Anda di halaman 1dari 25

TUGAS AKHIR INSTRUMENTASI DAN PENGUKURAN

DESAIN ALAT UKUR LEVEL BAHAN BAKAR MINYAK


MENGGUNAKAN PARAMETER TEKANAN DAN TEMPERATUR
PADA TANGKI TERTUTUP

OLEH:
MUHAMMAD HABLUL BARRI
(23816001)

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG


2016

1
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pengukuran tangki pertama kali dimulai dengan pengukuran manual menggunakan
diptape atau dipstick. Teknik ini masih digunakan di seluruh dunia dan saat ini masih
digunakan untuk kalibrasi mengukur kinerja dan verifikasi, namun ketidakpastian
pengukuran bukan satu-satunya penyebab kesalahan. Keakurasian pencelupan adalah tugas
yang sulit, terutama dengan angin kencang, cuaca dingin, waktu malam hari atau ketika
peralatan perlindungan khusus harus digunakan. Kelemahan lain dari pengukuran tangki
manual adalah bahwa petugas sering tidak diperbolehkan berada di tangki karena peraturan
keselamatan, biaya dan menghabiskan waktu. Dalam pengawasan aset maupun transaksi jual
beli produk BBM (bahan bakar minyak), tingkat akurasi dan presisi dari pengukuran level
menjadi faktor yang sangat penting karena produk yang tersimpan dalam tangki bernilai
ekonomi tinggi. [1]
Perlu diperhatikan bahwa volume tangki yang diukur tidak hanya beberapa liter saja,
sebagai ilustrasi 6 unit kilang Pertamina di cilacap berkapasitas 1.046,70 ribu barrel. Apabila
perubahan temperatur 10 C menyebabkan pergeseran volume sebesar 0.1%, maka akan
terjadi kesalahan pengukuran sebesar 140,67 ribu barrel. Begitu juga densitas dari minyak
juga perlu diperhatikan agar pengukuran lebih akurat dalam kondisi apapun. Sehingga
pengukuran temperatur dan tekanan juga diperlukan sebagai acuan untuk mengukur level
minyak dalam tangki itu sendiri. [1]
Pembacaan temperatur juga digunakan untuk mengontrol viskositas dari BBM itu
sendiri agar dapat dipompa. Agar viskositasnya menurun maka temperatur dari muatan
dalam tangki harus dinaiikan. Tetapi sistem ini jarang digunakan pada tangki penyimpanan
bahan bakar pada spbu. Pengatur temperatur biasanya diaplikasikan pada tangki minyak
mentah dimana viskositas dari fluida tersebut sangat tinggi.
1.2 Tujuan
Tujuan dari perancangan sistem pengukuran ini adalah membuat suatu sistem
pengukuran pada tangki tertutup dengan ke-presisian dan ke-akurasian setinggi mungkin
dengan memperhatikan biaya yang dikeluarkan, kehandalan sistem dan keamanan dalam
sistem pengukuran tersebut.

2
BAB II
DASAR TEORI
2.1 Hydrostatic Pressure Level Measurement
Salah satu fungsi differential pressure transmitter adalah sebagai instrumen untuk
mengukur level atau ketinggian isi tangki, metode pengukurannya yaitu dengan
memanfaatkan konversi besaran tekanan (head pressure) ke besaran ketinggian (distance).
Kondisi tangki yang hendak di ukur levelnya memiliki kondisi yang bermacam-macam,
misalnya ditinjau dari bentuk tangkinya, ada tangki terbuka, tangki tertutup, tangki vakum,
tangki bertekanan, tangki vertikal, tangki horizontal, tangki bersuhu panas, tangki bersuhu
dingin, tangki berbentuk bola (spherical tank), tangki kotak, tangki pendek, tangki bawah
tanah dan lain-lain, kemudian ditinjau dari karakteristik medianya, cairan yang hendak
diukur juga terdiri dari bermacam-macam, misalnya, cairan basa, cairan berasam tinggi,
cairan kental, cairan encer, cairan berfase dua seperti pada steam, cairan dingin, cairan panas,
cairan kimia beracun, cairan korosif dan lain-lain. Satuan unit untuk besaran level pada
umumnya adalah persentase yaitu perbandingan antara bagian tangki yang berisi cairan
dengan tinggi tangki secara keseluruhan (dalam range 0% sampai dengan 100%), tetapi ada
juga yang menggunakan satuan panjang sebagai unitnya.[10]
Dalam hal pengukuran menggunakan differential pressure transmitter maka indikasi
level ini merupakan konversi dari besaran tekanan ke besaran panjang[5]. Misalnya tekanan
100mBar setara dengan ketinggian 2 meter. Untuk mencari korelasi antara tekanan dengan
level cairan dalam tangki, diilustrasikan ada sebuah bejana tinggi 5 meter diisi
dengan air setinggi 4 meter, jika dibawah bejana dipasang pressure gauge dengan unit
mmH2O maka pressure gauge akan menunjukkan angka 4000 mmH2O. Kemudian jika pada
bejana yang sama kita isikan oli setinggi 4 meter, maka pressure gauge akan menunjukkan
pembacaan 4800mmH2O, angka 4800mmH2O ini adalah besaran tekanan, tentu bisa
diekpresikan dalam unit tekanan lain seperti pascal, mbar, psi dan lain-lain, intinya besaran
tekanan bisa menjadi rujukan sebagai indikasi level.

3
Pengukuran Level pada tangki tertutup

Gambar 1. Ilustrasi pemasngan differential pressure pada tangki tertutup

Pemasangan Differential Pressure transmitter untuk mengukur level pada tangki


tertutup bisa dengan beberapa cara, salah satu diantaranya ditunjukkan pada gambar 1 diatas,
hubungan delta P terhadap level dalam pemasangan transmitter seperti ini;
Ketika Level 0% maka delta P pada Level Transmitter(LT) adalah[1];
Delta P = P sisi High P sisi Low
P sisi High = Specific gravity liquid 2 (SG2) dikali tinggi (t)+ P1
P sisi Low = Specific gravity liquid 3 (SG3) dikali tinggi (m)+ P1
Delta P = {(SG2*t)+P1}-{(SG3*m)+P1} disederhanakan menjadi
Delta P = (SG2*t) (SG3*m)
Ketika Level 100% maka delta P pada Level Transmitter(LT) adalah;
Delta P = P sisi High P sisi Low
P sisi High = Specific gravity liquid 2 (SG2) dikali tinggi (t)+Specific gravity liquid 1
(SG1) dikali tinggi (h)+P1
P sisi Low = Specific gravity liquid 3 (SG3) dikali tinggi (m)+P1
Delta P = {(SG2*t)+(SG1*h)+P1}-{(SG3*m)+P1} disederhanakan menjadi
Delta P = {(SG2*t)+(SG1*h)}-(SG3*m).
Sebagai contoh sebuah tangki penampungan condensate hydrocarbon didesain untuk diisi
condensate hingga ketinggian 10meter, titik 0% nya ditentukan berada didasar tangki.
Transmitter differential pressure untuk mengukur level tangki ini dipasang pada posisi 2
meter dibawah tangki. Maka range transmitter yang dibutuhkan untuk mengukur level
kondensat di tangki tersebut dapat dicari dengan cara sebagai berikut[1]:

4
t= 2 meter, setara dengan 2000mm
h=10 meter, setara dengan 10000mm
m=12 meter, setara dengan 12000mm
SG 2=1,2
SG 3=1,2
Temukan nilai Specific Gravity condensate dengan formula SG= density condensate/
density air
SG = 600 g/cm3 dibagi 999,99 g/cm3
SG 1=0,6
Dengan memakai formula perhitungan LRV(Lower Range Value)/(Upper Range Value)
URV untuk tangki tertutup hitung nilai LRV dan nilai URV.
LRV yaitu delta P pada saat tangki dalam keadaan 0%, rumusnya LRV=(SG2*t)
(SG3*m)
LRV=(1,2 * 2000) (1,2*12000) = -12000mmH2O
Untuk mendapatkan nilai tekanan dalam unit mBar lakukan konversi dari unit mmH2O ke
unit mBar, lihat nilai konversi pada tabel konversi tekanan, diketahui bahwa 1mmH2O
setara dengan 0.09806mBar
Jadi LRV= -12.000mmH2O sama dengan -1087,2 mBar
URV yaitu delta P pada saat tangki dalam keadaan 100%, rumusnya URV =
{(SG2*t)+(SG1*h)}-(SG3*m)
URV={(1,2 * 2000)+(0,6*10000)}-(1,2*12000)
URV= 6000mmH2O = 588,36mBar.

2.2 Sensor Termokopel

Termokopel adalah jenis sensor suhu yang digunakan untuk mendeteksi atau
mengukur suhu melalui dua jenis logam konduktor berbeda yang digabung pada ujungnya
sehingga menimbulkan efek Thermo-electric. Efek Thermo-electric pada Termokopel ini
ditemukan oleh seorang fisikawan Estonia bernama Thomas Johann Seebeck pada tahun
1821, dimana sebuah logam konduktor yang diberi perbedaan panas secara gradient akan
menghasilkan tegangan listrik. Perbedaan Tegangan listrik diantara dua persimpangan
(junction) ini dinamakan dengan Efek Seeback.

5
Prinsip kerja termokopel pada dasarnya termokopel hanya terdiri dari dua kawat
logam konduktor yang berbeda jenis dan digabungkan ujungnya. Satu jenis logam
konduktor yang terdapat pada termokopel akan berfungsi sebagai referensi dengan suhu
konstan (tetap) sedangkan yang satunya lagi sebagai logam konduktor yang mendeteksi suhu
panas. Gambar 6 merupakan penjelasan mengenai prinsip kerja termokopel.

:
Gambar 2 Prinsip kerja termokopel

Berdasarkan Gambar 6 diatas, ketika kedua persimpangan atau Junction memiliki


suhu yang sama, maka beda potensial atau tegangan listrik yang melalui dua persimpangan
tersebut adalah NOL atau V1 = V2. Akan tetapi, ketika persimpangan yang terhubung
dalam rangkaian diberikan suhu panas atau dihubungkan ke obyek pengukuran, maka akan
terjadi perbedaan suhu diantara dua persimpangan tersebut yang kemudian menghasilkan
tegangan listrik yang nilainya sebanding dengan suhu panas yang diterimanya atau V1 V2.
Tegangan Listrik yang ditimbulkan ini pada umumnya sekitar 1 V 70V pada tiap derajat
celcius. Tegangan tersebut kemudian dikonversikan sesuai dengan tabel referensi yang telah
ditetapkan sehingga menghasilkan pengukuran yang dapat dibaca.

Gambar 3 Termokopel

Termokopel tersedia dalam berbagai ragam rentang suhu dan jenis bahan. Pada
dasarnya, gabungan jenis-jenis logam konduktor yang berbeda akan menghasilkan rentang
suhu operasional yang berbeda pula. Berikut ini adalah Jenis-jenis atau tipe Termokopel
yang umum digunakan berdasarkan Standar Internasional.

Termokopel Tipe E
Bahan Logam Konduktor Positif : Nickel-Chromium
Bahan Logam Konduktor Negatif : Constantan
Rentang Suhu : -200C 900C

6
Termokopel Tipe J
Bahan Logam Konduktor Positif : Iron (Besi)
Bahan Logam Konduktor Negatif : Constantan
Rentang Suhu : 0C 750C

Termokopel Tipe K
Bahan Logam Konduktor Positif : Nickel-Chromium
Bahan Logam Konduktor Negatif : Nickel-Aluminium
Rentang Suhu : -200C 1250C

Termokopel Tipe N
Bahan Logam Konduktor Positif : Nicrosil
Bahan Logam Konduktor Negatif : Nisil
Rentang Suhu : 0C 1250C

Termokopel Tipe T
Bahan Logam Konduktor Positif : Copper (Tembaga)
Bahan Logam Konduktor Negatif : Constantan
Rentang Suhu : -200C 350C

Termokopel Tipe U (kompensasi Tipe S dan Tipe R)


Bahan Logam Konduktor Positif : Copper (Tembaga)
Bahan Logam Konduktor Negatif : Copper-Nickel
Rentang Suhu : 0C 1450C

2.3 Raspberry Pi

Raspberry pi atau dikenal sebagai RasPi merupakan sebuah Single Board Computer
(SBC) yang dikembangkan oleh Yayasan Raspberry pi di Inggris sebagai media
pembelajaran ilmu komputer dasar di sekolah dasar. RasPi menggunakan system on a chip
(SoC) dari Brodcom BCM2835. Selain itu Raspi menggunakan processor ARM1176JZF-S
700 MHz, GPU VideoCore IV dan RAM sebesar 256 MB[11].
Berbeda dengan komputer pada umumnya , mini komputer ini menggunakan SD Card
untuk proses booting dan penyimpanan pada proses yang lama. Perangkat ini menggunakan
operating system(OS) yang berbeda dengan komputer pada umumnya. OS yang digunakan
berbasis linux dengan berbagai jenis , beberapa diantaranya yang sudah sering dipakai di
masyarakat umum adalah raspbian dan Fedora.

7
Di dalam raspberry terdapat beberapa fitur yang bisa diakses yaitu, dua port USB, satu
port HMI, satu port RCA untuk video output, satu port SDCARD, satu port RJ45 (Ethernet),
delapan GPIO, UART,SPI BUS[13].

Gambar 4 Raspberry Pi dan konfigurasi pin I/O nya

2.4 ADC-AD7992
ADC AD 79922 adalah salah satu adc dengan resolusi 12 bit berdaya rendah dengan metode
succesive approximation dan interface-nya menggunakan I2C. ADC ini bekerja pada
tegnagan 2,7-5,5 V dengan waktu konversi hanya 2 us. Dengan 2 channel multiplexer ADC
ini mampu menangani frekuensi input hingga 11 MHz. ADC ini akan secara otomatis
shutdown ketika tidak dalam keadaan mengkonversi, sehingga power hanya digunakan
ketika proses konversi. Proses konversi dikontrol oleh pin konversi, dengan memberikan
perintah ketika ingin melakukan konversi pada I2C. Berikut adalah beberapa fitur dari
AD7992:
1. Waktu Konversi 2 us
2. Interface dengan I2C dengan alamat I2C ditentukan dari pin yang dipilih. AD7992
ini mampu terhubung maksimal 5 buah dengan adc 7992 lainnya pada satu bus I2C
3. Tegangan referensi dapat didrive oleh power suply
4. Out-of-Range indicator dapat di aktifkan atau dinonaktifkan

Gambar 5 Fisik ADC AD7992

8
BAB III
PERANCANGAN SISTEM

Pada bab ini berisi perancangan system yang teridiri dari beberapa langkah. Sistem
ini terdiri dari 2 bagian penting, yaitu bagian pengukur tekanan dan pengukur temperatur
dalam tangki. Pada pengukuran tekanan dalam tangki ini digunakan untuk memonitor
densitas dari cairan dalam tangki dalam kasus ini adalah BBM. Selain untuk memonitor
kekentalan tangki, hasil differential pressure transmitter ini kemudian dikonfersi kedalam
besaran panjang (level) untuk mendapatkan volume dari BBM yang berada didalam
tangki[3]. Konversi ini tentunya dilakukan ketika dengan syarat temperatur memenuhi nilai
standar, begitu juga dengan nilai specific gravity(density) harus memenuhi nilai standar yang
telah ditentukan sebelumnya.[9] Pada gambar adalah rancangan peletakan sensor pada
tangki BBM tertutup.

Gambar 1 Ilustrasi pemasangan sensor dari system yang ditawarkan

Pada pemasangan differetial pressure transmitter pada tangki tertutup, seharusnya


seperti pada gambar 1 dimana bagian Low pressure dihubungkan ke bagian atas tangki.
Tetapi karena selain digunakan untuk mengukur level, differential pressure transmitter juga
digunakan untuk memonitor densitas dari BBM itu sendiri maka differential pressure
dipasang dengan jarak tertentu secara vertical, dimana sisi low pressure dihubungkan ke
udara bebas (atm), hal ini dilakukan karena diperlukannya stuatu tekanan statis agar tidak
terjadi salng pengurangan antar transmitter [3]. Tentunya dengan beberapa prosedure yang
harus dilakukan:
1. Kalibrasi transmiiter bagian bawah dalam kondisi tanki penuh
2. Kalibrasi transmitter atas dalam kondisi tangki penuh juga
3. Hitung spesific grafity dengan rumus[3] :

9
Misal level maximum dalam tangki (h) adalah 3 m, sedangakan Spesific Grafity
maksimum dari BBM dari jenis bensin pada suhu 150 C adalah 0,82-0,95 inH2O [2],
kemudian penempatan transmitter 1 berada sejajar dengan dasar tangki dan transmitter 2
berada 1m diatas transmitter 1 maka perhitungan dapat dilakukan sebagai berikut:
Kalibrasi tranmitter 1 terhadap level maximum
20 =
20 = 3 0,95 = 2,85
Sehingga pembacaan transmitter 1 adalah 0 - 2,85
Kalibrasi transmitter 2 terhadap level maksimum
20 = ( )
20 = (3 1) 0,95 = 1,9
Sehingga pembacaan pada transmitter 2 adalah 0-1,9
Dari spesific grafity masih berada pada nilai standar maka konversi ke level
diperbolehkan, tetapi jika diluar batas standar maka konversi tidak dilakukan dan muncul
peringatan. Dengan rumus awal, level dapat dihitung dengan cara[3]:


Sebagai contoh, ketika level berada pada posisi 1,5 m pembacaan pada transmitter 1
adalah 1,4 dan pembacaan pada transmitter 2 adalah 0,475 maka Specific Gravity dari BBM
1,40,46
tersebut adalah = 0,94. Dari specific gravity ini maka level dari BBM diperoleh
2
1,4
= 1,48 = 1,5 .
0,94

Pada gambar juga terlihat bahwa termokopel tidak hanya terdiri dari satu buah sensor
saja, hal ini dikarenakan temperatur dalam tangki yang pada umumnya tidak merata (akan
dijelaskan pada bab selanjutnya).[7] Sehingga pada perancangan ini didalam tangki
diberikan sensor temperatur sebanyak 6 buah, dimana hasil pembacaan dari sensor ini
nantinya akan dirata-rata, sehingga diharapkan hasil pembacaan mempunyai error seminim
mungkin. Pembacaan temperatur ini bertujuan untuk mengkompensasi nilai error, karena
mengacu pada sifat dari minyak atau fluida yang lainnya, yaitu ketika temperatur berubah
maka, masa jenis dari fluida tersebut juga akan berubah. Begitu juga pada tekanan, ketika
tekanan pada fluida tersebut beruh maka densitas dari fluida tersebut juga berubah.
Sedangkan tekanan dari fluida tersebut bergantung pada masa jenis dan densitas dari fluida
tersebut. Apabila pembacaan tekanan keliru, maka perhitungan level pun tidak optimal,
sehingga pengukuran volume dai fluida dalam tank tersebut menjadi tidak akurat.

10
Keluaran termokopel adalah beda potensial yang nilainya sebanding dengan besar
temperature BBM yang berada dalam tangki di titik yang ditempatkan. Namun tegangan
keluaran yang dihasilkan oleh sensor termokopel masih sangat kecil, yaitu berskala millivolt.
Untuk memperkuat tegangan keluaran sensor maka dipasang amplifier yang berperan
sebagai pengondisi sinyal keluaran sensor, sehingga keluaran yang didapatkan akan berskala
volt. Kemudian keluaran dari pengondisi sinyal dapat diolah di dalam mikrokontroler
(Embeded Computer). SBC yang digunakan sebagai pemroses sinyal keluaran dari
pengondisi sinyal adalah jenis Single Board Computer Raspberry Pi. Sebelum masuk ke
SBC, tegangan tersebut masuk ke dalam IC Analog to Digital Converter (ADC) karena pada
raspberry belum dilengkapi ADC. Dari ADC ini data dikirim ke SBC melalui protokol
komunikasi I2C. Karena menggunakan raspberry maka dapat langsung dibuat HMI yang
dapat langsung ditampilkan oleh lcd monitor maupun lcd alphanumeric. Keunggulan dari
raspbeery ini adalah dengan fungsi yang hampir sama dengan fungsi komputer tetapi
harganya yang lebih murah dan konsumsi daya yang lebih hemat dapat menjadi solusi untuk
ditempatkan pada control room. Diagram blok dari sistem yang ditawarkan adalah sebagai
berikut:

Differential
Pressure pressure Amplifier V to I Long Distance I to V
transmitter 1

Differential SBC/PC
Pressure pressure Amplifier V to I Long Distance I to V MUX ADC (Raspberry LEVEL
transmitter 2 Pi)

Module sensor 1-6


Display Data
Temperatur Termokopel 1-6 Amplifier ADC kontroller SPI Data Keluaran

Data
Input Pengondisi Pemroses
Sensor
Sinyal Sinyal

Gambar 7 Diagram blok rancangan sistem

Semua output sensor pada tangki dikonversi ke arus karena letak control room
dengan tangki cukup jauh sehingga apabila output tegangan langsung ditransmisikan ke
control room sesuai hukum ohm maka akan terjadi drop tegangan karena hambatan yang
semakin tinggi. Apabila drop tegangan tegangan terjadi, tentunya akan mengakibatkan
kesalahan dari pengukuran.

11
Pada umumnya differential pressure transmitter sudah terdapat pengkondisi sinyal,
sehingga output dari transmitter tersebut sudah dalam bentuk 4-20mA. Sehingga hanya
diperlukan pengkonversi dari I ke V untuk mendapatkan tegangan analog dari sensor yang
nantinya dikonversi oleh ADC. Karena didalam raspberry Pi belum terdapat ADC maka
perlu ditambahkan ADC external yaitu AD7992. Data dari ADC ini yang kemudian diolah
oleh Raspberry Pi untuk ditampilkan.

12
BAB IV
ANALISIS RANCANGAN ALAT UKUR

Dalam merancang system alat ukur level pada tangki tertutup ini, penulis
menggunakan beberapa komponen penting yang diperlukan. Berikut merupakan penjelasan
detail mengenai alasan pemakaian komponen tersebut dari segi kualitas, kehandalan,
keamanan maupun biaya.

3.1 Differential Pressure


Perancangan instrumentasi alat ukur level BBM tangki tertutup ini menggunakan
prinsip differntial pressure. Hal ini dikarenakan differential pressure memiliki beberapa
keunggulan dibandingkan dengan transmitter tekanan yang lain
Keuntungan
Harganya yang relatif lebih murah dibanding dengan transmitter tekanan yang lain
Pemasangannya yang cukup sederhana dan mudah pada tangki
Cakupannya luas (hampir dapat digunakan pada semua jenis fluida)
Strukturnya kokoh dan sederhana
Dengan menambahkan differential pressure tambahan maka densitas dari cairan dapat
ditentukan
Kerugiannya
Rugi tekanan (pressure drop): sedang-tinggi.
Dengan pertimbangan keuntungan dan kerugian ddifferential pressure diatas, maka
penulis menggunakan differential pressure dalam system ini. Hal ini dikarenakan penulis
ingin mendapatkan keandalan sistem yang cukup tinggi dengan harga yang cukup murah,
walaupun pressure dropnya terbilang tinggi, tetapi dalam kasus tangki untuk penyimpanan
BBM, maka kelemahan tersebut kurang berarti karena biasanya pada penyimpan BBM level
dalam tangki ditampilkan dalam %. Lain halnya jika diterapkan pada tangki pencampur,
maka ketelitian sangat diperlukan guna mendapat campuran yang diharapkan.
Karena spesifikasi dari tangki BBM tidak disebutkan maka penulis mengasumsikan
bahwa tangki yang digunakan adalah tangki type e dengan kapsitas 60 kl. Dengan diameter
tangki sebesar 50,48 dm dan tinggi 30 dm. Dari SG maksimal pada minyak (0,95 inH2O)
maka berat jenis minyak itu adalah 0,95 x1000 kg/m3= 950 kg/m3. Sehingga batas maksimal
tekanan adalah 950 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 3 m =27930 Pa= 4 Psi. Sedangkan batas minimal
tekanan yang harus terbaca adalah 0,82 x1000 kg/m3= 820 kg/m3. Sehingga batas minimal
tekanan adalah 820 kg/m3 x 9,8 m/s2 x 3 m =24108 Pa= 3,49 Psi. Dari batasan tersebut maka

13
diperlukan differntial pressure yang mampu membaca tekanan antar 3,49 Psi 4 Psi pada
sisi High Pressure dengan resolusi setinggi mungkin., sedangkan pada sisi low pressure
pastinya dibawah tekanan pada sisi high pressure.
Dari batasan tersebut, maka dipilihlah sebuah low differnetial pressure transmitter
buatan TE Connectivity dengan tipe AST5100. Differential pressure tipe ini memeiliki range
pengukuran antara 0,18 hingga 7,22 psi. Sehingga apabila diterapakan pada tangki
penyimpanan BBM diatas dengan tekanan antara 3,49 hingga 4 Psi. Sensor ini masih
memadahi. Ditinjau dari temperature, transmitter ini mampu bekerja pada range -40 hingga
176 0F. Sehingga masih aman jika diterapkan pada tangki penyimpanan BBM yang suhunya
maksimal hanya mencampai 127 0F.
Dari segi sinyal keluaran transmitter ini juga sesuai dengan yang penulis harapkan
yaitu keluaran arus dengan range 4-20 mA atau jika diharapkan output tegangan transmitter
ini mngeluarkan output 0-5 Volt. Dengan akurasi pengukuran sebesar 1% diharapkan
pembacaan pengukuran sudah memenuhi standar pembacaan pada tangki penyimpanan
BBM.
Tetapi transmitter ini memiliki kelemahan dari segi body material alumunium dan
nickel alloy yang rentan ditempatakan diluar ruangan dan pada bahan mudah meledak,
berbeda dengan sensor ASHCROFT A2X yang diklaim berbahan anti api dan anti ledakan.
Tetapi karena pertimbangan, tangki ini hanya untuk tempat penyimpanan dan menekan biaya
pengadaan maka penulis mengusulkan transmitter AST5100.
Dari segi harga, harga sensor AST5100 memiliki harga US$550 sedangkan
ASHCROFT A2X dijual dengan harga US$630. Walaupun harganya tidak terpau jauh,
tetapi dengan mempertimbangkan kehandalan sistem yang mana membutuhkan redundancy
part minimal 3 sesuai dengan standard dari American Petroleum Institute (API). Sehingga
dari sistem yang diusulkan dengan menggunakan 2 unit differential pressure ditmbah dengan
redundancy part masing-masing sebanyak 2 unit, maka dalam sistem ini dibutuhkan
sebanyak 6 unit sensor. Maka dengan memilih AST5100 perusahaan dapat menghemat biaya
hingga US$480,00.

14
Gambar 8 Bentuk fisik dari differential pressure transmitter AST5100

3.2 Sensor Termokopel


Termokopel ini dipilih karena harganya yg lebih murah dibanding sensor pengukur
suhu ainnya semacam dengan infrared dll . Selain itu pemasangannya yang cukup sederhana
dan reliabilitas yang lebih tinggi dibanding dengan sensor termal lainnya. Oleh sebab itu
penulis memilih termokopel sebagi sensor pengukur temperatur pada tangki.
Pada peletakan termokopel perlu diperhatikan heat transfer yang terjadi pada tangki
tertutup agar suhu dalam tangki dapat termonitor dengan optimal. Karena diasumsikan
tangki adalah tangki penyimpan BBM di SPBU , maka kondisi tangki dtanam didalam tanah.
Sehingga dapat dikatakan sumber kalor hanya berasal dari matahari, dan tanah mempunyai
konduktivitas yang buruk[8], sehingga diasumsikan sumber kalor hanya berasal dari atas
tangki. Sehingga perpindahan kalor dapat digambarkan pada gambar 9

matahari

Qin

UDARA

II

MINYAK

III
TANAH

Gambar 9 Ilustrasi tangki penyimpanan BBM yang ditanam

Dapat dilihat pada gambar 9, dengan kondisi semacam itu tidak mungkin temperatur BBM
diukur hanya pada satu titik, apalagi hanya dengan mengukur temperatur diluar tangki. Hal

15
tersebut sangat tidak akurat. Untuk lebih dapat mengamati proses perpindahan kalor ada
dapat dilihat pada gambar 10.

(a) T0
Qin
udara
T1 Plat stainless
udara
T2
minyak
T3

Plat stainlees steel BBM


(b)`
r1 r2

`
`
T0 UDARA UDARA BBM

T0 T1 T2 T3

R1 R2 R3

Gambar 10. (a) Skematik gambar laju aliran panas (b) Jala jala termal

Pada gambar 10b dilihat aliran termal dari matahari (sebagai sumber kalor) kedalam
tangki. Mengacu pada teori rugi-rugi panas, bahwa kalor yang dipancarkan tidak dapat
diterima sepenuhnya karena adanya tahanan termal pada media yang dilaluinya[6]. Tahanan
termal sangat dipengaruhi oleh koefisien konveksi dari media yang dilalui. Selain koefisien
konveksi, volume media penghantar juga mempengaruhi tahanan termal. Untuk mengatasi
masalah ini maka termokopel tidak dipasang pada satu titik saja, melainkan dipasang 6 titik.
Hal ini untuk menanggulangi perubahan tahanan termal yang menyebabkan temperatur pada
titik tersebut dapat berubah. Pemasngan 6 titik termokopel ini disusun secara vertikal seperti
pada gambar 11. Hasil pembacaan temperatur ini nantinya dirata-rata sehingga walaupun
levelnya berubah-ubah pembacaan temperatur tidak akan ikut berubah, dengan catatan masa
jenisnya sama.
Karena pemasangan termokopel ini dicelupkan kedalam zat yang mudah meledak,
maka instalasi termokopel harus sangat diperhatikan. Dalam instalasi termokopel, temokope
diletakkan pada sebuah pipa yang kedap air dengan sisi konduktor dari termokopel berada
diluar pipa. Di dalam pipa tersebut terdapat rangkaian amplifier dan converter V to I.

16
Termokopel 1
Termokopel 1
Pengkondisi sinyal

Termokopel 2 Termokopel 13 Termokopel 7

Pipa termokopel tampak atas dengan


kondisi penutup pipa dibuka
Termokopel 3

Termokopel 4

Termokopel 5

Termokopel 6

Pipa termokopel tampak


dari salah satu sisi

Gambar 11. Ilustrasi Peletakan sensor termokopel dari sistem pengukuran yang ditawarkan

Karena digunakan untuk tangki penyimpanan, termokopel jenis K dipiih karena


mempunyai range yang cukup lebar. Salah satu jenis termokopel tipe K adalah MAX 6675.
Range pengukuran sensor ini dari 2 hingga 10240C. Selain range pengukuran yang lebar,
harga dari termokopel ini juga cukup murah yaitu kisaran Rp 145.000. Dengan harga
tersebut, pembelian sudah dilengkapi dengan modul konverter, sehingga output keluaran dari
sensor ini sudad dalam protokol komunikasi SPI yang siap dapat langsung dibaca oleh
Raspberry Pi. Beberapa fitur dari produk ini adalah:
Termokopel tipe K dengan probe 1 cm dan panjang kabe 3 meter
Catu daya 3-5 VDC dengan konsumsi arus 50mA
Temperatur kinerja dari modul antara -20 sampai 850C
High Impedance input modul
Simple SPI output

3.3 RaspberryPi
RaspberryPi merupakan sebuah embeded komputer yang cukup murah dan handal.
Pada bab2 teah dijelaskan beberapa keunggulan dari raspberrypi dibanding dengan komputer
pada umumnya. Karena sudah terdapat I/O dan beberapa port komunikasi seperti SPI,
UART, I2C maka raspberry tidak memerlukan tambahan mikrokontroller. Konsumsi

17
dayanya pun jauh lebih rendah dibanding komputer pada umumnya. Raspberry Pi bekerja
pada tegangan 5 atau 12 v (sesuai dengan keinginan pengguna) dengan arus minimal 2 A.
Operator Sistem yang digunakan Raspberry Pi adalah Linux yang merupakan OS handal
terhadap virus dan gangguan lainnya jika dikehendaki untuk terhubung dengan jaringan
internet. Memang jika dibandingkan dengan komputer standar industri keandalan dari
raspberry ini masih jauh dibawahnya. Tetapi karena hanya untuk dipergunakan sebagai
monitoring level BBM pada tangki SPBU, raspberry mampu menghandle pekerjaan tersebut.
Harga raspberry di amazon untuk type B yaiti US$ 44,95, harga yang cukup murah untuk
skala monitoring perminyakan. Karena penulis beranggapan bahwa komputer berada di
control room yang lokasinya tergolong aman dari bahaya. Berbeda dengan sensor yang
langsung ditempatkan pada plant, yang mana harus memenuhi standar industri demi
kemanan dan keakurasian dalam pengukuran.

3.4 Pengkondisi Sinyal


Pengkondisi sinyal yang diperlukan yaitu ADC, I to V module dan multiplexer.
ADC external diperlukan karena di dalam raspberry belum terdapat fitur ADC sehingga hasil
pembacaan tekanandapat diolah oleh Raspberry Pi. Disini penulis memilih ADC tipe
AD7992 karena harganya yang reltif murah dengan resolusi yang cukp tinggi yaitu 12 bit.
Harga dari ADC ini adalah Rp36500. Karena modul ADC ini nantinya akan ditempatkan di
kontrol room bersama dengan Raspberrypi dan pengolh sinyal lainnya, maka redundancy
part dirasa tidak begitu diperlukan pada bagian ini, karena penggantiannya yang tidak terlalu
sulit dan umurnya juga relatif lama jika ditempatkan pada ruangan dengan suhu yang dijaga
konstan.
Karena output dari transmitter pressure masih dalam bentuk arus 4-20mA maka
deiperlukan sebuah module untuk mengkonversi dari arus 4-20mA ke tegangan 0-5 Volt.
Pada salah satu situs jual beli [12] harga modul converter ini adalah US$2,99. Dengan
tegangan supply 7-35 v.

18
Gambar 12. Bentuk fisik dari V to I converter

Karena jumlah diffential pressure transmitter yang digunakan adalah 6 unit. Jika
satu differential pressure digunakan 1 adc tentunya menjadikan biaya pengadaan menjadi
meningkat. Sehingga diperlukan multiplexer (mux) agar dengan 1 adc dapat mengkonversi
pembacaan dari 6 differential pressure. IC multiplexer yang digunakan disini adalh
SN74LS51. IC ini mempunyai 8 inputan sehingga cukup untuk mengirimkan data dari 6
transmitter ke 1 adc. Harga ic ini cukup murah yaitu Rp 10.000.

3.5 Analisia Kehandalan


1. Raspberry Pi
Raspberry sendiri karena sifatnya repairable, maka dapat dimasukkan sebagai jenis
element. Untuk menghitung failure rate dari element adalah

=
( )

=

Dari data yang pernah diambil [11], dilakukan observasi selama 1 tahun,
didapatkan hasil sebagai berikut (perhitungan waktu berdasarkan pembulatan) :
Jumlah failure = 2
Dengan lama downtime 2 jam
Total Down time = 2x2=4 jam=4/(24x365)=0,00045 tahun
Sehingga MDT = 0,00045/2 =0,000225 tahun
2
= = 2,00 /
1 (20,000225)

19
10,00045
= = = 0,5/ tahun
2

Karena failure rate dari raspberry pi ini tergolong besar, maka pada sistem ini nanti
diberikan raspberry pi tambahan sebagai redundancy part, untuk menaikkan
keandalan dari sitem yang dirancang
2. Differential Transmitter AST 5100
Karena didalam data sheet belum dicantumkan analisa kehandalan dari transmitter
maka penulis menggunakan referensi pada buku[4] Principle of Measurement
System karya Bentley pada tabel kegagalan dengan fluida kimia jenis A untuk
pengukuran level = 0,62/tahun, sedangkan digunakan untuk mengukur level =
0,43/tahun. Diasumsikan laju kegagalan ini sudah mencakup dari modul transmitter
itu sendiri, karena pembelian dari transmitter biasanya sudah dilengkapi dengan
pengkondisi sinyal.
3. Thermocouple MAX 6675
Sama halnya dengan AST 5100, pada datsheet juga belum tertera analisa reliabilitas
darai sensor. Sehingga penulis mengasumsikan laju kegagalan identik dengan
termokopel yang digunakan pada buku [4]Principle of Measurement System.
Dengan mengasumsikan cairan kimia A adalah BBM maka laju kegagalan untuk
thermocouple adalah 0,13. Sama halnya dengan AST5100, laju kegagalan disini juga
sudah mencakup laju kegagalan dari pengkondisi sinyal untuk termokopelitu sendiri.
4. Penkondisi Sinyal Tambahan
Yang dimaksud pengkondisi sinyal tambahan disini adalah bagian pengkondisi
sinyal yang tidak terdapat pada modul sensor.Laju kegagagalan dapat dihitung sesuai
pada tabel 7.3 buku[4] Principle of Measurement System. Untuk modul V to I
rinciannya adalah sebagai berikut:
IC OPAMP (2)= 2x810=1620
TRANSOSTOR (1)= 1 x 560=560
CAPACITOR 0-33uF (1) = 1 X 200=200
POTENTIOMETER 0-50K (2) = 2 x 700 =1400
PCB =60
Soldered Joint (43) =23 x 167 = 3841
Rate total = 7681 per 1010 jam =7,7 x10-7 per jam =8,8 x 10-11 per tahun
Karena ADC dan multiplexer nantinya dirangkai dalam 1 PCB, maka analisa laju
kegagalannya adalah sebagai berikut:

20
IC OPAMP (1) = 1 x 810 = 810
IC Quad Swich (1) = 1 x 918 =918
Capcitor 0-33 uF (3)=3 x 200 = 600
Zener Dioda (1) = 1 x 1300 = 1300
Resistor 0-100K (4) = 4 x 100 =400
Soldered Joint (33) = 33 x 167 =5511
PCB (1)= 1 x 60 =60
Rate total = 9599 per 1010 jam =9,6 x10-7 per jam =1,1 x 10-10 per tahun

V to I converter
Redundancy
part (RP)
=0,62 =8,8 x 10-11
DP 1 level
=0,43 =8,8 x 10-11 =2,00
DP 2 pressure
=0,62 =8,8 x 10-11

=0,43 =8,8 x 10-11 =1,1 x 10-10 =2,00


-11 ADC
=0,62 =8,8 x 10
Display
Redundancy =0,43 =8,8 x 10-11
part(DP)
=0,13 =2,00
Termo 1
=0,13 Raspberry
Termo 2 Pi
=0,13
Termo 3
=0,13
Termo 4
=0,13
Termo 5
=0,13
Termo 6
=0,13

=0,13

=0,13

=0,13

=0,13

=0,13

=0,13

=0,13
Redundancy
part (Termo)
=0,13

=0,13

=0,13

=0,13

Gambar 13. Reliability Sistem

21
Pada bagian termokopel karena paralel maka dapat FTERMO= F1= (1-e-t)18=(1- e-
0,13 18
) =3,5 x10-17. Karena antara Differential pressure transmitter dan V to I converter
terhubung seri mara rate failure dari 2 komponen tersebut dapat dijumlahkan. Sehingga
DP1=0,6200000001 dan DP2=0,4300000001. Karena terdapat reundancy part maka dari
rate failure tersebut dicari nilai unrebilitasnya. FDP1= (1-e-0,6200000001)3=(0,46)3=0,097 dan
FDP2= (1-e-0,4300000001)3= (0,34)3= 0,039. Karena FDP1 dan FDP2 parallel, maka FDP = FDP1 X
FDP2 =0,097 x 0,039 = 3,78x10-3. Sehingga RDP = 1- FDP =1-3,78x10-3= 0,996. Karena Dp
dirangkai seri dengan ADC ,maka realibilitas dari adc dan Dp (RADC+DP) = RADC x RDP = e-
0,00000000011
x 0,996 = 0,996. FADC+DP = 1- RADC+DP =1-0,996 = 4x10-3. Diagram blok hasil
penyederhanaan dapat dilihat pada gambar 12.

Rapberry Pi
=2,00
F dif.pressure+adc

Rapberry Pi
=2,00

F thermocouple
Rapberry Pi
=2,00

Gambar 14. Hasil penyederhanaan dari Reliabilty System

Sehingga F (sensor total ) =FDP+ADC x FTERMO = 4x10-3 x 3,5 x10-17 =14 x10-20. Karena nilai
F sangat kecil sekali, maka dalam hal ini dianggap 0. Sehingga R(sensor total) =1. Kemudian
dihitung F dari raspberry yaitu FRASP=1-e-2t=0,86. Karena dipasang Raspbeery redundant
maka FRASPYTOT =FRASPY1 x FRASPY2 x FRASPY3=0,863=0,63. Sehingga RRASPYTOT = 1-
FRASPYTOT =1-0,63=0,37 Kemudaian antara sensor dengan raspberry pi dihubung seri, maka
RSYSTEM =R(sensor total) x RRASPYTOT =1 x 0,37 =0,37. Jadi Reliabilitas keseluruhan sistem
adalah 0,37. Memang tergolong kecil sekali, karena keandalan dari raspberry sendiri yang
kecil. Karena penulis menargetkan biaya produksi yang siminimum mungkin, yaitu dengan
menaikkan keandalan dari sensor dan mengesampingkan keandalan dari pengolah data.

3.6 Total Biaya Komponen


Dari penjelasan di sub bab sebelumnya dalam bab 3 ini telah disebutkan perkiraan
harga komponen yang diperlukan dalam merancang system ini. Tabel 2 merupakan rincian
harga per komponen beserta harga total.

22
Tabel 1 Detail harga per komponen
No Komponen Satuan Harga Jumlah Jumlah
Satuan (USD) (IDR)
(USD)
1 Differential Pressure 6 550 3300
(AST5100)
2 Raspberry Pi 3 44,95 134,85
3 Sensor termokopel + 18 11,15 200,77
Modul (MAX6675)
4 ADC+ Multiplexer 1 3,58 3,58
4 V to I module 1 2,99 2,99
Total Harga 3642,19 47.348.470

*kurs 1US$=Rp 13.000


3.7 Analisa Keamanan
Untuk keamanan dari sistem ini sendiri sudah diperhitungkan seperti yang telah dijelaskan
pada instalasi masing-masing sensor pada sub bab siatas. Selain instalasi datasheet dari
masing-masing sensor juga tulah dipertimbangkan, diantaranya pemilihan sensor dengan
daya rendah. Karena penerapan sensor dengan daya tinggi pada fluida yang mudah terbakar
akan sangat berbahaya jika terjadi kesalahan pemasanagn /hubungan pendek, yang
mengakibatkan meldaknya tangki bahan bakar. Jadi walupun semua instrumen pada sistem
ini menggunakan sensor elektronik, tapi masih dalam batas aman untuk penerapannya pada
tangki bahan bakar minyak mengacu pada standar American Petroleum Institute(API).

23
BAB V
KESIMPULAN

1. Sistem alat ukur flowrate ini dirancang dengan menggunakan differential pressure, dan
termokopel sebagai kompensator temperatur pada saat pengukuran serta disertai
monitoring tekanan tanfki untuk memmonitor densitas dari fluida yang diukur.
2. Kisaran harga dari system ini adalah US$3.642,19 atau setara Rp 47.348.470
3. Untuk Realibilitas dari sitem keseluruhan adalah sebesara 0,37. Hal ini disebabkan
karena penerapan Raspberry Pi yang kualitasnya masih dalam skala pendidikan (bukan
untuk skala industr). Dari analisa dapat dilihat bahwa realibiltas dari sensor keseluruhan
sudah mendekati 1, hal ini berarti failur rate dari sistem sensor sudah sangat kecil sekali.
Kemudian jika dikehendaki realibiltas sistem yang tinggi, mungkin hanya perlu
menggati raspberry pi menjadi sebuah komputer bersakala industri sebagai pemroses
datanya.

24
DAFTAR PUSTAKA

[1] http://www.jasaservis.net/pemakaian-dp-transmitter-untuk-pengukuran-level/.htm .
[2] http://www.engineeringtoolbox.com/specific-gravity-liquid-fluids-d_294.html
[3] Rosemount Inc. http://www2.emersonprocess.com/siteadmincenter/pm%20rosemount
%20documen/00816-0100-3208.pdf
[4] Principle of Measurement System. John P. Bentley.
[5] Instrument Engineers Handbook. Process Measurement and Analysis
[6] Pikra , Ghalya .Analisis rugi-rugi panas pada tangki penyimpan panasdalam sistem
pembangkit listrik tenaga matahari.Journal of mechatronic, Electro power and
Vehicular Technology.Bandung.2010
[7] Arias, Robert. Measurement methods for liquid storage tanks.Fuel Maintenance
Grou International.Texas.1998
[8] Sanjaya, Dwi. Perancangan sistem pengendalian leveldan temperatur pada tangki
vertikal dan horizontal.Teknik elektro UI. 2013
[9] Tansov, BP. Challanging abbilities for tank monitoring by means of submerible
density/temperature meters.1995
[10] Bo, chen.Measuring oil weight of crude oil storage tanks based on the density
method. journal of ASEI. 2015
[11] http://agfi.staff.ugm.ac.id/blog/index.php/2012/08/mengenal-raspberry-pi
[12] http://www.ebay.com/itm/Current-to-Voltage-4-20mA-to-0-10V-0-5V-Isolation-
Transmitter-Signal-Converter-/111978085315

25