420 Bagian Tiga Pencegahan dan Pendeteksian Kecurangan
STUDI KASUS
Studi kasus I
Plutonium adalah perusahaan jasa internet yang sedang berkembang, yang didirikan
pada 1988 pada awal ledakan teknologi. Salah satu permasalahan terbesar bagi
Plutonium adalah mengembangkan sistem teknologi yang diperlukan untuk
mendukung cepatnya perkembangan berbasis pengguna. Selanjutnya, karena adanya
ekspansi yang cukup cepat pada beberapa tahun terakhir, banyak sistem yang telah
ditambahkan dengan tergesa-gesa, yang
Bab 10: Pernyataan Perang terhadap Kecurangan: Sebuah Tinjauan
mengakibatkan adanya integrasi yang buruk dan hilangnya integritas data. Sebagai
akibatnya, CEO Plutonium mengumumkan suatu inisiatif untuk mengintegrasikan semua
sistem dan meningkatkan kualitas data internal. Didasarkan pada inisiatif ini, Plutonium
membeli sistem penagihan yang kompleks dan mahal yang disebut Gateway, yang akan
melakukan penagihan secara otomatis kepada ribuan akun internet melalui kartu kredit.
Selama integrasi, Gateway yang bekerja sama dengan Visa, membuat nomor kartu kredit
fiktif yang dapat digunakan pengembang dan programeruntuk menguji fungsionalitas dan
integrasi sistem Gateway. Lebih lanjut, nomor kartu kredit ini berfungsi sepenuhnya pada
lingkungan secara langsung sehingga penguji dan pengembang dapat memastikan
fungsionalitas tanpa perlu menggunakan nomor kartu kredit pribadi atau perusahaan
(aktivitas pada kartu kredit ini tidak diawasi). Integrasi berjalan lancar; namun membuat
ribuan akun rusak, sehingga diperlukan perbaikan.
Jonathan, Operasional, bertanggung jawab terhadap upaya penyelesaian seluruh
permasalahan integritas data. Timnya ditugaskan untuk memperbaiki seluruh kerusakan
yang timbul saat sistem Gateway dikeluarkan dan diintegrasikan. Sebagai hasilnya,
Jonathan diberi nomor kartu kredit fiktif yang dituliskan pada sebuah catatan kecil di lacinya.
Salah satu pegawai terbaik pada Departemen Operasional adalah pria berusia 29 tahun
bernama Chris. Chris telah bekerja pada Departemen Operasional selama lebih dari satu
tahun dan dibayar $ 15 perjam, gaji yang sama seperti di tempatnya bekerja dulu. Ia adalah
seorang yang
manajer Departemen
tertutup, yang bekerja untuk membiayai keluarganya dan juga kuliahnya. Chris adalah
individu dengan penguasaan teknologi terbaik dalam tim, dan pengetahuannya terkait
sistem secaraketeluruhan bahkan melebihi manajernya, Jonathan. Chris terlihat cukup
cerdas dalam membuat alat dan metode yang lebih efisien untuk memperbaiki kerusakan
akun. Oleh karena itu, Chris ditugaskan untuk melakukan pelatihan bagi pegawai baru dan
memperbarui anggota tim dengan menggunakan proses dan alat yang baru dibuatnya.
Hasilnya, Chris cepat mendapatkan kepercayaan menjadi anggota tim yang cukup berkelas;
sehingga Jonathan memberikannya dan anggota tim lainnya nomor kartu kredit fiktif untuk
meningkatkan produktivitas tim.
Namun, setelah enam bulan bekerja untuk Plutonium, Chris mendapat teguran
resmi dari perusahaan karena menggunakan sistem perusahaan untuk mengakses
situs yang berisi perangkat lunak dan musik bajakan. FBI
421
melakukan investigasi dan menetapkan bahwa Chris bukan pemeran utama dalam
pembajakan tersebut. Oleh karena itu, Chris diperingatkan secara diam-diam dan menjalani
masa percobaan jangka pendek. Jonathan diminta untuk membuat surat peringatan untuk
tindakan ini; namun, setelah percakapan singkat dengan Chris, Jonathan memutuskan
bahwa niat Chrisbaik dan tidakpernah secara resmi memberikan surat tersebut karena Chris
merupakan pegawai yang dapat dipercaya dan meningkatkan kinerja tim secara
keseluruhan. Beberapa bulan setelah insiden pembajakan, Jonathan menyadari beberapa
perubahan pada perilaku Chris, seperti (a) ia memindahkan posisi monitor komputernya,
sehingga layarnya tidak terlihat oleh rekan kerja lainnya, (b) ia memiliki hampir semua
inovasi teknologi terbaru (Palm Pilot baru, pemutar MP3, Play Station, laptop baru, dan
sistem stereo mobil yang baru), (c) ia lebih sering makan siang di luar kantor, dan (d) ia
sering menggunakan berbagai nama pengguna dan kata sandi fiktif untuk tujuan pengujian.
Pertanyaan
1. Evaluasi kasus ini menggunakan tiga elemen segitiga
kecurangan untuk mengidentifikasi: a. Potensi tekanan yang dirasakan Chris untuk
melakukan kecurangan. b. Potensi kesempatan yang dimiliki Chris untuk
melakukan kecurangan. c. Potensi rasionalisasi yang digunakan Chris untuk
melakukan kecurangan. Sebutkan beberapa indikator kecurangan yang ada
pada situasi ini? 3. Apa yang dapat dilakukan Jonathan untuk mengeliminir sejumlah
kesempatan untuk melakukan kecurangan?
Studi Kasus 2
Derek bekerja di perusahaan konsultasi global terkemuka. Perusahaannya memiliki
spesialisasi dalam membantu perusahaan menganalisis para pegawai, proses, sistem, dan
strategi yang ada diperusahaan tersebut. Derek dipekerjakan di kantor San Fransisco dan
mengikuti pelatihan selama beberapa minggu untuk membantunya memahami metodologi,
teknologi, dan budaya perusahaan. Perusahaan mencari orang-orang yang cerdas yang
telah menunjukkan catatan keberhasilannya disekolah, pekerjaan, atau aktivitas
ekstrakurikuler sebelumnya. Perusahaan menilai bahwa orang-orang semacam ini
merupakan orang yang paling