Anda di halaman 1dari 3

NAMA : FRANLI M SIMBOLON

NIM : 1302114334
MATA KULIAH : AUDIT KEUANGAN NEGARA

WORK-BACK PROSEDUR
Work-back prosedur biasanya dilakukan pada pengujian terhadap akun rinci dalam audit,
tepatnya pada pengujian subtantif terhadap kas. Ini dilakukan jika auditor tidak dapat datang di
perusahaan klien pada tanggal neraca, perhitungan kas dapat dilakukan oleh auditor tersebut
pada tanggal tertentu setelah tanggal neraca (misalnya tanggal 25 Februari 20X2), dan kemudian
membuktikan eksistensi kas di tangan klien pada tanggal neraca dengan cara menarik mundur
dengan work back procedure.
Dalam pengujian terhadap akun rinci, auditor menempuh prosedur audit berikut ini:
1. Menghitung Kas yang ada di tangan klien.
Dalam perhitungan kas, auditor harus memperhatikan hal berikut ini :
Penghitungan kas harus dilakukan oleh auditor di muka pejabat yang bertanggung jawab
atas penyimpanan kas (kasir atau pemegang dana kas kecil)
Hasil penghitungan kas harus dicatat di dalam Berita Acara Penghitungan Kas yang harus
segera ditandatangani oleh pejabat yang bertanggung jawab atas penyimpanan kassebagai
tanda:
Disetujui olehnya mengenai jumlah kas seperti hasil penghitungan kas yang dilakukan
oleh auditor.
Penerimaan kembali jumlah kas yang dihitung sesuai dengan yang tercantum di dalam
berita acara tersebut.
Unsur-unsur yang tidak dimasukkan dalam unsure kas pada saat penghitungan kas adalah :
Cek Mundur
Perangko dan Materai
Kas Bon
2. Melakukan rekonsiliasi catatan kas klien dengan rekening koran bank yang
bersangkutan.
Untuk membuktikan eksistensi saldo kas klien disimpan di bank, auditor menempuh prosedur
audit:
Membuat atau meminta klien untuk membuat rekonsiliasi bank pada tanggal neraca.
Mengirim konfirmasi saldo kas di bank pada tanggal neraca.
Prosedur audit yang harus ditempuh oleh auditor jika meminta rekonsiliasi bank dari
kliennya:
Membandingkan saldo awal dan akhir kas menurut catatan klien yang tercantum di
dalam rekonsiliasi bank dengan saldo awal dan akhir yang tercantum di dalam akun
Kas.
Membandingkan saldo awal dan akhir kas menurut bank yang tercantum di dalam
rekonsiliasi bank dengan saldo awal dan akhir yang tercantum di dalam rekening
koran bank (bank statement).
Membandingkan setoran kas ke bank menurut jurnal penerimaan kas dengan
penerimaan setoran oleh bank di dalam rekeningkoran untuk membuktikan ketelitian
pencantuman setoran dalam perjalanan (deposit in transit) yang tercantum dalam
rekonsiliasi bank.
Membandingkan cek yang dikeluarkan oleh klien menurut jurnal pengeluaran kas
dengan cek yang telah dibayar oleh bank di dalam rekening koran bank untuk
membuktikan ketelitian pencantuman jumlah cek yang beredar (outstanding check)
yang tercantum dalam rekonsiliasi bank.
Mengusut biaya administrasi bank yang tercantum di dalam rekonsiliasi bank ke di
dalam rekening koran bank yang bersangkutan,
3. Melakukan konfirmasi saldo kas di Bank.
Bukti yang dimintakan konfirmasi dari bank meliputi:
Saldo tiap jenis rekening klien di bank pada tanggal neraca.
Saldo tiap jenis utang klien ke bank pada tanggal neraca beserta tanggal jatuh tempo,
bunga dan jenis jaminan yang bersangkutan dengan utang tersebut.
Saldo utang bersyarat yang mungkin menjadi kewajiban klien, karena klien
menanggung utang yang ditarik oleh pihak lain atau mendiskontokan wesel tagih.
Batasan-batasan yang dikenakan terhadap rekening bank klien tersebut.

Rumus Work-back procedure untuk Menentukan Eksistensi Kas pada Tangal Neraca:
Saldo kas pd tgl neraca penghitungan kas (ex:25 Feb 20X2) xx
Ditambah :
Pengeluaran kas tanggal 1 Januari s.d 25 Februari 20X2 xx
Dikurangi :
Penerimaan kas tanggal 1 Januari s.d 25 Februari 20X2 (xx)
Saldo kas di tangan perusahaan tanggal 31 Desember 20X1 xx