Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

GEOGRAFI REGIONAL INDONESIA


(GPW 2101)

ACARA I
PEMAHAMAN REGION DAN POSISI

Disusun oleh:
Nama : Resta Cahyani Putri
NIM : 15/379407/GE/08037
Hari/Tanggal : Jumat
Waktu : 13.00-15.00
Asisten : 1. Furqan Abdul Rais Zordi
2. Ni Wayan Kartika S

LABORATORIUM ANALISIS PERENCANAAN


PARTISIPATIF DAN PENGEMBANGAN
MASYARAKAT
FAKULTAS GEOGRAFI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2016

ACARA I

PEMAHAMAN REGION DAN POSISI

I. TUJUAN
1. Memahami pengertian daerah, kawasan, dan wilayah.
2. Mengetahui perbedaan dan persamaan daerah, kawasan, dan wilayah.
3. Mengetahui mengenai posisi absolut dan relatif provinsi untuk posisi
strategis di Indonesia.
4. Mengetahui penggunaan dalam pengertian daerah, kawasan, dan wilayah,
serta posisi sebagai analisis data dan perencanaan.

II. ALAT DAN BAHAN


1. Alat tulis
2. Pensil warna
3. Petunjuk praktikum Geografi Regional Indonesia tahun 2015
4. Peta Administrasi Indonesia
5. Dokumen-dokumen dan buku acuan

III. DASAR TEORI


Geografi merupakan ilmu yang strategis dalam pembangunan wilayah
karena geografi mengkaji fenomena geosfer yaitu atmosfer, lithosfer,
hodrosfer, biosfer dan antroposfer. Karakteristik fenomena geosfer dapat
dipahami secara lebih baik, lebih jelas dan lebih detail dengan menggunakan
metode pendekatan. Pendekatan yang digunakan dalam kajian geografi yaitu
pendekatan keruangan, ekologi dan kompleks wilayah. Beberapa ahli
mengemukakan pendapatnya mengenai definisi atau batasan geografi, antara
lain:
Geografi merupakan ilmu yang mempelajari fenomena geosfer
melalui pendekatan keruangan, ekologi dan kompleks wilayah untuk
meningkatkan kesejahteraan manusia di suatu wilayah dalam
kerangka pembangunan wilayah yang berkelanjutan (Yunus, 2010).
Geografi merupakan studi tentang diferensiasi areal fenomena yang
bertautan di muka bumi dalam arti pentingnya bagi manusia
(Hartshorne, dalam Minshull, 1970 dalam Suharyono, 2005).
Geografi mempelajari hubungan kausal gejala-gejala di permukaan
bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut kehidupan
makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan
keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program,
proses, dan keberhasilan pembangunan (Bintarto, 1991)
Geografi regional merupakan bagian geografi yang memusatkan
perhatiannya pada kajian kewilayahan muka bumi yang keadaannya dinamis,
berubah dari waktu ke waktu, dan menyangkut dimensi tempat, ruang dan
waktu, baik yang terkait dengan keadaan lingkungan alam maupun kehidupan
manusianya (Suharyono, 2005). Kajian geografi regional memadukan kajian
yaang dipelajari oleh geografi fisik maupun geografi sosial dan budaya, serta
yang berkaitan dengan aspek kehidupan ekonomi, politik dan kemasyarakatan
penduduk wilayah yang bersangkutan dalam hubungannya dengan wilayah
lain.
Region menurut Mutaali (2011) adalah suatu area di permukaan bumi
secara geografis dapat dianggap sebagai salah satu kesatuan homogenitas
secara internal dar area tersebut. Region dapat dipandang secara subjektif
maupun objektif. Secara subjektif memandang region sebagai sarana untuk
mencapai tujuan dari suatu ide atau modal untuk membantu mempelajari
dunia. Pandangan objektif memandang region sebagai suatu tujuan yang
dapat diidentifikasikan dan dipetakan. Sehingga ilmu yang digunakan untuk
penerapan di bidang ilmu tersebut di muka bumi adalah Ilmu Pembangunan
Wilayah dan Ilmu Kartografi dan Penginderaan Jauh. Dengan demikian dapat
diibaratkan bahwa regional merupakan lapisan kedua atau pedalaman dari
geografi. Kedua cabang Ilmu Geografi yakni Physical Geography dan
Human Geography isinya terdiri dari banyak ilmu lanjutan digunakan untuk
mengkaji pada suatu bagian di ruang bumi yang relatif sempit, kemudian
menjadi ilmu yang mengkaji tentang regional atau geografi regional.
Berdasarkan definisi-definisi geografi yang telah disebutkan muncul
istilah ruang. Pengertian ruang dalam Undang-undang No 26 tahun 2007
yaitu wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk
ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan
makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan
hidupnya. Pengertian ruang tersebut, maka ada ruang untuk kegiatan manusia
melakukan kegiatannya (budidaya) dan ada ruang untuk kelangsungan hidup
makhluk lain yang harus dipelihara, dijaga, dan bahkan dilindungi agar
kehidupannya bias tetap berlangsung (ruang yang harus dilindungi)
(Supriyadi, 2010). Setiap bagian permukaan bumi adalah region jika dalam
pengelompokan kewilayahan ia bersifat homogen. Homogenitas suatu region
ditentukan dengan kriteria yang dirumuskan untuk maksud penggolongan di
antara keseluruhan susunan fenomena yang ada di muka bumi, yang dapat
memberikan gambaran corak tersendiri bagi suatu daerah atau wilayah
(Suharyono, 2005).
Kajian mengenai region mucul istilah daerah, wilayah dan kawasan.
Ketiga istilah tersebut merupakan bagian dari ruang bumi yang masing-
masing memiliki batas-batas yang berbeda. Perbedaan ketiganya tertuang
dalam Undang-Undang tentang Penataan Ruang yaitu Undang-undang No 26
tahun 2007 guna menghindari kerancuan dalam pemahaman dan
penggunaannya. Di dalam ruang dikenal pula istilah posisi. Posisi merupakan
keadaan suatu objek terhadap objek lain yang dapat berupa posisi absolut dan
posisi relatif.

IV. Langkah Kerja

Menyiapkan alat dan


bahan
Mencari beberapa definisi daerah, wilayah dan kawasan dari beberapa sumber

Memberikan contoh penggunaan istilah daerah, wilayah dan kawasan

Membuat tabel persamaan dan perbedaan antara definisi


dari daerah, wilayah dan kawasan yang telah ditemukan
Keterangan :
Memahami istilah posisi absolut
dan relatif serta penggunaannya : Input
Menentukan posisi relatif dan posisi absolut 5 : Proses
provinsi yang beda dan mewarnainya pada peta : Output

Tabel definisi daerah, Tabel persamaan dan


kawasan, dan wilayah perbedaan daerah,
serta contoh kawasan, dan wilayah
Peta posisi 5 provinsi di Tabel posisi 5 provinsi di serta contoh
Indonesia Indonesia
V. Hasil Praktikum
1. Tabel definisi daerah, kawasan, dan wilayah serta contoh (terlampir)
2. Tabel persamaan dan perbedaan daerah, kawasan, dan wilayah (terlampir)
3. Peta posisi 5 provinsi di Indonesia (terlampir)
4. Tabel posisi 5 provinsi di Indonesia (terlampir)

DAFTAR PUSTAKA

Bintarto, R & Surastopo Hadisumarno. 1991. Metode Analisa Geografi.


Jakarta: LP3ES.

Mutaali, Luthfi. 2011. Kapita Selekta Pengembangan Wilayah. Yogyakarta :


Fakultas Geografi UGM.
Suharyono. 2005. Dasar-dasar Kajian Geografi Regional. Semarang: UPT
UNNES Press.
Supriyadi. 2010. Ilmu Kewilayahan. Sumedang: Kementrian Dalam Negeri.
Yunus, HS. 2010. Metodologi Penelitian Wilayah Kontemporer. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
LAMPIRAN