Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

BISNIS INTERNASIONAL

Perdagangan Internasional dan Investasi Asing Langsung

Disusun Oleh :

Nuzulul Evita Rizki (150810301006)


Dinda Putri Wulansari (150810301022)
Safira Damayanti (150810301026)
Sherly Mardita Pratami Negara (150810301038)
Dizzy Asrinda Siswi Ramadhani (150810301043)

Kelas B

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS JEMBER

TAHUN 2017

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah Swt, yang telah memberikan kesehatan,
kekuatan, dan kesempatan bagi kami sehingga kami dapat menyusun makalah yang berjudul
Perdagangan Internasional dan Investasi Asing Langsung. Serta kami ucapkan terimakasih
kepada Bapak Ariwan Joko Nusbantoro, S.E, M.M. yang telah membimbing kami dari awal
penyusunan sampai terselesaikannya makalah ini. Dan tak lupa kami ucapkan terima kasih juga
kepada teman-teman serta seluruh pihak yang terlibat dalam pembuatan makalah ini.
Makalah ini berisi tentang penjelasan mengenai perdagangan internasional dan investasi
asing secar langsung dan memilih pasar-pasar baru untuk membuat hidup suatu perdagangan
internasional.
Kami menyadari masih banyak kekurangan pada makalah ini, dan kami harap kepada
dosen pembimbing dan kepada pembaca sekalian dapat memberikan kritik dan saran yang sifatnya
konstruktif, sehingga dapat menjadi pelajaran bagi kami, dan semoga dapat diperbaiki pada
kesempatan yang lain dan dalam makalah yang lain pula.
Semoga makalah ini berguna untuk menambah wawasan serta pengetahuan bagi para
pembaca dan kami selaku penyusun makalah ini mohon maaf apabila ada kesalahan dalam
penulisan makalah ini. Selanjutnya semoga kami bisa menyusun makalah di waktu lain dengan
lebih sempurna.

Jember, September 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................................. i


DAFTAR ISI ................................................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................................... 1
1.1. LATAR BELAKANG .................................................................................................... 1
1.2. RUMUSAN MASALAH ................................................................................................ 2
1.3. TUJUAN PENULISAN .................................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................................ 3
2.1. PERDAGANGAN INTERNASIONAL ......................................................................... 3
2.2. INVESTASI ASING....................................................................................................... 5
2.3. MENINGKATKAN KEUNTUNGAN DAN PENJUALAN ......................................... 8
2.4. BAGAIMANA MEMASUKI PASAR ASING? ............................................................ 13
2.5. STRATEGI MULTIDOMESTIK ATAU GLOBAL? .................................................... 13
BAB III PENUTUP .................................................................................................................... 15
3.1. KESIMPULAN ............................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................... 17

ii
BAB I

PEMBAHASAN

1.1 LATAR BELAKANG

Dalam konteks perekonomian suatu negara, salah satu wacana yang menonjol adalah
mengenai pertumbuhan ekonomi. Meskipun ada juga wacana lain mengenai pengangguran,
inflasi atau kenaikan harga barang-barang secara bersamaan, kemiskinan, pemerataan
pendapatan dan lain sebagainya. Pertumbuhan ekonomi menjadi penting dalam konteks
perekonomian suatu negara karena dapat menjadi salah satu ukuran dari pertumbuhan atau
pencapaian perekonomian bangsa tersebut, meskipun tidak bisa dinafikan ukuran-ukuran
yang lain. Wijono (2005) menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu
indikator kemajuan pembangunan.

Salah satu hal yang dapat dijadikan motor penggerak bagi pertumbuhan adalah
perdagangan internasional. Salvatore menyatakan bahwa perdagangan dapat menjadi mesin
bagi pertumbuhan (trade as engine of growth, Salvatore, 2004). Jika aktifitas perdagangan
internasional adalah ekspor dan impor, maka salah satu dari komponen tersebut atau kedua-
duanya dapat menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan. Tambunan (2005) menyatakan
pada awal tahun 1980-an Indonesia menetapkan kebijakan yang berupa export promotion.
Dengan demikian, kebijakan tersebut menjadikan ekspor sebagai motor penggerak bagi
pertumbuhan.

Ketika perdagangan internasional menjadi pokok bahasan, tentunya perpindahan modal


antar negara menjadi bagian yang penting juga untuk dipelajari. Sejalan dengan teori yang
dikemukakan oleh Vernon, perpindahan modal khususnya untuk investasi langsung, diawali
dengan adanya perdagangan internasional (Appleyard, 2004). Ketika terjadi perdagangan
internasional yang berupa ekspor dan impor, akan memunculkan kemungkinan untuk
memindahkan tempat produksi. Peningkatan ukuran pasar yang semakin besar yang ditandai
dengan peningkatan impor suatu jenis barang pada suatu negara, akan memunculkan
kemungkinan untuk memproduksi barang tersebut di negara importir. Kemungkinan itu
didasarkan dengan melihat perbandingan antara biaya produksi di negara eksportir ditambah
dengan biaya transportasi dengan biaya yang muncul jika barang tersebut diproduksi di
negara importir. Jika biaya produksi di negara eksportir ditambah biaya transportasi lebih

1
besar dari biaya produksi di negara importir, maka investor akan memindahkan lokasi
produksinya di negara importir (Appleyard, 2004).

1.2 RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan dari penulisan makalah ini sebagai
berikut:

a. Apakah yang dimaksud dengan perdagangan internasional dan bagaimana


pertumbuhan dari perdagangan internasional tersebut?
b. Apakah yang dimaksud dengan investasi asing serta bagaimanakah
penjelasannya?
c. Mengapa memasuki pasar asing?
d. Bagaimanakah memasuki pasar asing?
e. Manakah yang harus dipilih, strategi multidomestik atau global?

1.3 TUJUAN PENULISAN

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka tujuan dari penulisan makalah ini adalah
sebagai berikut :

a. Untuk dapat mengetahui yang dimaksud dengan perdagangan internasional serta


mengetahui pertumbuhan dari perdagangan internasional tersebut.
b. Untuk dapat mengetahui yang dimaksud dengan investasi asing serta
penjelasannya.
c. Untuk dapat mengetahui alasan-alasan dari memasuki pasar asing.
d. Untuk dapat mengetahui langkah-langkah dari memasuki pasar asing.
e. Untuk dapat mengetahui yang cocok dipilih antara strategi multidomestik atau
global.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Perdagangan internasional adalah perdaganganyang dilakukan oleh penduduk suatu


negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama.

Volume Perdagangan

Pada tahun 1990, volume perdagangan internasional dalam barang dan jasa diukur
dengan nilai dolar yang nilainya melampaui $4 triliun. Tujuh tahun kemudian, volume
perdagangan internasional dalam barang dan jasa nilainya melampaui $17 triliun. Pada tahun
2007, nilai perdagangan internasional dalam barang dan jasa melampaui $17,2 triliun. Ekspor
barang, pada nilai $13,9 triliun, hampir tujuh kali daripada tahun 1980. Ekspor jasa hanya
$3,3 triliun di tahun 2007, tetapi laju pertumbuhannya menjadi lebih cepat dari ekspor
barang. Eksportir dan importir barang terbesar umumnya adalah negara negara maju,
walaupun negara ekonomi seperti Cina, Meksiko, dan Malaysia juga berada diantara 20 yang
terbesar.

Arah Perdagangan

Negara negara maju cenderung berdagang dengan negara negara maju, dengan
perdagangan seperti itu terhitung lebih dari 70 persen dari total perdagangan dan perhitungan
untuk mayoritas ekspor di seluruh dunia. Lebih dari setengah ekspor dari negara negara maju
juga pergi ke negara negara maju, walaupun proporsi ini telah mulai berkurang selama 35
tahun terakhir. Munculnya perjanjian perdagangan regional, juga faktor lain, mengubah
volume dan arah perdagangan dunia dalam barang dan jasa. Lebih dari 70 persen
perdagangan dunia saat ini terjadi antara anggota perjanjian perdagangan internasional.

Tampaknya ekporsir Amerika telah melakukan penetrasi besar di pasar-pasar negara


berkembang yang sebaliknya menjual lebih banyak ke Amerika Serikat. Hal ini disebabkan
oleh peningkatan kemampuan mengekspor barang-barang manufaktur dan pertumbuhan
perdagangan antarperusahaan antarafiliasi perusahaan internasional. Kenyataan bahwa para
anggota kelompok perdagangan semakin banyak menjual kepada satu sama lain adalah

3
perkembangan yang akan mempengaruhi pilihan-pilihan lokasi perusahaan internasional
untuk pabrik-pabrik mereka dan operasi lainnya.

PARTNER PERDAGANGAN UTAMA:

Relevansinya Untuk Para Manajer

Sebuah analisis mengenai partner perdagangan utama baik yang di dalam maupun di luar
negeri merupakan sebuah hal yang penting. Dengan memusatkan perhatian pada partner

1. Iklim bisnis dalam negera yang menjadi tujuan impor relatif menguntungkan.
2. Peraturan ekspor-impor tidak dapat tidak diatasi.
3. Seharusnya tidak ada keberatan kultur yang kuat dalam membeli barang-barang
negara tersebut.
4. Fasilitas transportasi yang baik sudah dibangun.
5. Lembaga yang menjadi saluran impor (baik pedagang, bank, ataupun pialang bea
cukai) berpengalaman dalam menangani pengangkutan impor dari area eksportir.
6. Valuta asing untuk membayar ekspor tersedia.
7. Pemerintah dari partner perdagangan mungkin menerapkan tekanan pada importir
untuk membeli dari negara-negara yang merupakan pelangga baik bagi ekspor negara
tersebut.
8. Kita telah melihat usaha pemerintah Jepang, Korea, dan Taiwan menyakinkan
warganya untuk membeli lebih banyakbarang-barang Amerika. Mereka juga telah
meyampaikan misi untuk melakukan pembelian ke Amerika Serikat.

Data dari sebuah riset mengindikasikan bahwa Amerika Serikat menmpuyai banyak
partner perdagangan utama. Berdasarkan data tersebut Meksiko dan Kanada adalah partner
perdangan utama karena mereka membagi perbatasan yang sama dengan Amerika Serikat.
Dengan biaya pengangkutan yang lebih rendah, waktu pengiriman yang lebih singkat, dan
koneksi antara pembeli dan penjual lebih mudah dan tidak mahal. Selain itu ketiga negara
tergabung dalam North American Free Trade Agreement membantu memastikan bahwa
kepentingan bersama dari ketiga negara akan tetap kuat.

4
2.2. INVESTASI ASING

Investasi asing terdiri atas dua komponen, yaitu investasi portofolio dan investasi
langsung. Investasi portofolio adalah pembelian saham dan obligasi yang semata-mata untuk
tujuan mendapat laba atas invetasi dana. Investasi langsung adalah dimana investor
berpartisipasi dalam manajemen perusahaan selain menerima pengembalian pada uang
mereka. Lambat laun perbedaan antara kedua komponen diatas semakin pudar khususnya
dengan pertumbuhan ukuran dan jumlah merger, akuisisi, dan aliansi internasional.
Contohnya, ketika investor asing berinvestasi di dalam perusahaan domestik umumnya
dianggap sebagai investasi langsung saat rasio kewajaran partisipasi investor adalah 10% atau
lebih. Sebaliknya, transaksi yang tidak mengakibatkan investor asing mendapatkan
setidaknya 10% dari kepemilikan saham diklasifikasikan sebagai investasi portofolio. Dengan
meningkatnya kiprah globalisasi bisnis, tidaklah umum bagi perusahaan untuk membentuk
strategi hubungan dengan perusahaan dari negara lain dalam rangka menggabungkan sumber
daya (seperti manufaktur, pemasaran dan teknologi, serta keterampilan lainnya) selama
menjaga kewajaran partisipasimereka dibawah 10%. Pembiayaan dari kapitalis ventura asing
juga cenderung diperlakukansebagai invetasi portofolio, walaupun para investor ini sering
kali terlibat secara aktif dalam target operasional perusahaan.

Investasi Portofolio

Meskipun para investor tidak turut serta secara langsung dalam kegiatan perusahaan,
namun secara tidak langsung ia mempengaruhi pengiinvestasian sejumlah besar saham dan
obligasi dari negara lain. Contohnya, dari Departement of Commerce meunjukkan bahwa
orang yang bertempat tinggal di Amerika Serikat memiliki saham dan obligasi Amerika
selain jaminan kas Amerika.

Investasi Asing Langsung

1. Saham yang beredar FDI

Nilai buku dari saham yang beredar yang merupakan investasi langsung di
seluruh dunia hampir sebesar $12,5 triliun pada akhir tahun 2006.individual dan
perusahaan-perusahaan dari Amerika Serikat memiliki $2,4 miliar yang
diinvestasikan di luar negeri, yang merupakan 1,6 kali lipat FDI dari investasi terbesar
selanjutnya, inggris 2,2 kali lipat dari investor terbesar ketiga, Prancis.

5
Perkembangan penting pada level FDI di seluruh dunia disebut sebagai
jaringan bumbu. Kemunculan jaringan bumbu berasal dari keluarga etnis Cina yang
berbasis di luar Cina. Etnis Cina menjadi investor lintas negara terbesar di Malaysia,
Thailand, Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Hongkong. Negara-negara ini menjadi
sumber utama dari modal investasi yang mengalir ke daratan Cina. Selain itu juga
terdapat kemunculan penting lainnya berupa kekayaan negara, yang merupakan dana
investasi yang dimiliki negara tertama dari negara-negara dari komoditas ekspor besar
(seperti, minyak bumi) dan surplus perdagangan.

2. Arus Keluar Tahunan FDI


Arus keluar tahunan FDI yaitu jumlah yang diinvetasikan ke negara lainsetiap
tahuannya sempat mencapai kesusksesan historis pada tahun 2000 sebesar $1.201
miliar. Namun dibalik itu semua terjadi kemunduran pada akhir tahun 2000 sehingga
menghasilkan kemerosotan selanjunya di seluruh tigkatan FDI tahunan. Menjelang
tahun 2002 sebesar $647 miliar, hanya sekitar 54% dari data tahun 2000 tetapi tetap
mejadi lima besar level tahunan FDI pada titik sejarah itu. Arus keluar kemudian
meningkat mencapai $1.216 miliar menjelang tahun 2006.

Tingkat dan Arah FDI

Walaupun tidak mungkin untuk membuat sebuah penentuan akuratdari nilai


investasi asing saat ini, kita mendapat gagasan dari tingkat danjumlah investasi seperti ini dan
dari tempat-tempat di mana mereka dilakukan. Ini adalah ragam informasi yang menarik para
manajer dan pemimpin pemerintahan. Itu sejalan dengan apa yang dicari dalam analisis
perdagangan internasional. Jika sebuah negara terus menerima jumlah cukup besar dari
investasi asing, iklim investasinya pastinya menguntungkan. Ini berarti bahwa kekuatan
politik dari investasi asing cukup menarik dan bahwa kesempatan untuk mendapatkan
keuntungan lebih besar dari manapun juga. Alasan lain adanya investasi, sudah pasti;
meskipun demikian, jika faktor sebelumnya tidak ada, investasi asing tidak akan ada.

Apakah Perdagangan Menuntun pada FDI?

Lingkungan usaha baru dengan hambatan perdagangan yang semakin kurang dari
pemerintah, telah meningkatkan persaingan dari perusahaan-perusahaan yang sedang
mendunia serta produksi baru dan teknologi komunikasi menyebabkan banyak perusahaan
internasional menyebarkan kegiatan sistem produksi mereka ke lokasi-lokasi yang dekat

6
dengan sumber-sumber yang tersedia. Mereka kemudian akan memadukan keseluruhan
proses produksi baik secara regional maupun global. Akibatnya, keputusan dagang,
menggambarkan dengan persis bagaimana eratnya antara FDI dan perdagangan.

Investasi Asing Langsung Amerika Serikat di Luar Negeri

Amerika Serikat sejauh ini adalah investor asing terbesar ( 19% total saham
terkemuka adalah dari saham keluar FDI pada tahun 2006 ), dan perusahaan-perusahaan
Amerika telah menginvestasikan lebih banyak di negara-negara maju (kira-kira 70% dari
total) daripada yang mereka miliki di negara-negara berkembang. Selama dua dasawarsa
daritahun 1985 sampai tahun 2006, proporsi dari total investasi Amerika Serikat yang pergi
ke Eropa naik sampai 14% (dari 46 menjadi 52%). Pada tahun 2006, Inggris (15%) dan
Belanda (9%) mewakili penerima terbesar dari FDIAmerika Serikat diantara negara-negara
Eropa, proporsi Amerika Latin atas FDI Amerika naik hingga lebih dari 30%, dari 12% pada
tahun 1985 menjadi 17% pada tahun 2006. Proporsi FDI Amerika di Asia dan Pasifk
meningkat menjadi 20% selama waktu itu, dari 15 ke 18%. Walaupun perusahaan, Amerika
memiliki lebih banyak FDI yang diinvestasikan di Afrika dan Timur Tengah pada tahun 2006
daripada tahun 1985, kombinasi persentase dari kedua daerah atas total FDI Amerika Serikat
di luar negeri hanyalah 2% pada tahun 2006.

Jepang memberikan perbedaan yang menarik dari Amerika Serikat dalam hal
pengalaman FDI terkini. Selama awal dan pertengahan tahun 1990-an, fokus arus keluar FDI
Jepang berpindah dari negara-negara maju (turun dari 83% pada tahun 1989-1991 menjadi
58% pada tahun 1994-1995) menuju Asia Tenggara (naik dari 17 menjadi 42%). Meskipun
demikian, tingkat FDI Jepang yang menuju lokasi-lokasi Asia banyak menurun pada akhir
dasawarsa, jatuh dari 22,6% pada tahun 1997 menjadi 16% pada tahun 1998 dan 12,2% pada
tahun 2000, sebelum naik lagi mencapai kira-kira 35 % pada tahun 2004. Proporsi FDI
Jepang yang pergi ke Amerika Serikat dan Eropa hampir 50% pada tahun 2004, penurunan
signifikan lebih dari 71% di tahun 2000 dan 63% pada tahun 1995.

Investasi Asing Langsung di Amerika Serikat

Investasi asing langsung di AS naik dengan cepat dari AS$185 MILIYAR pada
tahun 1985 menjadi AS$1321 miliyar pada tahun 2001. Ini merupakan suatu peningkatan
tahunan sebesar lebih dari 13%. Lebih dari 80% saham total yang dimiliki oleh perusahaan
atau individu dari hanya tujuh negara, diantaranya adalah :

7
1 Inggris (16,5%)
2 Jepang (12%)
3 Belanda (12%)
4 Jerman (11,6%)
5 Prancis (11,1%)
6 Swiss (9,5%)
7 Kanada (8,3%)

Proporsi investasi asing yang dimiliki oleh Eropa juga mengalami peningkatan dari
65,5% pada tahun 1985 menjadi 71,7& tahun 2001. Bagian yang dimiliki oleh orang Amerika
Latin telah merosok dengan lebih dari 50%, dari 9,1% pada tahun 1085 menjadi 4,5% tahun
2001.

Mengakuisisi Perusahaan yang telah Berjalan dengan Baik atau Membangun yang
Baru?
Dari catatan investasi di Amerika Serikat, perusahaan-perusahaan asing jauh lebih
banyak yang memilih untuk mengakuisisi perusahaan yang telah berjalan daripada
membangun yang baru. Beberapa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan adalah sebagai
berikut :
1. Restrukturisasi perusahaan di AS menyebabkan manajemen menggunakan pasar
bisnis atau aset lain baik yang tidak memenuhi standar keuntungan perusahaan
maupun yang dianggap tidak berhubungan dengan bisnis utama perusahaan.
2. Perusahaan-perusahaan luar negeri ingin memperoleh akses yang cepat di negara ini
untuk teknologi maju, terutama dalam bidang komputer dan komunikasi.
3. Manajemen perusahaan asing merasa bahwa memasuki pasar AS yang besar dan
makmur akan lebih berhasil daripada menghabiskan waktu dan uang untuk
mempromosikan sesuatu yang baru dan belum dikenal.
4. Tekanan persaingan internasional yang meningkat, termasuk peningkatan skala
ekonomi yang lebih baik, telah membawa restrukturisasi dan konsolidasi di banyak
industri, dan akuisisi berbagai perusahaan di pasar-pasar besar seperti Amerika
Serikat yang telah menjadi produk dari kecenderungan industri.

2.3. MENINGKATKAN KEUNTUNGAN DAN PENJUALAN

Memasuki Pasar Baru

8
Para manajer senantiasa berada dibawah tekanan untuk meningkatkan penjualan dan
laba perusahaan, dan ketika mereka menghadapi pasar yang memiliki pangsa pasar yang
cukup baik dan mungkin sudah jenuh dinegaranya sendiri, mereka mulai mencari pasar-pasar
baru diluar negara mereka. Mereka menemukan bahwa:
1. Pasar dengan PDB perkapita dan peryumbuhan penduduk yang meningkat
tampaknya merupakan kandidat potensial untuk operasi mereka.
2. Perekonomian beberapa negara dimana mereka tidak melakukan bisnis sedang
tumbuh dengan tingkat yang relative lebih cepat daripada perekonomian pasar
mereka sendiri.

Kreasi Pasar Baru


Meskipun setiap orang melihat PDB perkapita sebagai dasar untuk membuat
perbandingan perekonomian bangsa-bangsa, sangat diperlukan kehati-hatian agar tidak
menarik kesimpulan yang keliru. Alasan pertama, karena sistem statistic dibanyak negara-
negara berkembang tidak cukup baik keandalan data yang diberikan dipertanyakan. Kedua,
untuk sampai pada basis yang sama dalam dolar Amerika, Bank dunia, dan lembaga-lembaga
internasional lainnya mengkonversi mata uang local kedalam dolar. Akhirnya harus diingat
bahwa PDB per kapita adalah semata-mata rata-rata aritmatik yang diperoleh dengan
membagi PDB dengan jumlah penduduk. Akan tetapi suatu negara dengan PDB yang lebih
rendah namun dengan distribusi yang lebih merata, mungkin merupakan pasar yang lebih
disukai.

Pengaturan Perdagangan Istimewa


Fakta bahwa kebanyakan negara yang mengalami pertumbuhan penduduk dan PDB
perkapita tidak selalu berarti mereka telah memperoleh ukuran yang cukup untuk menjamin
investasi oleh perusahaan internasional baik dalam sebuah organisasi untuk memasarkan
ekspor dari negara asal maupun dlaam sebuah pabrik pemanufakturan local. Untuk banyak
produk, sejumlah negara masih kekurangan pasar potensial yang cukup, akan tetapi ketika
negara-negara demikian telah membuat semacam pengaturan perdagangan preferensial
seperti uni eropa hasilnya adalah pasar yang lebih besar, akibatnya perusahaan-perusahaan
seringkali melewati tahap-tahap awal berupa langkah ekspor dengan memasuki pasar awal
melalui fasilitas-fasilitas pemnufakturan lokal.
Pasar-pasar yang Tumbuh Lebih Cepat

9
Tidak hanya pasar luar negeri yang baru sedang muncul, tetapi banyak dinataranya
yang tumbuh dengan tingkat yang lebih cepat daripada pasar negar AS. Perusahaan yang
sedang mencari pasar yang cukup besar untuk mendukung produksi peralatan atau mesin-
mesin mereka akan tertarik oleh ukuran penduduk, pertumbuhan dan kemakmuran Jepang
dan Spanyol.
Kemajuan Komunikasi
Faktor ini dapat dianggap suatu alasan pendukung bagi pembukaan pasar-pasar baru
diluar negeri, karena jelas kemampuan berkomunikasi secara cepat dan lebih murah dengan
para pelanggan dan bawahan melalui surat elektronik dan konferensi video,tentunya memberi
manajer kepercayaan akan kemampuan mengontrol operasi-operasi luar negeri. Kemajuan di
dalam komunikasi berbasis computer memungkinkan integrasi secara virtual yang
memungkinkan perusahaan-perusahaan menjadi lebih terpisah-pisah secara fisik begitu
manajemen menjelajahi dunia untuk mencari bahan mentah yang berbiaya rendah.

Mendapatkan Keuntungan yang Lebih Besar


Laba yang lebih besar dapat diperoleh dengan meningkatkan penerimaan total atau
menurunkan harga pokok penjualan, sering kali perusahaan dapat melakukan keduanya.
Pendapatan yang lebih besar
Jika terdapat sedikit pesaing perusahaan mungkin dapat memperoleh harga yang lebih
baik untuk barang-barang atau jasa-jasanya. Semakin banyak perusahaan memperoleh
penerimaan dengan memperkenankan produk-produk secara serempak dipasar-pasar luar
negeri dan pasar-pasar domestik mereka.
Harga Pokok Penjualan yang lebih rendah
Membuka pasar luar negeri baik melalui ekspor atau dengan memproduksi diluar negeri
seringkali dapat menurunkan harga pokok penjualan, faktor lain yang secara positif dapat
mempengaruhi harga pokok penjualan adalah insentif yang ditawarkan beberapa pemerintah
untuk menarik investasi baru, termasuk didalamnya:
1. Pembebasan bea cukai, pajak, dan pak pertambahan nilai (PPN) untuk mesin dan alat-
alat yang diimpor.
2. Tunjangan investasi 20 sampai 70 persen dari total investasi tetap.
3. Investasi bersubsidi untuk proyek penelitian, pengembangan dan investasi
lingkungan.
4. Pembebasan pajak bangunan dan kontruksi.

10
5. Alokasi lahan publik untuk kegiatan operasional perusahaan di daerah prioritas
pembangunan dan daerah industri.
6. Pembebasan pajak perusahaan.
7. Insentif ekspor
Tingginya Keuntungan Luar Negeri sebagai Motif Investasi
Tidak ada keraguan bahwa laba yang lebih besar pada investasi diluar negeri
merupakan dorongan yang kuat untuk membuka pasar luar negeri pada tahun 1970-an dan
1980-an.
Uji Pasar
Kadang kala sebuah perusahaan internasional akan melakukan percobaan pasar atas
suatu produk dilokasi luar negeri yang bagi perusahaan kurang penting bila dibandingkan
dengan pasar dalam negeri dan pasar-pasar luar negeri utamanya. Hal ini memeberikan
peluang untuk melakukan perubahan-perubahan bila perlu terhadap bagian mana saja dari
bauran pemasaran atau menghentikan seluruh usaha apabila percobaan itu menunjukkan hal
itu harus dilakukan
MELINDUNGI PASAR, KEUNTUNGAN DAN PENJUALAN

1. Melindungi Pasar Domestik


Mengikuti konsumen luar negeri, mendirikan keegiatan operasional asing dipasar
dimana tujuan utama adalah untuk mencegah pesaing memperoleh akses.
2. Menyerang Pasar Dalam Negeri Pesaing
Perusahaan membuat kegiatan operasional di negara pesaing utama dengan ide
untuk membuat pesaing sibuk, sehingga memiliki lebih sedikit energi untuk bersaing di
negara asal perusahaan.
3. Menggunakan Prouk Asing untuk Menurunkan Harga
Manajemen akan memutuskan untuk memproduksi komponen tertentu diluar
negeri dan merakitnya di dalam negeri, atau jika memerlukan tenaga kerja yang besar
dalam perakitan akhir, maka komponenennya akan dikirim ke luar negeri. Banyak negara
berkembang yang menawarkan zona pemrosesan ekspor. Zona pemrosesan ekspor
merupakan daerah yang ditunjuk pemerintah dimana tenaga kerja diizinkan untuk
mengimpor suku cadang dan bahan baku tanpa membayar bea impor, selama item yang
diimpor ini kemudian diekspor ketika selesai diproses atau dirakit. Di AS dan Meksiko,
untuk menggunakan produksi asing untuk mengurangi biaya yang melibatkan pabrik
diperbatasan atau sering disebut maquiladora, yang merupakan fasilitas produksi di

11
Meksiko yang secara berkala mengimpor bahan mentah, komponen dan bagian-bagian
bebas bea untuk diproses manufaktur atau dirakit dengan tenaga kerja lokal yang lebih
murah, yang sesudahnya produk yang sudah selesai atau setengah selesai diekspor.
4. Melindungi Pasar Asing
Mengganti metode untuk pergi ke luar negeri dari ekspor menjadi produksi di luar
negeri kadang-kadang diperlukan untuk melindungi pasar asing. Manajemen perusahaan
yang memasok pasar menguntungkan di luar negeri dengan ekspor mulai mungkin
memerhatikan beberapa tanda yang tidak menyenangkan bahwa pasar ini terancam,
dikarenakan hal-hal berikut:
Kurangnya valuta asing, adanya penundaan pembayaran oleh importir. Para
importir mungkin memiliki banyak mata uang lokal tetapi mungkin
menghadapi penundaan dalam membeli valuta asingdari bank sentral
pemerintah.
Produksi lokal oleh pesaing, sebuah perusahaan yang bersaing bergerak untuk
membangun pabrik di pasar, manajemen harus memutuskan dengan cepat
mengikutinya atau berisiko kehilangan pasar selamanya. Para manajer harus
mengetahui bahwa banyak pemerintah, khususnya di negara-negara
berkembang, tidak hanya akan melarang impor selanjutnya ketika produk
tersebut diproduksi dinegara, tetapi juga akan memperbolehkan dua atau tiga
perusahaan lain masuk untuk menjaga pasar yang memadai bagi perusahaan-
perusahaan lokal.
Pasar-pasar hilir, banyak negara anggota OPEC yang telah berinvestasi dalam
memperbaiki dan memuaskan outlet, seperti SPBU dan distribusi pemanas
minyak, untuk menjamin pasar bagi minyak mentah mereka dengan harga
yang lebihmengunungkan.
Proteksionisme, ketika sebuah pemerintahan melihat bahwa industri lokal
terancam oleh impor, maka mungkin akan mendirikan rintangan impor unuk
menghentikan atau menguranginya dan juga membuat ancaman yang dapat
mendorong eksportir berinvestasi dalam fasilitas produksi di negara impor.
5. Jaminan Pasokan Bahan Mentah
Negara maju cenderung memiliki pasokan bahan mentah dosmestik yang sedikit,
untuk memastikan pasokan berkelanjutan, para produsen di negara-negara maju terpaksa
berinvestasi terutama di negara-negara berkembang, dimana sebagaian besar endapan
bahan mentah baru ditemukan.

12
6. Memperoleh Pengetahuan Teknologi dan Manajemen
Sebuah alasan perusahaan-perusahaan asing berinvestasi, misal di Amerika Serika
adalah akuisisi pengetahuan teknologi dan manajemen.
7. Diversifikasi Geografis
Banyak perusahaan memilih diversifikasi geografis sebagai alat untuk
mempertahankan penjualan yang stabil dan pendapatan ketika ekonomi domestik atau
industrinya sedang mengalai kemerosotan.
8. Memuaskan Keinginan Manajemen untuk Ekspansi
Pertumbuhan cepat dapat membantu memenuhi keinginan manajemen untuk
ekspansi. Pemegang saham dan analisis keuangan juga mengharapkan perusahaan-
perusahaan untuk terus tumbuh dan perusahaan-perusahaan yang beroperasi hanya
dipasar domestik merasa bertambah sulit untuk menopang harapan tersebut. Aspek lain
dari alasan ini memotivasi manajer utama perusahaan untuk mulai mencari pasar luar
negeri.

2.4. BAGAIMANA MEMASUKI PASAR ASING?

Untuk bisa masuk ke pasar asing dapat melakukan 2 kegiatan yaitu melakukan kegiatan
ekspor ke pasar asing dan memproduksi produk di pasar asing juga.

2.5. STRATEGI MULTIDOMESTIK ATAU GLOBAL?

Banyak perusahaan global dan multidomestik yang memiliki banyak cabang


manufaktur di seluruh dunia yang memulai kegiatan operasionalnya dengan ekspor, jika hal
itu berhasil maka dilanjutkan dengan mendirikan perusahaan penjualan di luar negeri untuk
memasarkan ekspornya, lalu mengembangkan pasar dan mendirikan pabrik untuk merakit
bagian-bagian yang diimpor, akhirnya produk diproduksi secara lokal.

LINGKUNGAN DUNIA SEDANG BERUBAH

Sementara hubungan linier masih terus berlanjut, perubahan di lingkungan dunia yang
memengaruhi perdagangan dan investasi asing sedang berlangsung, yaitu :

a. Pemerintah umumnya telah meliberaliskan arus modal, teknologi, manusia dan


barang.
b. Kemajuan teknologi informasi memungkinkan manajer untuk mengarahkan kegiatan
perusahaan diberbagai bidang dalam jarak jauh.

13
Sebagai hasil, persaingan global meningkat, memaksa perusahaan berjuang untuk
produk dengan kualitas yag lebih baik dan harga lebih rendah. Untuk mengurangi harga,
harus memindah beberapa kegiatan produksi ke luar negara-negara dengan biaya rendah dan
melalui akuisis dan merger, telah meningkatkan ukuran perusahaan untuk mencapai skala
ekonomi. Meningkatnya penjualan dengan pasar baru juga akan menyediakan lebih banyak
skala ekonomi untuk sistem manufaktur, khususnya jika perusahaan menjual produk yang
sama diseluruh pasar. Hal ini membuktikan bahwa banyak kondisi, memaksa perusahaan
untuk memasuki pasar luar negeri.

TUJUH DIMENSI GLOBAL

Ada 7 dimensi yang diglobalisasi oleh manajemen, yaitu;

1. Produk
2. Pasar
3. Promosi
4. Dimana nilai ditambahkan ke dalam produk
5. Strategi kompetitif
6. Menggunakan personel non negara
7. Luasnya kepemilikan global dalam perusahaan.

Tantangan manajer perusahaan adalah mengukur sejauh mana perusahaan pergi dengan
masing-masing dimensi diatas.

14
BAB III

PENUTUPAN
3.1. Kesimpulan

Volume perdagangan internasional dalam barang dan jasa diukur dengan dolar terkini
melebihi $17 triliun pada tahun 2007. Ekspor barang, pada $13,9 triliun, hapir tujuh kali
daripada tahun 1980. Ekspor jasa hanya $3,3 triliun di tahun 2007, tetapi laju
pertumbuhannya sejak tahun 1980 menjadi lebih cepat daripada ekspor barang. Negara-
negara maju cenderung berdagang engan negara-negara maju, dengan perdagangan seperti itu
terhitung lebih dari 70 persen dari total perdagangan dan perhitungan untuk meyoritas ekspor
diseluruh dunia. Lebih dari setengah ekspor dari negara-negara maju juga pergi ke negara-
negara maju, walaupun proporsi ini telah mulai berkurang selama 35 tahun terakhir. Hasil
dari ekspor jasa juga juga mirip dengan yang terjadi pada ekspor barang. Munculnya
perjanjian perdagangan regional juga faktor lain, mengubah volume dan arah perdagangan
dunia da;a barang dan jasa. Lebih dari 70 persen perdagangan dunia saat ini terjadi antara
anggota perjanjian perdagangan regional.

Nilai buku investasi asing langsung hampir mencapai $12,5 triliun pada akhir tahun
2006. Amerika Serikat adalah sumber terget terbesar FDI, dengan total nilai investasi ternama
1,6 kali dari Inggris, investasi terbesar selanjutnya, dan 2,2 kali dari Prancis, investor terbesar
ketiga. Proporsi dari investasi asing langsung global yang disumbang oleh Aerika Serikat
elah berkurang, jatuh dari 36 persen pada tahun 1985 enjadi 19 persen pada tahun 2006,
sementara proporsi yang disumbang Uni Eropa telah naik menjadi 52 persen. Proporsi FDI
yang berasal dari negara berkembang juga mulai naik, mencapai 13 persen pada tahun 2006.
Secara tahunan, Amerika Serikat, adalah sumber arus FDI terbesar ditahun 2006, dengan
$217 miliar di arus keluar, lebih dari 189 persen dari sumber FDI terbesar kedua, Prancis.
Secara keseluruhan, hampir 66 persen investasi FDI tahunan mengalir ke negara-negara maju
pada tahun 2006, dengan mayoritas investasi yang terjadi dalam bentuk akuisisi dari
perusahaan yang telah ada. Pemimpin arus masuk FDI pada tingkat nasional adalah Cina
pada setiap tahun antara tahun 2001 sampai 2004, untuk pertama kalinya pasar yang muncul
terjadi perbedaan seperti itu sebagai target dari investasi FDI di seluruh dunia. Arah FDI
mengikuti arah dari perdagangan asing, yaitu negara-negara maju berinvestasi satu sama lain
sebagaimana berdagang satu sama lain. Ingatlah bahwa karena lingkungan bisnis baru,
banyak perusahaan internasional menyebarkan aktivitas sistem manufaktur ke lokasi dekat

15
dengan sumber daya yang tersedia. Memutuskan lokasi mungkin adalah sebuah FDI atau
kepuusan perdagangan. Investasi asing langsung di Amerika Serikat naik dari $185 miliar di
tahun1985 menjadi $1.789 miliar di tahun 2006. Perusahaan dari 8 negaraAmerika Serikat,
Jepang, Jerman, Belanda, Prancis, Kanada, Swiss dan Luksemburgmemiliki sekitar 84
persen dari total saham investasi asing langsung di Amerika Serikat.

Perusahaan-perusahaan memasuki pasar asing (mengekspor ke dan memproduksi di)


untuk menaikkan penjualan dan keuntungan serta untuk menjaga pasar, penjualan dan
keuntungan. Perusahaan asing sering membeli perusahaan Amerika untuk mengakuisisi
pengetahuan teknologi dan pemasaran. Investasi asing juga memungkinkan sebuah
perusahaan untuk membuat variasi secara geografis. Sebuah perushaan dapat memiliki dan
biasanya memang memiliki strategi internasional yang sebagian multidomestik di beberapa
dimensi dan sebagian lainnya global. Manajemen harus memutuskan sejauh mana perusahaan
harus mengglobal bersama setiap dimensi.

16
DAFTAR PUSTAKA

Donal A. Ball, Wendell H. McCulloch, Jr, Paul L. Frantz, J. Michael Geringer,


Michael S.Minor, 2014 Bisnis Internasional, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

17