Anda di halaman 1dari 2

HIPERTENSI

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP TanggalTerbit :
Halaman :

Tertanda Kepala Puskesmas


PUSKESMAS ARLINA PRIHHESTI,SKM
SAMBIREJO NIP. 196508201988012001

Pengertian Hipertensi adalah tekanan darah yang sama atau melebihi 140 mmHg
sistolik
Kriteria Diagnosis
Tekanan darah lebih atau sama dengan 160/95 mmHg

Tujuan Sebagai acuan tatalaksana penderita hipertensi

Kebijakan Dibawah tanggung jawab dan pengawasan dokter ahli penyakit dalam

Prosedur Diagnosis Diferensial


1. Hipertensi Esensial : (Primer tak jelas sebabnya) didapat lebih
dari 90% penderita.
2. Hipertensi Sekunder :
Penyakit ginjal : Stenosis arteri renalis, GN, PNK,
ginjal polikistik, nefropati
O.K obat : Ji\ontrasepsi, simpatomimetik
Endokrin : Feokromositom, hiperfungsi, adrenokortikal
Neurogenik
Lain-lain

Pemeriksaan Penunjang
Mencari komplikasi kardiovaskuler :
a. Fungsi ginjal : Ureum, kreatin, urinalisis/proteinuria
b. Kelainan jantung : Foto toraks, EKG
c. Kelainan vaskuler mata (retina)
Mencari faktor resiko kardiviovaskuler
a. Serum kolesterol, trigliserida
b. Gula darah

Perawatan RS : Rawat inap pada hipertensi berat gawat atau yang


mendesak atau dengan komplikasi

Terapi
a. Non Farmakologi : Untuk hipertensi berat ringan-sedang :
Rendah garam (< 3 gr/hari), penrunan berat badan
b. Obat :
Diuretik
HCT x 12,5-25 mg
indapamide 1 x 2,5 mg
Penghambar adrenergik :
Bekerja sentral :
Reserpine 1 x 0,05-0,25 mg
Penyekat alfa-1
Prazosin 2 x 1-8 mg, doxasin 1 x 1-5 mg
Penghambat ACE
Catopril 1-3 x 12,5 25 mg
Penghambat kalsium
Nifedipine 3 x 5-10 mg
c. Untuk Hipertensi Krisis, gawat atau darurat :
Nifedipin sub lingual 10 mg dapat diulang

Penyulit :
Perdarahan otak, ablasio/perdarahan retina, dekompensasi
kordis
Stroke, P.J. Koroner, gagal ginjal, buta

Lama perawatan :
Pada yang gawat 1 minggu

Unit Terkait Instalasi Rawat Jalan