Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM) TERHADAP KEBERHASILAN

PROYEK KONSTRUKSI
(Studi Kasus pada Proyek Gedung Bertingkat Tinggi di DKI Jakarta)

Putri Namarina
12110015

Program Studi Teknik Sipil S1 FTSP ISTN Jakarta


Email: putrinamarina@gmail.com
ABSTRAK

Salah satu kunci mencapai keberhasilan suatu perusahaan jasa konstruksi dalam mencapai visi dan misinya adalah menggunakan
kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik. Agar terbentuknya keberhasilan proyek konstruksi maka diperlukan suatu
pengukuran yang digunakan oleh perusahaan jasa konstruksi sebagai patokan dalam mengelola serta meningkatkan kualitas
sumber daya manusia yang dimiliki. Hal ini menjadi penting untuk dikaji karena pengukuran dilakukan berdasarkan kriteria
tenaga kerja yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan jasa konstruksi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuisioner
terhadap pekerja dari proyek konstruksi gedung bertingkat tinggi di DKI Jakarta tahun 2016. Data yang didapat diolah dengan
program SPSS 23. Analisis data yang dilakukan menunjukkan bahwa dari 15 variabel yang diteliti, terdapat 13 variabel yang
berpengaruh dan 2 diantaranya berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja sumber daya manusia, dirumuskan dalam
persamaan Y = 0,470 + 0,140 X10 + 0,157 X13 dengan pengertian bahwa pengelolaan suatu perusahaan konstruksi dalam hal
terbentuknya motivasi pekerja dari komitmen bersama dan kepemimpinan yang partisipasif, dan sistem perusahaan yang
berpeluang untuk memberikan tanggung jawab yang lebih luas, berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja sumber daya
manusia yang dimiliki.

Kata kunci: kuisioner, sumber daya manusia, variabel, SPSS

ABSTRACT

One of the efficacy keys of project construction company to achieves its vision and mission are using the human resources
properly. It takes a measurement for construction company to use it as a benchmark in managing and improving the quality of its
human resources in order to achieve the efficacy of project construction. This becomes necessary to be reviewed because the
measurement is made based on the criteria of human resources which is owned by each of the project construction company. The
research was done by using questionnaire for the staffs of the high-rise building project in DKI Jakarta in 2016. The result was
processed by SPSS 23 program. Data analysis showed that there are 13 variables of 15 researched variables that influence the
project performance and two of them significantly influence the project performance, defined in Y = 0,470 + 0,140 X 10 + 0,157
X13. It means that the labor management in the case of the motivation which was formed based on the joint commitment and
participative leadership, and the company system that gives chances to the workers to have the bigger responsibilities,
significantly affect the project performance.

Keyword: questionnaire, human resources, variable, SPSS

1. PENDAHULUAN
Perusahaan jasa konstruksi yang banyak bermunculan serta pesatnya pembangunan di
Indonesia khususnya di DKI Jakarta mendorong para perusahaan jasa konstruksi untuk saling
berkompetensi secara ketat untuk memberikan kualitas yang terbaik. Hal ini mendorong tiap-tiap
perusahaan jasa konstruksi untuk terus meningkatkan kualitas serta performa kerja dengan
manajemen sumber daya manusia (MSDM) yang baik dikarenakan keberhasilan suatu proyek
konstruksi tergantung pada efektivitas pengelolaan sumber daya manusianya.
Agar terbentuk sumber daya manusia yang berkualitas, maka diperlukan pengukuran oleh
perusahaan jasa konstruksi. Pengukuran ini dilakukan berdasarkan kriteria tenaga kerja yang dimiliki
oleh masing-masing perusahaan jasa konstruksi.
Bagaimana pengukuran yang dilakukan perusahaan terhadap sumber daya manusia yang
dimiliki menjadi hal yang menarik untuk penulis ulas mengingat pentingnya hasil pengukuran
tersebut untuk kemudian dijadikan strategi atau patokan yang digunakan perusahaan jasa konstruksi
untuk mengelola serta meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.

1
Dengan mengetahui bagaimana pengukuran yang dilakukan perusahaan jasa konstruksi
terhadap tenaga kerjanya tentunya memiliki keuntungan pada pelaksanaan proyek terutama dalam hal
efisiensi dan efektivitas pelaksanaan guna mencapai titik optimal biaya, mutu dan waktu sebagaimana
tujuan pelaksanaannya yaitu keberhasilan proyek itu sendiri.

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Manajemen Sumber Daya Manusia


Manajemen Sumber Daya Manusia yaitu suatu metode pengelolaan sumber daya manusia
didalam sebuah organisasi agar mampu mencapai tujuan dari organisasi secara maksimal melalui
pengembangan sumber daya manusia itu sendiri.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat dilakukan dengan cara:
a. Peningkatan kualitas fisik dapat diupayakan melalui program kesehatan dan gizi.
b. Peningkatan kualitas kemampuan non fisik dapat dilakukan dengan pelatihan (training),
seminar, dan workshop.
Beberapa hal perlu diperhatikan dalam pengelolaan SDM guna meningkatkan kualitas serta
kinerja SDM dalam suatu organisasi, antara lain (Schuller, 1990 dalam Ellitan 2002):
1. Mengelola SDM untuk menciptakan kemampuan (kompetensi) SDM.
2. Mengelola diversitas tenaga kerja untuk meraih keunggulan bersaing.
3. Mengelola SDM untuk meningkatkan daya saing atau competitiveness.
4. Mengelola SDM untuk menghadapi globalisasi (go international).
Dalam meningkatkan kinerja SDM manajemen harus selalu mencari, mengembangkan dan
mempertahankan SDM yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, melalui perencanaan SDM
kebutuhan tersebut secara sistematis dapat dipenuhi.
Terdapat tiga strategi dalam perencanaan SDM, yaitu
1. Perencanaan SDM dan Orientasi Strategis
2. Perencanaan Taktikal SDM
3. Perencanaan Operasional SDM
Kualitas SDM merupakan masalah utama yang patut mendapat perhatian organisasi, karena
kualitas SDM dipandang mampu untuk meningkatkan peran serta anggota atau karyawan
terhadap organisasi. Kualitas SDM mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
perusahaan. Adanya kualitas SDM juga menumbuhkan keinginan para karyawan untuk tetap
tinggal dalam organisasi (Husnawati, 2006). Penelitian menunjukkan adanya hubungan positif
antara kualitas SDM dengan kinerja karyawan (Elmuti dan Kathawala, 1997 dalam Husnawati,
2006).

2.2 Budaya Organisasi


Budaya organisasi adalah sistem nilai organisasi yang dianut oleh anggota organisasi yang
kemudian mempengaruhi cara kerja dan berperilaku dari para anggota organisasi.
Budaya organisasi memiliki pengaruh terhadap peningkatan kinerja suatu organisai atau
perusahaan.

Gambar 1. Skema Budaya Organisasi dan Peningkatan Kinerja Perusahaan

2
2.3 Variabel Praktik Manajemen Sumber Daya Manusia
Praktik manajemen sumber daya manusia adalah kegiatan operasi harian yang diterapkan
dalam setiap perusahaan.
Beberapa faktor praktik manajemen yang dipraktikkan pada perusahaan di Indonesia, antara
lain insentif, gaji, jaminan kerja, bonus, fasilitas, training, konferensi, edukasi, pemberdayaan
(empower), komunikasi, kepuasan kerja, iklim kerja, hubungan baik (relationship), kerja sama
(teamwork).

2.4 Hipotesis
H0 : Pengelolaan sumber daya manusia oleh perusahaan memengaruhi keberhasilan proyek
konstruksi.Pengelolaan tenaga kerja subkontraktor mempengaruhi kinerja proyek.
H1 : Pengelolaan sumber daya manusia oleh perusahaan tidak memengaruhi keberhasilan
proyek konstruksi.

3. METODOLOGI PENELITIAN
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kuantitatif. Metode kuantitatif adalah
penelitian dengan memperoleh data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan.
Penulis berusaha memberikan gambaran/tinjauan pada pengukuran sumber daya manusia yang
dilakukan oleh perusahaan jasa konstruksi sebagai patokan dalam mendukung keberhasilan aktivitas
proyek kontruksi itu sendiri dengan melibatkan partisipasi pekerja sampel proyek bangunan
bertingkat tinggi di DKI Jakarta sebagai subjek penelitian. Data yang penulis peroleh didapat
melalui kuisioner yang menggunakan skala Likert.
Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau
sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dengan Skala Likert, variabel yang akan diukur
dijabarkan menjadi indikator variabel yang mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat
negatif berupa kata-kata, seperti pada kuisioner ini yang tingkat kesetujuannya dituangkan dalam
angka 1 (Sangat tidak setuju), 2 (Tidak setuju), 3 (Kurang setuju), 4 (Setuju), dan 5 (Sangat setuju).
Data yang didapat dari kuisioner ini akan diolah dan dianalisis dengan bantuan program
SPSS. Yang akan menjadi variabel terikat (Y) adalah: Kesesuaian Manajemen Keuangan dengan
Target Profit dengan variabel-variabel bebasnya: Kesesuaian gaji dengan kemampuan tenaga kerja
(X1), Pemberian insentif dari perusahaan (X2), Hubungan kerja dengan perusahaan (X3), Jaminan
kesehatan dan keselamatan kerja (X4), Pemberian bonus atas prestasi kerja (X5), Fasilitas yang
diberikan perusahaan (X6), Pelatihan untuk pekerjaan baru (X7), Peningkatan pengetahuan dan
profesionalitas (X8), Bimbingan senior dalam hubungan kerja (X9), Peluang untuk meningkatkan
tanggung jawab (X10), Komunikasi horizontal dan vertikal (X11), Kepuasan tenaga kerja pada
kondisi pekerjaan (X12), Komitmen bersama dan kepemimpinan partisipatif (X13), Sistem
pengawasan (X14), dan Teamwork (X15).

4. ANALISIS DATA

4.1 Uji Reliabilitas Awal


Sebelum memulai penelitian, kuisioner diuji realibilitasnya dengan meminta kesediaan 30
orang yang mengerti dan berpengalaman dalam bidang konstruksi untuk mengisi kuisioner ini.
Data tersebut diolah dengan program SPSS 23 untuk diketahui nilai cronbachs alpha nya untuk
dibandingkan dengan nilai korelasi Fisher untuk jumlah data 30.
Tabel 1. Cronbachs Alpha

3
Menurut Tabel Fisher, dengan derajat kebebasan (df) = 30 maka nilai kritis r pada tabel
adalah 0,361 untuk 5 % dan 0,463 untuk 1 %. Maka, dengan ketelitian 95% perbandingannya
adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Perbandingan R Hitung dengan r Fisher
Reliabilitas Angket Reliabilitas Kritis
0,928 0,361

Dari kedua tabel di atas dapat dilihat bahwa reliabilitas kuisioner sebesar 0,928 yang berarti
lebih besar dari reliabilitas kritis (0,928 > 0,361), maka kuisioner dapat dikatakan konsisten dan
layak untuk dijadikan instrumen penelitian.

4.2 Pengambilan data


Kuisoner dibagikan kepada pihak pimpinan dan staf pekerja dari perusahaan-perusahaan
kontraktor yang menangani proyek gedung bertingkat tinggi di kawasan DKI Jakarta.
Dari 75 data kuisioner yang diolah, berikut adalah kriteria dari responden yang mengisi kuisioner
berdasarkan aspek berikut:
Tabel 3. Tabel Penyebaran Kuisioner
NO. GradeKualifkasi Nilai Kontrak J umlah
Perusahaan Pekerjaan Perusahaan
1. M2 2M 10M 5
2. B1 10M 50M 7
3. B2 >50M 12

4.3 Analisis Korelasi


Dari hasil analisis korelasi tersebut, dipilih variabel-variabel bebas yang berhubungan
dengan variabel terikat yang mempunyai nilai korelasi diatas nilai kritis (r) dari Fisher. Adapun
semua variabel bebas yang dianalisis memiliki nilai korelasi > 0,225 (r Fisher untuk n = 75) yang
nilainya adalah sebagai berikut: (X 1) 0.428, (X2) 0.658, (X3) 0.621, (X4) 0.388, (X5) 0.277, (X6)
0.605, (X7) 0.425, (X8) 0.522, (X9) 0.595, (X10) 0.662, (X11) 0.602, (X12) 0.649, (X13) 0.742, (X14)
0.598, (X15) 0.655; sehingga dapat dikatakan bahwa semua variabel bebas berhubungan dengan
variabel terikatnya.

4.4 Analisis Variabel Penentu


Pada analisis korelasi telah diketahui bahwa semua variabel bebas berkorelasi dengan
variabel terikatnya. Namun, terdapat kemungkinan adanya interkorelasi antara satu variabel
dengan yang lain. Untuk itu dilakukan deteksi satu per satu terhadap variabel-variabel bebas
sehingga hanya digunakan variabel bebas yang memiliki signifikansi di bawah 0,05 (ketelitian
95%).

4
Tabel 4. Korelasi

Dengan disisihkannya variabel X2, X5, X6, X7, X9, dan X15 maka variabel bebas yang
digunakan dalam pengolahan selanjutnya adalah X1, X3, X4, X8, X10, X11, X12, X13, X14.

4.5 Analisis Deskriptif


Analisis deskriptif dilakukan untuk mengetahui penyebaran data yang didapat dari
penelitian. Pada tabel berikut akan diberikan informasi mengenai jumlah data yang dianalisis (N),
rentang nilai data pada skala likert pada tiap-tiap variabel (Range), nilai minimum dan
maksimum dari nilai data pada tiap variabel, jumlah nilai pada tiap variabel (sum), rerata (mean),
standar deviasi, dan tingkat variansi dari nilai data pada tiap variabel.

Tabel 5. Output Analisis Deskriptif

5
4.6 Analisis Regresi Berganda Linear
Analisis regresi berganda linear ini dilakukan terhadap kombinasi variabel penentu yang
telah ditetapkan dan dihasilkan model regresi berganda secara linear untuk kesesuaian
Manajemen Keuangan dengan Target Profit.
Tabel 6. Output Analisis Variabel Penentu

Persamaannya menjadi:
Y = 0,470 + 0,140 X10 + 0,157 X13
Dimana:
Y = Sumber Daya Manusia yang inovatif, kreatif, dan mengikuti perkembangan teknologi
X10 = Peluang untuk meningkatkan tanggung jawab
X13 = Komitmen bersama dan kepemimpinan partisipatif

4.7 Uji Model


Pada uji model, diteliti lebih lanjut mengenai pengaruh yang diberikan oleh variabel-variabel
bebas pada variabel terikat. Pembuktian akan berlakunya hipotesis nol atau tidak dilakukan pada
uji model ini melalui beberapa pendekatan.
4.7.1 Analisis Korelasi Ganda
Korelasi ganda adalah suatu nilai yang memberikan kuatnya pengaruh atau
hubungan dua variabel atau lebih secara bersama-sama dengan variabel lain.
Tabel 7. Output Korelasi Ganda

Berdasarkan tabel diatas, diperoleh nilai R Square sebesar 0,748, yang berarti kedua
variabel bebas berpengaruh sebesar 74,8% terhadap sumber daya manusia yang inovatif,
kreatif, dan mengikuti perkembangan teknologi.

4.7.2 Uji F
Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan dalam uji F, penulis
membandingkan nilai F hitung dengan F tabel.

Tabel 8. Output Uji F

6
Dibandingkan dengan F tabel, nilai F hitung (17,268) masih lebih besar dari F
tabel (3,12) sehingga variabel bebas dalam penelitian ini berpengaruh secara simultan
terhadap variabel terikat.

4.7.3 Uji T
Uji Independent Sample T-Test merupakan bagian dari statistik inferensial
parametrik. Uji T juga dilakukan untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel bebas
terhadap variabel terikat. Berikut adalah tabel output uji T dari SPSS:
Tabel 9. Output Uji T

Digunakan tabel t untuk dibandingkan nilai t nya, dengan nilai t tabel (Df = 75
3 = 72; confidence level 95%) adalah 1,993, maka t hitung ketiga variabel bebas di atas
lebih besar dari t tabel, sehingga dapat dikatakan bahwa ketiga variabel bebas tersebut
berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (Y).
4.7.4 Uji Auto Korelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada
korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada
periode t-1 atau sebelumnya. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem
autokorelasi. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Uji
Durbin Watson merupakan salah satu uji auto korelasi yang dilakukan pada penelitian ini.
Berikut adalah output SPSS untuk Uji Durbin Watson:
Tabel 10. Uji Auto Korelasi

Dengan jumlah sampel n = 75 dan variabel independen (K) = 2 diperoleh nilai d l


= 1,5709 dan nilai du = 1,6802 maka nilai (4 - du) = (41,6802) = 2,3198. Nilai d berada
pada nilai selang antara 1,5709 < d < 2,3198 berarti dalam analisis persamaan ini
tidak terdapat auto korelasi positif maupun negatif untuk signifikansi = 0.05 dan dapat
disimpulkan bahwa persamaan yang dihasilkan sangatlah signifikan.

4.8 Hasil Analisis Data

7
Berikut adalah rangkuman hasil dari analisis data yang dilakukan dengan SPSS 23 seperti
yang telah dijabarkan di atas:
1. Semua variabel bebas terbukti memberikan pengaruh pada kesesuaian manajemen dengan
target profit yang menjadi variabel terikat.
2. Variabel bebas yang mempengaruhi keuangan proyek secara signifikan adalah X1
(Kesesuaian gaji dengan kemampuan tenaga kerja), X3 (Hubungan kerja dengan perusahaan),
X4 (Jaminan kesehatan dan keselamatan kerja), X8 (Peningkatan pengetahuan dan
profesionalitas), X10 (Peluang untuk meningkatkan tanggung jawab), X11 (Komunikasi
horizontal dan vertikal), X12 (Kepuasan tenaga kerja pada kondisi pekerjaan), X13 (Komitmen
bersama dan kepemimpinan partisipatif), X14 (Sistem pengawasan).
3. Model dari penelitian ini adalah regresi berganda linear dengan persamaan sebagai berikut:
Y = 0,470 + 0,140 X10 + 0,157 X13
Dimana:
Y = Sumber daya manusia yang inovatif, kreatif, dan mengikuti perkembangan teknologi
X10 = Peluang untuk meningkatkan tanggung jawab
X13 = Komitmen bersama dan kepemimpinan partisipatif
Dari persamaan tersebut, dapat diketahui bahwa:
a. Konstanta
Apabila semua variabel bebas memiliki nilai (0), maka nilai variabel Y (sumber daya
manusia yang inovatif, kreatif, dan mengikuti perkembangan teknologi) adalah sebesar
0,470.
b. Peluang untuk meningkatkan tanggung jawab (X10) terhadap Y
Setiap ada kenaikan faktor Peluang untuk meningkatkan tanggung jawab satu satuan,
maka nilai Kesesuaian Manajemen Keuangan dengan Target Profit akan meningkat
sebesar 0,140 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model regresi tetap.
c. Komitmen bersama dan kepemimpinan partisipatif (X13) terhadap Y
Setiap ada kenaikan faktor Komitmen bersama dan kepemimpinan partisipatif sebesar
satu satuan, maka nilai Kesesuaian Manajemen Keuangan dengan Target Profit akan
meningkat sebesar 0,157 dengan asumsi bahwa variabel bebas yang lain dari model
regresi tetap.
4. Berdasarkan hasil analisis koefisien determinasi (adjusted R 2) didapatkan nilai sebesar 0,713
yang menunjukkan bahwa dalam penelitian ini variabel yang terdeteksi adalah sebesar 71,3%.
5. Hasil analisis deskriptif yang dilakukan di atas menunjukkan bahwa semua variabel bebas
yang diteliti sudah dilakukan dan terlaksana dengan cukup baik. Hasil analisis deskriptif yang
dilakukan di atas menunjukkan bahwa:
Gaji yang diterima sudah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki
Hubungan kerja yang terjalin antara tenaga kerja dengan perusahaan sudah cukup baik.
Kesehatan dan keselamatan kerja sudah cukup terjamin
Perusahaan sudah mendorong karyawan untuk meningkatkan pengetahuan dan
profesionalitas
Kesempatan yang tercipta guna melatih dan meningkatkan tanggung jawab cukup terbuka
Komunikasi antara tenaga kerja yang menjabat di kedudukan yang setara ataupun
berbeda secara struktural terjalin denga cukup baik
Tenaga kerja cukup puas dengan kondisi pekerjaan
Seluruh tenaga kerja cukup termotivasi dengan adanya komitmen bersama yang didukung
oleh kepemimpinan yang sudah cukup partisipatif
Sistem pengawasan sudah cukup dimengerti seluruh tenaga kerja

5. KESIMPULAN DAN SARAN

8
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian dan analisa di atas, maka hal yang dapat disimpulkan adalah
pengelolaan sumber daya manusia oleh perusahaan berpengaruh secara signifikan terhadap
keberhasilan suatu proyek konstruksi. Dari 15 variabel yang diteliti terdapat 13 variabel yang
berpengaruh tetapi hanya terdapat 2 variabel sangat signifikan yang dapat digunakan oleh
perusahaan jasa konstruksi dalam mengelola serta meningkatkan kualitas sumber daya
manusianya, diantaranya adalah peluang untuk meningkatkan tanggung jawab, dan komitmen
bersama dan kepemimpinan yang partisipasif.
5.2 Saran
Untuk pengambilan data melalui kuisioner, alangkah baiknya apabila selama
mengisi kuisioner, responden didampingi oleh pengambil data (dimana dalam hal ini adalah
penulis) guna mendapatkan data yang valid dan dapat dipertanggung jawabkan.
Dari hasil pengamatan yang diperoleh maka terdapat 28,7% faktor-faktor yang belum terdeteksi,
maka disarankan kepada peneliti berikutnya untuk dapat memperjelas argumen yang belum
terdeteksi sebagai variabel.

DAFTAR PUSTAKA

C. Trihendradi, Langkah Mudah Menguasai Statistik Menggunakan SPSS 15, Penerbit Andi,
Yogyakarta, 2007

Dajan, Anto, Pengantar Metode Statistika Jilid 1, LP3ES Jakarta 1989

Dipohusodo, Istimawan. Ir, Manajemen Proyek & Konstruksi (jilid 1), Kanisius, Yogyakarta,
1996

Ervianto, Wulfram I., Manajemen Proyek Konstruksi, Penerbit Andi, Yogyakarta, 2003

Hartawan, Harry. Ir., Manajemen Konstruksi Perencanaan dan Pengendalian Proyek, ISTN,
Jakarta, 1999

Husen, Abrar. Ir, Manajemen Proyek Perencanaan, Penjadwalan & Pengendalian Proyek (edisi
revisi), Penerbit Andi, Yogyakarta, 2010

Kementrian Pekerjaan Umum, Gerakan Nasional Pelatihan Konstruksi, LPJK, Jakarta, 2010

Library, Beethoven Bookshelf, Wearnes Technology, 1993

Prof. Suyana, Metoda Statistika edisi 6, Tarsito, Bandung, 2002

Singarimbun, M., Metode Penelitian Survei, LP3ES, JAKARTA, 1989

Sitohang, Hotma. Ir, Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi, Balai Penerbit Institut Sains dan
Teknologi Nasional, Jakarta, 2014

9
Soeharto, Iman. Ir, Manajemen Proyek Dari Konseptual Sampai Operasional, Penerbit
Erlangga, 1997

Suharsimi Arikunto. Prof. Dr., Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktek), Rineka Cipta,
Jakarta, 1997

Widiasanti, Irika. Ir., Manajemen Konstruksi, Bandung, 2013

www.google.com

http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_konstruksi

10