Anda di halaman 1dari 5

Preface

Turbocharger adalah suatu komponen bantu tambahan (auxiliaries) didesain khusus untuk
menciptakan daya tambahan pada engine tanpa merubah pabrikasi atau dengan kata lain turbocharger
mampu menciptakan daya lebih pada jenis engine yang sama.
Diessel sulzer 12 zav pada PLTD sei raya menggunakan turbocharger tipe VTR seri --4 (VTR
354). jenis turbocharger ini didesain untuk engin dengan putaran sedang.
Turbocharger bekerja dengan prinsip memasok udara pada ruang bakar dengan cara dipaksakan.
Maka udara yang masuk melalui intake manifold akan lebih besar ketika terjadi vakum pada saat piston
bergerak turun menuju TMB dan valve terbuka.
Secara umum turbo terdiri dari blower impeler yang dipasang secara shared shaft (satu poros)
bersama dengan turbin. Turbin inilah yang menjadi penggerak blower kompressor dengan
menggunakan udara hasil gas buang engine.
Prinsip Kerja Turbocharger
Turbocharger digerakkan oleh energi panas gas buang pembakaran pada engine, gas tersebut
bergerak menuju ke turbin housing untuk selanjutnya diexpansikan pada nozzle ring dan diarahkan
kesudut turbin, pada saat terjadi expansi, energi panas dan tekanan berubah menjadi kecepatan.
Kompresor wheel yang dipasang shared shaft dengan turbin adalah jenis kompresor sentrifugal,
sehingga putarannya menyebabkan mampu untuk menghisap udara bersih pada arah aksial dan diubah
kecepatannya pada impeller dan dilempar keluar ke-outlet karena gaya sentrifugal pada kecepatan
tinggi.
Untuk menyesuaikan udara yang masuk ke ruang bakar, difungsikan diffusor untuk menurunkan
kecepatan aliran udara yang tinggi sehingga tekanan statis naik sesuai kebutuhan volume dan tekanan
yang diinginkan.

Jenis Turbocharger
VTR = VERDICHLER (BLOWER)-TURBO-RADIAL
VTC = VERDICHLER (BLOWER)-TURBO-COMPACT.
RR = RADIAL-RADIAL.

Turbocharger dibagi atas seri 0-4, seri --0 terdiri atas


VTR 160-161
VTR 200-201
VTR 250-251
VTR 320-321
VTR 500-501
VTR 630-631
VTR.750 751
VTR 900.
Termasuk kedalam jenis turbocharger kecil dan menggunakan sisitim pelumasan centrifugal pump.
Seri 1 terdiri dari
VTR.400 DAN 401
Tergolong tipe besar dengan menggunakan sistem pelumasan gear pump

SERIE..4- TERDIRI DARI :

VTR. 184

VTR. 214

VTR. 254

VTR. 364

VTR. 304

VTR. 354
Adalah turbo jenis kecil yang digunakan pada sulzer dan SWD dengan pelumasan centrifugal
pump. Dengan penggantian oli pelumas tiap 1000 jam operasi dengan catatan jika oli pelumas
adalah jenis sintetik dapat dilakukan penggantian tiap 3000jam.

VTR. 564

VTR. 714-KHUSUS SWD TM 620


Jenis turbo seri 4 yang tergolong turbocharger besar dengan pelumasan gear pump.

VTC.214.

VTC.254.

VTC.304.
Kelas turbocharger yang didesain khusus dan diperuntukan pada mesin kapal dengan suhu gas
outlet chasing sebesar 600 derajad dan suhu pendingin air sekitar 65 derajad celcius

Sistim Udara Sulzer 12 ZAV

Sistem udara pada mesin jenis sulzer dimulai pada air intake, merupakan tahapan awal dimana
udara disaring sebelum masuk kedalam sistem. Selanjutnya udara melalui thapan filter kedua pada

CAC, tujuannya adalah memisahkan udara dari debu dan benda asing yang berhasil lolos pada air
intake. Selanjutnya udara yang sudah benar-benar bersih masuk kedalam sistem melalui intake valve
ketika piston menciptakan ruang vakum pada silinder pada saat pergerakan menuju ke TMB. Ketika
valve terbuka udara tersebut masuk kedalam bakar dan bercampur dengan bahan bakar untuk
selanjutnya terjadi proses pembakaran.
Ketika mesin sudah berhasil start dan running, turbin turbocharger mulai mulai bergerak dengan
memanfaatkan gas buang dari silencer. Udara hasil turbocharger didinginkan pada intercooler untuk
selanjutnya dipaksakan masuk ketika intake valve terbuka.
Parameter Turbocharger
Turbocharger dapat diandalkan sebagai penambah daya dengan kondisi mesin tetap pada berat
dan bentuk tanpa ada perubahan kondisi fisik termasuk ruang bakar. Karena bekerja pada tekanan dan
temperature tinggi, pada turbocharger diterapkan beberapa parameter sebagai berikut agar tetap berada
pada range aman ketika dioperasikan dan menjaga durabiliti turbocharger tersebut
Temperatur dan Rpm
Parameter

Diizinkan

Alarm

Trip

Temperatur inlet

400-500

600

620

Temperatur outlet

380-420

500

Kecepatan charging/Rpm
Fig; Log sheet record data mesin Sulzer 12 ZAV

Keterangan :
Temperatur inlet adalah gas buang daripada exhaust yang digunakan sebagai penggerak
turbocharger, oleh karena itu suhunya tergolong tinggi. Akan tetapi ketika mencapai range antara 600620 derajad akan mengalami alarm hingga mesin trip. Apabila temperature pada inlet mengalami
kenaikan secara signifikan dan turbocharger membara dapat dijadiakan diagnose awal bahwa terjadi
gangguan pada mesin.
Temperatur outlet; pada dasarnya udara pada sisi outlet adalah udara ber-suhu ruang karena
bukan merupakan udara sisa pembakaran melainkan udara bersih yang dihisap oleh sudu kompresor.
Namun karena mengalami ekspansi panas yang terjadi pada housing dan mengalami gesekan akibat
gaya sentrifugal akibat putaran sudu blower dapat menaikan temperatur outlet. Pada turbocharger

umumnya, temperatur outlet didinginkan terlebih dahulu melalui intercooler sebelum memasuki sistem
atau intake valve menuju ruang bakar.
Kecepatan putar turbocharger adalah berbanding lurus dengan output gas pada exhaust
Turbocharger speed are plotted against the engine output hal yang perlu dijadikan pertimbangan
adalah besaran tekanan yang masuk ke ruang bakar dan fungsi ini diatur oleh diffuser. Karena apabila
diffuser tidak mampu menghasilkan tekanan udara yang cukup untuk mendorong udara ke ruang bakar
memungkinkan terjadinya surging.
Komponen utama turbocharger
Kendala pada turbocharger