Anda di halaman 1dari 15

BAHAN BANGUNAN

BATU ALAM

Di Susun oleh:

YUSRIADI
MINTHANIA MAARANI SUHADI HAMID
FITRI NUR INSANI ABBAS

FAKULTAS TEKNIK ARSITEKTUR


UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR
2014
Kata Pengantar

Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan
Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik. Dalam
makalah ini kami akan membahas mengenai BATU ALAM.
Makalah ini telah dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak
untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh
karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang
telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena
itu saran serta kritik kami butuhkan agar dapat membuat makalah selanjutnya lebih baik. Kritik
konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Gowa, Oktober 2014

Penulis
Daftar Isi

Kata Pengantar ................................................................................................................ 1

Daftar Isi.......................................................................................................................... 2

Bab I................................................................................................................................ 4

Bab II.............................................................................................................................. 5

Bab III............................................................................................................................. 14

Daftar Pustaka................................................................................................................. 15
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Batu adalah benda padat yang terbuat secara alami dari mineral dan atau mineraloid.
Batuan adalah semua bahan penyusun kerak bumi dan biasanya berupa agregat mineral-mineral
yang telah mengeras, (Kosmono). Batuan menurut genesanya (asal batuan) dibagi menjadi
batuan beku, metamorf/malihan, sedimen, dan piroklastis.
Secara umum bila kita membicarakan batu alam, tidak saja hanya meninjau dari bentuk benda
alam yang keras serta berbongkahan besar, tetapi seharusnya juga dari butiran-butiran batuan
baik besar, sedang, sampai halus, temasuk membicarakan benda tanah sebagai bahan bangunan.
Batu alam sebenarnya marupakan bahan bangunan yang mahal. Pemakaiannya biasanya secara
tradisi disuatu daerah, dimana benda ini dihasilkan. Karena sifat dari batu alam itu bila ia
dikerjakan mulai dari penggalian, pengangkutan dan pembentukkannya, kini semakin tinggi
harganya.

B. Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan batu alam ?
Jelaskan jenis-jenis dan macam-macam batu alam !
Jelaskan kegunaan batu alam !
Jelaskan sifat fisik batu alam dan pengujiannya !

C. Tujuan
Kita dapat mengetahui pengertian batu.
Kita dapat mengetahui dan membedakan jenis-jenis dan macam-macam batu.
Kita dapat mengetahui kegunaan batu, kelebihan & kekurangan batu.
Kita dapat mengetahui sifat fisik batu alam dan pengujiannya.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Batu Alam

Batu alam adalah semua bahan yang menyusun kerak bumi dan merupakan suatu agregat
mineral-mineral yang telah mengeras akibat proses secara alami seperti, membeku, pelapukan,
mengendap dan adanya proses kimia.

Unsur-unsur yang membentuk batuan yang merupakan lapisan (kerak) luar bumi :
Oksigen (O2) : 49,4 %
Silisium (Si) : 25,4 %
Aluminium (Al) : 7,5 %
Besi ( Fe ) : 4,7 %
Kalsium (Ca) : 3,4 %
Natrium (Na) : 2,6 %
Kalium (K) : 2,4 %
Magnesium (Mg) : 2,0 %

B. Jenis-jenis dan Macam-macam

Jenis-jenis Batu Alam.

Menurut proses kejadiannya :


1. Batuan Beku, yaitu batuan alam yang terjadi karena magma yang berasal dari inti bumi
mendapat tekanan dalam keadaan panas sekali dan keluar dalam bentuk cair ke permukaan bumi.
Karena pengaruh udara dingin, cairan ini membeku menjadi batu. Batuan ini biasanya berupa
batu gunung yang massif dan tebal lapisannya. Contoh batuan beku adalah : obsidian, perlit,
Andesit, basalt, dll.
2. Batuan Sedimen (batuan lapisan/endapan), yaitu batuan karena pengerasan, pengaruh
cuaca, terbawa arus sungai kemudian terendapkan pada dasar sungai, danau atau laut. Contoh
batuan sedimen adalah : kapur (batu gamping), batu bara, batu karang, dll.
3. Batuan metamorf ( batuan alihan/batuan ubahan), yaitu batuan sediment yang terkena
pengaruh panas dan tekanan yang cukup besar sehingga terjadi perubahan pada bentuk dan
komposisi. Contoh batuan metamorf adalah : batu bara menjadi intan, batu marmer, batu sabak,
antrasit, dll.
4. Batuan Robohan, yaitu semacam batuan lapisan yang terdiri dari bermacam mineral
kontak. Contoh : pasir, kerikil, batu kali, batu cadas, batu paras, dll.
Batu Menurut Tegangannya :
1. Batu lunak ( 4 kg/cm2 8 kg/cm2), yaitu batu alam yang mudah digali dan dipatahkan
dengan tangan. Batu ini mengalami proses pelapukan dan banyak mengandung
retakan.
2. Sedang ( 8 kg/cm2 18 kg/cm2), batuan alam ini sukar digali dengan peralatan
tangan. Bagian pecahan/patahan tidak dapat dipatahkan dengan tangan tetapi mudah
dihancurkan dengan palu.
3. Batu keras ( 16 kg/cm2 50 kg/cm2), yaitu batu alam yang hanya dapat digali dengan
memakai bagan peledak. Batu ini tidak banyak mengandung retakan.

Sifat Fisik Batu Alam untuk Bangunan :


Mempunyai kuat tekan dan kuat lentur yang tinggi
Keras dan tidak mudah hancur
Daya serap air relative kecil
Tahan terhadap pengaruh cuaca
Tahan terhadap keausan

Pembagian Kelas Batu :


Pembagian kelas batu di pisahkan berdasarkan :
kandungan mineral yaitu jenis-jenis mineral yang terdapat di dalam batu ini.
tekstur batu, yaitu ukuran dan bentuk hablur-hablur mineral di dalam batu
struktur batu, yaitu susunan hablur mineral di dalam batu.
proses pembentukan

Macam-Macam Batu Alam

a) Batu Gamping (termasuk batuan sedimen)


Secara kimia batu gamping terdiri atas kalsium karbonat (CaCO3). Selain kalsium karbonat, di
alam juga sering dijumpai batu gamping yang mengandung magnesium.Batu gamping ada yang
bersifat padat, keras dan massif. Ada juga batu gamping yang bersifat porous.Pada umumnya
deposit batu gamping ditemukan dalam bentuk bukit. Oleh sebab itu teknik penambangannya
dilakukan dalam bentuk tambang terbuka. Batu gamping yang dikalsinasi ( dipanaskan pada
suhu 600C -900C) akan menjadi kapur tohor dan kapur padam. Kapur ini digunakan sebagai
bahan perekat hidrolis pada adukan/spesi. Batu gamping juga merupakan bahan baku pembuatan
semen Portland.

b) Dolomit
Terjadi karena proses peresapan unsur magnesium dari air laut ke dalam batu.

c) Marmer
Merupakan hasil metamorfose dari batu gamping. Bersifat tahan terhadap cuaca, mudah
dikerjakan, tidak tahan asam. Digunakan untuk pelapis dinding dan lantai.
d) Gipsum
Ditemukan dalam bentuk lembaran pipih, kristal, serabut di daerah batu gamping. Gipsum hasil
penambangan diolah dengan cara dipanaskan sehingga berbentuk tepung gips. Digunakan untuk
bahan tambah semen portlad, untuk plafond dan partisi.

e) Tras
Disebut juga sebagai posolan, terbentuk dari batuan vulkanik yang banyak mengandung feldspar
dan silika seperti andesit dan granit yang telah mengalami pelapukan lanjut. Akibat proses
pelapukan akan berubah menjadi mineral lempung/kaolin dan senyawa silika amorf. Bila
dicampur dengan kapur tohor dan air akan mempunyai sifat seperti semen. Digunakan sebagai
bahan pengikat pada adukan, tras dapat dicetak untuk membuat batako.

f) Andesit dan basalt

Merupakan jenis batuan beku luar (hasil pembekuan magma di permukaan bumi). Bersifat
massif, keras, tahan terhadap hujan, mempunyai berat jenis 2,3-2,7, kuat tekan 600 2400
kg/cm2. Digunakan untuk pondasi, penutup lantai, dinding. Apabiladipecah/dihancurkan dengan
palu atau crusher dengan ukuran
tertentu menjadi batu pecah (kerikil) dan pasir yang digunakan untuk bahan campuran beton dan
jalan.
g) Granit dan diorit.

Merupkan batuan beku dalam yang terjadi dari proses pembekuan magma di dalam kulit bumi.
Bersifat keras, tahan cuaca dan asam, sukar dikerjakan, mempunyai kuat tekan 1000 2500
kg/cm2, dengan berat jenis 2,6 2,7.Digunakan untuk pelapis dinding dan lantai.

C. Kegunaan Batu :

1. Untuk Pondasi :
- Batu kali

Sesuai namanya batu kali ini berasal dari kali atau sungai. Batu kali mempunyai pori
yang lebih kecil, sehingga lebih padat dan lebih keras/ kuat. Batu kali sangat banyak
digunakan orang untuk talud dan pondasi bangunan.

- Batu belah
Batu belah batu belah diperoleh dengan membelah batu-batuan yang sangat besar. Batu
belah mempunyai pori-pori yang lebih besar daripada batu kali namun masih cukup keras dan
kuat. Batu belah selain banyak digunakan orang untuk talud dan pondasi bangunan. Juga
digunakan untuk aanstamping/batu kosong /lapisan bawah pembuatan jalan raya.

- Batu Cadas/ Padas


Batu cadas/ padas adalah semacam batu lapisan yang terdiri dari bermacam mineral
kontak, diantaranya adalah kuarsa, mika fesper, kapur, lempung. Menurut kekerasannya, batu
cadas dikatagorikan sebagai batu lunak (4 kg/cm2 8 kg/cm2). Batu Cadas/ Padas digunakan
orang-orang di daerah pegunungan yang bercadas sebagai pondasi rumah non permanen atau
semi permanen.
- Batu Karang
Batu karang adalah batu yang berasal dari pantai/ laut. Batu ini sebenarnya adalah
sejenis kumpulan tanaman laut yang sudah mati. Batu karang digunakan orang-orang di
daerah pesisir sebagai pondasi rumah non permanen atau semi permanen.

- Batu rai ( untuk diekspos )


Batu rai adalah batu belah yang dibuat sedemikian rupa sehingga mempunyai
permukaan yang cukup rata. Biasanya digunakan untuk bagian paling luar dari pemasangan
pondasi atau talud yang tidak tertimbun tanah. Sehingga didapat kesan keindahannya.

2. Untuk Beton / Cor :


- Batu koral / Split

Batu koral/ split adalah salah satu bahan bangunan yang digunakan untuk pembuatan
beton konstruksi/ cor. Koral/split adalah batuan atau agregat yang ukuran butirannya berkisar 1
cm - 5 cm. Meskipun split adalah padanan kata untuk koral tapi biasanya kami lebih senang
memakai istilah koral untuk batuan atau agregat yang ukurannya 2cm x 3cm atau lebih besar.
Sedang untuk batuan atau agregat yang berukuran 2cm x 2cm atau yang lebih kecil dari itu
disebut split. Split biasanya diperoleh dari hasil pemecahan/ penggilingan batu ( Pabrikasi ).
Sedangkan koral lebih banyak diperoleh dari hasil galian ( penambangan ).

3. Untuk Diekspose / Hiasan :

Batuan yang digunakan untuk mempercantik penampilan rumah sangat banyak jenis
dan penggunaannya. Batuan ini ada yang digunakan untuk lantai, dinding , tiang, dan juga
sebagai hiasan taman.
Material ini memang memiliki aspek estetika yang luar biasa. Batu alam cocok untuk
dipergunakan pada style Arsitektural apapun, minimalis oke, klasik cocok, mediteran masuk,
tropis apalagi. Tidak heran, sejak dahulu hingga sekarang, batu alam adalah salah satu
material utama yang dipergunakan apabila kita ingin meningkatkan prestise rumah tinggal.
Terbukti, hingga saat ini, semakin banyak jenis dan corak batu alam yang dapat kita temukan di
pasaran. Biasanya orang mempergunakan batu alam untuk menonjolkan dua karakter
uniknya, yaitu warna dan teksturnya. Berikut beberapa jenis batu alam yang paling sering
dipergunakan :

Batu Andesit. Berwarna abu-abu tua dengan corak berupa butiran-butiran mirip kaca di
dalamnya. Batu Andesit adalah salah satu jenis batu alam yang paling banyak dipergunakan.
Selain karena teksturnya yang indah karena mirip granit, kekerasan yang sedang, warna batu
andesit yang abu-abu tua juga sangat cocok untuk diaplikasikan pada style desain rumah
minimalis yang saat ini sedang booming. Di pasaran tersedia batu Andesit dengan tekstur halus,
kasar, serta beralur. Batu Andesit disebut juga dengan batu cirebon

Batu Hijau Sukabumi. Batu ini mempunyai tekstur dan warna yang mirip dengan batu
marmer. Berwarna hijau sesuai warnanya, dengan tekstur yang mengkilat. Karena coraknya yang
indah, batu jenis ini biasanya ditemukan di pasaran dalam berbagai jenis tekstur. Ada yang halus,
ada pula yang dibiarkan kasar.

Batu Paras Jogja. Batu jenis ini berwarna kuning, mempunyai permukaan yang kasar dan
berpori. Selain ditempelkan secara langsung, Batu Paras Jogja ini juga sering dibentuk dengan
cara diukir, sehingga menjadi sebuah hiasan dekoratif untuk ditempelkan ke bidang dinding
sebagai aksen. Kadang batu Paras Jogja juga dijadikan bahan dasar bagi loster berukir.

Batu Lempeng. Batu lempeng mempunyai karakter bentuk yang tidak beraturan, keras, pipih,
dengan warna abu-abu tua dengan semu coklat. Karena bentuknya yang tidak beraturan serta
tingkat kekerasan yang tinggi, maka pemasangan batu lempeng ini memerlukan skill khusus.
Batu Lempeng kadang disebut juga dengan batu templek.

Batu Susun Sirih. Mirip dengan batu lempeng. Hanya apabila batu lempeng diekspose pada
permukaan lebarnya ketika dipasang, maka batu susun sirih dimanfaatkan untuk diekspose pada
sisi tebalnya. Oleh karena itu, dalam suatu bidang permukaan yang sama diperlukan batu susun
sirih yang lebih banyak daripada jenis-jenis batu alam yang lain.

Batu Palimanan. Berwarna Kuning dengan corak melengkung. Batu Palimanan adalah salah
satu jenis batu alam yang paling murah harganya dibandingkan dengan jenis-jenis batu alam
yang lain. Batu Palimanan ini biasanya hanya tersedia dalam tekstur permukaan yang halus.

Batu Breksi. Batu breksi ini sekilas mirip dengan batu Palimanan, tetapi warnanya lebih
kusam, cenderung berwarna abu-abu, serta teksturnya lurus. Seperti halnya batu Palimanan, batu
Breksi juga memiliki harga yang lebih murah. Tersedia dalam tekstur halus.

Batu Marmo. Batu marmo berwarna kemerahan. Mempunyai urat-urat yang terlihat cukup
jelas di permukaannya.
D.Siklus Terbentuknya Batu Alam
Siklus (Terbentuknya) Batu Alam

Magma
Batuan Beku
Batuan Sedimen
Sedimen Anorganik
Batuan Metamorfik
Sedimen Organik
Leburan Silikat-silikat dan Gas pada suhu dan tekanan tinggi
Penurunan Suhu, Kristalisasi dan Pembekuan
Pengaruh Suhu, tekanan dan waktu terjadi perubahan bentuk dan komposisi
Peleburan kembali
Penghancuran mekanik, kimia, pengankutan dan pengendapan
Penghancuran, pengankutan dan pengendapan oleh air, angin, sungai
Pelapukan batuan beku yang tidak mengandung fosil tetapi mengandung biji logam
Pelapukan batuan beku yang tidak mengandung fosil.

E. Kelebihan & Kelemahan Batu Alam :

Kelebihan :

Dinding Batu Alam


Sedangkan untuk perawatanya, dinding batu alam tidak terlalu membutuhkan perhatian yang
khusus. Anda bisa membersihkan dinding batu alam anda menggunakan sikat dan air saja. Untuk
hasil yang lebih baik, pada guyuran pertama, disrankan anda menggunakan air yang dicampur
dengan sabun. Musuh utama dari batu alam ini adalah debu dan lumut. Untuk menghadapinya,
anda harus rajin membersihkan dan menggosok dinding batu alam anda, agar selalu bersih dan
terlihat cemerlang. Dan khusus untuk lumut, anda bisa mengolesi dinding batu alam anda cairan
lapisan khusus atau coating yang sesuai dengan karakter batu alam anda. Penggunanan coating
ini bisa anda lakukan dalam jangka waktu 6 bulan hingga 1 tahun sekali.
Satu hal yang perlu diingat adalah, jika anda ingin menggunakan batu alam sebagai aksesoris
dinding atau tembok anda, maka anda harus menentukan dahulu ukuran dan pola yang akan anda
terapkan, karena batu alam tidak memiliki tekstur ukuran yang sama seperti halnya batu bata
atau keramik.

Kelemahan Batu Alam

- Dari segi karakteristik batu


- Dari segi processing
F. SIFAT-SIFAT FISIK BATU ALAM DAN PENGUJIANNYA

a. Sifat Fisik batu alam untuk bangunan

Mempunyai kuat tekan dan kuat lentur yang tinggi


Keras dan tidak mudah hancur
Daya serap air relative kecil
Tahan terhadap pengaruh cuaca
Tahan terhadap keausan

b. Pengujian Batu Alam, meliputi :

Analisa Petrografi, analisa batuan secara mikroskopis untuk mengetahui jenis, tekstur,
struktur komposisi mineral dan nama batuan.
Analisa kimia, analisa batuan secara kimia untuk mengetahui
komposisi kimia batuan.
Analisa defraktometer sinar X, digunakan pada batuan yang berbutir sangat halus seperti
tanah liat untuk mengetahui unsur kimianya.
Analisa besar butir, dilakukan dengan cara diayak menggunakan
ayakan berjenjang yang mempunyai ukuran tertentu.
Analisa berat jenis (bulk density), dilakukan dengan cara : batuan dipanaskan dalam oven
pada suhu 100C selama 24 jam, kemudian didinginkan pada suhu kamar. Batuan ditimbang
beratnya dan diukur volumenya. Berat jenis batuan diperoleh dengan membagi berat dengan
volume.
Pengujian Daya serap air pada batuan.
Pengujian ketahanan batuan terhadap pelapukan, untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh
reaksi kimia unsur-unsur alkali (K dan Na) pada batuan. Unsur-unsur ini apabila prosentasenya
tinggi, akan merugikan bila digunakan untuk agregat pada konstruksi bangunan.
BAB III
PENUTUP

1.RANGKUMAN
Batu alam adalah semua bahan yang menyusun kerak bumi dan merupakan suatu agregat
mineral-mineral yang telah mengeras akibat proses secara alami seperti, membeku, pelapukan,
mengendap dan adanya proses kimia.
Jenis-jenis batu alam menurut terjadinya, yaitu batuan beku, batuan sedimen dan batuan
metamorf.
Jenis batu alam yang biasa digunakan sebagai bahan bangunan adalah batu gamping, dolomit,
andesit, basalt, marmer, tras, pasir gunung berapi, batuan gips dan granit.
Sifat Fisik batu alam yang digunakan untuk bangunan adalah : Mempunyai kuat tekan dan kuat
lentur yang tinggi, keras dan tidak mudah hancur, daya serap air relative kecil, tahan terhadap
pengaruh cuaca, tahan terhadap keausan.

2. Saran
Batu merupakan benda padat yang terbuat secara alami dari mineral . Batu memiliki macam dan
jenis bentuknya. Sebaiknya kita jangan sampai salah memilih batu untuk digunakan sebagai
salah satu material bangunan.
Daftar Pustaka

http://www.rumahbangun.com/nama-batu-alam-sebagai-bahan-bangunan/feed
http://sipanjaitan.blogspot.com/feeds/posts/default
http://id.wikipedia.org/w/index.php.title=pengertian-batu
text/html;UTF-8/images/google_favicon_128.png
http://artstonescapes.blogspot.com/favicon.ico
http://www.gambarrumahminimalis.net/wp-content/themes/luscious/images/favicon.ico