Buku Les Hec-Ras
Buku Les Hec-Ras
39. 1 Leg e nd
WS P F 1
Grou n d
Ban k St a
3 9
36
35. 1
33. 4
33
3 4.
3 4.1
33. 01
Pelatihan HEC-RAS 3.01
4
3 2
31. 7
3 0.4 8
BAB I
PENDAHULUAN
Paket model HEC RAS adalah salah satu model yang dikeluarkan oleh
U.S. Army Corps of Engineers River Analysis System (HEC-RAS) yang di
susun oleh Hydrologic Engineering Center. Software ini memiliki
keampuan penggunaan : Perhitungan jenis aliran steady flow dan
unsteady flow satu dimensi, dan sediment transport yang akan
ditambahkan pada versi berikutnya/(new version).
Sistem model HEC RAS telah disusun sebagai bagian dari Hydrologic
Engineering Centers Next Generation(NexGen) dari pemodelan
hydrologi (Hydrologic engineering software). NexGen ini meliputi
beberepa aspek dari hydrologic engineering, yaitu : rain fall-runof
analysis, river hydrolics, reservoir system simulation, flood damage
analysis.
Philosopi Umum Dari Sistem Model
Sistem HEC-RAS mengandung 3 perhitungan analisa hidrolik satu
dimensi yaitu :
(1) Perhitungan profil muka air steady flow/steady flow water surface
profile computation, (2) Unsteady flow anaisis, (3) analisa movable
boundary sediment transport. Element yang dibutuhkan untuk ke tiga
perhitungan tersebut diatas adalah data geometry dan data hidrolik.
Kemampuan Program HEC-RAS
HEC-RAS didisain untuk perhitungan hidrolik 1 dimensi untuk saluran
baik itu buatan atau alami. Berikiut ini adalah penjelasan pokok
kemampuan dari model HEC-RAS.
User Interface
Untuk mempermudah pengguna menggunakan HEC-RAS, maka soft
ware ini diberikan suatu bentuk berupa grafik/gambar yang sering
disebut A Grapical User Interface (GUI). User Interface ini
menyediakan fungsi-fungsi sebagai berikut :
File managemen
Masukan Data dan editing
Analisis Hidrolik
Tabulasi dan gambar dari input dan output
Fasilitas hasil
On-line help
Komponen Analisa Hidrolik
Profil Muka Air Aliran Steady. Komponen dari system model yang
bertujuan untuk menghitung profil muka air aliran steady
ununiform. Pada analisis ini, model mampu menganalisa aliran pada
kondisi subkritis, superkritis, atau kondisi yang beragam.
Prosedur dasar dari perhitungannya, adalah didasarkan atas
peersamaan energi 1 dimensi. Kehilangan energi dievaluasi
berdasarkan kehilangan akibat gesekan (persamaan manning) dan
kontraksi dan ekspansi (koefisien yang dikalikan dengan perubahan
pada kecepatan) Persamaan momentum digunakan pada kondisi
1
C HE K D A M 125 P la n : P la n 01 1 2/2 8/2 0 0 1
39. 1 Leg e nd
WS P F 1
Grou n d
Ban k St a
3 9
36
35. 1
33. 4
33
3 4.
3 4.1
33. 01
Pelatihan HEC-RAS 3.01
4
3 2
31. 7
3 0.4 8
2
C HE K D A M 125 P la n : P la n 01 1 2/2 8/2 0 0 1
39. 1 Leg e nd
WS P F 1
Grou n d
Ban k St a
3 9
36
35. 1
33. 4
33
3 4.
3 4.1
33. 01
Pelatihan HEC-RAS 3.01
4
3 2
31. 7
3 0.4 8
BAB II
Program Kerja Menggunakan HEC-RAS 3.1.3
3
C HE K D A M 125 P la n : P la n 01 1 2/2 8/2 0 0 1
39. 1 Leg e nd
WS P F 1
Grou n d
Ban k St a
3 9
36
35. 1
33. 4
33
3 4.
3 4.1
33. 01
Pelatihan HEC-RAS 3.01
4
3 2
31. 7
3 0.4 8
4
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd
WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a
3 9
36
35. 1
33. 4
3 3. 01
3
3 4
3 2
31. 7
3 0.4 8
5
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd
WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a
3 9
36
35. 1
33. 4
3 3. 01
3
3 4
3 2
31. 7
3 0.4 8
6
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd
WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a
3 9
36
35. 1
33. 4
3 3. 01
3
3 4
3 2
31. 7
3 0.4 8
7
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd
WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a
3 9
36
35. 1
33. 4
3 3. 01
3
3 4
3 2
31. 7
3 0.4 8
8
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd
WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a
3 9
36
35. 1
33. 4
3 3. 01
3
3 4
3 2
31. 7
3 0.4 8
9
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd
WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a
3 9
36
35. 1
33. 4
3 3. 01
3
3 4
3 2
31. 7
3 0.4 8
10
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd
WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a
3 9
36
35. 1
33. 4
3 3. 01
3
3 4
3 2
31. 7
3 0.4 8
BAB III
TEORI UMUM
PERHITUNGAN MODEL HEC RAS
3.1Analisa Hidrolika
(3-1)
Dimana :
Y1,Y2 = tinggi muka air pada penampang melintang 1
dan 2
Z1,Z2 = garis datum persamaan pada penampang
melintang 1 dan 2
V1,V2 = kecepatan rata-rata pada penampang melintang
1 dan 2
1,2 = koefisien Coriolis
g = percepatan gravitasi
he = kehilangan tinggi energi
(3 2)
Dimana :
L = panjang penampang
11
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd
WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a
3 9
36
35. 1
33. 4
3 3. 01
3
3 4
3 2
31. 7
3 0.4 8
(3-3)
Dimana :
L lob,Lch,Lrob = panjang melintang penampang sungai kiri,
utama dan kanan
Qlob,Qch,Qrob = rata-rata debit penampang sungai kiri, utama
dan kanan
1/ 2
Q K Sf
(3-4)
1
K A R 2/3
n
(3-5)
(SI Unit)
Dimana :
K = conveyance for subdivision
n = koefisien kekasaran Mannings
A = luas penampang
R = jari-jari hidrolis
12
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd
WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a
3 9
36
35. 1
33. 4
3 3. 01
3
3 4
3 2
31. 7
3 0.4 8
Gambar 3.4 :
Definisi
Kemiringan
Tanggul Untuk
Menghitung
nilai
n Composite
(nc)
Untuk menghitung
nilai n composite
pada saluran adalah
sebagai berikut :
(3-6)
13
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd
WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a
3 9
36
35. 1
33. 4
3 3. 01
3
3 4
3 2
31. 7
3 0.4 8
Dimana :
nc = composite atau ekivalen koefisien kekasaran
P = penampang basah saluran
Pi = bagian ke i penampang basah
ni = nilai kekasaran ke i
Gambar 3.5 :
Contoh
Bagaimana Rata-
rata Energi
Didapat
Dimana :
V1 = kecepatan rata-rata sub area 1
V2 = kecepatan rata-rata sub area 2
(3-7)
(3-8)
14
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd
WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a
3 9
36
35. 1
33. 4
3 3. 01
3
3 4
3 2
31. 7
3 0.4 8
(3-9)
(3-10)
(3-11)
Dimana :
Ai = total luas penampang melintang
Alob,Ach,Arob = luas penampang kiri, saluran utama, dan
kanan
Ki = total conveyance dari penampang
melintang
Klob,Kch,Krob = conveyance kiri, saluran utama, dan
kanan
(3-12)
(3-13)
15
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd
WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a
3 9
36
35. 1
33. 4
3 3. 01
3
3 4
3 2
31. 7
3 0.4 8
(3-14)
(3-15)
Harmonic Mean Friction Slope Equation
(3-16)
(3-17)
Dimana :
C = koefisien kontraksi dan pelebaran
G) Prosedur Perhitungan
Profil muka air ditentukan dengan cara solusi iterative dari
persamaan 3-1 dan 3-2. Prosedur perhitungan dilakukan dengan
cara sebagai berikut :
1) Mengasumsikan profil muka air di hulu (atau di hilir jika profil
muka air kritis telah dihitung),
2) Berdasarkan pada asumsi muka air, maka berikutnya
menentukan besarnya debit dan kecepatan,
3) Dari nilai langkah ke 2, hitung Sf dan menyelesaikan
persamaan 3-2 untuk mendapatkan nilai he,
4) Dari langkah 2 dan 3, menyelesaikan persamaan 3-1 untuk
mendapatkan muka air ke 2 WS2,
16
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd
WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a
3 9
36
35. 1
33. 4
3 3. 01
3
3 4
3 2
31. 7
3 0.4 8
Dimana :
WS1 = asumsi muka air baru
WS1-1 = asumsi iterasi muka air sebelumnya
WS1-2 = asumsi muka air dua coba banding sebelumnya
Err1-2 = kesalahan dua coba banding sebelumnya
Err Assum = perbedaan asumsi dari dua coba banding
sebelumnya
(Err Assum = WS1-2 WS1-1)
Err Dif = asumsi muka air dikurangi hasil muka air dari
iterasi sebelumnya (I-1), ditambah kesalahan
dari dua coba banding
Sebelumnya (Err1-2).
= Err Dif = WS1-1 WS Calc1-1 + Err1-2.
(5-19)
Dimana :
H = total tinggi energi
17
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd
WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a
3 9
36
35. 1
33. 4
3 3. 01
3
3 4
3 2
31. 7
3 0.4 8
Fx m a
(3-20)
18
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd
WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a
3 9
36
35. 1
33. 4
3 3. 01
3
3 4
3 2
31. 7
3 0.4 8
P2 P1 Wx - Ff Q Vx
(3-21)
Dimana :
P = tekanan hidrostatis pada titik 1 dan 2
Wx = gaya karena berat air pada arah X
Ff = gaya karena kehilangan tinggi tekan akibat gesekan
dari titik 2 ke 1
Q = debit
= berat jenis air
V x = perubahan kecepatan dari titik 2 ke 1, pada arah X
P A cos
(3-22)
Bila kemiringan saluran atau sungai lebih kecil dari 1 : 10, maka
sudut sama dengan 6o adalah sama dengan 0.995, jadi cos sama
dengan 1.0. Maka persamaan tekanan hidrostatis pada titik 1 dan 2
adalah sebagai berikut :
(3-23)
(3-24)
Dimana :
= berat jenis air
Ai = luas penampang pada titik 1 dan 2
Yi = kedalaman air dari permukaan ke titik berat
penampang 1 dan 2
19
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd
WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a
3 9
36
35. 1
33. 4
3 3. 01
3
3 4
3 2
31. 7
3 0.4 8
(3-25)
(3-26)
(3-27)
(3-28)
Dimana :
L = jarak antara titik 1 dan 2 pada arah X
So = kemiringan dasar saluran
Zi = datum line pada titik 1 dan 2
Force of External Friction :
Ff P L
(3-29}
Dimana :
= shear stress
P = keliling penampang basah titik 1 dan 2
P Sf
(3-30)
Dimana :
R = rata-rata jari-jari hidrolis
Sf = kemiringan garis energi
(3-31)
(3-32)
(3-33)
(3-34)
20
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd
WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a
3 9
36
35. 1
33. 4
3 3. 01
3
3 4
3 2
31. 7
3 0.4 8
Dimana :
= koefisien momentum yang dihitung dari berbagai
distribusi
kecepatan pada penampang saluran
(3-35)
(3-36)
(3-37)
21
C HE K D A M 1 25 P la n : Pl a n 0 1 1 2/2 8 /2 0 0 1
39. 1 L eg e nd
WS P F 1
Gro u n d
Ban k St a
3 9
36
35. 1
33. 4
3 3. 01
3
3 4
3 2
31. 7
3 0.4 8
BAB IV
PENYELESAIAN CONTOH KASUS STUDI
PEMODELAN
WS PF 1
Ground
39
38
36
33.01
31.7
22
C HE K D A M 1 25 P la n : P l a n 01 1 2/2 8 /2 0 0 1
3 9.1 Leg e n d
WS PF 1
Grou n d
Ban k St a
3 9
3 6
3 5.1
3 3.4
34
3 4.
34. 1
3 3.0 1
3
3 1.7
30. 4 8
WS PF 1
Grou n d
Ban k St a
3 9
3 6
3 5.1
3 3.4
34
3 4.
34. 1
3 3.0 1
3
3 1.7
30. 4 8
untuk 5 m pada
hulu alur hulu
Check Check
Dam, dan Dam, dan
bagian 3-4 m
hilir pada alur
Check hilir
Dam Check
adalah Dam.
perubaha Kemiringa
n lebar n tanggul
dasar dari = 1 : 0.5
25 m dengan
menuju pasangan
12,5 m, batu kali
Tinggi
tanggul =
24