Anda di halaman 1dari 14

AUDITING

CRAZY EDDIE, INC.

Disusun oleh:

Supardi Sahabu 12.06.00186

Program Magister Akuntansi


Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPN
YOGYAKARTA
2008
Case Audit:
CRAZY EDDIE, INC.

A Latar Belakang Masalah

Eddie Antar dari lahir hingga besar, tinggal bersama keluarga Syrian ada tahun
1947. Setelah keluar dari SMU pada umur 16 tahun, Antar memulai menjajakan
pesawat televisi di lingkungan Brooklyn. Dalam beberapa tahun, Antar dan salah satu
sepupunya bekerja bersama-sama dan menghasilkan cukup uang untuk membuka toko
elektronik di dekat Pulai Coney. Ini merupakan toko kecil yang Antar beri nama “Crazy
Eddie.” Ketika pelanggan mencoba untuk meninggalkan toko dengan tangan kosong,
Antar akan menghalangi jalan keluar, terkadang mengunci pintu hingga individu
tersebut setuju untuk membeli sesuatu-apapun. Untuk memikat pelanggan yang segan
untuk melakukan pembalian, Antar pertama-tama menanyakan produk mana yang
sedang dipertimbangkan oleh pelanggan dan kemudian menurunkan harga hingga
pelanggan tersebut akhirnya menyerah.
Pada awal tahun 1980, penjualan pada industri elektronik konsumen meledak,
menjadi 2 kali lipat pada 4 periode tahun dari 1981 sampai 1984 sendiri. Karena
permintaan masyarakat untuk produk elektronik tumbuh senantiasa meningkat, Antar
mengubah toko Crazy Eddie menjadi sepermarket elektronik konsumen. Antar
menyimpan rak-rak dari outlet ritel Crazy Eddie dengan setiap alat elektronik dia bisa
mendapatkan dan bisa mendapatkan berbagai macam merek dari produk-produk
tersebut sebanyak mungkin. Pada 1987, perusahaan mengutamakan 7 lini produk.
Berikut adalah lini produk itu dan persentase dari penjualan yang mereka hitung pada
laporan laba rugi perusahaan tahun 1987.
Televisi 53%
Audio dan sistem audio 15%
Portable dan personal elektronik 10%
Car stereos 5%
Asesoris dan tape 4%
Komputer dan games 3%
Berbagai macam barang – termasuk microwave,
AC, dan alat2 rumah tangga kecil 10%
Total 100%

2
Karena perusahaannya tumbuh dengan cepat selama akhir tahun 1970an dan
awal 1980an, Antar mulai menggali kelonggaran harga yang besar dari supliernya.
Kemampuannya untuk membeli produk elektronik dalam kuantitas besar dan memotong
tingkat harga memungkinkan dia untuk menjadi “transhipper”, atau suplier tambahan,
dari barang-barang ini menjadi retailer elektronik konsumen yang lebih kecil di area
New York City. Meskipun pabrik tidak menyukai pada prakteknya dan sering
mengancam untuk menghentikan penjualan kepadanya, Antar secara berkelanjutan
meningkatkan skala operasi transhippingnya
Kebijakan diskon Crazy Eddie disajikan sebagai tema pusat dari kampanye
periklanan perusahaan. Perusahaan berjanji untuk mengembalikan perbedaan antara
harga jual produk dan harga terendah lainnya untuk item yang sama yang customer
temukan selama 30 hari dari tanggal pembelian. Meskipun serangan periklanan
diharapkan untuk menyakinkan publik bahwa Crazy Eddie telah memberikan diskon
yang paling murah, harga perusahaan pada banyak produk berada garis dengan
kompetitor utamanya. Staff penjualan perusahaan secara rutin mengalihkan perhatian
konsumen kepada outlet-outlet Crazy Eddie dengan ”diiklankan khusus” ke kualitas
produk yang paling bagus dan profit margin produk yang paling tinggi.
Pada 1983, Antar memutuskan untuk menjual saham di Crazy Eddie untuk
meningkatkan modal untuk membiayai program perluasan agresifnya. Perusahaan
penjamin yang disewa oleh Antar menunda initial public offering Crazy Eddie untuk
lebih dari 1 tahun setelah menemukan bahwa catatan keuangan perusahaan adalah
dalam kekacauan. Di antara masalah lain yang belum ditangani oleh penjamin adalah
secara luas berhubungan dengan transaksi kelompok, pinjaman bebas bunga untuk
karyawan, dan investasi spekulatif yang tidak berhubungan dengan lini bisnis utama
perusahaan. Perusahaan penjamin juga terganggu untuk mengetahui bahwa hampir
semua eksekutif utama perusahaan adalah anggota dari keluarga Antar. Individu-
individu tertentu, termasuk istri dan ibu Antar, menerima gaji mendekati $100,000
untuk sedikit pekerjaan atau tidak bekerja.
Untuk menyiapkan initial public offering, penjamin memastikan Antar, dewan
komisaris dan presiden Crazy Eddie, untuk membersihkan catatan akuntansi perusahaan
dan masalah keuangan. Penjamin juga meminta Antar untuk menyewa seorang chief
financial officer (CFO) yang telah berpengalaman dengan perusahaan publik dan yang
bukan merupakan anggota dari keluarga Antar. Penjamin memperingatkan Antar bahwa
investor akan menanyakan kemampuan eksekutif Crazy Eddie yang adalah keluarganya.

3
Walaupun penjamin memperingatkan, Antar mempekerjakan adiknya, Sam E. Antar –
yang menjadi terkenal di dalam perusahaan sebagai “Sam seorang CPA (akuntan)”
untuk membedakannya dari ayahnya dengan nama yang sama – untuk bekerja sebagai
CFO Crazy Eddie.

Perubahan Ketidakberesan Akuntansi


Penyelidikan yg luas tentang catatan keuangan Crazy Eddie oleh pemilik
yang baru dan otoritas pengatur memuncak pada tuduhan kecurangan yang diajukan
terhadap Eddie Antar dan rekanan terdahulunya. SEC menuduh bahwa setelah Crazy
Eddie go publik pada tahun 1984, Antar menjadi asyik dengan harga saham
perusahaannya. Antar menyadari bahwa Crazy Eddie harus membuat catatan posting
hasil kegiatan operasi yang mengesankan untuk memelihara kecenderungan harga
saham yg naik. Suatu penyelidikan SEC mengungkapkan bahwa dalam enam bulan
yang pertama setelah perusahaan go publik, Antar memerintah seorang bawahan untuk
mencatat persediaan lebih tinggi dari $ 2 juta, menghasilkan laba bruto perusahaan yang
overstate dalam jumlah yang sama. Pada tahun berikutnya Antar meminta persediaan
akhir tahun untuk dicatat overstate sebesar $ 9 juta, dan hutang dagang dikecilkan
sebesar $ 3 juta. Pengadilan mencatat bahwa karyawan Crazy Eddie mencatat
persediaan akhir tahun lebih tinggi dengan menyiapkan count sheet persediaan untuk
item yg tidak ada. Untuk mencacat hutang dagang yang lebih tinggi, karyawan
menyiapkan memo debet palsu dan memasukkan ke dalam catatan akuntansi
perusahaan.
Kebanyakan kritik yg ada saat ini dipicu oleh skandal crazy eddie yg
disebabkan oleh Main Hurdman dan Suksesornya Peat Marwick. Laporan yang terbit
saat ini menyarankan untuk Main Hurman harus mengenakan Crazy Eddie Fee/biaya
untuk audit perusahaan tahunan. Dalam satu tahun, KAP hanya mengenakan Crazy
Eddie biaya sebesar 85.000 dollar untuk audit independen secara penuh-audit dari
perusahaan yang memiliki pendapatan ratusan juta dollar. Kritik utama dari kebanyakan
KAP menuduh Main Hurdman memiliki ‘lowballed” untuk memperoleh kredit dari
Crazy Eddie, melihat bahwa hal tersebut dapat memperbaiki pendapatan audit yang
hilang dengan menjual jasa konsutasi perusahaan. Dalam satu tahun, Main Hrdman
hanya mengenakan Crazy Eddie biaya sebesar 85.000 dollar untuk mengaudit secara
penuh perusahaan Crazy Eddie-bisnis yang bernilai ratusan juta dollar dalam laporan
keuangannya, Lusinan toko retail dan 2 gedung besar. Dalam waktu yang sama Main

4
Hurdman telah mengenakan penawaran harga dasar sebesar 85.000 dollar untuk
melaksanakan audit.dan Divisi konsultannya juga telah mengenakan crazy eddi biaya
sebesar jutaan dollar untuk mengkomputerisasi sistem persediaan crazy eddie.
Kebanyakan dari kritik ditujukan pada auditornya Crazy Eddie yang berasal dari
kegagalan mereka untuk membongkar inventori yang dilaporkan terlalu tinggidan
hutang yang dilaporkan terlalu rendah. Pihak ketiga yang menyimpan file yang
menuduh auditor " membantu dan bersekongkol" dalam kecurangan (fround) dimana
banyak kecurigaan yang ditemukan oleh pihak ketiga tsb. Sebagai tambahan, terdapat
beberapa kejadian dimana auditor meminta dokumen klien, hanya untuk menceritakan
bahwa dokumen itu telah hilang atau dengan tidak sengaja rusak.
Dalam pembelaan Peat Marwick dan Main Hurdman’s, Antar dan rekan
sejawatnya sedang mengusahakan suatu rencana berskala besar untuk membohongi
auditor. Sebagai contoh, setelah mengetahui dimana tempat persediaan yang akan
dikunjungi oleh auditor pada akhir tahun, Antar mengirimkan persediaan yang cukup
untuk toko-toko dan gudang untuk menyembunyikan kekurangannya. Demikian juga,
personil Crazy Eddie secara sistematis memusnahkan dokumen-dokumen yang dapat
membuktikan kejahatan untuk menyembunyikan kekurangan persediaan dari auditor.
Antar juga memerintahkan karyawannya untuk mengesampingkan orang-orang yang
pintar, sistem persediaan berbasis komputer yang didesain oleh Main Hurdman dan
kembali pada sistem persediaan manual yang ketinggalan jaman yang dulu digunakan
oleh perusahaan. Ketiadaan atas sistem persediaan berbasis komputer ini akan membuat
kesulitan untuk auditor untuk memeriksa secara tepat bagaimana persediaan perusahaan
memiliki hal pada saat itu.
Suatu keterangan-keterangan yang mengganggu terhadap skandal Crazy Eddie
menyangkut keterlibatan atas beberapa karyawan kunci bagian akuntansi di dalam
berbagai macam tindakan kecurangan. Kelompok ini termasuk direktur dari staf audit
internal , pengawas tindakan, dan direktur utang dagang. Kegagalan audit yang lalu
menunjukkan bahwa suatu kecurangan melibatkan banyak kolusi dari eksekutif klien,
keterangan-keterangan personil kunci bagian akuntansi sangat sulit sekali ditemukan
oleh auditor.

5
B. Pertanyaan
Soal 1
Hitung rasio-rasio dan pengukuran keuangan lainnya untuk Crazy Eddie, Inc.
selama periode 1984-1987. Identifikasi dan berikan penjelasan dengan
singkat tentang red flag pada laporan keuangan crazy eddie yang diusulkan
perusahaan yang ditempatkan pada tingkat resiko audit yang lebih tinggi
dari pada normal.

Soal 2
Identifikasikan prosedur audit khusus yang mungkin dilakukan untuk mendeteksi
kepastian adanya tindakan kecurangan dan ketidakberesan akuntansi yang dilakukan
oleh personil di Crazy Eddie: a). pemalsuan penghitungan sheet/lembar persediaan, b).
memo debit palsu untuk utang dagang, c). mencatat transaksi transshipping sebagai
sales retail (penjualan eceran), dan d). memasukkan penerimaan barang dagangan pada
akhir tahun persediaan.
Soal 3
Retail konsumen industry elektronik sedang mengalami perubahan yang dramatis dan
cepat sepanjang tahun 1980. Diskusikanlah bagaimana perubahan dalam audit industry
klien akan mempengaruhi keputusan perencanaan audit. Hubungkan diskusi ini dengan
Crazy Eddie.
Soal 4
Jelaskan apa yang tersirat pada istilah lowballing pada konteks audit. Bagaimana bisa
praktik ini berpotensi mempengaruhi kualitas dari jasa audit independen?
Soal 5
Asumsikan bahwa anda adalah anggota dari tim audit Crazy Eddie pada tahun 1986.
Anda telah ditugaskan untuk menguji prosedur cut-off persediaan klien pada akhir
tahun. Anda memilih 30 invoice yang dimasukkan pada catatan akuntansi yang paling
dekat dengan akhir tahun: 15 pada beberapa hari sebelum akhir tahun fiskal klien dan
15 pada beberapa hari pertama di awal tahun. Asumsikan bahwa personel klien tidak
dapat untuk menempatkan 10 dari invoice tersebut. Tugas apa yang harus dilakukan
yang nantinya paling tepat untuk menyelesaikan masalah ini dan mengapa?
Soal 6
Haruskah perusahaan diijinkan untuk memperkerjakan individu yang secara formal
disediakan oleh auditor independen mereka? Diskusikan pro dan kontra dari praktik ini.

6
C. Jawaban Case Audit:

1. Rasio keuangan untuk Crazy Eddie, Inc. Laporan Keuangan periode 1984-1987
Rasio 1984 1985 1986 1987
1. Current Ratio 0,93 X 1,56 X 1,40 X 2,41 X
2. Quick Ratio 0,15 X 0,77 X 0,60 X 1,40 X
3. Acid Ratio 0,15 X 0,77 X 0,24 X 0,28 X
4. Inventory Turnover 5,88 X 5.14 X 4,38 X 3,23 X
5. Total Assets Turnover 3,75 X 2,08 X 2, 07 X 1,20 X
6. Debt Ratio 82,98% 63,59% 66,43% 68,37%
7. Profit Margin 2,75% 4,28% 5,05% 3,01%
8. Return on Assets (ROA) 10,32% 8,90% 10,43% 3,59%
9. Return on Equity (ROE) 60,62% 24,43% 31,07% 11,36%
10.Earnings per Share (EPS) $ 0.18 $ 0.24 $ 0.48 $ 0.34

Rasio keuangan yang perlu mendapat perhatian khusus oleh auditor berkenaan
dengan perencanaan audit dengan penetapan tingkat risiko audit yang tinggi, adalah:
 Rekening Persediaan (Inventory) yang cukup tinggi terjadi pada tahun 1986 dan
terus naik sampai tahun 1987, yang memang menaikkan tingkat rasio current
(likuiditas) perusahaan akan tetapi kenaikan ini hanya berasal dari adanya
kenaikan jumlah persediaan yang dilaporkan dalam laporan keuangan yang
sebenarnya merupakan penipuan (fraud) yang dilakukan oleh Eddie Antar dan
rekan. Efek dari kesalahan ini berakibat pada tidak akuratnya perhitungan rasio
lancar (current ratio) dan perbandingan utang pada modal (debt to equity ratio).
 Perusahaan mengalami kekurangan jumlah uang tunai kas yang tersedia, dimana
tidak terdapat jumlah yang cukup. Sebagian besar aktiva terserap pada piutang,
investasi, dan persediaan yang besar, sehingga perusahaan mengalami kesulitan
keuangan dalam membayar utang perusahaan. Perusahaan sedang mengalami
masalah likuiditas yang sangat parah (ilikuid).
 Perputaran persediaan (Inventory turnover) mengalami penurunan terus-menerus
sejak tahun 1984-1987. Menandakan bahwa perusahaan mengalami penurunan
penjualan persediaan (alat-alat elektronik).
 Perbedaan saldo rekening yang cukup besar antara data keuangan tahun berjalan
dengan tahun sebelumnya yang digunakan dalam perbandingan merupakan
suatu gejala fluktuasi yang tidak biasa, sehingga apabila terdapat fluktuasi yang
tidak biasa dengan jumlah besar dari hasil pembandingan maka audit harus

7
menemukan alasan apakah hal itu terjadi karena kekeliruan/kelainan atau karena
indikasi kecurangan yang dilakukan oleh pihak manajemen Crazy Eddie, Inc.

Saya berpendapat bahwa laporan keuangan yang dikeluarkan oleh Crazy Eddie
mengandung salah saji yang material. Untuk itu, auditor harus melaporkan hal ini
kepada komite audit untuk mendiskusikan hal ini.
SPAP SA Seksi 512 p. 04 menyatakan:
Laporan keuangan mengandung salah saji material apabila laporan keuangan tersebut
mengandung salah saji yang dampaknya, secara individual atau keseluruhan, cukup
signifikan sehingga dapat mengakibatkan laporan keuangan tidak disajikan secara
wajar, dalam semua hal yang material, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum di Indonesia. Salah saji dapat terjadi sebagai akibat dari kekeliruan atau
kecurangan.

SPAP SA Seksi 512 p. 05 menyatakan:


Dalam perencanaan audit, auditor berkepentingan dengan masalah-masalah yang
mungkin material terhadap laporan keuangan. Auditor tidak bertanggung jawab untuk
merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai bahwa
salah saji, yang disebabkan karena kekeliruan atau kecurangan, tidak material
terhadap laporan keuangan.

2. Prosedur audit khusus yang dapat dilakukan oleh auditor untuk mendeteksi dan
memastikan adanya tindakan kecurangan dan ketidakberesan akuntansi yang
dilakukan oleh personil dalam Crazy Eddie, Inc. dalam kondisi berikut:
a) Pemalsuan sheet perhitungan persediaan
• Menghitung jumlah fisik persediaan yang ada di perusahaan dan toko-
toko yang dimiliki dan gudangnya dan juga jumlah uang kas yang
tersedia.
• Melakukan perhitungan analitis untuk mengetahui adanya kesalahan
(error) atas penyajian saldo rekening yang berlebihan (overstated)
persediaan pada laporan keuangan perusahaan.
• Menginspeksi seluruh kegiatan operasi perusahaan secara teliti dan
mendalam atas dokumen, catatan, dan mengevaluasi seluruh dokumen
khususnya yang berkaitan dengan persediaan yang dimiliki oleh
perusahaan.
• Menelusur aliran kegiatan transaksi dan arus barang dari penerimaan
sampai dengan penjualan dan kartu persediaan ( yang menggunakan
sistem perpetual).
b) Memo debit palsu untuk utang dagang

8
• Menelusur memo debit ke buku pembantu utang dagang.
• Mengkonfirmasi saldo utang dagang tersebut kepada setiap supplier
perusahaan untuk mencocokkan dengan jumlah saldo utang yang ada di
perusahaan.
• Mengecek jurnal pengeluaran kas yang berhubungan dengan
penghapusan saldo rekening utang dagang pada setiap transaksi.
• Mewawancarai personil yang bertugas di bagian kredit (utang) dengan
bagian otorisasi persetujuan kredit.
c) Pencatatan transaksi transhipping sebagai penjualan eceran (sales retail).
• Pengajuan pertanyaan yang berkaitan dengan pelaksanaan transaksi
transhipping tersebut dengan tugas-tugas personil perusahaan.
• Observasi kegiatan perusahaan dalam transhipping dan toko-tokonya.
• Menginspeksi atas dokumen dan laporan yang menunjukkan
pelaksanaan transaksi tersebut.
• Mereview ulang kontrak kerjasama antara perusahaan dengan para
supplier utama perusahaan dan pabriknya.
d) Memasukkan penerimaan barang dagangan pada akhir tahun.
Tindakan ini tentu saja untuk menutupi adanya kekurangan persediaan yang
terjadi, sehingga untuk menipu para auditor agar tidak dapat menemukan
salah saji yang terjadi. Untuk mencegah hal tersebut, auditor dapat
melakukan prosedur sebagai berikut:
• Verifikasi departemen pembelian mengenai kesesuaian antara jumlah
fisik persediaan dengan catatan kartu persediaan mengenai kuantitas,
keterangan, dan harga barang.
• Menelusur data transaksi dari bukti transaksi dan jurnal ke pendebetan
dan pengkreditan dalam rekening-rekening persediaan untuk kelompok-
kelompok transaksi yang berkaitan.
• Melakukan kunjungan ke gudang perusahaan dan melakukan pengecekan
langsung mengenai jumlah fisik persediaan, dan
• Menguji kembali catatan dan hasil penghitungan akhir jumlah persediaan
menurut catatan perusahaan dengan hasil penghitungan auditor untuk
menemukan dugaan salah saji material terhadap persediaan.

9
SPAP SA seksi 317 p.11 menjelaskan:
Prosedur audit tambahan yang dipandang perlu antara lain:
a. Memeriksa dokumen-dokumen pendukung, seperti faktur, cek/giro dan surat
perjanjian yang dibatalkan, dan membandingkannya dengan catatan akuntansi.
b. Mengkonfirmasi informasi signifikan yang berkaitan dengan unsur pelanggaran
kepada pihak luar atau pihak perantara seperti bank dan penasihat hukum.
c. Menentukan apakah otorisasi semestinya telah diperoleh atas transaksi yang
berkaitan dengan unsur tindakan pelanggaran hukum.
d. Mempertimbangkan apakah transaksi atau kejadian lain serupa mungkin juga telah
terjadi, dan menerapkan prosedur untuk mengidentifikasinya.

3. Tahapan yang sangat penting dalam setiap audit adalah perencanaan, karena
perencanaan mengatur mengenai urutan setiap bagian atau tahapan untuk mencapai
tujuan yang diinginkan. Standar pekerjaan lapangan pertama dalam standar auditing
menyatakan bahwa:
”Pekerjaan harus direncanakan dengan sebaik-baiknya dan jika
digunakan asisten harus disupervisi dengan semestinya.”
(Buku Auditing 1 , Al. Haryono Jusup)
Auditor harus merencanakan audit dengan sikap skeptis profesional dengan
berbaai hal seperti integritas manajemen, kekeliruan, dan ketidakberesan, dan
tindakan yang melawan hukum. Dalam kasus skandal Eddie Antar ini, saya
berpendapat bahwa auditor dalam menyusun program auditnya dalam perencanaan
audit harus merevisi program audit yang dijalankannya untuk menemukan salah saji
material dan tindakan kecurangan lainnya yang dilakukan oleh Eddie Antar dan
rekan.
Seperti nampak dalam standar audit berikut ini:
Perencanaan audit meliputi pengembangan strategi menyeluruh pelaksanaan dan
lingkup audit yang diharapkan. Sifat, lingkup, dan saat perencanaan bervariasi dengan
ukuran dan kompleksitas entitas, pengalaman mengenai entitas, dan pengetahuan
tentang bisnis entitas. (SA seksi 311 p. 03)

Auditor harus mempertimbangkan risiko audit dan materialitas baik dalam:


(a) Merencanakan audit dan merancang prosedur audit, dan
(b) Mengevaluasi apakah laporan keuangan secara keseluruhan disajikan secara
wajar, dalam semua hal yang material, sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku umum di Indonesia. (SA seksi 312 p. 12)

4. Auditor berada dalam bisnis dalam menyediakan jasa atestasi laporan keuangan
kepada kliennya. Lowballing adalah praktek penetapan fee dibawah atau sama
dengan biaya audit untuk mendapatkan klien baru, dapat melanggar pasal mengenai
independensi dalam Kode Etik Profesional.

10
Dalam konteks audit, lowballing sangat tidak etis dan telah melanggar prinsip dan
etika seoarang auditor. Efek yang dapat ditimbulkan adalah kualitas audit yang
dihasilkan oleh auditor tersebut sangat jelek dan tentu saja tidak independen karena
mendapat pengaruh dari klien atau perusahaan. Sehingga akan merugikan pihak lain
terutama para pengguna laporan keuangan yang diterbitkan karena mengandung
salah saji material dan telah melakukan pembohongan publik.
SA Seksi 150 seksi dalam standar umum kedua berbunyi:
“Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap
mental harus dipertahankan oleh auditor“.

5. Auditor perlu melakukan pengujian substantif pada tanggal interim sebelum neraca
sebelum untuk mengidentifikasi adanya kejadian atau peristiwa yang mencurigakan
yang dilakukan oleh pihak klien.
“Pengujian audit pada tanggal interim memungkinkan pertimbangan dini atas hal-hal
signifikan yang mempengaruhi laporan keuangan akhir tahun (sebagai contoh, transaksi
antarpihak yang memiliki hubungan istimewa, kondisi yang berubah, pernyataan standar
akuntansi yang baru, dan pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian).
Di samping itu, banyak bagian perencanaan audit, termasuk upaya memperoleh
pemahaman atas pengendalian intern, penentuan tingkat risiko pengendalian, dan
penerapan pengujian substantif atas transaksi, dapat dilakukan sebelum tanggal neraca”
(SPAP SA seksi 313 p. 02)

Pengujian subtantif atas transaksi:


 Prosedur yang dirancang untuk menguji kekeliruan atau kelainan dalam
jumlah/nilai uang yang secara langsung mempengaruhi kebenaran saldo-saldo
laporan keuangan.
 Tujuan menentukan apakah setiap transaksi akuntansi klien sudah diotorisasi
dengan tepat, dicatat serta diikhtisarkan di dalam jurnal dengan benar, dan
dibukukan di dalam buku besar tambahan dan buku besar umum dengan benar
pula.
Pengujian atas Rincian Saldo:
 Memusatkan pada saldo akhir buku besar untuk Neraca maupun Laba Rugi
(umumnya menekankan Neraca).
misal : untuk penjulan :
 Pengujian dilakukan terhadap piutang usaha dan penjualan.
 Prosedur audit : - konfirmasi piutang usaha , pengujian pisah batas (cut off).
Prosedur-prosedur pengujian yang dapat dilakukan auditor adalah:

11
a. pencocokan ke dokumen pendukung atas setiap pengkreditan dengan pendebetan
ke rekening saldo transaksi yang berkaitan dengan invoice tersebut.
b. Menelusur data transaksi dari dokumen dasar. Bila memungkinkan, hal ini
dilakukan dengan menelusur data ke jurnal penjualan dan selanjutnya menelusur
posting dari jurnal penjualan ke rekening penjualan di buku besar.

6. Perusahaan dapat saja mempekerjakan auditor intern dalam membantu pelaksanaan


tugas audit. Karena auditor tentu saja sangat membutuhkan peran auditor intern
perusahaan untuk menjelaskan aktivitas audit yang telah dijalankan selama ini
kepada perusahaan. Hal yang perlu diperhatikan bahwa, selama auditor tersebut
tetap dapat mempertahankan independensinya sebagai seorang auditor dan tidak
terpengaruh dengan manajemen. Namun jika auditor merasa akan dirugikan dengan
auditor intern tersebut, maka sebaiknya dia memutuskan untuk tidak
mempekerjakan auditor itu dalam pekerjaan auditnya karena akan mengganggu
independensi dan kualitas audit.

SA Seksi 322 p. 02 – 05, menyatakan:


02 Salah satu tanggung jawab auditor dalam audit atas laporan keuangan berdasarkan
standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia adalah untuk memperoleh bukti
audit kompeten yang cukup sebagai dasar memadai untuk menyatakan pendapat atas
laporan keuangan entitas. Dalam memenuhi tanggung jawab ini, auditor mempertahankan
independensinya dari entitas tersebut.

03 Auditor intern bertanggung jawab untuk menyediakan jasa analisis dan evaluasi,
memberikan keyakinan dan rekomendasi, dan informasi lain kepada manajemen entitas dan
dewan komisaris, atau pihak lain yang setara wewenang dan tanggung jawabnya. Untuk
memenuhi tanggung jawabnya tersebut, auditor intern mempertahankan objektivitasnya
yang berkaitan dengan aktivitas yang diauditnya.

04 Tanggung jawab penting fungsi audit intern adalah memantau kinerja pengendalian
entitas. Pada waktu auditor berusaha memahami pengendalian intern,3 ia harus berusaha
memahami fungsi audit intern yang cukup untuk mengidentifikasi aktivitas audit intern
yang relevan dengan perencanaan audit. Lingkup prosedur yang diperlukan untuk
memahaminya bervariasi, tergantung atas sifat aktivitas audit intern tersebut.

05 Auditor biasanya harus meminta keterangan kepada manajemen yang bersangkutan dan
staf audit intern mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan auditor intern berikut ini:
1. Status auditor intern dalam organisasi entitas.
2. Penerapan standar profesional
3. Perencanaan audit, termasuk sifat, saat, dan lingkup pekerjaan audit.
4. Akses ke catatan dan apakah terdapat pembatasan atas lingkup aktivitas mereka.
CONTOH KASUS YANG SAMA TERJADI DI INDONESIA:

12
KASUS PT. KIMIA FARMA Tbk., yakni berkaitan dengan penggelembungan
keuntungan (overstated) dalam laporan keuangan pada semester I tahun 2002.

Latar Belakang:

- Terjadi penggelembungan keuntungan (overstated) senilai Rp. 32,7


Miliar yang seharusnya Rp. 99,3 M ditulis menjadi Rp. 132 M.

- Kesalahan penyajian pada laporan keuangan yang berakhir pada 31


Desember 2001 yang terjadi pada unit Industri Bahan Baku, Logistik
Sentral, dan Unit Pedagang Besar Farmasi.

- Terjadi masalah penipuan, ketidakpercayaan masyarakat terhadap Kantor


Akuntan Publik KAP) dan perusahaan-perusahaan yang Go Public.

Kesalahan yang terjadi:

a. Terjadi kesalahan penilaian persediaan barang jadi dan kesalahan pencatatan


penjualan tahun 2001.

b. Tahun 2001 PT. Kalbe Farma go public dengan auditor → HTM, auditor in
charge Ludovicus Sensi Wandabio (LSW)

c. Laporan keuangan Audit KAEF per 31 Desember 2001 adalah UNQUALIFIED


(Wajar Tanpa Pengecualian).

d. Denda oleh Bapepam: Denda KAEF 500 juta. Sedangkan denda Direksi 1 Miliar
karena sengaja melakukan penggelembungan laporan keuangan.

e. Denda untuk LSW sebesar 100 juta karena tanggung jawab atas risiko audit.

Kesalahan Direksi:

a. Membuat 2 master prices berbeda yakni tanggal 1 dan 3 Februari 2002.

b. Master prices per 3 Februari 2002 telah disesuaikan nilainya dan menjadi dasar
penentuan nilai persediaan per 31 Desember 2001.

c. Melakukan pencatatan ganda atas penjualan, yaitu unit yang tidak di-sampling
oleh akuntan.

Image akuntan menjadi turun:

13
a. Auditor terlanjur menyatakan bahwa laporan keuangan yang diterbitkan oleh
manajemen tidak ada kesalahan pencatatan.

b. Auditor tidak lagi independen karena melakukan jasa konsultasi keuangan selain
jasa audit.

c. AE 300 mengenai tanggung jawab kepada klien, kesalahan ini menjadi risiko
auditor karena tanggung jawab auditor adalah risiko audit karena tidak dapat
mendeteksi salah saji yang material.

 SEKIAN

14