Anda di halaman 1dari 35

TURBOCHARGER

PT ALTRAK 1978
JL. RSC. VETERAN NO.4 BINTARO – JAKARTA SELATAN
Telp. 021-7361978
MATERI TRAINING

PENGERTIAN TURBOCHARGER

KONSTRUKSI TURBOCHARGER

CARA KERJA TURBOCHARGER

JENIS-JENIS TURBOCHARGER

TURBOCHARGER FAILURE ANALISIS


PENGERTIAN TURBOCHARGER
PENGERTIAN TURBOCHARGER

Turbocharge adalah suatu jenis pompa udara


yang berfungsi untuk menekan udara yang masuk
kedalam ruang bakar yang memanfaatkan energi
gas buang, sehingga menambah kepadatan udara.
KELEBIHAN PEMAKAIAN TURBOCHARGER

• Pemakaian bahan bakar lebih efisien


• Emisi gas buang lebih rendah
• Karakteristik torque lebih baik
• Ukuran dan berat engine lebih ringan dan lebih kecil
dengan daya yang lebih
KONSTRUKSI TURBOCHARGER
KONSTRUKSI TURBOCHARGER
Oil
Wastegated
inlet
Impeller Wheel turbine
Bearing housing
Housing

Compressor
Housing Turbine wheel

Wastegate
Exhaust Outlet
actuator Turbine inlet
KONSTRUKSI TURBOCHARGER

Turbine Housing Bearing Housing


KONSTRUKSI TURBOCHARGER

Compressor Housing Impeller


KONSTRUKSI TURBOCHARGER

Shaft and Wheel Bearing System


& Lube System
CARA KERJA TURBOCHARGER
CARA KERJA TURBOCHARGER
CARA KERJA TURBOCHARGER

TURBIN KOMPRESOR
TURBIN TURBOCHARGER

• Turbine housing terletak


pada exhaust manifold
engine, turbine wheel
terpasang pada shaft
didalam turbine housing.
• Exhaust gas dari engine
digunakan untuk
mendorong turbine wheel
(sehingga menghasilkan
putaran pada shaft-nya),
temperatur roda turbin
mencapai 760º C.
TURBIN TURBOCHARGER
• Compressor wheel terpasang
seporos dengan turbine
wheel pada sisi shaft yang
lain, sehingga putaran turbine
wheel diteruskan oleh shaft
ke compressor wheel.
Putaran turbine wheel sama
dengan compressor wheel.
• Setelah gas buang
mendorong sudu – sudu
turbin, gas buang dikeluarkan
melalui saluran pembuangan.
KOMPRESOR TURBOCHARGER
• Semakin banyak volume gas
buang yang mendorong
sudu–sudu pada turbin, maka
semakin tinggi putaran yang
dihasilkan oleh turbine
wheel.
• Peningkatan putaran pada
turbine wheel mengakibatkan
peningkatan putaran yang
sama pada compressor
wheel. Pada saat ini
kompresor terjadi langkah
isap sekaligus tekan dari
udara luar melalui saringan
udara.
KOMPRESOR TURBOCHARGER

• Ketika udara diisap kedalam


compressor cover, udara
ditekan melalui diffuser
area. Hal ini membuat udara
terkompresikan dan dipaksa
masuk kedalam engine.
• Proses ini menyebabkan
temperatur udara
mengalami kenaikan yang
signifikan, suhu akan
mencapai ± 200º C.
SISTEM PELUMASAN
• Pelumasan pada
turbocharger
menggunakan oli pelumas
bertekanan dari pompa oli
engine.
• Pelumas digunakan untuk
melumasi dan
mendinginkan bearing dan
shaft.
• Pelumas masuk ke dalam
bearing housing dengan
tekanan , melalui journal
bearing dan thrust bearing.
SISTEM PELUMASAN
• Journal bearing tipe full
floating, pada saat shaft
berputar bearing ikut
berputar diantara lapisan
tipis oli (oil film) antara
Oil Film
bearing & shaft, dan
bearing & bearing housing.
Housing
Shaft • Oli pelumas yang kotor
atau lubang oli yang
tersumbat dapat
menyebabkan kerusakan
Bearing
yang serius pada
turbocharger.
JENIS-JENIS TURBOCHARGER
JENIS-JENIS TURBOCHARGER

Turbocharger dengan Wastegate

Turbocharger Series 2 Stage

VGT (Variable Geometri


Turbocharger)

Sistem Turbo Compound


Turbocharger dengan Wastegate

Fungsi mekanisme
wasgate adalah suatu
sistem pengaman yang
memungkinkan
membatasi volume gas
buang yang akan melalui
turbin.
Mekanisme
Wasgate
Turbocharger dengan Wastegate
Turbocharger dengan Wastegate

Katup wastegate hanya membuka pada saat


kecepatan dan beban engine tinggi. Hal ini untuk
menjamin putaran turbo dan boost pressure
melewati batas aman.
TURBOCHARGER DENGAN WASTEGATE
Effect of Wastegate

1.8
Wastegate
1.6 valve open
1.4

1.2
Boost Press. (Bar)

Sml t/hsg
1
Med t/hsg
0.8 Lge t/hsg

0.6

0.4

0.2

0
0 500 1000 1500 2000 2500 3000
Engine Speed (RPM)
Turbocharger Series 2 Stage

Turbocharger Serial 2 Stage adalah suatu air system cummins


yang memakai dua turbo charger dipasang secara seri dalam
satu saluran (pipe) udara. Sistem ini digunakan untuk
mendapatkan suplai udara yang lebih banyak. Penggunaan
sistem ini lebih efisien dibandingkan dengan memasang satu
turbocharger dengan ukuran yang besar (baik secara tekanan
udara yang masuk, material maupun bobot)
VGT (Variable Geometri Turbocharger)

VGT (Variable Geometry Turbo) adalah Turbo yang dilengkapi


dengan sirip-sirip kecil di sekitar Turbin (baling-baling di jalur
exhaust) yang mana sudut sirip-sirip tersebut bisa berubah-ubah
tergantung pada putaran dan beban engine.
VGT (Variable Geometri Turbocharger)

Fungsi sirip-sirip tersebut adalah untuk mengarahkan arus gas


buang agar semburan gas buang untuk mendorong Turbin bisa
lebih kencang, khususnya saat mesin berputar pada RPM
rendah, dengan tujuan meminimalisir Turbo Lag atau membuat
Turbo bekerja seawal mungkin.
VGT (Variable Geometri Turbocharger)

(1) Ketika mesin berputar pada RPM rendah, posisi sirip-sirip


agak menutup. Sirip-sirip yang agak menutup, membuat
tekanan yang kuat meniup baling-baling turbin sehingga turbin
berputar lebih cepat.
VGT (Variable Geometri Turbocharger)

(2) Ketika mesin berputar pada RPM tinggi posisi sirip-sirip


membuka. Sirip-sirip yang membuka, meloloskan sebagian
besar gas buang untuk menjaga agar Turbin tidak berputar
sampai “Over Spin” sekaligus membatasi tekanan udara oleh
Turbo (Turbo Boost) agar tidak melebihi batas maksimum yang
telah ditentukan.
Sistem Turbo Compound

Turbocompound unit memanfaatkan power exhaust dengan


mengkonversikan energi panas menjadi torque yang akan di
transfer ke crankshaft.
Sistem Turbo Compound

Setelah melewati Turbocharger udara sisa pembakaran akan mengalir


ke turbin Turbo Compound, tenaga turbin akan disalurkan melewati
gear menuju hydraulic coupling, dengan kecepatan yang bervariasi
antara out put shaft turbo compound dan crankshaft.
Prosedur Pengoperasian Turbocharger (Tambahan)

ENGINE STARTING PROCEDURE

• Pada saat awal pengoperasian unit atau engine yang memakai


turbocharger, diharuskan untuk memulai putaran engine dengan
putaran idle terlebih dahulu, sampai sistem pelumasan di
turbocharger bekerja secara optimal.
ENGINE STARTING PROCEDURE

• Saat akan mematikan unit atau engine yang memakai


turbocharger, diharuskan putaran engine pada putaran idle
terlebih dahulu selama 3 sampai 4 menit, sehingga sistem
pelumasan di turbocharger akan melumasi bagian yang bergerak
secara sempurna dan putaran turbo berada diputaran minimum
pada saat pompa oli berhenti bekerja.
TURBOCHARGER FAILURE ANALYSIS
TURBOCHARGER FAILURE ANALYSIS
Tujuan Failure analysis adalah untuk menentukan penyebabkan
Kesalahan/kegagalan, apakah masalah terjadi karena teknologi
turbo atau karena kesalahan pada customer.