100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
3K tayangan14 halaman

Jenis dan Pembuatan Tablet Obat

Makalah ini membahas pengertian tablet, jenis-jenis tablet, syarat-syarat pembuatan tablet, bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan tablet, serta proses pembuatan tablet. Tujuan makalah ini adalah untuk memahami tablet dari segi definisi, klasifikasi, persyaratan, bahan baku, dan proses pembuatannya.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
3K tayangan14 halaman

Jenis dan Pembuatan Tablet Obat

Makalah ini membahas pengertian tablet, jenis-jenis tablet, syarat-syarat pembuatan tablet, bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan tablet, serta proses pembuatan tablet. Tujuan makalah ini adalah untuk memahami tablet dari segi definisi, klasifikasi, persyaratan, bahan baku, dan proses pembuatannya.
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini
tepat pada waktunya. Makalah ini membahas hubungan antropologi dan sosiologi.

Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan
akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Olehnya
itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak
yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat
balasan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk
penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis
harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.
PENDAHULUAN
Latar Belakang

Menurut FI edisi III, tablet adalah sediaan padat kompak, dibuat secara kempacetak,
dalam bentuk tabung pipih atau sirkuler, kedua permukaannya rata atau cembung,
mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan.

Menurut FI edisi IV, tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat
dengan atau tanpa bahan pengisi. Tablet yang berbentuk kapsul disebut dengan
kaplet. Tablet yang digunkan untuk pengobatan pada hewan besar disebut bolus.

Bentuk tablet umumnya berbentuk cakram pipih/gepeng, bundar, segitiga,


lonjong, dan sebagainya. Bentuk khusus ini dimaksudkan untuk menghindari,
mencegah atau mepersulit permalsuan dan agar mudah dikenal orang. Warna tablet
umumnya putih. Tablet yang berwarna kemungkinan karena zat aktifnya memang
berwarna, tetapi ada juga tablet yang sengaja diberi warna agar tampak lebih menarik,
mencegah pemalsuan, dan untuk membedakan tablet yang satu dengan yang lain.

Pemberian etiket pada tablet harus mencantumkan nama tablet atau zat aktif
yang dikandung, dan jumlah zat aktif (zat berkhasia

Tujuan

Tujuan dibuatnya makalah ini untuk mengatahui:

a. Pengertian tablet
b. Macam-macam tablet
c. Syarat-syarat tablet
d. Keuntungan dan kerugian bentuk tablet
e. Bahan yang digunakan untuk membuat tablet
f. Metode pembuatan tablet
g. Proses pembuatan tablet
h. Pengujian tablet
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN TABLET

Tablet berasal dari kata tabuluta atau tableta yang berarti lempeng,
pipih, papan tipis. tablet atau compressi adalah sediaan padat mengandung
bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Tablet yang berbentuk kapsul
disebut dengan kaplet. Tablet yang digunakan untuk pengobatan pada hewan
disebut bolus. Adapun tablet merupakan sediaan obat takaran tunggal dicetak
dari serbuk kering kristal atau granula yang pada umumnya diberi tambahan
bahan pembantu pada mesin yang sesuai dan dengan tekanan tinggi.
Bentuk tablet umumnya tabung pipih dan bundar. Akan tetapi, ada juga yang
berbentuk segitiga, lonjong, segi enam, dan bentuk lainnya.

B. MACAM-MACAM TABLET

Tablet Kempa Tujuan Saluran Pencernaan

1. Tablet Konvensional Biasa

Adalah tablet yang dibuat atau dikempa dengan siklus kompresi


tunggal yang biasanya terdiri dari zat aktif sendiri atau kombinasi
dengan bahan eksipien seperti laktosa

2. Tablet Kempa Multi/Kempa Ganda

Adalah tablet konvensional yang dikompresi lebih dari satu siklus


kompresi tunggal sehingga tablet akhir tersebut terdiri atas 2 atau lebih
lapisan. Disebut juga sebagai tablet berlapis.

3. Tablet Lepas Lambat

Adalah tablet yang pelepasan zat aktifnya dimodifikasi sehingga tablet


tersebut melepaskan dosis awal yang cukup untuk efek terapi yang
kemudian disusul dengan dosis pemeliharaan sehingga jumlah zat aktif
atau konsentrasi zat aktif dalam darah cukup untuk beberapa waktu
tertentu.

4. Tablet Lepas Tunda (Tablet Salut Enterik)

Adalah tablet yang dikempa yang disalut dengan suatu zat yang tahan
terhadap cairan lambung, reaksi asam, tetapi terlarut dalam usus halus.

5. Tablet Lepas Terkendali

Adalah tablet yang pelepasan zat aktifnya terkendali pada waktu-waktu


tertentu.

6. Tablet Salut Gula


Adalah tablet kempa yang disalut dengan beberapa lapis lapisan gula
baik berwarna maupun tidak.

7. Tablet Salut Film

Adalah tablet kempa yang disalut dengan salut tipis, bewarna atau
tidak dari bahan polimer yang larut dalam air yang hancur cepat di
dalam saluran cerna.

8. Tablet Efervesen

Adalah tablet kempa yang jika berkontak dengan air menjadi berbuih
karena mengeluarkan CO2. Tablet ini harus dilarutkan dalam air baru
diminum.

9. Tablet Kunyah

Adalah tablet kempa yang mengandung zat aktif dan eksipien yang
harus dikunyah sebelum ditelan.

Tablet Kempa Digunakan dalam Rongga Mulut

1. Tablet Bukal

Adalah tablet kempa biasa berbentuks oval yang ditempatkan di antara


gusi dan pipi.

2. Tablet Sublingual

Adalah tablet kempa berbentuk pipih yang diletakkan di bawah lidah,


berisi nitrogliserin. Biasanya untuk obat penyempitan pembuluh darah
ke jantung (angina pectoris) sehingga harus cepat terlarut agar dapat
segera memberi efek terapi.

3. Tablet Hisap/Lozenges

Adalah tablet yang mengandung zat aktif dan zat-zat penawar rasa dan
bau, dimaksudkan untuk disolusi lambat dalam mulut untuk tujuan
lokal pada selaput lendir mulut.

4. Dental Cones (Kerucut Gigi)

Yaitu suatu bentuk tablet yang cukup kecil, dirancang untuk


ditempatkan di dalam akar gigi yang kosong setelah pencabutan gigi.
Tujuannya biasanya untuk mencegah berkembangbiaknya bakteri di
tempat yang kosong tadi dengan menggunakan suatu senyawa
antibakteri yang dilepaskan secara perlahan-lahan, atau untuk
mengurangi perdarahan dengan melepaskan suatu astringen atau
koagulan.

Tablet Kempa Digunakan Melalui Liang Tubuh

1. Tablet Rektal
Adalah tablet kempa yang mengandung zat aktif yang digunakan secara
rektal (dubur) yang tujuannya untuk kerja lokal atau sistemik.

2. Tablet Vaginal

Adalah tablet kempa yang berbentuk telur (ovula) untuk dimasukkan


dalam vagina yang di dalamnya terjadi disolusi dan melepaskan zat
aktifnya.

Tablet Kempa untuk Implantasi

1. Tablet Implantasi/Pelet

Dibuat berdasarkan teknik aseptik, mesin tablet harus steril.


Dimaksudkan untuk implantasi subkutan (Untuk mencegah
kehamilan).

Tablet Cetak untuk Penggunaan Lain

1. Tablet Triturat untuk Dispensing

Adalah tablet yang dihaluskan dulu atau disiapkan untuk penggunaan


tertentu. Tablet kempa atau cetak berbentuk kecil umumnya silindris
digunakan untuk memberikan jumlah zat aktif terukur yang tepat untuk
peracikan obat

2. Tablet Hipodermik

Adalah tablet cetak/kempa yang dibuat dari bahan mudah


larut/melarut sempurna dalam air. Umumnya digunakan untuk
membuat sediaan injeksi steril dalam ampul dengan menambahkan
pelarut steril.

3. Tablet Dispensing

Adalah tablet yang digunakan oleh apoteker dalam meracik bentuk


sediaan padat/cair. Dimaksudkan untuk ditambahkan ke dalam air
dengan volume tertentu, oleh ahli farmasi atau konsumen, untuk
mendapatkan suatu larutan obat dengan konsentrasi tertentu.

C. SYARAT-SYARAT TABLET

a. Syarat-syarat tablet menurut FI IV adalah:

Memenuhi syarat uji waktu hancur (disintegration time)


Memenuhi syarat uji waktu larut (disolusi)
Memenuhi syarat uji keseragaman sediaan, uji dapat ditetapkan
dengan:

Metode uji keseragaman bobot


Metode uji keseragaman kandungan
b. Syarat-syarat tablet menurut FI III adalah:

Memenuhi syarat uji keseragaman ukuran


Memenuhi syarat uji keseragaman bobot
Selain itu uji yang dipersyaratkan farmakope tersebut, tablet juga harus
memenuhi syarat:

Uji kekerasan
Uji kerapuhan

D. BAHAN YANG DIGUNAKAN


1. Bahan aktif
Bahan aktif tablet harus memenuhi syarat yang ditentukan oleh farmakope
2. Bahan eksipien/zat tambahan
a. Bahan pengisi
Bahan ini dimaksudkan untuk memperbesar volum agar massa campuran
mudah dicetak/dibuat. Bahan pengisi ditambahkan jika zat aktifnya sedikit
atau sulit dikempa. Bahan pengisi umumnya adalah
laktosa,pati,kasium,fosfat dibasa dan sululosa.
Tablet kunya biasanya mengandung bahan pengisi dan pengikat yaitu
sukrosa,manitol dan sorbita. Ini dimaksudkan untuk dikunyah.
b. Bahan pengikat (binder)
Bahan ini dimaksudkan untuk membantuk pelekatan partikel dalam
formulasi sehingga memungkinkan granul dibuat dan dijaga keterpaduan
hasil tablet.
Zat pengika dapat ditambahkan dalam bentuk kering, tetapi lebih efektif
jika ditambahkan dalam bentuk larutan,seperti Mucilago Amily 10%,
larutan gelatin 10-20%,sedangkan bahan lain yang dapat digunakan
adalah gom akasia,sukrosa,povidon,mitilselulosa,CMC,dan pasta pati
terhidrolisis. Bahan pengikat kering bentuk kering, antara lain selulosa
mikrokristal yang umumnya digunakan dalam pembuatan tablet kempa
langsung.
c. Bahan penghancur/pengembang (disintegran)
Bahan ini dimaksudkan untuk membantu hancurnya tablet setelah
ditelan. Pati merupakan disentegran yang sering digunakan. Selain itu,
dapat menggunakan pati dan selulosa yang termodifikasi secara kimia
asam alginat, selulosa mikrokristal, serta pobidon sambung silang.
Pada tablet efervesen yang larut, selain bahan obat, tablet efervesen
juga mengandung campuran asam dan basa natrium bikarbonat yang
dapat digunakan sebagai disintegran.
d. Bahan pelicin (lubricant)
Bahan ini berfungsi:
Mengurangi gesekan selama proses pengempaan tablet.
Untuk mencegah massa tablet melekat pada cetakan atau anti
adhesi.
Bahan pelicin yang digunakan yaitu, asam stearat,senyawa asam stearat
dengan logam seperti magnesium stearat,minyak nabati
terhidrogenasi,dan talkum
e. Glidan
Glidan adalah bahan yang dapat meningkatkan kemampuan mengalir
serbuk, umumnya digunakan kempa langsung tanpa proses granulasi.
glidan yang paling efektif yaitu silika pirogenik koloida/aerosil.
f. Bahan penyalut (coating agent)
(dapat dilihat pada bagian pembagian tablet berdasarkan bahan
penyalut).

E. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TABLET


a. Kelebihan:
Lebih mudah disimpan
Memiliki usia pakai yang lebih panjang dibanding obat bentuk
lainnya
Bentuk obatnya lebih praktis
Konsentrasi yang bervariasi.
Dapat dibuat tablet kunyah dengan bahan mentol dan gliserin yang
dapat larut dan rasa yang enak, dimana dapat diminum, atau
memisah dimulut.
Untuk anak-anak dan orang-orang secara kejiwaan, tidak mungkin
menelan tablet, maka tablet tersebut dapat ditambahkan
penghancur, dan pembasah dengan air lebih dahulu untuk
pengolahannya.
Tablet merupakan bentuk sediaan yang ongkos pembuatannya
paling rendah.
Secara umum, bentuk pengobatan dangan menggunakan tablet
lebih disukai karena bersih, praktis dan efisien.
b. Kekurangan:
Warnanya cenderung memberikan bahaya.
Tablet dan semua obat harus disimpan diluar jangkauan anak-anak
untuk menjaga kesalahan karena menurut mereka tablet tersebut
adalah permen.
Orang yang sukar menelan atau meminum obat.
Keinginan konsumen beda dengan yang kita buat/produk.
Beberapa obat tidak dapat dikepek menjadi padat dan kompak.

F. METODE PEMBUATAN TABLET

1. METODE CETAK

Tablet cetak dibuat dari campuran bahan obat dan bahan pengisi
umumnya mengandung laktosa dan serbuk sukrosa dalam berbagai
perbandingan. Masa serbuk tersebut kemudian dibasahi dengan
larutan etanol yang kadarnya tinggi. Kadar etanol itu tergantung dari
kelarutan zat aktif dan bahan pengisi dalam sistem pelarut dan derajat
kekerasan tablet yang diinginkan. Masa serbuk yang lembab itu
kemudian ditekan kedalam cetakan lalu dikeluarkan, dan di biarkan
kering. Tablet cetak yang dihasilkan agak rapuh sehingga kita harus
berhati-hati ketika mengemas dan mendistribusikannya. Kepadatan
tablet tergantung dari ikatan kristal yang terbentuk selama proses
pengeringan selanjutnya dan tidak tergantung pada tekanan yang
diberikan. Tablet yang di buat dengan metode cetak umumnya
diharapkan untuk melarut cepat setelah pemberian.

2. METODE KEMPA

Tablet merupakan bentuk sediaan farmasi yang banyak digunakan dan


sebagian besar dibuat dengan cara pengempaan, tablet kempa dibuat
dengan cara memberikan tekanan tinggi pada serbuk atau granul
menggunakan cetakan baja. Komponen tablet, baik zat aktif maupun
zat tambahan. Umumnya berupa serbuk sehingga tidak dapat langsung
dicampur dan kemudian dicetak menjadi tablet karena akan mudah
berhamburan atau pecah. Campuran tersebut dibuat menjadi granul-
granul terlebih dahulu. Proses tersebut disebut dengan granulasi
tujuan granulasi baik granulasi basah maupun kering, adalah untuk
meningkatkan aliran campuran dan atau kemampuan kempa.

Tujuan granulasi adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan aliran campuran sehingga granul dengan volume


tertentu dapat mengalir teratur dalam jumlah yang sama kedalam
mesin pencetak tablet dan menghasilkan tablet dengan bobot dan
dosis yang tepat.
2. Mengurangi ruang udara dalam campuran serbuk. Ruang udara
campuran dalam bentuk granul jumlahnya lebih kecil jika di
banding bentuk serbuk jika diukur dalam volume yang sama.
Padahal, semakin banyak udara dalam campuran, tablet akan
semakin mudah pecah.
3. Tidak mudah melekat pada stempel dan mudah lepas dari matris
pada saat campuran bahan dicetak.

G. PROSES PEMBUATAN TABLET

Prinsip pembuatan tablet metode kempa tablet tidak bersalut

Cara pembuatan tablet kempa tanpa salut dibagi menjadi 3 cara, yaitu:

Granulasi basah

Granulasi kering

Kempa langsung

Granulasi basah
Metode granulasi basah merupakan cara yang paling banyak digunakan dalam
memproduksi tablet kompresi. Langkah-langkah yang dilakukan sebagai
berikut :
Timbang dan campur bahan obat maupun eksipien
Lakukan proses pembuatan granulasi basah dengan cara. Campuran (1)
tadi dibasahi dengan larutan pengikat, bila perlu ditambah bahan pewarna
Lakukan pengayakan adonan lembap menjadi granul
Lakukan pengeringan campuran bahan, granul dikeringkan dalam lemari
pengering pada suhu 40o -50oC ( tidak lebih dari 60oC ).
Setelah kering, lakukan pengayakan kering untuk memperoleh granul
dengan ukuran yang sesuai

Lalu lakukan pencampuran dengan bahan pelicin/lubirkan, dan sisa bahan


penghancur
Terakhir, granul yang telah berbentuk tadi di kempa dengan alat menjadi
tablet

Cara granulasi basah menghasilkan tablet yang lebih baik dan dapat
disimpan lama dibanding tablet yang dibuat dengan cara granulasi kering.

Gambar Skema granulasi Basah

Granulasi kering/slugging/pre-compression
Granulasi kering dilakukan dengan cara mencampur bahan berkhasiat, bahan
pengisi, bahan penghancur, dan-kalau diperlukan-bahan pengikat menjadi
massa serbuk yang homogen, kemudian menekan massa serbuk dengan
tekanan tinggi sehingga menjadi tablet besar dan pipih, selamjutnya proses ini
disebut slugging sedangkan hasil tablet besar disebut slug. Kemudian slug-slug
digiling dan diayak hingga diperoleh granul dengan ukuran partikel yang
diinginkan
Granulasi kering juga dapat dilakukan dengan menjalankan mesin rol,
sementara massa serbuk diletakan diantara mesin tersebut secara hidrolik
untuk dapat menghasilkan massa padat tipis, selanjutnya massa tersebut
diayak atau digilling hingga diperoleh granul yang diinginkan.
Metode granulasi kering memiliki keuntungan, yaitu tidak
diperlukannya panas dan kelembapan pada proses granulasi , sedangkan
kerugian dengan cara ini adalah tablet yang dihasilkan kurang tahan lama
dibandingkan tablet yang dihasilkan granulasi basah.
Gambar skema granulasi kering/slugging/pre-compression

Kempa Langsung/Direct Compress


Pembuatan tablet dengan kecepatan tinggi memerlukan eksipien yang
memungkinkan pengempaan langsung tanpa tahap granulasi terlebih dahulu.
Ekspisien ini terdiri dari zat berbentuk fisik khusus seperti laktosa , sukrosa,
ddekstrosa, atau selulosa yang mempunyai sifat alir dan kemampuan kempa
yang diinginkan. Bahan pengisi untuk kempa langsung yang paling banyak
digunakan adalah selulosa mikrokristal, laktosa anhidrat, laktosa semprot
kering, sukrosa yang dapat dikempa, dan beberapa bentuk pati termodifikasi
Metode kempa langsung menghindari banyak masalah yang timbul
pada granulasi basah dan granulasi kering. Walaupun demikian, sifat fisik
masing-masing bahan pengisi merupakan hal kritis, perubahan sedikit dapat
mengubah sifat alir dan kempa sehingga tidak sesuai untuk di kempa lengsung.
Kempa langsung dilakukan apabila:
1) Jumlah zat berkhasiat tiap tablet cukup untuk dicetak
2) Zat berkhasiat mempunyai sifat alir yang baik ( free flowing )
3) Zat berkhasiat berbentuk kristal
Contoh tablet yang dibuat cara ini, antara lain tablet hexamin, nacl, kalium
permanganat, dan kalium klorida.

H. CARA MELAKUKAN UJI TABLET

1. Cara melakukan uji waktu menurut FI edisi IV

Alat disintegration tester terdiri atas


o Suatu rangkaian keranjang.
o Gelas piala berukuran 1000 ml.
o Thermostat untuk memanaskan cairan media antara 35o hingga 39o.
o Alat untuk menaik turunkan keranjang dalam cairan media pada frekuensi
antara 29 kali hingga 32 kali pe rmenit.
o Rangkaian keranjang terdiri atas 6 tabung transparan yang kedua ujungnya
terbuka masing-masinh dengan ukuran tertentu, tabung-tabung ditahan
pada posisi vertikal oleh dua lempengan dipasang suatu kasa baja tahan
karat berukuran 10 mesh.

Prosedur uji waktu hancur


a. Untuk tablet tidak bersalut
Masukan 1 tablet ke dalam masing-masinh tabung dari keranjang atau 6
tablet masukkan ke dalam keranjang (5 tablet kedalam keranjang merut FI
edisi III) , kasukan cakram pad tiap tabung ,jalan kan alat , gunaka air
bersuhu 37o kurang lebih 2oc (suhu 36o- 38o menurut FI edisi III) sebagai
media. Pada akhir batas waktu seperti yang tertera pada monografi
(Setelah 15 menit menurut FI edisi III), angkat keranjang dan amati semua
tablet: semua tablet harus sempurna
Bila 1 tau 2 tablet yang tidak hancur sempurna ulangi pengujian dengan
12 tablet lainnya maka tidak kurang dari 16 dari 18 tablet yang diuji haris
hancur sempurna.
b. Untuk tablet bersalut bukan enteric
Lakukan sama seperti caira uji tablet tidak bersalut. Sebagai media,
celupkan keranjang kedalam air dengan suhu kamar selama 5 menit.
Kemudian masukan cakram dalam tiap tabung dan jalankan alat, gunakan
cairan lambung buatan LP bersuhu 37o kurang lebih 2oc sebagai media.
Setelah alat dijalankan selama 30 menit, angkat keranjang danamati semua
tablet.
Bila tidak hancur sempurna, ganti dengan cairan usus buatan LP
bersuhu 37o kurang lebih 2oc, teruskan pengujian hingga jangka waktu
keseluruhan termasukk pencelupan dalam air dan cairan lanbung adalah
sama dengan batas waktu yang dinyatakan dalam masing-masing
monografi ditambah 30 menit, angkat keranjang dan amati: semua tablet
harus hancur sempurna.
c. Untuk tablet bersalut enterik
Lakukan seperti langkah-langkah yang sudah. Setelah tablet dimasukan
keranjang, celupkan keranjang pada:
i. Air suhu kamar 5 menit kemudian
ii. Tanpa cakram, jalankan alat dan ganti media cairan lambung buata
LP suhu 37o kurang lebih 2oc jalankan selama 1 jam, amati tablet
tidak boleh hancur.
iii. Kemudian masukkan satu cakram pada tiap tabung, jalankan alat
cairan usus buatan LP suhu 37o kurang lebih 2oc sebagai media
selama jangka waktu 2 jam + batas waktu yang dinyatakan dalam
masing-masing monografi, amati semua tablet harus hancur.
d. Untuk tablet bukal
Lakukan pengujian seperi tablet tidak bersalut tanpa menggunakan
cakram. Setelah 4 jam, angkat keranjang dan amati semua tablet: semua
tablet harus hancur.
e. Untuk tablet sublingual
Lakukan tablet seperti tablet yidak bersalut,tampa menggunakan cakram.
Amati tablet dalam batas waktu yang di nyatakan masing-masing
monografi: semua tablet harus hancur.
2. Uji keseragaman ukuran menurut FI edisi III
Diameter tablet tidak lebih dari 3kali dan tidak kurang dari 11/3 kali tebal tablet.
3. Cara melakukan bobot menurut FI edisi III
Tablet tidak bersalut harus memenuhi syarat keseragaman bobot yang
ditetapkan sebagai berikut:
Timbang 20 tablet, hitung botot rata-rata tiap tablet. Jika ditimbang satu per
satu, tidak lebih dari dua tablet yang masing-masing bobotnya menyimpang
dari bobot rata-rata lebih besar dari harga yang ditetapkan kolom A dan tidak
satu tablet pun bobotnya mrnyimpang dari bobt rata-ratanya lebih dari harga
yang ditetapkan oleh kolom B.

Penyimpangan bobot rata-rata


Bobot rata-rata
A B
25mg atau kurang 15% 30%
25 mg sampai 10% 20%
150mg
151mg sampai 7,5% 15%
300mg
Lebih dari 300mg 5% 10%

4. Cara melakukan uji kekerasan


Pengukuran kekerasan tablet digunakan untuk mengetahui kekerasannya agar
tablet tidak terlalu rapuh atau keras. Kekerasan tablet ini erat hubungannya
dengan ketebalan tablet,bobot tablet,dan waktu hancur tablet. Alat yang
digunakan untuk pengukuran kekerasan tablet Hardness Tester.
5. Cara melakukan uji keregasan tablet ( friabillity)
Friabillity adalah persen bobot yang hilang setelah tablet diguncang.
Penentuan keregasan atau kerapuhan tablet dilakukan terutama pada waktu
tablet akan dilapis atau coating. Alat yang digunakan friabillity tester.
Caranya: bersihkan 20 tablet dari debu, kemudian ditimbang (W1 gram).
Masukan tablet kedalam alat untuk diuji, putar tablet selama 4 menit.
Keluarkan tablet bersihkan dari debu dan timbang (W2 gram) kerapuhan tablet
yang didapat
W1 W2 x 100%
W1
Batas kerapuhan yang di peroleh maksimal 0, 8%
KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
Apt, Syamsuni, A, H, Drs. 2006. Ilmu Resep. Jakarta: Penerbit Buku Kedoketran EGC
Anief, Moh. 1997. Ilmu Meracik Obat Teori dan Praktik. Yogyakarta: Gajah Mada
University Press
Apt, Agustina Saptaning, dkk. 2013. Ilmu Resep Untuk SMK Farmasi Volume 2.
Surakarta: Penerbit Buku Kedoketran EGC

Anda mungkin juga menyukai