0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
454 tayangan25 halaman

Panduan Desain dan Pemasangan Plate Girder

Plate girder adalah balok besar yang terbuat dari susunan pelat baja yang disatukan dengan las atau baut. Plate girder digunakan untuk membentangkan jarak yang lebih jauh dibandingkan balok baja biasa, seperti pada jembatan dan gedung bertingkat. Plate girder memiliki kekuatan lentur dan geser yang lebih besar dibandingkan balok baja biasa karena menggunakan susunan pelat. Ukuran dan kekuatan plate girder ditentukan berdasarkan

Diunggah oleh

theo
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
454 tayangan25 halaman

Panduan Desain dan Pemasangan Plate Girder

Plate girder adalah balok besar yang terbuat dari susunan pelat baja yang disatukan dengan las atau baut. Plate girder digunakan untuk membentangkan jarak yang lebih jauh dibandingkan balok baja biasa, seperti pada jembatan dan gedung bertingkat. Plate girder memiliki kekuatan lentur dan geser yang lebih besar dibandingkan balok baja biasa karena menggunakan susunan pelat. Ukuran dan kekuatan plate girder ditentukan berdasarkan

Diunggah oleh

theo
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Fachriyan Chalid

15.811.0119
Struktur Baja 2

PLATE GIRDER

1. PENDAHULUAN
Pelat girder adalah suatu balok besar yang dibuat dari
susunan elemen-elemen pelat yang disatukan dengan alat
penyambung untuk mendapatkan susunan bahan yang lebih
effisien dibanding yang diperoleh dengan balok tempa (rolled
beam).
Contoh:

profil T

paku keling paku keling pelat


las
/baut /baut
las las

(a) (b) (c) (d) (e)

(f) Box Ginder

Bentuk box seperti contoh gambar (f) mempunyai


kekakuan puntir yang besar, maka sangat cocok digunakan
untuk jembatan di tikungan. Alat penyambung untuk plate
girder sekarang banyak digunakan sambungan las, namun
untuk penyambungan di lapangan sering dilakukan dengan
sambungan baut.
Pada jembatan jalan raya, pada bentang kurang dari
24 m jembatan balok biasa dapat digunakan. Namun untuk

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

bentang > 24 m penggunaan plate girder akan lebih


ekonomis.
Untuk jembatan Kereta Api / beban berat, bentang plate
girder yang dicapai akan lebih kecil.
Umumnya plate girder digunakan untuk jembatan KA
pada bentang 15 sampai dengan 40 m, sedangkan untuk
jembatan jalan raya pada bentang 24 sampai dengan 46 m,
namun untuk jembatan yang menerus, bentang yang dapat
dicapai lebih besar yaitu 61 m.
Pada bangunan gedung baja, plate girder dipakai untuk
balok yang mendapat beban yang berat, bentang-bentang
besar ataupun pada balok pendukung crane dan sebagainya.
Plate Girder sebenarnya adalah balok tinggi, yang
mempunyai ukuran hc / tw > r atau badan balok
ramping.

2. UKURAN PLATE GIRDER


1 1
Tinggi Plate Girder bervariasi yaitu antara L atau
6 15

1 1
rata-rata adalah L bentang.
10 12
Keadaan yang membatasi tinggi plate girder adalah
masalah pengangkutan, seperti persyaratan tinggi bebas
dan sebagainya.

Ukuran Pelat Badan (Web-Size)


Setelah tinggi balok diperkirakan maka ukuran plate girder
akan ditentukan oleh besarnya gaya geser maximum dan
momen maximum.

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

Pelat badan menahan hampir semua tegangan geser


dari balok, tegangan geser ini di distribusi merata pada
pelat badan.
Akibat lenturan balok akan melengkung. Lengkungan pada
sayap balok menimbulkan komponen gaya vertikal pada
badan balok. Pelat badan harus cukup kuat menahan
vertikal buckling komponen gaya vertikal tersebut.
sayap tekan balok

D h badan balok
tw

sayap tarik balok


komponen vertikal
- Pelat badan yang tidak diperkaku:
h E
6,36
tw fy

- Pelat badan dengan pengaku vertikal:


Ketebalan Pelat badan yang diperkaku melintang harus
memenuhi :
h E a
7,07 jika 1,0 3,0 tebal tw
tw fy h

a E a
7,07 jika 0,74 1,0 h
tw fy h
a
h E a
9,55 jika 0,74.
tw fy h

a
Bila > 3,0 dianggap tidak diperkaku.
h

- Umumnya
Untuk jembatan tw min= 3/8 inc ( 9 mm)
Untuk bangunan tw min= 1/4 - 5/16 inc (6 8 mm)

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

Ukuran Pelat Sayap

Kuat lentur dari balok akan sama dengan kuat lentur sayap
ditambah dengan kuat lentur badan balok. Namun hampir
semua kuat lentur dari balok diberikan oleh
sayapnya.
Maka sebagai perkiraan luas sayap adalah:

Af.Fy.h Mu
Atau :
Mu
Af Fy .h

Kuat Lentur Rencana Balok = Mn


= 0,9
Mn = Kuat lentur nominal

Kuat Lentur Nominal Mn Plate Girder (Balok Pelat


Berdinding Penuh)

a) Balok pelat berdinding penuh adalah balok yang


mempunyai ukuran;
2550
h/tw > r dimana r = f y fy (MPa)

Momen nominal balok:


Mn = Kg. S .fcr
Dimana: Kg = Koefisien balok berdinding penuh

a h 2550
=1- r

1200 300 ar t w f cr

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

Aw A badan
ar =
A f c A sayap tekan

h = tinggi bersih balok.

I netto
S = modulus penampang = d
y max
2
fcr = tegangan kritis (Mpa)

Tegangan Kritis fcr


Tegangan kritis fcr ditentukan oleh:
- Kelangsingan berdasar panjang bentang (tekuk torsi
lateral)
- Kelangsingan berdasarkan tebal pelat sayap (local
buckling)
- Kelangsingan berdasar panjang bentang (tekuk
torsi lateral):
L
G = r L = jarak pengekang lateral
t

1
rt = jari-jari girasi (pelat sayap + pelat badan
3
tertekan)

Batas kelangsingan:
E
p = 1,76 fy

E
r = 4,40 fy

- Kelangsingan berdasar tebal pelat sayap:


bf
G =
2t f

Batas kelangsingan:

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

E
p = 0,38 f
y

k c .E
r = 1,35
fy

4
Dimana kc = h
tw

Dan 0,35 kc 0,763


Maka besarnya fcr adalah:
1. Untuk G p , (bentang pendek) maka fcr = fy
2. Untuk p G r , (bentang menengah) maka

g p
fcr = cb. fy 1 fy
r p2

3. Untuk r G, (bentang panjang) maka fcr = fc (r
/g)2
Dimana:
C b. f y
fc = fy jika ditentukan berdasar oleh tekuk
2
torsi lateral (panjang bentang)
fc = fy / 2 , jika ditentukan berdasar tekuk local (tebal
pelat sayap)

Faktor pengali momen Cb =

12,5 M max
2,3
2,5 M max 3M A 4M B 3Mc

Kuat Geser
Pelat badan yang memikul gaya geser terfaktor Vu harus
memenuhi:
Vu .Vn , dimana = 0,9

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

Vn = kuat geser nominal pelat badan.

KUAT GESER NOMINAL Vn :


tebal tw

h k n .E
- Untuk 1,10
tw fy
h

5
kn = 5 + 2
a / h a

Vn = 0,6 fy.Aw (8.8 3a) Aw = luas bruto pelat


badan.
k n .E h k n .E
- Untuk 1,10 1,37
fy tw fy

k n .E 1
1,10
Vn = 0,6 fy.Aw f y h (8.8 4a).

tw


1 cV
Atau Vn = 0,6 fy.AW cv 2 (8.8 4b).
a
1.15 1
h

k n .E
fy
Dimana: cv = 1,10 (8.8 4c).
h

tw

k n .E
- Untuk 1,37 h

fy tw

0,9 AW .k n .E
2
Vn = h .(8.8 5a)

tw


1 c v
Atau: Vn = 0,6 fy.AW cV 2 .(8.8 5b)
a
1,15 1
h

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

k n .E 1
. 2
Dimana : cV = 1,5 f y h .(8.8 5c)

tw
PENGAKU / STIFFENER
Untuk memperkecil bahaya lipat pelat badan, maka diberikan
pengaku/stiffener. Agar konstruksi sederhana, maka stiffener
di tempatkan pada gelagar-gelagar melintangnya. Namun bila
diperlukan, stiffener dapat ditempatkan lagi diantaranya.
PENGAKU PENUMPU BEBAN
RU

(N+5k) Leleh

Tekuk pelat badan


(Lipat)
x
Leleh

Ru - Rb AsRU
N 2,5 k
.fy
As = luas stiffener
= 0,9
Rb = kekuatan pelat badan berdasar kuat leleh,kuat tekuk.

Bila (Ru - Rb) = (-) tidak perlu pengaku


b t
Lebar pengaku: bs > w
f
- bf
3 2
tf
tf
- Tebal pengaku: ts >
2 bs
bs E tebal ts
dan 0,56 tw
ts fy

- ts sebagai kolom
Kontrol ts
Tepi : x bs x tw Tengah : x bs x tw
A' A'
12 tw 25 tw
24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

Penampang kolom

- Panjang tekuk kolom lk = 0,75 h

I xx
rx =
A'

Lk fy
c = didapat w = h
.rx E
Fy
Ru A = 0,85
w

PERENCANAAN PENGAKU VERTIKAL


- Pemasangan Pengaku:
Bila kuat geser pelat badan Vn tidak memenuhi, maka
diberikan pengaku vertikal, yang dipasang pada salah
satu sisi atau di kedua sisi pelat badan.
- Luas Minimum
Pengaku vertikal yang tidak menerima beban luar
secara langsung atau momen, harus memenuhi:
2
a

a h
As 0,5 D Aw (1 - CV)
h
2
a
1
h
D = 1,0 untuk sepasang pengaku
= 1,8 untuk pengaku L tunggal

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

= 2,4 untuk pengaku pelat tunggal


AW = luas pelat badan
CV = pasal (8.8 - 4c) atau (8.8 - 5c)
- Kekakuan Minimum:
Pengaku vertikal pada pelat badan yang tidak menerima
beban luar secara langsung atau momen, harus
mempunyai Is :
a
Is 0,75 h.tW3 untuk 2
h
3
1,5 h 3 .t W h
a
Is untuk 2
a2 h
a
1 2 ts
Dimana Is = .t s .bs
12 bs Is tw

Metode Pelaksanaan Pemasangan Gelagar


Jembatan

Waktu Pelaksanaan Pekerjaan


Pelaksanaan pekerjaan pemasangan gelagar, dilaksanakan
setelah pekerjaan pondasi jembatan selesai.
Pelaksanaan Pemasangan Gelagar
Gelagar jembatan itu sendiri mempunyai fungsi sebagai
pemikul beban bergerak (kendaraan mobil, kereta api, dan
manusia). Gelagar ini dapat dibuat dari beton, baja, atau kayu.
Tetapi dalam metode pelaksanaan ini membahas menggunakan
gelagar beton. Penggunaan dari bentuk gelagar yang
dilaksanakan sebagai pekerjaan yang ini perlu diperhitungkan
kemiringan sudutnya yang diberikan dalam persamaan
trigonometri. Dalam perencanaan pembangunan jembatan ini
diperlukan perencanaan awal yang matang, salah satunya

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

adalah perencanaan gelagar. Pekerjaan pemasangan gelagar


dilaksanakan setelah pekerjaan pondasi jembatan selesai.
Pelaksanaan pekerjaan pemasangan gelagar diawali dengan
proses menurunkan gelagar dan plat dari kendaraan truk trailer
menggunakan crane.

Untuk perakitan gelagar jembatan ini dibutuhkan suatu daerah


persiapan yang mempunyai panjang sebesar bentang gelagar.
Sebagai tambahan diperlukan pula daerah untuk menyimpan
balok-balok beton yang nantinya berfungsi sebagai penopang
sementara gelagar.

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

Kemudian dengan menggunakan crane gelagar diletakkan pada


posisi memanjang di atas alat bantuan tumpuan, lalu dilakukan
penyatuan gelagar, dengan menggunakan metode stressing atau
post tension.

Metode stressing dilakukan apabila kekuatan beton sudah


memenuhi persyaratan sesuai dengan initial jacking force yang
telah diapproval. Langkah-langkah stressing adalah sebagai
berikut:

1. Masukkan Strand

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

2. Setting angkur balok

3. Stressing

4. Potong strand

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

5. Grouting dan patcing

6. Finishing

Metode post tension dilakukan dengan menggabungkan


beberapa segmen balok untuk kemudian disatukan dengan
menggunakan perekat lalu disetressing.

1. Install Strand Ke Dalam Ducting

2. Pemberian Epoxi pada Permukaan Segmen

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

3. Proses Stressing

Pekerjaan selanjutnya adalah erection, dengan cara meluncurkan


gelagar tersebut pada posisi bentangan jembatan dengan
menggunakan bantuan 2 unit crane dimana 1 crane sebagai
penarik dan 1 unit crane lagi membantu mengangkat/pegangan
belakang.

Pelaksanaan Pemasangan Diafragma


Diafragma adalah elemen struktur yang berfungsi untuk
memberikan ikatan antara gelagar sehingga akan memberikan

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

kestabilan pada masing-masing gelagar dalam arah horisontal.


Pengikat tersebut dilakukan dalam bentuk pemberian stressing
pada diafragma dan gelagar sehingga dapat bekerja sebagai satu
kesatuan.

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

Contoh :

WL=5200 kg/m' Gel.Melintang

bf=500
tf=28

d=2100
tw=12

Stiffener
a a a a
=1750
L=21,00 m

Suatu plate girder bentang L = 21,00 m memikul beban-


beban (anggap sebagai beban terbagi rata) yaitu:
- Beban hidup WL = 5200 kg/m'
- Beban mati WD = 3000 kg/m'
- Ditaksir berat sendiri gelagar = 370 kg/m'
Rencanakan plate girder tersebut.
Jawab : Wu = 1,2 D + 1,6 L
= 1,2 (3000 + 370) + 1,6 x 5200 = 12,364 kg/m'
1 1
Mu = Wu.L2 = x 12,364 x 212 = 681.565,5
8 8
kg.m

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

= 68,156.550 kg.cm
1 1
Vu = .Wu .L x12,364 x 21 = 129,822 kg
2 2

a. UKURAN BALOK
- Ambil tinggi balok d =
L 21000
- = 2100 mm
10 10
Ambil tf = 28 mm
h = 2100 2 x 28 = 2044

r 2550 2550 164,6
- Tebal tW: h/tw >
fy 240
h 2044
tW < 12,41 mm
164,6 164,6

h 2044
ambil tW = 12 mm 170 r
tW 12

OK.
Mu 68156550
Sayap balok : Af = F .h 2400 x 204,4 138,996 cm
2
-
y

ambil pelat 28 x 500 = 14000 mm2 > 13899,6 mm2


500
28

b. KONTROL KUAT LENTUR h

1. Apakah Penampang Kompak :


bf 500 E 2 x106
G 8,9 p 0,38 0,38 10,97
2t f 2 x 28 fy 2400

.ya.
Penampang kompak!
Untuk G < P fcr = fy = 2400 kg/cm2
2. Berdasarkan Tekuk Lateral :
L = 3 x 1750 = 5250 mm (= jarak pengekang lateral =
jarak gelagar melintang).

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

A' = 28 x 500 + 340,6 x 12 = 18087 mm2

bf=500

y'
28
A'

1 (h ) = 1 ( 2044 )
3 2 3 2
h= 2044 y' = 340,6

tw=12

1 1
x 28 x 5003 x 340,6 x123
Iy'y' = 12 12 = 291715713 mm4
rt = = 127 mm
L 5250
G = r 127 41,34
t

E 2 x106
p = 1,76 1,76 52,06
fy 2400

- Untuk G < p fcr = fy = 2400 kg/cm2


Dari 1) dan 2) di dapat tegangan kritis:
fcr = 2400 kg/cm2

- Momen Inersia Balok :


2
1 2044 28
I = x12 x 20443 2 x 28 x 500 x
12 2 2

= 3,859 x 1010 mm4


- Modulus Penampang S =

I 3,859 x1010
36.754275 mm3
d /2 2100

2

= 36.754,275 cm3

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

- Koefisien balok Kg = 1 -

ar h 2550
1200 300 a t
r w f cr

= 0,994
- Momen nominal balok Mn = Kg.S.fcr
Mn = 0,994 x 36.754,275 x 2400 = 87.688.998
kg.cm
Mn = 0,9 x 87.688.998 = 78.912.899 kg.cm
Syarat : Mu Mn
68.156.5510 kg.cm 78.912.899 kg.cm.
OK.

c. KONTROL KUAT GESER


Stiffener dipasang dengan jarak a = 1750 mm seperti
tergambar.
h 2044
= 170
tW 122
k n .E 11,82 x 200000
1,10 fy
= 1,10
2400

5
5 2
dimana kn = a

h
5
5 2
= 1750 =

2044
11,82
= 109

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

k n .E
1,37 = 136
fy

h k n .E
Ternyata 1,37 maka Vn ditentukan (8.8.5)
tW fy

0,9. AW .kn .E
2
Vn = h

tW
0,9 x 1,2 x 204,4 x11,82 x 2000000
2
= 204,4

1,2
= 179867 kg kecil menentukan


1 CV
Atau : Vn = 0,6. fy.AW CV 2
a
1,15 1
h

Dimana:
k n .E 1
. 2
Vn = 1,5 f y
h

tw
11,82 x 2000000 1
1,5 . 2
= 2400 104,4 = 1,95

1,2

1,95
11,95
2
Vn = 0,6 x 2400 x (1,2 x 104,4 ) 175
1,15 1
204,4

= 238.580 kg.
Vn = 179.867 kg
Vn = 0,9 x 179.867 = 161.880 kg
Syarat : Vu Vn
129.822 kg 161.880 kg OK.

d. PERENCANAAN STIFFENER

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

1. Stiffener Penumpu Beban Ru


Pada perletakan Ru = Vu = 129.822 kg
D = 2100
h = 2044
- Ukuran pengaku :
Ru - Rb As.fy (Pasal 8.10.3)

bf=500
tf=28
tw=12
d h
N 2,5 x k

tf=28
x=250 Perletakan :
Ru ambil N=300
x=250

Rb Ditentukan oleh :
Kuat leleh badan Rb = (2,5 k + N) fy.tW (pers.
8.10-3)
= (2,5 x 2,8 + 30) x 2400 x 1,2 = 106.560 kg.
Kuat tekuk dukung / lipat (pasal 8.10.4)
d 2100
(X = 250) 1050
2 2
N 300
dan 0,2 0,142 0,2 maka :
d 2100

1, 5
E. f y .t f
Rb = 0,39.t 2 1 3 N tW (pers.
d t f
W
tW

8.10-4b)
= 0,39 x 1,22

1,2
1, 5
2000000 x 2400 x 2,8
1 3 0,142
2,8 1,2

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

= 66536 kg
Kuat tekuk lateral (Pasal 5.10.5)

h L
Apakah t 2,3

W bf

2044 5250
16,2 2,3 tidak
12 500

Tidak perlu dikontrol terhadap tekuk lateral.


Kuat lentur pelat badan (pasal 8.10.6)
3
24.08 x tW
Rb = E. f y
h
24.08 x1,23
= 2 x106 x 2400 14.104 kg kecil
204,4

menentukan
= Rb = 14.104 kg
Rb =0,9 x 14.104 = 12.694 kg
Ru - Rb As.fy
129.822 12.694 As x 2400
129.822 12.694
As = 48.80 cm2
2400

Ambil stiffener seperti tergambar:


As = 2 x (1,6 x 20) = 64 cm2 > 48.80 cm2
Lebar pengaku: (bs = 200) >

bf t 500 12
W 160,7 OK.
3 2 3 2

t 28
Tebal pengaku (ts = 16) > ( 14 OK.
f

2 2

Kontrol Stiffener sebagai kolom:


A' : tW x (12 tW) = 12 x (12 x 12) = 1728 mm2
+ (16 x 200) x 2 = 6400 mm2

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

A' = 8128 mm2


1 1
x16 x 412 = 93246.037 mm4
3
Ixx = .t s .B 2
12 12
rx = 107,1 mm

Lk fy 0,75 x 2044 240


c = 0,158
. x E x107,1 20000

Untuk c 0,25 w = 1,0


Fy
Syarat : Rn .A'.
w
2400
129.822 0,85 x 81,28 x
1

129.822 kg 165.811 kg OK.


2. Stiffener yang tidak menerima beban Ru (stiffener
antara)
Luas Stiffener

a
2


a h
As 0,5 D.AW (1 CV) 2
h a
1
h

Coba : Stiffener seperti tergambar


D = 1 sepasang pengaku
AW = 12 x 2044 = 34528 mm2 = 245,28 cm2 luas
pelat badan
Kuat geser (8.8.5) 179.867
CV = Kuat geser (8.8.3) 0,6. f . A
y W

179.867
= 0,6 x 2400 x 245,28 0,509

24
Fachriyan Chalid
15.811.0119
Struktur Baja 2

As 0,5 x 1 x 245,28 x (1 0,509)

2
175

175 204,4

204,4
2

175
1
204,4

19,15 cm2
(As = 16 x 1,2 = 19,2 cm2) > 19,15 cm2 OK.
Kekakuan Minimum Is (pasal 8.12.3)
1 3
Is = x t s x bs
12
1
= x1,2 x163 409,6 cm4
12

0,856 2 1,414 , maka;


a 175
=
h 204,4

Syarat: Is 0,75.h.tW3
409,6 cm4 (0,75 x 204,4 x 1,2 3 = 264,9 cm4)
OK.

24

Anda mungkin juga menyukai