0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
831 tayangan4 halaman

Askep Keracunan Makanan

Dokumen ini membahas asuhan keperawatan pasien laki-laki berusia 26 tahun dengan diagnosa keracunan makanan akibat mengkonsumsi tempe bongkrek. Pasien mengalami somnolensi, mual dan muntah setelah makan. Pengkajian medis menemukan bersihan jalan nafas tidak efektif dan perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan adalah bersihan jalan nafas tidak e

Diunggah oleh

Agung Refa'i
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • pemeriksaan mata,
  • pemeriksaan abdomen,
  • pengelolaan jalan nafas,
  • intervensi,
  • intervensi keperawatan,
  • pemeriksaan leher,
  • pemberian oksigen,
  • riwayat kesehatan,
  • obstruksi jalan nafas,
  • monitoring
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
831 tayangan4 halaman

Askep Keracunan Makanan

Dokumen ini membahas asuhan keperawatan pasien laki-laki berusia 26 tahun dengan diagnosa keracunan makanan akibat mengkonsumsi tempe bongkrek. Pasien mengalami somnolensi, mual dan muntah setelah makan. Pengkajian medis menemukan bersihan jalan nafas tidak efektif dan perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan adalah bersihan jalan nafas tidak e

Diunggah oleh

Agung Refa'i
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Topik yang dibahas

  • pemeriksaan mata,
  • pemeriksaan abdomen,
  • pengelolaan jalan nafas,
  • intervensi,
  • intervensi keperawatan,
  • pemeriksaan leher,
  • pemberian oksigen,
  • riwayat kesehatan,
  • obstruksi jalan nafas,
  • monitoring

Askep Keracunan Makanan

ASUHAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT PADA Tn. A DENGAN KERACUNAN


MAKANAN

I. PENGKAJIAN
A. IDENTITAS KLIEN
Nama klien : Tn. A
Usia : 26 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Tanggal masuk : 14 Juni 2013
No. Register : 0903055
Diagnosa medik : Keracunan Makanan

B. KELUHAN UTAMA / ALASAN MASUK RS


Klien mengalami penurunan kesadaran yaitu somnolen, muntah setelah makan tempe, pusing.

C. PENGKAJIAN PRIMER
1. AIRWAY
Terdapat sumbatan pada jalan nafas oleh sputum/lendir. RR : 23 x/ menit, cepat dan dangkal
2. BREATHING
Pasien tidak mengalami gangguan pernafasan, Irama pernafasan : cepat, Kedalaman : dangkal. RR
: 23 x/ menit.
3. CIRCULATION
Tekanan Darah pasien : 100/60 mmHg (kuat dan regular), Nadi : 67 x/menit, capillary refill : <2
dtk="" sianosis="" span="" terdapat="" tidak="">, EKG menunjukkan sinus bradikardia.
4. DISABILITY
Reaksi pupil kiri/kanan (+) terhadap cahaya, besar pupil kanan 2/kiri 2
Tingkat kesadaran somnolen.
5. EXPOSURE/ENVIRONMENT/EVENT: -
D. PENGKAJIAN SEKUNDER
Pengkajian dilakukan alloanamnesa dengan keluarga klien
1. Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu klien mengatakan bahwa klien muntah 4 jam yang lalu setelah makan tempe bongkrek.
2. Riwayat Kesehatan Dahulu
Ibu klien mengatakan klien belum pernah dirawat dirumah sakit.
3. Riwayat Kesehatan Keluarga
Dalam keluarga klien tidak ada keluarga yang mempunyai keluhan yang sama dengan klien.
4. Anamnesa singkat
Ibu klien mengatakan bahwa klien tidak memiliki riwayat alergi.
5. Pemeriksaan head to toe
- Kepala : mesosephal, klien berambut lurus dan panjang, dan tidak rontok.
- Mata : besar pupil kanan kiri 2 dan reaksi pupil keduanya (+) terhadap cahaya kunjungtiva tidak
anemis,sklera tidak ikterik.
- Telinga : bersih tidak terdapat serumen dan tidak mengalami gangguan pendengaran
- Hidung : Bentuk hidungnya simetris, tidak terdapat polip pada hidung.
- Wajah : wajah klien tampak simetris.
- Mulut : tampak hipersekrasi kelenjar ludah, mukosa mulut basah, bibir basah.
- Leher : Tidak terdapat pembesaran kelenjar tiroid
- Dada : Simetris, tidak ada kelainan bentuk, RR 23 x/menit, cepat dan dangkal, HR 55x/menit, suara
jantung s1 dan s2 tunggal.
- Abdomen : tidak ada nyeri tekan pada abdomen, tidak asites, tidak ada luka memar, peristaltik usus
8x/mnit, perkusi hipertimpani.
- Ekstremitas : Tidak terdapat luka, capilari revil <2 akral="" detik="" dingin.="" span="">
- Genetalia : Bersih tidak ada kelainan, Tidak terdapat luka/ulkus, tidak terpasang kateter.
6. Pemeriksaan tanda-tanda vital:
Tekanan darah : 100/60 mmHg
BB : 45 kg (BB semula 55 kg)
Nadi : 67 x/ menit (70-80 x/menit)
RR : 23 x/menit (N:16-20x/menit)
Suhu : 360C (36,5-37,5 0C)

E. DATA PENUNJANG LABORATORIUM


-

F. TERAPI MEDIS
-

II. ANALISA DATA

No Hari/Tanggal Data Fokus Problem Etiologi


1. Sabtu/ 14 Juni DO: Bersihan jalan nafas obstruksi jalan
2013 a. Tampak hipersekresi kelenjar ludah. tidak efektif nafas
b. Kesadaran : Somnolent
c. Nadi 67 x/mnt, Kuat, Reguler
d. RR : 23 x/mnt, Cepat dan dangkal
e. Hasil EKG: Sinus Bradikardia
DS : Perubahan nutrisi Intake tidak
1. Klien mengatakan makan tempe kurang dari adekuat (
bongkrek saat dirumah, sudah lebih dari kebutuhan Anoreksia, Mu
empat jam sejak terakhir makan. dan Muntah )
2. Klien mengatakan dirumah sudah muntah
satu kali.
3. Klien mengatakan merasa mual.
DO :
1. TD 100/60
2. RR : 23 x/mnt, Cepat dan dangkal

III. DIAGNOSA KEPERAWATAN


No Tgl / jam Diagnosa Prioritas
1 14 juni Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan Potensial
2013 dengan obstruksi jalan nafas

2 14 Juli Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan Aktual


2013 berhubungan dengan intake tidak adekuat (
Anoreksia, Mual dan Muntah )

IV. RENCANA KEPERAWATAN


TGL/JAM TUJUAN & KRITERIA HASIL INTERVENSI
14 Juni Setelah dilakukan tindakan NIC 2 Pengelolaan Jalan Nafas
2013 keperawatan 1 x 24 1. Jaga kepatenan jalan nafas : buka jalan nafas, suction, fi
jamdiharapkan bersihan jalan sesuai indikasi
nafas menjadi 2. Identifikasi kebutuhan insersi jalan nafas buatan
efektif dengan kriteria hasil:
NOC 1 : Status Pernapasan : 3. Monitor pemberian oksigen, vital sign tiap ....... jam
Pertukaran Gas tidak akan
terganggu di buktikan dengan :4. Monitor status respirasi : adanya suara nafas tambahan.
Kesadaran composmentis, TTV5. Identifikasi sumber alergi : obat,makan an, dll, dan reak
menjadi normal, pernafasan terjadi
menjadi normal yaitu tidak 6. Monitor respon alergi selama 24 jam
mengalami nafas dangkal 7. Ajarkan/ diskusikan dgn klien/keluraga untuk menghind
8. Ajarkan tehnik nafas dalam dan batuk efektif
9. Pertahankan status hidrasi untuk menurunkan viskositas
10. Kolaborasi dgn Tim medis : pemberian O2, obat bronkho
anti allergi, terapi nebulizer, insersi jalan nafas, dan pem
laboratorium: AGD
14 Juni Setelah dilakukan tindakan NIC 2 : Pengelolaan nutrisi
2013 keperawatan selama 1 x 24 jam 1. Ketahui kesukaan makanan pasien
pemenuhan nutrisi dapat 2. Tentukan kemampuan pasien untuk memenuhi kebutuha
adekuat/terpenuhi dengan 3. Timbang berat badan pasien dalam interval yang tepat
kriteria hasil : 4. Pantau kandungan nutrisi dan kalori pada catatan asupan
NOC 2 : Status Gizi Asupan 5. Tentukan motivasi pasien untuk mengubah kebiasaan ma
Makanan dan Cairan ditandai NIC 3 : Bantuan menaikkan berat badan
pasien nafsu makan meningkat, 1. Diskusikan dengan ahli gizi dalam menentukan kebutuha
mual dan muntah hilang, pasien2. Diskusikan dengan dokter kebutuhan stimulasi nafsu ma
tampak segar pelengkap, pemberian makanan melalui slang.
NOC : Status 3. Rujuk ke dokter untuk menentukan penyebab perubahan
Gizi; Nilai Rujuk ke program gizi di komunitas yang tepat, jika pasie
Gizi terpenuhidibuktikan membeli atau menyiapkan makanan yang adekuat
dengan BB meningkat, BB tidak
turun.

Anda mungkin juga menyukai