Anda di halaman 1dari 5

Fungsi Exhaust Brake Atau Rem Gas Buang Dan Cara

Kerjanya Pada Bus


Diposkan oleh B.M.C Blogger on Sunday, 24 April 2016 Label: BMC Otomotif

Pada kesempatan kali ini, setelah kita membahas tentang tipe bus Mercedes Benz yang ada di
Indonesia, kita akan membahas salah satu sistem pengereman tambahan yang banyak orang
awam yang salah pengertian terhadap jenis rem yang akan kita bahas ini, yaitu sistem
pengereman gas buang atau yang disebut dengan exhaust brake.

Apa Itu Exhaust Brake? bagaimana cara kerjanya?


Jadi rem Exhaust brake adalah rem bantuan yang diaplikasikan pada beberapa
kendaraan diesel medium seperti isuzu elf, dyna, dan hino, dan pada kendaraan besar seperti bus
dan truk. pengereman jenis ini sangat membantu sekali dalam memperlambat
kendaraan, INGAT YA HANYA MEMPERLAMBAT, tidak bisa sampai kendaraan benar-benar
berhenti. Mengapa tidak bisa sampai berhenti? karena sistem rem jenis ini bekerja dengan menahan
putaran mesin, tidak melalui kampas rem yang menekan pada ban seperti umumnya rem yang kita
ketahui, jadi rem jenis ini berfungsi sesuai besar kecilnya Rpmatau putaran mesin,
apabila Rpm tinggi maka rem jenis ini ketika diaktifkan akan menahan laju kendaraan
dengan efek pengereman yang bisa dirasakan oleh pengendaranya, semakin sedikit demi
sedikit Rpm berkurang maka efek dari rem jenis ini pun berkurang.

Mengapa sesuai Rpm atau putaran mesin? karena sistem rem jenis ini bekerja dengan menutup
saluran knalpot, maka kadang rem jenis ini disebut juga dengan rem knalpot, maka gas buang
akan tertahan dalam mesin yang dengan otomatis menahan mesin untuk bekerja dan mencegah
mesin untuk melakukan pembakaran solar, sehingga putaran mesin akan tertahan dan berefek
pada pelambatan putaran ban, apabila Rpm tinggi maka gas buang yang ketika itu ditahan
didalam mesin tinggi juga berdampak pada efek pengereman yang tinggi juga,
jika Rpm merendah maka gas buang pun sedikit yang ditahan berdampak pada kecilnya efek
pengereman yang terjadi. Untuk bus Mercedes Benz apabila Rpm diatas 1.200 RPM maka rem
akan berfungsi menahan laju kendaraan, tetapi jika kurang dari itu maka efek pengereman mulai
menghilang. Untuk bus Hino pengereman gas buang berfungsi diatas 2.000 Rpm, jika kurang dari
itu maka akan diikuti dengan berkurangnya efek pengereman.

Bagaiman cara mengoprasikan Exhaust Brake?


Cara mengoprasikanya pun berbeda-beda dan bermacam-macam setiap kendaraan, contohnya
pada umumnya kendaraan medium dan bus, khususnya bus Hino, pengoprasianya
dengan menarik tuas yang ada disebelah kiri steer keatas dengan tangan kiri pengemudi, maka
rem jenis ini akan berfungsi dengan syarat posisi transmisi bukan Netral dan pedal gas tidak
diinjak, dan menonaktifkanya dengan menarik tuas kedua kalinya sampai indikator rem exhaust
brake tidak menyala, menandakan rem tidak berfungsi, tuasnya sebagaiman yang bisa kita lihat
pada gambar dibawah ini.

Gambar 1. Tuas Exhaust brake pada Hino


Gambar 2. Tuas Exhaust brake pada Mitsubishi
Sedangkan untuk cara pengoprasian Exhaust brake pada bus Mercedes Benz berbeda dengan
kendaraan komersial pada umumnya, sebelum menjelaskanya, akan kami tunjukan gambar
tombol pengoprasian Exhaust brake pada Bus Merecedes Benz.

Gambar 3. Tombol Exhaust brake pada Bus Mercedes Benz


Gambar di atas adalah tombol Exhaust brake untuk bus Mercedes Benz yang terletak pada
Dashboard, pengoprasinya pun ada dua pilihan, yang pertama tanda I adalah apabila
pengemudi menekan tanda tersebut maka Exhaust brake selalu berfungsi secara otomatis ketika
pengemudi melepas pedal gas dan transmisi tidak netral, sedangkan tanda II adalah apabila
pengemudi mengaktifkanya maka Exhaust brake akan bekerja bersamaan dengan diinjaknya
pedal rem dibawah pengemudi dan transmisi tidak netral.

Apakah sama Exhaust brake (rem gas buang) dengan


rem angin?
Pada intinya sama-sama menggunakan tekanan udara atau gas dalam mengoprasikanya,
perbedaanya adalah bahwa Exhaust brake udara yang digunakan adalah gas buang yang
dihasilkan dari mesin ditutup oleh katup sehingga gas tersebut menahan dan mencegah mesin
untuk bekerja, efek pengeremanya pun disalurkan dari mesin kepada ban dengan perantara AS
dan gardan, inilah gambar katup penutup gas buang.

Gambar 4. Katup penutup Gas Buang

Sedangkan Rem angin atau yang disebut dengan Air Brake System adalah angin yang disimpan
pada kompresor bertekanan tinggi yang dihasilkan dari putaran mesin, ketika pengemudi
menginjak pedal rem, maka udara bertekanan tinggi yang ada pada kompresor dibuka dan
disalurkan kepada setiap ban untuk mendorong kampas, dan kampas menekan perputaran ban.
Inilah gambar kompresor yang berisi udara bertekanan tinggi untuk pengereman.
Gambar 5. Kompresor udara