Anda di halaman 1dari 6

LATAR BELAKANG

Worldcom merupakan perusahaan besar memiliki jumlah karyawan mencapai 80.000


orang.Perusahaan ini menyediakan layanan telepon jarak jauh serta memiliki backbone jaringan
Internet terbesar. WorldCom berdiri dari merger perusahaan Long Distance Discount Services,
Inc (LDDS) dengan Advantage Companies Inc, dan Bernard Ebbers sebagai pendiri LDDS
sebagai CEO WorldCom.

Awalnya CEO Bernard Ebbers menjadi kaya karena harga saham Worldcom secara umum
mengalami kenaikan,namun diiawal tahun 2000 perusahaan komunikasi ini mulai mengalami
kemerosotan serius, yang disebabkan oleh dot-com buble. Pendapatan mereka mengalami
penurunan sedangkan utang semakin tinggi. Efek dari kondisi dan pelaporan yang kurang baik
tersebut menyebabkan nilai saham perusahaan terus mengalami penurunan. Akibat harga saham
yang terus menurun, maka Bernard Ebbers (CEO) membujuk dewan direksi untuk memberikan
kredit koorporasi lebih dari $ 400 Juta untuk menutupi kewajiban tersebut.Dewan direksi
menyetujui permintaan Ebber dengan alasan untuk mencegah penjualan saham Worldcom dalam
jumlah besar.Dalam beroperasinya Worldcom Bernard Ebber CEO,Scott Sullivan sebagai
CFO,David Myers sebagai auditor senior,dan Buford Buddy Yates sebagai Direktur Jenderal
Akuntansi memutuskan mengambil langkah memanipulasi laporan keuangan yang dimulai sejak
tahun 1999 dan berlanjut hingga Mei 2002.

Cynthia Cooper salah satu auditor internal yang menjabat sebagai vice presiden WorldCom
merasa ada manipulasi dalam pelaporan keuangan Worldcom. Dia menanyakan masalah alokasi
dana perusahaan yang hilang sebesar $ 3,8 Milyard kepada Sullivan (CFO), yang kemudian
ditanggapi untuk tidak ikut campur mengenai hal tersebut. Saat itu WorldCom memakai jasa
KAP Arthur Andersen sebagai auditor eksternal independen. Sedangkan Arthur Andersen terjerat
dalam masalah skandal Enron selang beberapa waktu yang lalu. Jadi saat itu bisa dibilang
kredibilitas Arthur Andersen itu sendiri mulai dipertanyakan publik.

Setelah pertanyaan Cynthia dihiraukan oleh Sulivan,maka dia bersama rekannya membentuk tim
kecil untuk melakukan investigasi penyelidikan atas kehilangan dana tersebut. Mereka
mengaudit keuangan Worldcom pada malam hari secara sembunyi-sembunyi supaya tidak
diketahui atasan dalam mencari kebenaran. Dan pada bulan Mei, mereka berhasil menemukan
kecurangan dalam laporan keuangan perusahaan tersebut yang ternyata telah diselewengkan oleh
CEO dan rekan kerjanya yang lain untuk memperkaya diri mereka sendiri diluar standar
pendapatan milik perusahaan.

Dengan adanya penemuan itu Cythia memutuskan menghubungi kepala komite audit atas
penemuan timnya. Dan pada tanggal 20 Juni diselenggarakan rapat komite audit dewan direksi
untuk membahas permasalahan antara Cythia dan Sullivan. Dalam pertemuan itu CFO berusaha
menjelaskan strategi akuntasi yang dilakukan serta berusaha mendapat dukungan dari para
dewan, namun dewan menolak. Dan pada tanggal 24 Juni, komite audit meminta Sullivan dan
Myers mengundurkan diri sebelum rapat dewan direksi berikutnya atau jika tidak diberhentikan.

Myers melakukan mengundurkan diri. Sedangkan Sullivan tidak mengundurkan diri sampai
akhirnya dia dipecat. Setelah kejadian itu WorldCom mengumumkan kenyataan sebenarnya
mengenai keadaan keuangan perusahaan mereka. Akhirnya publik mengetahui kalau mereka
telah memalsukan pendapatannya sebanyak $ 3,8 Miliar. Setelah pengumuman itu kemudian
WorldCom menyatakan diri pailit. Kebangkrutan WorldCom merupakan sejarah kebangkrutan
terbesar diAmerika saat itu dengan kondisi nilai asset sebesar $ 103,9 Miliar. Dan Akhirnya
Bernard Ebbers dipenjarakan selama 25 tahun, karena terbukti terlibat dalam penipuan pelaporan
akuntansi. Sedangkan Sullivan dikenakan hukuman 5 tahun penjara.

Kasus Worldcom ini membuktikan sebuah perusahaan yang secara pembukuan terlihat normal
namun informasi akuntansi yang tidak benar dapat menyesatkan para pemegang saham.
Informasi tersebut dapat menyebabkan kerugian banyak pihak akibat adanya pihak auditor
eksternal yang tidak independen dalam mengungkap informasi keuangan yang tidak benar.

PRAKTEK PENYIMPANGAN AKUNTANSI DALAM LAPORAN KEUANGAN


WORLDCOM

1. Dalam laporan keuangan keuangan Worldcom mmnposkan lebih dari $ 3,8 Milyard beban
jaringan yang dibayarkan keperusahaan lain sebagai jaringan komunikasi ke pos
modal.Dilaporkan sekitar $ 3,005 Milyard salah saji ditahun 2001,dan $ 797 juta pada
triwulan pertama tahun 2002. Dengan memindahkan akun beban ke modal laporan
keuangan World com dapat meningkatkan laba dan mencatat beban lebih rendah.

2. Worldcom juga mencatat akun beban dicatat lebih rendah dengan meningkatkan akun asset
sebagai beban investasi yang dapat dikapitalisasi.Beban yang dikapitalisasi tersebut akan
didepresiasikan selama beberapa tahun kedepan, antara 10 tahun atau lebih.

3. Meningkatkan pendapatan dengan memanipulasi perolehan pendapatan yang ditulis sebagai


akun pendapatan perusahaan yang tidak teralokasi.

PENYIMPANGAN ARTHUR ANDERSEN DAN STAFF AKUNTANSI WORLDCOM

*) Sebagai Auditor Eksternal Independen yang seharusnya merupakan pihak menjungjung tinggi
independensi, dan bekerja secara profesionalisme telah melanggar kode etik profesi serta tidak
bertanggungjawab terhadap profesi maupun masyarakat.Arthur Andersen malah mendukung
serta menyetujui tindakan manipulasi karena :

1. Hilangnya integritas dalam praktik audit KAP Arthur Andersen, yang kecurangan tersebut
tidak diungkapkan didalam opini auditor.
2. Sullivan dan Myers merupakan pekerja di KAP Arthur Andrsen sebelum mereka
bergabung dengan WorldCom. Arthur Andersen memanipulasi akun biaya sewa yang
seharusnya merupakan biaya operasional yang pada dasarnya mengurangi pendapatan
pada tahun yang sama menjadi biaya investasi, sehingga bisa diamortisasikan untuk
jangka 10 tahun. Biaya yang dimaipulasi oleh WorldCom per kuartalnya sebesar US$
500-800 juta. Melalui manipulasi data ini, WorldCom melaporkan laba bersih US$ 1,4
miliar pada kuartal I/2001 dan US$ 172 juta pada kuartal I/2002. Yang pada
kenyataannya jika manajemen WorldCom melaporkan apa adanya, selama lima kuartal
maka perusahaan akan selalu menderita kerugian. Inilah informasi tidak benar yang
menyesatkan para investor dan kreditor serta didukung oleh KAP Arthur Andersen.

*) Dari segi staf akuntan Worldcom, Akuntan disini seharusnya sangat berperan aktif dalam
menemukan skandal yang terjadi,namun ada beberapa foktor yang menyebabkan para akuntan
Worldcom mau diajak bekerja sama dalam memanipulasi laporan keuangan yaitu :
1. Adanya tambahan uang dan bonus yang besar bagi para akuntan jika mereka bekerja sama
dengan pihak manajemen dalam melakukan memanipulasi laporan keuangan.
2. Adanya tekanan dari atasan untuk memanipulasi laporan keuangan. Yang menyebabkan
pemecatan bagi para akuntan yang tidak patuh.
3. Budaya perusahaan, dengan menghalalkan segala cara dalam memperoleh
penghasilan,dalam upaya perusahaan yang tetap terlihat baik dimata publik dan harga
saham perusahaan tidak mengalami penurunan drastis.
4. Lemahnya pengendalian internal perusahaan, sehingga tindakan kecurangan dan manipulasi
dapat terjadi dalam perusahaan.
5. Mudahnya memanipulasi laporan keuangan karena semua pihak dari manajemen puncak
hingga staf akuntansi dapat diajak bekerja sama dalam memanipulasi Laporan Keuangan
perusahaan.
6. Kurangnya etika profesi dalam akuntansi, yang mana para akuntan yang bekerja di worldcom
tidak berpegang teguh pada etika profesi akuntansi ataupun GAAP, sehingga mereka bekerja
dan bersedia untuk melakukan tindakan yang melanggar standar akuntansi yang benar.

ETIKA BISNIS

Etika bisnis memiliki prinsip-prinsip yang harus dicapai perusahaan oleh perusahaan untuk
mencapai tujuannya dan harus dijadikan pedoman agar memiliki standar baku yang mencegah
timbulnya ketimpangan dan pelanggaran etika moral sebagai standar kerja atau operasi
perusahaan.Dalam kasus worldcom ini banyak melakukan pelanggaran dalam etika bisnis
mereka.Etika yang dilanggar adalah :

*) Prinsip otonomi memandang bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai
dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya dengan visi dan misi yang dimilikinya.
Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi
perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran, kesejahteraan karyawan dan
komunitasnya.Pihak manajemen Worldcom yang bekerjasama dari manajemen puncak hingga
bawah mempergunakan kebebasan otonomi tersebut untuk memperkaya diri sendiri. Dengan
otonomi yang dimiliki mereka melakukan berbagai macam cara untuk mengelabui pihak
pemegang saham.

*) Prinsip Kejujuran. Kejujuran adalah nilai yang paling mendasar dalam mendukung
keberhasilan perusahaan. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak, baik internal maupun
eksternal perusahaan. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan, maka
akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut.Manajemen
Worldcom melakukan manipulasi laporan keuangan sehingga keadaan sebenarnya perusahaan
tidak diketahui oleh para pemegang saham,yang kemudian perolehan dana dari pemegang saham
dipergunakan untuk kemakmuran pihak manajemen sendiri dengan berbagai macam cara
menyembunyikan kecurangan yang berselimutkan laporan keuangan informasi dimanipulasi.
*) Prinsip tidak berniat jahat Prinsip ini ada hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Penerapan
prinsip kejujuran yang ketat akan dapat meredam niat jahat perusahaan itu.
Tentunya pihak manajemen Worldcom memiliki prinsip untuk berniat jahat,karena dalam usaha
memperoleh modal dan menutupi hutang mereka sudah melanggar prinsip ketidak jujuran.Selain
hal itu pihak manajemen juga mempergunakan tambahan dana dari investor untuk kepentingan
pribadi mereka yang akhirnya menimbulkan kebangkrutan perusahaan dan merugikan investor.
*) Prinsip keadilan Perusahaan harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan
sistem bisnis. Tentunya dalam kasus Worldcom,para manajemen perusahaan tidak bersikap adil
terhadap kepentingan investor,karena kebangkrutan perusahaan menyebabkan kerugian bagi
investor.

*) Prinsip hormat pada diri sendiri Perlunya menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui
prinsip kejujuran, tidak berniat jahat dan prinsip keadilan.Awalnya Worldcom bertujuan untuk
menjaga citra harga saham mereka dipublik,namun cara untuk mendapatkan tambahan modal
dari saham melalui manipulasi laporan keuangan merupakan cara yang melanggar etika usaha
karena menghalalkan berbagai macam cara atau melakukan penipuan dengan memanipulasi
informasi akuntansi.

ETIKA PROFESIONAL AUDITOR INDEPENDEN

Arthur Andersen melakukan pelanggaran kode etik seorang auditor,pelanggaran tersebut adalah:
Memprioritaskan kinerja auditor dengan memprioritaskan
pertumbuhan perusahaan dijadikan prioritas utama dan
mempertahankan klien.Arthur Andersen mementingkan kepentingan
Worldcom untuk memanipulasi laporan keuangan yang mengalami
kerugian agar para investor tetap bertahan berinvestasi pada
perusahaan tersebut.

Menyetujui kesepakatan bersama manajemen Worldcom untuk


memanipulasi laporan keuangan yang mengalami kerugian.

Tidak menjalani tugas auditor yang seharusnya bersifat profesional


dan independen,yaitu melakukan audit eksternal dan mengeluarkan
opini audit tanpa melihat dari segi resiko dan latar belakang prosedur
seorang auditor yang sebenarnya.

Lebih mementingkan keuntungan dan segala sesuatunya diukur


dengan uang. Sementara kualitas seorang auditor itu sendiri tidak
dijalankan dengan baik.Sifat seorang auditor seharusnya bersifat
profesional dan independen, yang berarti sebagai seorang auditor
tidak boleh berpihak kepada siapapun. Menjalani tugas sesuai dengan
prosedur, mengambil keputusan sesuai dengan informasi dan temuan
audit yang sudah didapat. Agar tidak merugikan banyak pihak,dan
apabila hal itu dilanggar akan banyak resiko yang akan dihadapi oleh
auditor itu sendiri, perusahaan,maupun pemegang sahamnya.