Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PRAKTIKUM

PERCOBAAN MELDE

ANGGOTA KELOMPOK :
ANDHIKA PRASETYO
ELISA FREDERICA SIBURIAN
FAHRANI WIDYA
M. FATTAH ROMDHONI
NABILA ADIDAYA
NURITA DWI
NURUL HAFSHAH

KELAS XII IPA 1

SMAN 1 TAMBUN SELATAN


Jl. Kebon Kelapa No.2 Tambun Selatan Kabupaten Bekasi 17510 (021) 88325613
E-mail: info@smantas.net Website: http://www.smantas.net
I. JUDUL PERCOBAAN
Percobaan ini berjudul Percobaan Melde

II. TUJUAN
Tujuan dari percobaan ini ialah untuk :
1. Menunjukkan gelombang transversal stasioner pada tali.
2. Mengetahui hubungan antara cepat rambat gelombang (v) dengan gaya ketegangan
tali (F).
3. Menentukan cepat rambat gelombang pada tali.

III. ALAT DAN BAHAN


1. Penggetar/ vibrator
2. Katrol
3. Beban gantung
4. Mistar
5. Tali dengan tiga jenis yang berbeda

IV. DASAR TEORI


Gelombang
Gelombang didefinisikan sebagai energi getaran yang merambat. Dalam
kehidupan sehari-hari banyak orang berfikir bahwa yang merambat dalam gelombang
adalah getarannya atau partikelnya, hal ini sedikit tidak benar karena yang merambat
dalam gelombang adalah energi yang dipunyai getaran tersebut. Dari sini timbul
benarkan medium yang digunakan gelombang tidak ikut merambat? padahal pada
kenyataannya terjadi aliran air di laut yang luas. Menurut aliran air dilaut itu tidak
disebabkab oleh gelombang tetapi lebih disebabkan oleh perbedaan suhu pada air laut.
Tapi mungkin juga akan terjadi perpindahan partikel medium, ketika gelombang
melalui medium zat gas yang ikatan antar partikelnya sangat lemah maka sangat
dimungkinkan partikel udara tersebut berpindah posisi karena terkena energi
gelombang. Walau perpindahan partikelnya tidak akan bisa jauh tetapi sudah bisa
dikatakan bahwa partikel medium ikut berpindah.
Gelombang berdasarkan mediumnya dibedakan menjadi 2 macam :
Gelombang mekanik yaitu gelombang yang dalam perambatannya
membutuhkan medium. Contoh gelombang mekanik adalah gelombang bunyi.
Gelombang elektromagnetik yaitu gelombang yang dalam perambatannya tidak
membutuhkan medium. Contoh gelombang elekromagnetik adalah gelombang
cahaya.
Gelombang berdasarkan arah rambatnya dibedakan menjadi 2 macam :
Gelombang Longitudinal adalah gelombang yang arah rambatnya sejajar
dengan arah getarnya. Contohnya adalah gelombang bunyi.
Gelombang Transversal adalah gelombang yang arah rambatnya tegak lurus
dengan arah getarnya. Contohnya gelombang cahaya.
Besaran dalam gelombang hampir sama dengan besaran dalam getaran. Besarannya
adalah sebagai berikut ini:
Periode (T) adalah banyaknya waktu yang diperlukan untuk satu gelombang.
Frekuensi (f) adalah banyaknya gelombang yang terjadi dalam waktu 1 sekon.
Amplitudo (A) adalah simpangan maksimum suatu gelombang.
Cepat rambat (v) adalah besarnya jarak yang ditempuh gelombang tiap satuan
waktu.
Panjang gelombang () adalah jarak yang ditempuh gelombang dalam 1
periode. Atau besarnya jarak satu bukit satu lembah.
Persamaan yang digunakan dalam gelombang adalah sebagai berikut :
T = t/n
f = n/t
dan
T = 1/f
f = 1/T

dimana :
T adalah periode (s)
t adalah waktu (s)
n adalah banyaknya gelombang (kali)
f adalah frekuensi (Hz)
Untuk menentukan cepat rambat gelombang digunakan persamaan ;
v = .f atau v = /T
Dimana :
adalah panjang gelombang (m)
v adalah cepat rambat gelombang (m/s)

HUKUM MELDE

Bila seutas tali dengan tegangan tertentu digetarkan secara terus menerus maka
akan terlihat suatu bentuk gelombang yang arah getarnya tegak lurus dengan arah
rambat gelombang, gelombang ini dinamakan gelombang transversal. Jika kedua
ujungnya tertutup, gelombang pada tali itu akan terpantul-pantul dan dapat
menghasilkan gelombang stasioner yang tampak berupa simpul dan perut gelombang
asalkan dipenuhi :
yakni panjang tali (L) merupakan kelipatan bilangan bulat dari setengah panjang
gelombangnya. Laju rambat gelombang dalam tali :

dimana :

v = laju perambatan gelombang tali [m/det]

F = tegangan tali [N]

m = rapat massa linier tali [kg/m]

Bila gelombang pada tali itu mempunyai panjang gelombang l maka frekuensi vibrator
yang menimbulkannya

Kombinasi antara persamaan (2) dan (3) disebut persamaan Melde, yakni panjang tali
(L) merupakan kelipatan bilangan bulat dari setengah panjang gelombangnya.
Laju rambat gelombang dalam tali :

dimana :

v = laju perambatan gelombang tali [m/det]

F = tegangan tali [N]

m = rapat massa linier tali [kg/m]

Bila gelombang pada tali itu mempunyai panjang gelombang l maka frekuensi vibrator
yang menimbulkannya

Kombinasi antara persamaan (2) dan (3) disebut persamaan Melde.

Jika tali yang panjangnya l, dibentangkan dan diberi beban lewat katrol seperti gambar
di samping serta ujung A digetarkan terus menerus, maka pada tali akan terbentuk
gelombang transversal yang stasioner (diam).

Percobaan ini pertama kali dilakukan oleh Melde untuk menentukan cepat rambat
gelombang transversal pada tali.
Dari hasil percobaannya Melde menemukan kesimpulan bahwa cepat rambat
gelombang pada tali adalah :

berbanding lurus dengan akar kwadrat tegangan tali (F)

berbanding terbalik dengan akar kwadrat massa per satuan panjang tali ()

V. LANGKAH KERJA
1. Susunlah pelatan sebagai berikut :

2. Hidupkan penggetar sehingga terbentuk gelombang stasioner seperti gambat


berikut.

Informasi : untuk memperoleh gelombang stasioner yang terdiri dari simpul dan
perut, dapat dilakukan dengan mengatur frekuensi penggetar yang digunkan atau
menguba
h jarak penggetar terhadap katrol sebagai ujung terikat.
Jatak dari simpul ke simpul terdekat sama dengan setengah gelombang.

Jika dihitung dengan persamaan =2 x

3. Lakukan pula percobaan untuk mencari hubungan antara cepat rambat gelombang
pada tali dengan tegangan tali. Lakukan percobaan yang sama untuk empat beban
yang berbeda massanya.
Informasi : Percobaan dilakukan dengan cara mengganti beban. Kemudian,
sesuaikan frekuensi penggetar su[aya didaptkan gelombang stasioner yang paling
mudah diamati.
Tegangan tali disebabkan karena beban gantung, sehingga besar tegangan tali
F=w=mg

4. Lakukan pula percobaan untuk mencari hubungan antara jenis tali (yang
dinyatakan dengan massa per satuan panjang tali) dengan cepat rambat gelombang.
Lakukan percobaan untuk empat jenis tali yang berbeda.
Informasi :
Massa per satuan panjang tali bisanya dinyatakan dengan lambang
m
=
t

5. Catatlah data hasil percobaan dalam tabel. Kemudian, buatlah grafik sesuai dengan
data yang diperoleh dari hasil percobaan.

VI. DATA PENGAMATAN


1. Data hasil percobaan untuk mendapatkan hubungan antara cepat rambat gelombang
dengan tegangan tali.
No Massa Tega- Jarak Panjang Freku- Cepat v2 Jumlah
Beban ngan Simpul Gelom- ensi Rambat Simpul
(kg) Tali/ F ke bang (Hz) (m/s)
(N) Simpul (m)
(m)
m F x f v
1 0,050 0,500 0,155 0,315 79,365 25,000 625 7
2 0,100 1,000 0,230 0,453 78,047 35,353 1.250 5
3 0,150 1,500 0,277 0,558 24,162 43,301 1.875 4

Grafik F dengan v2
1.6
1.5
1.4
1.2
1 1

Tegangan tali (F) 0.8


0.6
0.5
0.4
0.2
0
400 600 800 1000 1200 1400 1600 1800 2000

Kuadrat Kecepatan (v2)

Grafik hubungan antara tegangan tali (F) dengan kuadrat kecepatan (v2)
2. Data hasil percobaan untuk mencari hubungan antara jenis tali dengan cepat rambat
gelombang

Jarak
Mass Pan- Simpul Panjang Cepat Jum-
N a jang m ke Gelom- Freku- Ramba lah
= v 2
o Tali Tali L Simpul bang ensi t Sim-
(kg) (m) (m) (m) (Hz) (m/s) pul
mt L x f v
1.250,0
1 8x10-4 1,0 8,00x10-4 0,23 0,453 78,047 35,355 5
0
1.444,4
2 9x10-4 1,3 6,92x10-4 0,20 0,400 95,014 38,005 7
4
1.600,0
3 1x10-3 1,6 6,25x10-4 0,24 0,475 84,210 40,000 8
0
Grafik hubungan antara m dengan kuadrat kecepatan (v2)

L= 1,6
L= 1,3
L= 1

Grafik m dengan v2
0
0
0

Massa tali (m)

1000 1100 1200 1300 1400 1500 1600 1700


Kuadrat Kecepatan (v2)
Grafik dengan v2
0 0 0
Jenis tali ()

Kuadrat Kecepatan (v2)

Grafik hubungan antara () dengan kuadrat


2
kecepatan (v )
VII. PEMBAHASAN
a. Percobaan untuk mendapatkan hubungan antara cepat rambat gelombang dengan
tegangan tali.
Rumus-rumus yang digunakan :

F=w=m x g

v
f=

v=
FL
mt
1. Percobaan ke-1
Panjang tali (L) =1m
Massa tali (mt) = 8 x 10-4 kg
Massa beban (m) = 0,05 kg
Tegangan tali (F) = 0,05 x 10 = 0,5 N
Jarak simpul ke simpul = 0,155 m
Panjang gelombang () = 0,315 m
Cepat rambat2 (v2) = 0,5 x 1 : 0,8 x 10-4 = 625
Cepat rambat (v) = 625 = 25 m/s
Frekuensi (f) = 25 : 0,315 = 79,365 Hz
Frekuensi seharusnya 50 Hz

2. Percobaan ke-2
Panjang tali (L) =1m
Massa tali (mt) = 8 x 10-4 kg
Massa beban (m) = 0,1 kg
Tegangan tali (F) = 0,1 x 10 = 1 N
Jarak simpul ke simpul = 0,230 m
Panjang gelombang () = 0,453 m
Cepat rambat2 (v2) = 1 x 1 : 0,8 x 10-4 = 1250
Cepat rambat (v) = 1250 = 35,355 m/s
Frekuensi (f) = 35,355 : 0,453 = 78,047 Hz
Frekuensi seharusnya 50 Hz
3. Percobaan ke-3
Panjang tali (L) =1m
Massa tali (mt) = 8 x 10-4 kg
Massa beban (m) = 0,15 kg
Tegangan tali (F) = 0,15 x 10 = 1,5 N
Jarak simpul ke simpul = 0,277 m
Panjang gelombang () = 0,558 m
Cepat rambat2 (v2) = 1,5 x 1 : 0,8 x 10-4 = 1875
Cepat rambat (v) = 1875 = 43,301 m/s
Frekuensi (f) = 43,301 : 0,558 = 24,162 Hz
Frekuensi seharusnya 50 Hz

b. Percobaan untuk mendapatkan hubungan antara jenis tali dengan cepat rambat
gelombang
Rumus-rumus yang digunakan :

F=w=m x g

v
f=

v=
FL
mt

m
=
t

1. Percobaan ke-1
Massa beban (m) = 0,1 kg
Tegangan tali (F) = 0,1 x 10 = 1 N
Panjang tali (L) =1m
Massa tali (mt) = 8 x 10-4 kg
Massa per satuan panjang tali = 8 x 10-4 : 1 = 8 x 10-4 kg/m
Jarak simpul ke simpul(x)= 0,23 m
Panjang gelombang () = 0,453 m
Cepat rambat2 (v2) = 1 x 1 : 8 x 10-4 = 1250
Cepat rambat (v) = 1250 = 35,355 m/s
Frekuensi (f) = 35,355 : 0,453 = 78,047 Hz
Frekuensi seharusnya 50 Hz
2. Percobaan ke-2
Massa beban (m) = 0,1 kg
Tegangan tali (F) = 0,1 x 10 = 1 N
Panjang tali (L) = 1,3 m
Massa tali (mt) = 9 x 10-4 kg
Massa per satuan panjang tali = 9 x 10-4 : 1,3 = 6,923 x 10-4 kg/m
Jarak simpul ke simpul(x)= 0,20 m
Panjang gelombang () = 0,400 m
Cepat rambat2 (v2) = 1 x 1,3 : 9 x 10-4 = 1444,44
Cepat rambat (v) = 1444,44 = 38,005 m/s
Frekuensi (f) = 38,005: 0,400 = 95,014 Hz
Frekuensi seharusnya 50 Hz

3. Percobaan ke-3
Massa beban (m) = 0,1 kg
Tegangan tali (F) = 0,1 x 10 = 1 N
Panjang tali (L) = 1,6 m
Massa tali (mt) = 1 x 10-3 kg
Massa per satuan panjang tali = 1 x 10-3 : 1,6 = 6,25 x 10-4 kg/m
Jarak simpul ke simpul(x)= 0,24 m
Panjang gelombang () = 0,473 m
Cepat rambat2 (v2) = 1 x 1,6 : 1 x 10-3 = 1600
Cepat rambat (v) = 1600 = 40,000 m/s
Frekuensi (f) = 40,000: 0,473 = 84,210 Hz
Frekuensi seharusnya 50 Hz

Pertanyaan dan Jawaban


1. Dari data yang diperoleh, kecenderungan apa yang dapat ditafsirkan pada
massa beban dan cepat rambat gelombang? Berikan alasan.
Dari data yang diperoleh pada percobaan yang ke-1 sampai percobaan
yang ke-3, dapat ditafsirkan bahwa massa beban cenderung berbanding lurus
dengan cepat rambat. Artinya semakin besar massa beban maka nilai cepat
rambat akan semakin besar. Hal ini terbukti berdasarkan data dari percobaan
pertama, massa beban 0,05 kg cepat rambatnya 25 m/s. Pada percobaan kedua,
massa beban ditambah menjadi 0,1 kg maka cepat rambatnya naik sebesar
10,555 menjadi 35,555 m/s. Lalu pada percobaa ketiga, massa beban dinaikan
menjadi 0,15 kg cepat rambatnya naik menjadi 43,301 m/s.

2. Berdasarkan grafik hubungan antara F dan v2, hubungan apa yang terdapat
antara kedua besaran? Bagaimakah perkiraan rumusan atau formula yang
sesuai?
Hubungan kesebandingan, dimana semakin besar nilai F maka cepat rambatnya
semakin tinggi.
2
F v

3. Dari data yang diperoleh, kecenderungan apa yang dapat ditafsirkan pada jenis
tali dan cepat rambat gelombang? Berikan alasan.
Dari data yang diperoleh, jenis tali yang divariasikan cenderung
berbanding terbalik dengan cepat rambat gelombang. Semakin kecil nilai ,
semakin besar nilai cepat rambatnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan data
percobaan pertama dari massa tali dibagi dengan panjang tali nilai 0,0008
kg/m cepat rambatnya 35,355 m/s. Percobaan kedua, nilai turun menjadi
0,0006923 kg/mcepat rambatnya naik menjadi 38,005 m/s. Percobaan ketiga,
nilai turun kembali menjadi 0,000625 kg/m cepat rambatnya naik menjadi
40,000 m/s.

4. Berdasarkan grafik hubungan antara dan v2 , hubungan apa yang terdapat di


antara kedua besaran? Bagaimanakah perkiraan rumusan atau formula yang
sesuai?
Berdasarkan grafik hubungan antara dan v2, hubungan antara kedua
besaran adalah berbanding terbalik. Semakin kecil maka semakin besar v 2.
Perkiraan formula yang sesuai :
1
v 2

1
v2
mt
L

L 2
v
mt

5. Andaikan rumusan yang diperoleh pada nomor 2 dan 4 digabungkan, rumusan


atau formula apakah yang dapat dituliskan?

F v2

L
v2
mt

jika digabung , makamenjadi

2 FL
v=
mt
v=
FL
mt

6. Dari tabel 1 dan 2 hitunglah besar kesalahan pengukuran yang terjadi pada
masing-masing percobaan.

Percobaan pertama

Jarak Panjang Panjang Selisih Ketidaktelitian


Simpul ke Gelom- gelombang percobaan dan (selisih per
Simpul (m) bang (rumus) hasil rumus
menggunakan
(m) dikali 100%)
rumus
x 2x
0,155 0,315 0,310 0,005 1,61 %
0,230 0,453 0,460 0,007 1,52 %
0,277 0,558 0,554 0,004 0,72 %

Percobaan Kedua

Selisih Ketidaktelitian
Panjang
Jarak
Gelom- Panjang percobaan dan (selisih per hasil
Simpul ke rumus dikali
Simpul (m)
bang gelombang menggunakan
(m) (rumus) 100%)
rumus
x
1,52 %
0,23 0,453 0,46 0,007
0%
0,20 0,400 0,40 0
1,04 %
0,24 0,475 0,48 0,05

VIII. KESIMPULAN
1. Hubungan antara tegangan tali dengan cepat rambat gelombang pada tali adalah
sebanding.
2. Hubungan antara jenis tali dengan cepat rambat gelombang pada tali adalah
berbanding terbalik.
3. Dengan demikian, cepat rambat gelombang pada tali bergantung pada tegangan tali
(F), panjang tali (L) dan massa tali (mt).
DAFTAR PUSTAKA

Gelombang. http://alljabbar.wordpress.com/2008/04/25/gelombang/. Diakses pada tanggal


10 September 2012
Gelombang Tali Melde. http://www.gudangmateri.com/2009/03/gelombang-tali-
melde_29.html. Diakses pada tanggal 10 September 2012
Percobaan Melde. http://d-lastone05.blogspot.com/2009/10/percobaan-melde.html. Diakses
pada tanggal 10 September 2012
Gelombang Tali Melde. http://gudangmateri.blogspot.com/2009/03/gelombang-tali-
melde_29.html. Diakses pada tanggal 10 September 2012
Melde. http://geocities.com/dmipa/dictate/melde.PDF. Diakses pada tanggal 10 September
2012