Pengantar Bisnis
Pengantar Bisnis
Disusun oleh :
Firmansyah 0115101416
Jurusan : Akuntansi S1
Fakultas : Ekonomi
UNIVERSITAS WIDYATAMA
BANDUNG
2015
Kata Pengantar
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta
karunia-Nya sehingga kita dapat menyelsaikat pembuatan makalah Pengantar Bisnis yang
berjudul Permasalahan Pada Perusahaan Nokia.
Dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Bisnis dari dosen pengampu
bapak Dwinto Martri Aji Buana,S.E.,M.Si. Semoga makalah ini dapat di pergunakan sebagai
salah satu acuan atau petunjuk maupun pedoman bagi yang membaca makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini banyak terdapat kekurangan
dan kesalahan. Saran dan kritik yang membangun akan kami terima dengan hati terbuka agar
dapat meningkatkan kualitas makalah ini.Demikian yang dapan kami sampaikan. Atas
perhatian dankerja samanya kami ucapkan terima kasih.
Penyusun
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.i
DAFTAR ISI...ii
BAB I PENDAHULUAN.......1
1.1 Latar Belakang.....1
1.2 Perumusan Masalah.1
1.3 Maksud dan Tujuan Penulisan.2
BAB II PEMBAHASAN.3
2.1 Permasalahan..3
2.2 Analisis Kinerja Keuangan.3
2.3 Pemasaran ..4
2.4 SDM....7
2.5 Produksi..8
BAB III SIMPULAN DAN SARAN11
3.1 Simpulan..11
3.2 Saran.11
DAFTAR PUSTAKA....12
ii
BAB I
PENDAHULUAN
2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PERMASALAHAN
Nokia adalah perusahaan besar yang sudah berjalan sejak lama. Akan tetapi, masih
terdapat berbagai masalah yang terjadi. Berikut masalah masalah yang yang terdapat di
perusahaan Nokia :
1. Absennya produk yang popular terlalu lama, sehingga menurunkan pamor Nokia
dan tergantikan oleh pesaingnya.
2. Nokia tidak fokus pada pengembangan hardware (phone) saja, usaha Nokia untuk
mengambangkan software (Symbian, Megoo) malah membuat Nokia tidak fokus.
3. Nokia seringkali menjadi pelopor dalam meluncurkan produk terbaru namun
tanpa prospek masa depan yang lebih baik. Nokia gagal mengantisipasi,
memahami atau mengatur diri untuk menghadapi perubahan zaman. Bahkan bisa
dibilang ponsel Nokia terbaru adalah fitur yang siap, namun tidak siap di masa
depan.
Memasuki tahun 2011 Nokia mengalami penurunan penjualan, yang semula Nokia mampu
menjual 108 juta unit telepon genggam kini hanya 71 juta unit. Pada kuartal pertama tahun
2012, Nokia mengalami kerugian bersih US$1,2 milyar atau sekitar Rp 11 triliun. Ini berawal
sejak munculnya produk-produk baru dari kompetitor utama seperti Apple, Blackberry, dan
Samsung yang lebih mampu memenuhi keinginan konsumen, dengan servis dan fasilitas jauh
lebih memuaskan seperti dengan OS Android, Windows, atau iOS, dibandingkan Nokia yang
tetap fokus dan yakin pada Symbian sebagai Operating System di handset Nokia, sehingga
pamor Nokia sebagai perusahaan telepon genggam paling mendominasi mulai terkalahkan.
(http://katakabar.com/kabar-ekonomi/99-kabar-ekonomi-/3192-nokia-akui-persaingan-kian-
berat-)
Selama lima tahun terakhir harga saham Nokia dinyatakan jatuh hampir 90%, para investor
juga memotong $17 milyar dari nilai pasarnya, serta menghapus prestasi Nokia yang
kompetitif di masa lalu dengan memberi nilai nol. Hal ini semakin menambah kesulitan
finansial dan mengurangi kepercayaan perusahaan Nokia.
(http://tabloidpulsa.co.id/.../3793-dirundung-masalah-keuangan-nokia-bakal-dibantu-
microsoft)
Nokia Corp gagal mengeluarkan produk baru bernama Lumia 900 dengan fasilitas windows 8,
karena banyak keluhan dari konsumen mengenai masalah pada koneksi data. Produk Lumia
900 juga terlambat diluncurkan (Februari 2012) dibandingkan Iphone 4S (Oktober 2011),
karena CEO lamban dalam mengambil keputusan akibat terlalu banyak analisa dan
persamaan persepsi dari berbagai pihak. Nokia kembali mengulangi kesalahan ini pada Nokia
Lumia 920 (September 2012), sementara pesaing lain sudah memasuki teknologi Quad Core
lebih awal.
(http://katakabar.com/kabar-ekonomi/99-kabar-ekonomi-/3192-nokia-akui-persaingan-kian-
berat-)
Sebagian besar perusahaan Nokia di seluruh dunia ditutup termasuk perusahaan utamanya di
Finlandia, serta penutupan riset dan pusat pengembangannya, sekalipun ada yang masih
bertahan, perusahaan itu sudah berhenti beroperasi dalam memproduksi ponsel.
(http://tekno.liputan6.com/read/425356/nokia-tutup-pabrik-terakhir-di-finlandia)
Nokia memangkas 3.700 karyawan dan menghentikan 10.000 karyawan secara global hingga
akhir tahun 2013.
(http://www.portalberitanews.blogspot.com/2012/08/pabrik-nokia-bangkrut-akan-di-
tutup.html)
Teknologi Nokia dijiplak oleh HTC, RIM, dan Viewsonic yang dinyatakan terkait
pelanggaran 45 paten di Amerika Serikat dan Jerman.
(http://www.manajementelekomunikasi.org/2012/10/studi-kasus-2-nokia-kelompok-3.html)
Di tengah-tengah terjadinya krisis, beberapa pimpinan penting Nokia Corp seperti Olli Pekka
Kallasvuo (CEO Nokia), Anssi Vanjoki (Manajer Smartphone Nokia), dan Ilari Nurmi
(Wakil Presiden pemasaran produk Nokia) tiba-tiba mengundurkan diri dari perusahaan.
(http://www.inilah.com/read/detail/819731/nokia-alami-masalah-serius/)
2.3 PEMASARAN
1. Analisis SWOT Sebagai Alat Formulasi Strategi Pemasaran
Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai factor secara sistematis untuk merumuskan
strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan
(Strengths) dan peluang (Opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan
kelemahan (Weakness) dan ancaman (Threats).Proses pengambilan keputusan strategis selalu
berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Dengan
demikian perencanaan strategis harus menganalisis factor factor strategis perusahaan
(kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini.Analisis ini
berkaitan dengan bagaimana sebuah perusahaan dapat memenangkan persaingan atau paling
tidak mempertahankan eksistensi perusahaan dalam dunia bisnis.
Weakness
Nokia memiliki banyak kekuatan dan kelemahan beberapa. Beberapakelemahan meliputi harga
produk yang ditawarkan oleh perusahaan.Beberapa produk yang tidak user friendly. Tidak
kekhawatiran tentang yang lebih rendahkelas f orang-orang masyarakat. Tidak menargetkan
promosi ke arah mereka. Theharga produk adalah masalah utama. Layanan pusat di Indiasangat
sedikit dan menakut-nakuti. Jadi layanan purna jual yang tidak baik.
Opportunities
Nokia telah banyak peluang untuk memperluas bisnisnya. Dengancakupan luas dalam produk,
fitur dan rentang harga yang berbeda untuk berbagaiorang, ia memiliki keuntungan atas pesaing
sekitar. Dengankesempatan seperti Telecom penetrasi di India yang pada saat puncak,Nokia
memiliki peluang untuk meningkatkan penjualan serta pasar saham. Sebagai standar hidup di
India telah meningkat membelikekuatan rakyat yang meningkat juga, sehingga Nokia harus tepat
sasaranpelanggan pada waktu yang tepat untuk mendapatkan hasil maksimal dari situasi.
Threat
Nokia telah banyak untuk mengatasi ancaman untuk mempertahankan posisinya sebagai
pasar pemimpin. Ancaman seperti muncul dari perusahaan ponsel lainnya dalampasar.
Perusahaan-perusahaan seperti Motorola, Sony Eriksson, Cingular (US)dll perusahaan-
perusahaan ini telah sampai pada berdiri persaingan ketat denganNokia di bidang Mobile
Phones. Ancaman bisa seperti menyediakanponsel murah, fitur baru, gaya baru dan jenis, baik
layanan purna jual maupun yang lain Jadi, Nokia harus diingat kompetisi tumbuh di sekitar.Nokia
telah membuat strategi untuk mengatasi masalah di masa sekarang danwaktu dekat.
Meningkatnya permintaan jaringan WLL dapat menyebabkan penurunanpenjualan untuk Nokia,
karena Nokia menyediakan banyak kurang ponsel CDMA kepelanggan.
2.4 SDM
A. PEMBERDAYAAN KARYAWAN
Keberhasilan Nokia tersebut tentu disebabkan oleh banyak hal. Dari sisi produk,
Nokia memiliki ragam ponsel yang sangat luas untuk berbagai segmen pasar dari low-
end hingga high-end. Produk-produk tersebut sangat handal dengan fitur-fitur paling maju di
setiap segmen. Strategi pemasaran Nokia juga hebat. Kemampuan mengidentifikasi dan
menciptakan segmen pasar yang amat beragam dibarengi dengan program promosi dan
pemasaran yang jitu.
Di balik keberhasilan Nokia itu, kunci dari semua kehebatan Nokia justru terletak
pada kualitas Human Research (HR) mereka. Nokia bisa sukses karena kekuatan
manusianya. Orang-orang Nokia, sangat kompeten sehingga di era desentralisasi dan
kompetisi yang amat ketat saat ini, Nokia bisa mengambil keputusan yang tepat dengan
cepat. Kecepatan pengambilan keputusan sangat diperlukan dalam bisnis ponsel karena
begitu dinamisnya persaingan dan perkembangan di pasar.
Proses rekrutmen menjadi awal dari upaya Nokia mendapatkan SDM berkualitas.
Proses seleksi staf atau manajer Nokia Mobile Phones Indonesia diserahkan kepada konsultan
rekrutmen khusus. Biasanya kandidat diwawancarai oleh konsultan rekrutmen dan
dilanjutkan dengan wawancara oleh pimpinan Nokia Mobile Phones Indonesia. Untuk posisi
manajer, bahkan kandidat yang telah diwawancarai di Indonesia harus diwawancarai lagi oleh
pimpinan Nokia Asia Pasifik. Tak jarang, jumlah kandidat yang harus diwawancarai di
Singapura lebih dari satu orang.
Karena setiap kandidat pimpinan harus diwawancarai di Singapura, maka pihak HR
juga sangat ketat menyeleksi kandidat untuk dikirim ke Singapura. Hal ini dimaksudkan agar
tidak memalukan. Biasanya, jumlah kandidat yang diwawancarai untuk setiap posisi cukup
banyak. Bahkan ada yang sampai 10 kandidat. Selanjutnya, karyawan atau manajer itu
dikembangkan melalui serangkaian program training dan pengembangan, terutama
disediakan oleh Nokia Global. Nokia memang sangat banyak memberikan program pelatihan
kepada karyawannya sejalan dengan prinsip Nokia is investing in people. Training untuk
setiap staf bisa 2-3 kali setahun. Beberapa staf dikirim pula untuk on the job training dengan
tujuan membiasakan mereka mengambil keputusan di lapangan. Di samping itu, staf bisa juga
mengikuti seminar terkait.
Dalam pengembangan SDM, Nokia menganut sejumlah prinsip yang tercermin
dengan kata-kata berikut: continous learning, freedom to develop yourself, support each
others growth, learn from your world class colleagues. Semuanya ini menunjukkan bahwa
pengembangan kualitas SDM menjadi prioritas utama Nokia, baik melalui training maupun
dengan belajar dari kolega-kolega terbaik dari berbagai negara. Pentingnya kepemimpinan
mendorong Nokia untuk mengutamakan training di bidang management andleadership skill.
Kebutuhan training untuk subjek ini semakin meningkat sejalan dengan globalisasi bisnis
Nokia dan tingginya kompetesi. Rangkaian training Nokia terutama ditujukan untuk
menanamkan nilai-nilai yang dianut perusahaan dari Finlandia itu, yaitucustomer satisfaction,
respect, achievement, dan renewal. Setiap orang di Nokia harus menempatkan nilai-nilai itu
sebagai panutan dalam bekerja.
Yang menarik, Nokia termasuk satu dari sedikit perusahaan kelas dunia yang bersifat
terbuka, tidak birokratis, dan memberi peluang karyawan di berbagai negara untuk maju dan
berkontribusi. Misalnya disebutkan, manajer atau atasan selalu bisa ditemui untuk
berdiskusi. Karyawan juga diperbolehkan memberikan tantangan kepada mereka tidak
selamanya hanya atasan yang memberikan tantangan kepada bawahan. Para karyawan di
seluruh dunia diminta pula untuk berbagi ide tanpa mengenal batas negara atau jabatan.
Jangan khawatir, pendapat karyawan pasti didengar. Bahkan, pendapat tersebut bisa
diwujudkan langsung berupa aksi selama hal itu memang baik dan diperlukan
perusahaan. Your opinions result in action, begitu janji manajemen Nokia.
Qrganisasi Nokia di Indonesia terdiri dari Nokia Mobile Phones Indonesia dan Nokia
Networks Indonesia. Keduanya berkantor di gedung yang sama di Jakarta. Nokia Networks
bergerak dalam penyediaan jaringan dan sistem telekomunikasi. Karyawan kedua unit bisnis
ini berbeda, namun berdasarkan kebutuhan bisa saja beberapa staf Nokia Mobile Phones
Indonesia diperbantukan di Nokia Networks. Uniknya, kedua unit ini hanya memiliki seorang
manajer HR yang berkantor di Nokia Networks. Hal ini tidak menjadi hambatan dalam
pengelolaan SDM Nokia Indonesia karena organisasi yang tidak terlalu besar dan sistem yang
mapan. Organisasi Nokia Mobile Phones Indonesia hanya terdiri dari 25 orang, sebagian
merupakan jajaran pimpinan (setingkat manajer ke atas). Dengan komposisi personil seperti
itu, maka struktur organisasi Nokia Mobile phones Indonesia berbentuk horizontal (flat) dan
matriks.
C. BENCHMARKING
Benchmarking adalah suatu proses yang biasa digunakan dalam manajemen atau
umumnya manajemen strategis, dimana suatu unit/bagian/organisasi mengukur dan
membandingkan kinerjanya terhadap aktivitas atau kegiatan serupa unit/bagian/organisasi
lain yang sejenis baik secara internal maupun eksternal. Dari hasil benchmarking, suatu
organisasi dapat memperoleh gambaran dalam (insight) mengenai kondisi kinerja organisasi
sehingga dapat mengadopsi best practice untuk meraih sasaran yang diinginkan. Kegiatan
benchmarking tidaklah harus peristiwa yang dilakukan satu kali waktu, namun bisa juga
merupakan kegiatan berkesinambungan sehingga organisasi dapat memperoleh manfaat
dalam meraih praktek aktifitas organisasi yang terbaik untuk mereka.
Dalam perusahaan Nokia benchmarking ini dilakukan guna meningkatkan kualitas
pada produk baru yang ditinjau dari kualitas produk sebelumnya serta pendapat konsumen
mengenai produk tersebut. Dengan adanya benchmark Nokia dapat membuat produk baru
dengan berbagai fitur yang yang lebih menarik dari pada produk sebelumnya.
Contohnya adalah diluncurkannya ponsel E75 yang merupakan benchmark dari E90
communicator. Keunggulan kedua ponsel ini adalah memberikan kemudahan bagi konsumen
untuk membaca dan menerima e-mail. Perusahaan Nokia menciptakan ponsel yang memiliki
kegunaan sama namun memiliki fitur yang lebih baik. Hal ini dimaksudkan untuk
meningkatkan kualitas produk.
Contoh lainnya adalah munculnya Nokia 6120 Classic yang menyaingi N73 dan
N70. Nokia 6120 classic merupakan produk baru yang berada di segmen harga yang nyaris
sama dengan Nokia N70 yang telah ada semenjak 3 tahun yang lalu. Oleh karena itu secara
teknologi Nokia 6120c tentu jauh lebih unggul. Bahkan Nokia N73 yang muncul setelah N70
juga masih kalah canggih dibanding 6120c, padahal harga N73 hingga saat ini masih jauh
lebih mahal dibanding 6120c. 4 keunggulan utama yang dimiliki Nokia 6120c yang bahkan
tidak dimiliki oleh Nokia N73 yang harganya lebih mahal adalah Koneksi internet HSDPA
(3.5G), Prosesor yang lebih cepat, Versi operating sistem yang baru, Design slim dan ringan.
D. KONSEP TAGUCHI
Metode ini merupakan metodologi baru dalam bidang teknik yang bertujuan untuk
memperbaiki kualitas produk dan proses serta dalam dapat menekan biaya
dan resources seminimal mungkin. Sasaran metode Taguchi adalah menjadikan
produk robust terhadapnoise, karena itu sering disebut sebagai Robust Design. Definisi
kualitas menurut Taguchi adalah kerugian yang diterima oleh masyarakat sejak produk
tersebut dikirimkan. Filosofi Taguchi terhadap kualitas terdiri dari tiga buah konsep, yaitu:
1. Kualitas harus didesain ke dalam produk dan bukan sekedar memeriksanya.
2. Kualitas terbaik dicapai dengan meminimumkan deviasi dari target.
3. Produk harus didesain sehingga robust terhadap faktor lingkungan yang tidak dapat
dikontrol.
4. Biaya kualitas harus diukur sebagai fungsi deviasi dari standar tertentu dan kerugian harus
diukur pada seluruh sistem.
Metode Taguchi merupakan off-line quality control artinya pengendalian kualitas
yang preventif, sebagai desain produk atau proses sebelum sampai pada produksi di
tingkat shop floor. Off-line quality control dilakukan dilakukan pada saat awal dalam life
cycle product yaitu perbaikan pada awal untuk menghasilkan produk (to get right first time).
Kontribusi Taguchi pada kualitas salah satunya adalah Loss Function. Merupakan fungsi
kerugian yang ditanggung oleh masyarakat (produsen dan konsumen) akibat kualitas yang
dihasilkan. Bagi produsen yaitu dengan timbulnya biaya kualitas sedangkan bagi konsumen
adalah adanya ketidakpuasan atau kecewa atas produk yang dibeli atau dikonsumsi karena
kualitas yang jelek.
Nokia pernah mengalami loss function. Contohnya pada kasus penarikan sekitar 46
juta baterai oleh Nokia. Saat diisi ulang, baterai seri BL-5C yang diproduksi oleh Matsushita
baterai industrial Co. Ltd mulai periode desember 2005 sampai november 2006 beresiko
mengalami hubungan pendek. Akibatnya masyarakat merasa kecewa dan tidak puas atas
barang yang dibelinya sehingga menimbulkan berkurangnya kepercayaan terhadap produk
Nokia. Selain itu konsumen harus meluangkan lebih banyak waktu dan biaya lain-lain untuk
penggantian produk tersebut, sehingga konsumen jelas lebih dirugikan.
Nokia dapat mengatasi kerugian yang diakibatkan masalah tersebut. Setelah pihak
asuransi mendapatkan claim dari NOKIA, mereka (pihak asuransi) akan memberikan
penggantian uang atas total penggantian produk baterai BL-5C ini. Dengan demikian
perusahaan NOKIA terbebas dari kerugian yang menimpa dirinya.
Sedangkan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, Nokia melakukan hal-hal
berikut,
1. Memberikan garansi kepada produk tersebut.
2. Mengadakan evaluasi dan perbaikan terus menerus
3. Menjaga relasi antara pemasok dan pelanggan, seperti Perusahaan harus mengerti apa yang
diinginkan konsumen.
Proses desain dan proses produksi
1. SURVEY
Biasanya tim vendor akan melihat pasar dan melakukan survey. Mereka tidak segan untuk
beli handphone pesaing dan kemudian dibongkar untuk diliat isinya serta teknologinya.
Apalagi kalo pesaing mengeluarkan handset baru yang teknologinya canggih. Nah, setelah
mendapat masukan dari tim marketing maka tim desain akan menyesuaikan dengan
kebutuhan dan trend yang ada.
2. IDE
Setelah tim desain menemukan ide dan konsep, maka mereka segera merancang bentuk
handset atau handphone serta pembalut/kulit lapisan handphone dan fitur pengiring. Selain itu
mereka juga menentukan tebal tipis yang sesuai dan ikon atau trade ponsel yang mau dibuat.
3. SKETSA
Segera setelah sketsa gambar selesai dibuat maka dibuatlah ponsel-ponselan alias dummy
alias mainan tapi ukuran sudah sesuai dengan aslinya.
4. PRESENTASI
Hasil dummy tadi dipresentasikan kepada tim manajemen dan diuji tingkat ergonomisnya
serta kesesuaian dengan pasar atau trend.Setelah itu jenis material/bahan pembuatan baru
ditentukan, begitu juga dengan warna yang sesuai akan ditentukan.
5. PRODUKSI
Lolos dari uji ergonomis maka proses produksi dimulai. Nah proses produksi ini yang
menarik. Vendor ponsel seperti Nokia, Motorola dan SE tidak membuat penuh semua
material atau bahan pembuatnya, jadi hanya chip-chip tertentu atau motherboard ponsel yang
mereka buat. Sebagian bahan ada yang dibuat di luar negeri untuk menghemat biaya, antara
lain Cina atau India. Mereka memesan produk bahan tertentu sesuai dengan syarat yang
mereka ajukan ke pabrik, istilahnya ODM (Original Design Manufacturer).
6. SPAREPART
Nah, untuk bagian yang sangat umum seperti baterai atau terkadang LCD mereka pesan
secara borongan dari pabrikan OEM (Original Equipment Manufacture).
7. ROBOT OTOMATIS
Proses produksi yang dilakukan sendiri oleh pabrik vendor dilakukan oleh robot. Hasilnya
pasti lebih rapi dan cepat. Hanya kalau sudah jadi ponsel baru merakitnya menggunakan
tenaga manusia, memasang segel dan casing plus packing atau memasukkan ke dus beserta
batre, handsfree, buku, CD dan kabel data atau fitur yang lain tergantung vendornya.
8. DISTRIBUSI
Setelah selesai maka bagian pemasaran akan menjual ke berbagai Negara alias diekspor
melalui distributor yang telah ditunjuk di masing-masing Negara.
8
2.5 PRODUKSI
Pada awal 1981, Nokia berhasil meluncurkan produk bernama Nordic Mobile Telephony
(NMT). NMT merupakan jaringan selular multinasional pertama di dunia. Karena itu,
sepanjang dekade 1980-an NMT diperkenalkan ke sejumlah negara dan mendapat sambutan
yang luar biasa.
Kemudian pada awal tahun 1990-an, Nokia sempat mengalami krisis, tetapi CEO yang baru,
Jorma Ollila, memutuskan untuk memfokuskan pada telepon seluler dan jaringan telepon.
Hasilnya, telepon GSM pertama kali di dunia muncul di Finlandia tahun 1991. Kemudian
pasar telepon seluler global mulai berkembang sangat cepat pada pertengahan 1990-an dan
produk Nokia menjadi yang nomor satu. Nokia memproduksi telepon genggam untuk seluruh
pasar dan protokol utama termasuk GSM, CDMA, and W-CDMA (UMTS).
Setiap produk Nokia memiliki standar kualitas yang tinggi dan telah teruji di laboratorium
mereka. Mungkin sobat akan merasa ngeri jika melihat bagaimana Nokia memperlakukan
produknya yaitu telepon sellular yang akan mereka jual. Nokia menghajar produknya di
laboratorium test mereka menggunakan sebuah mesin robot yang sangat canggih yang tidak
melakukan apa-apa selain menusuk ponsel Nokia untuk menguji ketahanan mereka. Nokia
menyebut mesin robot itu dengan Poking Machine. Lebih digunakan untuk menguji
ponsel terbaru sehingga diketahui sejauh mana kualitas produk mereka.
9
Test ketahanan keypad
10
BAB III
3.1 Simpulan
3.2 Saran
2. Membuat alat pemesanan yang dilakukan oleh pembeli secara langsung dan
pesanan pembeli akan muncul di layar di bagian timur
3. Membuat no telepon di tiap store agar lebih efesien.Para pembeli dapat mengetahui
no Nokia Corporation dengan melihat di website Nokia Corporation nya
4. Pesanan via online diberikan berbagai macam pilihan yaitu bisa pesan lalu diambil
secara drive thruw atau pesan dan dimakkan di tempat tersebut
11
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Nokia
https://8dananghyden8.wordpress.com/2011/07/11/analisis-swot-2/
http://iim-mulyani.blogspot.co.id/
http://fansuri6.blogspot.co.id/2011/03/total-quality-management-
nokia.html?m=1https://www.blogger.com/profile/12417709560033
12