Anda di halaman 1dari 23

Perencanaan Pelaksanaan

Konstruksi 3
BAB VI
METODE PELAKSANAAN

VI.1 Metode Pelaksanaan


Perencanaan yang telah dibuat oleh perencana diwujudkan melalui pelaksanaan pekerjaan
di lapangan. Pelaksanaan pekerjaan merupakan tahap yang sangat penting dan membutuhkan
pengaturan serta pengawasan pekerjaan yang baik sehingga dapat diperoleh hasil yang baik,
tepat waktu, dan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan sebelumnya. Tahap pelaksanaan
pekerjaan merupakan tahap yang menentukan berhasil tidaknya suatu proyek, oleh karena itu
perlu dipersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknis pekerjaan, rencana kerja,
serta tenaga pelaksana khususnya tenaga ahli yang profesional yang dapat mengatur pekerjaan
dengan baik serta dapat mengambil keputusan-keputusan mengenai masalah-masalah yang
ditemui di lapangan. Sebagai langkah awal dalam pelaksanaan, kontraktor harus memiliki
dokumen awal pelaksanaan, seperti berita acara, gambar-gambar detail, RKS, dan dokumen
lainnya. Selanjutnya kontraktor membuat shop drawing sebagai gambar detail pelaksanaan
dan as built drawingsebagai laporan akhir gambar-gambar yang sesuai dengan pelaksanaan,
setelah adanya pekerjaan tambah maupun kurang.

VI.2 Pengamatan Pekerjaan Fabrikasi Jacket


1.

Fabrikasi Kaki Jacket/Jacket Leg Fabrication


Kaki Jacket difabrikasi dalam beberapa bagian/section kemudian diblasting dan dicat

secara terpisah pula. Berikut tahapan pekerjaan fabrikasi kaki jacket:


a. Transfer material yang dibutuhkan ke area kerja workshop-5 (lihat gambar dibawah).

Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 117

Perencanaan Pelaksanaan
Konstruksi 3

b. Proses Cutting (cut profile), yaitu proses pemotongan material asal mejadi bagian

dari struktur, dilakukan berdasarkan Cutting Instruction (lihat gambar dibawah).

c. Proses Fitting (fit up) atau proses perakitan dimana potongan-potongan elemen
struktur yang telah disiapkan kemudian dirangkai menggunakan pengelasan sederhana
yang bersifat sementara, untuk kemudian dilakukan check dimensi terhadap bagian
tersebut (lihat gambar dibawah).

Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 118

Perencanaan Pelaksanaan
Konstruksi 3

d. Aktivitas Dimensional Check dilakukan setelah marking dan fit up untuk memastikan
ketepatan dimensi fit up (lihat gambar dibawah).

e. Proses Joining members menjadi sebuah komponen yang kemudian diikuti oleh

tahap Pengelaasan Sambungan/Weld out Joint (lihat gambar dibawah).

f.Kembali dilakukan aktivitas Dimensional Check, inspeksi visual dan inspeksi


Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 119

Perencanaan Pelaksanaan
Konstruksi 3
Nondestructive Test/NDT (Prosedur NDT telah dijelaskan dalam bab dua).
g. Instal Anodes pada kaki jacket sebagai perlindungan terhadap korosi (lihat gambar

dibawah).

h. Transfer bagian-bagian dari jacket legs ke blasting painting chamber untuk persiapan

permukaan/Surface Preparation. Persiapan permukaan menggunakan sand blasting


agar permukaan yang sebelumnya terdapat korosi akan terkikis, blasting dimulai dari
bagian splash zone kemudian berlanjut kebagian dibawahnya.

i. Proses Transfer jacket dari lokasi Blasting/Painting Chamber ke lokasi assembly dan erection.

Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 120

Perencanaan Pelaksanaan
Konstruksi 3

2.

Panel and Mudmat Fabrication


Proses fabrikasi panel dan mudmat tidak jauh berbeda (typical) dengan prosedur
fabrikasi kaki jacket yang telah dijalaskan diatas. Berikut tahapan pekerjaan fabrikasi

panel dan mudmat :


1.

Transfer material yang dibutuhkan ke area kerja Jetty-1.

2.

Cutting (cut profile) material yang dibutuhkan.

3.

Fit-up bagian-bagian dari panel dan frame mudmat.

4.

Aktivitas Dimensional Check.

5.

Pengelasan Sambungan/Weld out Joint.

6.

Kembali dilakukan aktivitas Dimensional Check, inspeksi visual dan inspeksi


Nondestructive Test (NDT) pada sambungan.

Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 121

Perencanaan Pelaksanaan
Konstruksi 3

3.

Jacket Bracing Fabrication


Proses fabrikasi bracing tidak jauh berbeda (typical) dengan prosedur fabrikasi kaki
jacket yang telah dijalaskan diatas. Berikut tahapan pekerjaan fabrikasi bracing :
1.

Transfer material yang dibutuhkan ke area kerja Workshop-5.

2.

Cutting (cut profile) material yang dibutuhkan.

3.

Fit-up bagian-bagian dari frame bracing.

4.

Aktivitas Dimensional Check.

5.

Pengelasan Sambungan/Weld out Joint.

6.

Kembali dilakukan aktivitas Dimensional Check, inspeksi visual dan inspeksi


Nondestructive Test (NDT) pada sambungan.

4.

7.

Instal Anodes pada lokasi yang telah ditentukan.

8.

Transfer jacket ke lokasi assembly dan erection.

Lifting Lugs and Trunnion Fabrication


Proses fabrikasi Lifting Lugs dan Trunnion tidak jauh berbeda (typical) dengan

prosedur fabrikasi kaki jacket yang telah dijalaskan diatas. Berikut tahapan pekerjaan
fabrikasi Lifting Lugs dan Trunnio:
1) Transfer material yang dibutuhkan ke area kerja Workshop untuk Cut &
Profilling.
2) Cutting (cut profile) plat untuk plat utama, tubular, stiffners, cheek plates, dan
Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 122

Perencanaan Pelaksanaan
Konstruksi 3
stopper pipe. (lihat gambar dibawah).

3) Fit-up per-profile sesuai dengan shop drawing.


4) Aktivitas Dimensional Check.
5) Pengelasan Sambungan/Weld out Joint.
6) Kembali dilakukan aktivitas Dimensional Check, inspeksi visual dan inspeksi
Nondestructive Test (NDT) pada sambungan.
7) Transfer jacket ke lokasi assembly dan erection
VI.4 Pengamatan Pekerjaan Erection & Installation Jacket
VI.4.1

Erection Tumpuan Jacket Sementara/Jacket Temporary Support

Tumpuan sementara akan di-instal pada lokasi erection jacket sebelum pekerjaan
erection jacket row A dan row B. Berikut tahapannya:
a.

Peletakan tumpuan dilaksanakan setelah pembersihan lokasi erection,


tumpuan jacket pada elevasi (-) 22.400 terdiri dari komponen berupa blok
beton /concrete blocks, skid beam, weighing beam dan saddle. Titik
tengah /center line dari tumpuan dipastikan sejajar dengan titik tengah dari
frame mudmat pada posisi vertikal.

Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 123

Perencanaan Pelaksanaan
Konstruksi 3

Jacket Support System Terminology

b.

Penempatan tumpuan stool pada lokasi assembly dan erection sesuai shop
drawing jacket erection; support stool layout.

Jacket Erection; Support Stool Layout.

c.

Pelaksanaan inspeksi berupa check dimensi pada tumpuan jacket dan


tumpuan stool untuk memastikan ketepatan elevasi dan peletakan telah
sesuai dengan jacket erection layout.

Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 124

Perencanaan Pelaksanaan
Konstruksi 3

VI.4.2 Fabrikasi Frame Panel El. (-) 7.000 (Posisi Normal)


Berikut tahapan pelaksanaan fabrikasi frame panel pada elevasi (-) 7.000:
a.

Dilaksanakan proses fit up frame panel yang dilanjutkan dengan fit up


konduktor bagian dalam /guide framing.

b.

Kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan instalasi bracing sementara dan plat


pengaku pada sambungan. Setelah itu dilakukan instalasi bracing sementara
pada bagian luar frame yang terhubung dengan kaki jacket.

c.

Pelaksanaan check dimensi berupa elevasi, diagonal dan perpendikular.

d.

Pelaksanaan pengelasan pada frame panel dimulai dari bagian dalam


kemudian ke bagian luar pipa tersebut.

e.

Dilakukan kembali check dimensi, inspeksi visual dan NDT pada hasil
pengelasan.

f.

Pekerjaan yang terakhir dalam fabrikasi frame panel elevasi (-) 7.000 adalah
pelaksanaan fit up dan instalasi anodes sebagai proteksi terhadap korosi.

VI.4.3 Merangkai Frame Panel El. (-) 22.400 (Posisi Normal) /Assembly
Mudmat adalah panel yang diletakan pada bagian paling

bawah dari jacket yang

akan kontak langsung dengan dasar laut /sea bed. Merangkai mudmat dilakukan setelah
peletakan tumpuan stool. Berikut tahapan proses assembly panel mudmat:
a. Dilakukan fit up material pipa frame panel /tubular framing panel yang kemudian

Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 125

Perencanaan Pelaksanaan
Konstruksi 3
dilanjutkan dengan fit up material konduktor dalam /guide framing.

b. Kemudian dilaksanakan instalasi bracing sementara dan plat pengaku /stiffeners


pada sambungan, dilanjutkan dengan Instalasi bracing sementara pada frame
bagian luar yang terhubung dengan kaki jacket.
c. Pelaksanaan check dimensi berupa elevasi, diagonal dan perpendikular.
d. Pelaksanaan pengelasan pada frame panel dimulai dari bagian dalam kemudian ke
bagian luar pipa tersebut.
e. Kemudian kembali dilakukan pelaksanaan inspeksi berupa check dimensi dengan
prosedur yang sama seperti pada check dimensi sebelum pengelasan, ditambah
dengan inspeksi visual dan NDT pada hasil pengelasan.

f. Pelaksanaan fit up balok kedua yang diletakkan pada pipa frame /framing panel).
g. Dilakukan kembali check dimensi berupa elevasi, diagonal dan perpendicular
pada balok kedua yang telah di fit up.
h. Pelaksanaan pengelasan balok kedua dimulai dari bagian dalam kemudian ke

Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 126

Perencanaan Pelaksanaan
Konstruksi 3
bagian luar pipa tersebut.
i. Pelaksanaan fit up kemudian instalasi komponen anodes sebagai proteksi terhadap
korosi.

VI.4.4

Merangkai Frame Panel El. (+) 9.000


Berikut tahapan proses merangkai /assembly panel elevasi (+) 9.000:
a.

Dilakukan fit up material frame panel yang kemudian dilanjutkan dengan fit
up material konduktor dalam /guide framing.

b. Kemudian dilaksanakan pekerjaan instalasi bracing sementara dan plat


pengaku /stiffeners pada sambungan yang kemudian dilanjutkan dengan
pekerjaan Instalasi bracing sementara pada frame bagian luar yang
terhubung dengan kaki jacket.
c.

Pelaksanaan check dimensi berupa elevasi, diagonal dan perpendikular.

d. Pelaksanaan pengelasan pada frame panel dimulai dari bagian dalam


kemudian ke bagian luar pipa tersebut.
e.

Kemudian kembali dilakukan pelaksanaan inspeksi berupa check dimensi


dengan prosedur yang sama seperti pada check dimensi sebelum pengelasan,
ditambah dengan inspeksi visual dan NDT pada hasil pengelasan.

f.
VI.4.5

Tahapan terakhir adalah touch-up blasting, pengecatan dan TSA coating.


Merangkai Jacket Row B /Jacket Row B Assembly
Pekerjaan selanjutnya adalah merangkai jacket Row B. Berikut tahapan

Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 127

Perencanaan Pelaksanaan
Konstruksi 3
pelaksanaannya:
a.

Peletakan kaki jacket (Row B) di atas tumpuan stool, kemudian dilakukan


pekerjaan fit up bagian-bagian dari kaki jacket.

b.

Pelaksanaan check dimensi berupa elevasi dan panjang, lalu straightness &
alignment antara kedua kaki jacket (shop drawing sebagai acuan).

c.

Pengelasan bagian-bagian dari kaki jacket agar menjadi satu kesatuan.

d.

Dilakukan kembali check dimensi, inspeksi visual dan NDT pada hasil
pengelasan.

e.

Kemudian dilakukan fit up bracing dari mulai elevasi (-) 7.000 kemudian
bracing elevasi (-) 22.400. Dilanjutkan fit up bracing dari mulai elevasi (+)
9.000 kemudian bracing elevasi (-) 7.000

f.

Setelah itu dilaksanakan check dimensi pada bracing yang telah difit-up
yang dilanjutkan dengan pengelasan bracing.

g.

Dilakukan kembali check dimensi, inspeksi visual dan NDT pada hasil
pengelasan.

h.

Setelah bracing terpasang dan telah dilakukan inspeksi, maka dilakukan fit
up dan instalasi anodes.

i.

Diakhiri dengan pekerjaan touch-up blasting, pengecatan dan TSA coating


pada bagian splash zone hingga kebagian bawah.

VI.4.6 Merangkai Jacket Row A /Jacket Row A Assembly


Pekerjaan selanjutnya adalah merangkai jacket Row A. Berikut tahapan

Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 128

Perencanaan Pelaksanaan
Konstruksi 3
pelaksanaannya:
1.

Peletakan kaki jacket (Row A) di atas tumpuan stool, kemudian dilakukan


pekerjaan fit up bagian-bagian dari kaki jacket.

2.

Pelaksanaan check dimensi berupa elevasi dan panjang, lalu straightness &
alignment antara kedua kaki jacket (shop drawing sebagai acuan).

3.

Pengelasan bagian-bagian dari kaki jacket agar menjadi satu kesatuan.

4.

Dilakukan kembali check dimensi, inspeksi visual dan NDT pada hasil
pengelasan.

5.

Kemudian dilakukan fit up bracing dari mulai elevasi (-) 7.000 kemudian
bracing elevasi (-) 22.400. Dilanjutkan fit up bracing dari mulai elevasi (+)
9.000 kemudian bracing elevasi (-) 7.000

6.

Setelah itu dilaksanakan check dimensi pada bracing yang telah difit-up
yang dilanjutkan dengan pengelasan bracing.

7.

Dilakukan kembali check dimensi, inspeksi visual dan NDT pada hasil
pengelasan.

8.

Setelah bracing terpasang dan telah dilakukan inspeksi, maka dilakukan fit
up dan instalasi anodes.

9.

Diakhiri dengan pekerjaan touch-up blasting, pengecatan dan TSA coating


pada bagian splash zone hingga kebagian bawah.

VI.4.7

Instalasi dan Upending Frame Panel El. (-) 7.000

Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 129

Perencanaan Pelaksanaan
Konstruksi 3
Frame panel elevasi (-) 7.000 yang telah melalui proses fabrikasi kemudian
akan di instal agar menjadi satu kesatuan dengan kaki jacket.
Berikut tahapan pelaksanaan instalasi dan upending frame panel:
1.

Tahap pertama adalah pelaksanaan instalasi stoppers sementara pada titik


lifting, kemudian set up rigging dan crane sesuai dengan prosedur instalasi.

2.

Setelah

itu

pengangkat/lifting

dapat

dilaksanakan

secara

bertahap

menggunakan crane dengan tipe yang sesuai dengan prosedur instalasi.


3.

Memulai hoisting untuk memutar panel ke posisi vertikal.

4.

Jika panel telah diposisi vertikal maka rigging pada titik terendah dari lifting
dapat dilepaskan, kemudian dilanjutkan dengan travelling ke lokasi
assembly jacket Row B. Setelah panel telah sampai pada posisi assembly
jacket Row B, langkah selanjutnya adalah pelaksanaan fit up frame panel
secara vertikal ke jacket Row B.

5.

Setelah selesai di fit up maka dilakukan instalasi bracing sementara dan plat
pengaku ke seluruh sambungan yang terhubung ke jacket Row B.

6.

Dilakukan kembali check dimensi berupa elevasi dan alignment, kemudian


pengelasan dapat dilakukan pasa seluruh sambungan yang terhubung kepada
jacket Row B. Diakhiri dengan dilakukannya kembali check dimensi,
inspeksi visual dan NDT pada hasil pengelasan.

VI.4.8 Jacket Row B Roll-up


Setelah Jacket Row B telah terinstal maka selanjutnya dapat dilakukan pelaksanaan
Roll-up atau dengan kata lain mendirikan struktur jacket tersebut ke posisi vertikal.

Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 130

Perencanaan Pelaksanaan
Konstruksi 3

Berikut tahapan pelaksanaannya:


a.

Tahap pertama dilakukan check dimensi pada stool mudmat untuk


memastikan kesamaan level mudmat dengan elevasi Jacket Row A.

b.

Penginstalasian retaining sling dari panel 2 (dua) terhubung ke kaki jacket


untuk mempertahankan posisi jacket saat proses upending.

c.

Tahap selanjutnya adalah set up peralatan rigging, winches, dan crane sesuai
dengan prosedur roll up jacket.

d.

Setelah alat-alat berat; crane, rigging, dan winches telah berada di posisi

Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 131

Perencanaan Pelaksanaan
Konstruksi 3
yang sesuai prosedur, maka dapat dilaksanakan pre-lift dengan hoisting
crane ( 100 mm ke arah atas) kemudian di tahan pada posisi tersebut.
e.

Sementara jacket Row B telah terangkat 100 mm dari titik tumpuan roll up
(roll up support), dilakukan inspeksi pada seluruh peralatan dan pencatatan
record untuk actual loadings.

f.

Dilanjutkan lifting hingga kaki jacket berada pada posisi 10o (derajat) dari
sumbu horizontal dengan tetap memonitor beban tarik /tension load dari
crane dan winches. Selain itu perlu juga memonitor dan mencatat posisi
crane, menjaga radius tetap tepat (crane harus selalu satu sumbu /in-line
dengan titik lifting), juga menentukan beban margin /load margin crane
untuk lifting interval selanjutnya. Setelah itu baru lah dapat diproses ke
lifting interval 10o selanjutnya.

g.

Crane 1 dan Crane 2 melakukan hoisting dengan inerval per-10o (derajat),


hal ini adalah faktor kontrol overturning moment terhadap tumpuan roll up
(roll up support), sementara itu Crane 3 dan Crane 4 melakukan hoisting

Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 132

Perencanaan Pelaksanaan
Konstruksi 3
untuk mengurangi beban rigging yang diterima Crane 1 dan Crane 2.

h.

Setelah jacket telah pada posisi 50o (derajat) dari sumbu horizontal,
Aktivitas rigging oleh Crane 3 & Crane 4 perlahan-lahan akan diperlambat
dan kemudian dilepas. Pada tahap ini akan terjadi peningkatan beban pada
Crane 1 & Crane 2, hal tersebut perlu dimonitor.

Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 133

Perencanaan Pelaksanaan
Konstruksi 3

i.

Setelah jacket pada posisi 70o (derajat), berat sendiri jacket perlahan akan
dilepaskan oleh winches. Gaya tarik-tekan akan dimonitor dengan beban
indikator /load indikator. Kemudian lifting dilanjutkan hingga jacket
mencapai posisi 90o (setiap kenaikan satu derajat, posisi crane dipastikan
tetap in-line dengan titik lifting).

Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 134

Perencanaan Pelaksanaan
Konstruksi 3

VI.4.9 Jacket Row A Roll-up

Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 135

Perencanaan Pelaksanaan
Konstruksi 3
Setelah aktivitas roll up Jacket Row B telah selesai maka selanjutnya dapat
dilakukan pelaksanaan roll up Jacket Row A.

Berikut tahapan pelaksanaannya:


1) Tahap pertama adalah set up peralatan rigging, winches, dan crane sesuai
dengan prosedur roll up jacket.

2) Setelah alat-alat berat; crane, rigging, dan winches telah berada di posisi
yang sesuai prosedur, maka dapat dilaksanakan pre-lift dengan hoisting

Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 136

Perencanaan Pelaksanaan
Konstruksi 3
crane ( 100 mm ke arah atas) kemudian di tahan pada posisi tersebut.
3) Sementara jacket Row B telah terangkat 100 mm dari titik tumpuan roll up
(roll up support), dilakukan inspeksi pada seluruh peralatan dan pencatatan
record untuk actual loadings.
4) Dilanjutkan lifting hingga kaki jacket berada pada posisi 10o (derajat) dari
sumbu horizontal dengan tetap memonitor beban tarik /tension load dari
crane dan winches. Selain itu perlu juga memonitor dan mencatat posisi
crane, menjaga radius tetap tepat (crane harus selalu satu sumbu /in-line
dengan titik lifting), juga menentukan beban margin /load margin crane
untuk lifting interval selanjutnya. Setelah itu baru lah dapat diproses ke
lifting interval 10o selanjutnya

5) Crane 1 dan Crane 2 melakukan hoisting dengan inerval per-10o (derajat),


hal ini adalah faktor kontrol overturning moment terhadap tumpuan roll up
(roll up support), sementara itu Crane 3 dan Crane 4 melakukan hoisting
untuk mengurangi beban rigging yang diterima Crane 1 dan Crane 2.
6) Setelah jacket pada posisi 70o (derajat), berat sendiri jacket perlahan akan
Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 137

Perencanaan Pelaksanaan
Konstruksi 3
dilepaskan oleh winches. Gaya tarik-tekan akan dimonitor dengan beban
indikator /load indikator. Kemudian lifting dilanjutkan hingga jacket
mencapai posisi 90o (setiap kenaikan satu derajat, posisi crane dipastikan
tetap in-line dengan titik lifting).

VI.4.10

Framing Panel (+) 9.000 Installation


Setelah aktivitas roll up jacket Row A dan Row B telah selesai, maka dapat
dilanjutkan dengan instalasi panel 1 pada elevasi (+) 9.000.

Berikut tahapan pelaksanaan instalasi frame panel elevasi (+) 9.000:


1) Tahap pertama adalah pelaksanaan instalasi stoppers sementara pada titik
lifting, kemudian set up rigging dan crane sesuai dengan prosedur instalasi.
2) Setelah itu pengangkat /lifting dapat dilaksanakan secara bertahap
Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 138

Perencanaan Pelaksanaan
Konstruksi 3
menggunakan crane dengan tipe yang sesuai dengan prosedur instalasi.
Dilanjutkan dengan hoisting untuk memutar panel ke posisi vertikal.
3) Jika panel telah diposisi vertikal maka rigging pada titik terendah dari lifting
dapat dilepaskan, kemudian dilanjutkan dengan travelling ke lokasi
assembly jacket Row B. Setelah panel telah sampai pada posisi assembly
jacket Row B, langkah selanjutnya adalah pelaksanaan fit up frame panel
secara vertikal ke jacket Row B. Setelah selesai di fit up maka dilakukan
instalasi bracing sementara dan plat pengaku ke seluruh sambungan yang
terhubung ke jacket Row B.
4) Dilakukan kembali check dimensi berupa elevasi dan alignment, kemudian
pengelasan dapat dilakukan pasa seluruh sambungan yang terhubung kepada
jacket Row B.
Diakhiri dengan dilakukannya kembali check dimensi, inspeksi visual dan
NDT pada hasil pengelasan.

Perencanaan Pelaksanaan Konstruksi Well Platform C24P4

Page 139