Anda di halaman 1dari 18

PRAKTIKUM KARTOGRAFI ACARA I KOMPONEN-KOMPONEN PETA: SKALA, SIMBOL, LEGENDA DAN LAYOUTPETA

Nama NIM Kelas Kelompok

: Yasrin Karim : 451 409 057 : Geografi B : I (Satu)

PROGRAM STUDI S1 PEND.GEOGRAFI JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA UNIVERSITAS NEGRI GORONTALO
2010

1. ACARA I KOMPONEN-KOMPONEN PETA : SKALA, SIMBOL, LEGENDA DAN LAYOUT PETA 2. Maksud dan Tujuan a) Maksud Mahasiswa dapat memahami komponen-komponen dari pada peta serta menanalisis komponen-komponen peta tersebut Mahasiswa dapat mentukan jarak dua objek pada peta dasar dengan jarak horizontal sesungguhnya dilapangan berdasarkan skala peta yang digunakan Mahasiswa mampu membuat serta mengklasifikasikan simbol-simbol peta Mahasiswa dapat membuat contoh layout berdasarkan kaidah kartografi dan mampu menjelaskannya b) Tujuan Mahasiswa memiliki pengetahuan keterampilan dasar dalam membuat komponen-komponen peta: skala, symbol, legenda dan layout peta. Mahasiswa memahami arti dari pada skala, symbol, legenda dan mampu membuat layout peta sesuai dengan kaidah kartografi.

3. Alat dan Bahan Peta dasar Peta tematik Kertas gambar Kertas grafik Pensil 2B Pensil warna Mistar Penghapus

4. Prosedur Kerja a) Mempersiapkan peta dasar dan peta tematik b) Mengamati dan menganalisis komponen peta: skala, symbol, legenda dan layout peta pada peta dasar dan peta tematik c) Skala Mengukur jarak dua objek pada peta dasar/peta tematik dengan mistar Menentukan jarak horizontal sesungguhnya dilapangan kedua objek tersebut berdasarkan skala peta yang digunakan d) Membuat dan mengklasifikasikan symbol Menyimpulkan peta RBI dan tematik Mengamati dan mengklasifikasikan symbol berdasarkan bentuk: titik, garts, area, dan berdasarkan sifatnya: objektif, abstrak, dan huruf Mendeskripsikan legenda dipeta e) Membuat contoh layout berdasarkan kaidah kartografis beserta informasi masing-masing symbol berdasarkan

penjelasannya

5. Landasan Teori Secara umum, peta adalah penggambaran dua dimensi(pada bidang datar) keseluruhan atau sebagian dari permukaan bumi yang diproyeksikan dengan perbandingan/skala tertentu. Peta sendiri, kemudian berkembang sesuai dengan kebutuhan dan penggunaannya.Untuk keperluan navigasi darat umumnya digunakan peta topografi. Adapun komponen-komponen dari peta adalah : a. Judul Peta Judul peta merupakan identitas atau nama untuk menjelaskan isi atau gambar peta.. Dari judul peta kita dapat segera mengetahui data daerah mana yang tergambar dalam daerah tersebut. Judul peta merupakan komponen yang sangat penting. Biasanya, sebelum membaca dan memperhatikan isi peta, pastilah terlebih dahulu judul yang dibaca. Judul 3

peta hendaknya memuat/mencerminkan informasi yang sesuai dengan isi peta. Selain itu, judul peta jangan sampai menimbulkan penafsiran ganda pada peta. Judul peta biasanya diletakkan dibagian tengah atas peta. Tetapi judul peta dapat juga diletakkan dibagian lain dari peta, asalkan tidak mengganggu kemanpakan dari keseluruhan peta. b. Skala Peta Skala peta adalah perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak horizontal di lapangan. . Skala ini sangat erat kaitannya dengan data yang disajikan. Ada dua macam cara penulisan skala, yaitu : 1. Skala angka, contoh : 1:25.000 berarti 1 cm jarak dipeta = 25.000 cm (250 m) jarak horizontal di medan sebenarnya. 2. Skala garis, contoh: berarti tiap bagian sepanjang blok garis mewakili 1 km jarak horizontal. Dengan singkat dapat dinyatakan: jarak = jarak di peta/jarak di permukaan bumi. Angka perbandingan yang dinyatakan harus menggunakan satuan ukuran yang sama, misalnya cm, yard, inchi dan sebagainya. Jarak yang dimaksud di peta adalah jarak horizontal yaitu jarak yang diproyeksikan dari hasil pengukuran lapangan. Bila ingin menyajikan data yang rinci, maka digunakan skala besar, misalnya 1 : 5000. Sebaliknya, apabila ingin ditunjukkan hubungan kenampakan secara keseluruhan, digunakan skala kecil, misalnya skala 1 : 1.000.000. c. Legenda atau Keterangan Legenda pada peta menerangkan arti dari simbol-simbol yang terdapat pada peta. Legenda itu harus dipahami oleh si pembaca peta, agar tujuan pembuatan peta itu mencapai sasaran. Legenda biasanya diletakkan di pojok kiri bawah peta. Selin itu legenda peta dapat juga diletakkan pada bagian 4

lain peta, sepanjang tidak menggangu kenampakan peta secara keseluruhan. Legenda ini merupakan kunci dari pada peta. Jadi harus mengandung keterangan mengenai setiap simbol-simbol yang dipergunakan, baik simbol titik, garis, wilayah maupun simbol-simbol lain. Disamping itu arti singkatan yang dipakai didalam peta harus dicantumkan pula. Legenda diletakkan didalam garis tepi dari peta. Legenda simbol-simbol ditulis menurut kolom, dan legenda simbol wilayah dibuat dalam bentuk empat persegi panjang yang dibatasi oleh garis-garis. Simbol wilayah ditetapkan dalam ukuran yang teratas baru kemudian simbol-simbol lain termasuk simbol konvesionil. d. Petunjuk Arah atau Tanda Orientasi Petunjuk arah atau tanda orientasi adalah tanda pada peta yang menunjukkan arah Utara, Timur, Barat, dan Selatan daerah yang digambar. Biasanya diletakkan ditempat yang kosong dan dibuat tegak lurus keatas tepat dibawah judul. Sebenarnya posisi dari orientasi ini tidaklah harus dibawah judul, tetapi tergantung dari posisi peta maupun ruang yang memungkinkan, sehingga memberikan kesan menarik dan harmonis. Bila telah ada grid-gridnya maka panh utara itu tidak perlu. Pada peta arah utara selalu menjadi acuan. Arah utara selalu menghadap keatas/searah judul peta. Bahasa yang digunakan hanya satu, tidak boleh mencampur adukkan bahasa. e. Simbol Pada peta, anda juga akan melihat symbol-simbol, gunanya agar informasi yang disampaikan tidak membingungkan. Symbol-simbol dalam peta harus memenuhi syarat, sehingga dapat menginformasikan hal-hal yang digambarkan dengan tepat. Syarat-syarat tersebut adalah: Sederhana Mudah dimengerti Bersifat umum Macam-macam symbol peta: 5

1) Macam symbol peta berdasarkan bentuknya Bentuk-bentuk symbol yang digunakan pada peta berbeda-beda tergantung dari jenis petanya. Symbol titik, digunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional, seperti kota, pertambangan, titik trianggulasi (titik ketinggian) tempat dari permukaan laut dan sebagainya. Symbol garis, digunakan untuk menyajikan data geografis misalnya sungai, batas wilayah, jalan dan sebagainya. Symbol luasan (area), digunakan untuk menunjukkan kenampakan area misalnya rawa, hutan, padang pasir dan sebagainya. Simbol aliran, digunakan untuk menyatakan alur atau gerak. Simbol batang, digunakan untuk menyatakan suatu

harga/dibandingkan dengan harga/nilai lainnya. Simbol lingkaran, digunakan untuk menyatakan kuantitas (jumlah) dalam bentuk prosentase. Simbol bola, digunakan untuk menyatakan isi (volume), makin besar simbol bola menunjukkan isi (volume) makin besar dan sebaliknya makin kecil simbol bola berarti isi (volume) makin kecil. 2) Macam-macam symbol peta berdasarkan sifatnya Symbol-simbol yang terlihat pada peta, ada yang menyatakan junlah dan ada yang membedakan. Berdasarkan sifatnya, symbol peta dibedakan menjadi dua macam yaitu: Symbol yang bersifat kualitatif, symbol ini digunakan untuk membedakan persebaran benda yang digambarkan. Misalnya untuk menggambarkan daerah penyebaran hutan, jenis tanah, penduduk dan lainnya. Symbol yang bersifat kuantitatif, symbol ini digunakan untuk membedakan atau menyatakan jumlah. 6

3) Macam-macam simbol berdasarkan fungsinya Penggunaan simbol pada peta tergantung fungsinya, untuk menggambarkan bentuk-bentuk muka bumi di daratan, di perairan atau bentuk-bentuk budaya manusia. Berdasarkan fungsinya simbol peta dapat dibedakan menjadi: simbol daratan, simbol perairan dan simbol budaya. Simbol daratan, digunakan untuk simbol-simbol permukaan bumi di daratan. Simbol perairan, digunakan untuk simbol-simbol bentuk perairan. Simbol budaya, digunakan untuk simbolsimbol, bentuk hasil budaya.

f. Warna Penggunaan warna pada peta harus sesuai maksud/tujuan si pembuat peta dan kebiasaan umum. laut, danau digunakan warna biru. temperatur (suhu) digunakan warna merah atau coklat. curah hujan digunakan warna biru atau hijau. dataran rendah (pantai) ketinggian 0 sampai 200 meter dari permukaan laut digunakan warna hijau. daerah pegunungan tinggi/dataran tinggi (2000 sampai 3000 meter) digunakan warna coklat tua Warna berdasarkan sifatnya, ada dua macam yaitu warna bersifat kualitatif dan bersifat kuantitatif g. Sumber dan Tahun Pembuatan Peta Sumber peta memberikan informasi tentang keakuratan peta dan masa pakai atau kadaluarsanya sebuah peta. Untuk tujuan penelitian sumber peta sangat penting untuk referensi penelitian. Tahun pembuatan peta berfungsi untuk memberikan informasi kepada pengguna agar tidak salah dalam menggunakan sebuah peta.

h. Proyeksi Peta Proyeksi peta adalah suatu sistem yang memberikan hubungan antara posisi titik-titik di Bumi dan di peta. Permasalahan utama dalam proyeksi peta adalah penyajian bidang lengkung permukaan bumi ke bidang datar. Bidang lengkung tidak dapat dibentangkan menjadi bidang datar tanpa mengalami perubahan (distorsi). Cara penggambaran dari bidang lengkung ke bentuk bidang datar dilakukan dengan menggunakan rumus matematika. Secara umum, proyeksi peta dapat digolongkan berdasarkan

pertimbangan ekstrinsik dan instrinsik. a. Pertimbangan Ekstrinsik 1) Bidang Proyeksi Ditinjau dari macam bidang proyeksi yang digunakan, sistem proyeksi peta dapat dibedakan menjadi: a) sistem proyeksi azimuthal (azimuthalzenithal projection); b) sistem proyeksi kerucut (conical projection); c) sistem proyeksi silinder (mercator projection) 2) Persinggungan Ditinjau dari persinggungannya, proyeksi peta dapat dibedakan menjadi: a) tangen, yaitu apabila bola Bumi bersinggungan dengan bidang proyeksi; b) secan, yaitu apabila bola Bumi berpotongan dengan bidang proyeksi; c) polysuperficial terdiri atas banyak bidang proyeksi. 3) Posisi Sumbu Simetri terhadap Bidang Proyeksi Ditinjau dari posisi sumbu simetri terhadap bidang proyeksi, proyeksi peta dapat dibedakan menjadi: 8

a) proyeksi normal apabila sumbu simetri berimpit dengan sumbu bumi; b) proyeksi miring apabila sumbu simetri membentuk sudut dengan sumbu bumi; c) proyeksi transversal apabila sumbu simetri tegak lurus sumbu bumi atau terletak pada bidang ekuator. b. Pertimbangan Intrinsik 1) Sifat-Sifat Asli Ditinjau dari sifat-sifat asli yang dipertahankan, proyeksi peta dapat dibedakan menjadi: a) proyeksi ekuivalen apabila luas daerah dipertahankan sama, artinya luas di atas peta sama dengan luas di atas muka bumi setelah dikalikan skala; b) proyeksi konform apabila sudut-sudut dipertahankan sama; c) proyeksi ekuidistant apabila jarak dipertahankan sama, artinya jarak di atas peta sama dengan jarak di atas muka bumi setelah dikalikan skala. 2) Generasi Ditinjau dari generasinya, proyeksi peta dapat dibedakan menjadi: a) geometris yaitu proyeksi perspektif atau proyeksi sentral; b) matematis tidak dilakukan proyeksi, semuanya diperoleh dengan perhitungan matematis; c) semi Geometris sebagian peta diproyeksikan secara geometris dan sebagian titik-titik diperoleh dengan hitungan matematis. i. Inset peta Inset adalah peta kecil tambahan dan memberikan kejelasan yang terdapat di dalam peta. Inset bersifat menjelaskan wilayah pada peta utama. 9

Berdasarkan fungsinyanya, inset di bedakan menjadi 3 macam yaitu : 1. Inset yang berfungsi untuk menunjukkan lokasi relatif wilayah yang tergambar pada peta utama. Inset ini memiliki skala lebih kecil dari peta utama, untuk menjelaskan letak/hubungan antara wilayah pada peta utama dengan wilayah lain di sekelilingnya. Misalnya : lokasi relatif Pulau Kalimantan sebagai peta utama terlihat posisinya dengan pulau-pulau lain di sekitarnya pada inset peta wilayah Indonesia 2. Inset yang berfungsi memperbesar/memperjelas sebagian kecil wilayah pada peta utama. Inset ini memiliki skala lebih besar dari peta pokok, mempunyai kegunaan untuk menjelaskan bagian dari peta pokok yang dianggap penting. Misalnya : lokasi permukiman yang penting pada suatu kota diperbesar sehingga menjadi lebih jelas. 3. Inset yang berfungsi untuk menyambung wilayah pada peta utama. Inset ini memiliki skala sama besar dengan peta utama dan juga merupakan peta utama yang disambung. Fungsi menyambung ini bertujuan untuk :

Menggambarkan wilayah pada peta utama yang terpotong karena keterbatasan pada media kertas/halaman.

Menggambar wilayah yang terpencar

j. Garis Tepi Peta (Border) Garis tepi merupakan garis pembatas peta yang mengelilingi peta, berguna untuk membantu saat menggambar pulau, kota, ataupun wilayah yang dimaksud tepat ditengah-tengahnya

10

6. Hasil dan Pembahasan a) Hasil 1) Jarak horizontal sesungguhnya dilapangan dari dua objek pada peta BRI Limboto Dik : - Jarak antara Masjid paruhu-Masjid Dulango pada peta (p) = 3,4cm - Skala peta = 1: 50.000 cm Dit : Jarak sesungguhnya dilapangan (n) =?

Peny : n =sxp = 50.000 x 3,4 = 170.000 cm = 1,7 km Jadi, jarak sebenarnya antara Masjid paruhu-Masjid dulango = 1,7 km. 2) Hasil pembacaan peta RBI Limboto Jln trans sulawesi (jln arteri) Jln yang sedang dibangun Jln lokal Bangunan Kebun Pemukiman Sawah Tempat beribadah Kantor pemerintah Batas kecamatan Sawah tadah hujan Hutan Ladang Danau

11

3) Klasifikasi Simbol Peta Berdasarkan sifat No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Simbol Jalan arteri Pemukiman Kebun Hutan Bangunan Kantor pemerintah Sungai Jln yang dibangun Tempat beribadah Penggaraman Titik Garis Area -

Berdasarkan bentuk No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Simbol Pemukiman Kebun Hutan Bangunan Jln yang dbangun Sungai Sawah Ladang Batas kecamatan Batas kabupaten Objektif Abstrak Huruf -

12

4) Informasi Masing-Masing Symbol Berdasarkan Legenda Peta Contoh: simbol titik.

Gambar 1.1. Simbol titik pada peta pertambangan. Contoh: simbol garis.

Gambar 1.2. Contoh simbol titik

Contoh: simbol luasan (area).

Gambar 1.3. Contoh simbol garis.

Gambar 1.4. Contoh simbol area

Contoh: Petunjuk arah/tanda orientasi

Gambar 1.5. Contoh petunjuk arah/tanda orientasi

13

Contoh: simbol yang dipakai dalam peta. Semarang Ibu kota propinsi dan kotamadya yang dapat digambarkan menurut skala. Ibu kota propinsi yang tidak atau belum dapat digambarkan menurut skala. Ibu kota kabupaten dan kotamadya yang tidak atau belum dapat digambarkan menurut skala.

Kupang

Sukabumi

Waimangura Kota kecamatan dan kota-kota lainnya. Batas Negara Batas Propinsi Batas Kabupaten Jalan raya utama Jalan lainnya baik beraspal atau tidak, yang lebarnya dapat dilalui mobil. Jalan kereta api dan terowongan Pipa minyak Pelabuhan laut atau sungai Cagar alam Pelabuhan udara Nomor kabupaten Bendungan

14

5) Layout Peta 1 2 3 4 5 6 7 8 14 13 12 11 10 9

Keterangan Simbol : 1. Judul peta 2. Skala peta 3. Edisi peta 4. Diagram lokasi 5. Penerbit 6. Legenda 7. Keterangan riwayat 8. Petunjuk pembacaan koordinat geografi 9. Petunjuk pembacaan koordinat UTM 10. Pembagian daerah administrasi provinsi Sulawesi Utara 11. Ket. Batas administrasi 12. Skala batang 13. Singkatan 14. Petunjuk arah 15

b) Pembahasan Pada peta RBI Limboto yang digambarkan adalah kenampakankenampakan alam secara umumnya, seperti jalan (baik yang alami atau setapak maupun jalan raya), pemukiman penduduk, pertanian/perkebunan, dan termasuk segala obyek yang menjadi aktivitas manusia. Peta RBI biasanya digunakan sebagai dasar pembuatan peta tematik, diperlukan datadata topografi dan dari peta itulah semua data-data tematis akan digambarkan. Biasanya jenis peta ini digunakan untuk keperluan peta tematik dalam memperhatikan batas-batas wilayah dengan sangat terperinci. Meskipun demikian, karena tergantung dari penggunaan selanjutnya, kadang-kadang peta ini digeneralisasi dahulu sebelum digunakan sebagai peta dasar. Untuk klasifikasi symbol, peta RBI memiliki symbol dalam dua bentuk yaitu berdasarkan sifat dan bentuk. Peta RBI Limboto biasa disebut juga dengan peta Topografi atau peta dasar daerah Limboto. Peta dasar adalah peta yang digunakan sebagai dasar pembuatan peta lainnya. Pada hakekatnya peta dasar yang digunakan adalah peta topografi yang resmi dari suatu negara. Umumnya peta dasar tersebut dibuat berdasarkan survey lapangan atau cara lain yang biasa disebut fotogrametris. Peta yang dijadikan peta dasar akan ada perbedaan dalam proyeksi, skala, ketelitian ataupun waktu penerbitannya. sehingga mutu peta dasar ini jelas merupakan hal yang cukup penting juga. Jarak pada peta menggambarkan jarak yang sebenarnya dilapangan seperti jarak antara masjid paruhu dan masjid dulango, pada peta RBI Limboto jarak antara dua objek tersebut adalah 3,4 cm dengan skala 1 : 50.000 cm. Apabila mencari jarak sebenarnya dari dua objek tersebut dengan menggunakan rumus, maka akan kita ketahui jarak sebenarnya antara masid paruhu dan masjid dulango. Seperti yang sudah ada pada hasil bahwa jarak sebenarnya dari kedua objek tersebut adalah 1,7 km. Untuk layout peta RBI Limboto, seperti judul yang berada disampang kiri peta, selain itu keterangan peta pada layout peta RBI Limboto lebih lengkap 16

dan terletak juga disamping kiri peta . Hal ini dapat terjadi karena tergantung dari pembuat peta, sepanjang peta tersebut tidak melanggar syarat-syarat kaidah peta. ( SUMBER PETA : BAKORSULTANA)

7. Kesimpulan Dari hasil praktikum dan pembahasan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa peta Peta Rupa Bumi secara umum adalah peta yang menggambarkan kenampakan alamiah (natural freatures) dan kenampakan buatan manusia (man made freatures). Kenampakan ilmiah yang dimaksud misalnya sungai, bukit, lembah, danau dan lain-lain. sedangkan kenampakan buatan manusia misalnya jalan, kampung, permukiman, kantor, pasar dan lain-lain. Peta Rupa Bumi antara lain berfungsi sebagai peta referensi atau acuan dan peta dasar yaitu peta yang dipakai sebagai peta referensi atau acuan dan dasar bagi pembuatan peta tematik. Peta RBI juga memiliki symbol dan komponen-komponen dari pada peta pada umumnya. Komponen-komponen dari pada peta itu adalah : Garis Tepi Peta (Border) Judul peta Skala peta Legenda atau keterangan Simbol Inset peta Warna Proyeksi Peta Sumber dan tahun pembuatan Petunjuk arah atau tanda orientasi Untuk layout peta, dari masing-masing peta memiliki perbedaan, namun itu semua tergantung dari si pembuat peta dan kebutuhan peta berdasarkan kaidah pembuatan peta. 17

DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2007. Proyeksi Peta. http://mbojo.wordpress.com/2007/06/11/proyeksipeta/ (diakses tanggal 27 November 2010). Anonim. 2010. Proyeksi Peta. http://id.wikipedia.org/wiki/Proyeksi_peta (diakses tanggal 27 November 2010). Anonim.2010. komponen-peta http://dwikarsip.blogspot.com/2009/07/komponenpeta (diakses tanggal 28 November 2010) Anonim.2010.Makalah-Peta-Edit.http://www.scribd.com/doc/23426194/MakalahPeta-Edit (diakses tanggal 28 November 2010) Anonim,2010.bahan_ajar/modul_online/geografi/MO_124/geo102_11.http://110.1 38.206.53/bahan_ajar/modul_online/geografi/MO_124/geo102_11( diakses tanggal 28 November 2010) Sune, Nawir, dkk. 2010. Modul Praktikum Kartografi. Gorontalo: UNG

18