Anda di halaman 1dari 20

ANGIN PUTING

BELIUNG
Angin Puting Beliung di Bandung Timur

Diajukan untuk memenuhi memenuhi salahsatu syarat Ujian Sekolah


Praktikkum (USPRAK) Mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII di
SMKN 13 Bandung.

Disusun Oleh :

Elgiani Yassifa Yulia Nurinsani

Indra Lesmana

Meidina Kusuma Putri

Muhammad Lukman Arifin SP

Tiwi Sigita Nuraeni

XII AK III

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 13 BANDUNG

Jl. Soekarno Hatta KM 10


KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kemudahan sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penulis tidak
akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam semoga
terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW.

Makalah ini disusun agar kami khususnya sebagai penyusun dan pembaca
dapat memperluas ilmu tentang bencana alam "Angin Puting Beliung. Makalah
ini di susun oleh penulis dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri
penulis maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan
terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Makalah ini memuat tentang materi Bencana Alam Puting Beliung yang
disusun sebagai salahsatu syarat Ujian Sekolah Praktikkum (USPRAK) Mata
pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII di SMKN 13 Bandung.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Rina Daryani S.Pd
selaku guru mata Pelajaran Bahasa Indonesia yang telah banyak membantu
penulis dalam menyelesaikan makalah ini serta kepada Bapak Hedi selaku Guru
Penguji dalam Ujian Sekolah Praktikkum Bahasa Indonesia ini.

Semoga makalah ini dapat memberikan banyak manfaat khususnya


pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki
kelebihan dan kekurangan. Kritik yang membangun sangat diperlukan untuk
perbaikan makalah ini.

Wassalammualaikum Wr. Wb

Bandung, Maret 2015

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perubahan iklim global yang terjadi dewasa ini cukup memberikan


dampak yang mengkhawatirkan bagi kelangsungan makhluk hidup di seluruh
dunia. LAPAN (2009) menyatakan bahwa dampak ekstrem dari perubahan
iklim terutama adalah terjadinya kenaikan temperatur serta pergeseran musim.
Kenaikan temperatur akan menyebabkan es dan gletser di Kutub
mencair,yang pada akhirnya dapat mengakibatkan terjadinya kenaikan
permukaan laut. Indonesia pun tidak luput dari dampak perubahan iklim ini.
Karena posisi geografis Indonesia, perubahan iklim yang terjadi menjadikan
cuaca sangat sulit untuk diprediksi. Sering muncul cuaca yang cukup ekstrim
yang saling berlawanan, di satu wilayah terjadi kekeringan, tetapi di wilayah
lain malah terjadi banjir bandang. Selain itu, karena Indonesia merupakan
negara kepulauan dengan 81.000 km garis pantai, cairnya es dan gletser di Kutub
Utara dan Selatan dapat menyebabkan berkurangnya luas garis pantai di
Indonesia (LAPAN, 2009).

Perubahan iklim yang terjadi ini dapat memberikan dampak pada


berubahnya suhu udara, curah hujan, tekanan udara, dan kecepatan angin.
Dari keempat faktor ini, kecepatan angin merupakan faktor yang
memberikan pengaruh penting dalam kehidupan sehari-hari manusia. Antara
lain sebagai input pembangkit listrik tenaga angin, faktor penentu penerbangan
dan pelayaran, pengaruh kecepatan air dalam pengairan tanaman, serta
merupakan faktor penting dalam mempengaruhi prakiraan cuaca. Sebaliknya,
kecepatan angin dalam kisaran tertentu (melebihi batas maksimum kondisi
aman) juga dapat menimbulkan kerugian bagi manusia. Dalam kondisi normal,
wilayah Indonesia umumnya memiliki karakteristik kecepatan angin rata-rata
yang berada pada skala rendah, yaitu antara 3 m/s hingga 6 m/s (Nehemia, 2009).
Perubahan iklim yang terjadi saat ini mengakibatkan perubahan 2
kecepatan angin yang tidak menentu, di Indonesia sendiri sering terjadi
peningkatan kecepatan angin hingga mencapai kisaran 40 km/jm (sekitar 11 m/s).
Dengan tingginya kecepatan angin, serta didukung dengan kondisi musim
pancaroba, sangat berpotensi akan terjadinya bencana angin puting beliung
(Lenakoly, 2010).

Beberapa daerah di Indonesia pernah mengalami bencana angin puting


beliung salahsatunya Kota Bandung, tepatnya di daerah Bandung Timur.

1.2 Tujuan Penulisan

Tujuan penyusunan makalah ini, diantaranya :

1.2.1 Makalah ini disusun untuk memenuhi salahsatu syarat Ujian Sekolah
Praktikkum (USPRAK) Mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas XII di
SMKN 13 Bandung.

1.2.2 Makalah ini disusun untuk memperluas wawasan penulis dan pembaca
mengenai bencana alam "Angin Puting Beliung

1.3 Manfaat Penulisan


Manfaat penyusunan makalah ini, diantaranya :
1.3.1 Untuk menambah wawasan mengenai bencana alam angin puting
beliung.
1.3.2 Untuk mengetahui kronologi kejadian bencana alam angin puting beliung
di daerah Bandung Timur (Cipadung, Cinambo, dan Cisaranten)

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan latarbelakang
1.4.1 Apa Pengertian Angin Puting Beliung?
1.4.2 Bagaimana cara Antisipasi Bencana Angin Puting Beliung?
1.4.3 Apa Penyebab Terjadinya Angin Puting Beliung di daerah Bandung Timur?
1.4.4 Kapan peristiwa Bencana Angin Puting Beliung itu terjadi?
1.4.5 Apa dampak yang ditimbulkan oleh angin puting beliung tersebut?
1.4.6 Siapa yang menjadi korban dari bencana puting beliung itu?
1.4.7 Berapa jumlah korban dan kerusakan yang terjadi?
1.4.8 Bagaimana upaya Pemerintah Kota Bandung dalam mengatasi kerusakan
tersebut?

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Puting Beliung


Puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63
km/jam yang bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5
menit. Orang awam menyebut angin puting beliung adalah angin Leysus, di
daerah Sumatera disebut Angin Bohorok dan masih ada sebutan lainnya. Angin
jenis ini yang ada di Amerika yaitu Tornado mempunyai kecepatan sampai 320
km/jam dan berdiameter 500 meter.

Angin Puting beliung merupakan angin kencang, tapi tidak semua angin
kencang dikatakan angin puting beliung. Hal ini bergantung kecepatan angin yang
menyertainya. Angin puting beliung biasanya terjadi dalam waktu singkat antara
3- 5 menit dengan kecepatan mencapai 40 50 km/jam atau lebih dengan durasi
yang sangat singkat, setelah itu diikuti angin kencang yang berangsur-angsur
kecepatannya melemah. Sedangkan angin kencang dapat berlangsung lebih dari
30 menit bahkan bisa lebih dari satu hari dengan kecepatan rata-rata 20 30 knot,

Frekuensi kejadian Puting beliung pada tahu 2006 di Sumatera dan Jawa
lebih sering bulan Nopember yaitu pada saat memasuki musim penghujan dan
bulan Maret pada saat memasuki musim kemarau.
Angin puting beliung sering terjadi pada siang hari atau sore hari pada
musim pacaroba. Angin ini dapat menghancurkan apa saja yang diterjangnya,
karena dengan pusarannya benda yang terlewati terangkat dan terlempar.

2. Karakteristik Angin Beliung

1. Puting beliung merupakan dampak ikutan awan Cumulonimbus (Cb) yang


biasa tumbuh selama periode musim hujan, tetapi tidak semua
pertumbuhan awan CB akan menimbulkan angin puting beliung.
2. Kehadirannya belum dapat diprediksi.

3. Terjadi secara tiba-tiba (5-10 menit) pada area skala sangat lokal.

4. Pusaran puting beliung mirip belalai gajah/selang vacuum cleaner.

5. Jika kejadiannya berlangsung lama, lintasannya membentuk jalur


kerusakan.

6. Lebih sering terjadi pada siang hari dan lebih banyak di daerah dataran
rendah.

3. Penyebab terjadinya
Penyebab Terjadinya Angin Puting Beliung disebabkan karena Udara
panas dan dingin bertemu, sehingga saling bentrok dan terbentuklah puting
beliung.
Selain itu juga karen Dalam awan terjadi arus udara naik ke atas yang
kuat. Hujan belum turun, titik-titik air maupun kristal es masih tertahan oleh arus
udara yang naik ke atas puncak awan.

4. Proses terjadinya puting beliung


Proses terjadinya angin puting
beliung, biasanya terjadi pada musim
pancaroba pada siang hari suhu udara panas,
pengap, dan awan hitam mengumpul, akibat radiasi
matahari di siang hari tumbuh awan secara vertikal,
selanjutnya di dalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara
naik dan turun dengan kecepatan yang cukup tinggi. Arus
udara yang turun dengan kecepatan yang tinggi menghembus ke
permukaan bumi secara tiba-tiba dan
berjalan secara acak.
Angin puting beliung terbentuk oleh gelombang udara. Udara lembab yang
hangat bertemu udara kering yang dingin hingga terbentuklah awan petir. Setelah
awan petir terbentuk, udara yang hangat naik dan ketika udara hangat mendesak
udara kosong semakin banyak, udara mulai berputar. Udara yang berputar
membentuk angin puting beliung.

Proses terjadinya Angin Puting Beliung


Proses terjadinya tornado

Proses terjadinya angin puting beliung berhubungan dengan perbedaan


temperature pada di tepi massa udara turun ( downdraft ) yang berada di sekitar
mesosiklon ( downdraft oklusi). Studi pemodelan secara matematis tentang
pertumbuhan tornado juga mengindikasikan tornado dapat terjadi tanpa pola
temperature tersebut; bahkan kenyataannya, variasi temperatur yang teramati
sangat kecil pada beberapa angin puting beliung yang menyebabkan kerusakan
hebat dalam sejarah.

5. Dampak yang ditimbulkan oleh angin puting beliung


Setiap bencana alam selalu membawa dampak dan menimbulkan kerugian
bagi manyarakat, berupa korban jiwa, dan material. Bencana angin puting beliung
bila menimbulkan korban dan kerusakan pada bangunan infrastruktur, hal ini
tergantung dari skala intensitas angin. Semakin tinggi intensitas angin maka akan
semakin berat tingkat kerusakan yang ditimbulkan Angin puting beliung yang
terjadi di indonesia memiliki skala intensitas antara F1 dan F0, yang digolongkan
pada tornado lemah. Kerusakan yang dilimbulkan diantaranya:
1. Menyebebkan kerusakan atau kehancuran bangunan
2. Merusak jaringan listrik
3. Mengangkat dan memindahkan benda-benda yang tidak stabil
4. Membahayakan keselamatan
5. Mengakibatkan banjir

6. Antisipasi dan penanggulangannya


6.1 Antisipasi adanya angin puting beliung:
Jika terdapat pohon yang rimbun dan tinggi serta rapuh agar segera ditebang
untuk mengurangi beban berat pada pohon tersebut
Perhatiakan atap rumah yang sudah rapuh, karena pada rumah yang rapuh
sangat mudah sekali terhempas, sedangkan pada rumah yang permanent,
kecil kemungkinan terhempas.
Apabila melihat awan yang tiba-tiba gelap, semula cerah sebaiknya untuk
tidak mendekati daerah awan gelap tersebut
Cepat berlindung atau menjauh dari lokasi kejadian, karena peristiwa
fenomena tersebut sangat cepat
Untuk jangka panjang pohon dipinggir jalan diganti dengan pohon akar
berjenis serabut seperti pohon asem, pohon beringin dsb.

6.2 Penanggulangan Angin Puting Beliung


A. Sebelum Datangnya Angin
Dengar dan simaklah siaran radio atau televisi menyangkut prakiraan terkini
cuaca setempat
Waspadalah terhadap perubahan cuaca
Waspadalah terhadap angin topan yang mendekat.
Waspadalah terhadap tanda tanda bahaya sebagai berikut:
Langit gelap, sering berwarna kehijauan.
Hujan es dengan butiran besar
Awan rendah, hitam, besar, seringkali bergerak berputar
Suara keras seperti bunyi kereta api cepat
Bersiaplah untuk ke tempat perlindungan ( bunker ) bila ada angin topan
mendekat

B. Saat Datangnya Angin


Bila dalam keadaan bahaya segeralah ke tempat perlindungan (bunker)
Jika anda berada di dalam bangunan seperti rumah, gedung perkantoran,
sekolah, rumah sakit, pabrik, pusat perbelanjaan, gedung pencakar langit,
maka yang anda harus lakukan adalah segera menuju ke ruangan yang
telah dipersiapkan untuk menghadapi keadaan tersebut seperti sebuah
ruangan yang dianggap paling aman, basement, ruangan anti badai, atau
di tingkat lantai yang paling bawah. Bila tidak terdapat basement,
segeralah ke tengah tengah ruangan pada lantai terbawah, jauhilah sudut
sudut ruangan, jendela, pintu, dan dinding terluar bangunan. Semakin
banyak sekat dinding antara diri anda dengan dinding terluar gedung
semakin aman. Berlindunglah di bawah meja gunakan lengan anda untuk
melindungi kepala dan leher anda. Jangan pernah membuka jendela.
Jika anda berada di dalam kendaraan bermobil, segeralah hentikan dan
Puting Beliung di kendaraan
tinggalkan Bandung anda
Tewaskan Nenek tempat
serta carilah Suti Saat Minum yang
perlindungan

oleh Okanterdekat
Firdaus seperti yang telah disebutkan di atas.
Jika anda berada di luar ruangan dan jauh dari tempat perlindungan,
pada 18 Des 2014
maka at 22:33
yang WIB lakukan adalah sebagai berikut:
anda harus
Tiaraplah pada tempat yang serendah mungkin, saluran air terdekat atau
sejenisnya sambil tetap melindungi kepala dan leher dengan
Kejadian berlangsung
menggunakan sangat cepat.
lengan andaSekitar 10 menit puting beliung menyapu kawasan
Timur.
Bandung Jangan berlindung di bawah jembatan, jalan layang, atau sejenisnya.
Anda akan lebih aman tiarap pada tempat yang datar dan rendah
Liputan6.com,
JanganBandung
pernah- Kawasan
melarikanBandung Timur
diri dari seperti
angin Kecamatan
puting beliungPanyileukan,
dengan
Kecamatanmenggunakan
Ujung Berung, Kecamatan
kendaraan Gedebage,
bermobil Kecamatan
bila di daerah yang Cinambo,
berpendudukKota
Bandung, padat
Jawa Barat disapu
atau yang angin putingbanyak.
bangunannya beliung.Segera tinggalkan kendaraan anda

untukangin
Akibat sapuan mencari
ini, tempat
puluhanperlindungan terdekat.
pohon tumbang dan beberapa bangunan seperti kios
Hati hati terhadap benda benda yang diterbangkan angin puting beliung.
hancur. Selain itu, pondasi bangunan perpustakan Universitas Islam Negeri Sunan
Hal ini dapat menyebabkan kematian dan cedera serius.
Gunung Djati juga runtuh.

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Fajrin (23) mengatakan, angin puting beliung
terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu
BABcuaca
III tengah mendung.
"Tiba-tiba ada angin besar berbentuk pusaran.
STUDI KASUSDi sini (UIN) masih banyak mahasiswa
dan satpam. Mereka dan saya berlarian masuk bangunan," kata dia saat ditemui di
Kampus UIN Sunan Gunung Djati, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Jawa Barat,
Kamis (18/12/2014).

Kejadian berlangsung sangat cepat. Sekitar 10 menit puting beliung menyapu


kawasanBandung Timur. "Kejadian sekitar 10 menit. Saat selesai, pondasi bangunan
perpustakan yang terbuat dari besi sudah runtuh dan menerpa beberapa motor dan 2
bus kampus," ucap Fajrin.

Menurut Fajrin, tidak ada korban jiwa atau terluka dalam peristiwa ini. "Semua pada
masuk, soalnya kenceng tadi. Alhamdulillah nggak ada korban," jelas Fajrin.
Sementara Kapolsekta Panyileukan Kompol Suminem mengatan, pihaknya masih
melakukan pendataan terkait bencana ini dan melakukan evakuasi pohon tumbang
serta bangunan yang rusak.

"Masih kita data. Data pastinya belum bisa disampaikan tapi beberapa pohon
tumbang dan bangunan kecil seperti kios rusak ada beberapa bangunan," pungkas
Suminem.

Nenek 97 Tahun Tewas

Sementara Suti (97), warga Jalan Pangarang RT 2 RW 4, Kelurahan Cipadung Wetan,


Kelurahan Panyileukan, Kota Bandung, tewas tertimpa bangunan rumah yang roboh
akibat diterjang angin puting beliung.

Keluarga Suti, Eman (48) menyebutkan pada saat terjadinya terjangan angin puting
beliung pada pukul 17.00 WIB, Suti tengah berada di ruang tengah bersama keluarga
besar.

"Karena kondisi saat itu hujan gerimis namun anginya kenceng. Nenek Suti lagi di
ruang tengah. Saya di luar karena kondisi saat itu genteng jatuh," ucap dia saat
ditemui di rumahnya.

Tidak lama setelah angin puting beliung menyapu kawasan tersebut, Suti pergi ke
dapur untuk mengambil minum. "Saya ngedenger suara tembok jatuh gitu, awalnya
biasa, tapi saat nyari nenek Suti ke belakang sudah terkubur sama reruntuhan tembok
tetangga," kata Suti.

Menurut Suti, reruntuhan tersebut merupakan tembok bangunan dari lantai 2 yang
belum jadi dan biasa digunakan oleh tetangganya untuk menjemur pakaian.

"Bangunannya di lantai 2. Biasa untuk menjemur. Saya nggak menyangka akan


runtuh. Memang ini musibah, kondisi angin puting beliungnya juga kencang," jelas
dia.

Dari pantauan di lokasi selain rumah Suti, puluhan rumah yang berada dekat lokasi
kejadian juga mengalami rusak akibat angin puting beliung ini. (Rmn)
Puting Beliung, 700 Rumah di Kawasan Bandung Timur
Tersapu
Jumat, 19 Desember 2014, 08:20 WIB

Angin Puting Beliung dan hujan deras menerpa Bandung Timur, Kamis (19/12) Sore.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG-- Sedikitnya sekitar 700an rumah dan


beberapa bangunan di kawasan Bandung Timur rusak karena terjangan angin puting
beliung yang terjadi pada Kamis (18/12) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Selain merusak
bangunan, puting beliung juga membuat pepohonan di kawasan tersebut tumbang.
"Total 700an rumah rusak, 80an pohon tumbang, 1 meninggal dunia," kata Wali
Kota Bandung Ridwan Kamil melalui cuitan di twitternya, Jumat (19/12) dini hari.
Ia mengatakan kerusakan terparah berada di daerah Cipadung, Cipadung Wetan,
dan Mekar Mulya. Di wilayah tersebut hampir semua atap bangunan tidak luput dari
terjangan puting beliung.
Akibat musibah tersebut, listrik di daerah tersebut juga mati karena banyaknya
tiang listrik yang roboh. Bahkan ratusan warga di daerah Cinambo harus mengungsi di
masjid terdekat.
Saat ini penanganan terhadap korban puting beliung tersebut ditangani oleh tim
darurat kecamatan setempat. Rencananya, hari ini Pemkot Bandung dan jajaran TNI/
Polri akan melakukan pembersihan wilayah tersebut dan mendirikan dapur umum.
"Besok Pemkot bersama TNI/Polri turun ke lokasi, bagi yang mau bantu tenaga
besok pasukan/relawan jan 08.00 WIB di Borma AH Nasution," kata Emil, sapaan
akrabnya.
Hujan besar disertai angin kencang menerjang Kota Bandung dari siang hingga
malam kemarin, rumah warga termasuk salah satunya bangunan Kampus UIN Sunan
Gunung Djati Bandung tak luput dilalui angin kencang tersebut.
Hudana warga Cipadung, mengatakan angin puting nampak jelas dari wilayah
tersebut. Ia sendiri sempat mengabadikan saat angin puting beliung itu menerjang
kawasan Bandung Timur tersebut.
BAB IV

PEMBAHASAN

A. JUDUL KEJADIAN : Bencana Alam Angin Puting Beliung

B. WAKTU KEJADIAN : Kamis, 18 Desember 2014.

Sekitar pukul 17.00 WIB

C. TEMPAT KEJADIAN : Kawasan Bandung Timur (Cijambe, Cinambo, dan


Cisaranten)

D. KRONOLOGIS KEJADIAN

Berdasarkan artikel di news.liputan6.com, salah satu Mahasiswa UIN


Sunan Gunung Djati, Fajrin mengatakan bahwa angin puting beliung terjadi
sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu cuaca tengah mendung. "Tiba-tiba ada angin
besar berbentuk pusaran. Di sini (UIN) masih banyak mahasiswa dan satpam.
Mereka dan saya berlarian masuk bangunan," Kejadian berlangsung sangat cepat.
Sekitar 10 menit puting beliung menyapu kawasanBandung Timur. "Kejadian
sekitar 10 menit. Saat selesai, pondasi bangunan perpustakan yang terbuat dari
besi sudah runtuh dan menerpa beberapa motor dan 2 bus kampus," ucap Fajrin.

E. DAMPAK BENCANA PUTING BELIUNG DI BANDUNG TIMUR

Menurut Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil bencana puting beliung di


Bandung Timur mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan diantaranya:
Total 700an rumah rusak
Sekitar 80 pohon tumbang
1orang meninggal dunia,
Berdasarkan artikel di news.liputan6.com mengutip bahwa korban
meninggal dunia adalah seorang nenek bernama Suti (97) yang meninggal dunia
akibat tertimpa reruntuhan tembok rumah tetangganya.

F. UPAYA YANG DILAKUKAN PEMERINTAH


Upaya yang dilakukan pemerintah Kota Bandung dalam menangani
bencana alam ini diantaranya :
Pemerintah Kota Bandung menurunkan TNI dan Polri ke sejumlah lokasi
untuk membantu proses evakuasi, diantaranya dengan cara membersihkan
puing bangunan yang rusak, dan pepohonan yang tumbang akibat angin
puting beliung. Selain itu terdapat pasukan relawan yang turut serta
membantu evakuasi ini dengan cara mendirikan tenda darurat dan
membuat dapur umum.
BAB V

PENUTUP

5.1 KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat kita simpulkan sebagai berikut :
1. Angin puting beliung kejadian nya singkat antara 3-5 menit setlah itu di
ikuti angin kencang yang berangsur angsur kecepatan nya melemah.
2. Penyebab Terjadinya Angin Puting Beliung disebabkan karena Udara
panas dan dingin bertemu, sehingga saling bentrok dan terbentuklah
puting beliung.
3. Terjadinya angin puting beliung, biasanya terjadi pada musim pancaroba
pada siang hari suhu udara panas, pengap, dan awan hitam mengumpul,
akibat radiasi matahari di siang hari tumbuh awan secara vertikal,
selanjutnya di dalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara naik
dan turun dengan kecepatan yang cukup tinggi. Arus udara yang turun
dengan kecepatan yang tinggi menghembus ke permukaan bumi secara
tiba-tiba dan berjalan secara acak.
4. Angin puting beliung yang terjadi di daerah Bandung Timur disebabkan
karena cuaca ekstrim pada musim hujan disertai angin kencang yang
mengakibatkan terbentuknya awan Cumolonimbus yang diduga menjadi
penyebab angin puting beliung.
5. Peristiwa angin puting beliung ini terjadi pada hari Kamis, 18 Desember
2015 sekitar pukul 17.00 WIB menimbulkan kerusakan + 700 rumah
rusak, + 80 pohon tumbang, dan 1 orang meninggal dunia.
6. Upaya Pemerintah Kota Bandung dalam menangani bencana ini
diantaranya yaitu menurunkan TNI dan Polri untuk mengevakuasi
reruntuhan bangunan dan pepohonan. Selain itu sejumlah relawan
membantu dengan cara mendirikan tenda darurat dan dapur umum.

5.2 SARAN
Berdasarkan analisa penulis terhadap bencana alam angin puting beliung,
penulis menyarankan :
5.2.1 Perlunya sosialisasi kepada masyarakat mengenai antisipasi bencana
puting beliung, penangganan, serta penanggulangannya.
BAB VI

DAFTAR PUSTAKA

Gitoyo, Yohanes. 2013. Segala Hal Tentang Angin Puting Beliung.


http://pustakadigitalindonesia.blogspot.com/2013/10 diakses pada Kamis, 12
Maret 2015.

Liputan6. 2014. Puting Beliung di Bandung Tewaskan Nenek Suti Saat Minum.
http://news.liputan6.com yang diakses pada Kamis, 12 Maret 2015.

Rosdiana, Fahmi. 2012. Mitigasi Bencana Puting Beliung.


http://www.academia.edu/5403116 diakses pada Kamis, 12 Maret 2015.

Suhartini, Neneng. 2014. Dokumen Pribadi Facebook.


http://www.facebook.com/photo.php yang diakses pada Kamis, 12 Maret 2015.