Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

MENGANALISIS HAKIKAT BANGSA DAN NEGARA

Disusun Oleh :

TIA YUSITA

KELAS X-OTP 3

SMKN 2 SUMEDANG

Periode 2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT. Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga
makalah tentang HAKIKAT BANGSA DAN NEGARA dapat tersusun hingga selesai..
Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah
berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman
bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi
makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak
kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik
yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................................i
DAFTAR ISI..........................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN......................................................................................................1
1.1. LATAR BELAKANG..............................................................................................1
1.2. RUMUSAN MASALAH........................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................................2
2.1. DEFINISI BANGSA, DAN NEGARA...................................................................2
2.2. UNSUR UNSUR TERBENTUKNYA BANGSA DAN NEGARA........................4
2.3. FUNGSI DAN TUJUAN NEGARA. PENGERTIAN, FUNGSI DAN TUJUAN
NKRI 7
2.4. SEMANGAT KEBANGSAAN, NASIONALISME, PATRIOTISME DALAM
KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA.........................................................8
2.5. PASAL HUKUM...................................................................................................11
2.6. PENGAMALAN KELIMA SILA DARI PANCASILA.......................................12
BAB III PENUTUP..............................................................................................................14
3.1. KESIMPULAN....................................................................................................14
3.2. KRITIK DAN SARAN........................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................................15

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Sebagai makhluk sosial, setiap manusia mempunyai kecenderungan untuk hidup


bersama dan berkelompok dengan sesamanya, serta mendiami suatu daerah tertentu.
Sekelompok manusia yang hidup bersama disebut masyarakat. Masyarakat-masyarakat
yang mempunyai perbedaan dalam hal ras, suku, watak dan agama akan berkumpul
bersama dalam tempat tertentu akan membentuk suatu bangsa.

Tempat dari suatu bangsa itu tinggal disebut negara. Dalam negara itu juga, perilaku
suatu bangsa harus diatur atau dalam hal ini bangsa harus tunduk pada aturan yang berlaku
di negara yang ditempatinya.

Seperti yang telah dijelaskan diatas, sebuah bangsa terdiri dari beragam masyarakat.
Karena perbedaan ini pula, tidak jarang terjadi konflik yang memicu perpecahan antar
masyarakat dalam bangsa pada suatu negara.

Oleh sebab itu, penulis membuat makalah yang berjudul Hakekat Bangsa dan
Negara. Hal ini dimaksudkan agar kita lebih bisa memahami tentang hakikat bangsa dan
negara.

1.2. RUMUSAN MASALAH

Sesuai dengan latar belakan di atas, bebrapa masalah yang akan di bahas dalam makalah
ini antara lain :

1. Apakah makna Bangsa dan Negara ?


2. Apa saja unsur-unsur terbentuknya Bangsa dan Negara?
3. Bagaimana Fungsi dan Tujuan NKRI?
4. Menjelaskan semangat kebangsaan, nasionalisme, patriotism?
5. Pasal Hukum yang berlaku?
6. Bagaimana pengamalan sila-sila pancasila?

1
2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. DEFINISI BANGSA, DAN NEGARA


1. Definisi Bangsa :

1) Menurut Tokoh Asing :

Benedictus de Spinoza Negara adalah susunan masyarakat yang integral


(kesatuan) antara semua golongan dan bagian dari seluruh anggota masyarakat
(persatuan masyarakat organis).

Prof. Mr. Kranenburg Negara adalah suatu organisasi kekuasaan yang diciptakan
oleh sekelompok manusia yang disebut bangsa.

Bellefroid Negara adalah suatu persekutuan hukum yang menempati suatu wilayah
untuk selama-lamanya dan dilengkapi dengan suatu kekuasaan tertinggi untuk
menyelenggarakan kemakmuran rakyat sebesar-besarnya.

2) Menurut Tokoh Indonesia :

Dr. Wiryono Prodjodikoro, SH Negara adalah suatu organisasi di antara kelompok


manusia yang bersama-sama mendiami suatu wilayah dengan mengakui adanya
suatu pemerintahan yang mengurus tata tertib dan keselamatan rakyatnya.

M. Solly Lubis, SH Negara adalah suatu bentuk pergaulan hidup manusia yang
merupakan suatu community dengan syarat-syarat tertentu: memiliki wilayah,
rakyat dan pemerintah.

Prof. Miriam Budiardjo Negara adalah suatu daerah teritorial yang rakyatnya
diperintah oleh sejumlah pejabat dan menuntut warga negaranya ketaatan pada
peraturan perundang-undangannya melalui penguasaan (kontrol) monopolistis dari
kekuasaan yang sah.

Prof. Nasroen Negara adalah suatu bentuk pergaulan manusia dan oleh sebab itu
harus ditinjau secara sosiologis agar dapat dijelaskan dan dipahami.

Mr. J.C.T. Simorangkir dan Mr. Woerjono Sastropranoto Negara adalah persekutuan
hukum yang letaknya dalam daerah tertentu dan memiliki kekuasaan tertinggi untuk
menyelenggarakan kepentingan umum dan kemakmuran bersama.

3
3) Menurut Ensiklopedia

Bangsa adalah suatu kelompok manusia yang dianggap Nasional memiliki identitas
bersama, dan mempunyai kesamaan bahasa, agama, ideologi, budaya, dan sejarah.[1]
Mereka umumnya dianggap memiliki asal usul keturunan yang sama.[2]

4) Menurut KBBI

Bangsa adalah orang orang yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan
sejarahnya serta berpemrintahan sendiri. Bangsa adalah kumpulan manusia yang terikat
kerena kesatuan bahasa dan wilayah tertentu dimuka bumi. Bangsa Indonesia adalah
sekolompok manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya
sebagai suatu bangsa, serta berproses dalam suatu wilayah Indonesia.

5) Kesimpulan: bangsa adalah kesatuan budaya yang sudah terikat dalam sejarah

2. Negara

1) Menurut Tokoh Indonesia :

Prof. R. Djoko Soetono, SH : Negara adalah organisasi manusia atau kumpulan


manusia yang berada dibawah pemerintahan yang sama.

G. Pringgodigdo, SH : Negara adalah organisasi kekuasaan atau organisasi


kewibawaan yang memenuhi persyaratan tertentu yaitu harus ada : Pemerintah yang
berdaulat, wilayah tertentu dan rakyat yang hidup teratur sehingga merupakan suatu
nation (bangsa).

2) Menurut Asing

G. Jellinek : Negara adalah organisasi dari sekelompok manusia yang telah


berkediaman di wilayah tertentu atau dengan kata lain negara merupakan ikatan
orangorang yang bertempat tinggal di wilayah tertentu yang dilengkapi dengan
kekuasaan untuk memerintah.

Krenenburg : Negara adalah organisai kekuasaan yang diciptakan sekelompok


manusia yang disebut bangsa.

Plato : Negara adalah persekutuan manusia yang muncul karena adanya keinginan
manusia dalam memenuhi kebutuhan yang beraneka ragam.

Aristoteles : Negara adalah persekutuan manusia dari keluarga dan desa untuk
mencapai kehidupan sebaik-baiknya.

3) Menurut Ensiklopedia

4
Negara adalah sekumpulan orang yang menempati wilayah tertentu dan diorganisasi
oleh pemerintah negara yang sah, yang umumnya memiliki kedaulatan.[1][2][3]
Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang
berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent. Syarat
primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah,[4] dan memiliki
pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat
pengakuan dari negara lain.

4) Menurut KBBI

Menurut kamus besar bahasa indonesia, pengertian negara setidaknya ada dua yaitu :
* Negara adalah organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi
yang sah dan ditaati oleh rakyat.
* Negara adalah kelompok sosial yang menduduki wilayah atau daerah tertentu yang
diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yang efektif, mempunyai
kesatuan politik, berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya

Dengan kata lain Negara adalah persekutuan bangsa yang hidup dalam suatu wilayah
dengan batas-batas tertentu yang diperintah dan diurus oleh suatu badan pemerintha
dengan teratur.

5) Kesimpulan: Negara ada karena adanya masyarakat, wilayah dan pemerintahan


dan pengakuan oleh Negara lain.

2.2. UNSUR UNSUR TERBENTUKNYA BANGSA DAN NEGARA


1. Unsur Unsur Terbentuknya Bangsa

1. Ada sekelompok manusia yang mempunyai kemauan untuk bersatu


2. Berada dalam suatu wilayah tertentu
3. Ada kehendak untuk membentuk atau berada dibawah pemerinthan yang dibuatnya
sendiri .
4. Secara psikologis senasib , sepenanggungan, setujuan dan secita-cita
5. Ada kesamaan karakter, identitas, budaya, bahasa dan lain-lain sehingga dapat
membedakan dengan bangsa lainya

2. Unsur-unsur terbentuknya Negara

1. Berdasarkan Fakta Sejarah

5
Penduduk (Occupatie), Hal ini terjadi ketika suatu wilayah tidak bertuan dan belum
dikuasai, kemudian diduduki dan dikuasai. Misalnya, Liberia yang diduduki budak-
budak Negro dimerdekakan pada 1847.
Peleburan (Fusi), Hal ini terjadi ketika negara-negara kecil yang mendiami suatu
wilayah mengadakan perjanjian untuk saling melebur atau bersatu menjadi negara
yang baru. Misalnya, terbentuknya federasi kerajaan Jerman pada 1871.
Penyerahan (Cessie), Suatu wilayah diserahkan kepada negara lain berdasarkan
suatu perjanjian tertentu. Misalnya wilayah Sleeswijk ada Perang Dunia I,
diserahkan oleh Austria kepada Prusia (Jerman)
Penaikan (Accesia), Hal ini terjadi ketika suatu wilayah terbentuk akibat penaikan
lumpur sungai atau timbul dari dasar laut (delta) kemudian di wilayah tersebut
dihuni oleh sekelompok orang sehingga terbentuklah negara. Misalnya, wilayah
Negara Mesir yang terbentuk dari delta Sungai Nil.
Pencaplokan/penguasaan (Anexatie), Suatu negara berdiri di suatu wilayah yang
dikuasai oleh bangsa lain tanpa reaksi. Misalnya, ketika pembentukan Negara Israel
pada 1948, wilayahnya banyak mencaplok daerah Palestina, Suriah, Yordania, dan
Mesir.
Proklamasi (Proclamation), Hal ini terjadi ketika penduduk pribumi dari suatu
wilayah yang diduduki oleh bangsa lain mengadakan perjuangan (perlawanan)
sehingga berhasil merebut wilayahnya kembali dan menyatakan kemerdekaannya.
Misalnya, Negara Republik Indonesia yang merdeka pada 17 Agustus 1945.
Pembentukan baru (Inovation), Munculnya suatu negara baru di atas wilayah suatu
negara yang pecah karena suatu hal dan kemudian lenyap. Misalnya, negara
Kolombia yang pecah dan lenyap, kemudian di wilayah negara tersebut muncul
negara baru, yaitu Venezuela dan Kolombia baru.
Pemisahan (Separatise), Negara yang memisahkan diri dari negara yang
menguasainya, kemudian menyatakan kemerdekaannya. Misalnya, pada tahun
1939, Belgia memisahkan diri dari Belanda.

2. Berdasarkan Fakta Teoritis

Terjadinya negara berdasarkan pendekataan ini dapat dibagi ke dalam beberapa


teori sebagai berikut:

Teori Ketuhanan, Asal mula terjadinya negara menurut teori ketuhanan yaitu
berdasarkan pada kepercayaan bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Tuhan.
Demikian pula negara terjadi atas kehendak Tuhan. Penganut teori ini yaitum
Friedrich Julius Stahl, Thomas Aquinos, Ludwig Von Haller, dan Agustinus.
Teori Perjanjian, Menurut teori ini, terjadinya suatu negara karena adanya
perjanjian masyarakat. Semua warga negara mengikat diri dalam suatu perjanjian
bersama untuk mendirikan suatu suatu organisasi yang bisa melindungi dan
menjamin kelangsungan hidup bersama. Dengan antarmanusia atau masyarakat (du

6
contracts social). Teori ini dikemukakan oleh filsuf, seperti Thomas Hobbes, J.J
Rousseau, John Locke, dan Montesquieu.
Teori Kekuasaan, Menurut teori kekuasaan, negara terbentuk atas dasar kekuasaan.
Kekuasaan adalah ciptaan mereka yang paling kuat dan berkuasa. Dengan kata lain,
negara terbentuk karena adanya kekuasaan memaksa dari pihak-pihak yang kuat
dan menang kepada golongan yang lemah dan kalah. Terbentuknya negara tidak
lebih sebagai alat pemaksa untuk kepentingan para penguasa saja. Teori kekuasaan
ini dikemukakan oleh Friedrich Engels, Ludwig von Gumlowigz, Leon Duguit,
Karl Marx, dan Frans Oppenheimer.
Teori Hukum Alam, Para penganut teori hukum alam menganggap bahwa adanya
hukum yang berlaku abadi, universal, tidka berubah, serta berlaku untuk setiap
waktu dan tempat. Menurut teori hukum alam, negara terjadi secara alamiah dengan
dasar manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon dan social being). Ahli pikir
yang memperkenalkan asal mula terjadinya negara menurut teori hukum alam,
antara lain Plato, Aristoteles, Hugo de Groot (Grotius), dan Thomas Hobbes.
Teori Hukum Murni, Asal mula terjadinya negara menurut teori ini adalah bahwa
negara merupakan suatu kesatuan tata hukum yang bersifat memaksa. Oleh karena
itu, setiap orang harus taat dan tunduk kepada negara sebagai suatu kesatuan tata
hukum. Apa yang dikehendaki oleh hukum atau tata hukum. Jadi, hukum identik
dengan negara, sedangkan negara merupakan penjelmaan dari hukum. Salah satu
tokoh teori murni, yaitu Hans Kelsen.
Teori Modern, Dalam menyelidiki dan mempelajari negara, teori modern lebih
menitiberatkan pada fakta atau kenyataan serta sudut pandang tertentu sehingga
diperoleh kesimpulan tentang asal mula, hakikat, serta bentuk negara. Tokoh-tokoh
yang menganut teori modern ini di antaranya R. Kranenburg dan Logemann.

Unsur terbentuknya Negara secara Konstitutif dan Deklaratif

Secara umum, unsur negara ada yang bersifat konstitutif dan ada pula yang bersifat
deklaratif. Unsur konstitutif maksudnya unsur yang mutlak atau harus ada di dalam
suatu negara. Adapun unsur deklaratif hanya menerangkan adanya negara.

1. Unsur negara yang bersifat konstitutif adalah harus ada rakyat, wilayah tertentu,
dan pemerintahan yang berdaulat.
2. Adapun unsur deklaratif adalah harus ada pengakuan dari negara lain. Unsur
deklaratif ini penting sebagai wujud kepercayaan negara lain untuk mengadakan
hubungan, baik hubungan bilateral maupun multilateral.

7
2.3. FUNGSI DAN TUJUAN NEGARA. PENGERTIAN, FUNGSI DAN TUJUAN
NKRI

1. Pengertian NKRI

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara yang kedaulatan ke luar dan ke
dalam dan kekuasaan untuk mengatur dan memimpin seluruh daerah Negara berada
pada pemerintah pusat yang memiliki kekuasaan tertinggi dan sah dan ditaati oleh
rakyat Indonesia.

2. Fungsi NKRI

a) Melaksanakan ketertiban ( Law and Order )

Untuk mencapai tujuan bersama dan mencegah bentrokan bentrokan dalam


masyarakat Indonesia, maka NKRI harus melaksanakan penertiban. Dalam hal ini,
NKRI bertindak sebagai stabilisator.

b) Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia


c) Pertahanan

NKRI diperlukan untuk menjaga kedaulatannya dari serangan luar. Untuk


kepentingan ini, NKRI mendatangkan perlengkapan pertahanan yang kuat dan
canggih.

d) Menegakkan keadilan

NKRI bertugas menegakkan keadilan bagi rakyat Indonesia dan menjamin kehidupan yang
adil.

3. Tujuan NKRI

a) Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.


b) Memajukan kesejahteraan umum.
c) Mencerdaskan kehidupan bangsa.
d) Ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi,
dan keadilan social.

Keempat tujuan Negara Indonesia tersebut dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu :

1) Tujuan yang bersifat nasional

a. Paham Negara persatuan atau kebahagiaan dalam Negara


b. Memajukan kesejahteraan umum
c. Mencerdaskan kehidupan bangsa

8
2) Tujuan yang bersifat internasional

a. Kemerdekaan
b. Perdamaian
c. Keadilan social

2.4. SEMANGAT KEBANGSAAN, NASIONALISME, PATRIOTISME DALAM


KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

Menunjukkan semangat kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme dalam kehidupan


bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
indikator:
a) Menunjukkan contoh perilaku yang sesuai dengan semangat kebangsaan
b) Mendeskripsi macam-macam nasionalisme
c) Menunjukkan sikap positif terhadap patriotisme Indonesia

Contoh yang sesuai dengan semangat kebangsaan:


Mengikuti upacara dengan hikmat
Belajar dengan sungguh sungguh
Memperingati hari hari besar Nasional ( hari hari pahlawan).
Mematuhi tata tertib sekolah
Tidak berkelahi

1) NASIONALISME

Nasionalisme adalah perasaan satu keturunan, senasib, sejiwa dengan bangsa dan tanah
airnya. Nasionalisme yang dapat menimbulkan perasaan cinta kepada tanah air disebut
patriotisme. Nasionalisme dibedakan menajdi dua yaitu :

a. Nasionalisme dalam arti luas yaitu perasaan cinti / bangga terhadap tanah air dan
bangsanya dengan tidak memandang bangsa lain lebih rendah derajatnya.

b. Nasionalisme dalam arti sempit yaitu perasaan cinta/bangga terhadap tanah air dan
bangsanya secara berlebihan dengan memandang bangsa lain lebih rendah derajatnya.

Nasionalisme Indonesia adalah nasionalisme yang berdasarkan Pancasila yang selalu


menempatkan kepentingan bangsa dan negar di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Nasionalisme Indonesia adalah perasaan bangga/cinta terhadap bangsa dan tanah airnya
dengan tidak memandang bangsa lain lebih rendah derajatnya. Dalam membina
nasionalisme harus dihindarkan paham kesukuan chauvinisme, ekstrimisme, kedaulatan
yang sempit. Pembinaan nasionalisme juga perlu diperhatikan paham kebangsaan yan
gmengandung penegrtian persatuan dan kesatuan Indonesia, artinya persatuan bangsa yang
mendiami wilayah Indonesia.

9
MACAM MACAM NASIONALISME

1. Nasionalisme nekrofhilia

Nasionalisme yang menjadi landasan kekerasan seperti ini adalah sebuah nasionalisme
yang nekrofhilia, nasionalisme yang mengarahkan konsruksi kesadaran pada hal-hal yang
berbau kekerasan dan berujung pada kematian. Padahal nasionalisme yang diinginkan
harus membangun negeri ini, sehingga dibutuhkan upaya untuk menata kembali
kebersamaan dan menumbuhkan etos keindonesiaan untuk menentukan positioning,
bargaining, arah dasar penataan, pengembangan, pembangunan serta kepribadian bangsa.

2. Pseudo Nasionalisme

Pseudo Nasionalisme merupakan naionalisme yang ditawarkan dalam regulasi yang


ditetapkan pemerintah. Secara konsepsional pemerintah menggembar-gemborkan
nasionalisme yang memihak pada rakyat banyak, namun pada kenyataannya, regulasi yang
dikeluarkan merupakan sebentuk proteksi dan perlakuan istimewa bagi kaum pemodal,
terutama para pemodal asing. Regulasi ini bahkan cendrung diterapkan dengan
mengedepankan paradigma yang militeristik, pihak keamanan negeri ini telah beralih
fungsi menjadi pelindung masyarakat menjadi pengaman aset para pemodal. Pseudo
nasionalisme tidak hanya berefek pada paradigma kekerasan yang menjadi paradigma kerja
pemerintahan kita, pseudo nasionalisme juga telah menimbulkan masyarakat kita
menderita. Masyarakat kita disusun oleh individu-individu yang skizofrenik. Individu
skizofrenik sebagaimana dijelaskan oleh Holzkamp-Osterkamp (1991), adalah individu
yang menderita kepribadian pasif, kecemasan dan inferioritas tinggi.

3. Nasionalisme Biofhilia

Nasionalisme yang biofhilia atau nasionalisme yang mendorong harapan besar pada hal-hal
yang berhubungan dengan kehidupan dan kemakmuran serta kesejahteraan orang banyak
perlu untuk diwujudkan. nasionalisme ini termasuk nasionalisme yang sehat, karena
nasionalisme ini lahir dari pola berfikir komprehensif, sebuah cara berfikir yang ditandai
dengan keberanian masyarakat untuk bertindak dan melakukan perubahan dalam hidupnya.
Dan pada dasarnya nasionalisme yang sehat adalah nasionalisme yang lahir dari rahim
kesadaran kebangsaan yang dihayati dengan hati nurani. Nasionalisme ini adalah sebuah
konsensus yang harus menjadi perekat dan paradigma yang dianut baik oleh para
pengambil kebijakan maupun masyarakat umum.

2) PATROTISME

Patriotisme berasal dari kata patriot yang berati pecinta/pembela tanah air.
Patriotisme diartikan sebaga isemangat/jiwa cinta tanah air yang berupa sikap rela
berkorban untuk kejayaan dan kemakmuran bangsanya. Patriotisme tidak hanya cinta
kepada tanah air saja, tapi juga cinta bangsa dan negara. Kecintaan terhadap tanah air tidak

10
hanya ditampilkan saat bangsa Indonesia terjajah, tetapi juga diwujudkan dalam mengisi
kemerdekaan.

Ciri-ciri patriotisme :

a) Cinta tanah air


b) Rela berkorban untuk kepentingan nusa dan bangsa
c) Menempatkan persatuan, kesatuan dan keselamatan bansga dan negara di atas
kepentingan pribaadi dan golongan
d) Bersifat pembaharuan
e) Tidak kenal menyerah
f) Bangga sebagai bangsa Indoensia.

Perwujudan Patriotisme dan Nasionalisme dalam kehidupan Sikap patriotisme dan


nasionalisme dapat diwujudkan dalam berbagai lingkungan kehidupan :

a) Lingkungan keluarga

Jiwa dan semangat patriotisme dapat ditanamkan dan dimulai di lingkungan keluarga,
misalnya kita harus selalu berbuat baik di lingkungan kita untuk menjaga nama baik
keluarga, meelstarikan ketenttraman keluarga, emmbantu meringankan beban keluarga.

b) Lingkungan sekolah

Berbagai macam tingkah laku atau kegiatan yang mengacu pada nilai kesopanan dan
kebaikan, baik terhadap guru, karyawan maupun teman, mengikuti upacar dengan tertib.
Menajdi anggota OSIS, menjaga nama baik sekolah, menjadi team olah raga, menghidnari
tawuran pelajar, menjaga kebersihan dan ketertiban sekolah dan lain sebagainya.

c) Lingkungan masyarakat

Sikap patriotisme di masyarakat dapat ditumbuhkan dan dilaksanakan melalui menjaga


keamanan lingkungan, menaikkan bendera di depan rumah pada hari besar nasional,
membersihkan lingkungan, aktif dalam kegiatan desa dan ikut membela negara bila
diperlukan.

11
2.5. PASAL HUKUM

PENGERTIAN LANDASAN IDIIL, KONSTITUSIONAL DAN OPERASIONAL


Landasan idiil

Landasan idiil politik luar negeri Indonesia adalah Pancasila. Pancasila memuat lima
sila, yang didalamnya terkandung semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,
semua kebijakan yang diambil oleh pemerintah tidak boleh menyimpang dari nilai-nilai
Pancasila. Nilai-nilai dalam sila pancasila itu sendiri mencakup seluruh sendi
kehidupan manusia. Adanya pengakuan bangsa Indonesia bahwa semua manusia
sebagai ciptaan Tuhan yang mempunyai martabat yang sama, tanpa memandang asal
usul keturunan, menolak penindasan manusia atas manusia atau oleh bangsa lain,
menempatkan persatuan dan kesatuan, mempunyai sifat bermusyawarah untuk
mencapai mufakat, dan menunjukkan pandangan yang menginginkan terwujudnya
keadilan sosial.

Landasan konstitusional

Sebagai landasan konstitusional pelaksanaan politik luar negeri indonesia, terutama


tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Seperti yang kita ketahui, tujuan pokok negara
indonesia yaitu:
Pembukaan UUD 1945 alinea pertama yang menyatakan Bahwa sesungguhnya
kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas
dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai .
Pembukaan UUD 1945 alinea keempat yang menyatakan bahwa ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan .
Pasal-Pasal UUD 1945

Disini sudah cukup jelas bahwa Indonesia sebagai negara yang merdeka turut serta
dalam melaksanakan ketertiban dunia di kancah internasional melalui politik luar
negeri. Melalui politik luar negeri Indonesia, yang diharapkan yaitu tercapainya
kepentingan nasional Indonesia.
Landasan operasional
Landasan operasional politik luar negeri Indonesia adalah Undang-Undang Nomor
37 tahun 1999 tentang Hubungan Politik Luar Negeri Indonesia. Namun, pada
periode pemerintahan sebelumnya, terdapat beberapa perubahan landasan
operasional yaitu:

Landasan operasional di masa Orde Lama yaitu dinyatakan melalui pidato-pidato


presiden Soekarno, misalnya maklumat politik pemerintah tanggal 1 November 1945
yang sebagian besar berisi prinsip-prinsip kebijakan hidup bertetangga yang baik
dengan negara-negara tetangga di kancah internasional.

Landasan operasional politik bebas aktif pada tahun 1950-an dinyatakan oleh Soekarno
melalui pidatonya pada 17 Agustus 1960 berjudul Jalannya revolusi Kita dimana
politik bebas aktif harus diimplementasikan secara baik dalam hubungan ekonomi

12
dengan negara lain, bebas aktif harus diartikan tidak berat sebelat. Tidak lebih condong
ke Blok Barat ( Amerika) atau Blok Timur ( Uni Soviet).

Pada masa Orde baru, terdapat peraturan-peraturan formal untuk mempertegas politik
luar negeri Indonesia, peraturan formal tersebut antara lain:
Ketetapan MPRS No. XII/MPRS/ 1966 tanggal 5 juli 1966 yang berisi tentang
penegasan landasan kebijaksanaan politik luar negeri Indonesia.
Ketetapan MPR tanggal 22 Maret 1973 yang berisi tentang pemantapan stabilitas
wilayah Asia Tenggara dan Pasifik barat Daya serta pengembangan kerjasama
dengan semua negara dan badan-badan internasional serta membantu
memperjuangkan kemerdekaan negara yang belum merdeka.
Petunjuk presiden 11 April 1973 yang berisi penjabaran Ketetapan MPR tanggal 22
maret 1973 tersebut diatas. Isinya secara garis besar yaitu upaya- upaya yang perlu
dilakukan untuk menjalankan prinsip politik luar negeri Bebas Aktif.

2.6. PENGAMALAN KELIMA SILA DARI PANCASILA

1. KETUHANAN YANG MAHA ESA


Percaya dan taqwa kepada Tuhan YME sesuai dengan agama dan kepercayaan
masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
Hormat menghormati antar pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan
yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.
Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan
kepercayaannya.
Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain.

2. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB


Mengakui persmaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara
sesama manusia.
Saling mencintai sesama manusia.
Mengembangkan sikap tenggang rasa.
Tidak semena-mena terhadap orang lain.
Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
Berani membela kebenaran dan keadilan.
Mengembangkan sikap hormat menghormati dengan bekerjasama dengan bangsa
lain

13
3. PERSATUAN INDONESIA
Menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan
negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.
Cinta bangsa dan tanah air.
Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia.
Memajukan pergaulan demi pergaulan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka
Tunggal Ika.

4. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN


DALAM PERMUSYAWARATAN/ PERWAKILAN
Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepetingan
bersama.
Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan
keputusan musyawarah.
Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada
Tuhan YME, menjunjung tinggi harkaat martabat manusia serta nilai-nilai
kebenaran dan keadilan.
5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA
Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan
suasana kekluargaan dan kegotongroyongan.
Bersikap adil.
Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Menghormati hak-hak orang lain.
Suka memberi pertolongan kepada orang lain.
Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.
Tidak bersifat boros.
Tidak bergaya hidup mewah.
Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.
Suka bekerja keras.
Menghargai hasil karya orang lain.
Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan
sosial.

14
BAB III
PENUTUP

3.1. KESIMPULAN

1) Bangsa adalah adalah suatu masyarakat yang berdiri sendiri dan masing-masing
anggota persekutuan hidup tersebut merasa satu kesatuan ras, bahasa, agama, dan adat
istiadat dalam suatu daerah yang sama dan mereka tunduk pada kedaulatan negaranya
sebagai suatu kekuasaan tertinggi keluar dan kedalam

2) Negara adalah negara adalah organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan
tertinggi yang sah ditaati rakyatnya atau juga dapat diartikan sebagai kelompok sosial yang
menduduki wilayah atau daerah tertentu yang diorganisasi di bawah lembaga politik dan
pemerintah yang efektif, mempunyai satu kesatuan politik, berdaulat sehingga berhak
menentukan tujuan nasionalnya.

3.2. KRITIK DAN SARAN

Penyusunan materi dalam makalah ini banyak memiliki kekurangan khususnya


kelengkapan materi. Untuk itu penulis mengharapakan kritik dan saran dari para pembaca
agara kelak penulis dapat membuat makalah yang lebih baik lagi.

15
DAFTAR PUSTAKA

https://erdaolivya.wordpress.com/2014/10/08/pengertian-bahasa-indonesia-dan-menurut-7-
ahli/

http://www.lepank.com/2015/02/pengertian-bangsa-dan-negara-menurut.html

http://halil-materipkn.blogspot.com/2012/04/bab-1-hakikat-bangsa-dan-negara.html

http://www.slideshare.net/azizazea2/tugas-makalah-hakikat-bangsa-dan-negara

http://bakhrul-25-rizky.blogspot.com/2012/03/pkn-hakikat-bangsa-dan-negara-sert.html

https://masudumar.wordpress.com/2013/10/26/hakikat-bangsa-dan-negara-kesatuan-ri-2/

http://halil-materipkn.blogspot.co.id/2012/04/bab-1-hakikat-bangsa-dan-negara.html

http://makalahmaster.blogspot.co.id/2015/08/landasan-idiil-dan-landasan.html

http://sistempemerintahannegaraindonesia.blogspot.co.id/2015/11/landasan-idiil-
konstitusional-dan.html

http://ensikloditya.blogspot.co.id/2011/01/pengamalan-sila-sila-dalam-pancasila.html

http://www.medrec07.com/2015/10/terjadinya-negara-berdasarkan-fakta.html

http://www.edukasippkn.com/2015/09/unsur-unsur-terbentuknya-negara.html

16