Anda di halaman 1dari 9

JURNAL PENDAHULUAN SVPs(Small Volume Parenteral’s)

1. Jelaskan klasifikasi SVPs tahan panas proses pembuatan SVPs.


 Menurut latifa “formula sediaan steril”.hal:82-85
a) Larutan obat siap untuk dimasukkan
b) Zat padat karena yang telah ditambahkan dengan istilah”untuk di suntikkan
“yang telah ditambahkan elarut sesuai ,berupa larutan yang memenuhi syarat
obat suntik.
c) Suspense steril berupa zat pembawa yang telah di tambahkan zat pembawa
yang sesuai yang tidak boleh di suntikkan ke dalam pembuluh darah atau ke
dalam sum-sum tulang belakang
d) Zat padat kering yang dinyatakan sebagai “steril”untuk disusspensikan yang
telah ditambahkan zat pembawa yang sesuai yang memberikan bahan-bahan
yang memenuhi syarat suspense steril
e) Emulsi dari cairan dalam lingkungan sebagai cairan untuk di suntikkan,selain
itu pada sediaan obat untuk dapat di bagi beberapa keompok yaitu:
 Sediaan obat suntik berupa larutan sejati dengan pembawa air,sebagai
contoh adalah injeksi vit.c
 Larutan sediaan obat suntik berupa larutan sejati dengan pembawa
minyak.,sebagai contoh adalah injeksi kamper.
 Larutan sediaan obat suntik berupa larutan sejati dengan pembawa
campuran, sebagai contoh adalah injeksi fenaborbital10%.
 Sediaan obat suntik berupa larutan suspense steril dengan pembawa air
 , sebagai contoh adalah injeksi calciferol.

Pada pembuatan sediaan steril sediaan steril mempunyai beberapa tahapan sebagai berikut:

1. Penyimpanan ruang dabn fasilitas produksi


2. Pembuatan dan penyimpanan air untuk injeksi
3. Pembersihan/pencucian dan sterilisasi peralatan
4. Pencucian dan sterilisasi wadah (vial dan ampul)
5. Pencapuran produk
6. Penyaringan produk
7. Pengisian
8. Penyegekan
9. Pengujian selama produksi
10. Pengemasan

 Menurut syamsuni,2006”ilmu resep” hal:218-219

Proses pembuatan SVPs


1. Perencenaan
2. Perhitungan dan penimbangan
3. Penyaringan
4. Pengisian ke dalam wadah
5. Penutupan wadah
6. Sterilisasi
7. Uji sterilisasi pada teknik aseptiS

2. Jelaskan wadah yang sering digunakan dalam SVPs


 Menurut anief, 2002” ilmu meracik obat” hal 207
Wadah untuk injeksi di buat dari gelas plastic tidak boleh bereaksi dengan obat
atau mempengaruhi khasiat obat, tidak mengeluarkan partikel kecil dan
memudahkan memeriksa isinya dengan mudah.
Ada tiga macam wadah untuk larutan injeksi:
a. Wadah takaran ganda ialah vial atau flacon di buat dari gelas dengan tutp
karet dan diluarnyadi tutp dengan tutp kap dari aluminium
b. Wadah takaran tunggal ialah ampul 1 ml, 2 ml, 5 ml, 10 ml. Dibuat
demgan gelas dan ditutup dengan peleburan.
c. Untuk cairan infus digunakan dengan botol inful, biasanya 500 ml, atau
wadah dalam plastik.
 Menurut ansel “pengantar bentuk sediaan farmasi , hal: 423
a. Wadah dosis tunggal
Adalah suatu wadah yang kedap udara yang mempertahankan jumlah obat
steril yang dimasukkan untuk pemberian parenteral sebagai dosis tunggal,
dan yang bila dibuka tidak dapat ditutup rapat kembali dengan jaminan tetap
steril
b. Wadah dosis berganda
Ialah wadah kedap per bagian berturut-turut tanpa terjadi pembuatan
kekuatan , kualitas dan kemurniaan bagian yang tertinggal.
3.Jelaskan pembagian rute injeksi lengkap dengan pengertiannya
 Menurut syamsuni, 2006,”ilmu resep”hal :196-198
a. Injeksi intrakutan(i.k/i.c)atau intradermal
Dimasukkan ke dalam kulit yang sebenarnya, digunakan untuk diagnosis
b. Injeksi subkutan(s.k/s.c)
Disuntikkan ke dalam jaringan dibawa kulit kedalam alveolus volume
yang di suntikkan tidak lebih dari1 ml.
c. Injeksi intramuscular
Disuntikkan kedalam atau lapisan jaringan intravena
d. Injeksi intravena
Disuntikkan langsung kedalam pembuluh darah vena
e. Injeksi intrarterium(i.a)
Disuntikkan kedalam pembuluh darah arteri/perifel/tepi volumeantara 1-
10 ml.
f. Injeksi intrakardial/intrakardial(i. kd)
Disuntikkan langsung kedalam otot jantung atau ventrike.
g. Injeksi intratekal (i.t)
Disuntikkan langsung ke dalam saluran sumsung tulang belakang di dasar
otot(antara 3-4 atau 5-6 lumbar vertebrata)tempat terdapatnya cairan.
h. Intraartekular
Disuntikkan kedalam cairan sendi di dalam rongga sendi.
i. Injeksi sobkonjungtiva
Disuntikkan kedalam selaput lender dibawah mata.
j. Injeksi intrabursa
Disuntikkan ke dalam bursa subcromilis ataw bursa olecranon.
k. Injeksi intra peritoneal (i.p)
Disuntikkan langsung ke dalam perut.
l. Injeksi periduraan (p.d)
Disuntikkan ke dalam ruang epidural terletak di atas darameter, lapisan
penutup dari otak dan sum-sum tulang belakang.

4. Jelaskan keuntungan dan kerugian sediaan parenteral


 Menurut syamsuni, “ilmu reaep”hal:228
Keuntungan:
a. Bekerja cepat, misalnya injeksi adrenalin pada syok anafilaktik
b. Dapat digunakan pada obat yang rusak jika terkena cairan lambung atau tidak
di absorbs baik oleh cairan lambung.
c. Kemurniaan dan takaran zat khasiat lebih terjamin
d. Dapat di gunakan sebagai depo terapi.
Kerugian:
a. Karena bekerja lebih cepat, jika terjadi kekeliruan sukar dilakukan
pengecahan.
b. Cara memberi lebih sukar, harus memekai tenaga khusus
c. Kemungkinan terjadinya infeksi pada bekas suntikan
d. Secara ekonomis lebih mahal di bandingkan dengan sediaan yang di
gunakan per oral.
 Menurut king, E, Robert , SOF,hal:11-12
Keuntungan
a. Respon fisiologi yang segera dapat di capai jika perlu yang mana dapat
menjadi pertimbangan utama dalam kondisi klik seperti pada gagal
jantung, asma, dan syok.
b. Obat-obat untuk pasien yang mual atau tidak sadar harus di berikan melalui
injeksi.
c. Jika diperlukan terapi parenteral memberijan dokter control obat , sejak
pasien hrus kembali melanjutkan perawatan.
Kerugian
a. Bentuk sediaan harus diberikan oleh orang yang terlatih yang
membutuhkan waktu yang lama dibandingkan dengan pemerian rute lain.
b. Pemerian rute parenteral dibuthkan ketelitian yang cukup untuk pekerjaan
secara aseotis dan beberapa rasa sakit tidak dapat dihindari.
c. Obat yang diberikan secara parenteral menjadi lebih sulit untuk
pengembalikan efek fisiologinya.
5. Jelaskan syarat- syarat sediaan injeksi
 Menurut anief “farmasetika”hal:197
a. Aman, tidak boleh menyebabkan iritasi jaringan atau efek toksis
b. Harus jernih, tidak ada partikel padat kecuali berbentuk suspense
c. Tidak berwarna j
d. `sedapat munh]gkin hisotonis
e. Sedapat mungkin hisohidris
f. Harus steril
g. Bebas pirogen
 Menurut ansel”pengantar bentuk sediaan farmasi”hal: 406
a. Pelarut atau pembawa yang digunakan harus memenuhi kemurniaan khusus
b. Penggunaan zat-zat penambah sebagai padar penstabialan dan pengawet
antimikroba
c. Produk mikroba selalu d sterilisasi dan memenuhi standar sterilisasi dan
harus bebas pirogen.
d. Larutan parenteran harus bebas dari partikel-partikel.

6. Jelaskan wadah yang sering digunakan dalam sediaan ampul dan vial
 Menurut anief”ilmu meracik obat” hal:207
Ada 3 macam wadah untk larutan injeksi:
a. Wadah takaran tunggal ialah campuran ampul 1 ml, 2 ml, 5 ml, 10 ml, di
buat dengan gelas dan ditutup dengan peleburan.
b.Wadah takaran ganda ialah vial atau flacon dibuat dari gelas dengan tutup
karet dan di luarnya ditutup dengan tutp kap dari aluminium.
c. Untuk cairan infus digunakan dengan botol infus, biasanya 500ml, atau
wadah daru plastic.

 Menurut syamsuni 2006 ,”ilmu resep” hal:216


Wadah dan tutup
Dapat juga dibedakan menjadi:
a. Wadah dosis tunggal (single doss), yaitu wadah untuk sekali pakai
misalnya ampul. Ditutup dengan cara melebur ujungnya dengan api
sehingga tertutup –kedap tanpa penutup karet.
b. Wadah dosis ganda (multiple-dose),yaitu untuk beberapa kali penyuntikan,
umumnya ditutup dengan karet dan aluminium, misalnya vial(flacon)
botol.
7. Jelaskan cara membebaskan wadah dan alat dari alkali dan sulfur.
 Menurut scoville’s, “the art compounding”hal:203
Cleaning containes, glass containers are best cleanet by the used of one of the
newsynthetic detergens. Suap should not be used because of its tendency to
promoute the precipition of a film of insolub calcium and magnesium soups on
the inner surface and the glass ware. Such detergens as ssodium lourgi sulfute,
fathy alcohol sulfater(duponol , dieft, and other)an alkyl aryl sulfonate (the
nacconols NR).
 Menurut lachmand , “teori dan praktek farmasi industry “ hal:1308
Dengan uji seragam air dilakukan terhadap wadah utuh dengan uap sulfur
dioksida pada kondisi kelembapan yang di control perlakuan seperti itu
melestarikan permukaan alkali oksida, sehigga meningkatkan ketahanan gelas
secara kimia.
8. Jelaskan cara-cara pengisian larutan atau cairan ke dalam ampul dan vial
 Menurut Gleen L.Jenkis”the art of camponding”hal:206-208
Pengisian ampul dengan larutan dapat diisi langsung ke wadah akhiri dari bagian
ini menggunakan tube karet leher pendek jarum hiperdermik atau untuk peoral
untuk dilampirkan untuk pengisian ampul jarum hipedermik panjang adalah
penting karena lubangnya kecil jarum harus di leher bawah ampul dengan
menggunakan tetesan larutan pada dinding leher. Metode ini digunakan untuk
mencegah penguapan dan perubahan warna fisika ampul di geset.serum vial dan
botol di akibatkan karena mulut botol besar dibandingkan leher ini dibantu karena
beberapa larutan akan selalu menempel dan melengket pada samping wadah dan
tidak dapat di tarik terutama ketika vial siklum dipindahkan dari wadah yang
sangat mudah karena cairan di antara vial tidak dapat basah dan cepat.pengisian
vial, larutan obat suntik yang telah disaring di tuang langsung ke dalam buret
steril dengan bantuan corong steril atau kedalam melalui saringan pengisian ke
dalam kapas yang telah di lapisi dengan alcohol 70% dan dengan jarum buret
diletakkan sedemikian rupa di leher saat pengisian ampul atau vial serta tanpa
menyentuh permukaan larutan diisikan jika pembawa alat suntik adalah air, dapat
dilakukan penguapan setelah pengisian vial dengan maksud mencuci leher vial
dari kemungkinan adanya larutan obat suntik peka terhadap adanya O2/CO2,
maka sebelum vial ditutupi diisi dengan gas nitrogen setelah di uapkanobat suntik.

9. Jelaskan cara penyegelan ampul dan vial!


 Menurut lachman “teori dan praktek farmasi industry “hal:1347
a. Penyegelan ampul.
Ampul bias di tutup dengan melelehkan bagian gelas dari leher ampul
sehingga membentuk segel penutup (tip seal) atau segel tarik(pull seal).
Segel penutup dibuat dengan melelehkan sebagian gelas pada bagian atas
leher ampul untuk membentuk bulatan gelas dibuat dengan memanaskan
leher dari suatu ampul yang berputar di bawah ujungnya, kemudian
menarik ujungnya sehingga membentuk kapiler kecl yang dapat di putar
sebelum bagian yang meleleh tersebut di tutup/
b. Penyegelan botol
Cartridge dan vial, tutp karet harus cocok dengan mulut wadah. Cukup
rapat untuk menghasilkan penyegel , tetapi tidak begitu rapat sehingga
sulit untuk menempatkannya di dalam atau pada wadah tersebut. Tutup
bias disipkan dengan tangan dengan menggunakan pinset steril. Cara
tangan yang lebih cepat meliputi pengambilan tutp dan menghisapnya ke
dalam vial dengan suatu alat yang dihubungkan pada suatu alat yang
dihubungkan pada suatu pipa vakum. Bila disisipkan dengan mesin,
permukaan tutup biasanya dihalogenasi atau di salut dengan silicon ntuk
mengurangi pergesekan. Ini memungkinkan tutup tersebut meluncur dari
suatu medium berputar atau dium bervibrasi ke dasar tempat mengalir
yang diletakkan di atas wadah, siap untuk pemasukan oleh suatu gurdi
atau alat penekan lainnya.
 Menurut parrot “pharmaceutical technology “ hal 287
a. Ampul may be sealed manually by appliying the flame of a
torch slightly below the tip and pulling of the extra tip by
tiching it with a glass rad. The fine string of glass that
regutl will nelt to a round and seal the ampuls
b. Vials are multiple olose containes , sealed by a rubber or
plastic closure that has a small.