Anda di halaman 1dari 10

LABORATORIUM PILOT PLANT

SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2017/2018

MODUL : Shell & Tube dan Double Pipe Heat Exchanger

PEMBIMBING : Ir. Umar Chayam

Oleh :
Nabila Fatin Kamilasari (151411021)

Kelompok : VIII (delapan)


Kelas : 3A D3 Teknik Kimia

PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2017
BAB IV

DATA PENGAMATAN & PERHITUNGAN

4.1 Shell and Tube Heat Exchanger

4.1.1 Kalibrasi Laju Alir Pendingin

Laju Alir Air


Laju Alir Air
Laju Alir Air Pendingin Berat laju alir Densitas Air
Ember kosong Pendingin
Pemanas pada Flow air pendingin + Pendingin
(kg) Aktual
(liter/menit) meter ember (kg/s) (kg/m3)
(liter/menit)
(liter/menit)
4 0,00052 0,111948 1000 6,71688
6 0,00052 0,161948 1000 9,71688
8 8 0,00052 0,173948 1000 10,43688
10 0,00052 0,215948 1000 12,95688
12 0,00052 0,277948 1000 16,67688

4.1.2 Kalor Pada Air Panas dan Dingin

Suhu Fluida Suhu Fluida


Panas Dilepas Panas
Laju Alir Air Laju Alir Air Panas (oC) Dingin (oC) Cp Air Cp Air
Air Panas Diterima Air
Pemanas Pendingin Panas Dingin
(Qhot) Dingin
(kg/s) (kg/s) Thi Tho Tci Tco (Kj/Kg) (Kj/Kg)
(kJ/menit) (kJ/menit)

0,111948 44 34 22 30 4,1810 4,1778 6,5842 3,7416


0,161948 38 34 22 31 4,1810 4,1778 2,6337 6,0893
0,15748 0,173948 44 33 22 30 4,1810 4,1778 7,2427 5,8138
0,215948 46 32 22 24 4,1810 4,1778 9,2179 1,8044
0,277948 31 30 22 26 4,1830 4,1778 0,6587 4,6448

4.1.3 Koefisien Pindah Panas (U) Pada Variasi Laju Alir Pendingin

Laju Laju Alir Suhu Fluida Suhu Fluida


U
Alir Air Air Panas (oC) Dingin (oC) A
T1 T2 Tlmd z y Ft Tm (W/m2.
Pemanas Pendingin (m3)
Thi Tho Tci Tco K)
(l/menit) (l/menit)
0,36
12,974 12,45 0,0103
6,71688 44 34 22 30 14 12 1,25 363 0,96 29
32 535 81
6
0,44
9,2764 0,56 8,719 0,0241
9,71688 38 34 22 31 7 12 444 0,94 29
98 25 908 32
4
0,36
12,439 1,37 11,32 0,0177
8 10,43688 44 33 22 30 14 11 363 0,91 29
77 5 019 47
6
0,08
15,219 7,609 0,0081
12,95688 46 32 22 24 22 10 7 333 0,5 29
59 796 94
3
0,44
6,3829 6,319 0,0253
16,67688 31 30 22 26 5 8 0,25 444 0,99 29
29 1 46
4
4.1.4 Efisiensi Panas () Pada Variasi Laju Alir Pendingin

Laju Alir Air Panas Dilepas Air Panas Diterima Efisiensi Panas
Laju Alir Air
Pendingin Panas (Qhot) Air Dingin Efisiensi Panas ()
Pemanas (l/menit)
(l/menit) (kJ/menit) (kJ/menit) (%)
6,71688 6,5842 3,7416 43,17382846
9,71688 2,6337 6,0893 -131,2065743
8 10,43688 7,2427 5,8138 19,72897411
12,95688 9,2179 1,8044 80,42538549
16,67688 0,6587 4,6448 -605,1049466

4.1.5 Grafik Kalibrasi Laju Alir Pendingin

Grafik Kalibrasi Laju Alir Air Pendingin


18
Laju Alir Air Pendingin Aktual (l/menit)

16 y = 1.158x + 2.0369
R = 0.9593
14
12
10
8
6
4
2
0
0 2 4 6 8 10 12 14
Laju Alir Air Pendingin Pada Flowmeter (l/menit)

Gambar 1. Kalibrasi Laju Ali Air Pendingin

4.1.6 Grafik Energi Dalam (U) Pada Variasi Laju Alir Pendingin

Pengaruh Laju Alir Air Pendingin


0.03
Terhadap Koefisien Pindah Panas(U)
y = 0.0007x + 0.0116
Koefisien Pindah Panas (U) (W/m2.K)

0.025
R = 0.0808
0.02

0.015

0.01

0.005

0
0 2 4 6 8 10 12 14
Laju Alir Air Pendingin Pada Flowmeter (l/menit)
Gambar 2. Koefisien Pindah Panas pada Variasi Laju Alir Pendingin
4.1.7 Grafik Efisiensi Panas () Pada Variasi Laju Alir Pendingin

Pengaruh Laju Alir Air Pendingin Terhadap


Efisiensi Panas
y = -54.246x + 315.37
200 R = 0.3658
100
Efisiensi Panas ()

0
-100 0 2 4 6 8 10 12 14
-200
-300
-400
-500
-600
-700
Laju Alir Air Pendingin Pada Flowmeter (l/menit)

Gambar 3. Efisiensi Panas () Pada Variasi Laju Alir Pendingin

4.2 Double Pipe Heat Exchanger

4.2.1 Kalibrasi Laju Alir Pendingin

Laju Alir Pada Flowmeter Aktual


(LPM) (kg/s) (LPM)
3 0.09948 5.989734121
6 0.13148 7.916468056
9 0.19948 12.01077767
12 0.25948 15.6234038
15 0.31948 19.23602992

4.2.2 Kalibrasi Laju Alir Pemanas

Laju Alir Pada Flowmeter Aktual


(LPM) (kg/s) (LPM)
3 0.36148 21.82279194
6 0.34948 21.09834383
9 0.33148 20.01167166
12 0.32948 19.89093031
15 0.30748 18.56277544
4.2.3 Kalor Pada Air Panas dan Dingin

Suhu Fluida Suhu Fluida


Panas Dilepas Panas
Laju Alir Air Laju Alir Air Panas (oC) Dingin (oC) Cp Air Cp Air
Air Panas Diterima Air
Pemanas Pendingin Panas Dingin
(Qhot) Dingin
(kg/s) (kg/s) Thi Tho Tci Tco (Kj/Kg) (Kj/Kg)
(kJ/menit) (kJ/menit)
0.36148 0.09948 38 37 22 23 4.1800 4.1778 21.1538 6.6497
0.34948 0.13148 30 30 23 24 4.1800 4.1778 8.7650 3.8451
0.33148 0.19948 30 30 23 24 4.1810 4.1778 8.3155 5.8337
0.32948 0.25948 25 26 23 23 4.1797 4.1778 4.1314 2.1681
0.30748 0.31948 28 29 23 24 4.1797 4.1778 6.4259 6.6736

4.2.4 Koefisien Pindah Panas (U) Pada Variasi Laju Alir Pendingin

Laju Alir Air Laju Alir Air Suhu Fluida Suhu Fluida
U
Pemanas Pendingin Panas (oC) Dingin (oC) T1 T2 Tlmd A (m3)
(W/m2.K)
(l/menit) (l/menit) Thi Tho Tci Tco
21.82279194 5.989734121 38 37 22 23 14 16 14.9778 0.1934 0,010381
21.09834383 7.916468056 30 30 23 24 6 7 6.48716 0.1934 0,024132
20.01167166 12.01077767 30 30 23 24 6 7 6.48716 0.1934 0,017747
19.89093031 15.6234038 25 26 23 23 3 2 2.4663 0.1934 0,008194
18.56277544 19.23602992 28 29 23 24 5 5 - 0.1934 -

4.2.5 Efisiensi Panas () Pada Variasi Laju Alir Pendingin

Laju Alir Air Panas Dilepas Air Panas Diterima


Laju Alir Air Efisiensi Panas ()
Pendingin Panas (Qhot) Air Dingin
Pemanas (l/menit) (%)
(l/menit) (kJ/menit) (kJ/menit)
21.82279194 5.989734121 21.1538 6.6497 31.4351
21.09834383 7.916468056 8.7650 3.8451 43.8688
20.01167166 12.01077767 8.3155 5.8337 70.1546
19.89093031 15.6234038 4.1314 2.1681 52.4791
18.56277544 19.23602992 6.4259 6.6736 103.855

4.2.6 Grafik Kalibrasi Laju Alir Pendingin & Laju Alir Pemanas
Grafik Kalibrasi Laju Alir Air Pendingin
25

Laju Akir Air Pendingin (LPM)


y = 1.14x + 1.8954
20 R = 0.9898

15

10

0
0 2 4 6 8 10 12 14 16
Laju Alir Air Pendingin Flowmeter (LPM)

Gambar 4. Kalibrasi Laju Alir Pendingin

Grafik Kalibrasi Laju Alir Air Pemanas


22
Laju Alir Air Pemanas (LPM)

y = -0.2576x + 22.596
21 R = 0.9597

20

19

18
0 2 4 6 8 10 12 14 16
Laju Alir Air Pemanas (LPM)

Gambar 5. Kalibrasi Laju Alir Pemanas

4.2.7 Grafik Koefisien Pindah Panas (U) Pada Variasi Laju Alir Pendingin

Pengaruh Laju Alir Air Pendingin


Terhadap Koefisien Pindah Panas (U)
Koefisien Pindah Panas (U) (W/m2.K)

0.03 y = -0.0004x + 0.0184


R = 0.0529
0.025
Pengaruh Laju Alir Air
0.02 Pendingin Terhadap
0.015 Koefisien Pindah Panas
(U)
0.01
Linear (Pengaruh Laju
0.005 Alir Air Pendingin
Terhadap Koefisien
0
Pindah Panas (U) )
0 5 10 15
Laju Alir Pendingin (l/min)

Gambar 6. Koefisienb Pindah Panas (U) Pada Variasi Laju Alir Pendingin
4.2.8 Grafik Efisiensi Panas () Pada Variasi Laju Alir Pendingin

Pengaruh Laju Alir Air Pendingin


120
Terhadap Efisiensi Panas
100 y = 4.4638x + 6.1
Efisiensi Panas ()

R = 0.7455
80

60

40

20

0
0 5 10 15 20 25
Laju Alir Air Pendingin Flowmeter (LPM)
Gambar 7. Efisiensi Panas () Pada Variasi Laju Alir Pendingin
BAB V

PEMBAHASAN

Pembahasan Oleh Nabila Fatin Kamilasari (151411021)

Pada praktikum Heat Exchanger yang digunakan adalah tipe Shell and Tube 2-1
dengan aliran counter current dan tipe Double Pipe dengan aliran co current. Air panas (Hot)
dialirkan pada shell, sedangkan air dingin (Cold) dialirkan pada tube. Perpindahan panas pada
heat exchanger dapat terjadi akibat adanya driving force berupa perbedaan suhu antara fluida
panas dan fluida dingin. Semakin besarnya perbedaan suhu (driving force) maka semakin
besar pula kalor yang diberikan/diterima. Fluida yang digunakan adalah air dingin dan air
panas (air dingin yang dipanaskan oleh steam). Perpindahan panas akan menyebabkan
penurunan suhu pada air panas (Hot) dan kenaikan suhu pada air dingin (Cold).

Sebelum melakukan proses pertukaran panas, hal yang paling penting dilakukan
adalah mengkalibrasi variabel yang akan kita variasikan. Tujuannya yaitu untuk mengetahui
nilai aktual dari variabel tersebut.Variabel yang dikalibrasi pada tipe Shell and Tube yaitu
laju alir air pendingin. Variabel yang dikalibrasi pada tipe Double Pipe yaitu laju alir air
pendingin, namun kita tetap melakukan pengukuran laju alir aktual air pemanas. Hasil
kalibrasi pada tipe Shell and Tube dapat dilihat dari gambar 1. Sedangkan hasil kalibrasi pada
tipe Double Pipe daoat dilihat dari gambar 4 dan gambar 5.

Salah satu faktor yang mempengaruhi perpindahan panas yang terjadi adalah nilai laju
alir dari setiap fluida, Laju alir fluida akan mempengaruhi besar waktu kontak fluida panas
dan dingin dalam Heat Exchangers yang artinya juga berpengaruh pada nilai Q yang
dilepaskan dan yang diterima fluida. Untuk mengetahui pengaruh tersebut, maka pada tipe
Shell and Tube dilakukan variasi terhadap laju aliran masuk air dingin sebesar 4 l/min, 6
l/min, 8 l/min, 10 l/min, dan 12 l/min. Sedangkan pada double pipe variasi laju alir dingin
sebesar 3 l/min, 6 l/min, 9 l/min, 12 l/min, dan 15 l/min.

Effisiensi Pindah Panas


Effisiensi pindah panas menyatakan perbandingan antara kalor yang dilepaskan oleh
air panas dengan kalor yang diterima oleh air dingin. Menurut teori, jika nilai pindah
panas konveksi dari alat sempurna atau diasumsikan tidak mempengaruhi perpindahan
panas maka panas yang diterima air dingin harus sama dengan panas yang dilepaskan oleh
air panas.
Berdasarkan data pengamatan, pada tipe Shell and Tube efisiensi panas terbesar yaitu
pada laju alir air pendingin 10 l/menit dengan efisiensi 80%. Sedangkan pada tipe Double
Pipe efisiensi panas terbesar yaitu 9 l/menit yaitu sebesar 70%. Namun baik tipe Shell and
Tube maupun tipe Double Pipe memiliki nilai efisiensi yang lebih dari 100% dan kurang
dari 0% pada variasi tertentu. Nilai ini dapat dilihat pada gambar 3 dan gambar 7. Menurut
literatur efisiensi tidak mungkin melebihi 100% dan kurang dari 0%. Hal ini menandakan
adanya ketidaksesuaian pada alat heat exchanger, apabila di analisis hal tersebut dapat
terjadi karena pada kenyataannya, untuk membuat sistem terisolasi dari lingkungan tidak
lah mudah, sehingga terdapat kalor yang dilepas ke lingkungan ataupun kalor yang
diterima dari lingkungan. Selain itu, karena air umpan tidak diolah terlebih dahulu,
kemungkinan telah terjadi kerak maupun karat dalam shell ataupun tube sangatlah besar
sehingga menyebabkan proses perpindahan panas nya tidak optimum.

Pengaruh nilai U terhadap Laju Alir


Berdasarkan data didapatkan bahwa koefisien perpindahan panas (U) berhubungan
dengan laju alir fluida. Dimana semakin besar laju alir fluida maka akan semakin besar
pula koefisien perpindahan panasnya (U). Hal ini dikarenakan besarnya aliran akan
menambahkan beban panas terhadap Heat exchanger.
Nilai koefisien perpindahan panas (U) terbesar pada tipe Shell and Tube yaitu
0,025346 W/m2.K pada laju alir air pendingin sebesar 12 l/min. Sedangkan Nilai koefisien
perpindahan panas (U) terbesar pada tipe Double Pipe yaitu 0,024132 W/m2.K pada laju
alir air pendingin sebesar 6 l/min

Jika dibandingkan nilai koefisien pindah panas (U) dan efisiensi pada tipe
Shell and Tube dengan tipe Double Pipe, nilai terbesar yaitu ada pada tipe Shell and Tube.
Hal ini dapat disebabkan karena aliran pada tipe Shell and Tube yaitu counter current
sedangkan tipe Double Pipe adalah co current. Secara teoritis perpindahan panas akan lebih
optimal jika aliran yang digunakan adalah aliran counter current.
Kesimpulan Oleh Nabila Fatin Kamilasari (151411021)
1. Nilai koefisien pindah panas (U) terbesar pada tipe Shell and Tube yaitu sebesar
0,025346 W/m2.K pada laju alir air pendingin sebesar 12 l/min, sedangkan nilai
koefisien pindah panas (U) terbeser pada tipe Shell and Tube yaitu 0,024132
W/m2.K pada laju alir air pendingin sebesar 6 l/min.
2. Nilai efisiensi panas terbesar pada tipe Shell and Tube yaitu sebesar 80% pada
laju alir air pendingin 10 l/menit, Nilai efisiensi panas terbesar pada tipe Shell and
Tube yaitu sebesar 70% pada laju alir air pendingin 9 l/menit.
3. Nilai efisiensi dan koefisien pindah panas (U) pada Shell and Tube counter current
menunjukkan lebih baik dibandingkan nilai nilai efisiensi dan koefisien pindah
panas (U) pada Double Pipe co current.