Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH ELEKTRO TERAPI

(TENS)

OLEH :

MARWATI ( PO713241151022 )

D.III FISIOTERAP

POLTEKKES KEMEKES MAKASSAR

JURUSAN D.III FISIOTERAPI

TAHUN AJARAN 2016


KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
kemudahanya sehingga makalah ELEKTRO TERAPI ini dapat
terselesaikan. Salawat dan salam penyusun kirimkan kepada
Rasululah SAW beserta para pengikutnya yang sholeh.

Makalah ini disusun berdasarkan berbagai sumber dan


literatur.makalah ini disusun agar pembaca dapat menambah
wawasan terutama mengenai Tens. Dalam penyusunan makalah ini,
penyusunan makalah ini,penyusun sadar bahwa terdapat berbagai
kekurangan didalamnya, oleh karena itu kritik dan yang bersifat
membangun sangat penyusun harapkan.

Semoga makalah ini dapat bermamfaat bagi kita semua.

Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu.


Bab 1

pendahuluan

Pengertian TENS

Transcutaneous Electrical Nerve


Stimulation (TENS)merupakan suatu cara penggunaan energi
listrik yang digunakan untuk merangsang sistem saraf dan
peripheral motor yang berhubungan dengan perasaan melalui
permukaan kulit dengan penggunaan energi listrik dan terbukti
efektif untuk merangsang berbagai tipe nyeri. TENS mampu
mengaktivasi baik syaraf berdiameter besar maupun kecil yang
akan menyampaikan berbagai informasi sensoris ke saraf
pusat. Efektifitas TENS dapat diterangkan lewat teori gerbang
kontrol.

A. Bentuk gelombang:

1) Monophasic memiliki bentuk gelombang rectangular,


trianguler dan gelombang separuh sinus searah.

2) Biphasic memiliki bentuk gelombang simetris.


3) Polyphasic ada rangkaian gelombang sinus dan bentuk
interfensi atau campuran

B. Frekuensi Pulse

Frekuesi pulsa merupakan kecepatan/pulsa rate yang


terjadi pada setiap second sepanjang durasi arus listrik yang
mengalir. Frekuensi pulsa dapat berkisar 1-200 pulsa/detik.
Frekwensi juga menyebabkan tipe respon terhadap motoris
maupun sensoris. Frekwensi pulsa tinggi >100 pulsa/detik
menimbulkan respon kontraksi tetanik dan sensibilitas getaran
sehingga otot cepat lelah.

Frekwensi arus listrik rendah cenderung bersiafat iritatif


terhadap jaringan kulit sehingga dirasakan nyeri apabila
intensitas tinggi. Arus listrik frekwensi menengah bersifat lebih
lebih konduktif untuk stimulasi elektris, karena tidak
menimbulkan tahanan kulit atau tidak bersifat iritatif dan
mempunyai penetrasi yang lebih dalam.

C. Tipe Arus TENS

High Frequency TENS

frequency TENS biasa dikenal juga dengan


Conventional TENS.

Diaplikasikan arus frekuensi tinggi dan intensitas


rendah.

Tipe arus ini dapat merangsang serabut afferent


berdiameter besar (A-beta) untuk memblokade
aktivitas nosisensorik; dapat menurunkan pelepasan
neurotrans mitter excitatory seperti aspartate dan
glutamate; dapat meningkatkan pelepasan
neurotransmitter inhibitor seperti gammaHight

-aminobutyric acid (GABA) and serotonin.

Frekuensi yang digunakan adalah > 80 Hz.


High Frequency TENS

Frekuensi > 100 Hz menghasilkan sensasi


paraesthesia yang nyaman tanpa kontraksi otot.

Durasi pulse yang pendek (50 80 s) atau < 150 s,


biasa digunakan adalah 100 s.

Intensitas yang biasa digunakan adalah 12 30 mA.

Lebih efektif diaplikasikan pada nyeri aktualitas tinggi

Low Frequency TENS

Biasa dikenal sebagai acupunture-like TENS.

Diaplikasikan frekuensi rendah dengan intensitas


tinggi.

Low Frequency TENS

Frekuensi yang digunakan adalah 1 5 Hz, atau < 10


Hz, intensitas tinggi yang digunakan adalah > 30 mA.

Durasi pulse panjang yang digunakan adalah > 200 s

Menghasilkan stimulus yang tajam dan muncul seperti


muscle twitch; pasien merasakan paraesthesia dan
kontraksi otot (twitching type).

Secara utama, merangsang serabut afferent A-delta


dan tipe C untuk menghasilkan pelepasan endogenous
opioid yang cukup (pelepasan endorphins dan
encephalin) melalui sistem descendeng pain
suppression memiliki efek blocking terhadap
transmisi sirkuit nyeri.
Low Frequency TENS

Tipe arus ini menghasilkan relatif lebih lama terjadinya


analgesia, tetapi secara khas analgesia yang telah
terjadi dapat berlangsung lama dibandingkan
conventional TENS.

Lebih efektif diaplikasikan pada nyeri aktualitas rendah


(nyeri kronik).

Baik High Frequency TENS dan Low Frequency TENS


menggunakan bentuk gelombang symmetri cal dan
asymmetrical biphasic.

Burst TENS

Menggunakan frekuensi tinggi, durasi pulse yang


singkat, dan intensitas yang tinggi.

Burst TENS adalah serangkaian impuls yang diulang


selama 1 5 kali per detik.

Gabungan/Campuran antara Conventional dan


Acupuncture TENS

Frekuensi pulse trains adalah 1 4 Hz (biasa 2 Hz),


memiliki 2 3 burst/detik, setiap burst berlangsung
selama 70 ms dengan internal frekuensi burst sebesar
100 Hz.

Burst TENS :
Tipe arus ini dapat merangsang serabut afferent
berdiameter besar (A-beta) dan merangsang serabut
afferent A-delta pada saat yang sama.

Brief Intense TENS

Tipe ini dapat digunakan untuk mencapai penurunan


nyeri yang cepat.

Beberapa pasien merasakan stimulus yang sangat


kuat dengan durasi pulse yang cukup.

Brief Intense TENS

Bentuk ini menggunakan frekuensi yang tinggi (100


150 Hz atau 80 130 Hz) dan durasi pulse yang
panjang (150 250 s atau > 200 s).

Waktu terapi yang digunakan adalah 15 30 menit.

Transmisi energi listrik ke pasien relatif tinggi


dibandingkan dengan tipe TENS lainnya.

Bentuk arus ini efektif digunakan untuk nyeri hebat


seperti skin debridement.

Penggunaan aplikasi TENS

a. Aplikasi TENS pada ischialgia

Ishialgia berasal dari kataischialgia yang berarti


pinggul dan algos yang berarti nyeri. nyeri ini
terasa pada punggung bawah dan panggul lalu
menjalar turun hingga ke paha dan kaki. Penyebab
utamanya adalah disfungsi dari nervus ishiadicus.
Nervus ishiadicus merupakan saraf terpanjang pada
tubuh manusia. Saraf ini berasal dari spinal lse
zcord menuju kebagian belakang kaki dengan
melawati panggul. Ischialgia dan ini dapat terjadi
pada setiap bagian II ischiadicussevbelum ia
muncul pada permukaan belakang tungkai. Nervus
ischiadicus terletak antara musculus firiformis dan
musculus obturatorius internus jika dari luar
tepatnya pada bagian paha dan samping.

Untuk nyeri anggota gerak secara umum Bila


TENS digunakan untuk memodulasi nyeri yang
terjadi pada seluruh bagian anggota gerak maka
digunakan metode FLOOD. Yaitu satu di letakkan
pada daerah spinal dan yang satunya di letakkan
pada daerah nyeri yang lainnya

b. Aplikasi TENS pada Neck Pain

Pada saat stimulasi nyeri menggunakan


Transcutaneous elektricl Nerve Stimulation (TENS )
pasien akan berkonsentrasi pada rasa stimulati
Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation. Rangsangan
akan dihantarkan melalui serabut

c. Aplikasi TENS pada shoulder pain


Posisi pasien : pasien berbaring terlentang

Pelaksanaan :

Diletakan pada anterior dan posterior


glenohumeral joint bahu kiri pasien
nyalakan alat dengan mengatur waktu 10
menit dan intensitas sesuai toleransi pasien
setelah selesai matikan alat rapikan kembali.
-