0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
176 tayangan6 halaman

Regulasi dan Produksi Informasi Ekonomi

Ada tiga sumber insentif privat untuk memproduksi informasi: 1. Kontrak yang mengikat perusahaan untuk menghasilkan informasi 2. Pasar tenaga kerja dan pasar modal yang mendorong manajer meningkatkan nilai perusahaan 3. Pasar pengambilalihan untuk meningkatkan kinerja perusahaan

Diunggah oleh

Zuhrotul Munawaroh
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
176 tayangan6 halaman

Regulasi dan Produksi Informasi Ekonomi

Ada tiga sumber insentif privat untuk memproduksi informasi: 1. Kontrak yang mengikat perusahaan untuk menghasilkan informasi 2. Pasar tenaga kerja dan pasar modal yang mendorong manajer meningkatkan nilai perusahaan 3. Pasar pengambilalihan untuk meningkatkan kinerja perusahaan

Diunggah oleh

Zuhrotul Munawaroh
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Zuhrotul Munawaroh

145020300111035

Standard Setting: Economic Issues

Standar disusun dengan tujuan untuk memediasi konflik kepentingan antara


investor dan manajemen. Penyusunan standar merupakan sebuah tantangan bagi para
akuntan. Banyak aspek dari produksi informasi perusahaan yang diregulasi, dan banyak
regulasi tersebut dibuat oleh badan penyusun standar dalam bentuk prinsip akuntansi
yang diterima dan berlaku umum-GAAP. Selanjutnya, sampai saat ini semakin banyak
standar yang disusun dan dibuat demi untuk mengakomodasi kebutuhan akuntansi
dewasa ini.

Regulation Of Economic Activity


Alasan utama adanya regulasi terkait aktivitas ekonomi adalah semata-mata
untuk melindungi para penggguna informasi dari informasi yang menyesatkan. Ini
menunjukkan bahwa "asimetri informasi" menjadi dasar utama untuk dibentukanya suatu
peraturan mengenai informasi yang disebarluaskan ke publik. Aturan yang mengatur
dunia bisnis itu dan aturan yang dibuat untuk memastikan bahwa informasi yang
disebarluaskan ke publik merupakan pengungkapan informasi yang sebenarnya
merupakan contoh dari sekian banyak regulasi terkait aktivitas ekonomi. Selain untuk
melindungi investor, regulasi semacam ini juga dimaksudkan untuk memperbaiki
kinerjaa pasar modal dengan meningkatkan keyakinan publik mengenai kewajaran pasar
modal. Asimetri informasi seringkali digunakan sebagai alasan untuk membenarkan
diberlakukannya regulasi untuk melindungi investro dari keadaan yang merugikan akibat
informasi yang menyesatkan.

Dunia akuntansi juga sangat dipengaruhi oleh berbagai macam regulasi yang
dirancang untuk melindungi pemakainya akibat kemungkinan adanya asimetris
informasi. Salah satu peran penting akuntansi dan auditing adalah menghadirkan suatu
laporkan yang dapat memberikan informasi yang relevan dan reliabel sehingga
mengurangi kemungkinan terjadinya asimetris informasi antara pemilik perusahaan,
masyarakat yang berinvestasi, dan pemakai lainnya.
Dalam pembahasan ini perhatian utama kita adalah persyaratan minimum dari suatu
pengunkapan, standar akuntansi dan standar auditing yang diterima umum, dan aturan
yang mempersyaratan bahwa perusahaan publik harus diaudit. Kita akan menggunakan
istilah "standar setting" untuk menunjukkan pembentukan berbagai aturan dan regulasi
ini. Perhatikan bahwa pengaturan standar ini melibatkan regulasi keputusan mengenai
informasi perusahaan yang dihasilkan. Untuk tujuan ini, tidaklah menjadi masalah apakah
standar ini diatur oleh regulasi secara langsung ataupun tak langsung. Dalam hal regulasi
tak langsung, otoritas mengatur standar yang secara jelas diserahkan, atau dijinkan oleh
pemerintah. Point utama yang ingin dicapai adalah bahwa perusahaan sama sekali tidak
bebas dalam mengendalikan jumlah dan kapan informasi tentang perusahaannya
diproduksi. Namun, mereka harus melakukannya sesuai dengan sejumlah regulasi, yang
kita sebut standar, yang ditetapkan oleh otoritas sentral.
Terdapat dua jenis informasi yang dapat dimiliki oleh manajer: jenis pertama
proprietary information; merupakan informasi yang, jika dirilis, akan mempengaruhi
secara berlawanan aliran kas perusahaan di masa mendatang. Misalnya, informasi teknik
mengenai patent yang berharga, atau rencana untuk inisiatif strategi seperti penawaran
takeover atau merger. Biaya bagi manajer dan perusahaan akibat dirilisnya informasi
proprietary ini bisa sangat tinggi. Jenis kedua disebut nonproprietary information;
merupakan informasi yang tidak secara langsung mempengaruhi arus kas perusahaan.
Informasi ini mencakup informasi laporan keuangan, peramalan earning, rincian
pembiayaan yang baru, dll. Audit juga termasuk dalam informasi yang bersifat
nonproprietary.

Private Incentives For Information Production

Ways To Characterize Information Production


Produksi informasi digunakan untuk dua alasan. Pertama, informasi sebagai suatu
komoditas yang dapat diproduksi dan dijual. Maka, wajar saja jika kita
mempertimbangkan secara terpisah biaya dan manfaat informasi yang diproduksi. Kedua,
memerlukan suatu cara yang dapat menyatukan pemikiran mengenai berbagai macam
cara yang dilakukan untuk memproduksi informasi. Informasi merupakan komoditas
yang kompleks. Apa yang kita maksud saat kita membicarakan kuantitas informasi yang
diproduksi?

Contractual Incentives For Information Production


Dorongan untuk memproduksi informasi privat muncul dari kontrak yang diikuti
oleh perusahaan. informasi diperlukan untuk memonitor ketaatan terhadap kontrak,
misalnya, jika usaha manajerial tidak dapat diamati, ini mengarah pada suatu kontrak
insentif yang didasarkan atas hasil operasi perusahaan. Juga, suatu audit akan menambah
kredibilitas terhadap net income yang dilaporkan, sehingga baik pemilik dan manajer
perusahaan bersedia menerima net income yang dilaporkan sebagai ukuran yang andal
atas kinerja manajemen.
Kontrak dapat memberikan banyak rincian dalam laporan keuangan (informasi
finer) untuk menyulitkan pemilik, yang sekaligus menjadi manajer, dalam
menyembunyikan atau memendamkan biaya dari penghasilan tambahan. Kontrak juga
dapat mewajibkan suatu audit untuk meningkatkan kredibilitas produksi informasi
Alasan kontraktual lainnya atas produksi informasi privat yang muncul saat
perusahaan yang dimiliki perseorangan akan go publik. Ini dirumuskan oleh Jensen dan
Meckling (1976). Manajer-pemilik perusahaan go publik, setelah menjual semua atau
sebagian kepentingannya, memiliki motivasi untuk meningkatkan kelalaian. Perhatikan
bahwa sebelum IPO, masalah kelalaian merupakan urusan internal perusahaanpemilik
sekaligus manajer menanggung semua biaya. Biaya kelalaian merupakan pengurang
profit yang terjadi. Akibat adanya issue baru, pemilik sekaligus manajer tidak memikul
semua biaya itupemilik yang baru akan ikut menanggung bagiannya secara
proporsional. Jadi, biaya kelalaian pemilik sekaligus manajer tak sebanyak setelah go
publik, sehingga ia akan mengadakan biaya kelalaian yang melebihi sebelumnya. Ini
merupakan biaya agensi bagi pemilik baru perusahaan.

Market-Based Incentives For Information Production


Dorongan privat bagi manajer untuk memproduksi informasi mengenai
perusahaannya juga berasal dari tekanan pasar. Ini melibatkan beberapa pasar. Pertama
kali, pertimbangkan pasar manajer, seperti dibahas oleh Fama (1980), kita bisa
memikirkan manajer sebagai subyek pasar tenaga kerja manajerial, yang menempatkan
nilai pasar atas jasa manajerialnya. Manajer yang rasional akan memilih nilai pasar yang
lebih tinggi, dengan asumsi hal-hal lain dianggap sama/tidak berubah. Ini akan
meningkatkan reservation utility yang dapat mereka minta dalam kontrak pekerjaan
agensi. Konsekuensinya, mereka akan terdorong untuk memaksimumkan nilai pasar
perusahaan, sebab nilai pasar mereka sendiri agaknya ditentukan oleh kesuksesan mereka
dalam menciptakan nilai pasar.
Model formal yang berkaitan dengan informasi yang dirilis bagi nilai pasar
perusahaan ditunjukkan oleh, misalnya, Merton (1987) dan Diamond & Verrecchia
(1991). Dalam model Merton, informasi asimetri dirumuskan hanya sebagai subset
investor yang mengetahui tiap perusahaan. Jika perusahaan bisa meningkatkan besar
subset ini, katakanlah dengan dirilisnya informasi secara sukarela, nilai pasarnya akan
meningkat, ceteris paribus. Dalam model Diamond dan Verrecchia, disclosure sukarela
akan mengurangi informasi asimetri antara perusahaan dengan pasar, yang memudahkan
perdagangan sahamnya.

Insentif Berbasis Pasar bagi Produksi Informasi


Sumber non kontraktual penting dari produksi inf pribadi: (1) Pasar tenaga kerja,
secara konstan mengevaluasi kinerja manajer, (2)Pasar modal, dimana manajer
termotivasi dengan pertimbangan reputasi dan pengontrakan untuk meningkatkan nilai
perusahaan, dan (3) Pasar penyelamatan (takeover), untuk kontrol korporasi, jika manajer
tak mampu tingkatkan nilai perusahaan berakibat penggantian manajer
Model formal yang menghubungkan rilis inf pada nilai pasar shm disajikan:
Merton (1987): Asimetri Inf dimodelkan hanya sebagai bagian dr yang diketahui
investor tentang tiap perusahaan
Diamond & Verrechia (1991): pengungkapan sukarela mengurangi asimetri inf
Easley & OHara (2004): perusahaan dapat menurunkan biaya modal &
tingkatkan nilai perusahaan dengan rilis kredibel atas informasi pihak dalam.

Respon Pasar pada Pengungkapan Penuh


Teori memprediksi bahwa pasar akan merespon secara positif pada pengungkapan yang
ditingkatkan. Bukti atas prediksi teori tersebut:
Lang & Lundholm (1996)
Healy, Hutton, & Palepu (1999)
Welker (1995)
Botosan & Plumlee (2002)
Sengupta (1998)
Perusahaan dengan pengungkapan kualitas tinggi menikmati biaya modal utang & ekuitas
lebih rendah, dan sebaliknya. Kekuatan Pasar meningkatkan produksi

Sumber Kegagalan Pasar


Sumber kegagalan pasar
1 Eksternalitas dan Free-riding
2 Problema pemilihan serba salah (Adverse Selection)
3 Problema penyimpangan moral (Moral Hazard)
4 Kebulatan suara (Unanimity)
Sumber kegagalan pasar menyarankan bahwa regulasi diperlukan. Pasar untuk
informasi ditandai dengan eksternalitas & Free-riding, yang memberi alasan autoritas
sentral untuk intervensi. Selama kekuatan pasar tidak memotivasi rilis inf penuh, pasar
sekuritas & tenaga manajerial tidak secara penuh memproteksi investor dari konsekuensi
insider trading dan manajemen laba. Akibatnya adalah pemegang saham tidak akan setuju
dalam dukungan mereka atas kebijakan manajer, bahkan kebijakan yang melibatkan
maksimisasi nilai perusahaan

Berapa Banyak Informasi agar Cukup?


a. Perusahaan harus memproduksi inf pada titik dimana manfaat sosial marjinal sama
dengan biaya sosial marjinal, kekuatan pasar sendiri tidak mungkin menghasilkannya
Eksternalitas & free-riding: kekuatan pasar tak mampu memberi perusahaan
manfaat social penuh dari keputusan produksi inf mereka & tak mampu
menginternalisasi secara penuh biaya keputusan tersebut.
Kekuatan MH & AS menyebabkan kesenjangan fundamental atas kebulatan suara
(unanimity) antara keputusan manajer dan kepentingan investor, yang memotivasi
investor meminta regulasi untuk memproteksi kepentingannya
b. Oleh karena pertimbangan biaya-manfaat yang kompleks, kita tidak tahu berapa
banyak regulasi bisa cukup
c. Jika luasnya regulasi semakin besar secara sosial berguna, kita berharap untuk melihat
relevansi nilai meningkat (tidak menurun), sebagai respon investor dan pasar pada
kualitas laba yang lebih tinggi

Regulasi Desentralisasi
Informasi tentang segmen perusahaan telah menjadi pengungkapan yang disyaratkan
dalam laporan tahunan perusahaan untuk beberapa waktu. Dua aspek persyaratan inf
segmen
Berbagai basis segmentasi yang mungkin, melaporkan pada suatu basis konsisten
dengan organisasi internal akan menjadi paling berguna untuk investor
Biaya untuk perusahaan yang mentaati standar baru akan rendah selama
perusahaan telah menyusun informasi yang disyaratkan secara internal
Regulasi desentralisasian meningkatkan relevansi pelaporan & pada waktu yang sama
kurang mahal

Anda mungkin juga menyukai