Anda di halaman 1dari 18

1

KONSEP PERKEMBANGAN DALAM KONTELASI PSIKOLOGI DAN


PENDIDIKAN

Penulis

Nama : AZY SUSENO

NPM : 1613031006

P. S : Pendidikan Ekonomi

Mata Kuliah : Pengenalan Peserta Didik

Dosen : Wardani,S.Pd., M.Pd

Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan

Universitas Lampung

17 Maret 2017
2

Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha Kuasa atas segala limpahan
Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan
penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.
Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk
maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi
keguruan.

Harapan penulis, semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan


dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga penulis dapat memperbaiki bentuk
maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini penulis akui masih banyak kekurangan karena pengalaman


yang penulis miliki sangat kurang. Oleh kerena itu penulis harapkan kepada para
pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan makalah ini.

Bandar Lampung, Maret 2017

PENULIS
3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......II

DAFTAR ISI.. .......III

BAB I PENDAHULUAN............1

A. Latar Belakang dan Masalah .. .........1


B. Rumusan masalah..........1
C. Tujuan masalah..........................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN...........2

A. Konsep perkembangan dalam kontelesi psikologi dan pendidikan.............2


B. Pengertian psikologi pendidikan..................................................................3
C. Manfaat psikologi perkembangan dalam penyelenggaraan pendidikan......5

BABIII PENUTUP................................................................................................14

SIMPULAN DAN SARAN...........14

DAFTAR PUSTAKA..
1

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam perkembangan individu ada dua istilah yang sering muncul,
pertama adalah istilah Perkembangan dan kedua adalah istilah Pertumbuhan.
Kedua istilah tersebut kadang menimbulkan keambiguan bahkan ada yang
mengartikan bahwa perkembangan dan pertumbuhan adalah sama.Perkembangan
dan pertumbuhan sebenarnya juga memang mempunyai kesamaan yaitu yang
berarti adanya perubahan. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan-perubahan
yang menuju kepada kemajuan-kemajuan. Namun perbedaannya pertumbuhan
adalah perubahan perubahan yang terjadi secara kuantitatif pada aspek jasmani,
biologisanatomis dan fisiologis. Sedangkan perkembangan adalah perubahan-
perubahan yang bersifat kualitatif pada aspek pematangan fungsi organ individu.
Berangkat dari permasalahan tersebut, khususnya dalam mengkaji tentang
perkembangan individu, tentunya tidak bisa lepas dari tatanan Psikologi, yang
mana kemudian akan berkembang pada turunannya yaitu Psikologi Perkembangan
sebagai cabang dari psikologi sebagai ilmu. Dan jika juga perlu dikaitkan dengan
pendidikan, maka nantinya seyogyanya juga menelusuri manfaat psikologi
khususnya psikologi perkembangan dalam dunia pendidikan itu sendiri.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana konsep perkembangan sebagai cabang psikologi ?
2. Apa pengertian dari psikologi perkembangan ?
3. Apa manfaat psikologi perkembangan bagi penyelenggaraan pendidikan?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui konsep perkembangan sebagai cabang psikologi.
2. Untuk mengetahui pengertian dari psikologi perkembangan.
3. Untuk mengetahui manfaat psikologi perkembangan bagi penyelenggaraan
pendidikan.
2

BAB II
PEMBAHASAN

A. Konsep Perkembangan Dalam Kontelasi Psikologi dan Pendidikan


1. Konsep Psikologi
Secara etimologi psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno yaini
psycho yang berarti roh, jiwa, dan logos yang berarti ilmu. Sedangkan secara
terminology psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa/mental.
Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental secara langsung karena sifatnya yang
abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspor dari jiwa/mental
tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses/kegiatannya. Sehingga psikologi
dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku dan proses
mental. Jadi dapat kita simpulkan bahwa definisi konsep psikologi adalah
gagasan-gagasan mengenai sesuatu yang menyangkut tentang tingkah laku
manusia dan lingkungan sekitarnya melalui pengalaman-pengalaman.

2. Dinamika Perilaku Manusia dalam Perspektif Psikologi


Dinamika perilaku manusia adalah sekumpulan perilaku yang dimiliki
oleh manusia dan dipengaruhi oleh adat, sikap, nilai, etika, kekuasaan, persuasi,
dan genetika. Menurut perspektif kognitif lebih menekankan bahwa tingkah laku
adalah proses mental, dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap,
menilai, membandingkan dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi.
Menurut perspektif behaviorisme manusia adalah mesin (homo mechanicus) yang
perilakunya dikendalikan atau dikendalikan oleh lingkungan.
Menurut pandangan humanistic, manusia adalah makhluk yang aktif
dalam merumuskan strategi transaksional dengan lingkungannya. Perilaku
manusia berpusat pada konsep dirinya berupa persepsi manusia tentang identitas
dirinya yang bersifat fleksibel dan berubah-ubah. Selain itu perilaku manusia juga
didasarkan pada kebutuhannya dalam fungsi untuk mempertahankan,
meningkatkan serta mengaktualisasikan dirinya.
Psikologi memberikan sumbangan terhadap pendidikan, karena subjek dan
objek pendidikan adalah manusia (individu). Psikologi memberikan wawasan
3

bagaimana memahami perilaku individudan proses pendidikan serta bagaimana


membantu individu agar dapat berkembang optimal.

B. PENGERTIAN PSIKOLOGI PERKEMBANGAN


Psikologi perkembangan adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku
individu dalam perkembangannya dan latar belakang yang mempengaruhinya.
Dalam ruang lingkup psikologi, ilmu ini termasuk psikologi khusus, karena
psikologi perkembangan mempelajari kekhususan dari pada tingkah laku individu.

Menurut beberapa para ahli, ada beberapa fase atau periodisasi psikologi
perkembangan individu, yaitu:

1. Periodisasi yang berdasar biologis.

Periodisasi atau pembagian masa-masa perkembangan ini didasarkan


kepada keadaan atau proses biologis tertentu. Pembagian Aristoteles didasarkan
atas gejala pertumbuhan jasmani yaitu antara fase satu dan fase kedua dibatasi
oleh pergantian gigi, antara fase kedua dengan fase ketiga ditandai dengan mulai
bekerjanya kelenjar kelengkapan kelamin. Fase-fase tersebut yaitu :

a) Fase anak kecil : 0 t th,

b) Fase anak sekolah: 7 14 th yaitu masa mulai bekerjanya kelenjar kelengkapan


kelamin, dan;

c) Fase remaja : 14 21 th.

2. Periodisasi yang berdasar psikologis.

Tokoh utama yang mendasarkan periodisasi ini kepada keadaan


psikologis adalah Oswald Kroch. Beliau menjadikan masa-masa kegoncangan
sebagai dasar pembagian masa-masa psikologi perkembangan, karena beliau
yakin bahwa masa kegoncangan inilah yang merupakan keadaan psikologis yang
khas dan dialami oleh setiap anak dalam masa perkembangannya. Fase-fase
tersebut yaitu:

a) Dari lahir sampai masa trotz( kegoncangan) pertama: kanak-kanak awal.

b) Trotz pertama sampai trotz kedua : masa keserasia bersekolah.


4

c) Trotz kedua sampai akhir remaja: masa kematangan

3. Periodisasi yang berdasar didaktis.

Pembagian masa-masa perkembangan sekarang ini seperti yang


dikemukakan oleh Harvey A. Tilker, PhD dalam Developmental Psycology to
day(1975) dan Elizabeth B. Hurlock dalam Developmental Psycology(1980)
tampak sudah lengkap mencakup sepanjang hidup manusia sesuai dengan hakikat
perkembangan manusia yang berlangsung sejak konsepsi sampai mati dengan
pembagian periodisasinya.

Berikut periodisasi berdasarkan didaktis menurut Elizabeth B. Hurlock :

a. Masa sebelum lahir (pranatal): 9 bulan


b. Masa bayi baru lahir (new born): 0-2 minggu
c. Masa bayi (babyhood): 2 minggu- 2 th
d. Masa kanak-kanak awal (early childhood):2-6 th
e. Masa kanak-kanak akhir (later chilhood): 6-12 th
f. Masa puber (puberty) 11/12 15/16 th
g. Masa remaja ( adolesence) : 15/16 21 th
h. Masa dewasa awal (early adulthood) : 21-40 th
i. Masa dewasa madya(middle adulthood): 40-60 th
j. Masa usia lanjut (later adulthood) : 60-lansia

C. MANFAAT PSIKOLOGI PERKEMBANGAN BAGI


PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

Dengan mempelajari psikologi, orang akan mengetahui fakta-fakta dan


prinsip-prinsip mengenai tingkah laku manusia. Untuk memahami diri kita
sendiri dengan mempelajari psikologi sedikit banyak orang akan mengetahui
kehidupan jiwanya sendiri, baik segi pengenalan, perasaan, kehendak, maupun
tingkah laku lainnya.
Ada beberapa manfaat mempelajari Psikologi Perkembangan, diantaranya
yaitu:
5

1) Untuk mengetahui tingkah laku individu itu sesuai atau tidak dengan tingkat
usia/ perkembangannya.

2) Untuk mengetahui tingkat pemampuan individu pada setiap fase


perkembangannya.

3) Untuk mengetahui kapan individu bisa diberi stimulus pada tingkat


perkembangan tertentu.

4) Agar dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi perubahan-perubahan yang


akan dihadapi anak.

5) Khusus bagi guru, agar dapat memilih dan memberikan materi dan metode
yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Dengan mengetahui jiwanya dan memahami dirinya itu maka orang


dapat menilai dirinya sendiri. Pengenalan dan pemahaman terhadap kehidupan
jiwa sendiri merupakan bahan yang sangat penting untuk dapat memahami
kehidupan jiwa orang lain.
A. Perkembangan Sebagai Cabang Psikologi
Dilihat dari segi pembagian psikologi, maka Psikologi Perkembangan
termasuk Psikologi khusus. Beberapa definisi Psikologi Perkembangan dapat
dikemukakan sebagai berikut :
1. Davidoff (1991 : 7), mendeifinisikan psiokologi perkembangan adalah cabang
psikologi yang mempelajari perubahan dan perkembangan struktur jasmani,
perilaku dan fungsi mental manusia, yang biasanya dimulai sejak terbentuknya
makhluk itu melalui pembuahan hingga menjelang mati.
2. Seifert dan Hoffnung (1994), psikologi perkembangan adalah the scientific study
of how thoughts, feeling, personality, social relationships, and body and motor
skill evolve as an individual grows older.
3. Hurlock (1980 : 2) mendefinisikan sebagai berikut : Developmental psycholohy
is the branch of psychology that studies intra-individual changes and
interindividual changes witgin these intra-individual changes.
Definisi terakhir ini nampaknya agak operasional sifatnya dan senada
dengan pengertian perkembanagan seperti diungkapkan di atas. Dalam definisi ini
disebut dengan istilah perubahan-perubahan dalam diri seseorang dan perubahan
yang terjadi akibat hubungan antar individu. Oleh karenanya istilah perubahan
6

dapat menyangkut segi fisik (pertumbuhan) maupun segi psikis dan tingkah laku
manusia, yang terjadi terus menerus melalui suatu proses dan tahapan
perkembangan. Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri, perilaku, maupun
fungsi mental manusia sepanjang rentang hidupnya, yang dimulai sejak konsepsi
hingga menjelang mati.
Berdasarkan beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa psikologi
perkembangan adalah cabang dari psikologi yang mempelajari secara sistematis
perkembangan perilaku manusia secara ontogenetic, yaitu mempelajari proses-
proses yang mendasari perubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri, baik
perubahan dalam struktur jasmani, perilaku, maupun fungsi, mental manusia
sepanjang rentang hidupnya, yang biasanya dimulai sejak konsepsi hingga
menjelang mati.
Secara umum, perkembangan di artikan sebagai suatu proses yang dialami
oleh setiap individu yang bersifat kualitatif dan berhubungan dengan kematangan
seseorang bila ditinjau dari perubahan progresif dan sistematis dalam dirinya.
Sedikitnya ada empat istilah yang berdekatan bahkan saling terkait
pengertiannya dengan istilah perkembangan (development).
1. Pertumbuhan (Growth) yakni perubahan yang bersifat kuantitatif baik perubahan
secara alamiah maupun hasil belajar. Perubahan ini dapat dihitung dengan ukuran-
ukuran tertentu.
2. Kematangan (Maturation) yaitu perubahan kualitatif fungsi psiko-fisik organisme
dari tidak siap menjadi siap melakukan fungsinya. Perubahannya alamiah dan
hasil belajar.
3. Belajar (Learning) yakni perubahan perilaku sebagai akibat pengalaman,
disengaja, bertujuan/terarah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
4. Latihan (Exercise) yaitu perubahan perilaku yang lebih bersifat mekanistis dan
lebih banyak menyentuh aspek psikomotor organisme sebagai akibat pengalaman,
disengaja, bertujuan/terarah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
Growth, maturation, learning, dan exercise sama-sama menghasilkan
perubahan perilaku yang menyebabkan organisme mengalami perkembangan
(development). Perkembangan, terutama dalam konsep pertumbuhan (growth),
terjadi sejak masa konsepsi, yakni saat betemunya antara sperma dengan sel telur
sampai akhir hayat. Oleh sebab itu perkembangan (development) dapat
7

didefinisikan sebagai perubahan sepanjang hayat (changes over time) baik melalui
proses pertumbuhan, kematangan, belajar, maupun melalui latihan. Jika konteks
yang dimaksud dalam bahan diklat ini remaja, maka yang dimaksud
perkembangan remaja adalah perubahan-perubahan psiko-fisik yang terjadi pada
masa remaja sebagai akibat dari proses pertumbuhan, kematangan, belajar,
maupun melalui latihan.

B. Pengertian Psikologi Perkembangan


Dalam usaha memahami psikologi perkembangan, kita harus mengetahui
apa yang dimaksud dengan perkembangan. Mulanya kata perkembangan berasal
dari biologi, kemudian pada abad ke-20 ini kata perkembangan dipergunakan oleh
psikologi. Karena penggunaannya pertama-tama dalam biologi, pada masa
berikutnya ada ahli-ahli yang menyebut pertumbuhan di samping kata
perkembangan, bahkan ada orang yang menyebut kedua istilah itu untuk maksud
yang sama.
1. Perkembangan
Istilah perkembangan berarti serangkaian perubahan progresif yang terjadi
sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman (Hurlock 1976 : 2).
(Seifert dan Hoffnung 1994 : 9) mendefinisikan perkembangan sebagai Long-
term changes in a persons growth feelings, patterns of thinking, social
relationships, and motor skills. Sementara itu, (Dianie E papalia 2008 : 3)
mengartikan perkembangan sebagai perubahan yang berkesinambungan dan
progresif dalam organisme dari lahir sampai mati, pertumbuhan, perubahan dalam
bentuk dan dalam integrasi dari bagian-bagian jasmaniah ke dalam bagian-bagian
fungsional, dan kedewasaan atau kemunculan pola-pola asasi dari tingkah laku
yang tidak dipelajari.
Menurut Van den Daele Perkembangan berarti perubahan secara kualitatif.
Ini berarti bahwa perkembangan bykan sekedar penambah beberapa sentimeter
pada tinggi badan seseorang atau peningkatakn kemampuan seseorang, melainkan
suatu proses integrasi dari banyak struktur dan fungsi yang kompleks. (Van den
Daele 1976 : 128).
Dari beberapa pengertian diatas dapat ditarik suatu kesimpulan umum, bahwa
yang dimaksud dengan perkembangan adalah perkembangan itu tidak terbatas
8

pada pengertian pertumbuhan semakin membesar, melainkan di dalamnya juga


terkandung serangkai perubahan psykis yang berlangsung terus-menerus dan
bersifat tetap dari fungsi-fungsi jasmaniah dan rohaniah yang dimiliki individu.
2. Pertumbuhan
Dalam konsep perkembangan juga terkandung pertumbuhan. Pertumbuhan
(growth) sebenarnya merupakan sebuah istilah yang lazim digunakan dalam
biologi, sehingga pengertiannya lebih bersifat biologis. (Werner, 1969 : 44).
Istilah pertumbuhan khusus dimaksud untuk menunjukkan bertambah besarnya
ukuran badan dan fungsi fisik yang murni, istilah perkembangan lebih dapat
mencerminkan sifat yang khas mengenai gejala psikologis yang muncul. (F.J
Monk, 2006 : 2). Dalam pertumbuhan ada sebuah proses pengulangan hal ini
keliahatan berbeda tergantung pada pengulangan tertentu mana yang akan
dijelaskan (Hurlock 1980 : 3). (Menurut burnham 1976 : 16) pertumbuhan
merupakan proses yang berkesinambungan dan bersifat bertambah.
Dari beberapa pengertian diatas dapat dipahami bahwa istilah pertumbuhan
dalam konteks perkembangan merujuk pada perubahan-perubahan yang bersifat
kuantitatif. Dengan demikian, istilah pertumbuhan lebih cenderung menunjuk
pada kemajuan fisik atau pertumbuhan tubuh yang melaju sampai pada suatu titik
optimum dan kemudian menurun menuju keruntuhannya. Sedangkan
perkembangan lebih menunjuk pada kemajuan mental atau perkembangan
rohani yang melaju terus sampai akhir hayat.
Perkembangan menunjuk pada suatu proses kearah yang lebih sempurna dan
tidak begitu saja dapat diulang kembali. Perkembangan menunjuk kearah
perubahan yang bersifat tetap dan tidak dapat diputar kembali. Psikologi
perkembangan lebih mempersoalkan faktor-faktor yang umum yang
mempengaruhi proses perkembangan yang terjadi didalam diri pribadi yang khas
itu. titik berat yang diberikan oleh para ahli psikologi perkembangan adalah pada
relasi atara kepribadian dan perkembangan, hal iti disebabkan oleh pendapat
bahwa keseluruhan kepribadian itulah yang berkembang, meskipun beberapa
aspek lebih menonjol pada masa perkembangan tertentu, misalnya perkembangan
fungsi indera dan fungsi motorik lebih menonjol pada tahun-tahun pertama.
9

Objek psikologi perkembangan adalah perkembangan manusia sebagai pribadi


(F.J. Monk, 2006 : 1). Para ahli psikolog juga tertarik akan masalah seberapa
jauhkah perkembangan manusia tadi dipengaruhi oleh perkembangan
masyrakatnya. Psikologi perkembangan yang utama tertuju pada perkembangan
manusianya sebagai person. Masyarkat merupakan tempat berkembangya person.
Psikologi perkembangan lebih tertarik pada struktur yang berbeda-beda yang
tampak dalam person yang berkembang itu. dengan begitu orang bicara mengenai
masa-masa penghidupan, yang jelas dapat dibedakan antara masa kanak-kanak,
masa dewasa, dan masa tua. Masa remaja kurang jelas batasnya dengan masa
kanak-kanak maupun masa dewasa awal, meskipun memang ada ciri-ciri yang
khas yang membedakan masa remaja dengan masa sebelumnya. Berhubung
dengan sifat seseorang yang khas dengan jalan perkembangannya yang khas pula,
maka psikologi perkembangan juga dapat dipandang sebagai psikologi jalan hidup
seseorang.
Beberapa definisi psikologi perkembangan menurut para psikolog:
a. Encyclopedia International: Developmental psychology is a branch of
psychology devoted been placed on the search for those elements of behavior in
the child which are thought to be prerequisite for complex adult
behavior.(Psikologi perkembangan adalah suatu cabang dari psikologi yang
mengetengahkana pembahasan tentang perilaku anak secara historic titik berat
pembahasannya pada penganalisaan elemen-elemen perilaku anak yang
dimungkinkan akan menjadi syarat terbentuknya perilaku dewasa yang
kompleks).
b. Good dalam Dictionary Of Education: Developmental psychology: the branch
of psychology concerned with the course of progressivestages of behavior,
considered phylogenetically anda ontogenetically, and including both the phase of
growth and of decline, broder in meaning than genetic psychology,though the
terms are frequently use interchangeably.
Menurut Prof. Dr. F.J. Monks, Prof. Dr. A.M.P. Knoers, dan Prof. Dr. Siti
Rahayu Haditoro dalam psikologi perkembangan: Psikologi perkembangan
adalah suatu ilmu yang mempersoalkan faktor-faktor umum yang mempengaruhi
proses perkembangan yang terjadi dalam diri pribadi seseorang dengan
menitikberatkan pada relasi antara kepribadian dan perkembangan.
10

Menurut Dra. Kartini Kartono dalam psikologi anak: psikologi


perkembangan (psikologi anak) adalah suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku
manusia yang dimulai dengan priode masa bayi, anak pemain, anak sekolah, masa
remaja, sampai periode adolesens menjelang dewasa.
Dari beberapa definisi yang telah dikemukakan tersebut kiranya dapat
diambil pemahaman yang lebih sederhana tentang pengertian psikologi
perkembangan yakni suatu cabang dari psikologi yang membahas tentang gejala
jiwa seseorang baik menyangkut perkembangan atau kemunduran prilaku
seseorang sejak masa konsepsi hingga dewasa. (Ahmadi 2005 : 3-5 ).
Definisi psikologi perkembangan juga bisa diartikan sebagi suatu ilmu
psikologi yang membahas tentang masalah masalah perkembangan manusia
mulai dari usia awal pembentukan sampai usia akhir.

C. Manfaat Psikologi Perkembangan Bagi Penyelenggaraan Pendidikan


Berikut ini akan dikemukakan manfaat mempelajari psikologi
perkembangan dalam dunia pendidikan:
1. Dengan mempelajari psikologi perkembangan, Tenaga Pendidik (Guru) akan
mengetahui fakta-fakta dan prinsip-prinsip mengenai tingkah laku manusia pada
umumnya dan peserta didik pada khususnya.
2. Dengan mempelajari psikologi perkembangan, sedikit banyak Tenaga Pendidik
akan mengetahui kehidupan jiwanya sendiri, baik segi pengenalan, perasaan,
kehendak maupun tingkah laku lainnya. Sehingga orang dapat menilai dirinya
sendiri. Karena pengenalan dan pemahaman terhadap kehidupan jiwa sendiri
merupakan bahan yang sangat penting untuk dapat memahami kehidupan jiwa
orang lain atau peserta didik.
3. Dengan bekal pengetahuan psikologi perkembangan juga dapat dipakai sebagai
bahan untuk menilai tingkah laku normal, sehingga dapat mengetahui apakah
tingkah laku seseorang/peserta didik itu sesuai atau tidak dengan tingkat
kewajarannya, termasuk tingkat kenormalan tingkah laku kita sendiri.
11

4. Dengan menguasai psikologi perkembangan, Tenaga Pendidik dapat memilih dan


memberikan materi pendidikan dan pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan
anak didik pada tiap tingkat perkembangan tertentu.
5. Dengan menguasai psikologi perkembangan, Tenaga Pendidik juga dapat memilih
metode pengajaran dan menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat
perkembangan pemahaman murid-murid mereka.
Adapun beberapa manfaat psikologi perkembangan sebagai berikut :
1. Dengan mempelajari psikologi, orang akan mengetahui fakta-fakta dan prinsip-
prinsip mengenai tingkah laku manusia.
2. Untuk memahami diri kita sendiri dengan mempelajari psikologi sedikit banyak
orang akan mengetahui kehidupan jiwanya sendiri, baik segi pengenalan,
perasaan, kehendak, maupun tingkah laku lainnya.
3. Dengan mengetahui jiwanya dan memahami dirinya itu maka orang dapat menilai
dirinya sendiri.
4. Pengenalan dan pemahaman terhadap kehidupan jiwa sendiri merupakan bahan
yang sangat penting untuk dapat memahami kehidupan jiwa orang lain.
5. Dengan bekal pengetahuan, psikologi juga dapat dipakai sebagai bahan untuk
menilai tingkah laku normal, sehingga kita dapat mengetahui apakah tingkah laku
seseorang itu sesuai tidak dengan tingkat kewajarannya, termasuk tingkat
kenormalan tingkah laku kita sendiri.
Kajian psikologi perkembangan berkaitan dengan pengembangan
pendidikan terutama berkenaan dengan pemahaman aspek-aspek perilaku dalam
konteks belajar mengajar. Terlepas dari berbagai aliran psikologi yang mewarnai
pendidikan, pada intinya pembahasan psikologi ini memberikan perhatian
terhadap bagaimana input dan output pendidikan dapat berjalan dengan tidak
mengabaikan aspek perilaku dan kepribadian peserta didik.
Secara Psikologis, manusia merupakan individu yang unik. Dengan
demikian, kajian psikologi dalam pengembangan pendidikan dan pengajaran
sesungguhnya memperhatikan keunikan yang dimiliki oleh setiap individu, baik
ditinjau dari tingkat kecerdasan, kemampuan sikap, motivasi, perasaan serta
karakteristik-karakteristik individu lainnya Aspek pendidikan sesungguhnya
mampu menyediakan kesempatan kepada setiap individu untuk dapat berkembang
sesuai dengan potensi yang dimilikinya, baik dalam hal pokok masalah maupun
metode penyampainnya. Kajian psikologi perkembangan telah melahirkan
12

berbagai teori yang mendasari sistem pembelajaran. Kita mengenal adanya


sejumlah teori dalam pembelajaran, seperti teori Classical conditioning,
connectionism, operant conditioning, gestalt, teori daya, teori kognitif dan teori-
teori pembelajaran lainnya.
Selain itu, penilaian sistem pendidikan merupakan salah satu aspek penting
dalam pendidikan guna memahami seberapa jauh tingkat keberhasilan pendidikan.
Melalui kajian psikologis kita dapat memahami perkembangan perilaku apa saja
yang diperoleh peserta didik setelah mengikuti kegiatan pendidikan. Disamping
itu kajian psikologis telah memberikan pembelajaran tertentu. Sumbangan nyata
dalam pengukuran potensi-potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik,
terutama setelah dikembangkannya berbagai test psikologis, baik untuk mengukur
tingkat kecerdasan, bakat maupun kepribadian individu lainnya. Pemahaman
kecerdasan bakat, minat dan aspek kepribadian lainnya melalui pengukuran
psikologis, memiliki arti penting dalam upaya pengembangan proses pendidikan
individu yang bersangkutan sehingga pada gilirannya dapat dicapai perkembangan
individu yang optimal. Oleh karena itu, betapa pentingnya penguasaan psikologi
perkembangan.
13

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Psikologi perkembangan adalah cabang dari psikologi yang mempelajari
secara sistematis perkembangan perilaku manusia secara ontogenetic, yaitu
mempelajari proses-proses yang mendasari perubahan-perubahan yang terjadi di
dalam diri, baik perubahan dalam struktur jasmani, perilaku, maupun fungsi,
mental manusia sepanjang rentang hidupnya, yang biasanya dimulai sejak
konsepsi hingga menjelang mati. Salah satu manfaat psikologi perkembangan bagi
penyelenggaraan pendidikan adalah Tenaga Pendidik (Guru) akan mengetahui
fakta-fakta dan prinsip-prinsip mengenai tingkah laku manusia pada umumnya
dan peserta didik pada khususnya.

B. Kritik dan Saran


Dengan masih banyaknya kekurangan yang ada pada makalah ini , kami
berharap pembaca dapat memberikan kritik dan saran nya , dimana hal tersebut
14

sangat dibutuhkan untuk membangun kesempurnaan dalam pemberian materi


maupun penulisan makalah.
1

DAFTAR PUSTAKA

http://surhamarame.blogspot.co.id/2012/01/konsep-perkembangan-
dalam-kontelasi.html//2017/03/17/16:00

Wiwit Hayu Ningrum//konsep perkembangan dalam kontelasi//21:49


http://kepompongstkipsingkawang.blogspot.co.id/2016/10/konsep-
perkembangan-dalam-kontelasi.html//2017/03/17/14:30

Nurazizah Indah//konsep perkembangan dalam kontelasi/23:42


http://kuntilanakpakebehel.blogspot.co.id/2015/02/konsep-
perkembangan-dalam-kontelasi.html//2017/03/17/15:00

M. Ridwan Arif//konsep perkembangan dalam kontelasi/


https://fkipuijember.wordpress.com/2012/06/29/konsep-perkembangan-
dalam-konstelasi-psikologi-dan-pendidikan/2017/03/17/15:30