Anda di halaman 1dari 15

BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Melon merupakan tanaman buah semusim yang termasuk dalam famili
Cucurbitaceae. Buah melon banyak disukai karena rasanya yang manis serta aroma
yang khas. Buah yang masak dapat langsung dikonsumsi segar atau diolah menjadi
kue, puding, dan aneka hidangan lain. Saat ini dikenal beberapa jenis melon dengan
karakteristik yang beragam baik yang hibrida maupun yang non hibrida. Untuk itu
dalam praktek ini akan diamati keragaman dari beberapa varietas melon baik yang
hibrida maupun non hibrida.
Kandungan gizi tiap 100 gr buah melon dari bagian yang dapat dimakan adalah :
Energi 23 kalori, Protein 0,6 gram, Kalsium 17 miligram, Vitamin A 2400 IU,
Vitamin C 30 miligram, Thiamin 0,045 miligram, Ribloflavin 0,065 miligram, Niacin
1,0 miligram, Karbohidrat 6,0 miligram, Besi 0,4 miligram, Nicotinamida, 0,5
miligram, Air 93,0 miligram, Serat 0,4 gram (Gillivray, 1961).
Agribisnis melon menunjukkan prospek menjanjikan. Tetapi jika faktor tanah
yang semakin keras, miskin unsur hara terutama unsur hara mikro dan hormon alami,
faktor iklim dan cuaca, faktor hama dan penyakit tanaman serta faktor pemeliharaan
tidak diperhatikan maka keuntungan akan menurun.
Untuk mendukung pengembangan budidaya melon secara intensif dalam skala
agribisnis, diperlukan ketersediaan paket teknologi budidaya dan pasca panen yang
memadai juga berbentuk informasi kelayakan aspek teknis, ekonomis, maupun sosial
budaya dari komoditas ini.Budidaya melon dapat diarahkan pada upaya menunjang
peningkatan pendapatan petani, perbaikan gizi masyarakat, pengurangan impor dan
peningkatan ekspor, perluasan kesempatan kerja dan wirausahtani, peningkatan
kualitas lingkungan.
1.2 Tujuan
Untuk mengetahui budidaya buah melon yang benar.
1

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Asal Usul Buah Melon
Salah satu buah yang cukup dikenal oleh masyarakat adalah buah melon. Melon
merupakan salah satu jenis buah-buahan yang makin populer di dunia. Menurut asalusulnya, melon merupakan tanaman asli daerah Afrika. Meskipun demikian beberapa
literatur menyebutkan daerah asal tanaman melon adalah Asia Barat. Pusat
penyebaran tanaman ini antara lain kawasan Eropa, kemudian meluas ke benua
Amerika.
Di Eropa melon diperkenalkan sejak awal tahun Masehi. Jenis melon yang
pertama kali ditanam (dikembangkan) adalah Cucumis melo var. Reticultus, yang
diduga melon tipe liar dari Asia dan Afrika. Jenis melon ini populer dengan sebutan
Muskmelon.
Di Amerika Serikat melon mulai populer tahun 1540. Jenis melon yang
berkembang di kawasan ini adalah C. melo var. cantelupensis yang didatangkan dari
Eropa. Jenis melon ini populer disebut Canteloupe atau Cantaloupe. Pada ahun
1871 dihasilkan melon tipe baru yaitu C. melo inodorous yang kemudian disebut
Casaba-melon.
Dalam perkembangan selanjutnya, melon menyebar luas ke seluruh dunia. baik
ditanam di daerah beriklim sedang (sub tropis) maupun papan (tropis). Jenis melon
yang berkembang di berbagai negara semakin banyak ragamnya, baik bentuk buah,
warna kulit buah, warna daging buah. maupun aroma dan citarasanya. Akibat
kemajuan yang cukup pesat di bidang teknologi perbenihan, dewasa ini banyak
dihasilkan berbagai varietas melon hibrida. Beberapa negara yang menaruh perhatian
besar terhadap perakitan varietas melon hibrida antara lain Amerika Serikat, Jepang,
Taiwan, Thailand, Selandia Baru, Korea, Spanyol, Jerman, dan Belanda.
Sebelum tahun 1980-an. tanaman melon sudah dibudidayakan di daerah Bogor,
Saat itu para petani melon masih terbatas pada kalangan tertentu saja dan
konsumennya terkonsentrasi di kota-kota besar, Sebagai jenis buah pendatang baru,

melon yang dihadirkan pada periode tahun 1980 1990 dikategorikan buah
mewah (eksklusif)
Daya tarik melon mempunyai kharisma tersendiri di kalangan konsumen maupun
produsen (petani). Permintaan pasar (konsumen
2 cenderung terus meningkat dari
waktu ke waktu, karena makin digemari oleh berbagai kalangan masyarakat. Celah
dan peluang pasar ini dimanfaatkan oleh para petani dan pengusaha tani untuk
membudidayakan melon di berbagai wilayah atau daerah.
Mulai tahun 1990-an. melon berkembang pesat di propinsi Jawa Tengah dan Jawa
Timur. Dewasa ini melon sudah lebih memasyarakat di Indonesia, sehingga
pembudidayaannya makin meluas ke luar pula Jawa.
2.2 Syarat Tumbuh
Tanaman melon membutuhkan lokasi yang mendapat sinar matahari penuh.
Sekitar 10 sampai 12 jam per hari. Sedangkan suhu udara ideal adalah 28 sampai 30 0
C per hari. Namun kisaran suhu dan kelembaban wilayah tanam harus cukup longgar.
Yaitu 30 sampai 37 0 C untuk suhunya. Sedangkan kelembaban antara 45 sampai 65
%. Ketinggian lokasi tanam paling ideal adalah 1. 000 m dpl. dengan derajat
keasaman 5,8 sampai 7,2. Tetapi yang paling ideal adalah 6,0 sampai 6,8. Bila
keasaman lebih rendah dari angka ini, lahan tanam perlu diberi kapur dolomit 1
sampai 2 ton per hektar.
2.3 Taksonomi
Secara taksonomi tanaman melon dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Divisio

: Spermatophyta

Sub-divisio

: Angiospermae

Kelas

: Dicotyledonae

Ordo

: Cucurbitales

Famili

: Cucurbitaceae

Genus

: Cucumis

Spesies

: Cucumis melo L.

2.4 Morfologi
1.

Bentuk Tanaman
Tanaman melon tumbuh menjalar di atas permukaan tanah atau sering kali

dirambatkan pada turus bambu. Tanaman melon dapat mencapai ketinggian lebih dari
2 meter.
2.

Akar
Sistem perakaran pada tanaman melon menyebar tetapi tidak dalam.

Perkembangan akar ke arah horizontal lebih cepat dari pada yang vertikal. Cabang
akar dan rambut-rambut akar menyebar ke segala arah sampai dengan kedalaman 15
30 cm.Umumnya tumbuh dekat dengan permukaan tanah.
3.

Batang
Batang tanaman melon berbentuk segilima dengan sudut-sudut yang sedikit

membulat. Pertumbuhan batang tida lurus. Batang lunak, berbulu, dan berwarna hijau
muda. Pada batang utama muncul cabang-cabang baru yang berkembang ke arah
samping.
4.

Daun
Daun melon memiliki bentuk agak bulat, bersudut lima, dengan tepi daun

bergerigi (tidak rata) dan permukaan yang berbulu. Daun memiliki diameter 10 16
cm. Susunan daun berselang-seling antara daun yang di bawah dengan daun yang
tumbuh di atasnya. Panjang tangkai daun berkisar antara 10 17 cm.
5.

Bunga
Bunga melon berbentuk lonceng, berwarna kuning cerah. Memiliki kelopak daun

sebanyak 5 buah dan kebanyakan bersifat uniseksual monoesius, sehingga dalam


penyerbukannya memerlukan bantuan dari luar. Bunga-bunga ini muncul hampir
pada setiap ketiak tangkai daun. Dalam waktu beberapa hari, bunga-bunga tersebut
akan layu dan gugur, kecuali bunga betina yang telah dibuahi yang akan bertahan dan
berkembang hingga menjadi buah.

6.

Buah
Buah melon sangat beragam dalam hal ukuran, bentuk buah, rasa, dan aroma serta

kenampakan kulit luar buahnya. Hal ini sangat tergantung pada varietasnya. Tanaman
melon dapat dipanen buahnya pada umur 65 75 setelah pindah tanam, tergantung
pada varietas dan ketinggian tempat tumbuhnya. Melon yang ditanam di dataran
tinggi berumur lebih panjang dari pada yang ditanam di dataran rendah. Adapun ciri
utama buah siap panen adalah bila telah terjadi keretakan menyerupai brntuk cincin
pada pangkal tangkai buahnya dan mulai mengeluarkan aroma harum.
7.

Kandungan Gizi dan Manfaatnya


Sebagian besar kandungan buah melon terdiri atas air yakni 14 %, sedangkan

sisanya terdiri atas karbohidrat, protein, vitamin, dan beberapa unsur yang lain.
Protein dan karbohidrat yang terkandung sangat penting bagi pembentukan sel tubuh
seperti pada otot, daging, kulit, dan tulang, serta regenerasi sel yaitu mengganti selsel yang telah rusak dengan sel-sel yang baru. Karbohidrat juga berfungsi sebagai
sumber energi. Kandunga vitaminnya bermanfaat bagi tubuh untuk mencegah
berbagai macam penyakit. Sementara mineralnya sangat bermanfaat bagi
pembentukan tulang, gigi, sel-sel darah merah. Serat yang terkandung dalam daging
buah melon juga membantu melancarkan pencernaan.
2.5 Hama dan Penyakit
Hama Tanaman Melon :
Jenis hama yang umum menyerang tanaman melon, berikut gejala serta cara
penanganannya adalah sebagai berikut :
a.

Kutu aphids (Aphis gossypii Glover )

Ciri: Hama ini mempunyai getah cairan yang mengandung madu dan di lihat dari
kejauhan mengkilap. Hama ini menyerang tanaman melon yang ada di lahan
penanaman. Aphids muda yang menyerang melon berwarna kuning, sedangkan yang
dewasa mempunyai sayap dan berwarna agak kehitaman.
Gejala: daun tanaman menggulung dan pucuk tanaman menjadi kering akibat cairan
daun yang dihisap hama.

Pengendalian:
Gulma harus selalu dibersihkan agar tidak menjadi inang hama
Tanaman yang terserang parah harus disemprot secara serempak dengan insektisida
Perfekthion 400 EC (dimethoate) dengan konsentrasi 1,02,0 ml/liter
Tanaman yang telah terjangkit virus harus dicabut dan dibakar (dimusnahkan).
b.

Thirps (Thirps parvispinus Karny)

Ciri: Hama ini menyerang saat fase pembibitan sampai tanaman dewasa. Nimfa thirps
berwarna kekuning-kuningan dan thirps dewasa berwarna coklat kehitaman. Thirps
berkembang biak sangat cepat secara partenogenesis (mampu melahirkan keturunan
meskipun tidak kawin). Serangan dilakukan di musim kemarau.
Gejala: daun-daun muda atau tunas-tunas baru menjadi keriting, dan bercaknya
kekuningan; tanaman keriting dan kerdil serta tidak dapat membentuk buah secara
normal. Kalau gejala ini timbul harus diwaspadai karena telah tertular virus yang
dibawa hama thirps.
Pengendalian: menyemprot dengan racun kontak, 34 hari sekali.
Penyakit Tanaman Melon :
Macam penyakit dalam budidaya melon, gejala serta bagaimana cara
pengendaliannya antara lain :
a.

Layu bakteri

Penyebab: bakteri Erwina tracheiphila E.F.Sm. Penyakit ini dapat disebarkan dengan
perantara kumbang daun oteng-oteng (Aulacophora femoralis Motschulsky).
Gejala: daun dan cabang layu dan terjadi pengerutan pada daun, warna daun
menguning, mengering dan akhirnya mati; daun tanaman layu satu per satu, meskipun
warnanya tetap hijau, kemudian tanaman layu secara keseluruhan. Apabila batang
tanaman yang dipotong melintang akan mengeluarkan lendir putih kental dan lengket
bahkan dapat ditarik seperti benang.

7
Pengendalian:
Sebelum ditanami, lahan disterilisasi dengan Basamid G dengan dosis 40 g/m2
Benih di rendam dalam bakterisida Agrimyciin (oxytetracycline dan streptomycin
sulfate) atau Agrept (streptomycin sulfate) dengan konsentrasi 1,2 gram/liter
Penyemprotan bakterisida ini pada umur 20 HST.
b.

Penyakit busuk pangkal batang (gummy stem bligt)

Penyebab: Cendawan Mycophaerekka melonis (Passerini) Chiu et Walker.


Gejala: pangkal batang yang terserang mula-mula seperti tercelup minyak kemudian
keluar lendir berwarna merah coklat dan kemudian tanaman layu dan mati; daun
tanaman yang terserang akan mengering apabila diremas seperti kerupuk dan
berbunyi kresek-kresek apabila diterpa angin.
Pengendalian:
Penggunaan mulsa PHP untuk mencegah kelembaban di sekitar pangkal batang dan
mencegah luka di perakaran maupun pangkal batang karena penyiangan
Daun-daun tanaman yang terserang dibersihkan lalu disemprot dengan fungisida
Derasol 500 SC (carbendazim) dengan konsentrasi 12 ml/liter
Pangkal batang yang terserang dioles dengan larutan fungisida Calixin 750 EC
(tridemorph) dengan konsentrasi 5 m/liter.
Gulma :
Gulma (tumbuhan pengganggu) merugikan tanaman, karena bersaing zat hara,
tempat tumbuh dan cahaya. Pencabutan gulma harus dilakukan sejak tumbuhan masih
kecil, karena jika sudah besar akan merusak perakaran tanaman melon.
2.6 Manfaat Buah Melon
Buah melon (melon fruit) saat ini cukup populer di masyarakat. Buah tersebut
sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Melon fruit yang murah meriah ini
mengandung banyak khasiat yang luar biasa sebagai pencegah penyakit. Sekitar 95%
daging buah melon mengandung air, sehingga bisa memberi rasa dingin dan efek
yang menyejukkan. Karena mempunyai sifat menyegarkan, buah melon dapat
meredakan rasa panas dalam perut.

Buah melon banyak mengandung Vitamin A, B dan C serta mengandung protein,


kalsium dan fosfor. Kandungan mineral pada fruit melon bahkan mampu
menghilangkan keasaman tubuh dan mempunyai sifat menyembuhkan sembelit.
Keasaman tubuh perlu dihilangkan karena akan menggangu pencernaan, khususnya
pada organ lambung.
Kandungan nutrisi buah melon adalah 15,00 mg kalsium; 25,00 mg fosfor; 0,5 mg
besi; 34 mg Vitamin C; 640 mg I.U Vitamin A; dan 0,03 mg Vitamin B1. Buah melon
mengandung antikoagulan yang disebut dengan adenosine sehingga mampu
menghentikan penggumpalan sel darah yang dapat memicu timbulnya penyakit stroke
atau jantung.
Sementara itu, kandungan karotenoid fruit melon yang tinggi dapat mencegah
kanker dan menurunkan resiko serangan kanker paru-paru karena merupakan
senyawa utama penyerang penyakit kanker. Buah melon mempunyai daya diuretik
yang sangat baik sehingga bisa menyembuhkan penyakit ginjal dan penyakit eksim
yang parah dan akut. Akan lebih baik lagi kalau fresh melon. Jika dikombinasikan
dengan buah lemon, maka buah melon dapat menumpas penyakit asam urat. Jadi ada
baiknya Anda mengkonsumsi buah melon sehari sekali secara rutin pada pagi hari.
Tentunya berusaha mendapatkan fresh melon agar maksimal.

BAB 3. METODE PELAKSANAAN


3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan setiap hari Rabu, mulai tanggal 30 Maret 2016 1
Juni 2016. Praktikum ini dilaksanakan di Lahan Politeknik Negeri Jember.
3.2 Alat dan Bahan
Alat : Seat trey, Kertas label, Plastik, Germinator, Pelubang mulsa, Bambu,
Gunting, Knapsack, Timba, Gelas air mineral, Meteran, Hand sprayer.
Bahan : Benih melon, Pupuk KNO 3 merah, NPK mutiara, Dithane, Athonik,
Pastax, Amistar, Air, Arang kayu, Wonder grow, Floris.
3.3 Langkah Kerja
a. Pembibitan / Persemaian
Menyiapkan biji melon untuk dilakukan pemeraman.
Merendam benih melon dalam larutan dithane dengan konsentrasi 1gr/liter
dan larutan atonik dengan konsentrasi 1ml/liter. Benih direndam selama 1
jam.
Membasahi kertas buram dengan larutan dithane sesuai kebutuhan.
Setelah perendaman selesai menata benih melon ke dalam kertas buram yang
sudah direndam terlebih dahulu. Menata dengan rata agar tidak saling
tumpang tindih. Kemudian lapisi lagi bagian atas dengan kertas buram yang
sudah dibasahi juga.
Setelah itu membungkus dengan plastik dan dilakukan pemeraman dalam
germinator selama 24 36 jam dengan suhu 330C. Sebaiknya sering dilakukan
control untuk menjaga kelembaban, untuk menambah kelembaban bisa
disemprotkan air melalui hand sprayer.
b. Persiapan Media Tanam
Menyiapkan media tanam bibit dalam seat trey, dengan campuran wonder
grow

dan

floris.

Perbandingan

yang

digunakan

1:3.

Kemudian

memasukkannya kedalam seat trey.


Pada tanggal 1 April 2016 dilakukan pemindahan bibit ke dalam seat trey.
c. Pelubangan Mulsa Di Lahan
9

10

Pada tanggal 6 April 2016 dilakukan pembuatan lubang tanam.


Menyalakan arang kayu hingga menjadi bara arang. Serta menetukan jarak
tanam yakni 50 x 60 cm.
Memasukkan bara arang pada alat pelubang mulsa, lalu memberi tanda pada
mulsa yang dilubangi dengan menggunakan meteran.
d. Pemindahan Bibit Kelahan
Pada tanggal 20 April 2016 dilakukan penanaman bibit ke lahan, setelah
penanaman dilakukan penyiraman.
e. Pemeliharaan
Penyiraman : Lakukan penyiraman sesuai kebutuhan tanaman (idealnya 2 kali
sehari).
Pelilitan batang utama : Pelilitan dilakukan agar tanaman dapat merambat
tegak ke atas dan mendapatkan sinar matahari yang cukup, memudahkan
melakukan perawatan.
Pewiwilan : Merupakan pemangkasan sulur, tunas atau cabang yang
merugikan yang tumbuh pada ketiak daun. Pewiwilan dilakukan mulai ruas
daun pertama sampai ruas daun ke 11 dan diatas ruas ke 15.
Toping : Toping atau pemangkasan pucuk atas bertujuan untuk menghentikan
pertumbuhan tanaman secara vertikal yaitu saat tanaman berumur 6-7 minggu
setelah pindah tanam. Toping dilakukan setelah tanaman mencapai tinggi + 2
meter atau menyisakan 30 35 daun.
Pemupukan : Pada tanggal 27 April dilakukan pemupukan dengan KNO 3
merah sebanyak gelas air mineral untuk 5 liter air. Dan pertanaman di beri
220 cc/ tanaman. Pemberian pupuk dilakukan 3 hari sekali. Pada tanggal 11
Mei 2016 pupuk KNO3 merah diganti dengan pupuk NPK mutiara. Dengan
dosis cup gelas air mineral untuk 5 liter air. Pemupukan juga dilakukan 3
hari sekali.
Pengendalian hama dan penyakit : Mulai dilakukan pada tanggal 27 April
2016. Dengan penggunaan fungisida amistar, dengan dosis 3 cc/ tangki (1
tangki berisi = 14 liter). Pada minggu berikutnya ditambahkan aplikasi pastax
untuk mengendalikan insektisida.
f. Pengamatan

11

Pengamatan utama dilakukan setiap minggu terhadap komponen pertumbuhan


yaitu : Jumlah daun dan tinggi tanaman.
Sedangkan pengamatan terhadap komponen hasil yaitu : Jumlah buah, berat
buah, panjang buah dilakukan pada saat panen.

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil
Waktu

Rerata Tinggi

Rerata Jumlah

Rerata Jumlah

Rerata

Setelah

Tanaman (cm)

Daun

Buah per

Diameter

Tanam
tanaman
Buah (cm)
7 HST
3,72
4,25
14 HST
11,16
8,5
21 HST
14,65
12,7
3
0,5
28 HST
21,55
21,1
2
5
35 HST
28,15
24,2
2
10
42 HST
50,25
25,55
2
30
Dari pengamatan yang dilakukan dari hari ke hari rerata tinggi tanaman yang
diambil dari beberapa tanaman mengalami peningkatan. Begitu juga dengan jumlah
daun, jumlah buah dan diameter buah. Pada salah satu tanaman juga terdapat salah
satu buah yang pecah sebelum tumbuh besar hal ini kemungkinan bisa disebabkan
karena serangan hama dan kurangnya kandungan K pada buah. Jumlah tanaman
mulai 21 HST hanya 10 tanaman yang hidup.
4.2 Pembahasan
Pada penelitian yang dilakukan Untung Sudjianto (2009) pemakaian plastik hitam
perak sebagai mulsa memberikan dampak yang paling baik pada semua parameter
yang diamati karena warna perak mulsa jenis ini dapat memantulkan cahaya yang
dapat bermanfaat dalam proses fotosintesis sehingga karbohidrat yang terbentuk lebih
banyak. Mulsa jenis ini juga dapat menekan gulma hamper 100% sehingga kompetisi
tanaman dengan gulma bisa dihindari, perbedaan suhu tanah siang dan malam juga
tidak tinggi sehingga kelembaban tanah lebih stabil seperti yang dikatakan Prajnanta
(1999) bahwa pemulsaan dilakukan untuk memperoleh satu atau beberapa
keuntungan yang dapat memperbaiki sifat-sifat tanah yang nantinya akan
mempengaruhi produktivitas tanah.

Dengan berbagai keuntungan yang diperoleh

memungkinkan hasil per tanaman akan meningkat baik mutu maupun jumlahnya.
12

13

Menurut pendapat Setyati (1993) bahwa pupuk NPK mempunyai peranan untuk
memacu dan meningkatkan pertumbuhuan maupun hasil tanaman dalam aplikasinya
tidak boleh berlebihan, karena hanya pada dosis tertentu saja penggunaan pupuk
tersebut akan dapat memberikan hasil yang optimal. Pupuk NPK dapat meningkatkan
pertumbuhan tanaman dan memberi suplai pada pertumbuhan. Dengan peningkatan
dosis pupuk NPK maka akan meningkatkan panjang sulur dan jumlah daun tanaman
melon. Sobir dan Siregar (2010) menyatakan bahwa pupuk utama yang harus
disediakan pada tanaman melon adalah pupuk NPK. Pemberian pupuk susulan
dilakukan secara berkala untuk memberikan nutrisi yang cukup bagi tanaman agar
berproduksi optimal.
Verheij dan Coronel (1992) menyatakan pemangkasan merupakan cara
membentuk tanaman untuk meningkatkan produksi dengan pemanfaatan energi
matahari pada fotosintesis dan membantu pertumbuhan dan perkembangan beberapa
tanaman buah- buahan dan perkebunan. Dan didukung Santoso dan Purwoko (1995)
menambahkan faktor- faktor yang mempengaruhi kualitas komoditi hortikultura
segar adalah faktor genetik, faktor lingkungan prapanen, pemanenan, perlakuan
pasca panen dan interaksi.

BAB 5. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Budidaya melon yang benar harus melalui beberapa tahap yaitu penyiapan bibit
melon yang berkualitas untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan serta
produktivitas melon. Pengolahan lahan juga diperlukan untuk membuat tanah gebur
sehingga membuat tanaman subur. Selanjutnya, perlu dilakukan perawatan dan
pemeliharaan berupa penyiraman, pelilitan, pewiwilan, toping, pemupukan,
pengendalian hama penyakit agar pertumbuhan dan perkembangan tanaman tidak
terhambat.
5.2 Saran
Dalam melakukan budidaya perlu adanya sikap ulet dan rajin agar budidaya yang
dilakukan bisa berhasil dan membuahkan hasil sesuai dengan yang diharapkan.

14

Daftar Pustaka
Dzarmiraza.

2013.

Pertanian

Indonesia

Makalah

melon.

http://dzarmiraza.blogspot.co.id/2013/07/paper-makalah-melon-cucumismelo-l.html[6 Juni 2016]


Johan, I dan Ardiyanto. 2015. PENGARUH JUMLAH DAUN DAN JENIS PUPUK
KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MELON
(Cucumis melo L.). http://repository.upy.ac.id/124/1/cd%20jurnal.pdf [13
Juni 2016]
Rosalia,

Dewi.

2013.

Praktek

Budidaya

Melon.

http://rozalyadewi.blogspot.co.id/2013/01/laporan-praktikum-melon.html

[6

Juni 2016]
Simanungkalit, P dkk. 2012. RESPONS PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI
TANAMAN MELON (Cucumis Melo L.) TERHADAP PEMBERIAN
PUPUK

NPK

DAN

PEMANGKASAN

BUAH.

http://jurnal.usu.ac.id/index.php/agroekoteknologi/article/view/1542/1242[13
Juni 2016]
Untung,S dan Veronica, K. 2009. STUDI PEMULSAAN DAN DOSIS NPK PADA
HASIL

BUAH

MELON

(Cucumis

melo

eprints.umk.ac.id/102/1/STUDI_PEMULSAAN_DAN_DOSIS_NPK.pdf[13
Juni 2016]

15

L).