0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan24 halaman

Buku Les Hec-Ras

Paket model HEC-RAS digunakan untuk perhitungan aliran sungai satu dimensi baik aliran steady maupun unsteady serta transportasi sedimen. Software ini memiliki kemampuan analisis hidrolik, manajemen data, dan pelaporan hasil melalui antarmuka grafis. Bab I menjelaskan pendahuluan dan filosofi umum sistem model sedangkan Bab II mendemonstrasikan langkah-langkah pembuatan model hidrolik menggunakan HEC-RAS.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan24 halaman

Buku Les Hec-Ras

Paket model HEC-RAS digunakan untuk perhitungan aliran sungai satu dimensi baik aliran steady maupun unsteady serta transportasi sedimen. Software ini memiliki kemampuan analisis hidrolik, manajemen data, dan pelaporan hasil melalui antarmuka grafis. Bab I menjelaskan pendahuluan dan filosofi umum sistem model sedangkan Bab II mendemonstrasikan langkah-langkah pembuatan model hidrolik menggunakan HEC-RAS.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

C HE K D A M 125 P la n : P la n 01 1 2/2 8/2 0 0 1

39. 1 Leg e nd

WS P F 1
Grou n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
3 7

36

35. 1

33. 4
33
3 4.
3 4.1

33. 01
Pelatihan HEC-RAS 3.01
4

3 2

31. 7
3 0.4 8

BAB I
PENDAHULUAN

Paket model HEC RAS adalah salah satu model yang dikeluarkan oleh
U.S. Army Corps of Engineers River Analysis System (HEC-RAS) yang di
susun oleh Hydrologic Engineering Center. Software ini memiliki
keampuan penggunaan : Perhitungan jenis aliran steady flow dan
unsteady flow satu dimensi, dan sediment transport yang akan
ditambahkan pada versi berikutnya/(new version).
Sistem model HEC RAS telah disusun sebagai bagian dari Hydrologic
Engineering Centers Next Generation(NexGen) dari pemodelan
hydrologi (Hydrologic engineering software). NexGen ini meliputi
beberepa aspek dari hydrologic engineering, yaitu : rain fall-runof
analysis, river hydrolics, reservoir system simulation, flood damage
analysis.
Philosopi Umum Dari Sistem Model
Sistem HEC-RAS mengandung 3 perhitungan analisa hidrolik satu
dimensi yaitu :
(1) Perhitungan profil muka air steady flow/steady flow water surface
profile computation, (2) Unsteady flow anaisis, (3) analisa movable
boundary sediment transport. Element yang dibutuhkan untuk ke tiga
perhitungan tersebut diatas adalah data geometry dan data hidrolik.
Kemampuan Program HEC-RAS
HEC-RAS didisain untuk perhitungan hidrolik 1 dimensi untuk saluran
baik itu buatan atau alami. Berikiut ini adalah penjelasan pokok
kemampuan dari model HEC-RAS.
User Interface
Untuk mempermudah pengguna menggunakan HEC-RAS, maka soft
ware ini diberikan suatu bentuk berupa grafik/gambar yang sering
disebut A Grapical User Interface (GUI). User Interface ini
menyediakan fungsi-fungsi sebagai berikut :
File managemen
Masukan Data dan editing
Analisis Hidrolik
Tabulasi dan gambar dari input dan output
Fasilitas hasil
On-line help
Komponen Analisa Hidrolik
Profil Muka Air Aliran Steady. Komponen dari system model yang
bertujuan untuk menghitung profil muka air aliran steady
ununiform. Pada analisis ini, model mampu menganalisa aliran pada
kondisi subkritis, superkritis, atau kondisi yang beragam.
Prosedur dasar dari perhitungannya, adalah didasarkan atas
peersamaan energi 1 dimensi. Kehilangan energi dievaluasi
berdasarkan kehilangan akibat gesekan (persamaan manning) dan
kontraksi dan ekspansi (koefisien yang dikalikan dengan perubahan
pada kecepatan) Persamaan momentum digunakan pada kondisi

1
C HE K D A M 125 P la n : P la n 01 1 2/2 8/2 0 0 1
39. 1 Leg e nd

WS P F 1
Grou n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
3 7

36

35. 1

33. 4
33
3 4.
3 4.1

33. 01
Pelatihan HEC-RAS 3.01
4

3 2

31. 7
3 0.4 8

dimana profil muka air secara cepat mengalami


perubahan/bervariasi.
Profil Muka Air Aliran Unsteady. Persamaan unsteady flow ini di
abmil dari Dr. Robert L. Barkaus UNET (Barkau, 1992 dan
HEC,1997), yang hanya untuk kondisi subkritis. Namun pada relase
model 3.1.3 ini mampu menghitung untuk kondisi yang sama
dengan steady flow diatas.

Perhitungan Sedimen Transport/Movabel Boundary . Komponen


model ini bertujuan untuk mensimulasi sediment transport yang
dihasilkan dari hasil bacaan scour dan deposition selama simulasi
waktu.
Model dapat didisain untuk mensimulasi kecenderungan dari scour
dan deposition pada aliran sungai yang diakibatkan oleh keragaman
frekuensi dan durasi dari kedalaman dan debit, atau keragaman
dari geometry saluran. System model ini dapat di gunakan untuk
mengevaluasi proses pengendapan/deposition pada waduk,
memprediksi pengaruh dari pengerukan pada areal pengendapan,
estimasi maksimum kemungkinan penggerusan selama waktu
banjir, evaluasi sedimentasi untuk perbaikan sungai.

Masukan dan Manajemen Data


Data input di simpan berupa file dalam kategori yang terpisah pada
project, yaitu berupa data : plan, geometry, steady flow, unsteady
flow, dan sediment. Data output tersimpan secara dominant pada
file Binary yang terpisah. Data data ditransfer antar HEC RAS dan
program yang lain dengan memanfatkan HEC-DSS.

Graphics dan Reporting


Grafik yaitu memasukkan X-Y koordinat dari skematik jaringan
sungai, cross section, profil, rating curve, hydrograph, dan
beberapa hal lain tentang variabel hidrolik.

2
C HE K D A M 125 P la n : P la n 01 1 2/2 8/2 0 0 1
39. 1 Leg e nd

WS P F 1
Grou n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
3 7

36

35. 1

33. 4
33
3 4.
3 4.1

33. 01
Pelatihan HEC-RAS 3.01
4

3 2

31. 7
3 0.4 8

BAB II
Program Kerja Menggunakan HEC-RAS 3.1.3

Pada bab ini menyajikan tampilan tampilan bagaimana satu studi


dilakukan dengan menggunakan Software HEC-RAS, yang terdiri dari :
Starting Hec RAs
Langkah langkah dalam pembangunan Hidrolik Model HEC RAS

2.1 Starting HEC RAS


Ketika pengguna menjalankan setup program HEC RAS, maka akan
secara otomatis didapatkan satu grup program baru yang disebut
HEC dan ico programnya di sebut HEC-RAS. Seperti program
lainnya icon tersebut akan muncul dibawah interface windows,
dengan icon seperti berikut :

Seperti program lainnya maka untuk pertama kalinya penjalanan


program HEC RAS akan tampil serti berikut :

The HEC-RAS Main Window

3
C HE K D A M 125 P la n : P la n 01 1 2/2 8/2 0 0 1
39. 1 Leg e nd

WS P F 1
Grou n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
3 7

36

35. 1

33. 4
33
3 4.
3 4.1

33. 01
Pelatihan HEC-RAS 3.01
4

3 2

31. 7
3 0.4 8

Struktur The HEC-RAS Main Window

4
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd

WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
3 7

36

35. 1

33. 4
3 3. 01
3
3 4

Pelatihan HEC-RAS 3.01


3
.4
3 4.1

3 2

31. 7
3 0.4 8

Tool bars HEC-RAS

2.2 Langkah langkah dalam pembangunan Hidrolik Model


HEC RAS
Terdapat lima langkah utama dalam pembangunan model
hidrolik menggunakan HEC RAS:
1. Pembuatan new Project
2. Entering Data Geometri
3. Entering flow data dan kondisi batas
4. performa hydraulic calculations
5. PEnampilan hasil dan print out hasil

5
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd

WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
3 7

36

35. 1

33. 4
3 3. 01
3
3 4

Pelatihan HEC-RAS 3.01


3
.4
3 4.1

3 2

31. 7
3 0.4 8

2.2.1 Pembuatan New Project


Langkah pertama dalam pembangunan model hidrolik
menggunakan HEC RAS adalah menetapkan direktory kerja
mana dan penamaan project kerja. Yaitu :
Pilih FILE menu
pilih New Project

Note : Bisa diletakkan di direktory sesuai keinginan user


Tidak lupa untuk memberikan option Unit satuan yang akan
digunakan (english atau SI)

2.2.2 Entering Data Geometry


Langkah berikutnya adalah memasukkan data geometri,
dimana terdiri dari informasi tentang skematik jaringan
system model hidrolik yang akan digunakan, atau secara
gamblang bisa kita sebut pembangunan DENAH PLAN jaringan
Sungai.
Kemudian pada menu windows ini juga akan mengandung
fasilitas yang lain seperti berupa :
Pemasukan cross section data
Data struktur bangunan ( jembatan, pelimpah, culverts, dll)
Tahap ini di awalai dengan pilihan pada menu utama windows
HEC RAS yaitu :
Edit > Geometri data atau pilih icon gambar maka
akan tertampil menu windows geometri data sebagai berikut :

6
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd

WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
3 7

36

35. 1

33. 4
3 3. 01
3
3 4

Pelatihan HEC-RAS 3.01


3
.4
3 4.1

3 2

31. 7
3 0.4 8

Pemasukan data geometri adalah dengan melakukan


penggambaran sebagai tahap pertama pada layar, dengan
penggambaran yang berhenti untuk tiap skematik alur sungai
yang akan di buat.
Pilih tools river reach kemudian tarik garis yang
menunjukkan satu skematik alur sungai dan program akan
membaca pembacaan mulai dari hulu menuju ke hilir.
Kemudian akan muncul tampilan untuk
penamaan/indentifikasi (16 karakter)
Sebagai penyesuaian bentuk Denah Plan agar sama
dengan kondisi model yang diinginkan maka langkah
selanjutnya adalah pemasukan koordinat x.y denah
tersebut yaitu pada pilihan : Edit/ Reach Schematic line

7
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd

WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
3 7

36

35. 1

33. 4
3 3. 01
3
3 4

Pelatihan HEC-RAS 3.01


3
.4
3 4.1

3 2

31. 7
3 0.4 8

Kemudian akan muncul bentuk isian hubungan antara x


dan y untuk masing-masing skematik alur yang telah
dibuat.
Banyak berbagai cara untuk melakukan penggambaran ini
yaitu bisa menggunakan fasilitas pada software lain atau
melalui penggambaran terlebih dahulu melalui AUTOCAD
kemudian dilakukan pencataan koordinat setiap line
gambar (Tools Inquarry)

Setelah system river skematik sudah tergambar maka


dilanjutkan dengan pemasukan data cross section
sungai/penampang melintang saluran/sungai, yaitu dengan
menu pilihan pada icon

Dengan bentuk isian data cross sebagai berikut :

8
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd

WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
3 7

36

35. 1

33. 4
3 3. 01
3
3 4

Pelatihan HEC-RAS 3.01


3
.4
3 4.1

3 2

31. 7
3 0.4 8

Pengisian data cross dimulai


dengan penampang melintang
saluran/sungai bagian hilir dan
dilanjutkan pada bagian
upstreamnya, kemudian
seterusnya

Dengan selesainya semua proses sampai tahap diatas, maka


pemodelan dapat dikatakan sudah terselesaikan 60 %. Hal ini
di dasarkan atas alas an bahwa Proses Pemodelan HEC
RAS yang utama terletak pada pemasukan Data
Geometri.

2.2.3 Entering Flow Data Dan Kondisi Batas


Seperti yang sudah dijelaskan bahwa Program HEC RAS
mampu menganalisa kajian hidrolik dengan 2 kondisi aliran
steady dan unsteady flow, maka menu icon/tools bar input
flow data terdapat 2 macam : Yaitu :

: Icon input Data untuk kondisi Steady flow

: Icon input Data untuk kondisi UnSteady flow

Filosofi dasar pada pemodelan Numerik ini, akan selalu


membutuhkan identifikasi awal yang sering disebut dengan
Boundary Condition. Dalam hal ini adalah kondisi batas
bagian hulu yaitu Debit yang akan dilewatkan, sedangkan
boundary condition untuk bagian hilir (dwon stream) dapat
berupa :
1. Tinggi muka air bagian hilir

9
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd

WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
3 7

36

35. 1

33. 4
3 3. 01
3
3 4

Pelatihan HEC-RAS 3.01


3
.4
3 4.1

3 2

31. 7
3 0.4 8

2. Slope/ kemiringan dasar sungai bagian hilir


3. Stage hidrograf ( hubungan tinggi muka air dengan
debit)

2.2.4 Performa hidrolik Kalkulasi


Yaitu menu pilihan metode perhitungan pemodelan setiap
kondisi hidrolik yang seharusnya :

10
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd

WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
3 7

36

35. 1

33. 4
3 3. 01
3
3 4

Pelatihan HEC-RAS 3.01


3
.4
3 4.1

3 2

31. 7
3 0.4 8

BAB III
TEORI UMUM
PERHITUNGAN MODEL HEC RAS

3.1Analisa Hidrolika

3.1.1 Kriteria Paket Program HEC-RAS (Paket Yang


Digunakan)
Hydrologic Engineering Center-River Analysis System (HEC-
RAS) adalah paket program yang dapat digunakan untuk
menghitung profil muka air satu dimensi (one-dimensional) untuk
kondisi aliran tetap berubah lambat laun (steady gradually varied
flow) pada saluran alam (sungai) atau saluran prismatis
A) Persamaan Dasar Perhitungan
Profil muka air dihitung dari suatu penampang dengan
Persamaan Energi melalui prosedur iterative yang disebut dengan
Standard Step Method. Persamaan Energi yang dimaksud adalah :

(3-1)

Dimana :
Y1,Y2 = tinggi muka air pada penampang melintang 1
dan 2
Z1,Z2 = garis datum persamaan pada penampang
melintang 1 dan 2
V1,V2 = kecepatan rata-rata pada penampang melintang
1 dan 2
1,2 = koefisien Coriolis
g = percepatan gravitasi
he = kehilangan tinggi energi

Gambar 3.1 : Bentuk


Persamaan Garis Energi
Kehilangan tinggi energi
antara dua penampang
akibat pelebaran atau
penyempitan saluran
adalah sebagai berikut :

(3 2)

Dimana :
L = panjang penampang

11
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd

WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
3 7

36

35. 1

33. 4
3 3. 01
3
3 4

Pelatihan HEC-RAS 3.01


3
.4
3 4.1

3 2

31. 7
3 0.4 8

= kemiringan garis energi (friction slope) antara dua


Sf
penampang
C = koefisien kehilangan akibat pelebaran atau
penyempitan

Panjang sungai rata-rata L, dihitung dengan rumus sebagai berikut :

(3-3)

Dimana :
L lob,Lch,Lrob = panjang melintang penampang sungai kiri,
utama dan kanan
Qlob,Qch,Qrob = rata-rata debit penampang sungai kiri, utama
dan kanan

B) Perhitungan Debit Pada Penampang Sungai


Perhitungan debit pada penampang sungai dilakukan dengan
membagi beberapa penampang menjadi beberapa bagian dimana
kecepatan terdistribusi secara merata. Pendekatan yang dilakukan
HEC-RAS adalah membagi beberapa penampang yang bergantung
pada input penampang dan nilai n Mannings seperti pada gambar
3-2 berikut.
Besarnya debit dihitung perbagian penampang sungai dengan
mengacu pada persamaan Mannings berikut :

1/ 2
Q K Sf
(3-4)
1
K A R 2/3
n
(3-5)
(SI Unit)

Dimana :
K = conveyance for subdivision
n = koefisien kekasaran Mannings
A = luas penampang
R = jari-jari hidrolis

Gambar 5.2 : Perhitungan Debit Dengan Cara Subdivision Method

12
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd

WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
3 7

36

35. 1

33. 4
3 3. 01
3
3 4

Pelatihan HEC-RAS 3.01


3
.4
3 4.1

3 2

31. 7
3 0.4 8

Alternatif metode lain yang dapat digunakan untuk menghitung


debit adalah dilakukan antara setiap koordinat titik pada
penampang seperti pada gambar 3.3. Debit yang didapat
merupakan jumlah dari penampang sebelah kiri dan kanan. Metode
ini digunakan pada program Corps HEC-2, metode ini tetap
digunakan dan sebagai metode pilihan didalam perhitungan HEC-
RAS.

Gambar 5.3 : Alternatif Perhitungan Debit Dengan Cara Subdivision


Method
(HEC-2 Style)

C) Composite nilai n Mannings Untuk Saluran Utama


Aliran dalam saluran tidak dibagi perbagian, kecuali jika nilai
kekasaran berubah didalam saluran. Program HEC-RAS dapat
digunakan untuk berbagai nilai kekasaran, jika tidak maka program
akan menghitung sebagai satu nilai kekasaran.

Gambar 3.4 :
Definisi
Kemiringan
Tanggul Untuk
Menghitung
nilai

n Composite
(nc)

Untuk menghitung
nilai n composite
pada saluran adalah
sebagai berikut :

(3-6)

13
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd

WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
3 7

36

35. 1

33. 4
3 3. 01
3
3 4

Pelatihan HEC-RAS 3.01


3
.4
3 4.1

3 2

31. 7
3 0.4 8

Dimana :
nc = composite atau ekivalen koefisien kekasaran
P = penampang basah saluran
Pi = bagian ke i penampang basah
ni = nilai kekasaran ke i

D) Evaluasi Energi Kinetik


Karena HEC-RAS adalah program untuk menghitung profil muka
air satu dimensi, maka hanya satu energi kinetik yang dihitung pada
masing-masing penampang saluran. Untuk memberikan gambaran
elevasi profil muka air, rata-rata energi dihitung dengan membagi
tiga bagian dari penampang melintang saluran (yaitu saluran kiri,
utama dan kanan). Gambar 3.5 adalah rata-rata energi yang akan
didapatkan dari penampang melintang yang terdiri dari saluran
utama dan kanan (tidak terdapat saluran kiri).

Gambar 3.5 :
Contoh
Bagaimana Rata-
rata Energi
Didapat

Dimana :
V1 = kecepatan rata-rata sub area 1
V2 = kecepatan rata-rata sub area 2

Menghitung rata-rata energi kinetik adalah untuk mendapatkan


koefisien kecepatan (coefficient Coriolis). Koefisien kecepatan
dihitung dengan rumus sebagai berikut :

(3-7)

(3-8)

14
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd

WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
3 7

36

35. 1

33. 4
3 3. 01
3
3 4

Pelatihan HEC-RAS 3.01


3
.4
3 4.1

3 2

31. 7
3 0.4 8

(3-9)

Secara umum persamaannya adalah :

(3-10)

Persamaan di atas dapat juga ditulis dengan persamaan


sebagai berikut :

(3-11)

Dimana :
Ai = total luas penampang melintang
Alob,Ach,Arob = luas penampang kiri, saluran utama, dan
kanan
Ki = total conveyance dari penampang
melintang
Klob,Kch,Krob = conveyance kiri, saluran utama, dan
kanan

E) Evaluasi Kehilangan Akibat Geseran (Friction Loss)


Friction loss dievaluasi dalam program HEC-RAS sebagai hasil
dari kemiringan garis energi Sf dan panjang L (persamaan 3-2),
dimana Sf adalah representatif dari friction slope untuk sungai dan
panjang L yang didefinisikan pada persamaan 3-3. Friction slope
(slope of the energy gradeline) pada tiap-tiap penampang melintang
dihitung dari persamaan Mannings sebagai berikut :

(3-12)

Rumus lain untuk menghitung friction slope Sf dalam program


HEC-RAS adalah sebagai berikut :

Average Conveyance Equation

(3-13)

15
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd

WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
3 7

36

35. 1

33. 4
3 3. 01
3
3 4

Pelatihan HEC-RAS 3.01


3
.4
3 4.1

3 2

31. 7
3 0.4 8

Average Friction Slope Equation

(3-14)

Geometric Mean Friction Slope Equation

(3-15)
Harmonic Mean Friction Slope Equation

(3-16)

Persamaan 3-13 merupakan persamaan yang dipilih (default)


didalam program secara otomatis, kecuali pengguna memilih
persamaan lain didalam input program.

F) Evaluasi Kehilangan Akibat Kontraksi dan Pelebaran


Kehilangan akibat kontraksi dan pelebaran dalam program HEC-
RAS dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

(3-17)

Dimana :
C = koefisien kontraksi dan pelebaran

Program mengasumsikan bahwa kontraksi terjadi jika


kecepatan di hilir lebih besar dari kecepatan di hulu. Sebaliknya
pelebaran terjadi jika kecepatan di hulu lebih besar dari kecepatan
di hilir.

G) Prosedur Perhitungan
Profil muka air ditentukan dengan cara solusi iterative dari
persamaan 3-1 dan 3-2. Prosedur perhitungan dilakukan dengan
cara sebagai berikut :
1) Mengasumsikan profil muka air di hulu (atau di hilir jika profil
muka air kritis telah dihitung),
2) Berdasarkan pada asumsi muka air, maka berikutnya
menentukan besarnya debit dan kecepatan,
3) Dari nilai langkah ke 2, hitung Sf dan menyelesaikan
persamaan 3-2 untuk mendapatkan nilai he,
4) Dari langkah 2 dan 3, menyelesaikan persamaan 3-1 untuk
mendapatkan muka air ke 2 WS2,

16
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd

WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
3 7

36

35. 1

33. 4
3 3. 01
3
3 4

Pelatihan HEC-RAS 3.01


3
.4
3 4.1

3 2

31. 7
3 0.4 8

5) Bandingkan nilai WS2 dengan nilai asumsi pada langkah 1;


ulangi langkah 1 sampai langkah 5 sampai nilai toleransi
perbedaan mencapai 0.01 feet (0.003 m)

Untuk mendapatkan profil muka air didapat dengan cara coba


banding. Cara coba banding secara umum berdasarkan pada
Secant Method yang memproyeksikan perhitungan dari
pengasumsian dua nilai coba banding sebelumnya. Persamaan
Secant Method adalah sebagai berikut :

WS1 WS1-2 - Err1-2 * Err Assum/Err Diff


(3-18)

Dimana :
WS1 = asumsi muka air baru
WS1-1 = asumsi iterasi muka air sebelumnya
WS1-2 = asumsi muka air dua coba banding sebelumnya
Err1-2 = kesalahan dua coba banding sebelumnya
Err Assum = perbedaan asumsi dari dua coba banding
sebelumnya
(Err Assum = WS1-2 WS1-1)
Err Dif = asumsi muka air dikurangi hasil muka air dari
iterasi sebelumnya (I-1), ditambah kesalahan
dari dua coba banding
Sebelumnya (Err1-2).
= Err Dif = WS1-1 WS Calc1-1 + Err1-2.

H) Penentuan Kedalaman Kritis


Kedalaman kritis akan ditentukan dalam kondisi tertentu
sebagai berikut :
1) Regime aliran superkritis telah terbentuk,
2) Perhitungan kedalaman kritis dibutuhkan oleh pengguna
program,
3) Kedalaman kritis ditentukan oleh pengguna untuk
mengetahui kondisi aliran,
4) Froude number untuk mengetahui kondisi subkritis yang
mengidentifikasi kan bahwa kedalaman kritis dibutuhkan
untuk verifikasi regim aliran,
5) Program tidak akan seimbang jika toleransi kesalahan dalam
coba banding belum mencapai nilai iterasi maksimum.

Total tinggi energi untuk penampang melintang adalah sebagai


berikut :

(5-19)
Dimana :
H = total tinggi energi

17
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd

WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
3 7

36

35. 1

33. 4
3 3. 01
3
3 4

Pelatihan HEC-RAS 3.01


3
.4
3 4.1

3 2

31. 7
3 0.4 8

WS = elevasi muka air


V2
= tinggi kecepatan
2g

Kedalaman kritis adalah kedalaman (elevasi) dimana total tinggi


energi minimum. Kedalaman kritis didapat dengan prosedur
iterative, dimana nilai muka air WS diasumsi dan berhubungan
dengan nilai total tinggi energi H yang ditentukan dengan
persamaan 319 hingga nilai minimum H tercapai.

Gambar 3.6 : Diagram Total Energi VS Elevasi Muka Air

Program HEC-RAS mempunyai dua metode untuk menghitung


kedalaman kritis, yaitu : a) Parabolic Method dan, b) Secant Method.
Parabolic method adalah merupakan perhitungan cepat, tetapi ini
hanya dapat digunakan untuk satu minimum energi. Untuk kondisi
penampang yang banyak tidak hanya mempunyai satu kurva
energi minimum, oleh karena itu parabolic method adalah
merupakan metode yang ditentukan/dipilih oleh program, jika
penyelesaian parabolic method tidak convergen, maka program
akan secara otomatis mencoba dengan secant method.

I) Applikasi Persamaan Momentum


Bila profil muka air melalui kedalaman kritis, persamaan energi
tidak dapat digunakan. Persamaan energi hanya dapat digunakan
dalam kondisi aliran berubah lambat laun (gradually varied flow),
dan kondisi aliran transisi dari sub kritis ke super kritis atau super
kritis ke sub kritis dimana dalam hal ini kondisi aliran dalam kondisi
perubahan secara cepat (rapidly varying flow situation). Ada
beberapa hal yang menyebabkan terjadinya kondisi transisi dari sub
kritis ke super kritis atau sebaliknya. Beberapa hal tersebut adalah
perubahan kemiringan saluran, adanya jembatan, drop structure,
bendung dan stream junction. Dalam kondisi berikut persamaan
empiris dapat digunakan (seperti drop structure dan bendung), jika
tidak, lebih baik menggunakan persamaan momentum sebagai
penyelesaiannya.
Dalam program HEC-RAS, persamaan momentum dapat
digunakan dalam permasala han tertentu berikut ini : kejadian pada
hydraulic jump; low flow hydraulic pada jembatan; dan pertemuan
sungai (stream junction).
Persamaan Momentum diturunkan dari Hukum Newton II
sebagai berikut :

Gaya = masa x percepatan (perubahan momentum)

Fx m a
(3-20)

18
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd

WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
3 7

36

35. 1

33. 4
3 3. 01
3
3 4

Pelatihan HEC-RAS 3.01


3
.4
3 4.1

3 2

31. 7
3 0.4 8

Appliksi Hukum Newton II adalah seperti pada dua penampang


melintang pada titik 1 dan 2 (gambar 3.7), berikut adalah rumus
dari perubahan momentum :

P2 P1 Wx - Ff Q Vx
(3-21)

Dimana :
P = tekanan hidrostatis pada titik 1 dan 2
Wx = gaya karena berat air pada arah X
Ff = gaya karena kehilangan tinggi tekan akibat gesekan
dari titik 2 ke 1
Q = debit
= berat jenis air
V x = perubahan kecepatan dari titik 2 ke 1, pada arah X

Gambar 5.7 : Applikasi dari Prinsip Momentum


Hydrostatic Pressure Force
Gaya pada arah X karena tekanan hidrostatis :

P A cos
(3-22)
Bila kemiringan saluran atau sungai lebih kecil dari 1 : 10, maka
sudut sama dengan 6o adalah sama dengan 0.995, jadi cos sama
dengan 1.0. Maka persamaan tekanan hidrostatis pada titik 1 dan 2
adalah sebagai berikut :

(3-23)

(3-24)

Dimana :
= berat jenis air
Ai = luas penampang pada titik 1 dan 2
Yi = kedalaman air dari permukaan ke titik berat
penampang 1 dan 2

19
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd

WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
3 7

36

35. 1

33. 4
3 3. 01
3
3 4

Pelatihan HEC-RAS 3.01


3
.4
3 4.1

3 2

31. 7
3 0.4 8

Weight of Water Force


Berat air = berat jenis x volume

(3-25)

(3-26)

(3-27)

(3-28)

Dimana :
L = jarak antara titik 1 dan 2 pada arah X
So = kemiringan dasar saluran
Zi = datum line pada titik 1 dan 2
Force of External Friction :

Ff P L
(3-29}
Dimana :
= shear stress
P = keliling penampang basah titik 1 dan 2

P Sf
(3-30)
Dimana :
R = rata-rata jari-jari hidrolis
Sf = kemiringan garis energi

(3-31)

(3-32)

Mass times Acceleration :

(3-33)

(3-34)

20
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd

WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
3 7

36

35. 1

33. 4
3 3. 01
3
3 4

Pelatihan HEC-RAS 3.01


3
.4
3 4.1

3 2

31. 7
3 0.4 8

Dimana :
= koefisien momentum yang dihitung dari berbagai
distribusi
kecepatan pada penampang saluran

Subsitusi dari persamaan 5-21, dan asumsi nilai Q dapat


berubah dari 2 ke 1 :

(3-35)

(3-36)

(3-37)

Persamaan 3-37 adalah bentuk persamaan momentum yang


digunakan dalam program HEC-RAS. Semua aplikasi dari persamaan
momentum Di HEC-RAS diperoleh dari persamaan 3-37.

21
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd

WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
3 7

36

35. 1

33. 4
3 3. 01
3
3 4

Pelatihan HEC-RAS 3.01


3
.4
3 4.1

3 2

31. 7
3 0.4 8

BAB IV
PENYELESAIAN CONTOH KASUS STUDI
PEMODELAN

4.1 Evaluasi Perencanaan Saluran Drainase


Pada tanggal 29 bulan Februari 2003, Arboretum Sumber
brantas mengalami bencana banjir, yang mengakibatkan
kerusakan di lokasi sekitar Arboretum dan dampak banjir
tambahan pada daerah hilirnya hingga Kota Malang raya.
Berdasarkan kondisi tersebut, pihak PPSA Kediri melakukan
pembangunan Saluran Drainase dilokasi tersebut guna
menampung dan mengalirkan debit banjir yang kemungkinan
bisa terjadi di waktu mendatang.
Denah Umum Perencanaan Saluran Tersebut adalah seperti
CHEK DAM 125 Plan: Plan 01 12/28/2001
39.1 Legend

WS PF 1
Ground

pada Gambar Berikut :


Bank Sta

39

38

Desain rencana yang telah dibangun adalah sebagai berikut :


37

36

Dimensi Saluran 35.1

n : Pasangan batu kali (0.025) 33.4


33
34.4
34.1

33.01

lebar inlet : 12.5 m dengan kedalaman saluran 5 m


32


31.7

lebar dasar saluran : 3 m dengan kedalaman saluran 3 m


30.48

kemiringan tanggul : 1: 0.5


pada bagian tertentu terdapat Drope Structure dengan
ketinggian 3.5 m

Debit rencana yaitu berdasarkan debit banjir yang pernah


terjadi yaitu sebesar 48.01 m3/det.

Dengan gambar perencanaan seperti pada file CAD Komputer.


Sebagai ahli hidrolik anda di tugaskan untuk menganalisa
kondisi aliran dan kemampuan kapasitas saluran dengan
perencanaan bangunan tersebut.

Dan Apa Yang Harus Dilakukan Untuk Mengatasi Aliran Super


Kritis Di Bagian Hilir, yang dikarenakan pada bagian hilir
merupakan areal lahan pertanian masyarakat sekitar?.

(Sebagai Latihan Pengembangan : Dapat Dilakukan Dengan


memberikan data input debit yang memiliki lengkung hidrograf.
Atau pada bagian hilir diberikan suatu kondisi batas bahwa
adanya perubahan muka air yang diakibatkan adanya operasi
system bangunan yang lain)

22
C HE K D A M 1 25 P la n : P l a n 01 1 2/2 8 /2 0 0 1
3 9.1 Leg e n d

WS PF 1
Grou n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
37

3 6

3 5.1

3 3.4
34
3 4.
34. 1

3 3.0 1
3

Pelatihan HEC-RAS 3.01


3 2

3 1.7
30. 4 8

4.2 R encana Desain Cross Section


DENAH PLAN SALURAN PEMBUANG Normalisasi : 4 0 ,
Normalisasi sedangkan
Sungai DAS untuk daerah
Arboretum, hulu alur
adalah sungai cross
mempunyai 4 adalah
maksud yaitu tetap pada
pelebaran dasar kondisi
sungai dan alami/eksistin
bertujuan untuk g.
menyesuaiakan/
Debit yang
pengaturan
dialirkan
kondisi hidraulik
adalah sama
akibat adanya
degan soal
bangunan Check
sebelumnya.
Dam dan
Sudetan. Dimensi
Penampang
Penampang alur
:
Sungai DAS
Arboretum yang Lebar
dinormalisasi dasar =
adalah : 25 m
C HE K D A M 1 25 P la n : P l a n 01 1 2/2 8 /2 0 0 1
3 9.1 Leg e n d

WS PF 1
Grou n d
Ban k St a

3 9

Buku Panduan Umum


3 8
37

3 6

3 5.1

3 3.4
34
3 4.
34. 1

3 3.0 1
3

Pelatihan HEC-RAS 3.01


3 2

3 1.7
30. 4 8

untuk 5 m pada
hulu alur hulu
Check Check
Dam, dan Dam, dan
bagian 3-4 m
hilir pada alur
Check hilir
Dam Check
adalah Dam.
perubaha Kemiringa
n lebar n tanggul
dasar dari = 1 : 0.5
25 m dengan
menuju pasangan
12,5 m, batu kali
Tinggi
tanggul =

24

Anda mungkin juga menyukai