kejayaan dan keruntuhan. Berdasarkan pengertian ini, sejarah
sebetulnya identik dengan peradaban manusia sehingga, pemahaman sejarah berarti
juga pemahaman suatu peradaban. Melalui sejarah dapat di temukan , Diungkapkan
dan di pahami nilai nilai peradaban yang terkandung dalam peristiwa masa
lampau(Abdurrahman,2002:4).
Periodisasi dalam sejarah peradaban hanyalah satu cara untuk memahami perbedaan
aspek aspek fundamental dalam kebudayaan (Lucas,1993:39). Harahap(1990:90)
mencoba membagi peiode sivilisasi kebudayaan dunia menjadi :
1.

Pra Romawi (tidak ada data)

2.

PascarRomawi Yunani (.... s/d 600M); termasuk di dalamnya kebudayaan Persia ,

India , Cina, dll.


3.

Periode Silvisasi Arab (kembali ke ajaran tauhid 600-1300 M)

4.

Periode Silivisasi (1200 sekarang)

Terlepas dari itu, sebagai contoh seorang manusia yang beragama dan manusia yang
berilmu di reprentasikan oleh individu yang sama adalah Luca Pacioli. Ia di samping

sebagai seorang pendeta juga di kenal sebagai ahli matematika dia menguasai banyak
bidang, mulai dari religius sampai militer, dari matematika sampai obat obatan. Seorang
Renaisance Man sebagai Bapak Akuntansi setelahia menerbitkan buku The summa
de aritmatica, Geomatrica etPropotionalita Evertyhing about arithmatic, Geomatric and
Propotion. Pada tanggal November 1494 di Venice,Italy.
Tata buku berpasangan yang merupakan bangunan dasar akuntansi modern pada
awalanya di kembangkan dari dasar akuntansi modern pada awalnya di kembangkan
persamaan aljabar yang kemudian di kenal dalam dunia akuntansi sebagai persamaan
akuntansi (Hatfield dalam Triyuwono,1997:9)
Di Itally sendiri teknik tata buku berpasangan ini sudah di praktekkan lebih dari 200
tahun di Venice, Sebelum Pacioli menerbitkan bukunya . Ia hanyalah orang pertama
yang mengangkat dan memberikan penjelasan penjelasan tentang teknik berpasangan
tersebut.
Jauh sebelumnya, Islam sendiri sendiri telah mendahului 745 tahun . Dengan
munculnya buku catatan pertama yang di kenal dengan nama Jaridah pada masa
Dulah Abbasiyah. Buku ini di gunakan untukmencatat untuk pemasukan dan
pengeluaran secara terpisah yang sekarang di kenal dengan namabuku harian yang di
gunakan untuk mencatat seluruh transaksi keunagan khusus bagi diwan dan transaksi
orang lain. Buku inilah yang sekarang di kenal sebagai buku jurnal umum.
Menurut Zaid(2001), diantara karya tulis yang menegaskan penggunaaan akuntansi
dan pengembanganya di negara Islam sebelum munculnya buku paciouli adalah
manuskrip yang di tulis pada tahun 765 H/1363M.Manuskrip ini adalah karya seorang
penulis muslimin yaitu abdullah bin Muhammad bin Kayah Al Mazindarani dan di beri
judul Risalah Falakiyah Kitab As Siyaqaat
A.

TUJUAN DAN MANFAAT

Kajian sederhana dan masih dalam tahapan yang masih awal , di harapkan mencapai
tujuan dan sekaligus memberikan manfaat berikut:
1.

Memberikan Gambaran bahwa Islam memiliki peran besar pada sejarah akuntansi

dunia.
2.

Membuktikan klaim barat bahwa luca pacioli sebagai bapak Akuntansi seperti yang

di sebutkan dalam beberapa literatur literatur yang ada selama ini tidak dapat di
pertanggung jawabkan sepenuhnya.
3.

Memberi sumbangan pemikiran pengetahuan terutama sejarah Akuntansi yang Di

harapakan lebih lurus dan jernih , sesuai dengan kebenaran dan fakta obyektif yang
ada.
BAB II
AKUNTANSI DALAM SEJARAH
A.

Akuntansi dalam sejarah

Akuntansi secara umum mempunyai fungsi sebagai alat untuk menyajikan informasi
khususnya yang bersifat keuangan dalam kaitan kegiatan sosaial ekonomi suatu
komunitas. Penyajian informasi keuangan tersebut berbentuk pencatatan
penggolongan dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dalam ukuran moneter
transaksi dan kejadian yang umum beresifat keuangan.
Sejarah akuntasi diperlukan sebagai study tengtang efolusi pemikiran praktik dan
institusi akuntansi tanggapan terhadap perubahan lingkungan dan kebutuhan sosial.
Menurut previt et. al, (1990 ; belkoui 2001) sejarah akuntansi dapat dinarasikan dengan
menghubungkan episode sejarah akuntansi spesefik non analitik dengan teori
pengetahuan sistem nilai yang terkait dengan sistem pekerjaan.
Harahap (2001;27) sejarah akuntansi digunakan untuk mengetahuiapa yang terjadi di
masa lalu sehingga dapat digunakan untuk memprediksi apa yang terjadi dimasa depan
.
Harahap mengatakan untuk mempelajari sejarah akuntansi harus dapat membedakan
tiga hal :
1.

sejarah akuntansi dalam kehidupan manusia

2.

sistem pencatatan akuntansi sebagai pencatatan transaksi dengan sistem

pembukuan (double entre accounting system)


3.

sejarah perkembangan ilmu akuntansi merupakan satu bidang ilmu akuntansi

umum kemudian menjadi sub bidang akuntansi manajemen, akuntansi internasional,


akuntansi sumber daya manusia, akuntansi perpajakan, akuntansi auditing dan
sebagainya.
Glautier (dalam harahap, 2001;42) membagi perkembangan akuntansi dalam lima

tahap;
1.

periode pra kapitalis

2.

kapitalis nascent

3.

kapitalis merkantilis

4.

revolusi industri

5.

perkembangan yang dimikian cepat dibidang akuntansi secara terus menerus.

Menurut Mathew and parera (1996;8) ada dua hal yang penting dalam mempelajari
sistem akuntansi masa lalu ;
1.

memungkinkan untuk mengindetifikasi berbagai persamaan dan perbedaan yang

ada antara sistem pencatatan awal dan akuntansi modern


2.

menunjukkan bahwa akuntansi terbaik dari suatu konsepsi sosial, yang

memperlihatkan hubungan antara kebutuhan sosial dan bentuk akuntansi yang


digunakan sebagai keterangan waktu.

BAB III
SEJARAH AKUNTANSI
A.

Sejarah Akuntansi Awal

a.

Akuntansi Zaman Mesopotamia

Lima ribu tahun sebelumnya dikembangkan double entry, bangsa Assyria, ChaldaeBabylonia dan Sumeria yang tinggal di sekitar lembah Mesopotamia, telah memiliki
catatan primitif atas perdagangan yang mereka lakuan. Di lembah antara sungai Tigris
dan Euohrat dekat perbatasan Irak, tanahnya dikenal sangat subur. Dengan majunya
pertanian, Industri jasa berkembang di daerah ini. Kota Babylon dan Ninevah menjadi
pusat perdagangan dengan Babylon sebagai bahasa pengantar.
Hingga tahun 500an sebelum Masehi Bangsa Sumeria yang menganut pemerintahan
Theokrasi, mempersyaratkan dibuatnya pencatatan atas tanah dan ternak, serta
pemeliharaan atas catatan tersebut.
Penerimaan, pengahasilan, produksi serta kewajiban dicatat dengan menggunakan
bahan dari tanah liat, karena bahan dari papyrus terlalu mahal. Catatan penerimaan
berisi jumlah uang atau barang yang diterima, nama yang memberikan barang tersebut,

nama penerima serta tanggal.

b.

Akuntansi Zaman Mesir

Apabila kita memperhatikan tempat lain di dunia, kita akan menemukan peradaban
mesir yang termasuk paling baru dibandingkan dengan peradaban-peradaban yang
dikenal dinegri antara dua sungai Jazirah. Sistem pencatatan yang ada di Mesir dimulai
dengan adanya tempat penyimpanan harta negaraberupa emas, ternak, padi, tekstil,
dan berbagai properti lainnya dalam bentuk gudang.
c.

Akuntansi Zaman Cina

Di Cina, akuntansi digunakan oleh pemerintah untuk mengevaluasi efesiensi programprogramnya dan pegawai-pegawai pelaksana program tersebut pada masa Dinasti
Chao (1122SM 1256SM) diketahui sebagai pencapaian akuntansi yang baik di Cina
(Mathew dan Parera, 1996)
d.

Akuntansi Zaman Yunani

Di Yunani, akuntan publik pada abad V SM memegang peran penting dalam kontrol
masyarakat atas pemerintah. Kontribusi utama Yunani adalah pengguna mata koin
pada sekitar 630 SM. Perbankan di masa ini nampak lebih maju, mereka mempunyai
buku-buku rekening, memberi pinjaman bahkan menerima transfer antar bank.
e.

Akuntansi Zaman Romawi Kuno

Di Romawi, pemerintah dan perbankan awalnya menggunakan catatan harian


bernama adversaria, sebelum beralih ke sistem buku kas yang dikenal dengan codex
accepti el expansi catatan ini digunakan sebagai dasar penghitungan pajak.
Pembukuan pemerintah dilakukan oleh quaestor dan diperiksa staf audit untuk
dilaporkan pada senat.
f.

Akuntansi dikalangan Arab Sebelum Islam

Pada masa sebelum berdirinya negara Islam bangsa Arab terpecah-pecah, tidak

disatukan oleh sistem politik kecuali tradisi kekabilahan yang dominan. Sekalipun
demikian, mereka memiliki pasar-pasar dan tempat-tempat aktivitas perdagangan
didalam negri maupun diluar negri.
Untuk mengerjakan pembukuan, ada yang dikerjakan oleh pedagang sendiri dan ada
juga yang menyewa akuntansi khusus. Seorang akuntan disebut Katibul
Anwal(pencatat keuangan) / penanggung jawab keuangan. Istilah ini diambil dari fungsi
akuntansi itu sendiri yaitu untuk menjaga keuangan (syahatah, 2011 :19)
g.

Akuntansi Zaman Medieval

Masa ini dipandang sebagai periode stagenansi akuntansi. Bahkan praktek-praktek


akuntansi diluar Itali sering diabaikan dalam pembahasan. Namun dari masalah inilah
dikembangkan dasar-dasar konservatisme dan masa renaisssance yang terjadi telah
membagi banyak teknologi akuntansi.
Di masa kekaisaran Roma, akuntansi dikontrol secara terpusat, sedang pada masa ini
desentralisasi ke masing masing institusi feodal. Akuntansi terutama digunakan untuk
mengontrol institusi yang berada dibawah kendali institusi diatasnya , membentuk
piramida kontrol dan kekuasaan.

BAB IV
PACIOLI
A.

Biografi Pacioli

Bartolomes paciolo (pot-CHEE-oh-lee), lahir tahun 1445 dikota kecil borgo san
sepulcro-tuscany, sikitar 60 km ke utara perugia, italy. berasal dari keluarga miskin
dangan masa depan yang kurang menjanjikan pacioli kecil

tinggal di keluarga bevolci

dikota yang sama.


Pada dasawarsa pertama usianya ia sudah tertarik dengan matematika dan
memutuskan magang sekaligus belajar kepada ahli matematika, penulis dan juga
pelukis piero Della Fransesca dikota kelahirannya. Piero banyak menulis buku tentang
prespektif, suatu teknik melukis tiga dimensi yang menggunakan hubungan ruang yang

renggang kedalam permukaan dua dimensi.


Selain itu, piero juga mengenalkannya pada Leo Baptist Alberti seorang arsitek
merangkap sektetaris bagian arsip umum dalam kepausan serta seorang sarjana
matematika.

BABV.
SEJARAH AWAL AKUNTANSI DALAM PERSPEKTIF ISLAM
A.

Akuntansi Zaman Nabi Muhammad SAW

Setelah munculnya Islam di semenanjung Arab dibawah pimpinan Rasullallah SAW


serta terbentuknya daulah Islamiyah di Madinah, mulailah perhatian Rasullallah untuk
membersihkan Muamalah Maaliyah (keuangan) dari unsur-unsur riba dan dari segala
bentuk-bentuk penipuan, pembodohan, perjudian, pemerasan, monopoli dan segala
usaha untuk mengambil harta orang lain secara bathil. Bahkan, Rasullallah lebih
menekankan pada pencatatan keuangan.
Di antara bukti seriusnya persoalan ini adalah dengan diturunkan ayat terpanjang dalam
Al-Quran Surah Al-Baqarah 282, ayat ini menjelaskan fungsi-fungsi pencatatan dasardasar,dan manfaatnya seperti yang diterangkan oleh kaidah-kaidah hukum yang harus
dipedomani. Undang-undang akuntansi yang telah diterapkan waktu itu antara
lainundang-undang akuntansi perseorangan, perserikatan atau perusahaan, akuntansi
wakaf, hak-hak perlarangan penggunaan harta dan anggaran negara.
Pendapatan utama bagi negara dimasa Rasullallah dari zakat dan ushr (zakat atas
hasil pertanian dan buah-buahan) keduanya berbeda dari pajak dan tidak diberlakukan
seperti pajak.

B.

Akuntansi Zaman Kulafaurrasyidin

a.

Abu Bakar Siddiq ( 51SH-13 H/537M 634 M )

Pada masa ini kegiatan baitul mal masih tetap seperti pada masa Rasullallah sebagai
kalifah. Ia memiliki sebuah baitul mal dikampung al-sun yang ditinggal begitu saja tanpa
penjagaan karena semua harta zakat selalu tersalurkan kepada orang yang berhak
menerimanya tanpa sisa sedikitpun. Pada awal Abu Bakar menjadi kalifah , Ia
memberikan 10 dirham kepada setiap orang lalu kemudian Ia kemudian menambahkan
10 lagi pada masa ke dua kepemimpinannya.
b.

Umar bin Khatab ( 40 SH-23 H/584 M-644 M )

Dalam bidang ekonomi Umar bin Khatab menyadari pentingnya sektor pertanian untuk
memajukan ekonomi negrinya dengan cara Ia memberikan hadiah kepada orang-orang
yang bekerja dibidang itu. Kontribusi terbesar umar adalah membentuk perangkat
administrasi yang baik untuk menjalankan roda pemerintahan yang besar. Ia mendirikan
institusi administrasi yang hampir tidak mungkin dilakukan pada abad ke tujuh sesudah
masehi. Perbendaharaan sederhana juga didirikan di Madinah dan seluruh pusat
pemerintahan disemua wilayah.
c.

Usman bin Affan (47S H-35 H/ 577 M-656 M)

Pada pemerintahan kafilah Usman mengalami masa kemakmuram dan berhasil dalam
beberapa tahun masa pemerintahannya. Ia melanjutkan kebijakan-kebijakan Umar. Ia
mengadakan penyempurnaan pembagian kekuasaan pemerintah, Usman menekankan
sistem kekuasaan pusat dan menetapkan juru hitung dari keluarga sendiri ( Lapidus
dalam Kalsum, 2002 :57)
d.

Ali bin Abi Thalib (23 SH-40H/600 M-661 M)

Ali bin Abi Thalib dilahirkan pada tahun gajah ke 13. Ali keponakan Rasullallah SAW
dari suku Bani Hasyim yang dipercaya menjaga tempat suci kabah. Ali menikah
dengan putri Rasullallah Fatimah Azzahra dan dikaruniai dua orang putra yaitu Hasan
dan Husein. Ali bin Abi Thalib ditakdirkan menjalankan kemudi pemerintahan melalui
masa-masa paling kritis berupa pertentangan antar kelompok( Ahmad dalam
Sudarsono, 2002, 125 )
C.

Akuntansi Zaman Kekhalifahan

Pendapatan masa pemerintahan Khulafaur-rasyidin masih menggunakan sistem


perpajakan yang dikenal oleh kaum muslim Al-Kharaj. Pajak ini dikenakan terhadap
tanah pertanian kawasan baru milik Byzantium dan persia. Tanah dan barang-barang
tersebut tetap menjadi milik hak pribadi namun sejak sebagian besar warga kawasankawasan baru tersebut beralih memeluk Islam .

D.

Pelaksanaan Pembukuan, Perkembangan, Sistem Akutansi & Sistem Pengawasan

Internal Zaman Khalifah


Bismillahhirohmannirohim
Laporan Keungan
Per 1 Muharram sampai 30 Dzul Hijjah tahun... H.
Sumber-sumber Keungan :
a)

Pajak-pajak dari... tanggal...

b)

Pemasukan dari... tanggal ...

(xx)
(xx)

Disamping itu adalah:


a)

Pindahan dari tahun buku yang lalu

b)

Penjualan-penjualan

c)

Denda-denda

d)

Wesel-wesel

Jumlah

(xx)
(xx)

(xx)
(xx)
(xx)

Penggunaan dana
a)

Wesel-wesel ke kantor lain

b)

Pembelian-pembelian kantor

(xx)
(xx)

c)

Pengeluaran-pengeluaran lain

Saldo

(xx)

(xx)

BAB VI
TOKOH-TOKOH YANG BERPERAN DALAM AKUNTANSI
A.

Tokoh-tokoh yang berperan dalam islam

Tata buku berpasangan yangmerupakan bangunan dasar akuntansi mod penulisan ern
pada awalnya di kembangkan dari persamaan aljabar yang kemudian di kenal dalam
dunia akuntansi sebagai persamaan akuntansi (accounting equation)(Hatfield dalam
Triyuwono, 1997:9). Hal ini di buktikan dengan tokoh-tokoh baik Luca Pauoli,Cotrugly,alKhawarizmi dan yang lainya adalah ahli matematika.
a.

Al Khawarizmi (194 H-266 H/780M-825M)

Al Khawarizmi selain menyusun buku aljabar, juga menulis buku tentang perhitungan
biasa (Aritmatika) yang jadi pembuka jalan bagi penggunaaan cara desimal di Eropa
(penggantian penulisan dengan angka romawi). Aritmatika adalah perhitungan dengan
bilangan bilangan dengan berbagai operasinya : tambah, kurang, kali dan bagi karena
bilanganya sudah pasti.
b.

Al Mazindarani

Abdullah bin Muhammad bin kayah Al mazindarani, tidak banyak data yang di peroleh
mengenai kehidupanya kecuali tentang manuskrip yang di tulis pada tahun 765 H atau
1363 M kurang lebih 131 tahun sebelum pacioli menulis dan menerbitkan
bukunya.Manuskrip tersebut menjelaskan aplikasi aplikasi akuntansi yang populer pada
saat itu, sistem akuntansi yang wajib di gunakan untuk mencatat transaki keuangan dan
cara menanganani kekuranagan dan kelebihan melalui penyetaraan.
c.

LeonardoFIbonancide Pisa

Fibonacci atau yang lebih di kenal dengan nama Leonardo da Pisa tetapi tumbuh dan
besar di afrika utara.
d.

Amatino Manuci

Amatino Manuci adalah seorang partner dalam perusahaan geovani farolfi and the
company yang di mulai padaabad ke 14.Manuci bertugas menyiapkan kantor cabang
acount dalam ruangan khusus.
e.

Benetdetto Cotrugly Raguseo

Cotrugly di lahirkan di kota Ragusa Tua, sekarang Dubroknik Kroasia pada tahun 1416
dan meninggal pada usia 53 tahun di abruzoz pusat keagaam di Italy di tepi pantai
Adriatic yang sebelumnya masuk dalam wilayah teritorial Vanise.
Pada tahun 1458 , berdasarkan pengetahuan yang di milikinya cotrugly memulai
menulis manuskrip ke tiga tentang perdaganan yang berjudul Libro de LArte
Mercatura. Bentukdan isi juranal tersebut bertipikal venince dan di setiap kelompok
jurnal di beri penjelasan.

BAB VII
PENUTUP
A.

KESIMPULAN

Peranan Islam dalam sejarah Akuntansi dunia tidak bisa di abaikan begitu saja .
Sebelum Pcioli lahir dan menerbitkan Bukunya Barat beserta peradabanya mengalami
masa kegelapan. Mereka hanya unggul dalam bidang seperti militer perang politik,
perdagangan tetapi dalam bidang ilmu pengetahuan praktis tak memberikan
sumbangan. Jauh di timur sejak Rassullah hingga masa ke kalifahan setelah Khulafaur
rasyidin, akuntansi berkembang dengan sempurna dan di sempurnakan. Al Baqarah
ayat 282 menjadi konsep dalam Islam dengan penakanan pada aspek penanggung
jawaban.
Perkembangan akuntansi juga mencangkup penyiapan laporan keuangan yang dibuat
berdasarkan fakta buku buku akuntansi sebelumnya. Laporan keungan tersebut adalah
laporan bulanan dan laporan untuk keuangan yang lebih tinggi derajatnya.

Perkembangan sistem akuntansi, pelaksanaan pembukuan, penentuan buku buku


akuntansi, sistem dokumen, laporan keunaga, dan sistem pengawasan interen di dalam
negara islam sudah seperti yang digunakan pada saat ini didunia.
Hubungan pacioli, bukunya dan dunia islam berawal dari perdagangan islam. Memalui
perdagangan inilah kebudayaan dan tekhnologi muslim tersebar di eropa barat.
Pengembangan tekhnik dagang yang tinggi dan berbagai ilmu pengetahuan lainnya
oleh kaum muslim membantu penyebaran akuntansi di italy venice menjadi salah satu
pintu gerbang yang menghubungkan barat dan timur melalui pelabuhan utama dan
terpenting dari pelabuhan orang orang islam di afrika utara dan laut tengah bagian
timur. Sistem pencatatan sebagai alat bantu perdagangan inilah yang di kemukakan
dalam bukunya yang telah digunakan dan ada di venice 200 tahun sebelumnya
Adapun tokoh-tokoh yang berperan dalam akuntansi hingga pacioli menerbitkan
bukunya antara lain: Al Khawarizmi, Al Mazindarani, Leonardo Fibonacci da pisa,
Amatino Manucci, Benedeto cotrugly.
Implikasi dari makalah ini bahwa klaim barat luca pacioli sebagai bapak akuntansi
seperti yang disebutkan yang ada selama ini tidak dapat dipertanggung jawabkan.
Pacioli bukan lah orang yang pertama yang menulis buku tentang akuntansi tetapi dia
hanyalah merupakan oramng yang pertama yg mempublikhasi buku tersebut. Faktor
pendukungnya ditemukan mesin cetak mekanis oleh johan guttenberg. Luca pacioli
juga mengakui dia bukanlah penemu doble entry bookkeeping.
Akuntansi dan tata nilai islam memiliki simbiosis yang saling mendukung. Islam tidak
hanya bergerak dalam bidang agama, islam tidak bertentangan dengan lingkungan
waktu, situasi dan kondusi. Hal inilah yang memberikan pemahaman baru tentang
sistem akuntansi berdasarkan syariat islam.

DAFTAR PUSTAKA

Al-Quran karim dan Terjemahan Artinya. (1999). Jogjakarta: UII Pres

Adnan, Muhammad Akhyar (1996) An Investigation of accounting

and practices in

Islamic banks. The cases of Bank islam Malaysia Berhad and PT Bank Muamalat
Indonesia, unpublished thesis, Universitas of Wollongong, Australia.

Abdurrahman, Dudung. (2002). Pengantar sejarah dan perdaban islam. St. Maryam

dkk (ed). Sejara peradaban islam, dari masa klasik hingga modern. Jogjakarta: LESFI
Fak. Adab IAIN Sunan kali jaga

Abdullah, T & surjomihardjo, A. (1985). Ilmu sejarah dan Historigrafi: arah dan

prespektif. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

PacioliHistory.Diperolehdari: http://suburbia.com.au/paciolihistory.html

Baraba, osman.(2001). perkembangan akuntansi bank syariah, kertas kerja

disampaikan pada seminar nasional akuntansi syariah. Universitas Gadjah Mada,


tanggal 12 Maret 2001, di Jogjakarta.

Harahap, sofyan syafri. (1999). Akuntansi islam Jakarta: Bumi Aksara.

Lucas, henry S. (1993). Sejarah peradaban barat abad pertengahan. Diterjemahkan

ole sugihardjo sunobroto dan budiawan. Jogjakarta: tiara wacana.

Zaid, Omar Abdullah. (2001). Te historical and Theoritical Framework of financial

accounting of the muslim societies. Diperoleh dari: http://tazkiaonline.com.

Thompson, Grahame. (1994). Early Double Entry Bookkepping and the rhetoric of

accounting calculation, in A.G. Hoopwood & p. Miller (eds), Accounting as social and
institusional practice p. 40-66. Cambirdge: cambirdge University Press.