Anda di halaman 1dari 10

Kelima Topeng / kedok tersebut apabila dikaitkan dengan unsur Islam

Topeng Panji
Akronim dari kata MAPAN ning kang SIJI, artinya tetap kepada yang satu atau Esa. Tiada
Tuhan selain Allah Swt.

Topeng Samba
Berasal dari kata SAMBANG atau SABAN yang artinya setiap. Maknanya bahwa setiap
waktu kita diwajibkan mengerjakan segala Perintah- NYA. Sedangkan Pamindo artinya
Diduakalikan (Dipindoni), maknanya bahwa disamping mengerjakan perintah NYA, kita
juga perlu melaksanakan hal hal yang sunnah
Topeng Rumyang
Berasal dari kata Arum / Harum dan Yang / Hyang (Tuhan).Maknanya bahwa kita senantiasa
mengharumkan nama Tuhan yaitu dengan Doa dan dzikir

Topeng Temenggung
Memberikan kebaikan kapada sesama manusia, saling menghormati dan senantiasa
mengembangkan silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh
Topeng Kelana
Kelana artinya Kembara atau Mencari. Bahwa dalam hidup ini kita wajib berikhtiar

JENIS JENIS TOPENG MENURUT DAERAHNYA

1. TOPENG CIREBON

Topeng Cirebon yang semula berpusat di Keraton-keraton, kini tersebar di lingkungan rakyat
petani pedesaan. Dan seperti umumnya kesenian rakyat, maka Topeng Cirebon juga dengan
cepat mengalami transformasi-transformasi. Proses transformasi itu berakhir dengan
keadaannya yang sekarang, yakni berkembangnya berbagai gaya Topeng Cirebon, seperti
Losari, Selangit, Kreo, Palimanan serta berkembang di pelosok-pelosok Kecamatan antara
lain : Klangenan, Plumbon serta Arjawinangun, sedangkan di Kota Cirebon sendiri sudah
tergeserkan oleh kesenian yang lebih modern. Namun demikian masih terlihat adanya kultur
Kraton yang mengajarkan adab kebangsawanan dalam pementasannya yang berbaur dengan
kultur rakyat yang sederhana dilihat dari pakaian yang dikenakan para penarinya.
2.TOPENG JOGJA

Dalam pagelaran Wayang Wong yang di ciptakan oleh Hamengku Bhuwono I ( 1755-1792 )
dalam pengekspresian karakter gerak tari tokoh-tokoh wayang untuk peran kera dan raksasa
dalam pentas Ramayana maupun Mahabharata pemainnya dilengkapi dengan pemakaian
topeng, sedangkan untuk tokoh satria dan wanita tidak mengenakan topeng.
Dalam pementasan Wayang Orang Gedog punakawan Pentul dan Tembem mengenakan
topeng separuh muka sehingga dapat berdialog secara leluasa tanpa mengangkat topeng. Lain
halnya dengan pementasan ceritera Panji para pemainnya mengenakan topeng dengan cara
agak direnggangkan sedikit sehingga pemain dapat mengucapkan antawacananya. Pada
topeng gaya Yogyakarta kumis dibuat dengan cara menyungging warna hitam

3. TOPENG SURAKARTA
Topeng gaya Surakarta hampir sama dengan gaya Yogyakarta hanya terdapat perbedaan pada
kumisnya yang terbuat dari bulu. Tokoh punakawan Bancak dan Doyok juga mengenakan
topeng separuh muka seperti gaya Yogyakarta

4.TOPENG MALANG
Topeng Malang merupakan pementasan wayang Gedog yang dalam pertunjukannya
mempergunakan topeng. Dalam perkembangannya di Kedungmoro dan Polowijen,
Kecamatan Blimbing, Malang yang dikenal dengan sebutan Topeng Jabung. Dalam
pementasannya mengetengahkan ceritera-ceritera Panji dengan tokoh-tokohnya seperti : Panji
Inu Kertapati, Klana Swandana, Dewi Ragil Kuning, Raden Gunungsari, dll. Para penari
mengenakan topeng dan menari sesuai dengan karakter tokoh yang dimainkan. Dalam
pementasan dipergunakan tirai yang terbelah tengah sebagai pintu keluar/masuk para
penarinya.

5.TOPENG BALI

Di Bali topeng juga adalah suatu bentuk dramatari yang semua pelakunya mengenakan
topeng dengan cerita yang bersumber pada cerita sejarah yang lebih dikenal dengan Babad.
Dalam membawakan peran-peran yang dimainkan, para penari memakai topeng bungkulan
(yang menutup seluruh muka penari), topeng sibakan (yang menutup hanya sebagian muka
dari dahi hingga rahang atas termasuk yang hanya menutup bagian dahi dan hidung). Semua
tokoh yang mengenakan topeng bungkulan tidak perlu berdialog langsung, sedangkan semua
tokoh yang memakai topeng sibakan memakai dialog berbahasa kawi dan Bali.
Tokoh-tokoh utama yang terdapat dalam dramatari Topeng terdiri dari Pangelembar (topeng
Keras dan topeng tua), Panasar (Kelihan - yang lebih tua, dan Cenikan yang lebih kecil), Ratu
(Dalem dan Patih) dan Bondres (rakyat).

6.TOPENG DAYAK
Di daerah Kalimantan, suku Dayak menggunakan topeng dalam Tari Hudog yang sering
dimainkan dalam upacara keagamaan dari kelompok suku Dayak Bahau dan Modang. Tari
ini dimaksudkan untuk memperoleh kekuatan dalam mengatasi gangguan hama perusak
tanaman dan mengharapkan diberikan kesuburan dengan hasil panen yang banyak. Topeng
yang digunakan berwarna hitam, putih, dan merah yang melambangkan kekuatan alam yang
akan membawa air dan melindungi tanaman yang mereka tanam hingga musim panen tiba.

9 Karakter Topeng Khas Indonesia Ini Bisa Tunjukkan Karaktermu

1. Topeng Panji

Topeng Panji menggambarkan bayi yang baru lahir ke dunia dan figur dari kalangan raja
bangsawan, sekaligus cermin dari sublimasi kewibawaan serta ketenangan. Dalam falsafah
Jawa, Panji menggambarkan filosofi kehidupan dan budi yang luhur serta penyerahan diri
pada Tuhan. Dalam sufi Islam, ia berada pada tingkat tertinggi posisi manusia yakni
Insankamil, yaitu perilaku yang tidak goyah serta menyadari bahwa setiap hembusan
napasnya adalah dari Tuhan.

2. Topeng Pamindo

Topeng Pamindo merupakan gambaran sikap rendah diri dan setia kawan. Gerak tarian halus
tapi gagah. Topeng ini merupakan gambaran manusia yang beranjak dewasa dan baru
mengenal dunia. Tingkahnya terburu-buru, serba ingin tahu dan lelaki yang bersifat
perempuan. Makna filosofinya adalah sebagai manusia kita harus menjadi pribadi yang
mawasdiri setiap saat.
3. Topeng Tumenggung

Topeng tumenggung menggambarkan sosok seorang pemimpin yang mengayomi,


membimbing dan menaungi rakyat dengan penuh kasih sayang. Sehingga siapa pun yang
berada didekatnya merasa sejahtera, aman dan tenteram. Sosok Tumenggung digambarkan
dengan raut wajah yang tegas, mata tebelalak dan kumis yang semakin menunjukkan
kegagahannya. Sosok tumenggung ini menunjukkan sikap kedewasaan seseorang.

4. Topeng Kelana

Topeng Kelana menggambarkan seseorang yang suka bekelana dan mengembara untuk
menemukan jati dirinya. Topeng Kelana memiliki karakter yang penuh dengan dinamika dan
hawa nafsu. Warna topeng merah tua menunjukkan watak angkuh dan kejam, mata
membelalak, mulut menyeringai, kumis melingkar, berjambang serta berjanggut. Kelana
digambarkan figur gagah dengan hidung panjang, mata melotot, mulut monyong menganga,
rambut godekan.
5. Topeng Rumyang

Topeng Rumyang menggambarkan seorang dewi yang menjelma menjadi manusia. Rumyang
berasal dari kata arum (harum) dan hyang (Tuhan). Artinya dalam kehidupan kita, kita harus
mengharumkan nama Tuhan. Warna topeng merah muda menunjukkan manusia yang sabar,
ikhlas dan lemah lembut. Hiasan kembang pada topeng menunjukkan sikap sugawi dan
duniawi pada diri seseorang.

6. Topeng Prabu Asmoro Bangun

Topeng Prabu Asmoro Bangun menggambarkan sosok pahlawan yang bersifat digdaya, suka
bertapa, dan kesatria. Tokoh ini digambarkan memiliki karakter khas Arjuna dalam cerita
pewayangan purwa. Penggambaran sifat Prabu Asmoro Bangun dalam topeng adalah
memiliki warna hijau yang melambangkan sifat bijaksana. Panji Asmoro Bangun juga
memiliki alis nanggal sepisan, hidung mancung, kumis dan memiliki titik emas diantara alis.
Hal tersebut menunjukkan bahwa Prabu Asmoro Bangun adalah keturunan dewa.
7. Topeng Dewi Sekataji

Topeng Dewi Sekartaji memiliki warna putih yang melambangkan sifat baik hati, lembut dan
suci. Dewi Sekartaji memiliki alis nanggal sepisan, hidung mancung dan juga memiliki titik
emas diantara alis yang menunjukkan Dewi Sekartaji adalah keturunan dewa.

8. Topeng Bapang

Bapang merupakan salah satu tokoh jahat yang digambarkan dengan topeng yang berwarna
merah yang melambangkan sifat pemarah dan jahat. Bapang memiliki hidung yang panjang,
mata yang besar, jambang dan kumis yang menunjukkan bahwa Bapang adalah laki-laki.
Topeng Bapang juga memiliki titik emas diantara alis yang menunjukkan ia adalah keturunan
dewa.
9. Topeng Gunung Sari

Gunungsari adalah sahabat Panji yang sering membantu Panji. Gunungsari atau Klana
Gunungsari adalah seorang satria putra raja Kerajaan Jenggala Manik yang digambarkan
dalam wajah berwarna putih yang menunjukkan sikap baik hati, serta berekspresi ceria.
Gunungsari memiliki mata sipit, kumis yang panjang dan tidak mempunyai titik emas.
Gunungsari dapat disebut adalah keturunan manusia biasa.