Anda di halaman 1dari 13

RPP KD 3.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMAN 2 Makassar


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : XI/1
Alokasi Waktu : 12 Jam Pelajaran (3x pertemuan)
Pokok Bahasan : Induksi Matematika
A. Kompetensi Inti (KI)
KI3: Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan
rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan
metoda sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator
Kompetensi Dasar Indikator
3.1 Menjelaskan metode 3.1.1 Membandingkan penalaran induktif dan deduktif.
pembuktian Pernyataan 3.1.2 Menjelaskan prinsip induksi matematika
matematis berupa barisan, 3.1.3 Menggunakan prinsip induksi matematika dan
ketidaksamaan, menerapkannya dalam rumus jumlah deret persegi dan
kubik.
keterbagiaan dengan
3.1.4 Menggunakan prinsip induksi matematika kuat dan
induksi matematika
menerapkannya dalam rumus jumlah deret persegi dan
kubik.
3.1.5 Mengidentifikasi masalah induktif dan deduktif.
4.1 Menggunakan metode 4.1.1 Mencontohkan prinsip induksi matematika.
pembuktian induksi 4.1.2 Menyajikan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan
matematika untuk menguji dengan induksi matematika dalam pembuktian rumus
pernyataan matematis jumlah deret persegi dan kubik.
barisan, 4.1.3 Menyajikan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan
berupa
dengan induksi matematika kuat dalam pembuktian rumus
ketidaksamaan,
jumlah deret persegi dan kubik.
keterbagiaan

C. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari induksi matematika, peserta didik dapat:
3.1.1 Membandingkan penalaran induktif dan deduktif.
3.1.2 Menjelaskan prinsip induksi matematika
3.1.3 Menggunakan prinsip induksi matematika dan menerapkannya dalam rumus jumlah deret persegi dan
kubik.
3.1.4 Menggunakan prinsip induksi matematika kuat dan menerapkannya dalam rumus jumlah deret persegi
dan kubik.
3.1.5 Mengidentifikasi masalah induktif dan deduktif.
4.1.1 Mencontohkan prinsip induksi matematika.
4.1.2 Menyajikan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan induksi matematika dalam
pembuktian rumus jumlah deret persegi dan kubik.
4.1.3 Menyajikan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan induksi matematika kuat dalam
pembuktian rumus jumlah deret persegi dan kubik.

D. Materi Pembelajaran
Apakah Induksi Matematika itu ?
Induktif khusus ke umum
Induksi matematika : suatu cara untuk membuktikan bahwa suatu fungsi persamaan bernilai benar untuk
himpunan bilangan bulat positif (yg jmlnya tak berhingga) dalam sejumlah langkah terbatas.

Contoh 1 :
Buktikan bahwa persamaan berikut adalah BENAR.
P(n) = 1 + 2 + 3 ++ n = n . (n+1)/2.
Untuk n = 1, 2, 3,.
Jawab :
Sebagai contoh p(5) adalah jml bil bulat positif dari 1 s/d 5 yaitu 5.(5+1)/2.
Memang, 1+2+3+4+5 = 15 = 5. 6/2 . Sayangnya, ini belum dapat membuktikan bahwa p(n) adalah
TAUTOLOGI. Kebenaran yang ditunjukkan hanya pada n = 5 yaitu untuk himpunan p(5).
Harus diingat bahwa bil bulat positif jumlahnya tak hingga. Jadi kita tidak dapat menggunakan pendekatan
ini untuk membuktikan rumus tsb.
Analogi :
Induksi matematiak sering berguna unt menyelesaikan masalah seperti di atas. Pembuktian dengan induksi
matematika dapat dianalogikan dgn usaha merobohkan sederetan kartu domino yg didirikan berdekatan.

Yang perlu dilakukan adalah mendorong kartu pertama kearah deretan. Kartu domino yg terdorong akan
mendorong kartu domino yg berikutnya.
Untuk meyakinkan bhw semua kartu roboh harus dilakukan pengecekan semua pasangan kartu yg
berdekatan dan membuktikan bhw jika kartu ke-n roboh maka kartu ke-(n+1) juga akan roboh.
Dilihat secara khusus kartu ke-99 dan 100. untuk membuktikan p(99) p(100), digunakan (99) sebagai
premis.
P(100) : 1 + 2 + 3 + + 99 + 100 = 99 (99+1)/2 + 100
= 99. 100/2 + 2 . 100/2
= 100 (101)/2
= 100 (100+1)/2
p(n) p(n+1) untuk semua n 1 ?
p(n+1) : 1 + 2 + 3 + + n + (n+1) = (1 + 2 + 3 + + n ) + (n+1)
= n (n+1)/2 + 2 (n +1) /2
= (n+1) (n+2)/2
= ( (n+1) ) ( (n+1) + 1)/2. TERBUKTI.

Contoh 2 :
Untuk semua n 1, buktikan dengan Iduksi bahwa n3 + 2n adalah kelipatan 3.
Jawab :
1. Langkah dasar.
n = 1 ; 13 + 2.1 = 3, benar bahwa persamaan ini merupakan kelipatan 3.
2. Langkah induksi.
Diasumsikan bahwa n 1, n3 + 2n adalah kelipatan 3 merupakan pernyataan bernilai benar.
Ingin dibuktikan bhw p(n+1) : (n+1)3 + 2(n+1) = (n3 + 3n2+3n+1) + (2n + 2)
= (n3 + 2n ) + 3n2 + 3n + 3
= (n3 + 2n ) + 3 (n2 + n + 1)
3
Benar, (n+1) + 2(n+1) adalah kelipatan 3 karena merupakan penjumlahan dari dua kelipatan 3.

Prinsip Induksi matematika secara umum.


Untuk k = {k0, k0 +1, k0+2,} dengan k0 = sembarang bil bulat maka p(n) adalah TAUTOLOGI jika :
1. p(k0) benar
2. untuk semua k k0, p(k) p(k+1).
Langkah-langkah pembuktian dengan Induksi Matematika :
1. Langkah dasar
- Buktikan bahwa p(k0) benar.
2. Langkah Induksi
- Asumsikan bahwa p(k) benar untuk sejumlah bil bulat.
- Buktikan bahwa asumsi tersebut berimplikasi p(k+1) benar.

Contoh 3 :
n
Buktikan jumlah bilangan bulat ganjil adalah n2, atau P(n) : 2i 1 n
i 1
2

Jawab :
1. Langkah dasar
P(1) : 2.1 1 = 12 benar (fakta aritmetika).
2. Langkah Induksi P(n) P(n+1) benar ?
n
Asumsi : P(n) : 2i 1 n
i 1
2
benar.
n 1 n
P(n+1) : 2i 1 ( 2i 1) 2(n 1) 1
i 1 i 1
(merupakan definisi )

= n2 + 2(n+1) -1 (hipotesis)
= n2 + 2n+2 -1
= n2 + 2n+1
= (n+1)2 BENAR.
Contoh 4 :
Buktikan P(n) : n 2n untuk n = 1, 2, 3,
Jawab :
1. Langkah dasar.
P(1) : 1 < 21 benar (fakta aritmetika)
2. Langkah Induksi P(n) P(n+1) benar ?
Asumsi P(n) : n 2n adalah benar.
Bagaimana dengan P(n+1) ?
Perhatikan 2n+1 = 2n x 2 (definisi pangkat)
> n x 2 (hipotesis)

n + n (aritmetika)
n+1
2 > (n+1). Terbukti.
Atau P(n) : (n+1) < 2(n+1) bena

E. Model dan Pendekatan/metode Pembelajaran : Kooperatif, tanya jawab, penugasan dan diskusi

F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama:
Indikator:
3.1.1 Membandingkan penalaran induktif dan deduktif.
3.1.2 Menjelaskan prinsip induksi matematika
3.1.3 Menggunakan prinsip induksi matematika dan menerapkannya dalam rumus jumlah deret persegi dan
kubik.

a. Kegiatan Pendahuluan
Jenis kegiatan Kegiatan Guru Waktu

Fase 1 Mengucap salam dan berdoa.


Menyampaikan Peserta didik menerima informasi kompetensi, materi, tujuan,
tujuan dan manfaat, dan langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan.
memotivasi Guru mengingatkan kembali tentang materi barisan dan deret
aritmetika.
peserta didik
Guru memberikan motivasi tentang pengertian penalaran induktif dan
penalaran deduktif dalam kehidupan nyata.

b. Kegiatan Inti
Jenis Kegiatan Kegiatan Guru Waktu

Fase 2 Meminta peserta didik mencari/ mengumpulkan informasi tentang


Mendemonstrasikan induksi matematika, yaitu : Jumlah n pertama bilangan asli
keterampilan atau
mempresentasikan adalah
informasi Bertanya kepada peserta didik mengenai informasi induksi
matematika yang telah diberikan
Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya atau
mengemukakan pendapatnya mengenai informasi yang diberikan
Fase 3 Peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 5 6
Mengorganisasikan orang.
peserta didik ke
dalam kelompok
Fase 4 Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk mengamati, berpikir,
Membimbing dan bertanya berkaitan dengan materi yang diberikan
kelompok bekerja Setiap kelompok membahas contoh dan menuliskan hasil diskusinya
dan belajar pada buku tulis masing masing peserta didik.
Peserta didik secara berkelompok membahas pertanyaan
pertanyaan yang ada di buku peserta didik
Perwakilan kelompok diminta melakukan presentasi untuk
mengkomunikasikan hasil kerjanya secara klasikal.
Peserta didik diberi kesempatan untuk melakukan tanya jawab
berkaitan dengan presentasi tersebut.
Fase 5 membahas semua pertanyaan dengan cara menunjuk salah satu
Evaluasi kelompok untuk menyampaikan jawaban yang telah mereka jawab
Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan
pertanyaan.
Membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi pelajaran
dari hasil diskusi
Fase 6 Kelompok pemenang diberikan penghargaan.
Memberikan
penghargaan

c. Penutup

Jenis kegiatan Kegiatan Guru Waktu

Refleksi dan tindak Mengingatkan peserta didik agar mempelajari materi yang akan
lanjut dipelajari pada pertemuan berikutnya
(pemberian tugas) Guru melakukan umpan balik untuk mengetahui sejauh mana
pembelajaran terjadi pada peserta didik
Memberikan tugas rumah.
Mengakhiri dengan mengucapkan salam
Pertemuan Kedua (2x45 menit)
Indikator:
3.1.4 Menggunakan prinsip induksi matematika kuat dan menerapkannya dalam rumus jumlah deret persegi
dan kubik.
3.1.5 Mengidentifikasi masalah induktif dan deduktif.
4.1.1 Mencontohkan prinsip induksi matematika.
a. Kegiatan Pendahuluan
Jenis kegiatan Kegiatan Guru Waktu
Fase 1 Guru Mengucap salam dan berdoa
Menyampaikan Apersepsi : Mengingatkan kembali materi pembelajaran pada
tujuan dan pertemuan sebelumnya.
memotivasi peserta
didik
b. Kegiatan Inti
Jenis Kegiatan Kegiatan Guru Waktu
Fase 2 Guru dan peserta didik mempersiapkan sumber belajar, yaitu buku
Mendemonstrasikan pegangan peserta didik kelas XI mata pelajaran matematika.
keterampilan atau Guru memberikan contoh dari buku yaitu : Buktikan bahwa untuk
mempresentasikan semua bilangan asli n, jumlah n bilangan ganjil berurutan pertama
informasi sama dengan n2.
Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya atau
mengemukakan pendapatnya mengenai informasi yang diberikan
Fase 3 Peserta didik duduk berkelompok sesuai dengan kelompoknya pada
Mengorganisasikan kegiatan terdahulu.
peserta didik ke
dalam kelompok
Fase 4 Peserta didik dalam kelompoknya, saling bertanya berkaitan dengan
Membimbing materi yang telah ditayangkan dan diamatinya dari buku peserta didik
kelompok bekerja Peserta didik diberi kesempatan menggali informasi melalui kegiatan
dan belajar mencoba mengerjakan soal yang diberikan guru
Peserta didik mengasosiasikan secara berkelompok melalui jawaban
soal yang diberikan guru dan telah diselesaikan, dan menuliskannya
pada buku tulis masing masing.
Perwakilan kelompok diminta melakukan presentasi untuk
mengkomunikasikan hasil kerjanya secara klasikal.
Fase 5 Membahas semua pertanyaan dengan cara menunjuk salah satu
Evaluasi kelompok untuk menyampaikan jawaban yang telah mereka jawab
Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan
pertanyaan.
Membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi pelajaran
dari hasil diskusi
Fase 6 Kelompok pemenang diberikan penghargaan.
Memberikan
penghargaan

c. Kegiatan Penutup

Jenis kegiatan Kegiatan Guru Waktu

Refleksi dan tindak Peserta didik diminta menyimpulkan tentang penerapan induksi
lanjut matematika
(pemberian tugas) Guru melakukan umpan balik untuk mengetahui sejauh mana
pembelajaran terjadi pada peserta didik
Guru memberikan tugas PR beberapa soal tentang induksi
matematika.
Pertemuan Ketiga
Indikator:
4.1.2 Menyajikan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan induksi matematika dalam pembuktian
rumus jumlah deret persegi dan kubik.
4.1.3 Menyajikan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan induksi matematika kuat dalam
pembuktian rumus jumlah deret persegi dan kubik.

a. Kegiatan Pendahuluan
Jenis kegiatan Kegiatan Guru Waktu

Fase 1 Guru Mengucap salam dan berdoa


Menyampaikan Apersepsi : Mengingatkan kembali materi pembelajaran pada
tujuan dan pertemuan sebelumnya.
memotivasi peserta
didik

b. Kegiatan Inti
Jenis Kegiatan Kegiatan Guru Waktu

Fase 2 Guru dan peserta didik mempersiapkan sumber belajar, yaitu buku
Mendemonstrasikan pegangan peserta didik kelas XI mata pelajaran matematika.
keterampilan atau Guru memberikan contoh dari buku guru yaitu : Perhatikan barisan
mempresentasikan bilangan xn yang didefinisikan dengan x1 = 1, x2 = 2, xn = (xn+1 + xn)
informasi untuk semua bilangan asli n. Akan dituliskan 1 xn 2 untuk semua
bilangan asli n.
Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bertanya atau
mengemukakan pendapatnya mengenai informasi yang diberikan
Fase 3 Peserta didik duduk berkelompok sesuai dengan kelompoknya
Mengorganisasikan pada kegiatan terdahulu.
peserta didik ke
dalam kelompok
Fase 4 Peserta didik dalam kelompoknya, saling bertanya berkaitan dengan
Membimbing materi yang telah ditayangkan dan diamatinya dari buku peserta
kelompok bekerja didik
dan belajar Peserta didik diberi kesempatan menggali informasi melalui kegiatan
mencoba mengerjakan soal yang diberikan guru
Peserta didik mengasosiasikan secara berkelompok melalui jawaban
soal yang diberikan guru dan telah diselesaikan, dan menuliskannya
pada buku tulis masing masing.
Perwakilan kelompok diminta melakukan presentasi untuk
mengkomunikasikan hasil kerjanya secara klasikal.
Fase 5 Membahas semua pertanyaan dengan cara menunjuk salah satu
Evaluasi kelompok untuk menyampaikan jawaban yang telah mereka jawab
Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan
pertanyaan.
Membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi pelajaran
dari hasil diskusi
Fase 6 Kelompok pemenang diberikan penghargaan.
Memberikan
penghargaan

c. Kegiatan Penutup

Jenis kegiatan Kegiatan Guru Waktu

Refleksi dan tindak Peserta didik diminta menyimpulkan tentang penerapan induksi
lanjut matematika kuat.
(pemberian tugas) Guru melakukan umpan balik untuk mengetahui sejauh mana
pembelajaran terjadi pada peserta didik
Guru memberikan tugas PR beberapa soal tentang induksi
matematika.
Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan
pesan untuk tetap belajar dan mengucap salam
B. Teknik penilaian
Tes Uraian
C. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar
1. Media/alat : Notebook, Projector
2. Bahan : Slide presentasi PPT, LKPD
3. Sumber Belajar : - Matematika SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI, Kemdikbud 2017
Lampiran-lampiran:
Instrumen-instrumen Penilaian
Penilaian Pengetahuan
a. Teknik Penilaian: Tes
b. Bentuk Instrumen: Uraian
Kisi-kisi Soal
IPK Materi Pembelajaran Soal Teknik Penilaian Bentuk soal
3.1.1 Membandingkan penalaran
induktif dan deduktif. - psikomotorik lisan

3.1.2 Menjelaskan prinsip induksi


- psikomotorik lisan
matematika
3.1.3 Menggunakan prinsip 1. Tunjukan: 1 + 3 + 5 + . . . + (2n 1) = n2, untuk n
induksi matematika dan bilangan positif.
menerapkannya dalam Tes tertulis uraian
rumus jumlah deret persegi
dan kubik
3.1.4 Mengidentifikasi masalah -
psikomotorik Lisan
induktif dan deduktif.
4.1.1 Mencontohkan prinsip Induksi matematika -
psikomotorik lisan
induksi matematika.
berupa barisan,
4.1.2 Menyajikan dan 2. Buktikan bahwa untuk setiap bilangan bulat positif n,
ketidaksamaan,
menyelesaikan masalah
yang berkaitan dengan keterbagiaan
induksi matematika dalam Tes tertulis uraian
3. Buktikan bahwa
pembuktian rumus jumlah
deret persegi dan kubik.
untuk semua bilangan bulat positif n.
4.1.3 Menyajikan dan 4. Buktikan bahwa pernyataan berikut bernilai benar.
menyelesaikan masalah Semua bilangan yang berbentuk 7n - 2n dapat dibagi
yang berkaitan dengan oleh 5 untuk setiap n bilangan asli
induksi matematika kuat 5. Buktikan Untuk , akan ditunjukkan bahwa n3 + Tes Uraian uraian
dalam pembuktian rumus 2n adalah kelipatan 3
jumlah deret persegi dan
kubik.
Pedoman Penskoran
No. Kunci Jawaban Skor
1 Akan ditunjukkan bahwa 1 + 3 + 5 + . . . + (2n 1) = n2, untuk n bilangan positif
Basis Induksi
Untuk n = 1
(2n 1) = n2
(2.(1) 1) = (1)2
21 =1
1 = 1
Ini benar karena jumlah satu buah bilangan ganjil positif pertama adalah 1.
Langkah induksi:
Andaikan p(n = k) benar, yaitu pernyataan
1 + 3 + 5 + + (2k 1) = k2 20
adalah benar (hipotesis induksi)
Akan diperlihatkan bahwa p(k +1) juga benar, yaitu
1 + 3 + 5 + + (2k 1) + (2k + 1) = (k + 1)2
juga benar. Hal ini dapat kita tunjukkan sebagai berikut:
1 + 3 + 5 + + (2k 1) + (2k + 1) = [1 + 3 + 5 + + (2k 1)] + (2k + 1)
= k2 + (2k + 1)
1 + 3 + 5 + + (2k 1) + (2k + 1) = k2 + 2k + 1
1 + 3 + 5 + + (2k 1) + (2k + 1) = (k + 1) ( k + 1)
1 + 3 + 5 + + (2k 1) + (2k + 1) = (k + 1)2
Karena langkah basis dan langkah induksi keduanya telah diperlihatkan benar, maka
jumlah n buah bilangan ganjil positif pertama adalah n2
2. Misalkan P(n) adalah pernyataan 1 + 2 + 3 + + n = n(n + 1)/2. Kita akan menunjukkan
bahwa P(n) bernilai benar untuk semua bilangan bulat positif n.
1. Kita harus menunjukkan bahwa P(1) benar. Dari rumus di atas, pernyataan P(1)
menyatakan

dan pernyataan ini dengan jelas bernilai benar.


2. Anggap bahwa P(k) benar. Sehingga hipotesis induksi kita adalah 20

Kita akan gunakan hipotesis tersebut untuk menunjukkan bahwa P(k + 1) benar, yaitu

Sehingga, kita mulai dengan ruas kiri dan menggunakan hipotesis induksi untuk
memperoleh bentuk pada ruas kanan.
Sehingga kebenaran P(k + 1) mengikuti kebenaran P(k), dan kita telah melakukan
langkah induksi.
[(+ 1)( + 2)]
3 Misalkan P(n) adalah pernyataan 1 2 + 2 3 + 3 4 + + n(n + 1) = 3
1. Kita akan tunjukkan bahwa P(1) bernilai benar. Berdasarkan rumus di atas, P(1)
menyatakan

yang bernilai benar.


2. Anggap bahwa P(k) benar dan kita memperoleh hipotesis induksi sebagai berikut.

Hipotesis ini akan kita gunakan untuk membuktikan bahwa P(k + 1) benar.
PernyataanP(k + 1) menyatakan

20
Kita mulai dari bentuk yang berada di ruas kiri, kemudian kita gunakan hipotesis induksi
untuk mendapatkan bentuk pada ruas kanan

Sehingga kita telah menunjukkan bahwa P(k + 1) mengikuti P(k). Sehingga kita telah
membuktikan langkah induksi.
Berdasarkan Langkah 1 dan 2, kita dapat menyimpulkan dengan menggunakan induksi
matematika bahwa P(n) benar untuk semua bilangan bulat positif n.
4 Akan dibuktikan bahwa : Semua bilangan yang berbentuk 7n - 2n dapat dibagi
oleh 5 untuk setiap n bilangan asli
Basis Induksi
Untuk n = 1
71 - 21 = 7 2
=5
Selanjutnya, kita asumsikan bahwa P (n)adalah benar
Langkah induksi:
Andaikan p(n = k) benar, yaitu pernyataan
7k 2k dapat dibagi oleh 5 untuk setiap k bilangan asli 20
adalah benar (hipotesis induksi)
Akan diperlihatkan bahwa C juga benar, yaitu
7 k + 1 2k + 1 = 7 . 7k - 7.2k + 7.2k 2 . 2k
= 7 (7k 2k) + 5 . 2k
= 7 (5m) + 5 . 2k , (asumsi P (n) benar)
= 5 (7m + 2 ) k

Karena (7m + 2k) bilangan asli maka dari persamaan terakhir dapat kita simpulkan
bahwa 7 k + 1 2k + 1 habis dibagi 5. Dengan kata lain untuk P(k+1) juga benar.
Dapat disimpulkan bahwa Semua bilangan yang berbentuk 7n - 2n dapat dibagi oleh 5
untuk setiap n bilangan asli
5 Untuk , akan ditunjukkan bahwa n3 + 2n adalah kelipatan 3
Basis Induksi
Untuk n = 1
13+ 2.1 = 1 + 2 = 3 adalah kelipatan 3 (benar).
Langkah Induksi:
Andaikan benar bahwa n3 + 2n adalah kelipatan 3.
Akan dibuktikan:
Untuk p(k+1): (k+1)3 + 2(k+1) adalah kelipatan 3 20
Bukti:
(k+1)3+ 2(k+1) = (k3 + 3k2+ 3k + 1) + (2k + 2)
= (k3 + 2k) + (3k2 + 3k + 3)
= (k3+ 2k) + 3 (k2 + k + 1)
Karena (k3 + 2k) adalah kelipatan 3 (hipotesa Induksi) dan 3 (k2 + k + 1) adalah juga
merupakan kelipatan 3, maka (k3+ 2k) + 3 (k2 + k + 1) adalah kelipatan 3.
Terbukti.
Untuk , n3 + 2n adalah kelipatan 3
Jumlah Skor 100
Pengolahan Nilai Pengetahuan (KD. 3.1)
Nilai Nilai Tugas Nilai UAS Nilai
No. Nama Siswa
UH 1 2 3 (KD. 3.1) KD.3.1
1. ...
2. ...
dst. ...

Rubrik Penilaian Keterampilan (KD. 4.1)


Indikator skor
Kriteria Skor
1 2 3 4
Pendekat- Acak, dan Tidak Sistematik Sangat sistematik dan
an hanya sistematis, dan disajikan dengan baik,
pemecah- ditemukan tetapi ditemukan ditemukan bentuk-
an satu penye- beberapa bentuk- bentuk yang
masalah lesaian bentuk bentuk memenuhi
ditemukan yang
memenuhi
Ketepatan Banyak Ada bebe- Sangat Seperti tingkat
perhitung- kesalahan rapa kesa- sedikit 3, ditambah
an perhitung- lahan per- melakukan penyelesaian
an hitungan, kesalahan disajikan dengan rapi
atau salah perhitung- dan baik.
dalam an, penggu-
mengguna- naan ru-
kan rumus mus sudah
benar
Gambar Sembarang- Ada Gambar Seperti tingkat
an dan tidak gambar jelas dan 3, ditambah gambar
jelas, yang tidak tepat dan disaji-kan dengan
banyak jelas, ada memberi- rapi dan baik.
kesalahan kesalahan kan ukuran
dalam yang benar
memberi-
kan ukuran
Penjelasan Tidak jelas, Meragukan, Ditulis Ditulis dengan jelas
kelihatan tetapi ada dengan dan nampak
tidak pemaha- jelas dan pemahaman yang
memahami. man. memaha- baik
mi.
Total Skor

Nilai Keterampilan 1 = 100

Makassar, 17 Juli 2017


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Dra. Hj. Masita, M.Si Dra. Mesrawaty


NIP. 19620830 198411 2 001 NIP. 19590524 198601 2 001