Anda di halaman 1dari 14

JURNAL BELAJAR

KEANEKARAGAMAN HEWAN (KH)


Dosen Pengampu Dr. Hj. Sri Endah Indriwati, M.Pd

Hari, tanggal : Rabu Kamis/ 12 Oktober 13 Oktober 2016


Nama/ NIM : Siti Nurhalizah / 150341607130
Kelas :A
Prodi : S1 Pendidikan Biologi
Topik : Echinodermata

I. `Topik belajar

Pengertian
dan Ciri Umum
Echinodermata Proses Fisiologi
dalam Tubuh
ECHINODERMATA Filum
Echinodermata
Habitat dan Peranan
Struktur Tubuh filum Echinodermata
Klasifikasi Filum bagi Kehidupan
Filum Echinodermata
Echinodermata

II. Bukti Belajar


II.1 Pengertian

Kata Echinodermata berasal dari bahasa Latin, yaitu echinus (duri) dan
derma (kulit). Echinodermata adalah filum hewan terbesar yang tidak memiliki
anggota yang hidup di air tawar atau darat. Hewan-hewan ini juga mudah dikenali
dari bentuk tubuhnya: kebanyakan memiliki simetri radial, khususnya simetri
radial pentameral (terbagi lima). Walaupun terlihat primitif, Echinodermata
adalah filum yang berkerabat relatif dekat dengan Chordata (yang di dalamnya
tercakup Vertebrata), dan simetri radialnya berevolusi secara sekunder. Larva
bintang laut misalnya, masih menunjukkan keserupaan yang cukup besar dengan
larva Hemichordata.

2.2 Ciri Umum

Tubuhnya tidak memiliki segmen-segmen.

Umumnya, bentuk tubuhnya simetri radial dan bilateral.

Memiliki sel kelamin yang terpisah

Kulitnya tersusun atas lempeng-lempeng yang terbuat dari zat kapur.

Biasanya berukuran besar dengan bentuk badan memipih, seperti bintang,


globuler (bulat seperti bola), dan memanjang dengan permukaan oral (sisi
puncak) dan aboral (sisi dasar) yang terlihat jelas.

Warna tubuhnya berkilauan dan transparan.

Memiliki kaki tabung atau podia yang merupakan alat tambahan pada
sistem ambulakral. Ambulakral adalah sistem saluran air pada anatomi
Echinodermata yang berfungsi untuk bergerak, bernafas, atau membuka
mangsa.

2.3 Struktur dan Fungsi Tubuh Echinodermata

Badan berbentuk sebagai bintang dan terdiri atas : Satu discus sentralis
dan Lima radii.

Dataran yang biasanya disebelah bawah, dimana ditengah-tengah


discus, terdapat mulut atau actinostoma, ialah dataran oral. Dataran yang
disebelah atas disebut aboral.
Skeleton terdiri atas laminae yang tersusun rapat. Laminae ini disebut
juga ossicula. Mereka terletak diantara dua lapisan jaringan pengikat
daidalam dinding badan. Diantara isscula terdapat serabut-serabut otot.
Diantara mereka juga terdapat pori kecil yaitu pori dermal. Pada dataran
aboral, pada ossicula berpangkal spinae. Diantara spinae tersebut ada yang
dapat digerakkan.

Pada dataran oral satu radius ada sulcus ambulacralis. Sulcus


ambulacralis ini dibentuk oleh dua baris ossicula amburaclis. Satu ossiculum
dari satu baris bersendi dengan satu ossulum dari baris yang lain sehingga
besarnya sudut yang dibentuk oleh kedua ossicula itu dapat berubah.

Permukaan Echinodermata umumnya berduri, baik itu pendek tumpul


atau runcing panjang. Duri berpangkal pada suatu lempeng kalsium karbonat
yang disebut testa. Sistem saluran air dalam rongga tubuhnya disebut
ambulakral. Ambulakral berfungsi untuk mengatur pergerakan bagian yang
menjulur keluar tubuh, yaitu kaki ambulakral atau kaki tabung ambulakral.
Kaki ambulakral memiliki alat isap.

Sistem pencernaan terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan


anus. Pertukaran gas terjadi melalui insang kecil yang merupakan
pemanjangan kulit. Sistem sirkulasi belum berkembang baik. Echinodermata
melakukan respirasi dan makan pada selom. Sistem saraf Echinodermata
terdiri dari cincin pusat saraf dan cabang saraf. Echinodermata tidak
memiliki otak. Untuk reproduksi Echinodermata ada yang bersifat
hermafrodit dan dioseus.

2.4 Proses Fisiologi Tubuh Pada Echinodermata

1. Sistem Reproduksi

Echinodermata mempunyai jenis kelamin terpisah, sehingga ada yang


jantan dan betina. Fertilisasi terjadi di luar tubuh, yaitu di dalam air laut. Telur
yang telah dibuahi akan membelah secara cepat menghasilkan blastula, dan
selanjutnya berkembang menjadi gastrula. Gastrula ini berkembang menjadi larva.
Larva atau disebut juga bipinnaria berbentuk bilateral simetri.
Larva ini berenang bebas di dalam air mencari tempat yang cocok hingga
menjadi branchidaria, lalu mengalami metamorfosis dan akhirnya menjadi
dewasa. Setelah dewasa bentuk tubuhnya berubah menjadi radial simetri.

2. Sistem Gerak
Sistem ini berfungsi untuk bergerak, bernafas atau membuka mangsa. Pada
hewan ini air laut masuk melalui lempeng dorsal yang berlubang-lubang kecil
(madreporit) menuju ke pembuluh batu. Kemudian dilanjutkan ke saluran cincin
yang mempunyai cabang ke lima tangannya atau disebut saluran radial
selanjutnya ke saluran lateral. Pada setiap cabang terdapat deretan kaki tabung dan
berpasangan dengan semacam gelembung berotot atau disebut juga ampula. Dari
saluran lateral, air masuk ke ampula. Saluran ini berkahir di ampula.

Jika ampula berkontraksi, maka air tertekan dan masuk ke dalam kaki
tabung. Akibatnya kaki tabung berubah menjulur panjang. Apabila hewan ini akan
bergerak ke sebelah kanan, maka kaki tabung sebelah kanan akan memegang
benda di bawahnya dan kaki lainnya akan bebas. Selanjutnya ampula
mengembang kembali dan air akan bergerak berlawanan dengan arah masuk. Kaki
tabung sebelah kanan yang memegang objek tadi akan menyeret tubuh hewan ini
ke arahnya. Begitulah cara hewan ini bergerak. Di samping itu hewan ini juga
bergerak dalam air dengan menggunakan gerakan lengan-lengannya.

3. Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan makanan hewan ini sudah sempurna. Sistem


pencernaan dimulai dari mulut yang posisinya berada di bawah permukaan tubuh.
Kemudian diteruskan melalui faring, ke kerongkongan, ke lambung, lalu ke usus,
dan terakhir di anus. Anus ini letaknya ada di permukaan atas tubuh dan pada
sebagian Echinodermata tidak berfungsi. Pada hewan ini lambung memiliki
cabang lima yang masing-masing cabang menuju ke lengan. Di masing-masing
lengan ini lambungnya bercabang dua, tetapi ujungnya buntu.

4. Sistem Pernafasan dan Ekskresi

Echinodermata bernafas menggunakan paru-paru kulit atau dermal


branchiae (Papulae) yaitu penonjolan dinding rongga tubuh (selom) yang tipis.
Tonjolan ini dilindungi oleh silia dan pediselaria. Pada bagian inilah terjadi
pertukaran oksigen dan karbondioksida. Ada pula beberapa jenis Echinodermata
yang bernafas dengan menggunakan kaki tabung. Sisa-sisa metabolisme yang
terjadi di dalam sel-sel tubuh akan diangkut oleh amoebacyte (sel-sel amoeboid)
ke dermal branchiae untuk selanjutnya dilepas ke luar tubuh.

5. Sistem Peredaran Darah dan Sistem Syaraf

Sistem peredaran darah Echinodermata umumnya tereduksi, sukar


diamati. Sistem peredaran darah terdiri dari pembuluh darah yang mengelilingi
mulut dan dihubungkan dengan lima buah pembuluh radial ke setiap bagian
lengan.
Sistem saraf terdiri dari cincin saraf dan tali saraf pada bagian lengan-
lengannya .

2.5 Klasifikasi

Berikut uraian ringkas tentang kelas Echinodermata.

Kelas Contoh Ciri-ciri

Crinoidea Lilia laut, bulu laut Sessil, menempel menggunakan


batang; lengan bercabang; kaki
tabung bersilia dipakai untuk
makan; beberapa spesies berenang
bebas

Asteroidea Bintang laut Bergerak bebas dengan kaki tabung;


tangan bercabang dari cakram pusat

Ophiuroidea Bintang ular, bintang Bergerak bebas; lengan luwes yang


rapuh, bintang tipis memancar dari cakram; kaki
keranjang tabung dipakai sebagai indera dan
untuk makan

Echinoidea Dollar pasir; biskuit Bergerak bebas; badan menyatu


laut; bulu babi dalam lempengan atau cakram
lempeng, tanpa sinar bebas, tertutup
dengan lempeng kapur; beberapa
spesies tertutup dengan duri

Holothuroide Teripang Bergerak bebas; tubuh luwes &


a panjang dengan mulut di satu
ujungnya; kadang memiliki tentakel;
unsur kerangka kulit sudah mulai
lenyap

1 . Kelas Asteroidea

Asteroidea merupakan kelompok hewan avertebrata yang sering disebut sebagai


bintang laut. Kata Asteroidea berasal kata Yunani, yaitu aster (bintang) dan eiodes
(bentuk).
Ciri-ciri Kelas Asteroidea antara lain :

Tubuhnya berbentuk pipih seperti bintang atau pentagonal dan memiliki


lima lengan atau lebih yang tersusun secara simetri radial.

Pada setiap ujung lengan terdapat alat sensor yang bentuknya menyerupai
tentakel dengan bintik mata pada ujungnya. Bintik mata ini mengandung
pigmen merah yang peka terhadap cahaya.

Lekukan ambulakralnya terbuka dan didalamnya berisi kaki tabung. Kaki


tabung ini biasanya dilengkapi dengan sucker (batil penghisap).

Permukaan tubuh bagian atas (aboral) ditutupi oleh diri-diri tumpul


berbentuk catut (pediselaria).

Bagian tubuh disebut discus sentralis dan 5 radii atau lengan

Pangkal lengan membesaryang makin kecil dan ujung meruncing

Setiap lengan terdapat lanjutan coelom dan alat-alat dalam

Permukaan aboral ada spina (duri tumpul), yang disekitarnya ada papulae

Rahang dapat membuka dan menutup

Fungsi rahang untuk pembersih debris dan perangkap mikroorganisme

Madreporit dan anus di aboral

Tentakel peraba pada tiap ujung lengan, sifatnya lunak dan berbintik
matasensitive cahaya

Sulkus ambulakralis pada datran oral radii

Discus madreporidanus pada dataran aboral discus

Saluran pencernaan sempurna dan pendek

Respirasi dengan dermal branchia dan kai tabung


Badan tiadmen dekat saluran cincin mulut membentuk sel amoebasit
yangberfungsi membawa sisa metabolisme keluar tubuh

Sistem saraf terdiri atas cincin saraf dan tali- tali saraf

Contoh hewan dari kelas Asteroidea ini adalah bintang laut biru (Linckia
sp.), Astropecten diplicatus, Archaster sp., bintang laut merah (Asterias sp.), dan
Culcita sp.

2. Kelas Echinoidea

Echinoidea adalah hewan avertebrata yang sering disebut juga landak laut.
Echinoidea berasal dari kata Yunani yaitu echinos (landak) dan eiodes (bentuk).

Ciri-ciri Kelas Echinoidea antara lain :

Ciri utama Echinoidea adalah memiliki banyak pediselaria di seluruh


permukaan tubuh, berupa duri-duri seperti batang yang panjang.

Kerangka tersusun atas lempengan-lempengan zat kapur dan membentuk


cangkang yang kaku dengan bentuk seperti kotak.

Tubuhnya berbentuk globuler dan bulat (oval).

Tidak memiliki lengan.

Memiliki duri-duri tubuh yang panjang. Duri ini digerakkan oleh otot dan
berfungsi untuk berjalan.

Lekukan ambulakral tertutup dan kaki tabung dilengkapi dengan sukers.

Memiliki tiga pediselaria yang bentuknya seperti rahang.

Mulutnya terletak di tengah dan dikelilingi oleh selaput peristoma.

Contoh hewan dari kelas Echinoidea adalah landak laut (Echinus sp.), bulu babi
(Diadema sp.), dan dolar pasir (Echinarachinus sp.).
Gambar 1. Struktur tubuh Echinus sp.

3. Kelas Ophiuroidea
Ophiuroidea adalah hewan avertebrata yang sering disebut juga bintang
ular. Ophiuroidea berasal dari kata Yunani yaitu (ular), oura (ekor) dan eidos
(bentuk). Ciri-ciri Kelas Ophiuroidea antara lain :

Bentuk tubuhnya memipih, seperti bintang atau pentamerous dengan


lengan yang ramping dan fleskibel (elastis).

Tidak mempunyai kaki amburakral dan anus sehingga sisa makanan


dikeluarkan melalui mulut.

Lekukan ambulakralnya tertutup dan kaki tabung tidak memiliki sucker.

Madreporit terdapat pada permukaan oral.

Tidak mempunyai pediselaria.

Contoh hewan dari kelas Ophiuroidea adalah Gorgonocephalus sp.,


Ophiopholis sp., dan Opiotrix fragilis.
Gambar 2. Bintang ular (Ophiothrix fragilis) (habitas.org.uk)

4. Kelas Holothuroidea

Holothuroidea adalah hewan avertebrata yang sering disebut juga ketimun


laut. Holothuroidea berasal dari kataYunani yaitu holothurion (ketimun laut) dan
eidos (bentuk). Ciri-ciri Kelas Holothuroidea antara lain :

Tubuhnya memanjang dalam sumbu oral seperti cacing dan simetri


bilateral.

Mulut dan anusnya terletak pada kedua ujung yang berlawanan.

Tidak mempunyai lengan dan duri. Durinya tereduksi menjadi spikula.

Kulitnya lunak dan tipis serta tidak memiliki spina (duri) atau pediselaria.

Memiliki kaki tabung.

Contoh hewan dari kelas Holothuroidea adalah Cucumaria sp., Elapidia


sp., dan teripang (Holothuria sp.). Perhatikan Gambar 3.
Gambar 3. Teripang (Holothuria mexicana) (Wikipedia Commons)

5. Kelas Crinoidea
Crinoida adalah hewan avertebrata yang memiliki tubuh yang menyerupai
tumbuhan, sehingga sering disebut sebagai lilia laut. Ciri-ciri Kelas Crinoidea
antara lain :

Habitatnya di karang atau tumbuhan laut.

Memiliki pinnula. Pinnula adalah lengan yang panjang menyerupai daun,


berjumlah lima atau kelipatannya. Panjang pinnula dapat mencapai 80-200
cm.

Beberapa jenis Crinoidea memiliki tangkai yang berasal dari daerah


aboral, tangkai ini berfungsi untuk melekatkan diri pada substrat.

Mulutnya terletak di daerah oral, mengarah ke atas dan dikelilingi oleh


tentakel-tentakel halus yang disebut cirri.

Amburakral terletak di permukaan oralnya.

Contoh hewan dari kelas Crinoidea adalah Holopus sp. (lilia laut tidak
bertangkai), Ptilocrinus pinnatus (lilia laut bertangkai), Metaricanus intereptus
(lilia laut tidak bertangkai), dan Antendon sp. (lilia laut tidak bertangkai).
Perhatikan gambar 4 dan 5.
Gambar 4. Ptilocrinus pinnatus

Gambar 5. Antendon sp.

2.1.5.2 Habitat dan Peranan


Banyak di antara anggotanya yang berperan besar dalam ekosistem laut,
terutama ekosistem litoral pantai berbatu, terumbu karang, perairan dangkal, dan
palung laut. Spesies bintang laut Pisaster ochraceus misalnya, menjadi predator
utama di ekosistem pantai berbatu di pesisir barat Amerika Utara, spesifiknya
mengendalikan populasi tiram biru (Mytilus edulis)sehingga spesies yang lain
dapat menghuni pantai tersebut dan bivalvia tersebut tidak mendominansi secara
berlebihan. Contoh lain adalah Acanthaster planci yang memakan polip karang di
perairan Indo-Pasifik. Kendati sering dianggap desktruktif, ada beberapa teori
yang mengatakan bahwa A. planci sebenarnya adalah predator yang penting untuk
ekosistem terumbu karang, sehingga terjadi rekruitmen karang baru yang
menggantikan koloni-koloni tua, juga mengurangi tekanan kompetisi antara satu
spesies karang dengan yang lain.
III. Relevansi
Berikut merupakan relevansi saya dalam mengikuti perkuliahan
No Sebelum Sesudah

1 Saya belum mengerti mengenai Saya mengerti mengenai perbedaan


perbedaan morfologi dari setiap kelas morfologi dari setiap kelas filum
filum Echinodermata Echinodermata
2 Saya belum mengerti mengenai Saya mengerti mengenai habitat dan
habitat dan peranan Echinodermata peranan Echinodermata

3. Saya belum mengerti mengenai proses Saya mengerti mengenai proses


fisiologi Echinodermata fisiologi Echinodermata

4. Saya belum mengerti mengenai Saya mengerti mengenai habitat setiap


habitat setiap kelas pada filum kelas pada filum Echinodermata
Echinodermata

I. Identifikasi Masalah
Masalah yang ditanyakan dalam diskusi kelas, beserta dengan jawabannya
1. Apakah jika lengan dari kelas asteroidea dipotong akan membentuk
individu baru?
Jawab : iya, jika potongan tubuhnya masih terdapat cincin saraf. Proses
regenerasi ini membutuhkan waktu yang lama sekitar 6 bulan dan hasilnya
tidak akan se sempurna seperti individu yang pertama kali, dilihat dari
jumlah lengan yang tidak lengkap dan pemanjangan setiap lengan yang
tidak sama.
2. Mengapa pada kelas echinodea khususnya bulu babi jika tertusuk pada
anggota tubuh manusia akan susah untuk dilepaskan?
Jawab : karena duri pada bulu babi tersusun atas struktur kait sehingga
sangat sulit dilepaskan. Jika terkena anggota tubuh sebaiknya di iris
terlebih dahulu lalu dihancurkan dan diberi larutan amonia untuk
memudahkan fagosit racun yang terkandung di dalam duri dari bulu babi.
3. Mengapa pada kelas ophiuroidea yang berada dibawah batu masih bisa
bertahan hidup?
Jawab : tetap masih bisa bertahan hidup karena memiliki kemampuan
untuk respirasi dengan cara difusi.
4. Sebagian dari kelas crinoidea ada yang memiliki percabangan, apakah
percabangan tersebut memiliki struktur yang spesifik? Apakah semua
hewan bisa memiliki percabangan juga?
Jawab : percabangan dari kelas crinoidea memiliki struktur yang sama,
ada tidaknya percabangan ini merupakan salah satu cara untuk
mengelompokkan kelas crinoidea karena ada spesies yang memiliki
percabangan dan ada pula yang tidak memiliki.

II. Elemen yang menarik


Pada materi Echinodermata ini mempelajari mengenai ciri secara umum,
struktur morfologi tubuh, proses fisiologi masing-masing kelas, habitat, klasifikasi
dan manfaat bagi kehidupan manusia. Elemen yang menarik dari materi
Echinodermata adalah pada saat membuat kreatifitas dalam kelompok, khususnya
asteroida. Saya merasa senang karena saya bisa lebih mudah untuk mengingat
materi fisiologi karena tampilan poster yang cukup menarik. Akan tetapi, menurut
saya jika terlalu banyak tugas kreatifitas yang diberikan, membuat saya kurang
fokus mengenai materi secara keseluruhan.

III. Refleksi Diri (Umum)


Adanya berbagai macam variasi cara belajar yang diberikan dosen PPL
membuat setiap materi menjadi lebih mudah diingat dan menjadi lebih sistematis
proses pembelajarannya. Dengan sistem yang seperti ini membuat materi tetap
berada dalam kondisi yang terkontrol baik dari sisi waktu maupun penjelasan
materi yang lebih prioritas untuk dipelajari.

IV. Refleksi Diri (khusus)


Saya menjadi merasa tertarik dengan matakuliah Keanekaragaman Hewan
karena akan dibimbing oleh 7 dosen PPL yang berbeda beserta Ibu Endah,
sehingga saya dapat merasakan pengajaran dengan metode yang berbeda dan
dapat mengerti metode pengajaran apa saja yang efektif untuk digunakan dalam
proses pembelajaran. Pada meteri kali ini kami dibimbing oleh mahasiswa KPL.
Menurut saya proses pembelajaran yang diberikan sudah baik. Menurut saya
penyusunan LKM sudah baik karena sudah diberi teknik pengumpulan data apa
saja yang penting untuk di amati sehingga kami tidak merasa bingung
menentukan poin mana yang paling prioritas untuk dipelajari.

KRITERIA PENILAIAN JURNAL BELAJAR


MATAKULIAH KEANEKARAGAMAN HEWAN
SEMESTER GASAL 2016-2017
SITI NURHALIZAH
150341607130/ S1 P. Bio 2015/ Offr. A Jurnal Minggu ke- 7
Skor Penilaian
No. Elemen
Maks DS T D
I. Identitas
1 Nama dicantumkan 5
2 Seluruh masukan dibubuhi tanggal 5
3 Konsep yang dipelajari dicantumkan 5
II. Sistematika
4 Jurnal terorganisasi dengan baik dan lengkap 10
III. Isi Jurnal
5 Mengeksplor beragam konsep yang dipelajari 10
6 Menyajikan hasil eksplorasi berupa informasi sebagai bukti 10
Belajar
7 Terdapat pernyataan yang menunjukkan relevansi dan keter- 10
kaitan terhadap konsep yang dipelajari
8 Mengidentifikasi permasalahan beserta pemecahannya 15
9 Mengidentifikasi elemen yang menarik beserta alasannya 15
10 Jurnal menunjukkan bahwa mahasiswa dapat melihat dirinya
sendiri sebagai pembelajar, menemukan dan menyelesaikan
masalah serta bekerja untuk meningkatkan kebiasaan
Belajarnya
Umum (terkait dengan hal-hal yg sifatnya umum)
5
Khusus (terkait dengan hal-hal yang sudah dibahas/ 10
substansial)

Jumlah Skor Maksimal 100


Instrumen penilaian dikembangkan oleh Indriwati, S.E. (2003)