Anda di halaman 1dari 13

MATERI FISIKA

KLS X
Besaran merupakan segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka.
Misalnya panjang, massa, waktu, luas, berat, volume, kecepatan merupakan contoh besaran yang
dapat diukur. Adapun besaran yang tidak dapat dihitung, contohnya energi dan momentum.
Dalam fisika besaran dibagi menjadi dua yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran
pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari
besaran lain. Ada tujuh besaran pokok dalam sistem Satuan Internasional yaitu Panjang, Massa,
Waktu, Suhu, Kuat Arus, Jumlah Zat, Intensitas Cahaya.
Perhatikan tabel besaran pokok berikut ini :
No. Nama Besaran Satuan Lambang Satuan Lambang Dimensi
1 Panjang Meter m [L]
2 Massa Kili gram kg [M]
3 Waktu Sekon s [T]
4 Suhu Kelvin K []
5 Kuat arus Ampere A [I]
6 Intensitas cahaya Candela Cd [J]
7 Jumlah zat Mol mol [N]

Dimensi adalah cara untuk menyusun suatu besaran yang susunannya berdasarkan besaran
pokok dengan menggunakan lambang / huruf tertentu yang ditempatkan dalam kurung siku.
Contoh, kecepatan [ L ].[ T ]-1, gaya [ M ] [ L ] [ T ]-2

Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok atau
besaran yang didapat dari penggabungan besaran-besaran pokok. Contoh, luas, volume,
kecepatan, gaya, tekanan dan usaha.
No. Besaran turunan Rumus Satuan Symbol
1 Luas A=pxl Meter2 m2
2 Volume V = p x l xt Meter3 m3
3 Percepatan m/s2
=

4 Gaya F=mxa
2 2
5 Usaha W=Fxs 2 2
=
2 2
6 Daya 2 2
= = =
2 3
Satuan didefinisikan sebagai pembanding dalam suatu pengukuran besaran. sedangkan
konversi satuan adalah perubahan dari suatu sistem satuan ke sistem satuan yang lain. Misalkan
1 ton = 1000 kg, 1 N (newton) = 1 kgm/s2 = 100.000 dyne, dan 1 h.p. (horsepower) = 745,7 W
(watts).
Konversi satuan dari system imperia ke SI
- Konversi satuan panjang - Konversi satuan waktu
1 mil = 1.760 yard = 1,609 km 1 hari = 24 jam
1 yard = 3 feet = 0,9144 m 1 jam = 60 menit
1 feet = 12 inch = 0,3048 m 1 menit = 60 detik
1 inch = 2,54 cm = 0,0254 m

- Konversi satuan massa


1 ton = 1.000 kg
1 kwintal = 100 kg
1 pound = 0,4536 kg
Suatu benda dikatakan melakukan gerak lurus beraturan (GLB) jika benda bergerak pada
lintasan lurus dengan kecepatan selalu konstan. Kecepatan konstan artinya besar kecepatan alias
kelajuan dan arah kecepatan selalu konstan.

dengan arti dan satuan dalam SI:


s = jarak tempuh (m)
v = kecepatan (m/s)
t = waktu (s)
Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) adalah gerak lurus suatu obyek, di mana
kecepatannya berubah terhadap waktu akibat adanya percepatan yang tetap. Gerak lurus
berubah beraturan (GLBB) adalah gerak suatu benda pada lintasan lurus dengan percepatan
tetap. Percepatan merupakan besaran vector, maka percepatan harus dilihat besar dan arahnya.
Jika arah percepatan searah dengan gerak benda dikatakan positif, dan jika arah percepatan
berlawanan arah dengan gerak benda dikatakan negative.Secara matematis ada tiga persamaan
pokok dalam gerak lurus berubah beraturan yaitu:
1. = + . Keterangan:
1 2
2. S = . + 2 . . Vt = kecepatan pada saat t (m/s)
2 2
3. = + 2. . Vo = kecepatan awal (m/s)
a = percepatan (m/s2)
s = jarak benda (m)
t = waktu
Gaya adalah sesuatu yang dapat menimbulkan gerak. Hukum I Newton berbunyi bahwa jika
resultan gaya yang bekerja pada benda nol, maka benda yang mula-mula diam akan tetap dalam
keadaan diam atau benda yang mula-mula bergerak akan tetap bergerak lurus beraturan ( =
0), contoh, penumpang akan serasa terdorong ke depan saat mobil bergerak cepat tiba-tiba direm
mendadak, koin yang berada diatas kertas pada meja akan tetap disana ketika kertas ditarik secara
cepat.
Hukum II Newton berbunyi bahwa sebuah benda dengan massa ( ) mengalami gaya
resultan sebesar F akan mengalami percepatan ( a ) yang arahnya sama dengan arah gaya, dan
besarnya berbanding lurus terhadap ( ) dan berbanding terbalik terhadap m atau = .
Contoh, mobil yang melaju dijalan raya akan mendapat percepatan yang sebanding dengan gaya
dan berbanding terbalik dengan massa mobil tersebut.
Hukum III Newton (Aksi Reaksi) berbunyi bahwa jika benda pertama memberikan gaya pada
benda kedua, maka benda kedua juga akan memberikan gaya pada benda pertama yang besarnya
sama tetapi arahnya berlawanan (Faksi = -Freaksi). Contoh, adanya gaya gravitasi, gaya magnet, gaya
listrik, roket yang sedang meluncur. Persamaan penjumlahan gaya = (12 + 22 +
212 ).
Contoh: Tiga buah gaya, 1 = 10 dan 2 = 15 , dan 3 = bekerja pada sebuah
benda, sepertiditunjukkan pada gambar berikut. Jika benda tetap diam, berapakah nilai c?
Karena benda diam, sesuai dengan Hukum Pertama Newton,
= 0
1 + 2 3 = 0
sehingga diperoleh
3 = 1 + 2 = 10 + 15 = 25
Berat adalah gaya gravitasi yang bekerja pada suatu benda. Akibat gaya ini, benda yang
jatuh bebas akan memperoleh percepatan = (percepatan gravitasi bumi). Atau berat
didefinisikan sebagai hasil kali massa benda dengan percepatan gravitasi bumi
= Keterangan: = Berat (N)
= massa (kg)
2
= percepatan gravitasi (m/s )
SOAL REMIDIAN SEMESTER GASAL
KELAS X
SMK MAARIF 4 KEBUMEN
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Kerjakan soal di bawah ini dengan benar!
1. Sebutkan macam-macam besaran pokok ? Beserta satuannya!
2. V (m/s) Sebuah mobil bergerak lurus dengan grafik
kecepatan terhadap waktu seperti gambar di
20 samping. Pada interval waktu antara 10 sampai 12
detik, mobil bergerak sejauh ... .m
10

0 4 10 12 t (s)

3. Konversikan satuan dari hasil pengukuran berikut kedalam satuan SI !


a. 0,3 jam c. 54 km/jam
b. 0,6 km d. 75 km
4. Sebuah kendaraan yang mempunyai massa sebesar 450 kg. Jika kendaraan bergerak
dengan percepatan 12 m/s2, maka besar gaya yang dimiliki kendaraan itu adalah ... .
5. Sebuah benda bergerak melingkar beraturan dengan 80 putaran dalam waktu 2 menit.
Tentukan besar periode dan frekuensi benda tersebut!
KUNCI JAWABAN
KELAS X
TAHUN PELAJARAN 2015/2016

1. Macam-macam besaran pokok ada 7


No. Nama Besaran Satuan
1 Panjang Meter
2 Massa Kili gram
3 Waktu Sekon
4 Suhu Kelvin
5 Kuat arus Ampere
6 Intensitas cahaya Candela
7 Jumlah zat Mol
2. Diketahui: V = 20 m/s
t = 2 detik
s = .....?
Jawaban: 2 = 0 2 + 2 = +
0 2 20
= = = = 10 / 2
2. 2
202 400
= 2.10 = = 20
20
3. Konversi satuan
a. 0,3 jam x 3600 detik = 1080 detik c. 54 km/jam = 54/3,6 = 15 m/s
b. 0,6 km x 1000 m = 600 m d. 75 km = 75 x 1000 = 75000 m
4. Diketahui : m = 450 kg
a= 12 m/s2
F = ......?
Jawaban: F = m.a = 450 . 12 = 5400 N
5. Diketahui : n = 80 putaran
t = 2 menit = 120 detik
f = ......?
T = ......?
Jawaban: f = n/t = 80/120 = 0,67 Hz
T = t/n = 120/80 = 1,5 detik
MATERI FISIKA
KLS XI
Pengertian suhu dan kalor
Suhu adalah besaran yang menunjukkan derajat panas suatu benda. Alat ukur suhu disebut
termomoter. Ketika kita memanaskan atau mendinginkan suatu benda sampai pada suhu
tertentu, bebrapa sifat fisik benda tersebut berubah. Sifat-sifat benda yang akibat berubah
adanya perubahan suhu di sebut sifat termometrik. Sifat termometrik suatu zat dapat di
manfaatkan sebagai suatu alat pengukur suhu. Thermometer adalah alat yang di gunakan untuk
mengukur suhu atau benda. Berbagai jenis thermometer di buat berdasarkan beberapa sifat
termometrik zat, seperti pemuain zat padat, pemuain zat cair, pemuain gas, tekanan zat cair,
teknan udara, regangan zat padat, hambatan zat terhadap arus listrik, dan intensitas cahaya
(radiasi benda). Secara umum Termometer terbagi tiga, yaitu Termometer Celcius, Termometer
Reamur, Termometer Kelvin dan Termometer Fahrenheit.
Sedangkan Kalor adalah energi yang berpindah dari benda yang suhunya lebih tinggi ke benda
yang suhunya lebih rendah ketika kedua benda bersentuhan. Kalor yang diberikan dalam sebuah
benda dapat digunakan untuk 2 cara, yaitu untuk merubah wujud benda atau untuk menaikkan
suhu benda itu.
Besar kalor yang diberikan pada sebuah benda (Q) yang digunakan untuk menaikkan suhu
tergantung pada :
* m = massa benda
* c = kalor jenis benda
* = perbedaan suhu kedua benda
Jenis-jenis skala suhu terbagi menjadi 4 macam, yaitu: skala Celcius, skala Reamur, Skala
Fahrenheit, dan Skala Kelvin. Perbandingan antara satu jenis termometer dengan termometer
lainnya mengikuti:
C:R:(F-32) = 5:4:9 dan
K = C + 2730
Berikut rentang suhu yang dimiliki setiap skala.
a. Skala Celsius
Memiliki titik didih air 100C dan titik bekunya 0C. Rentang suhunya berada pada suhu 0C
100C dan dibagi dalam 100 skala.
b. Skala Reamur
Memiliki titik didih air 80R dan titik bekunya 0R. Rentang suhunya berada pada Suhu 0R
80R dan dibagi dalam 80 skala.
c. Skala Fahrenheit
Memiliki titik didih air 212F dan titik bekunya 32F. Rentang suhunya berada pada Suhu 32F
212F dan dibagi dalam 180 skala.
d. Skala Kelvin
Memiliki titik didih air 373,15 K dan titik bekunya 273,15 K. Rentang suhunya berada pada suhu
273,15 K 373,15 K dan dibagi dalam 100 skala
Sebuah benda yang mengalami perubahan suhu maka benda tersebut akan mengalami
pemuaian zat. Itulah mengapa sambungan rel dibuat renggang atau juga bingkai kaca dibuat
longgar dari ketebalan kaca tersebut. Ada 3 jenis pemuaian jenis zat, yaitu pemuaian zat padat,
pemuaian zat cair, dan pemuaian zat gas.
Pemuaian zat terbagi menjadi tiga macam yaitu; muai panjang, muai luas, dan muai ruang.
Misalnya, sebuah benda yang memiliki panjang L0 pada suhu T akan mengalami pemuaian panjang
sebesar L jika temperatur dinaikan sebesar T. Secara matematis dituliskanpersamaan: L= .
L0 . T dengan adalah koefisien muai panjang.
Seperti halnya pada pemuaian panjang, ketika benda dipanaskan, selain terjadi pemuaian
panjang juga akan mengalami pemuaian luas. Perumusan pada pemuaian luas hampir sama
seperti pada pemuaian panjang, yaitu sebagai berikut: A= . A0 . T
Contoh soal:
Sebuah batang aluminium memiliki luas 100 cm2. Jika batang aluminium tersebut
dipanaskan mulai dari 0C sampai 30C, berapakah perubahan luasnya setelah terjadi pemuaian?
(Diketahui: = 24 106/0K).
Jawab
Diketahui: A0 = 100 cm2= 1 m2,
T= 30C 0C = 30C + 273 = 303 K, dan
= 2= 48 106/0K.
A= . A0 . T
A= 48 106/K 1 m2 303 0K
A= 0,0145 m2
Jadi, pertambahan luas aluminium setelah pemuaian adalah 0,0145 m2
.
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, setiap benda yang padat pasti memiliki volume.
Jika panjang sebuah benda dapat memuai ketika dipanaskan maka volume benda tersebut juga
ikut memuai. Perumusan untuk pemuaian volume sama dengan perumusan panjang dan luas,
yaitu: V= . V0 . T

Perpindahan kalor secara Konduksi


Jika anda duduk di kursi kayu, permukaan kursi kayu menjadi hangat. Sebaliknya jika anda
duduk di kursi yang terbuat dari plastik atau logam, permukaan kursi logam atau plastik tidak
terasa hangat setelah diduduki. Mengapa permukaan kursi kayu hangat, sedangkan permukaan
kursi logam tidak ? Mengapa tidur di lantai yang dingin tanpa kasur dapat menyebabkan sakit ?
Pernah mengenakan jaket anti dingin ? Mengapa kebanyakan jaket anti dingin terbuat dari wol ?
Masih banyak hal yang dapat dipikirkan dan dipertanyakan berkaitan dengan pokok bahasan
perpindahan kalor secara konduksi.
Berdasarkan hasil percobaan, kalor yang berpindah selama selang waktu tertentu (Q/t)
berbanding lurus dengan perbedaan suhu (T1 T2), luas penampang (A), sifat suatu benda (k =
konduktivitas termal) dan berbanding terbalik dengan panjang benda (). Rumus laju perpindahan
kalor secara konduksi :
. .
= keterangan: Q/t = banyak kalor per satuan waktu (J/s)

k = konduktivitas termal (W/m.0K)
A = luas permukaan (m2)
= pertambahan suhu
= panjang atau tebal bahan (m)
Penerapan perpindahan kalor secara konduksi
Mengapa ubin terasa lebih sejuk daripada karpet ? Ubin memiliki konduktivitas termal yang
lebih besar daripada karpet. Karenanya ubin merupakan penghantar kalor yang bagus, sedangkan
karpet merupakan penghantar kalor yang buruk. Ketika kita menginjak karpet, kalor mengalir dari
kaki menuju karpet. Hal ini terjadi karena suhu tubuh kita lebih tinggi dari suhu karpet. Karpet
merupakan penghantar kalor yang buruk karenanya kalor yang mengalir dari kaki kita menumpuk
di permukaan karpet sehingga karpet menjadi lebih hangat. Ketika kita menginjak ubin atau
keramik, kalor mengalir dari kaki menuju ubin atau keramik. Karena ubin merupakan penghantar
kalor yang baik maka kalor tidak tertahan di permukaan ubin. Kalor mengalir dengan lancar
sehingga kaki kita terasa dingin.
Perpindahan kalor secara konduksi biasanya terjadi pada benda padat atau dari benda
padat ke benda cair (benda cair ke benda padat) atau dari benda padat ke benda gas (benda gas
ke benda padat). Sedangkan perpindahan kalor secara konveksi biasanya terjadi pada benda cair
(misalnya air) dan benda gas (misalnya udara).
Perpindahan kalor secara konveksi adalah perpindahan kalor yang disertai dengan
perpindahan benda. Agar anda lebih memahami perpindahan kalor secara konveksi, tinjau sebuah
kasus, misalnya air yang dipanaskan menggunakan api. Ketika air di dalam sebuah wadah
dipanaskan dengan api, kalor berpindah dari api (suhu tinggi) ke wadah (suhu rendah) secara
konduksi dan radiasi. Selanjutnya kalor berpindah dari wadah (suhu lebih tinggi) ke air yang
berada di dekat wadah (suhu lebih rendah) secara konduksi. Adanya tambahan kalor
menyebabkan suhu air yang berada di dekat wadah meningkat. Meningkatnya suhu air
mengakibatkan air memuai atau volume air bertambah. Karena volume air bertambah maka
massa jenis air berkurang. Air yang berada di dekat alas wadah mempunyai suhu lebih tinggi
dibandingkan dengan air yang berada di sebelah atasnya. Dengan kata lain, air yang berada di
dekat alas wadah mempunyai volume lebih besar dan massa jenisnya lebih kecil, sedangkan air
yang berada di sebelah atasnya mempunyai volume lebih kecil dan massa jenisnya lebih besar.
Adanya perbedaan massa jenis menyebabkan air yang berada di permukaan wadah, yang
mempunyai massa jenis lebih besar, bergerak ke bawah dan air yang berada di dekat alas wadah,
yang mempunyai massa jenis lebih kecil, bergerak ke atas. Proses ini terjadi secara terus menerus
hingga semua air yang berada di dalam mempunyai suhu yang sama (Jika tekanan udara 1
atmosfer maka air di dalam wadah mengalami penguapan alias mendidih pada suhu 100 oC).
Berdasarkan hasil percobaan, kalor yang berpindah selama selang waktu tertentu (Q/t)
berbanding lurus dengan perbedaan suhu (T1 T2), luas penampang (A), sifat suatu benda (h =
konveksivitas termal). Rumus laju perpindahan kalor secara konveksi :


= . . Keterangan: Q/t = banyak kalor per satuan waktu (J/s)
k = konveksivitas termal (W/m.0K)
A = luas permukaan (m2)
= pertambahan suhu
Contoh penerapan perpindahan kalor secara konveksi adalah kondensor Ac mobil, memiliki
kemampuan untuk mendinginkan atau membuang panas dari refrigerant atau freon bersuhu dan
bertekanan tinggi yang datang dari kompessor ac. Menggunakan cooling fan mesin atau
condenser fan untuk merubah freon menjadi cair.
Singkatnya kondensor adalah komponen ac mobil yang berfungsi untuk merubah freon
dalam bentuk atau wujud gas menjadi bentuk cair atau kondensasi.
Contoh peristiwa kondensasi:
1. Sebongkah es di masukan kedalam gelas, beberapa saat kemudian bagian luar gelas
terbentuk titik-titik air.
2. Ketika mengendarai mobil saat hujan, bagian dalam kaca mobil ikut berembun atau
terbentuk titik-titik.
Bagaimana rasanya jika anda mengenakan pakaian berwarna hitam pada siang hari yang
panas atau ketika anda sedang berolahraga pada siang hari ? Bandingkan dengan ketika anda
mengenakan pakaian berwarna putih ? Jika anda mengenakan pakaian berwarna hitam pada siang
hari maka anda mudah merasa gerah. Mengapa demikian ? Jarak antara matahari dan bumi pada
pagi hari hampir sama dengan jarak antara matahari dan bumi pada siang hari dan sore hari. Lalu
mengapa pagi hari dan sore hari lebih dingin, siang hari lebih panas ? Jawaban atas pertanyaan-
pertanyaan ini berkaitan dengan perpindahan kalor secara radiasi.
Perpindahan kalor secara radiasi adalah perpindahan kalor dalam bentuk gelombang
elektromagnetik. Contoh perpindahan kalor secara radiasi adalah hangatnya tubuh anda ketika
berada di dekat tungku api dan perpindahan kalor dari matahari menuju bumi. Matahari memiliki
suhu lebih tinggi (sekitar 6000 Kelvin), sedangkan bumi memiliki suhu yang lebih rendah. Adanya
perbedaan suhu antara matahari dan bumi menyebabkan kalor berpindah dari matahari (suhu
lebih tinggi) menuju bumi (suhu lebih rendah).
Laju perpindahan kalor dengan cara radiasi ditemukan sebanding dengan luas benda dan
pangkat empat suhu mutlak (Skala Kelvin) benda tersebut. Benda yang memiliki luas permukaan
yang lebih besar memiliki laju perpindahan kalor yang lebih besar dibandingkan dengan benda
yang memiliki luas permukaan yang lebih kecil. Demikian juga, benda yang bersuhu 2000 Kelvin,
misalnya, memiliki laju perpindahan kalor sebesar 24 = 16 kali lebih besar dibandingkan dengan
benda yang bersuhu 1000 Kelvin. Hasil ini ditemukan oleh Josef Stefan pada tahun 1879 dan
diturunkan secara teoritis oleh Ludwig Boltzmann sekitar 5 tahun kemudian.

= . . . 4 Keterangan:

Q/t = banyak kalor per satuan waktu (J/s)
e = emisivitas (rentang angka 0 e 1)
A = luas permukaan (m2)
= suhu
= tetapan Stefan-Boltzman 5,67 x 10-8W/m2.K4
SOAL REMIDIAN SEMESTER GASAL
KELAS XI
SMK MAARIF 4 KEBUMEN
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Kerjakan soal di bawah ini dengan benar!
1. Suatu benda bermassa 400 gram dan bersuhu 100 dimasukkan ke dalam bejana berisi 800 gram
air yang bersuhu 20. Jika dalam keadaan setimbang, suhu campuran adalah 50. Tentukanlah
kalor jenis benda tersebut ( kalor jenis air = 1 kal/gr).
2. Sebuah benda pada suhu 0 luasnya 100 2 . Jika koefisien muai panjang = 106 /, maka luas
benda pada suhu 50 adalah .
3. Kawat lampu pijar yang luasnya 502 meradiasikan energi dengan laju 2,835. Jika kawat pijar
dapat dianggap sebagai benda hitam sempurna, maka suhu permukaannya adalah .....
4. Sebutkan beberapa sifat gelombang yang kalian ketahui?
5. Berikan contoh perpindahan kalor secara konduksi?
KUNCI JAWABAN
KELAS XI
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
1. Diketahui: Jawab:
1 = 400 gr 1 = 2
2 = 800 gr 1 . 1 . 1 = 2 . 2 . 2
1 = 100 400.1. (100 50) = 800. 2 . (50 20)
2 = 50 400.50 = 800. 2 . 30
1 = 1 kal/gr 20000 = 24000. 2
20000
= 2
24000
2 = 0,83 kal/gr
2. Diketahui : 0 = 100 2
= 106 /
= 50 0 = 50
= 0 (1 + )
Jawaban: = 0 (1 + 2)
= 100(1 + 2. 106 . 50)
= 100,012
3. Diketahui: = 502
= 2,835
= 1
=. . . . . ?
Jawaban: = . . . 4
2,835 = 1 . 5,67. 108 . 5. 105
4 = 2,835
4. Mengalami Refleksi (pemantulan), Refraksi (pembiasan), difraksi (penguraian), polarisasi
(pengkutuban), interferensi (penggabungan), superposisi(penguatan/pelemahan)
5. Batang besi yang dipanaskan
SOAL REMIDIAN SEMESTER GASAL
KELAS XII
SMK MAARIF 4 KEBUMEN
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
1. Jarak fokus sebuah cermin cekung sebesar 8 cm diletakkan sebuah benda di depan cermin
sejauh 20 cm. Hitunglah letakbayangan, perbesaran dan sifat bayangan benda tersebut!
2. Seseorang yang miopi titik dekatnya 20 cm sedangkan titik jauhnya 50 cm. agar ia dapat melihat
dengan jelas benda yang jauh, ia harus memakai kacamata yang kekuatannya ....
3. Bagaimanakah bunyi hukum pemantulan cahaya oleh Snellius ?
4. Rangkaian RLC seri dengan = 80, = 90, = 30. Rangkaian ini dihubungkan
dengan tegangan bolak-balik dengan tegangan efektif 220 volt. Tentukanlah:
a. Impedansi rangkaian;
5. Melihat soal no 4 hitunglah besar
a. Arus efektif yang mengalir pada rangkaian;
b. Tegangan efektif antara ujungujung induktor.
KUNCI JAWABAN
KELAS XI
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
1. Diketahui: s = 20cm
F = 8 cm
Ditanyakan: s = ?
M = ?
1 1 1
Jawaban: a. = b. M = s/s

1 1 1
= 8 20 M = 13,3/20 = 0,67

1 20 8
= 160 160

1 12
= 160

S = 160/12 = 13,3 cm
100 100
2. = = = 2
50
3. Hukum Snellius untuk pemantulan cahaya berbunyi:
Sinar datang, garis normal, dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar.
Sudut datang (i) = sudut pantul (r)
4. Diketahui; = 80; = 30; = 90; = 220

Impedansi rangkaian,
= 2 + ( )2 = 802 + (90 30)2
= 6400 + 3600 = 100
220
5. a. Arus efektif yang mengalir adalah sebesar = = 100 = 2,2

b. Tegangan efektif antara ujung-ujung induktor,


= = (2,2)(90) = 198