Anda di halaman 1dari 148

U S U L A N T E K N I S

Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Pendekatan, Metodologi dan


Program Kerja

1. PENDEKATAN METODOLOGI
5.1. Umum
Perencanaan keseluruhan Stadion, yang menjadi permasalahan utama adalah
Program Ruang. Pengaturan Program Ruang sebuah bagian fungsi Gedung Stadion
dapat ditentukan oleh beberapa hal diantaranya :
 Sistim peralatan yang dipakai sehingga penentuan Program ruangnya harus
mengikuti spesifikasi peralatan tersebut.
 Sistim pelayanan yang biasa dilakukan sesuai dengan kebutuhan baik atlet
maupun penonton, sehingga kesemua kebutuhan program ruangnya
ditentukan dari kebutuhan dan ketersediaannya peralatan serta ruang yang
ada yang berorientasi pada kemudahan operasional.

Dengan mengacu pada penjelasan pengalaman dalam merancang sebuah bagian


Gedung Stadion tersebut diatas maka dalam penentuan program ruang tersebut
perlu diadakan survey yang mendalam tentang kebutuhan dan permintaan pada
USERS yang akan menempati ruang tersebut.

Kebutuhan ruang dalam kaitan operasional penggunaan ruang harus dikonfirmasi


dengan para USERS yang diatur melalui langkah-langkah seperti pada Flowchart
dibawah ini :

PT. UNITRI CIPTA Page 1


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Batasan-batasan :
 Permintaan
USERS

Konsep Rancangan
Diskusi
Standart Kebutuhan Penataan INPUTAN
Ruang Program Ruang DATA PROGRAM
RUANG DEFINITIF

Requirement Alat2
yang terkait dengan
Olahraga PRA
RANCANGAN

Penyesuaian data

Dengan Bagan Alur tersebut diharapkan dapat mengurangi ketidak sesuaian antara
konsep Rancangan, standard dan spesifikasi ruang yang diminta.

Kegiatan ini dapat dilaksanakan pada tahap Rapat Persiapan pelaksanaan Kontrak
yang dapat diurai sebagai berikut :
1.1 PPK bersama penyedia dapat menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan
kontrak.
1.2 Dalam rapat persiapan, PPK dapat mengikutsertakan Tim Teknis dan/atau Tim
Pendukung.
1.3 Beberapa hal yang dibahas dan disepakati dalam rapat persiapan pelaksanaan
kontrak adalah:
a. program mutu;
b. organisasi kerja;
c. tata cara pengaturan pelaksanaan pekerjaan;
d. jadwal pengadaan bahan/material, mobilisasi peralatan dan personil
(apabila diperlukan); dan
e. rencana pelaksanaan pemeriksaan lapangan bersama.
1.4 Hasil rapat persiapan pelaksanaan kontrak dituangkan dalam Berita Acara
Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak yang ditandatangani oleh seluruh
peserta rapat.

PT. UNITRI CIPTA Page 2


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

5.2. Perancangan Program Ruang, fasilitas dan bentuk


bangunan.

1. Optimasi kebutuhan & fasilitas ruang dalam bangunan Stadion Olahraga.


Pada KAK telah diinformasikan tentang beberapa hal yang dapat
dikompilasikan dengan beberapa prasyarat yang ada dilapangan sebagai
berikut :
 Bangunan Stadion yang akan dibangun harus dapat menampung
minimal 30.000 orang penonton.
 Pada Bangunan Stadion ini harus dapat terbentuk suatu bangunan
Arsitektur yang dapat menjadi Icon baru di Kabupaten Tapin
 Dengan lahan seluas 10 Ha nantinya akan dapat dijadikan Taman
Rekreasi bagi masyarakat Kabupaten Tapin dengan dipenuhi fasilitas
olah raga lainnya yaitu :
 Lapangan Sepakbola Terbuka
 Penataan Parkir yang teratur
Dengan penataan yang optimal maka keberadaan Bangunan Stadion pada
lokasi ini akan semakin menonjol menambah bobot bagi kawasan secara
keseluruhan
 Bangunan stadion ini akan dapat diatur dengan tatanan program ruang
sebagai fasilitas umum sebagai berikut :
a. Lantai 1 :
 Hall
 R. Atlit & Locker (Pria dan Wanita)
 R. Official
 R. Wasit
 Poliklinik
 R. Panitia Pelaksana
 R. Pemanasan/ Fitness Centre
 Ruang Toilet
 Gudang Peralatan

b. Lantai 2 :
 R. Building Management
 R. Wartawan
 R. Caf

PT. UNITRI CIPTA Page 3


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

 R. Studio FM
 R. Toilet

c. Lantai 3 :
 R. VVIP
 R. VIP
 R. Toilet
 R. Komersial

d. Lantai 4 :
 R. Operator
 Toilet

e. Ruang Tribune

2. Persyaratan Bangunan
Dalam bab sebelumnya telah dijelaskan tentang persyaratan-persyaratan
dalam perencanaan nantinya tidak terdapat bagian-bagian yang keluar dari
koridor persyaratan. Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam
pembuatan gambar perencanaan diantaranya sebagai berikut :
1. Persyaratan Peruntukan
2. Persyaratan Arsitektur dan Lingkungan
3. Persyaratan Struktur Bangunan
4. Persyaratan Ketahanan terhadap Kebakaran
5. Persyaratan Sarana Jalan Masuk & Keluar
6. Persyaratan Pencahayaan Darurat, tanda arah keluar dan sistim
peringatan Bahaya Kebakaran.
7. Persyaratan Instalasi Listrik, Penangkal Petir dan Sistim Komunikasi.
8. Persyaratan Sanitasi dalam Bangunan
9. Persyaratan Ventilasi dan Pengkondisian Udara

3. Program Ruang

PT. UNITRI CIPTA Page 4


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Dengan Pengalaman dan tinjauan empiris maka setiap fungsi bangunan dapat
dirinci kebutuhan ruangnya yang sebelumnya harus pula dijabarkan dengan
flow Chart aktivitas gedung tersebut. Sebagai gambaran dapat dilihat pada :

Dengan Pengalaman dan tinjauan empiris maka setiap fungsi bangunan dapat dirinci
kebutuhan ruangnya yang sebelumnya harus pula dijabarkan dengan flow Chart
aktivitas gedung tersebut. Sebagai gambaran dapat dilihat pada :

CIPTA KARYA DAN TATA


BATASAN LUAS BANGUNAN

NARA SUMBER BIDANG

(KONI & DISPORA)


KEOLAHRAGAAN
DAN ANGGARAN BIAYA APBD

DINAS PU.

RUANG
PEMBANGUNAN Kab. Tapin

SKETSA DESKRIPSI PROGRAM PRA RANCANGAN Tim Asistensi Teknis


START IDEA RUANG (DPU Cipta Karya)
Kab. Tapin

Perlu Persiapan
ulang
OK Program Ruang
Konsultasi Penentuan
DEFINITIF
Program Ruang & luas
Bangunan
Tinjauan
Ulang

DED
CARE

OK

END

Keterangan :

PT. UNITRI CIPTA Page 5


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Dengan langkah - langkah yang terjelaskan pada bagan alur tersebut dapat
disimpulkan kebutuhan ruang untuk memfasilitasi suatu Bangunan Stadion Olah
Raga yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana yang MULTI EVENTS.

Kebutuhan ruang utama ini harus digabung dengan kebutuhan ruang yang telah
diminta pada KAK oleh karenanya dalam Lampiran Berita Acara Rapat Penjelasan
Pekerjaan telah diinformasikan kebutuhan ruang yang akan diprogram pada
bangunan ini. Dalam kaitan ini diusulkan agar ruang-ruang tersebut dapat
dikelompokkan pada setiap lantai dengan tata organisasi sesuai dengan bagan alur
tersebut diatas.

Secara garis besar ruang-ruang di dalam stadion menurut KAK terdiri dari beberapa
ruang :

Ruang Penerima/ Lobby


Toilet dan Locker
Ruang Tangga / tangga darurat
Ruang M & E
Ruang Security
Ruang kantor Building Management
Ruang Poliklinik
Ruang Panitia Penyelenggara Kegiatan
Ruang Penyimpan Peralatan

Adapun ruang-ruang yang ada dapat dikelompokkan menjadi :

Kelompok ruang pertandingan/penonton


Kelompok ruang pemain, panitia & official
CKelompok ruang building management
Kelompok ruang penunjang : poliklinik, ruang pertemuan, komersial, dll.
Kelompok ruang VIP
Kelompok ruang peliputan media
Kelompok ruang servis : WC, gudang, tangga, keamanan, M&E.

PT. UNITRI CIPTA Page 6


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Ruang luar untuk parkir kendaraan sejumlah 10.000 mobil harus tersebar sacara
merata dan banyak ditanami pohon peneduh agar berkesan teduh.

Adapun secara menyeluruh Program Ruang ini akan merupakan satu kesatuan
dengan bentuk tampilan bangunannya yang dapat diurai dalam penjelasan tentang
Arsitektur Bangunannya.

4. Konsep Penataan Tapak

Pendaerahan Aktivitas
Sesuai dengan penetapan Perencanaan Teknis Stadion di Kabupaten Tapin, maka
bangunan yang akan dirancang dan segera dilaksanakan merupakan blok Bangunan
yang merupakan fasilitas olah raga yang dapat menggambarkan masa yang akan
datang yang sarat dengan teknologi sehingga pada blok ini diperbolehkan
membangun dengan gaya arsitektur yang modern dan menggambarkan High
Technologi.

Dalam Perencanaan Teknis Stadion di Kabupaten Tapin, bangunan yang dimaksud


menempati posisi zona yang dominant sebagai penangkap (focal Point) pada
kawasan ini dan tidak lepas dari persyaratan standard dari stadion olah raga yang
dapat digunakan baik pada siang hari maupun malam hari.

Orientasi lapangan sepak bola harus membujur utara-selatan untuk menghindari


arah datangnya sinar matahari bagi kedua tim pemain. Dengan demikian maka arah
stadion memanjang utara-selatan dengan tribun utama di sebelah barat. Hal ini
dengan asumsi bahwa semua pertandingan yang diselenggarakan pada siang hari
berlangsung setelah jam 14.00 sehingga penonton sebelah barat lebih nyaman
dibanding sebelah timur.

PT. UNITRI CIPTA Page 7


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

LOKASI Gedung Stadion di Kabupaten Tapin

5. Konsep Pencapaian
Gedung Stadion Kabupaten Tapin diharapkan merupakan ICON bidang
olahraga terlengkap dan terbesar di Kabupaten Tapin.

6. Metoda Perancangan Arsitektural


Terdapat banyak Metoda dalam perancangan arsitektur seturut literatur yang
tersedia. Dari yang banyak tersebut sebagian hanya berupa tulisan pendapat
tanpa pernah diuji-cobakan dalam praktek, sebagian kecil sang sering
digunakan dan dipraktekkan yang salah satunya adalah sebagaimana yang
dilakukan oleh Broadbent (1973).

7. Konsep Massa Bangunan


Massa Bangunan Stadion ditinjau dari sisi kebutuhan ruang dan
mempertimbangkan lahan yang tersedia, yang juga akan dirancang menyatu
dengan siteplan yang lain. Dalam penugasan ini hanya diminta untuk
Pembuatan Perencanaan teknis bangunan stadion tapi sangat sulit untuk
merancang bangunan itu berdiri sendiri sehingga oleh karenanya diusulkan
juga bentuk siteplan yang menyatu dengan keberadaan bangunan stadion
yang dirancang.

PT. UNITRI CIPTA Page 8


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

8. Penataan Ruang Luar


Massa Bangunan Gedung Stadion di Kabupaten Tapin ditinjau dari sisi
kebutuhan ruang dan mempertimbangkan lahan yang tersedia, kebutuhan-
kebutuhan standard bagi bangunan Stadion yang berkapasitas 30.000
penonton harus dipenuhi secara lengkap karena hal ini terkait kenyamanan
pengunjung.

Optimasi lahan seluas 10 Ha yang tersedia bagi hadirnya Gedung Stadion ini
harus diusahakan dengan mempertimbangkan keutamaan aspek kebutuhan
kenyamanan area kedatangan sebagai fasilitas rekreasi masyarakat Tapin dan
tetap harus mempertimbangkan juga estetika bangunan dan penghijauan yang
cukup, karenanya tetap diusahakan ada penghijauan semaksimal mungkin.

9. Sirkulasi

Dalam merancang stadion olah raga yang berkapasitas 30.000 penonton


maka yang sangat dipentingkan adalah perencanaan sirkulasi alur penonton
pada saat :
 INCOMING yang diasumsi kami tidak bersamaan.
 OUTGOING yang diasumsikan dalam keadaan bersamaan
Dalam perencanaan hal ini harus selalu diperhatikan tentang alur pintu keluar
yang memadai dan dihitung dalam satuan waktu yang cepat.

Sirkulasi pada sebuah kompleks stadion merupakan salah satu isyu yang
penting karena menyangkut lalu-lintas orang sebanyak 30.000 penonton.
Selain itu penonton datang dan pulang dalam waktu yang cukup bersamaan
sehingga perlu diatur arah dan tempatnya.

Dalam mengatur sirkulasi penonton terdapat 2 hal yaitu penonton yang datang
masih dalam kendaraan dari luar menuju tempat parkir dan penonton yang dari
tempat parkir menuju pintu masuk. Yang pertama berkaitan dengan sirkulasi
kendaraan dan yang kedua berkaitan dengan sirkulasi manusia. Dalam hal ini
maka isyu pemisahan jalur kendaraan dan pejalan kaki menjadi utama.
Memisahkan secara total merupakan penyelesaian yang terlalu mahal karena

PT. UNITRI CIPTA Page 9


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

dibutuhkan jembatan dan jalan layang, tetapi penyediaan trotoar yang cukup
lebar merupakan suatu keharusan.

Untuk menghindari konsentrasi penonton hanya di satu tempat maka letak


tempat parkir kendaraan harus tersebar secara cukup merata. Hal ini juga
sesuai dengan penempatan pintu masuk stadion yang juga harus merata agar
jalur perjalan kaki tidak terlalu panjang. Untuk ini harus disediakan banyak
pintu masuk dengan penyediaan hall yang cukup lebar karena penonton akan
mengantre pada waktu pengecekan karcis.

Selain pembagian antara kendaraan dan manusia, jenis suporter sebagai


penonton juga harus dipisahkan. Hal ini untuk menghindari munculnya
kerusuhan akibat luapan emosional penonton dalam jumlah yang sangat besar.
Untuk ini perlu dipisahkan antara suporter tuan rumah (home) dengan suporter
tamu (away). Suporter tamu relatif jauh lebih kecil jumlahnya. Pemisahan
meliputi pintu masuk kawasan stadion, tempat parkir kendaraan dan tempat

PT. UNITRI CIPTA Page 10


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

duduk. Dengan pemisahan ini kemungkinan jalur sirkulasi yang bercampur


sudah sangat kecil.

Secara garis besar isyu sirkulasi penonton dapat diringkas sebagai berikut :

Pemisahan jalur dan tempat duduk suporter tuan rumah dan suporter tamu
Distribusi tempat parkir dan pintu masuk stadion yang merata
Distribusi penonton pada waktu masuk dan keluar stadion : jumlah &
penempatan pintu masuk/keluar, tangga & lubang tribun
Jalur sirkulasi pemain & official
Penyediaan halte kendaraan umum (bukan terminal)

5.3. Sketsa Idea Tampilan Arsitektur

1. Fasad Bangunan
Fasad bangunan juga harus mengintepretasikan bangunan yang tegas dengan
olahan garis geometrinya (garis vertikal Horizontal), juga merepresentasikan

PT. UNITRI CIPTA Page 11


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

bangunan rapi & bersih dari pengaturan komposisi bidang-bidang yang terjadi (tidak
banyak lipatan).

Jendela pada Gedung Sport Center secara konseptual dirancang untuk memenuhi
standart kebutuhan akan terang-langit serta pergantian udara segar alami dapat
dibuka tutup, namun demikian pola geometri pada gubahan massa diadakan sebagai
upaya sentuhan yang hanya bersifat estetika saja, yang dengan demikan aspek
fungsi dan kebutuhan ruang yang mendasar tetap menjadi prioritas rancangan.

Penampilan eksterior keseluruhan bangunan yang meliputi keseluruhan


komponennya atap, dinding, bukaan serta elemen-elemen yang mengesisi atau
menonjol struktur bangunan, disetiap bangunan antara komposisi sebagai tampilan
dan fungsi-fungsinya setaraf kebutuhan/ aktivitas didalamnya.

Kesan Modern, dimunculkan dengan memberi penyelesaian pada bidang-bidang


kaca dengan bingkai kerangka aluminium geometri pada garis-garis yang timbul,
sesedikit mungkin atau membebaskan dari unsur-unsur lengkung. Bentuk atap yang
sederhana juga memberikan kesan nilai kepraktisan & kemudahan dalam perawatan.

Kesan Unik/ khusus yang ditampilkan terkait dengan citra modern dan tehnologi
diambil dengan memunculkan geometri garis-garis kuat serta lebar. Kesan
keseluruhan nik ini memang diharapkan ada kesan bersih dan sedikit bersifat
dekoratif pada fasad bangunan.

Solusi iklim dapat ditengarai dengan adanya selasar-selasar keliling bangunan


sebagai pelindung sebagian atau seluruh permukaan dinding. Bentuk atap hiasan
sebagai antisipasi kondisi curah hujan yang tinggi serta isolasi radiasi panas
matahari yang tinggi.

Secara umum tampilan fasad tidak semata menggambarkan citra bangunan


utilitarian yang menegangkan tapi bangunan tempat solusi dan perwatan kesehatan
yang menyenangkan.

PT. UNITRI CIPTA Page 12


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

2. Organisasi Ruang

Adapun Gedung Sport Center ini merupakan gedung yang mampu menampung
20.000 penonton sehingga kebutuhan akan ruang-ruang yang terkait dengan jumlah
penonton tersebut harus dapat ditata sebagai kebutuhan dasar tapi harus nyaman.

Sesuai dengan kebutuhan maka bangunan Gedung Sport Center di Kabupaten


Tapin ini memiliki program zonasi ruang dalam beberapa lantai bangunan
sebagaimana yang direncanakan yaitu pada masing-masing lantai mengakomodir
kegiatan-kegiatan.

3. Gubahan Ruang-Luar (Exterior)

Lahan yang tersedia untuk gedung Sport Center sangat terbatas dari standart yang
diberlakukan, oleh karenanya Ruang terbuka hijau yang seharusnya menyertai pada
rancangan ini terpaksa di optimalkan untuk mengakomodir kenyamanan sirkulasi
pada ruang kedatangan. Karena keberadaan bangunan ini ditengah lahan yang
cukup luas yang dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau maka hal-hal tentang tata
hijau di sekitar bangunan tidak perlu dipermasalahkan.

Ruang kedatangan yang dirancang memiliki kekhasan secara arsitektural, akan


menjadi ruang kedatangan yang nyaman sekaligus sebagai unsur Penangkap dari
bangunan Gedung Sport Centre itu sendiri.

Detail sekeliling kanopi ruang kedatangan juga dirancang untuk dapat menjadi aksen
dari serial vision.

Salah satu persyaratan yang disebut dalam KAK adalah bangunan stadion ini harus
mampu manjadi ikon kota Tapin. Untuk ini tampilan arsitekturnya harus berbeda dari
yang ada serta mampu menjadi ciri suatu tempat dan mudah dikenal. Hal ini
memang tidak mudah tetapi bisa dieksplorasi bentuk arsitekturnya agar dapat
memenuhi keinginan tadi.

Bagian terbesar dari tampilan sebuah stadion adalah bentuk tribun dan atapnya.
Besarnya tribun ditentukan oleh kapasitas penonton yang dikehendaki karena ukuran

PT. UNITRI CIPTA Page 13


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

lapangan sepakbola sudah standar. Dengan kapasitas 20.000 penonton, maka


penyediaan tribun sisi timur dan barat sudah cukup dan jumlah baris tidak terlalu
banyak sehingga sudut kemiringannya tidak tajam. Kedua sisi ini dipilih karena dari
sisi ini sudut penglihatan yang paling baik bagi penonton dalam menikmati
pertandingan. Sisi utara-selatan dibutuhkan jika dikehendaki kapasitas yang lebih
besar.

Biasanya bentuk geometri tribun membesar dibagian VIP dengan distribusi


tempat duduk merata. Dalam rancangan ini bagian ujung atas tengah tribun
lihilangkan dan disisakan balok-balok pendukungnya saja. Dengan demikian
tampilan rangka tribun dari luar (eksterior) akan terlihat semakin kokoh.

4. Olah Tata-ruang Dalam (Interior)

Dalam ide rancangan tata ruang-dalamnya, diharapkan suasana nya dapat


menstimulasi semangat olahraga menjadi lebih bersemangat .

PT. UNITRI CIPTA Page 14


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

5. Tampilan Bangunan-bangunan dalam

Untuk memperkokoh tampilannya pengisi ruang dibagian bawah tribun dibuat


seminimal mungkin agar bagian struktur tribun terlihat lebih luas. Ini merupakan
gagasan untuk membuat tampilan tribun sebagai tampilan utama dan dominan dari
arsitekturnya.

Selain struktur tribun, struktur rangka penyangga tribun ikut mendominasi tampilan
stadion dengan menampilkan pada sisi memanjangnya. Untuk menyatukan tampilan,
atap utama tribun dibuat melengkung sejajar lengkungan tribun bagian atas. Atap ini
dirancang dengan struktur kantilever sehingga tidak ada struktur lain diluar tribun
agar tampilan eksterior terlihat lebih bersih.

Dengan kapasitas penonton 30.000 orang, tribun cukup ditempatkan di sisi timur dan
barat lapangan. Sisi utara dan selatan prinsipnya hanya digunakan untuk
menempatkan score-borad dan couldron bila digunakan untuk event pekan olahraga.

PT. UNITRI CIPTA Page 15


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

PT. UNITRI CIPTA Page 16


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

PT. UNITRI CIPTA Page 17


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Untuk memberi skala yang lebih kecil pada entrance, dibuat kanopi dan tonjolan
ruang serta ramp menuju entrance utama. Bentuk geometri kanopi juga dibuat
lengkung untuk keserasian tampilan secara keseluruhan.

SCORE BOARD DAN COULDRON

Rancangan score board dan couldron dibuat menyatu dengan tribun agar tidak
terkesan tempelan. Untuk itu dibutuhkan penyelesaian bidang-bidang yang
meneruskan tribun ke bagian score board dan couldron. Bidang-bidang ini
dieksplorasi geometrinya untuk memberi tampilan yang estetis.

Karena skala tribun yang cukup besar maka ukuran score board dan ketinggian
couldron harus menyesuaikan. Untuk ini perlu dibuat beberapa elemen dekoratif
yang menyatu dengan kedua elemen tersebut.
LAMPU STADION

Untuk kebutuhan penerangan pada event malam hari dibutuhkan lampu penerangan
lapangan yang cukup. Penempatan lampu-lampu ini harus merata dan posisinya
cukup tinggi agar tidak menyilaukan pemain. Dalam rancangan ini tiang lampu dibuat
menyatu dengan empat pintu parade yang ada di empat ujung stadion. Sedang
untuk bagian tengah lapangan ditempatkan pada ujung atap tribun memanjang
utara-selatan.

KEMUNGKINAN PENAMBAHAN KAPASITAS PENONTON

Dalam rancangan ini dibuat alternatif apabila diperlukan penambahan kapasitas


penonton. Untuk ini sisi utara-selatan bisa dibuat tribun sehingga tampilan tribun
terlihat menerus. Untuk ini juga diberi atap keliling tribun dengan memperhatikan
posisi score board dan couldron. Sedang tiang lampu di empat ujung lapangan
dihilangkan dan ditempatkan pada sepanjang atap sisi utara-selatan.

PT. UNITRI CIPTA Page 18


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

5.4. Detail Engineering Design (DED)

a. Proses Pembuatan Dokumen Perencanaan dengan Rencana


Pembangunan Bertahap

Dalam KAK telah dijelaskan tentang lingkup kerja Konsultan Perencana yang secara
garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut :

 Tahap Pra Rancangan

PT. UNITRI CIPTA Page 19


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

a. Pengumpulan Data Lapangan


b. Perencanaan Tapak dan Blok Bangunan
c. Pra Rancangan
d. Pembuatan Maket & Presentation Tools

 Tahap Perancangan Detail Engineering Design


a. Pengembangan Rancangan
b. Perhitungan Konstruksi
c. Pembuatan Gambar Kerja
d. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya
e. Penyusunan RKS

 Tahap Pelelangan

 Tahap Pembangunan Bertahap


Dalam pelaksanaan tahap-tahap pekerjaan tersebut diatas dimungkinkan untuk
dibangun dengan pentahapan untuk itu diusulkan untuk menghasilkan dokumen DED
untuk pelaksanaan Tahap Tahun Anggaran yang akan datang sebagai Karya
Perencanaan Tahap I dan untuk Tahun Anggaran lainnya sebagai Karya Perencanaan
Tahap II.

Dokumen antara yang dapat dipakai sebagai dokumen Tender konstruksi


tahapan dapat dijelaskan seperti pada bagan alur sebagai berikut :

PT. UNITRI CIPTA Page 20


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Batasan batasan :
BATASAN
 Kebutuhan Ruang Kemampuan
 Anggaran USER
Anggaran

ok PRA
SKETSA DISKUSI RANCANGAN ASISTENSI DED ASISTENSI
IDEA

Tinjauan Ulang
Tinjauan ulang Tinjauan ulang

DED DOKUMEN
TAHAP I PERENCANAAN

Revisi

ASISTENSI

DOK. TENDER
Tahap I

b. Perencanaan Bidang Arsitektural

Kehadiran Bangunan pada suatu kawasan / lingkungan setidaknya harus


memiliki dampak positif bagi kualitas lingkungan baik yang terkait dengan
kehidupan maupun estetikanya. Demikian juga dengan eksistensi Gedung Sport
Centre Kabupaten Tapin tentunya akan mampu menjadi ICON pada kawasan ini,
untuk itu harus difikirkan tentang bentuk arsitektur yang akan dipilih.

Dalam kaitan ini diusulkan untuk memilih bentuk arsitektur yang ramah terhadap
kondisi lingkungan kawasan yang sudah ada, tetapi tetap mempunyai perpaduan
dengan Bangunan modern dimana selalu sarat dengan unsur-unsur bahan-
bahan metal dan kaca tapi dengan mengutamakan sifat-sifat bangunan yang

PT. UNITRI CIPTA Page 21


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

mengutamakan UTILITAS penggunaannya dan penataan ruang yang nyaman


diharapkan dapat menghadirkan Gedung impian tersebut.

c. Perencanaan Bidang Struktural

1. STRUKTUR BANGUNAN BAWAH (LOWER STRUCTURE)

Struktur bangunan bawah pada suatu bangunan idealnya berupa satu kesatuan
struktur yang terdiri dari: pondasi, pilecap atau poer, dan tiebeam atau sloof.
Masing-masing komponen mempunyai peranan tersendiri. Peranan tersebut tidak
boleh dianggap ringan karena struktur yang ditopang berupa bangunan atas
sebuah gedung bertingkat banyak mempunyai berat ratusan ton pada tiap titik
kolomnya. Oleh karena masing-masing mempunyai peranan, maka perlu sebuah
konsep berpikir dan perhitungan yang cermat dalam menentukan struktur
bangunan bawah tersebut.

Struktur pondasi sebuah bangunan berguna untuk mentransfer beban dari


bangunan atas untuk disalurkan ke tanah sebagai media pendukungnya. Daerah
sekitar lokasi bangunan mempunyai kondisi tanah berupa lempung lunak sampai
kedalaman tertentu. Mengingat kondisi tanah yang tidak cukup baik dilokasi dan
kedalaman tanah keras yang dalam 27 m, maka type pondasi yang digunakan
harus pondasi tiang (pondasi dalam). Ada dua alternatif pelaksanaan yang dapat
digunakan untuk membuat pondasi dalam, yaitu: menggunakan tiang pancang
pracetak dengan sistim injeksi dan sistim bored pile. Masingmasing memiliki
kelebihan dan kekurangan.

Pada pondasi tiang pancang pracetak sistim injeksi, kualitas material dan
kecepatan pelaksanaan sangat dominan. Lokasi pekerjaan relatif bersih,
sehingga memperlancar pelaksanaan pekerjaan. Disamping itu dengan
menggunakan sistim injeksi tidak menimbulkan masalah dengan lingkungan
sekitar seperti getaran dan kebisingan. Pelaksanaan pemancangan dengan
sistim injeksi dengan panjang tiang sekitar 26 meter dapat dilaksanakan sekitar
10 sampai dengan 12 titik tiang pondasi tiap hari. Sehingga waktu pemancangan
tinggal menjadi faktor pengali dari kapasitas produksi pelaksanaan.

PT. UNITRI CIPTA Page 22


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Gambar1. Pemancangan dengan Sistim Injeksi

Sedangkan pada pelaksanaan pondasi bored pile juga tidak terdapat kebisingan
maupun getaran, namun site menjadi cukup kotor oleh lumpur hasil pengeboran.
Selain itu kualitas tiang pondasi yang dihasilkan tidak sebaik tiang pracetak karena
pondasi harus dicor ditempat. Bila dilaksanakan dengan pondasi bored pile maka
harus disiapkan prasarana penunjang pelaksanaan untuk menunjang metode yang
dipakai.
Prasarana yang perlu disiapkan yaitu lokasi untuk merangkai tulangan pondasi
boredpile yang cukup luas karena tulangan harus dirangkai dilapangan. Pada saat
pemboran tanah harus disiapkan lokasi yang cukup untuk menimbun deposit untuk
meniriskan tanah supaya tidak tercecer ketika dibawa keluar. Sebelum dibawa keluar
oleh dumptruck, kendaraan pengangkut harus dicuci supaya lumpur tidak jatuh di
perjalanan. Dan juga harus disiapkan petugas pembersih jalan dalam radius tertentu
untuk membersihkan ceceran lumpur yang jatuh supaya tidak merugikan pemakai
jalan yang lain.

PT. UNITRI CIPTA Page 23


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

(a) (b)

(c) (d)
Gambar 2. Pondasi Boredpile (a) Pengeboran (b) Pembuatan bulb (c) Pemasangan
besi tulangan (d) Pengecoran

Perencanaan struktur bangunan bawah pada bangunan ini nantinya akan


menggunakan pondasi tiang pracetak sistim injeksi dengan alasan yang telah
dikemukakan diatas dan juga telah disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Untuk
memastikan bahwa pelaksanaan pondasi sudah sesuai yang telah direncanakan
maka perlu dilakukan tes untuk mengetahui daya dukung tiang terpasang. Tes
tersebut bisa dilakukan secara dinamik ataupun statik. Bila dilakukan tes statik alat
yang digunakan tetap memakai alat pancang injeksi, bila dilakukan secara dinamik
menggunakan alat PDA (Pile Driving Analysis).

PT. UNITRI CIPTA Page 24


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Gambar 3.
Proses pendataan dengan alat tes PDA (gambar kiri atas), Pelaksanaan tes PDA di
lapangan (gambar kanan atas), dan Pelaksanaan Pembebanan Statis (gambar
bawah)

2. STRUKTUR ATAS (UPPER STRUCTURE)

1. Sistem Struktur
Struktur yang digunakan dalam perencanaan adalah sistem Open Frame atau
portal rangka terbuka. Struktur rangka ruang terbuka sesuai dengan lokasi
bangunan yang berada pada daerah dengan resiko gempa rendah. Surabaya
berada pada zone gempa 2 pada peta wilayah gempa peraturan gempa tahun
2002.

Mengingat gedung ini harus dilaksanakan dalam batasan lahan yang ada, maka
sebaiknya struktur yang digunakan adalah cast in situ concrete (beton cor
setempat). Selain itu dengan bentuk geometri yang typikal dalam arah vertikal juga
mendukung digunakan sistem tersebut.

PT. UNITRI CIPTA Page 25


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Gambar 4. Pelaksanaan gedung dengan metode cor setempat

Keuntungan sistem ini adalah kecepatan pelaksanaan dan kualitas bahan yang
terkontrol langsung dilapangan oleh direksi. Disamping itu sistem ini relatif bersih dan
rapi apabila dikerjakan dengan baik karena fabrikasi tulangan dilaksanakan didalam
site (lapangan). Yang terpenting harus diperhatikan adalah schedule pelaksanaan
direncanakan sedemikian rupa agar tulangan elemen yang datang bisa segera
dipasang agar tidak ada penumpukan dilapangan.
2. Elemen Struktur
Bangunan atas gedung terdiri dari struktur primer dan struktur sekunder. Struktur
primer adalah bagian langsung dari sistim struktur atas yang berupa rangka terbuka
balok dan kolom. Elemen struktur primer berupa balok dan kolom ini merupakan satu
kesatuan dalam kekuatan struktur dimana dalam perhitungannya nanti menerima
beban dari struktur yang didukungnya berupa struktur sekunder.

Struktur sekunder adalah elemen struktur yang membebani struktur primer walaupun
pada dasarnya struktur sekunder ini juga menambah tingkat kekakuan dalam sistim
struktur. Struktur sekunder diantaranya: tangga, plat lantai, entrance, dan elemen
yang tidak menjadi bagian dari sistim struktur rangka terbuka (open frame).

PT. UNITRI CIPTA Page 26


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Gambar 5. Struktur rangka terbuka (open frame)

3. PEMBEBANAN, ANALISA STRUKTUR DAN PERATURAN

1. Beban yang Diperhitungkan


a. Beban Mati: beban ini berasal dari berat sendiri struktur dan beban peralatan
yang permanen (tidak dipindahkan lagi).
b. Beban Hidup: beban ini berdasarkan fungsi gedung dan fungsi pada tiap
lantainya.
c. Beban Gempa: kekuatan gempa yang dipergunakan dalam perencanaan akan
disesuaikan dengan peta zona gempa yang ada dalam peraturan perencanaan
bangunan tahan gempa untuk gedung tahun 2002 (SNI 03-1726-2002).

PT. UNITRI CIPTA Page 27


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Gambar 6. Peta Gempa Wilayah Indonesia

2. Analisa Struktur
Perencanaan gedung ini akan menggunakan paket program komputer yang dianalisa
secara 3D untuk mengetahui perilaku struktur dan menjaga ketelitian proses disain.
Model bangunan berupa rangka terbuka 3D (3D open frame) dengan struktur utama
berupa balok dan kolom. Dari permodelan geometri struktur akan diberikan
pembebanan dan kombinasi beban sesuai dengan peraturan yang berlaku dan
diperoleh gaya dalam yang selanjutnya digunakan untuk menentukan jumlah
tulangan pada masing-masing elemen struktur.

3. Peraturan yang Digunakan.


Untuk melakukan input data pada analisa struktur dan perhitungan penulangan akan
dipakai peraturan diantaranya: SNI 03-1726-2002, SNI 03-2847-2002, serta
peraturan lain yang berkaitan dengan kebutuhan perencanaan nantinya.

PT. UNITRI CIPTA Page 28


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

4. PRECAST CONCRETE

Pendahuluan
Precast concrete atau beton pracetak mulai digunakan sejak sebelum tahun 1950-an
dan berkembang dengan pesat hingga saat ini penggunaan beton pracetak telah
lazim. Keuntungan utama dari metode ini adalah waktu fabrikasi yang sangat efisien
karena dilaksanakan di luar lokasi konstruksi secara simultan dengan pelaksanaan
struktur bangunan utama. Proyek-proyek stadion yang memiliki elemen-elemen
struktur bersifat repetasi akan sangat terbantu dengan sistem beton pracetak.
Banyak komponen struktur stadion yang dapat dicetak terlebih dahulu di luar lokasi
untuk nantinya dirakit menjadi sebuah bangunan di dalam lokasi. Salah satu elemen
stadion bersifat repetasi yang sangat terbantu dengan sistem beton pracetak adalah
plat lantai tribun.

Plat lantai tribun yang disokong oleh sistem portal balok dan kolom bukanlah plat
lantai yang memiliki permukaan yang rata. Oleh karena itu akan sulit membentuk plat
lantai tribun dengan sistem pengecoran di tempat karena dibutuhkan sebuah sistem
bekisting yang sangat rumit dan memakan waktu. Mengingat bentuk tribun yang
serupa di seluruh stadion, maka sistem pracetak sangat menarik untuk diterapkan
karena karakteristiknya sangat menguntungkan. Tentunya dudukan-dudukan dari
elemen tribun pracetak ini harus disesuaikan sehingga memungkinkan pemasangan,
namun demikian biaya tambahan yang muncul untuk grouting teramat kecil
dibanding dengan keuntungan dari produktifitas pracetak yang sangat tinggi. Dari
segi struktural, sistem pracetak pada tribun tidak mengganggu sistem struktur
bangunan secara keseluruhan sebab tribun merupakan sistem struktur sekunder
yang tidak mempertahankan integritas bangunan secara langsung. Oleh karena itu
sistem struktur bangunan utama dapat dianalisis dengan menggunakan prinsip-
prinsip open frame yang sederhana sehingga mengurangi peluang terjadinya
kesalahan dalam analisis struktural bangunan.

Proses Pembuatan Beton Pracetak


Pembuatan beton pracetak pada prinsipnya serupa dengan pembuatan beton cor di
tempat namun dengan memperhitungkan perkuatan pada posisi-posisi
pengangkatan dan sambungan-sambunganya dengan struktur utama nantinya.

PT. UNITRI CIPTA Page 29


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Gambar 1. Proses manufaktur tribun pracetak

Segmen-segmen tribun pracetak ini difabrikasi secara simultan sehingga umur beton
mencapai usia yang cukup bersamaan dengan cukup umurnya struktur utama
bangunan. Satu-satunya kendala bagi fabrikasi beton pracetak ini adalah masalah
logistik. Kontraktor pelaksana harus dapat menyediakan bahan-bahan dalam jumlah
yang cukup untuk produksi masal dan menyediakan ruang yang cukup untuk
pelaksanaan fabrikasi.

Pemasangan Beton Pracetak


Beton pracetak diproduksi di lokasi di luar lokasi konstruksi bangunan utama, oleh
karena itu transportasi beton pracetak dari lokasi fabrikasi ke lokasi konstruksi harus

PT. UNITRI CIPTA Page 30


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

diperhitungkan dengan cermat baok akses maupun waktunya untuk menghindari


delay pemasangan beton. Pengangkutan beton pracetak dapat dilakukan dengan
cara sederhana yang melibatkan crane dan flat bed trailer.

Gambar 2. Transportasi Tribun Pracetak

Di lokasi konstruksi bangunan utama, segmen-segmen beton pracetak ini dirangkai


dengan bangunan utama dan difiksasi sehingga tidak berubah posisi.

Gambar 3. Penempatan Tribun Pracetak

PT. UNITRI CIPTA Page 31


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Gambar 4. Metode fiksasi beton pracetak

PT. UNITRI CIPTA Page 32


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

5. SPACE FRAME UNTUK ATAP GEDUNG


Pendahuluan
Stadion merupakan bangunan dengan fungsi ruang yang sangat luas dan besar.
Digunakan untuk even yang dihadiri oleh puluhan ribu orang yang ingin menyaksikan
beragam suguhan acara yang populer. Oleh karena itu sistem struktur yang hendak
digunakan untuk menaungi ruangan ini haruslah mampu menyediakan ruang yang
luas dan bebas dari penghalang sehingga mereka yang datang dapat menonton
dengan leluasa. Sistem space frame adalah salah satu jawaban atas tantangan ini.
Struktur space frame telah berkembang dan digunakan di seluruh penjuru dunia
selama lebih dari setengah abad lamanya. Pencarian bentuk-bentuk struktur baru
untuk mengakomodasi ruang bebas yang luas telah menjadi tujuan utama bagi para
arsitek dan insinyur sipil. Dengan munculnya teknik membangun dan material
konstruksi yang baru, space frame seringkali menyediakan jawaban yang tepat dan
memenuhi persyaratan berat, ekonomi, dan kecepatan pelaksanaan. Kemajuan yang
pesat telah dicapai dalam proses pengembangan space frame. Banyak teori dan
program penelitian telah dilaksanakan oleh berbagai perguruan tinggi dan institusi
penelitian di banyak negara. Hasilnya, banyak pengetahuan yang telah
disebarluaskan dan diaplikasikan di lapangan. Dalam beberapa dekade terakhir,
pesatnya penggunaan space frame dapat diamati dalam berbagai jenis gedung
seperti arena olahraga, ruang pameran, ruang pertemuan, terminal transportasi,
hangar pesawat terbang, bengkel, dan gudang. Bangunan-bangunan tersebut bukan
hanya menggunakan atap bentang panjang, namun juga penutup bentang sedang
dan pendek seperti atap, lantai, dinding, dan kanopi. Banyak proyek-proyek menarik
telah didisain dan dibangun di seluruh dunia menggunakan konfigurasi yang
bervariasi.

Beberapa faktor penting yang memengaruhi cepatnya perkembangan space frame


dapat disampaikan sebagai berikut. Pertama-tama, pencarian ruang dalam gedung
yang besar telah dan selalu menjadi fokus aktifitas manusia. Oleh karena itu,
turnamen olahraga, pertunjukan budaya, pertemuan masal, dan pameran dapat
digelar di bawah satu atap. Produksi modern dan kebutuhan atas efisiensi
operasional yang lebih besar juga menghasilkan permintaan atas ruangan yang
besar dengan gangguan yang minimal dari struktur penyokong. Space frame
menyediakan keuntungan bahwa ruang interior dapat digunakan untuk berbagai cara
dan oleh karenanya sesuai dengan permintaan yang ada. Space frame sangat sulit

PT. UNITRI CIPTA Page 33


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

dipahami secara statis, dan analisis terhadap struktur ini sangatlah rumit bila
menggunakan metode manual. Sulitnya analisis yang rumit dari sistem ini
menyebabkan penggunaan space frame menjadi terbatas. Namun munculnya
komputer telah merubah pendekatan dalam analisis space frame secara radikal.
Dengan menggunakan program bantu komputer, struktur ruang yang sangat
kompleks dapat dianalisis dengan akurasi yang sangat tinggi dalam waktu yang
sangat singkat. Pada akhirnya, space frame juga menemui masalah dalam
menyambung batang-batang yang sangat banyak (kadang mencapai 20 batang)
dalam sebuah ruang dengan sudut yang bervariasi pada satu titik. Munculnya
beberapa metode penyambungan pada sistem-sistem yang telah dipatenkan telah
membantu pengembangan konstruksi space frame. Sistem-sistem ini menawarkan
cara-cara yang sederhana dan efisien untuk menyambung batang-batang. Toleransi-
toleransi yang persis dibutuhkan oleh sistem-sistem sambungan ini dapat dicapai
dalam fabrikasi batang dan sambungan.

Definisi Space Frame


Bila dicari dalam literatur atas rekayasa struktur, ditemukan bahwa arti kata space
frame sangatlah beragam dan membingungkan. Pada pemahaman yang luas, space
frame dapat diartikan secara literal sebagai struktur berdimensi tiga. Meski demikian,
dalam pemahaman yang lebih sempit, istilah space frame berarti sejenis struktur
spesial yang bekerja secara tiga dimensi. Kadangkala insinyur sipil dan arsitek gagal
menyampaikan arti sesungguhnya dari istilah ini. Oleh karena itu sepantasnya
didefinisikan terlebih dahulu istilah space frame ini sehingga dapat sepaham
disepanjang ulasan ini. Sebuah kelompok kerja di Spatial Steel Structures of The
International Association on Shell dan Spatial Structures mendefinisikan space frame
sebagai berikut:
Space frame adalah sistem struktur yang tersusun atas elemen-elemen linear yang
diatur sehingga gaya-gaya disalurkan secara tiga dimensi. Pada kasus tertentu,
elemen penyusun ini dapat saja bersifat dua dimensi. Secara makroskopik, space
frame sering berbentuk datar atau kurva. Harus diperhatikan bahwa struktur yang
serupa juga disebut sebagai struktur kisi dalam laporan yang dibuat oleh Task
Committee on Latticed Structures yang menyatakan bahwa Struktur kisi adalah
sistem struktur dalam bentuk jaringan elemen-elemen (bukan permukaan menerus).
Bagian-bagiannya dapat dibentuk dengan cara digiling, ditekan, atau dicetak.

PT. UNITRI CIPTA Page 34


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Karakter lainnya dari struktur kisi adalah mekanisme pemikulan bebannya bersifat
tiga dimensi.

Space frame lazimnya disusun dalam jajaran batang berlapis tunggal, ganda, atau
banyak. Beberapa orang tidak menggolongkan jajaran batang satu lapis bukan
sebagai space frame namun sebagai lengkung berkekang, kubah berkekang, atau
cangkang berkisi. Kadangkala, istlah rangka ruang muncul pada literatur teknis.
Pendekatan analisis struktur space frame mengasumsikan sambungan-sambungan
adalah kaku sehingga mengakibatkan torsi dan momen internal pada batang-
batangnya, sedangkan sambungan-sambungan pada rangka ruang diasumsikan
sebagai sambungan sendi sehingga torsi dan momen internal batang tidak terjadi.
Perbedaan gaya antara space frame dan rangka ruang utamanya ditentukan oleh
detail sambungan dengan bentuk batang yang serupa diantara keduanya. Meskipun
demikian dalam praktek rekayasa tidak ada sambungan yang mutlak kaku atau
sendi. Contohnya, space frame dua lapis dengan permukaan datar biasanya
dianalisis dengan sambungan sendi, sedangkan space frame satu lapis dengan
permukaan lengkung dapat dianalisis baik dengan sambungan sendi ataupun kaku.
Istilah space frame akan digunakan untuk menyebut baik struktur space frame
maupun rangka ruang.

Konsep Dasar
Space frame dapat dibentuk baik dengan permukaan datar maupun lengkung.
Bentuk paling awal dari struktur space frame adalah jejaring satu lapis. Dengan
menambahkan rangka yang menghubungkan rangka batang pemikul utama, maka
terbentuklah space frame. Sifat utama konstruksi jejaring adalah distribusi beban
yang menyeluruh tidak seperti sebaran beban linear pada sistem rangka biasa.
Karena penyaluran beban utamanya adalah sebagai bending, maka untuk bentang
yang lebih besar, kekakuan bending ditingkatkan dan lebih efisien dengan
menggunakan sistem dua lapis. Mekanisme penyaluran beban pada permukaan
space frame lengkung sangatlah berbeda dari sistem jejaring yang bekerja seperti
membran. Perbedaan ini dapat dilihat dalam ilustrasi sebagai berikut:

PT. UNITRI CIPTA Page 35


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Gambar 1. Rangka atap bujur sangkar


Pada gambar 1(a) rangka kuda-kuda bekerja sendiri-sendiri dan menyalurkan gaya
ke kolom di ujung-ujungnya masing-masing. Sedangkan pada gambar 1(b) rangka
disusun ortogonal sehingga bekerja bersama-sama membuat sebuah sistem yang
menyalurkan beban ke seluruh kolom di sisi-sisi bangunan. Karena beban-beban
dapat ditanggung oleh batang-batang secara tiga dimensi, maka gaya-gaya pada
rangka menjadi lebih kecil sehingga ketebalan seluruh sistem dapat dikurangi.

Gambar 2. Rangka atap pada kubah


Seperti halnya pada atap bujur sangkar, pada kubah berlaku sistem yang
sama sehingga apabila sistem rangka disusun sedemikian rupa seperti
pada gambar 2(b), maka rangka bekerja bersama-sama menyalurkan beban
menuju seluruh tumpuan, konsekuensinya ketebalan rangka dapat
dikurangi.

Keuntungan Space Frame


1. Salah satu keuntungan penggunaan space frame paling penting adalah
beratnya yang ringan. Hal ini disebabkan meterial didistribusikan secara ruang
sedemikian rupa sehingga mekanisme penyaluran beban utama adalah secara
aksial, baik tarik maupun tekan. Oleh karenanya seluruh material pada elemen

PT. UNITRI CIPTA Page 36


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

manapun digunakan sepenuhnya. Lebih jauh lagi, kini space frame banyak
menggunakan bahan baja atau aluminium yang sangat mengurangi berat
sendiri. Hal ini penting untuk struktur atap bentang panjang.
2. Batang-batang space frame biasanya diproduksi secara masal di pabrik
sehingga sangat efisien. Ukuran-ukurannya telah distandardisasi dan sangat
mudah untuk diangkut dan dirangkai, konsekuensinya space frame dapat
dibangun dengan biaya yang lebih murah.
3. Space frame biasanya cukup kaku dan ringan sehingga dengan mudah
menyalurkan beban terpusat menuju struktur pemikulnya. Dengan demikian
penggunaan space frame akan mempermudah pembentukan layout dan
penentuan posisi kolom.
4. Space frame dapat dengan mudah disusun menjadi bentuk yang sangat
beragam, bahkan bentuk free-form. Oleh karenanya struktur ini sangat disukai
oleh Arsitek untuk membentuk bangunan yang dikehendakinya. Batang-batang
space frame juga cukup sedap dipandang sehingga dapat digunakan sebagai
hiasan arsitektural apabila ditampilkan.

Disain Awal Space Frame


Ketinggian bentang untuk space frame dapat di ambil perkiraan sesuai bentang
ruang yang akan dinaunginya sehingga membuat persamaan sebagai berikut:

Dengan L adalah bentang dan d adalah ketebalan struktur space frame dua lapis,
atau mengikuti tabulasi sebagai berikut:

Tabel 1. Jumlah modul dan Rasio Bentang-Tebal

PT. UNITRI CIPTA Page 37


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Bentuk Batang dan Sambungan


Batang-batang dan sambungan-sambungan yang digunakan pada space frame telah
dibuat terlebih dahulu di pabrik dengan mengikuti standar. Berikut contoh bentuk-
bentuk batang dan sambungan-sambungan yang diproduksi pabrik.

Tabel 2. Batang dan Sambungan Space Frame menggunakan Node

PT. UNITRI CIPTA Page 38


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Gambar 3. Sambungan Mero

Aplikasi Pada Atap Stadion


Atap stadion sangat membutuhkan keuntungan-keuntungan yang disediakan oleh
space frame. Selain ruang yang perlu dinaungi oleh atap stadion tergolong luas,
stadion juga membutuhkan material yang efisien dari segi harga maupun waktu
pelaksanaan karena massanya yang besar. Berikut beberapa ilustrasi pelaksanaan
aplikasi struktur space frame pada atap stadion.

PT. UNITRI CIPTA Page 39


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

6. PREFABRICATED VERTICAL AND HORIZONTAL DRAIN (PVD)


Pendahuluan
Lapangan stadion memerlukan kondisi tanah yang rata dan terkontrol kadar airnya.
Untuk mencapai keadaan ini maka diperlukan sebuah sistem drainase yang baik.
Dengan demikian maka kadar air tanah bisa dijaga sehingga lapangan tidak
bergelombang, kering, atau pun banjir.
Untuk menyiapkan tanah sehingga tidak terjadi penurunan pada saat dikenai
surcharge, perlu dilaksanakan kegiatan preloading. Durasi dari preloading
bergantung pada karakteristik konsolidasi tanah, jarak tempuh air pori tanah, dan
tinggi beban preloading. Karakteristik konsolidasi tanah sudah tidak dapat direkayasa
lagi, sedangkan tinggi beban preloading dibatasi keamanan timbunan yang praktis
tidak bisa dilaksanakan terlalu tinggi. Tanpa prefabricated vertical drain (PVD), jarak
tempuh air pori adalah seluruh atau separuh tebal lapisan tanah yang hendak
dimampatkan bergantung pada letak lapisan kedap air. Dengan PVD yang
direncanakan dengan baik, air pori akan berjalan lateral menuju PVD terdekat
bukannya vertikal menuju permukaan atau batas lapisan tanah. Oleh karena jarak
tempuh tereduksi, maka waktu tempuh tentunya juga tereduksi. Contohnya apabila
PVD dipasang dengan jarak 2m dengan konfigurasi segitiga pada lapisan tanah
setebal 30m dengan lapisan kedap air pada dasarnya, maka jarak tempuh air pori
akan tereduksi hingga kira-kira 30 kalinya.

Berbagai jenis PVD tersedia di pasar pada saat ini, terbanyak adalah jenis yang
terdiri dari inti polypropylene yang dibungkus dengan tenunan polypropylene. PVD
jenis ini terkenal tahan lama dan tidak membusuk, sulit untuk robek, buntu, dan
retak, serta tidak mengalami perubahan kimiawi selama tertanam. PVD ringan kira-
kira selebar 10cm dan setebal 3mm. Kapasitas buangan PVD bergantung pada
berapa banyak yang ditanam, namun biasanya kira-kira antara 6lt hingga 10lt per
menit. Arus air menuju inti bertambah saat timbunan dipasang dan tekanan air pori
bertambah. Tekanan air pori akan menghilang saat lapisan tanah telah kering dan air
keluar melalui PVD.
Untuk menjaga kadar air tanah agar tetap dalam keadaan lembab diperlukan jejaring
drainase yang dapat dengan segera menyalurkan air pori keluar lapangan bila terlalu
banyak dan menahan air pori ketika tidak ada tambahan air masuk ke lapangan.
Jejaring drainase horizontal ini tersusun atas pipa-pipa PVC berpori dan lapisan-
lapisan geotextile yang ditata sehingga jarak tempuh air pori menuju jalan keluarnya

PT. UNITRI CIPTA Page 40


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

optimum. Pipa-pipa ini juga dapat dikontrol akses keluarnya sehingga air pori tidak
habis seluruhnya untuk menjaga kelembaban tanah agar tanaman pada lapangan
tidak mati.

Kapasitas Buangan
Ketika kapasitas buangan PVD lebih kecil dari jumlah air yang dibuang, tahanan
sumur akan muncul. Idealnya kapasitas PVD qw sebaiknya lebih besar sehingga
tahanan sumur dapat diabaikan dalam disain. Kondisi-kondisi sebagai berikut harus
dipenuhi sehingga tahanan sumur dapat diabaikan.

Dimana:
kh adalah hantaran hidrolis horozontal air tanah (m/s)
lm adalah panjang vertikal PVD (m)
Agar kondisi ini dapat dipertahankan, faktor buangan harus dapat memenuhi
persamaan sebagai berikut:

Kapasitas buang yang diperlukan setelah menggunakan faktor reduksi untuk


mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kapasitas adalah:

Dimana:
qreq adalah kapasitas buangan (m3/s)
Fs adalah faktor reduksi dengan nilai antara 4 hingga 6

Untuk segala keadaan, kapasitas buangan ini setidaknya 100m3/tahun atau 3e10-
6
m3/s.

Pemasangan PVD
Setelah set up awal dan pemasangan PVD dalam selongsong PVD pada alat
pemancang, PVD ditanamkan dengan mendorong selongsong ke dalam tanah.
Selongsong ini melindungi PVD dari kerusakan saat penanaman dan ketika
kedalaman PVD telah tercapai selongsong ini ditarik secara keseluruhan.

PT. UNITRI CIPTA Page 41


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Gambar 1. Proses pemasangan PVD

Pada ujung selongsong PVD dipotong dan ujung yang belum ditanam dikaitkan pada
sebuah angkur yang nanti akan mengaitkan PVD ke dalam tanah sehingga tidak ikut
keluar saat selongsong ditarik.

Gambar 2. Angkur PVD

PT. UNITRI CIPTA Page 42


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Proses ini dilanjutkan sesuai dengan konfigurasi sesuai kebutuhan drainase tanah.

Gambar 3. Konfigurasi penanaman PVD dan proses drainase tanah oleh PVD

Berikut proses pemasangan PVD di lapangan dalam stadion terbuka.

Gambar 4. Pemasangan PVD

PT. UNITRI CIPTA Page 43


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Pemasangan Horizontal Drain


Jaringan pipa-pipa PVC berpori digelar dan dilindungi oleh lapisan-lapisan geotextile
untuk mencegah kebuntuan pipa.

PT. UNITRI CIPTA Page 44


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Gambar 5. Pemasangan Horizontal Drain

d. Perencanaan Bidang Mekanikal, Elektrikal & Plumbing

Desain sistem Mekanikal, Elektrikal dan Plumbing pada Bangunan Stadion


didasarkan pada beberapa prasarana / utilitas sebagai berikut :

 Sistem jaringan Listrik Arus Kuat untuk melayani seluruh bangunan


 Sistem jaringan Arus lemah yang terdiri dari : Telephone, Jaringan komputer
/ LAN,Fire alarm,Sound system.
 Keamanan, kenyamanan dan kehandalan
 Selaras dengan konsep desain dan lay-out keseluruhan kawasan
 Optimasi beaya secara keseluruhan
 Kondisi Eksisting
 Prediksi ke depan tentang fungsi dan perkembangan bangunan,
pemelihaaan perlatan dan lain sebagainya.

Dalam pembuatan DED pada bidang M & E dapat dijelaskan dalam uraian yang
terinci sbb :

1. SISTEM ELEKTRIKAL

Perencanaan dan Desain sistem Mekanikal & Elektrikal Pembangunan Gedung


Sport Center ini didasarkan pada beberapa prasarana / utilitas sebagai berikut :

PT. UNITRI CIPTA Page 45


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

 Sistem jaringan Listrik Arus Kuat untuk melayani seluruh bangunan


 Sistem jaringan Arus lemah yang terdiri dari :
Telephone,MATV,CCTV,LAN,Fire alarm,Sound system.
 Keamanan, kenyamanan dan kehandalan
 Pelayanan/ service yang optimal terhadap pasien.
 Selaras dengan konsep desain dan lay-out keseluruhan kawasan
 Optimasi baaya secara keseluruhan
 Kondisi Exissisting
 Prediksi ke depan

LINGKUP PERENCANAAN DAN DESAIN


Perencanaan dan Desain sistem Mekanikal & Elektrikal Pembangunan Gedung
Sport Center di Kabupaten Jember ini meliputi :

SISTEM ELEKTRICAL.
 Sistem Distribusi Tenaga Listrik
 Sistem Cadangan Tenaga Listrik / Generator set.
 Sistem Jaringan Pemantau Kebakaran / Fire alarm System.
 Sistem Jaringan Telepon / PABX .
 Sistem Jaringan MATV.
 Sistem Jaringan Sound system dan Carr call.
 Sistem Jaringan CCTV.
 Sistem Penangkal Petir
 Sistem Jaringan Adm.Komputer

SISTEM MEKANIKAL.
 Sistem Penyediaan dan Pendistribusian Air Bersih
 Sistem pembuangan Air Kotor ( Sewage), dan Air Hujan/ Drainase.
 Sistem Hydrant Pemadam Kebakaran
 Sistem Tata Udara / Air Conditioning dan Ventilasi
 STP Dan WTP
 Elevator - lift

PT. UNITRI CIPTA Page 46


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

DESAIN SISTEM ELEKTRIKAL

SISTEM LISTRIK
Sistem listrik terdiri dari beban listrik, suplai daya listrik dan jaringan distribusi
listrik. Sistem penerangan buatan dan sistem proteksi terhadap petir termasuk pula
dalam sistem listrik ini.

Dasar Perencanaan
Adapun dasar pemikiran dan dasar perhitungan dalam perencanaan bangunan ini
adalah :
1. TOR (Term of Reference)
2. Referensi
3. Kuat Penerangan (Lux level)
4. Spesifikasi teknis

1. TOR (Term of Refence)

Penentuan sistem instalasi listrik adalah berdasarkan TOR yang diberikan


pemberi tugas, antara lain untuk kebutuhan penerangan dalam maupun luar
dan peralatan-peralatan listrik yang menunjang kebutuhan bangunan.

2. Referensi

a. PUIL 2000
b. Standarisasi pabrik, selama tidak bertentangan dengan peraturan
yang berlaku

c. Dan lain-lain, bila tidak ada di PUIL dan secara International diakui

3. Kuat Penerangan (Lux Level)

Kuat penerangan (Lux Level) ruangan yang ditentukan sebagai berikut :


Tangga : (100 - 150) lux
Koridor : 150 lux ( Min 60 Lux )
Lobby / Hall : 300 lux ( Min 200 Lux )
Ruang Tunggu : 200 lux ( Min 150 Lux)
Outdoor Lighting : 50 lux
Ruang Alat / Gudang : Minimal 100 lux
Ruang M/E : (200 - 300) lux

PT. UNITRI CIPTA Page 47


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Referensi :
* Standar penerangan buatan di dalam gedung-gedung penerbitan kedua Mei
1985 (Departemen Pekerjaan Umum)
* Mechanical & Electrical for building, Edition 6 th, 1980, John Wiley & Son, Inc.
by William J. McGuinness
* SK.Dirjen P2M PLP No.HK 00.06.6.44.

Rumus untuk perhitungan jumlah lampu sebagai berikut :

Jumlah lampu (N) = Kuat penerangan (E) x Luas bidang kerja (A)
Lumen lampu x LLF x CU

LLF= Light loss factor = 0,7 0,8


CU = Coeffsien of utilization = 50 60 %

Kuat
Arus cahaya
NAMA I
Q
SIMBOL QI RUMUS
== IQXWatt
Watt CANDLE
KETERANGAN
LUMEN

Kuat E E=Q/A LUX

PT. UNITRI CIPTA Page 48


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

METODE PERHITUNGAN DENGAN CALCULUX SYSTEM :

LANTAI SATU :
6

A A A
4
Y(m)
2

A A A
0

0 2 4 6
X(m)
6

600
A A A
4
Y(m)

500
2

A A A
400
0

300
-2

0 2 4 6
X(m)

PT. UNITRI CIPTA Page 49


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

6
233 333 423 440 386 329 329 386 440 423 333 233
257 372 474 491 428 367 367 428 491 474 372 257
304 437 556A576 503 435 435 503 576A556 437 304
357 516 656 680 595 514 514 595 680 656 516 357
4

364 527 668 692 608 526 526 608 692 668 527 364
336 480 607 630 555 485 485 555 630 607 480 336
Y(m)

X-RAY
336 480 607A630 555 1 630A607 480 336
485 485 555
364 527 668 692 608 526 526 608 692 668 527 364
2

357 516 656 680 595 514 514 595 680 656 516 357
304 437 556 576 503 435 435 503 576 556 437 304
257 372 474A491 428 367 367 428 491A474 372 257
233 333 423 440 386 329 329 386 440 423 333 233
0

0 2 4 6
X(m)

A A A A
A A A
A A A A
A A A
A A A A
A A A
A A A A

LOBBY
Z

Y
X

PT. UNITRI CIPTA Page 50


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

8
6 A A A A

A A A

A LOBBYA
A A
Y(m)
4

A A A

A A A A
2

A A A

A A A A
0

-2 0 2 4 6 8
X(m)

0 8
1 7
2 6
3 5
X( 4
m) 4 m)
5 Y(
3
6 2
7 1
8 0

PT. UNITRI CIPTA Page 51


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

8
A A A A
300
A A A
6

A LOBBYA
A A 250
Y(m)

A A A
4

A A A A 200

A A A
2

150
A A A A
0

100

0 2 4 6 8
X(m)
8

77 115 114 118 134 121 121 134 118 114 115 77
115 207 191 201 246 205 205 246 201 191 207 115
A A A A
114 191 248 264 255 269 269 255 264 248 191 114
118 201 264A281 272 288A288 272 281A264 201 118
6

134 246 255 272 313 278 278 313 272 255 246 134
A A LOBBYA A
121 205 269 288 278 295 295 278 288 269 205 121
Y(m)

121 205 269A288 278 295A295 278 288A269 205 121


4

134 246 255 272 313 278 278 313 272 255 246 134
A A A A
118 201 264 281 272 288 288 272 281 264 201 118
114 191 248A264 255 269A269 255 264A248 191 114
2

115 207 191 201 246 205 205 246 201 191 207 115
A A A A
77 115 114 118 134 121 121 134 118 114 115 77
0

-2 0 2 4 6 8
X(m)

PT. UNITRI CIPTA Page 52


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

A A A A
A A A
A A A A
A A A
A A A A
A A A
A A A A

Y R OFFICIAL
X

0 8
1 7
2 6
3 5
X( 4
m) 4 (m)
5 Y
3
6 2
7 1
8 0

PT. UNITRI CIPTA Page 53


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

A A A A
6 A A A

Y(m) A A
R OFFICIAL
A A
4 A A A

A A A A

2 A A A

A A A A

- 0 2 4 6 8
2 X(m)

8
A A A A
300
6 A A A

Y(m) A A A A
250
4 R WORKSHOPG
A A A

A A A A 200
2 A A A
150
A A A A

0
100

0 2 4 6 8
X(m)

PT. UNITRI CIPTA Page 54


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

8
77 115 114 118 134 121 121 134 118 114 115 77
115 207 191 201 246 205 205 246 201 191 207 115
A A A A
114 191 248 264 255 269 269 255 264 248 191 114
6

118 201 264A281 272 288A288 272 281A264 201 118


134 246 255 272 313 278 278 313 272 255 246 134
A A A A
121 205 269 288
R 278 295 295 278 288 269 205 121
SAMPLING
Y(m)
4

121 205 269A288 278 295A295 278 288A269 205 121


134 246 255 272 313 278 278 313 272 255 246 134
A A A A
118 201 264 281 272 288 288 272 281 264 201 118
2

114 191 248A264 255 269A269 255 264A248 191 114


115 207 191 201 246 205 205 246 201 191 207 115
A A A A
77 115 114 118 134 121 121 134 118 114 115 77
0

-2 0 2 4 6 8
X(m)

A A

A A
A A

R STAFF
Z

Y
X

PT. UNITRI CIPTA Page 55


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

8
0 7
1 6
2 5
m)
3 4
X(
m) 4 3 Y(
5 2
6 1
7 0
8

A A
6
Y(m)

R STAFF
4

A A
2

A A
0

-2 0 2 4 6 8
X(m)

PT. UNITRI CIPTA Page 56


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

8 A A
450
6

400
Y(m)

R STAFF
4

A A 350

300
2

A A 250

200
0

0 2 4 6
X(m)
8

155 246 338 347 277 217 217 277 347 338 246 155

171 283 396 405 315 239 239 315 405 396 283 171

A A
192 310 429 440 346 268 268 346 440 429 310 192
6

226 356 483 496 401 321 321 401 496 483 356 226

228 358 485 498 404 323 323 404 498 485 358 228

199 319 440 451 357 278 278 357 451 440 319 199
Y(m)

R STAFF
4

A A
199 319 440 451 357 278 278 357 451 440 319 199

228 358 485 498 404 323 323 404 498 485 358 228

226 356 483 496 401 321 321 401 496 483 356 226
2

192 310 429 440 346 268 268 346 440 429 310 192

A A
171 283 396 405 315 239 239 315 405 396 283 171

155 246 338 347 277 217 217 277 347 338 246 155
0

-2 0 2 4 6 8
X(m)

PT. UNITRI CIPTA Page 57


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

6
233 257 304 357 364 336 336 364 357 304 257 233
333 372 437 516 527 480 480 527 516 437 372 333
423 474 556 656 668 607 607 668 656 556 474 423
440 491A576 680 692 630A630 692 680 576A491 440
4

386 428 503 595 608 555 555 608 595 503 428 386
329 367 435 514 526 485 485 526 514 435 367 329
Y(m)

R514
329 367 435 MIKROBIOLOGI
526 485 485 526 514 435 367 329
386 428 503 595 608 555 555 608 595 503 428 386
440 491 576 680 692 630 630 692 680 576 491 440
2

423 474A556 656 668 607A607 668 656 556A474 423


333 372 437 516 527 480 480 527 516 437 372 333
233 257 304 357 364 336 336 364 357 304 257 233
0

0 2 4 6
X(m)
6

50 55 59 69 78 78 69 59 55 50
82 90 95 112 129 129 112 95 90 82
140 152 159 186 214 214 186 159 152 140
R PAP
295 333SMEAR
4

217 245 258 333 295 258 245 217


304 349 367 413 461 461 413 367 349 304
345 396 417 467 519 519 467 417 396 345
Y(m)

A A
304 349 367 413 461 461 413 367 349 304
2

217 245 258 295 333 333 295 258 245 217
140 152 159 186 214 214 186 159 152 140
82 90 95 112 129 129 112 95 90 82
50 55 59 69 78 78 69 59 55 50
0

0 2 4 6
X(m)

PT. UNITRI CIPTA Page 58


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

A A A

A A A

R PERTEMUAN
Z

Y
X

0
1
2 6
3 5
X( 4 4
m) 5 3 m)
Y(
6 2
7 1
8 0

PT. UNITRI CIPTA Page 59


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

A A A
4
Y(m)
R PERTEMUAN
2
A A A

0 2 4 6 8
X(m)

A A

A A

Z R PERIKSA & KONSULTASI

Y
X

PT. UNITRI CIPTA Page 60


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

5. Beban Listrik

Beban listrik yang direncanakan untuk bangunan ini meliputi kebutuhan-kebutuhan


untuk :
- Penerangan dalam dan luar gedung.
- Stop kotak.
- AC dan Exhouse Fan.
- Pompa Distribusi air bersih dan Pompa Sewage.
- Transportasi vertical ( Lift ).
- Pompa pemadam kebakaran.
- Sistem elektronik (fire alarm, telephone, sound system , matv ,cctv ).
- Peralatan peralatan kontrol , monitor

6. Sumber Daya
Sumber daya untuk bangunan ini terdiri dari :
1. Sumber daya utama :
Sumber listrik PLN di supplay dari sumber daya existing yang mana tegangan
menengah 20 kVA dari PLN, Tegangan Menengah (TM) ini diturunkan menjadi
tegangan rendah (TR) 220/380 V oleh sebuah transformator yang mempunyai
kapasitas 630 KVA untuk mengaliri sirkuit di seluruh bangunan melalui panel induk
(LVMDP) existing .

2. Sumber Daya Cadangan


Sebuah diesel generator set 380/220 V, 50 Mz, 3 phasa, 4, kawat dengan dilengkapi
dengan AMF (Automatic Main Failure) system. Sumber daya ini dipergunakan untuk
mengaliri sebagian beban apabila sumber daya utama dari PLN padam.

7. Sistem Instalasi Listrik

KETENTUAN PERHITUNGAN ARUS LISTRIK


a. Kuat arus pada instalasi Satu phase:

P
I=
E1 Cos

Dimana : I = Arus listrik ( Ampere )


P = Beban daya listrik ( Watt )
E1 = Tegangan listrik antar fasa ( Volt )

PT. UNITRI CIPTA Page 61


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Cos = Faktor rugi tegangan ( 0,8 0,9 )

Luas penampang kabel penghantar ( A ) dalam fasa tiga :

2 Cos
A= I L
u

Dimana : A = Luas penampang penghantar ( mm 2 )


= Daya hantar jenis penghantar
1
( Cu / tembaga = 50x10 6 ) (ohm.m )
L = Panjang penghantar ( meter )
I = Kuat arus dalam penghantar
b. Kuat arus pada instalasi tiga phase:

P
I=
1,732 E1 Cos

Dimana : I = Arus listrik ( Ampere )


P = Beban daya listrik ( Watt )
E1 = Tegangan listrik antar fasa ( Volt )
Cos = Faktor rugi tegangan ( 0,8 0,9 )
Luas penampang kabel penghantar ( A ) dalam fasa tiga :

1,732 Cos
A= I L
u

Dimana : A = Luas penampang penghantar ( mm 2 )


= Daya hantar jenis penghantar
1
( Cu / tembaga = 50x10 6 ) (ohm.m )
L = Panjang penghantar ( meter )
I = Kuat arus dalam

PT. UNITRI CIPTA Page 62


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

KEMAMPUAN HANTAR KABEL

PENAMPANG ARUS ARUS


KABEL ( mm ) NOMINAL ( A ) MAKS. ( A )

1 6 11
1,5 10 14
2,5 15 20
4 20 25
6 25 31
10 35 43
16 60 75

25 80 100
35 100 125
50 125 160
70 160 200
95 200 240

120 250 280


150 300 325
185 350 380
240 400 450
300 450 470
400 500 570

500 600 660

Uraian Sistem Listrik


a. Daya utama existing didapat dari PLN dengan tegangan 20 Kv,sumber pln
2 suppay daya.
b. Tegangan 20 kV diturunkan menjadi 220/380 V melalui sebuah
transformator daya sebesar 630 KVA.
c. Arus listrik didistribusikan ke seluruh bangunan untuk penerangan, peralatan
mekanikal dan seluruh kebutuhan daya listrik bangunan.
d. Jika PLN padam maka secara otomatis genset akan mensupply sebagian
kebutuhan daya listrik bangunan
e. Pada waktu kebakaran secara otomatis pompa kebakaran akan bekerja,
dimana mekanismenya dikontrol oleh MCFA
f. Bila pada waktu kebakaran PLN padam, maka secara otomatis genset akan
bekerja mensupply daya khususnya untuk : pompa kebakaran, lift
kebakaran, peralatan komunikasi dan pompa deep well

PT. UNITRI CIPTA Page 63


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

g. Bila pada waktu kebakaran PLN padam, Genset juga padam, maka secara
otomatis pompa diesel kebakaran akan bekerja.
i. Secara keseluruhan sistem kelistrikan dapat dilihat pada gambar diagram
satu garis (single line diagram)

8. Sumber Listrik Tegangan Menengah Existing sebagai berikut


a. Sumber daya PLN 20 kV masuk melalui suatu Circuit Breaker 24 kV jenis
VCB atau GCB.
b. Panel tegangan menengah ini, merupakan plat baja yang digalvanisasi
dengan ketebalan minimum 2 mm, tegangan kerja 20 kV, Isolasi sampai 24
kV, Frekwensi 50 Hz dengan ketahanan arus hubung singkat 16 kA 1 detik.
c. Untuk mendapatkan tegangan kerja 220/380 V, incoming 20 kV dari PLN
diturunkan menjadi tegangan 220/380 V melalui sebuah transformator
d. Transformator Existing sebagai berikut :
- Kapasitas : 630 kVA
- Type : Oil Immersed
- Frekwensi : 50 Hz
- Jumlah phasa : 3
- Bahan kumparan : copper
- Pendinginan : onan
- Tegangan primer : 20 kV
- Tegangan sekunder : 220/380 V
- Tapping voltage : + 2 x 2,5%
- Vektor group : Dyn 5
- Impedansi : 5,75%

9. Panel Listrik Tegangan Rendah ( LV-MDP) sbb:


a. Panel Utama Tegangan Rendah Existing adalah sebagai berikut :
Panel utama berupa metal enclosed indoor type, dilengkapi dengan
komponen proteksi, relay, instrument, pengukuran, tegangan kerja 220/380
V, 3 phasa, 4+kabel 50 Hz.

b. Sistem Distribusi
Pendistribusian tenaga listrik keseluruhan panel/beban dilakukan dengan
kabel NYFGbY, NYY dan NYM. Khusus untuk lift kebakaran, pompa

PT. UNITRI CIPTA Page 64


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

kebakaran, presuration fan mempergunakan kabel tahan api (minimum 2


jam / sesuai ketentuan SNI).
Penentuan ukuran kabel didasarkan ;
- kHA kabel (tabel 7.1.1.2.2 PUIL 2000)
- Tegangan jatuh (drop voltage)
- Faktor koreksi kHA akibat temperature (pasal 7.3.4.2 PUIL 2000)
- Faktor koreksi kHA akibat cara pemasangan (pasal 7.3.4.3 PUIL
2000)

c. Beban
Beban dari setiap panel sesuai dengan tabel beban terlampir ditentukan
berdasarkan beban tersambung. Untuk mendapatkan faktor beban dari
setiap beban ditentukan berdasarkan pasal 4.3.2 PUIL 2000.
Seluruh beban listrik dibagi dalam kategori :
1. Beban Normal (PLN-Normal)
Seluruh jaringan instalasi, panel dan beban listrik sesuai tabel
beban listrik (terlampir) dan sesuai diagram satu garis (single line
diagram) sistem listrik beroperasi.

2. Beban Essential/Emergency (PLN-padam)


Sesuai dengan diagram satu garis (single line diagram)
beroperasi, karakteristik dan layanan yang diisyaratkan, bila PLN
padam maka jaringan instalasi, panel dan beban listrik sesuai
tabel beban listrik terlampir dapat berfungsi dan beroperasi
dengan supply listrik dari generator yang start secara otomatis
melalui mekanisme yang diatur oleh Automatic Main Failure
(AMF).

d. Kondisi Pada Waktu Kebakaran


1. Bila terjadi ada tanda kebakaran yang diterima oleh detector,
maka secara otomatis MCFA (Panel Fire Alarm) akan
menggerakkan/ mengontrol bekerjanya pressuration
2. Bila terjadi kebakaran, maka secara otomatis pompa-pompa
pemadam kebakaran akan dapat berfungsi dimana mekanismenya
dikontrol oleh MCFA dan statusnya dimonitor di panel monitor
peralatan M/E

PT. UNITRI CIPTA Page 65


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

3. Bila sumber daya listrik PLN padam, maka secara otomatis


generator akan bekerja mensupply daya listrik ke jaringan
instalasi, antara lain panel pompa pemadam kebakaran, panel lift
kebakaran dan lain-lain.

e. Penerangan Bangunan
1. Penerangan Bagian Dalam
Penerangan bagian dalam umumnya menggunakan lampu
Fluorescent (TL), Down Light PLC, Down Light IL
2. Penerangan bagian luar
a. Area Jalan & Taman
Penerangan ini diberikan untuk area penerangan jalan dan
taman, umumnya lampu-lampu Mercury (HPLN) digunakan
untuk penerangan jalan dan taman serta ditambah dengan
lampu sorot. Seluruh penerangan luar dilengkapi dengan
saklar otomatis.

b. Ilmuninated Signs/Emergency Luminaires


Sesuai dengan pasal 8.26 PUIL 2000 tanda-tanda "EXIT" yang
diterangi dipasang pada seluruh jalan keluar dari bangunan
dan lokasi yang dipandang perlu untuk pengosongan ruangan.
Penerangan darurat ditempatkan pada lokasi-lokasi strategis
diseluruh bangunan yang akan menyala pada saat aliran listrik
PLN putus (sebelum genset cadangan bekerja), minimum 2
jam dengan menggunakan jenis lampui fluorescent 1 x 10 W.

10. Sistem Proteksi

Sistem proteksi untuk keseluruhan instalasi diberikan oleh kombinasi over current
relays. Under voltage relays, Earth Fault Relays, ACB, MCCB, MCB dan sekring
(fuse).

Proteksi untuk motor ditentukan berdasarkan pasal 5.5.4 PUIL 2000


1. VCB/GCB (Vacum/Gas Circuit Breaker), DS (Disconecting Switch) dan
fuse 20 kV, digunakan pada panel TM-existing.

PT. UNITRI CIPTA Page 66


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

2. Over Current Relays, Earth Fault Relays & Under voltage relays
digunakan pada panel TM- existing.
3. ACB, MCCB, MCB & fuse digunakan pada panel TR / LV-MDP Dan juga
ada di panel MDP-UTAMA.

11. Sistem Kontrol Instalasi Listrik

Sistem kontrol untuk instalasi listrik menggunakan monitor peralatan M/E. Sistem ini
akan memonitor status ON/OFF dan keadaan gangguan dari sistem listrik

12. Instalasi Pembumian

Pengamanan terhadap bahaya sentuh tidak langsung


Sistem pengamanan terhadap bahaya sentuh tidak langsung menggunakan sistem
pembumi pengaman (PP).
Nilai maksimum tahanan pembumian disesuaikan dengan besar kecilnya
peralatan/motor-motor listrik.
Sistem pembumian adalah kombinasi dari sistem pembumian peralatan dan sistem
hantaran pengaman pembumian.
Luas penampang nominal minimum penghantar pengaman ditentukan berdasarkan
tabel 7.1.1 PUIL 2000.

13. Daftar Peralatan EXISTING sebagai berikut :

1. Panel TM
a. Panel Incoming (1 unit)

b. Panel Transformer Protection (1 unit)

2. Transformer daya (1 unit)

3. Panel TR ( LV MDP , Sub.2 DP )

4. Diesel Generating set

14. Analisa daya per meter persegi banguan

Dalam membuat perencanaan sistem penerangan diperlukan data-data sebagai


berikut :

PT. UNITRI CIPTA Page 67


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

- tingkat penerangan
- luas bangunan
- fungsi ruangan
- kebutuhan daya penerangan dengan tingkat penerangan 400 lux diambil 16-24
W/m2 sebagai dasar perencanaan tergantung dari jenis lampu yang
digunakan.
- Kebutuhan daya untuk kontak diambil sebagai berikut ;
- 10 VA/m2 ruang kerja utama, atau sesuai kebutuhan.
- 15 VA/m2 ruang komputer, atau sesuai kebutuhan.
- 5 VA/m2 parkir
- 60 VA/m2 untuk tata udara
15. Jatuh Tegangan (Drop Voltage)

Dalam merencanakan instalasi harus diperhitungkan jatuh tegangan yang terjadi.


Tegangan jatuh yang diperbolehkan pada titik terjauh instalasi penerangan < 3% dan
mesin-mesin 5%.

DETEKSI KEBAKARAN (FIRE ALARM)

1. Sistem Instalasi yang direncanakan


Peraturan Pemerintah
- Peraturan Umum Instalasi Listrik
- Panduan pemasangan sistem deteksi dan alarm kebakaran untuk pencegahan
bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung Dep. PU 1987 (SKBI-
3.4.53 1987)
- Peraturan pemadam kebakaran

2. Perhitungan
Perhitungan dalam perencanaan sistem ini akan didasarkan pada beberapa
pemilihan besaran sebagai berikut ;
1. Detector Asap : 70-90 m2/detector
2. Detector Panas : 30-45 m2/detector
3. Manual Station : setiap Box Hidran
4. Penempatan peralatan disesuaikan dengan semua instalasi yang ada dalam
bangunan

PT. UNITRI CIPTA Page 68


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

3. Peralatan dan Penempatannya


Peralatan yang dimaksud diatas terdiri dari atas beberapa bagian sebagai berikut :
1. Panel Kontrol kebakaran ( MCFA ), Semi addressible (alamat) yang akan
memproses semua indikasi yang didapat dari alat deteksi dan akan
memberikan indikasi kepada operator dengan nyala lampu indikator dan bunyi
bel elektronik.
2. Annuciator alat yang mana untuk membantu memonitor semua indikasi yang
ada pada panel MCFA.
3. Detector Panas (Fixed Temperature Detector) akan memberikan indikasi
apabila temperatur disekitarnya telah mencapai suatu batas tertentu yaitu 62
derajat celcius.
4. Detector Panas (rate of rise detector) akan memberikan indikasi
berdasarkan perubahan naiknya temperatur tertentu.
5. Detector Panas (Combination Fixed Temeprature & rate of rise detector)
Fixed temperature detector diset pada temperatur 62o C, artinya pada
temperatur tersebut harus menyebabkan alarm bell bekerja (berbunyi). Rate of
rise detector bekerja pada kecepatan kenaikan suhu 30o C per 30 detik.
6. Detector Asap (Smoke Detector)
Ionization type akan memberikan indikasi apabila asap di sekitarnya mencapai
konsentrasi tertentu (asap tebal), seperti pada kebakaran PVC atau papan
partikel.
7. Titik panggil manual (Break Glass Manual Station), akan memberikan
indikasi apabila kaca pelindungnya dipecah secara manual sehingga kontak di
dalamnya terhubung.
8. Bel tanda bahaya (Alarm Bell), akan memberikan indikasi sesuai perintah
panel kontrol kebakaran per-lantai.
9. Bel tanda bahaya (Alarm Gong), akan memberikan indikasi akibat adanya
aliran air yang mengalir.
10. Fire man Lift , akan memerintahkan unit Lift untuk turun ke lantai bawah.(
Khusus Lift Pasanger ).
12. Flow Switch, akan memberikan indikasi akibat adanya aliran air yang
mengalir.
Sesuai dengan kegunaan dari komponen dalam sistem ini, maka komponen-
komponen tersebut akan ditempatkan sebagai berikut ;

PT. UNITRI CIPTA Page 69


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

1. Master Control Fire Alarm akan ditempatkan di ruang kontrol.


2. Annuciator & Mimic Diagram ditempatkan di ruang Pos jaga.
3. Detector panas akan ditempatkan pada ;
a. Dapur / Loundry
b. R. Kantor / R. Pasien
c. Genset Room
4. Detector asap tipe Ionisasi akan ditempatkan pada ;
a. Gudang
b. Ruang kontrol
c. Ruang mesin lift
d. Ruang panel listrik & trafo
e. Ruang pompa
5. Titik Panggil Manual (TPM) akan ditempatkan dengan dasar jarak dari
suatu titik sembarang ke TPM adalah maximum 30 m / pada setiap
hydrant box.
5. Bel tanda bahaya akan ditempatkan di dalam ruangan sedemikian rupa
sehingga pada saat berbunyi akan menimbulkan kuat suara tidak kurang
dari 90 dB.
6. Alarm gong akan ditempatkan di ruang pompa sedemikian rupa sehingga
pada saat sprinkler bekerja akan berbunyi dan menimbulkan kuat suara
tidak kurang dari 90 dB.
7. Flow switch yang ditempatkan di ruang shaft plumbing masing-masing
lantai akan bekerja apabila terdapat satu atau lebih kepala sprinkler
pecah

4. Sumber Daya
Mengingat fungsi sistem ini sangat penting, maka satu daya bagi peralatan ini
disediakan pada bagian darurat, dengan kata lain alat ini tetap akan bekerja apabila
pelayanan dari PLN mengalami gangguan (padam) dimana Peralatan ini juga
mempunyai daya emergency berupa battery kering (Acid Battery) yang mampu
mengoperasikan semua peralatan selama (3-4) jam tanpa terjadi gangguan pada
beban puncak.

5. Sistem Pemadam Kebakaran

PT. UNITRI CIPTA Page 70


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

1. Secara garis besar sistem Fire Alarm harus bekerja sebagai berikut ;
a. Sistem Fire Alarm menggunakan sistem semi addressable sistem, yaitu
setiap satu zone detector, ada 1 buah detector yang dilengkapi dengan
address sedang detector lain dengan detector biasa (konvensional tanpa
address).
Dalam 1 zone detector ditentukan jumlah detector antara (20-40) buah.
Untuk type heat detector sampai dengan 40 buah. Untuk type smoke
detector sampai dengan 20 buah.
b. Pada waktu detector/manual station aktif maka bell akan berbunyi di ;
- Lantai waktu detector/manual station tersebut berada
- Main kontrol panel memberikan indikasi secara Visual yang
menunjukkan zone dimana alarm itu berasal dan Buzzer akan
berbunyi.
c. Bila kebakaran menjadi lebih besar maka dengan memutar kunci pada
main panel alarm, bell akan berbunyi pada lantai di atas dan di bawah
dari lantai yang sedang terjadi kebakaran.
d. Bila kebakaran menjadi lebih besar dan telah dianggap kritis, maka cukup
dengan memutar kunci pada manual station di Zone tempat kejadian
kebakaran tersebut atau menekan tombol general alarm pada main panel
Fire Alarm, maka bell akan berbunyi di seluruh gedung dan Evakuasi
dijalankan. Auxiliary contact dari masing-masing panel kontrol lift akan
diberi sinyal kontrol oleh MCFA untuk memerintahkan car lift-nya turun ke
lantai dasar.
e. Alat-alat yang dirangkai ke instalasi fire alarm seperti : pompa kebakaran,
akan memberikan indikasi apabila ada kebakaran atau gangguan
kebakaran.

6. Sistem Distribusi tanda bahaya kebakaran

Secara singkat akan diuraikan distribusi ini terdiri dari sistem tanda bahaya
kebakaran yakni sebagai berikut ;
Sistem tanda bahaya kebakaran ini terdiri dari beberapa peralatan yang selalu dapat
bekerja secara serentak untuk mengamati keadaan bangunan, dimana signal
(indikasi) yang diberikan oleh semua alat deteksi diproses oleh panel kontrol

PT. UNITRI CIPTA Page 71


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

kebakaran yang kemudian memberikan indikasi kepada operator dengan nyala


lampu dan bunyi bel elektronik.

TELEPHONE

1. Dasar Perencanaan

Adapun dasar pemikiran dan dasar perhitungan dalam perencanaan bangunan


ini adalah ;
1. TOR (Term of Reference)
2. Peraturan Pemerintah
3. Data-data Bangunan
4. Spesifikasi teknis

2. TOR (Tor of Reference)


Penentuan sistem instalasi telepon adalah berdasarkan TOR yang diberikan
pemberi tugas

3. Peraturan Pemerintah
Di dalam perencanaan, pelaksanaan, peralatan dan material
pelengkap/pembantu lainnya harus memenuhi peraturan pemerintah yang
berlaku anatar lain ;
a. PUIL 2000
b. SII (Standard Industri Indonesia)
c. Standarisasi pabrik, selama tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku

4. Sumber Daya
Sumber daya untuk peralatan telepon ini disediakan dari jaringan 220/AC, 50 Hz

5. Spesifikasi Teknis

a. Sistem telepon : langsung dari BOX PT. TELKOM (direct line) ke tiap tenant
besar atau kecil.
Kapasitas sambungan : akan dihitung dengan sistem 1 line untuk melayani
20-30 m2, atau sesuai kebutuhan.
b. Sistem PABX Existing

PT. UNITRI CIPTA Page 72


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

- Type Hybrid 4000 digital type


- Digunakan untuk kepentingan pengelola
- Kapasitas yang ada :
c. Sumber Daya :
- PLN (220 V, 50 Hz)
- Thyristor Rectifier (automatic)
- NICAD battery (48 V, 200 AH)
- Battery ini sebagai catu daya cadangan yang akan memenuhi
kebutuhan PABX dan sudah dilengkapi dari pabrik.
d. Kondisi Operasi :
- Temperatur : 40o C - 50o C
- RH : 20 - 80%
e. Memiliki Sistem pembumian yang baik, R < 1 ohm

6. Sistem Instalasi
a. Type pasangan dinding
b. Service outlet adalah single type dan double type

7. Material Instalasi
a. Kabel : ITC cable, harus memenuhi SPLN/PT. Telekomunikasi ex
Kabelindo, kabel metal atau setara.
b. Pipa : - PVC (Pralon
- GIP (yang telah memiliki SII)
c. Pemasangan peralatan, instalasi, outlet dan lainnya harus rapi dan baik.

8. Sistem Distribusi
Saluran komunikasi dari PT. Telekomunikasi melalui kotak penghubung PT.
Telekomunikasi (box PT. Telkom) disalurkan ke Main Distribution Frame (MDF).
Setiap outlet telepon di setiap lantai dihubungkan ke TB TLP, (sesuai skematik
terlampir) untuk selanjutnya dihubungkan ke MDF. Hubungan dari luar bangunan ke
tiap personil bangunan dilakukan dengan mempergunakan PABX atau langsung,
demikian juga sebaliknya.

PT. UNITRI CIPTA Page 73


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

TATA SUARA (SOUND SYSTEM)

1. Sistem Instalasi yang direncanakan

Adapun dasar pemikiran dan dasar perhitungan dalam perencanaan bangunan ini
adalah :
1. TOR (Term of Reference)
2. Peraturan pemerintah
3. Data-data bangunan
4. Spesifikasi teknis

2. TOR (Term of Reference)


Penentuan sistem instalasi tata suara adalah berdasarkan TOR yang diberikan
pemberi tugas.

3. Peraturan Pemerintah
Di dalam perencanaan, pelaksanaan, peralatan dan material pelengkap/pembantu
lainnya harus memenuhi peraturan pemerintah yang berlaku antara lain ;
a. PUIL 2000
b. SII (Standard Industri Indonesia)
c. Standarisasi pabrik, selama tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku

4. Sumber Daya
Sumber daya untuk peralatan sound system ini disediakan dari jaringan
220+V/AC,+50+Hz.
5. Spesifikasi Teknis
a. Penggunaan : Parkir
- Car call
- Emergency call
Lobby/Ground Floor/Koridor
- Emergency call
- Back ground music
Ruang Management
- Emergency call
- Back ground music
b. Fasilitas : Sesuai dengan TOR (Term of Reference)

PT. UNITRI CIPTA Page 74


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

c. Dilengkapi dengan sistem pentanahan yang memenuhi syarat untuk


semua peralatan yang bekerja dengan listrik dan material terbuat dari
logam.
d. Kondisi operasi : - Temperatur : 5 - 40o C
- RH : 20 - 80%
e. Sistem pendingin : dibantu dengan blower yang dapat mengatur
suhu udara
f. Impedansi speaker yang dipakai :
1 watt = 10 Kohm (input)
2 watt = 5 Kohm (input)
3 watt = 33 Kohm (input)
6 watt = 66 Kohm (input)

6. Peralatan Sistem Tata Suara

Car Call
a. Mixer pre amplifier
b. Power amplifier 1 x 120 W
c. Microphone dengan chime
d. Horn speaker 15 W indoor/outdoor type
e. Material instalasi penunjang lainnya
PA System
a. Mixer pre amplifier
b. Power amplifier announcement/emergency & Back ground music
4+x+240+W
c. Microphone dengan chime
d. Ceiling speaker 6 W
e. Zone selector
f. Material instalasi penunjang lainnya

7. Material Instalasi
a. Kabel : Harus memenuhi SPLN/PT. Telkom, ex
Kabelindo, Kabel metal atau setara, jenis PVC,
NYMHY.
b. Pipa : - PVC (Pralon)

PT. UNITRI CIPTA Page 75


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

- GIP (yang telah memiliki SII)


c. Penggunaan material lokal semaksimal mungkin dengan catatan sudah
memenuhi peraturan/standarisasi pemerintah yang berlaku.

8. Pelaksanaan
a. Instalasi tata suara tidak boleh saling berhimpit (berdempetan) dengan
instalasi listrik arus kuat, jadi harus terpisah atau sama lainnya.
b. Bila instalasi mengalami beban mekanis, maka kabel/hantaran harus
dilindungi dan dimasukkan ke dalam konduit GIP.

9. Cara Kerja Sistem Tata Suara

Sinyal suara dari radio AM/FM, tape desk, CD player dikuatkan melalui amplifier
untuk selanjutnya di selektor dipilih zone mana yang akan bypass masuk ke
pengumuman (EVAC).

10. Perhitungan Instalasi Tata Suara


Tingkat kebisingan pada setiap ruang berbeda-beda sesuai dengan fungsinya :
Fungsi NL ( Db )
- Daerah kantor 65 dB
- Daerah Parkir 70 dB
- Koridor 50 dB
Sound Pressure Level untuk musik ditentukan 10 dB lebih kuat dari NL ruangan dan
untuk paging ditentukan 15 dB lebih kuat dari NL ruangan.

11. Perhitungan Jumlah Speaker


- Tinggi lantai ke ceiling : 5 meter
- Tingkat kebisingan di dalam rumah sakit (noise level) = 40 db.
- Jika dikehendaki volume suara berada 6 db, volume suara yang diinginkan
akan ditambah dengan faktor puncak (peak factor) 10 db.
Volume suara yang diinginkan = noise level + peak factor + perbedaan
Volume suara yang diinginkan = 40 + 10 + 6 = 56 db.
- Volume suara 56 db dikehendaki pada titik terjauh pada daerah servis yaitu (
V.5 + 12 = 5,6 m) dari titik speaker pada titik dengan 1 m dari lantai.

PT. UNITRI CIPTA Page 76


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

12. Perhitungan Amplifier

PA System
Perhitungan Power Amplifier untuk PA system ditentukan dari jumlah total ceiling
speaker, box speaker yang dipasang ditambah rugi-rugi di instalasi + 15%.

Car Call
Seperti halnya perhitungan power amplifier untuk PA system, untuk menentukan
besarnya power amplifier untuk Car Call ditentukan dari jumlah horn speaker yang
dipasang ditambah rugi-rugi instalasi + 15%.

SYSTEM CCTV ( CLOSE CIRCUIT TELEVISION ).

PRINSIP KERJA
Sistem CCTV berguna untuk pengawasan area-area yang telah ditentukan
dan merekam semua kejadian dan memutar hasil rekaman tersebut untuk
melihat suatu kejadian yang telah terjadi ,keuntungan dari sistem ini sebagai
berikut :
- Media penyimpanan dapat digunakan secara kontinyu
- Area yang dilindungi dapat dimonitor secara kontinyu
- Rekaman peristiwa dapat dilihat atau ulang secara mudah
- Secara umum berfungsi sebalai alat keamanan gedung secara terus
menerus 24 jam dan mampu merekam seluruh kejadian .

PERALATAN CCTV
Peralatan yang digunakan dalam sistem CCTV ini terdiri dari :
- Camera .
- Digital Video Recorder
- Monitor Dan Komputer PC.

 Camera
Peralatan camera digunakan adalah camera baru dan camera eksisting terdiri
dari ; Indoor Fixed Camera, Indoor P/T/Z Camera, Indoor Speed Dome
Camera, Outdoor Fixed Camera, Outdoor P/T/Z Camera dan Outdoor Speed
Dome Camera.

PT. UNITRI CIPTA Page 77


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

.1. Indoor Fixed Camera


Fixed camera indoor yang digunakan harus dilengkapi dengan lensa
varifocal, pengaturan auto iris, bracket, harus tipe universal yang bisa
dipasang pada ceiling maupun tembok.
Camera yang digunakan adalah color dengan fasilitas night mode, yang
artinya camera secara otomatis berubah menjadi B/W bila iluminasi
cahaya di daerah tersebut minim. Camera harus beresolusi tinggi,
Camera harus mempunyai tombol-tombol menu pengaturan seperti level,
white balance, Day dan Night Mode, dan menu tersebut bisa ditampilkan
pada Monitor (On Screen Display). Fixed camera indoor difungsikan
untuk memantau orang yang bukan karyawan/karyawan yang memasuki
ruangan, atau karyawan yang sedang bekerja.

.2. Indoor P/T/Z Camera dan Indoor Speed Dome


Indoor P/T/Z Camera dan Indoor Speed Dome Camera akan ditempatkan
pada ceiling atau plafond. Camera yang digunakan adalah color,
dilengkapi dengan lensa zoom dan dibantu dengan digital zoom, juga
dilengkapi dengan high speed motor Pan Tilt yang dapat berputar secara
continuous 360, Kecepatan motor bisa diatur secara variable, feature
yang diperlukan seperti recording/guard tour, pre-position tour, auto-pan.

.3. Outdoor Fixed Camera


Fixed camera outdoor yang digunakan adalah camera color yang
dilengkapi dengan Night Mode yang bisa secara otomatis berubah
menjadi B/W pada batas penerimaan cahaya yang minim. Camera harus
beresolusi tinggi. Lensa digunakan adalah jenis varifocal yang dilengkapi
dengan pengaturan auto iris, bracket yang disesuaikan dengan tiang atau
tembok, dilengkapi juga dengan camera housing beserta accessories
yaitu sunshield, heater, thermostat controller blower dan filter udara,
standar proteksi untuk housing adalah minimum IP66.
Camera outdoor untuk pintu gerbang masuk/keluar Area parkir
kendaraan, pertama-tama camera harus bisa menampilkan plat nomor
kendaraan lalu wajah pengemudi dan penumpang.

PT. UNITRI CIPTA Page 78


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

.4. Indoor Fixed Dome Camera


Fixed Dome camera Indoor yang digunakan type vandal resistant sampai
dengan 120 lbs dengan lensa varifocal 2.8 6 mm dan auto iris, Camera
beresolusi tinggi sekitar 460 480 TVL, dilengkapi dengan feature-
feature standar seperti white balance, Automatic white balance,
Fixed Dome camera indoor difungsikan untuk memantau orang yang
bukan karyawan/karyawan yang sedang beraktivitas, atau karyawan
yang sedang bekerja.

 CCTV Main Control Unit


Peralatan ini terdiri dari :
1. Digital Video Recorder
Digital video recorder mempunyai 16input camera dan min 1 output
monitor, harus bisa :
Menampilkan tampilan multi screen dari camera manapun yang ada
pada jaringan DVR .
DVR mempunyai sistem Operasi Functionality Pentaplex yang artinya
Bisa secara bersamaan (simultaneously) menampilkan live , playback,
record pada camera-camera dari DVR itu sendiri maupun camera pada
DVR-DVR lainnya yang terhubung dalam jaringan network dan mampu
menampilkan sampai dengan 32 camera sekaligus dalam satu tampilan
monitor.
DVR harus bisa menampilkan denah / layout setiap camera.
DVR harus bisa diakses melalui Internet explorer dan di integrasikan ke
sistem integrasi melalui HTTP atau sebagai OPC Server/Client sehingga
sistem integrasi mempunyai kemampuan untuk secara penuh mengontrol
DVR untuk menampilkan Video secara Live maupun playback, untuk
memulai recording, maupun untuk mengontrol camera.
DVR mempunyai kapasitas hard disk internal sebesar 480 GB, dan
dilengkapi dengan CD-RW
Harus menyediakan RJ-45 port untuk koneksi ke Ethernet dan RS-232
untuk nantinya bisa di-Interface ke transaksi data pada mesin ATM
minimal 4 ATM per DVR (credit card, bank code, account number , or
amount withdraw). Menyediakan SCSI Port untuk dihubungkan ke
penyimpanan disk luar seperti Disk Array.

PT. UNITRI CIPTA Page 79


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

DVR akan ditempatkan pada 19 rack cabinet, untuk keyboard dan


mouse akan diletakkan dimeja console dilengkapi dengan KVM Switch
kapasitas 8 port, sehingga cukup menggunakan satu pasang keyboard
dan mouse untuk mengontrol semua DVR termasuk PC Sistem Integrasi

Untuk 1 unit DVR dengan 16 Camera harus mempunyai kapasitas


storage internal dan external yang mampu menyimpan hasil rekaman
dengan kondisi sebagai berikut :

a. Dengan resolusi gambar (pixel) : 720 x 288 atau 640 x 480 dengan
quality 2CIF/Normal/Fine
b. Perhitungan dibagi menjadi 2 bagian waktu yaitu :
1. Jam kerja : mulai pukul 7.00 s/d 17.00 :
DVR merekam dengan kecepatan total 100 frame/second untuk
16 Camera dengan perkiraan 100% aktivitas motion
2. Diluar Jam kerja : mulai pukul 17.00 s/d 7.00 :
DVR merekam dengan kecepatan total 100 frame/second untuk
16 Camera dengan perkiraan 25% aktivitas motion

c. Lama penyimapanan selama 31 Hari termasuk internal dan external


storage
- Untuk kapsitas internal storage sesuai yang dijelaskan pada
RKS
- Untuk external kapasitas external storage harus disesuaikan
dengan yang disebut diatas.

2. External Disk Array (storage)


Disk array digunakan untuk memperbesar kapasitas penyimpan DVR
sehingga bisa memperpanjang masa rekaman.
Untuk kapasitas external storage harus disesuaikan dengan yang disebut
diatas. Dan external storage yang digunakan adalah type 19 Rack
Housing yang dapat mengakomodasi 12 s/d 14 Hot Swappable DiskDrive,
menggunakan standard konfigurasi RAID5 Protection. Kapasitas per disk
drive adalah 380GB dan jumlah disesuaikan dengan kebutuhan. Disk
Drive dapat diganti (replace) tanpa menggangu penyimpanan. External
Storage harus mempunyai Redundant Power Supply. External Storage

PT. UNITRI CIPTA Page 80


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

mempunyai 2 Ultra SCSI-3 untuk Host Port ke DVR dan 2 Ultra SCSI-3
untuk Looptrought ke external storage lain. Dan juga menyiapkan Lan
interface RJ-45 untuk dihubungkan ke Network untuk Konfigurasi melalui
Web-based GUI

3. Monitor
Monitor yang digunakan adalah tipe 20.1 LCD Monitor untuk DVR,
monitor harus mempunyai bentuk yang ringkas dengan frame yang tipis.
Mempunyai resolusi tinggi 1280 x 1024 pixels dengan pixel pitch yang
rapat . Monitor nantinya akan ditempatkan pada console yang terdiri dari
monitor console dan meja operator

4. Rack, Monitor Console dan Power


Untuk penempatan peralatan utama CCTV akan ditempatkan pada 19
Rack Cabinet . 19 Rack cabinet dengan tinggi harus 42U dan jumlah /
banyaknya rack disesuaikan dengan kebutuhan space peralatan. Rack
dilengkapi dengan pintu depan kaca, top fan tray dengan 4 AC Fan, MCB
untuk setiap masing-masing Camera (86 MCB untuk Camera) dan MCB
setiap masing-masing Peralatan yang ada pada rack. Untuk Power
disiapkan UPS untuk semua camera dan peralatan utama termasuk
monitor dengan jumlah dan kapasitas disesuaikan dengan kebutuhan,
dengan back-up selama 15 menit, UPS harus mempunyai model 19
yang akan ditempatkan pada 19 Rack Cabinet.
Console digunakan untuk menempatkan LCD Monitor dari DVR, dan
meja operator untuk printer keyboard dan mouse. Console dibuat
sedemikian rupa agar memudahkan operator dalam memonitoring
maupun mengontrol. Console terbuat dari kayu dilapis melamik. Console
harus dibuat rapi dan kokoh.

PEKERJAAN JARINGAN KOMPUTER ( LAN )

Yang dimaksud dengan pekerjaan Jaringan Instalasi Komputer ( LAN / Local Area
Networking ) yaitu sistem yang terintergrasi dan terbagi dalam beberapa segment
yaitu terdiri dari Switch Hub, Server, PatchMax Panel, Router dan UPS.

PT. UNITRI CIPTA Page 81


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

a. Sistem instalasi kabel data harus bersertifikasi / bergaransi selama 20


tahun.

b. Semua pekerjaan instalasi kabel data mampu dilalui data dengan


kecepatan 1 Gbps.

c. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah :


kabel instalasi dan out-let serta Pekerjaan Instalasi jaringan sampai ke titik
out-let.
pemasangan rak kabinet beserta PatchMax Panel dan kelengkapanya
sehingga dapat berfungsi sebagaimana mestinya,dan mampu berfungsi
dengan system existing

d. Material dan Cabling sistem


- Instalasi kabel data menggunakan kabel UTP Cat-6,4 pairs 1061C,
yang dapat dilalui data dengan kecepatan 1 Gbps dalam Pipa konduit
High Impact 20 mm.
- PatchMax Panel cat-6 adalah terminal untukn kabel UTP 1061C+
yang dipasang pada rack system .
- PatchMax Panel cat-6 adalah terminal untukn kabel data 1071 XL
yang dipasang pada rack system dan untuk koneksi antar Swicth Hub.
- Out-let Data yang dipasang pada dinding partisi / tembok
menggunakan tipe MPS100E+Face Plate.
- D8PS 3 FT / 1 meter,kabel Patch Cord 3 ft yang dipakai untuk
menhubungkan kabel data dari PacthMax Panel ke Switch Hub.
- D8PS 9 FT / 3 meter,kabel Patch Cord 9 ft yang dipakai untuk
menhubungkan kabel data dari Out-let Cat-6 ke PC.
- 107Xl UTP Cable Cat-6 adalah kabel data yang dipakai untuk tranmisi
data dengan kecepatan 1 Gbps untuk menhubungkan antar Swicth
Hub dan di tarik 2 line ( kabel backbone ).
- MGS 400 modular Jack Cat-6 adalah terminal kabel data 1071 XL
yang dipasang di dinding untuk ke Server dan ditempatkan dalam face
plate .
- GS8E, 3ft /1meter, adalah patch Cord yang dipakai untuk koneksi
pacthMax panel Cat-6 ke Switch Hub.

PT. UNITRI CIPTA Page 82


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

- GS8E, 9ft /3 meter, adalah patch Cord yang dipakai untuk koneksi
dari MGS400 Modular Jack Cat-6 ke Server.

RACK CABINET SYSTEM


Rack cabinet system adalah suatu rack yang dipakai untuk menempatkan peralatan
PachtMax Panel dan Switch Hub, menggunakan type Standing / Ceeling close rack
include roof fan dan out-let power.
.
Pengujian harus memenuhi standart internasional dengan menggunakan alat test
Fluke dan lainnya yang disertai dengan record hasil test .

PENYALUR PETIR
Untuk melindungi bangunan dariu sambaran petir, maka pada puncak bangunan
dipasang penangkal petir. Penangkal petir ini menggunakan sistem Ionisasi yaitu
kepada penangkal petir menghasilkan ion yang disebar ke udara sekelilingnya.
Sehingga udara menjadi netral dan sambaran petir diperkecil kemungkinannya.
Kepala penangkal petir dihubungkan ke tanah dengan menggunakan kabel Coaxial
atau NYY. Kabel coaxial dihubungkan ke tanah dengan menggunakan elektroda
(copper rod) yang dilengkapi dengan bak kontrol yang dimaksud untuk sewaktu-
waktu dapat mengukur tahanan pentanahan. Tahanan pentanahan harus < 5
ohm.(PUIPP-1983, bab 5.8 Sistem Pembumian).
Petir ialah suatu gejala listrik di atmosfir yang timbul bila terjadi banyak kondensasi
dari uap air dan ada arus udara naik yang kuat.
Instalasi penangkal petir ialah instalasi suatu system dengan komponen- komponen
dan peralatan peralatan secara keseluruhan berfungsi untuk menangkap petir dan
menyalurkannya ke tanah, sehingga semua bagian dari bangunan / gedung beserta
isinya terhindar dari sambaran petir.

Adapun system penangkal petir di Gedung ini adalah EF. Lightning Protection
System dengan radius proteksi 65 meter, yang terdiri dari :
- EF. Lightning Terminal
- Kabel Penghantar
- Earthing / Arde
- EF Lightning Terminal, memiliki fungsi / keuntungan diantaranya :

PT. UNITRI CIPTA Page 83


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

- Menciptakan electron bebas atau emisi lebih awal mendahului


obyek sekeliling yang dilindungi atau yang menjadi sasaran
sambaran.
- Mengantipasi secara dini sambaran petir dengan aktif reaktif
- Tidak menggunakan radio elemen, battery atau solar cells,
capacitors, diodes maupun electric resistance.
- Mampu menerima sambaran petir hingga 150 kA
- Memberikan efek radius proteksi cukup luas, tergantung pada
ketinggian pemasangan dan intensitas sambaran. Kabel
Penghantar memiliki fungsi / keuntungan diantaranya:
- Kabel, menyalurkan arus petir kebumi tanpa menimbulkan efek
listrik terhadap obyek sekitar.
- Mencegah adanya induksi.
- Mencegah adanya lompatan arus listrik / kilat samping.
- Mampu menerima tegangan sambaran hingga 250 kV.
- Earting / Arde
- Kondisi Arde / pertanahan yang baik mampu menghilangkan arus
petir dengan cepat dan aman ke bumi.

DESAIN SISTEM MEKANIKAL

1. Air Bersih
Sistem penyediaan Air Bersih

Kebutuhan air bersih salah satu sarana penunjang sehingga suatu bangunan
dapat berfungsi dengan baik. Yang termasuk dalam sistem penyediaan air
bersih meliputi :
1. Pengadaan sumber asal air
2. Sistem pendistribusian
3. Sistem jaringan distribusi
Disamping 3 uraian tersebut perlu diperhatikan dari airnya. Sarana air selain
diperlukan untuk fasilitas toilet juga di pergunakan untuk keperluan minum
dan juga untuk keperluan sistem pemadam kebakaran.

Sebagai dasar perencanaan di gunakan referensi sebagai berikut :


1. Pedoman Plumbing Indonesia 1979

PT. UNITRI CIPTA Page 84


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

2. Perencanaan dan Pemeliharaan Sistem Plumbing


3. Normalisasi Indonesia ( NI )
4. Peraturan Daerah ( Perda )
5. NFPA Standart
6. Standart Industri Indonesia ( SII )

Perkiraan kebutuhan air bersih


1. Berdasarkan standart pemakaian air untuk bangunan ini dengan asumsi
kebutuhan sesuai standart yang berlaku yaitu :
- Untuk per orang = 100 Lt /Hari/orang
(ref. Wastewater Engineering,Metcalf & Edy,Inc.Mc.Graw-Hill)
Maka besarnya kebutuhan air bersih dapat diperkirakan jumlahnya.
Jadi kebutuhan air bersih untuk rumah sakit , yang mempunyai kapasitas
adalah :

5000/6meter x 100 Lt/hari = 50.000/hari ( 50 m 3 / hari )

maka daripada itu maka harus disediakan Ground Water Resevoar untuk
kebutuhan air bersih minimal 1,5 x dari kebutuhan sehari jadi minimalm
mempunyai kapasitas 75 m 3 ( tidak termasuk untuk keperluan sistem
pemadam kebakaran ).dan Yang masing-masing banguanan lain telah
disediakan sub-sub Ground Water Resevoar.

Sistem pengolahan air bersih


Oleh karena menggunakan bahan baku kebutuhan air-bersih PDAM, dan
sesuai dengan kwalitas dan kapasitas yang diperlukan. Sehingga tidak
diperlukan unit pengolahan yang lengkap, cukup ditambah Sand Filter dan
Carbon Filter / sesuai kebutuhan.

Dan diperlukan pompa Transfer ke roof tank 20 m3 dengan kapasitas :

220 liter/ menit = 13,2 m 3 / jam


Head = 75 meter

PT. UNITRI CIPTA Page 85


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Dan diperlukan kapasitas PDAM Sebagai pensuplai kebutuhan utama air


bersih sebesar 50 m 3 / Hari ( Maint Supplay ).
Semua sumber air bersih tersebut ditampung dalam satu Ground Water
Resevoar yang mempunyai kapasitas 80 m 3 .

2. Pemadam Kebakaran

berdasarkan peraturan pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan


gedung ,menurut klasifikasi bangunan dan jumlah lantai bangunan yang
harus dilengkapi hydrant sebagai berikut (peraturan SKBI / SNI) adalah:

KLASIFIKASI BANGUNAN KETINGGIAN DAN JUMLAH LANTAI

A Ketinggian sampai dengan 8 Meter atau 1 lantai

B Ketinggian sampai dengan 8 Meter atau 2 lantai

C Ketinggian sampai dengan 14 Meter atau 4 lantai

D Ketinggian sampai dengan 40 Meter atau 8 lantai

E Ketinggian lebih dari 40 Meter atau diatas 8 lantai

Perletakan hidran berdasarkan luas lantai,klasifikasi bangunan dan jumlah


lantai bangunan.

RUANG TERTUTUP, RUANG TERTUTUP &


TERPISAH,JUMLAH/LUAS
KLASIFIKASI BANGUNAN JUMLAH / LUAS LANTAI
LANTAI

A 1 Buah per 1000 m 2 2 Buah per 1000 m 2

B 1 Buah per 1000 m 2 2 Buah per 1000 m 2

C 1 Buah per 1000 m 2 2 Buah per 1000 m 2

D 1 Buah per 800 m 2 2 Buah per 800 m 2

E 1 Buah per 800 m 2 2 Buah per 800 m 2

PT. UNITRI CIPTA Page 86


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Debit air hidrant gedung 400 liter/menit dan tekanan air hidrant pada titik tertinggi
sebesar 4,5 kg/cm 2 .Diameter pipa tegak hidrant gedung harus di sesuaikan dengan
klasifikasi bangunan sebagai berikut :

- Klasifikasi A,B,C diameter minimum pipa tegak 5 cm ( 2 inci )


- Klasifikasi D, diameter minimum pipa tegak 6,25 cm ( 2,5 inci )
- Klasifikasi E diameter minimum pipa tegak 10 cm ( 4 inci )

Perletakan hidrant halaman harus diletakan sesuai dengan ketentuan sebagai


berikut :

- Kelompok bangunan yang berjarak lebih dari 10 meter dari jalan


lingkungan.
- Bangunan dengan klasifikasi A,B,C harus memiliki hidrant halaman
dengan jarak antar hidran < 90 meter.
- Bangunan dengan klasifikasi D,E harus memiliki hidrant halaman dengan
jarak antar hidran < 60 meter.

Pilar hidran halaman harus dipasang pada jarak sebagai berikut :

- Jarak antara masing-masing pilar hidrant maximum 150 meter.


- Hidrant di pasang dengan ketinggian 50 cm dari permukaan tanah.
- Pilar hidrant harus dipasng 1 meter dari pagar halaman bangunan dan
mudah terlihat ,mudah dicapai,tidak terhalang oleh benda lain.

Persaratan instalasi pipa hidrant menurut ketentuan peraturan SKBI / SNI adalah
sebagai berikut :

- Pipa berdiameter sampai 6,25 cm ( 2,5 inci ) harus menggunakan


sambungan ulir.
- Dan pipa yang berdiameter lebih besar 2,5 inci harus menggunakan
sambungan Las.
- Pipa horison harus di tahan dengan penggantung/suport yang mampu
menahan 5x berat pipa berisi air,dan jarak penggantung maximum 3,5
meter,dan pipa sebelum dicat harus di zink chromate.

PT. UNITRI CIPTA Page 87


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

- Pipa yang menembus setiap beton harus disediakan sleeve / dari besi
tuang / pipa baja dengan kelonggaran minimal 25 mm.
- Pipa dalam tanah harus mempunyai kedalaman minimal 75 cm dari
permukaan tanah,dan dasar galian pipa harus cukup stabil dan rata
sehingga seluruh panjang pipa tertumpu dengan baik.
- Sekeliling pipa harus diberi pasir setebal 15 cm,dan dicat flincoate
minimal 3 lapis dan diberi tumpuan setiap jarak 3 meter

3. Pengujian Instalasi Hydrant

Setelah selesai semua atau sebagian instalasi selesai harus dilaksanakan


pengujian tekanan/kebocoran secara parsial dan general.Pengujian kebocoran
dilakukan dengan tekanan hidrostatik 20 kg/cm 2 selama 4 jam terus menerus tanpa
penurunan.

Kebutuhan air untuk pemadam kebakaran berdasarkan standar NFPA-20 Pompa


pemadam kebakaran minimal terdiri dari :

1. 1 unit Electric Fire Pump


2. 1 unit Diesel Pump
3. 1 unit Jockey Pump.

Kapasitas pompa pemadam adalah : 1.900 Lt / menit / 500 gpm.Maka kebutuhan air
pemadam kebakaran :

Q = 1900 Lt/menit x 30 menit

= 57.000 lt.

= 57 m3.

Yang mana peralatan tersebut sudah terpasang di ruang pompa .

Untuk setiap gedung , 2 buah Hydrant box untuk luasan per 800 m2 .dan dilengkapi
hose rack dengan panjang selang 30 Meter. Dan direncanakan pula sistem Multi
Purpose Dry Chemical Fire Extinguiser dan CO2 Pada setiap ruangan yang
diperlukan.

PT. UNITRI CIPTA Page 88


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

4. Pengolahan Limbah Air Kotor

1. Limbah domestik
Sesuai dengan adanya aktivitas manusia dibutuhkan air bersih , maka perlu
perencanaan untuk air buangan dari pemakai air tersebut.

Yang termasuk dalam sistem air kotor ini adalah :


- Sistem pengumpul ( waste water collector )
- Sistem Pengolah akhir dari buangan ( STP existing )
- Sistem pengolah akhir limbah khusus rumah sakit
- Dalam memperhitungkan beban air kotor dari suatu bangunan dapat
diperhitungkan berdasarkan :
- Jumlah populasi
- Jumlah sanitary fixtures yang diukur berdasarkan nilai fixtures unit
- Adapun perhitungan kebutuhan fixtures unit diperhitungkan berdasarkan
tabel kebutuhan sanitary fixtures dengan ratio populasi untuk jenis
bangunan, sesuai dengan peraturan plumbing indonesia ,sehingga
dengan kedua cara tersebut dapat menghasilkan beban air kotor yang
mendekati.

A. KONDISI MASUK ( INFLUENT )


1. Perhitungan kapasitas ( ref : Metcalt and Eddy,Inc.: Waste Water
Engineering,Treatment,Disposal and Reasue
2. Parameter
- Kapasitas : 100 M3
- BOD 5 : 300 mg / lt

- COD : 500 mg / lt
- Ph :69

B.KONDISI KELUAR ( EFFLUENT )


SK.Gub Jatim, No. 136 tahun 1994, gol 1
- BOD 5 : 10 mg / lt

- COD : 80 mg / lt
- TSS : 100 mg / lt

PT. UNITRI CIPTA Page 89


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

- Ph :69

2. STP sebagai pengolah air limbah terahkir dan disalurkan ke


saluran kota dengan memenuhi standar Amdal dengan hasil test BOD(
Biological Oxygen Demand ) nya = 10 .Dan bila difungsikan untuk siram
taman , cuci mobil disyaratkan BOD nya dibawah 10.

5. Limbah air hujan/ air limpasan


Pipa pembuangan / pipa vertikal talang air hujan yang dipasang di setiap kolom
yang disesuaikan dengan luas atap yang menampung air hujan .

Dalam menghitung besar pipa pembuangan air hujan harus diketahui atap
yang menampung tersebut dan luasan m2,sebagai standar ukuran pipa
pembuangan air hujan sebagai berikut:

Tabel ukuran pipa vertikal /tegak,pipa air hujan


DIAMETER (INCI) LUASAN ATAP ( M2 ) VOLUME (LT/MENIT)
3 S/D 180 255
4 385 547
5 698 990
6 1.135 1.610
8 2.445 3.470
Untuk menentukan jumlah pipa dan diameternya maka didapatkan perhitungan
sebagai berikut :
A = Luas atap ( m2 )
C = Curah hujan rata-rata ( 300-500mm/m2/jam=5-8 liter/menit)
Maka :
Diameter pipa disesuaikan dengan luas atap tersebut diatas,dan dari hasil debit air
hujan sama dengan luas atap dikalikan dengan curah hujan rata-rata di bagi dengan
kapasitas pipa tersebut.

Total curah hujan = Luas atap x curah hujan rata-rata

JUMLAH PIPA = TOTAL CURAH HUJANN : KAPASITAS PIPA

Untuk pembuangan Air hujan / air limpasan perlu dibuatkan saluran pembuangan
( drainase ) baik saluran pembuangan air dari atap gedung maupun saluran

PT. UNITRI CIPTA Page 90


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

pembuangan air dari halaman gedung sehingga tidak mengalami genangan air /
banjir maka perlu disalurkan melewati saluran drainase sepanjang sarana sekitar
bangunan dan jalan yang ada di kawasan tersebut dengan sistem gravitasi bumi dan
diarahkan ke saluran kota / sungai terdekat. Dimensi saluran yang direncanakan
didasarkan pada data hujan setempat dan luas tangkapan hujan pada daerah
perencanaan.

Rumus Debit :

Qp = 0,278 C I A

Qp = Debit Puncak ( m3/detik )

C = Koefisien aliran
I = Curah hujan ( mm/m2/jam )
A = Luas area ( km2 )

Perhitungan Intensitas Hujan

Dalam menentukan Debit Banjir Rencana (Design Flood) perlu didapatkan


harga suatu Intensitas Curah Hujan. Intensitas Curah Hujan adalah
ketinggian curah hujan air tersebut terkonsentrasi disuatu daerah.
Analisa Intensitas Curah Hujan ini dapat diproses dari data curah hujan yang
terjadi pada masa lampau.
Intensitas curah hujan dinotasikan dengan huruf I dengan satuan (mm/jam)
yang artinya tinggi curah hujan yang terjadi sekian mm dalam kurun waktu
per jam.
Intensitas curah hujan umumnya dihubungkan dengan kejadian dan lamanya
(duration) hujan yang disebut Intensitas Duration Frequency (IDF).
Oleh karena itu diperlukan data curah hujan jangka pendek misalnya 45
menit , 30 menit , 60 menit dan jam-jaman.
Intesitas Hujan dihitung dengan 3 Metode yaitu :
INTENSITAS HUJAN VAN BREEN
INTENSITAS HUJAN METODE MONONOBE
INTENSITAS HUJAN METODE Haspers Der Weduwen

PT. UNITRI CIPTA Page 91


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Atau :
Untuk menghitung debit limpasan digunakan metode rasional yang hanya berlaku
untuk daerah aliran sampai dengan 13 Km2, sedangkan untuk daerah yang lebih
luas digunakan metode rasional yang telah dimodifikasi.
100
Q = 36 . C . I . A (metode rasional)
100
Q = 36 . Cs . C . I . A (metode rasional yang dimodifikasi)

dimana :
Q = Debit aliran (l/detik)
C = Koefisien pengaliran
Cs = Koefisien tampungan
I = Rata-rata intensitas hujan (mm/24 jam)
A = Luas daerah/Catchment area (Ha)

Menghitung intensitas curah hujan

Ir. Van Breen telah melakukan penelitian curah hujan khusus di pulau jawa dan
umumnya di indonesia. Metode ini beranggapan bahwa, besarnya atau lama durasi
hujan harian adalah terpusat selama 4 jam dengan hujan efektif sebesar 90% dari
hujan selama 24 jam. Hubungan dalam bentuk adalah sebagai berikut :

90 %. R24
I=
4

dimana :
I = Intensitas hujan (mm/jam)
R24 = Curah hujan harian maksimum (mm/24 jam)

Berdasarkan rumus diatas, dapat dibuat kurva durasi intensitas hujan, dimana Van
Breen mengambil kurva kota Jakarta sebagai kurva basis.

PT. UNITRI CIPTA Page 92


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Menghitung intensitas hujan daerah


Perumusan Ishigoro
Dikemukakan oleh Prof. Ishigoro pada tahun 1953, rumus intensitas dengan t lebih
dari 2 jam.
a
I =
t+b

a =
I t I 2
- I tI
2

N I - [ I]
2
2

b =
I I t - N I 2
t
N I - [ I]
2
2

Waktu konsentrasi (tc)


Adalah waktu yang diperlukan untuk mengalirkan air hujan dari titik terjauh menuju
suatu titik tetrtentu yang ditinjau pada daerah pengaliran sehingga diperoleh debit
maksimum.
tc = to + td
to = 3,26 .[1,1 C ][Lo ]
1/ 2
, untuk 0 < Lo 300 m
So 1 / 3
to = 108 .C .[Lo ]
1/ 3
, untuk 300 < Lo 1000 m
So 1/ 5
92 ,7 . L
to =tc = ,untuk Lo > 1000 m, untuk PUH 5 tahun
A 0,1 . Sr 0,2
2/3
tcn= tco +
Io
In

dimana :
to = waktu limpasan (menit)
C = angka pengaliran
Lo = panjang limpasan (m)
So = kemiringan medan limpasan (%)

td = L/V

PT. UNITRI CIPTA Page 93


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

dimana :
td = waktu dalam saluran (menit)
L = panjang saluran (m)
V = kecepatan rata-rata dalam saluran (m/det)

Koefisien pengaliran (C)

C1 . A1 + C 2 . A2 + ......... C n . An
Cr =
A
dimana :
Cr = Harga rata-rata koefisien pengaliran
Cn = Harga koefisien pada masing-masing daerah
An = Luas masing-masing bagian daerah
A = Luas total daerah

Menghitung dimensi saluran


Untuk menghitung dimensi saluran digunakan rumus Manning :

1
V= . R2/3 . S1/2
n

dimana :
V = Kecepatan aliran (m/detik)
n = Koefisien kekasaran manning
R = Jari-jari hidrolis (m)
S = Kemiringan dasar saluran

untuk saluran segi empat

b.h
R=
b + 2 .h

Metode Perhitungan Kapasitas Saluran.

Perhitungan kapasitas saluran eksisting dan rencana menggunakan perumusan


muka air normal

PT. UNITRI CIPTA Page 94


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

1 2 1
Q= x R 3 xS 2 xA
n
A
R=
P
Dimana :
Q : kapasitas saluran (m3/det)
R : jari - jari penampang basah saluran (m)
S : kemiringan dasar saluran
A : luas penampang basah saluran (m2)
P : keliling penampang basah saluran (m)
n : koefisisen angka kekasaran saluran (Koefisien Manning).
Saluran terbuka pasangan batu yang diplester halus dindingnya dan dasarnya, n
adalah sebesar 0.013 - 0.017, sedangkan saluran terbuka yang dindingnya
pasangan batu dan dasarnya adalah tanah. Besar n adalah 0.020 - 0.025.

Metode Perhitungan Debit Banjir.

Metode perhitungan debit banjir untuk daerah aliran saluran (petak) tersier dengan
luas 50 hektar (ha) diusulkan untuk memilih 2 (dua) metode yaitu :
Menggunakan Metode Rasional
1
Q= xC xI x A
3.6 m3/det)
Dimana Q : debit banjir yang terjadi (m3/det)
C : Koefisien run off.
I : Intensitas curah hujan (mm/jam)
A : Luas daerah aliran (km2)

Nilai C adalah :
Peruntukan kawasan : C
Kawasan industri 0,8 s/d 0,9
Kawasan jasa dan perdagangan 0,7 s/d 0,8
Kawasan perumahan/permukiman 0,6 s/d 0,8
Kawasan ruang terbuka hijau 0,4 s/d 0,6

PT. UNITRI CIPTA Page 95


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Apabila di dalam satu petak tersier terdapat bermacam - macam tata guna lahan,
maka :
C1 xA1 + C 2 xA2 + .......... + C n xAn
C=
A1 + A2 + ...... + An

I adalah intensitas curah hujan yang diambil dari Grafik Intensitas Duration Curve .
Intensitas curah hujan tergantung kepada waktu konsentrasi (tc) dimana tc adalah
waktu perjalanan air dari pinggir daerah aliran ke titik yang ditinjau dalam saluran.
tc = to + td
Dimana :
to : perkiraan waktu aliran di permukaan (jam)
td : waktu perjalanan air di saluran dari ujung hulu s/d titik
yang ditinjau. (jam)

L
td =
V x 3600 (jam)
Dimana :
L : panjang saluran (m)
V : kecepatan didalam saluran (m/det)
Untuk perencanaan ini V = 0.3 - 0.5 m/det
Untuk waktu ulang debit banjir (T) yaitu :
- Kawasan perumahan dan permukiman T = 2,00 tahun.
- Kawasan industri, jasa dan perdagangan T = 5,00 tahun.

Perumusan muka air normal ini dipergunakan apabila saluran tidak dipengaruhi oleh
efek air balik (back water), untuk saluran tersier yang menampung air terlebih dahulu
di hulu saluran maka efek air balik pada saat laut pasang tidak berpengaruh, maka
penggunaan rumus ini layak untuk saluran tersier. Dari perumusan ini bisa diketahui
kapasitas eksisting, kapasitas rencana dan dimensi saluran rencana.

6. INSTALASI AIR CONDITIONING


Beban pendingan yang dikondisikan adalah seluruh lantai dengan kefungsian
yang hampir sama yaitu R.Pasien / perkantoran.Untuk kebutuhan normal
perkantoran memerlukan 600 BTUH / M2.

PT. UNITRI CIPTA Page 96


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Total kebutuhan daya listrik 1 Ton R = 1,25 KW.


1 Ton R = 12.000 BTU.H = 400 CFM

Atau untuk kebutuhan daya listrik sebagai berikut :

1 PK = 9000 BTU.H = 300 CFM


1 PK = 746 Watt

RUANG KHUSUS / RUANG PERALATAN

Untuk Ruang Khusus di perlukan tersendiri berbeda dengan ruang lain.


Persyaratan tata udara pada ruang Khusus sebagai berikut :

1. Filter , yang digunakan adalah


- Pre Filter
- Medium Filter
- Hepa Filter

2. Difuser

- Udara dari difuser ke ruangan harus Laminar


3. Tekanan Udara
- Tekanan udara di dalam ruangan harus positif pressure.
4. Volume udara
- Volume udara di dalam ruangan harus konstan
5. Kualitas udara
- Udara yang masuk ke ruangan sebaiknya seluruh nya udara dari luar ( Full
Fresh air yang telah disaring oleh Filter ),Dan suhu ruangan harus tetap
stabil 20.
6. Inverter
- Agar selalu mencapai positif presurre di ruangan tersebut ( putaran motor )
7. Air Change
- Minimal 20 kali / jam
8. Grill Exhouse Fan
- Perletakan lokasi grill disetiap sudut ruangan, 5 cm diatas lantai
9. Peralatan Control dan RH (45-50%)
10. Peralatan Control Presurre

PT. UNITRI CIPTA Page 97


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

7. INSTALASI EXHOUSE FAN

Sistem ventilasi mekanik diperlukan untuk daerah daerah yang tidak dikondisikan
dengan sistem tata udara, seperti misalnya toilet , pantry , gudang dan sebagainya.
Untuk daerah daerah tersebut udara segar yang dibutuhkan untuk pergantian
udara diambil 6 20 kali pergantian udara per jam.
Dan untuk daerah ruang Operasi diatas 20 kali.

Perhitungan kapasitas Ventilasi atau infiltrasi

CFM = H X L X W X AC X 35,31
60

H = Tinggi Ruangan
L = Panjang Ruangan
W = Lebar Ruangan
AC = Air Change ( Pertukaran Udara per jam ).
- Toilet umum : min.15 kali per jam
- Gudang : min.4 kali per jam
- Parkir tertutup : min.6-9 kali per jam
- Ruang bedah : min 20 - 30 kali per jam
- Dapur panas : min 40-60 kali per jam

8. TRANSFORTASI VERTICAL ( LIFT )


Alat untuk transfortasi vertikal gedung yang mana berlantai banyak agar
memudahkan dan melayani pengguna maka diperlukan alat transfortasi vertical (
LIFT )

PERHITUNGAN UNTUK MENENTUKAN JUMLAH LIFT


Untuk dapat menghitung jumlah Lift yang diperlukan dalam perencanaan bangunan
maka perlu diperhatikan fungsi dan kegunaanya, jumlah luas per lantai, jumlah
pemakai , tinggi bangunan, besar-kecilnya lift dan kecepatannya.( ref.M&EE for
building.Guinness,William J.MC,Stein,Reynolds )
a. Jika beban puncak lift suatu bangunan diperhitungkan dalam P % x jumlah
penghuni dan atas dasar luas m 2 per orang maka didapat rumus sebagai berikut :

PT. UNITRI CIPTA Page 98


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

P(a k )n
L=
a"
L = Beban puncak lift
P = Persentasi beban puncak ( % )
a' = Luas per lantai
a = Luas bersih per orang ( m 2 )
n = Jumlah lantai bangunan
k = 5 x N x P x 0,3 = 1,5 NP
N = Jumlah kereta dalam bangunan
m = Kapasitas Lift
a nwP
m =
300a"
w = Waktu menunggu
s = Kecepatan rata-rata Lift ( untuk rumah sakit kec. 150 210 m/menit )
T = Waktu perjalanan Lift bolak-balik :
( 2h + 4 s )( n 1) + s(3m + 4)
T=
s
N = Jumlah Lift ,

a' n P T
N=
300a"m

5.5. Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pelaksanaan Pembangunan (RKS)

Dalam dokumen perencanaan selalu didampingi dengan dokumen pendukung yaitu


Dokumen Rencana Kerja dan Syarat (RKS) pelaksanaan pembangunan.

Dalam pelaksanaan akan selalu mengacu pada urut urutan dokumen dalam
implementasinya di lapangan yang dapat dijelaskan sebagai berikut :

 Untuk mengetahui dimensi akan dianut gambar DED


 Untuk mengetahui quantity akan dianut BQ dan RAB
 Untuk mengetahui quality akan dianut buku RKS

PT. UNITRI CIPTA Page 99


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Dalam pembuatan RKS juga dapat dikembangkan tentang tata cara pelaksanaan
bagian pekerjaan serta Pra Syarat dalam melaksanakan suatu pekerjaan. Jadi
pembuatan RKS harus dibuat oleh tenaga ahli yang jauh berpengalaman dalam
pelaksanaan di lapangan dan pengetahuan bahan.

Sebagai referensi dapat dilihat pada lampiran usulan teknis ini yaitu yang
menjelaskan daftar isi sebuah RKS dalam pembuatan dokumen perencanaan.

Dengan urut urutan isi pada RKS tersebut di atas diharapkan dapat menghasilkan
perhitungan RAB yang tepat sesuai dengan yang diminta dan memudahkan
Konsultan Perencana untuk mengadakan supervisi di lapangan.

PT. UNITRI CIPTA Page 100


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

2. Program Kerja

Dalam melaksanakan Pekerjaan Perencanaan suatu Bangunan yang melibatkan


banyak keahlian (Multy Disiplin) maka akan sangat diperlukan untuk merencanakan
suatu Program Kerja dalam Pembuatan Perencanaan tersebut secara OPTIMAL.

Masa / waktu pelaksanaan yang diberikan untuk penyelesaian pekerjaan


perencanaan ini adalah 90 (sembilan puluh) hari kalender dalam jumlah waktu
tersebut akan terbagi menjadi :
1. Survey Lapangan
2. Survey Data dan Kebutuhan oleh Para USER
3. Gambar Sketsa Idea
4. Gambar Pra Rencana
5. Gambar Rencana
6. Gambar DED
- Arsitektural
- Structural
- Mekanikal
- Elektrikal
- Plumbing
- Site Development
7. Bill of Quantity
8. Rencana Anggaran Biaya
9. RKS
10. Perhitungan dan Analisa Perencanaan
11. Laporan Perencanaan
12. Presentation Tools (Maket, Animasi dll)

PT. UNITRI CIPTA Page 101


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Dalam KAK telah disebutkan tentang lingkup kegiatan pada Pekerjaan Perencanaan
ini seperti pada Kriteria dibawah ini :

1. PRA RANCANGAN

a. Pengumpulan Data Lapangan


 Pengukuran Topografi dan geometri tapak eksisting
 Penyelidikan tanah (soil investigation)

b. Perencanaan Tapak dan Blok Bangunan (keseluruhan)


 Perencanaan Gubahan Masa Bangunan (block configuration),
termasuk Konsep dan Rencana Pentahapan Pembangunan
 Membuat Rencana Tata Letak Blok Bangunan (block plan)

c. Pra Rancangan
 Skematik Design dan Pra Rancangan Arsitektur (Denah, Tampak,
Potongan) skala 1:200
 Skematik Layout Tata Letak Blok Bangunan (Block Plan)
 Skematik dan Pra rancangan system Jaringan Utilitas (MEP)
 Spesifikasi Umum (Sistem dan Material) Bangunan
 Perencanan Sistem dan Jenis pondasi Konstruksi Bangunan
 Perencanaan Sistem dan Jenis Struktur Atas Konstruksi Bangunan
 Estimasi Biaya Arsitektural dan Sipil- Struktur

d. Pembuatan Maket & Presentasi


 Pembuatan Maket Blok Bangunan(1:200)
 Pembuatan Bahan Presentasi & Sketsa Perspektif Bangunan

2. RANCANGAN DETAIL ENGINEERING DESIGN


a. Pengembangan Rancangan
 Pengembangan Gambar Rancangan Arsitektur skala 1:100
 Pengembangan Gambar Rancangan Sipil- Struktur skala 1:100
 Pengembangan Sistem and Spesifikasi Umum (termasuk integrasi
antar system bangunan A/S/MEP)

PT. UNITRI CIPTA Page 102


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

b. Pembuatan Gambar Kerja


 Gambar kerja Sipil- Konstruksi skala 1:5 s/d 1:100

c. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) A/S/MEP


 Penyusunan Jenis dan Volume Pekerjaan (BQ)
 Penyusunan Analisa Harga Satuan

d. Penyusunan Rencana Kerja dan Syarat syarat (RKS)

Sebagai keluaran yang harus disajikan adalah :


Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Perencana berdasarkan Kerangka Acuan
Kerja ini selanjutnya akan diatur dalam surat perjanjian tersendiri, yang minimal
meliputi paket Pekerjaan dalam pembuatan Perencanaan dan DED seperti yang
terjelaskan pada bab sebelumnya.

1. Perhitungan Struktur
2. Rencana Kerja dan Syarat Syarat (RKS)
3. Bill of Quantity (BQ)
4. Rencana Anggaran Biaya (RAB)
5. Dokumen Pengadaan Jasa Pelaksanaan Konstruksi
6. Gambar perspektif dan bird eye view.
7. Maket 1 : 200
8. Laporan Laporan
a. Laporan Pendahuluan
b. Laporan Hasil Perencanaan

PT. UNITRI CIPTA Page 103


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Urutan Kerja untuk rincian tersebut diatas dapat dijelaskan dengan gambar Alur /
Flowchart Sebagai berikut :
1.
Batasan batasan :
 Aturan
 Anggaran
 USER
 Lahan


SURVEY LAPANGAN

DISKUSI
SKETSA PRA &OK PRA
SURVEY USER
RANCANGAN ASISTENSI RANCANGAN
IDEA DEFINITIF

SURVEY PERALATAN
PLAH RAGA Tinjau Ulang

2.
Batasan batasan :
 Anggaran waktu
 Kebutuhan Ruang
DESIGN DEVELOPMENT

ARSITEKTURAL

STRUKTURAL
OK DED
PRA DED DISKUSI
RANCANGAN & Final
DEFINITIF ASISTENSI
MEP

SITE DEVELOPMENT Tinjau Ulang

PAGU ANGGARAN
3.
BQ

DISKUSI
DED RAB & DOKUMEN
PERENCANAAN
FINAL ASISTENSI
OK

RKS

Dokumen
Tinjau Ulang TENDER

PT. UNITRI CIPTA Page 104


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Dengan Penjelasan pada gambar alur / Flowchart tersebut dapat dibuatkan suatu
jadwal kerja seperti pada gambar dibawah ini :

Bulan I Bulan II Bulan III


No. Uraian Pekerjaan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1. Pra Rancangan
2 DED

3. Dokumen Perencanaan
4. Program Asistensi

3. STRUKTUR ORGANISASI

PT. UNITRI CIPTA Page 105


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

3. STRUKTUR ORGANISASI
Adapun keterlibatan tenaga tenaga ahli yang mendukung proses perencanaan ini
mempunyai tugas dan tanggung jawab masing masing.

1. Team Leader

Koordinator Team Perencanaan Teknis / Team Leader memiliki tugas tugas


sebagai seorang leader dalam proses penyusunan perencanaan pekerjaan ini, dapat
dijabarkan sebagai berikut :

a. Bertanggungjawab terhadap kualitas hasil pekerjaan teknis sesuai standar


yang telah ditentukan.
b. Menyusun jadual rencana kegiatan dan waktu pelaksanaan kegiatan.
c. Terlibat dalam proses pelaksanaan dan melakukan evaluasi terhadap hasil
kerja dan kualitas yang dihasilkan.
d. Memeriksa dokumen-dokumen hasil kegiatan, kualitas dan legalitas dokumen
sebelum disahkan.
e. Memimpin Pertemuan yang dilaksanakan secara periodik
f. Membuat Rencana Mutu dan Pelaksanaan kegiatan (Quality Plan)
g. Memimpin dan mendorong anggota tim dalam pelaksanaan kegiatan.

2. Tenaga Ahli
Tenaga Ahli membantu sepenuhnya dalam pelaksanaan kegiatan sesuai dengan
bidang keahliannya untuk menghasilkan hasil karya perencanaan yang berfungsi
secara optimal dan secara teknis dapat dipertanggung jawabkan, dengan uraian
sebagai berikut :

a. Bertanggung jawab terhadap kualitas pekerjaan sesuai bidang keahlian


b. Menyusun jadual kegiatan masing-masing bidang keahlian yang menjadi satu
kesatuan dalam struktur organisasi Tim
c. Memeriksa dan bertanggung jawab terhadap dokumen sebelum disahkan
d. Memberikan kemampuan terbaik dalam pelaksanaan kegiatan untuk menuju
kualitas perencanaan yang optimal
Dapat dijabarkan lebih lanjut tentang masing masing tugas dari masing masing
tenaga ahli, sebagai berikut :

PT. UNITRI CIPTA Page 106


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

1. Tenaga Ahli Arsitektur


Tugas dan tanggung jawab dari seorang tenaga ahli Arsitektur adalah :

Menganalisa aspek-aspek Teknik Arsitektur dalam proses penyusunan


perencanaan bangunan ini.
Menganalisa kemampuan penyediaan tata bangunan.
Mengkompilasi dan menganalisa bidang arsitektural yang akan digunakan
sebagai pertimbangan untuk menetapkan kebijakan dan konsep dalam
penyusunan perencanaan pembangunan Bangunan ini.
Menyusun data dan laporan yang berkaitan dengan bidang arsitektural
Melakukan penyusunan gambar gambar rencana arsitektural dari bangunan
secara keseluruhan

2. Tenaga Ahli Struktur


Tugas dan tanggung jawab dari seorang tenaga ahli Struktur adalah

Menganalisa aspek-aspek Teknik Struktur dalam proses penyusunan


perencanaan Bangunan ini.
Menganalisa gambar gambar struktur baik struktur bangunan atas dan bawah.
Mengkompilasi dan menganalisa bidang struktural yang akan digunakan sebagai
pertimbangan untuk menetapkan kebijakan dan konsep dalam penyusunan
perencanaan pembangunan Bangunan ini.
Menyusun data dan laporan yang berkaitan dengan bidang struktural
Melakukan penyusunan gambar gambar rencana struktural

3. Tenaga Ahli Mekanika Tanah


Tugas dan tanggung jawab dari seorang tenaga ahli Struktur adalah

Bekerjasama dengan tenaga ahli struktur untuk mempersiapkan kajian kajian


struktural untuk menentukan konsep struktur bangunan Bangunan yang
direncanakan
Menganalisa aspek-aspek Pondasi dalam proses penyusunan perencanaan
Bangunan ini.
Menganalisa hasil soil test untuk perencanaan pondasi yang tepat.

PT. UNITRI CIPTA Page 107


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Mengkompilasi dan menganalisa bidang struktural yang akan digunakan sebagai


pertimbangan untuk menetapkan kebijakan dan konsep dalam penyusunan
perencanaan pembangunan Bangunan ini.
Melakukan penyusunan gambar gambar rencana pondasi

4. Tenaga Ahli Mekanikal


Tugas dan tanggung jawab dari seorang tenaga ahli Mekanikal adalah :

Menganalisa aspek-aspek Teknik Mekanikal dalam proses penyusunan


perencanaan Bangunan ini.
Menganalisa permasalahan yang berkaitan dengan perencanaan mekanikal
seperti instalasi pembuangan air limbah / air kotor, instalasi plumbing, instalasi
jaringan gas medik, dan lain sebagainya.
Mengkompilasi dan menganalisa bidang mekanikal yang akan digunakan
sebagai pertimbangan untuk menetapkan kebijakan dan konsep dalam
penyusunan perencanaan pembangunan Bangunan ini.
Menyusun data dan laporan yang berkaitan dengan bidang Mekanikal
Melakukan penyusunan gambar gambar rencana mekanikal

5. Tenaga Ahli Elektrikal


Tugas dan tanggung jawab dari seorang tenaga ahli Elektrikal adalah

Menganalisa aspek-aspek Teknik Elektrikal dalam proses penyusunan


perencanaan Bangunan ini.
Menganalisa permasalahan yang berkaitan dengan perencanaan elektrikal
seperti instalasi jaringan listrik, instalasi telekomunikasi, dan lain sebagainya.
Mengkompilasi dan menganalisa bidang elektrikal yang akan digunakan sebagai
pertimbangan untuk menetapkan kebijakan dan konsep dalam penyusunan
perencanaan pembangunan Bangunan ini.
Menyusun data dan laporan yang berkaitan dengan bidang elektrikal
Melakukan penyusunan gambar gambar rencana elektrikal
6. Tenaga Ahli Lingkungan
Tugas dan tanggung jawab dari seorang tenaga ahli Lingkungan adalah :

Menganalisa aspek-aspek Teknik Lingkungan dalam proses penyusunan


perencanaan Bangunan ini.

PT. UNITRI CIPTA Page 108


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Menganalisa permasalahan yang berkaitan dengan perencanaan lingkungan


seperti instalasi IPAL, jaringan air bersih dan air kotor, dan lain sebagainya.
Mengkompilasi dan menganalisa bidang sanitasi lingkungan yang akan
digunakan sebagai pertimbangan untuk menetapkan kebijakan dan konsep
dalam penyusunan perencanaan pembangunan Bangunan ini.
Menyusun data dan laporan yang berkaitan dengan bidang sanitasi lingkungan
Melakukan penyusunan gambar gambar rencana yang berkaitan dengan
instalasi jaringan jaringan pengelolaan sanitasi lingkungan

7. Tenaga Ahli Cost Estimator


Tugas dan tanggung jawab dari seorang tenaga ahli Sipil / Estimator adalah :

Mengumpulkan data primer dan data sekunder guna melakukan penyusunan


Rencana Anggaran Biaya
Merecanakan Rencana Anggaran Biaya dan RKS
Mengevaluasi nilai biaya dari masing masing pekerjaan yang akan
dilaksanakan

Dalam melaksanakan tugasnya para tenaga ahli yang terlibat akan dibantu
oleh tenaga tenaga asisten dan tenaga tenaga pendukung, antara lain :

3. Tenaga Asisten
Tenaga Asisten dibutuhkan guna membantu para Tenaga Ahli untuk melaksanakan
tugas tugasnya, antara lain :
Melakukan kompilasi data data pendukung yang dibutuhkan dalam
perencanaan ini
Menyiapkan data data pendukung yang dibutuhkan

4. Staff Pendukung
 Draftman
Mempunyai tugas dan tanggung jawab antara lain :
menyiapkan gambar gambar rencana baik gambar arsitektural, gambar
struktural dan gambar mekanikal/elektrikal

PT. UNITRI CIPTA Page 109


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

 Estimator
Mempunyai tugas dan tanggung jawab antara lain :
membantu assisten tenaga ahli di bidang cost estimator dalam menyiapkan Bill
of Quantity dan Rencana Anggaran Biaya (RAB)

 Surveyor
Mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam melakukan survey topografi,
countour
Membuat laporan pengukuran lahan

 Administrasi
Mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam membantu pelaksanaan
administrative

 Operator Komputer
Mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam membantu penyiapan dokumen,
laporan dan lain lain

 Driver
Mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan pekerjaan yang
berkaitan dengan transportasi dan mobilisasi

 Office Boy
Mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam pelaksanaan pekerjaan yang
berkaitan dengan kerumah tanggan

PT. UNITRI CIPTA Page 110


ASS. AHLI ARSITEKTUR TENAGA AHLI ARSITEKTUR
Ir. WISNU HABSORO Ir. TEMMY SETIAWAN

ASS. AHLI STRUKTUR 1 TENAGA AHLI STRUKTUR 1


BUDI SAPUTRA,ST Ir. HERWIN SIREGAR,MT

PT. UNITRI CIPTA


ASS. AHLI STRUKTUR 2 TENAGA AHLI STRUKTUR 2
GUNAWAN WIBISONO,ST RIYANTI,ST

KOORD. DRAFTMAN 1
Ir. TJINDRASIH WEMMY
ASS. AHLI MEKANIKAL TENAGA AHLI MEKANIKAL
Ir. BAMBANG WAHYU H. Ir. SETIAWAN SLAMET

 Driver
ASS. AHLI ELEKTRIKAL TENAGA AHLI ELEKTRIKAL

 Surveyor
TEAM LEADER

 Estimator
 Draftmen

 Office Boy
STAF PENDUKUNG
 Administrasi
Ir. SAHRIAL AHMADI USODO UTOMO,ST
STRUKTUR ORGANISASI

 Operator Komputer
Ir. BAMBANG KISWONO,MT

ASS. AHLI ESTIMATOR TENAGA AHLI TANAH & LAB


U S U L A N

Ir. DEWI ISNAINI YUSUF RUDY W,ST

ASS. AHLI ESTIMATOR

Page
TENAGA AHLI ESTIMATOR
MERDEKA BARINGRING,ST R. ADRIANTO,ST

KOORD. DRAFTMAN 2
Ir. EKO DIDIK SISWANDI

111
ASS. AHLI TEK. LINGK. TENAGA AHLI TEK. LINGK.
T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

M> IKHSAN AHMAD,ST BAMBANG SANTOSO,ST


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

4. Fasilitas Pendukung
PT. UNITRI CIPTA memang merupakan Perusahaan telah cukup eksis dalam,
kepercayaan yang diberikan oleh Pemberi Tugas dalam pelaksanaan pekerjaan
yang multi disiplin keahlian membuat Perusahaan ini membangun diri secara
fundamental dengan pengelolaan yang effisien.

Adapun peralatan dan sarana / prasarana sebagai penunjang pelaksanaan


pekerjaan yang akan dilaksanakan ini adalah seperti Tabel dibawah ini :

No. Peralatan Jmlh Kapasitas Status


1 PC Pentium 4-1,7GHz 25 unit 20 Gb / RAM 128 Mb Milik Sendiri

2 PC Pentium 4-1,6GHz Acer 1 unit 30 Gb / RAM 256 Mb Milik Sendiri

3 Notebook Pentium 2-366 MHz 3 unit 1 Gb / RAM 64 Mb Milik Sendiri

4 PC Pentium 4-1.7Hz 15 unit 10 Gb / RAM 64 Mb Milik Sendiri

5 Design Jet Plotter Color 2 unit A -0 Milik Sendiri

6 Scanner HP 4500C 3 unit A -4 Milik Sendiri

7 Printer Desk Jet HP 560C 2 unit A -4 / 5 ppm / 360 dpi Milik Sendiri

8 Printer Cannon Bj-330 1 unit A -3 / 3 ppm / 360 dpi Milik Sendiri

9 Printer Cannon BjC-5100 2 unit A -3 / 5 ppm /1440 dpi Milik Sendiri

10 Printer HP Deskjet 3325 1 unit A-4 / 5 ppm / 360 dpi Milik Sendiri

11 Printer Cannon IX 4000 1 unit A-3 / 5 ppm/ 1440 dpi Milik Sendiri

12 Modem US Robotics 2 unit 56 Kbps Milik Sendiri

13 Local Area Network 2 unit 12 unit Milik Sendiri

14 Mesin Ketik Elektronik 1 unit Milik Sendiri

15 Mesin Foto Copy 1 unit 12 ppm Milik Sendiri

16 Alat Ukur Tanah lengkap Milik Sendiri

16.1. Theodolith 1 unit lengkap Milik Sendiri

16.2. Waterpass 1 unit lengkap Milik Sendiri

17 Telepon PABX 1 unit 12 nomor Milik Sendiri

18 Facsimile 2 unit 2 nomor Milik Sendiri

19 Air Conditioners 6 unit 2 pk Milik Sendiri

20 Air Conditioners 5 unit 1,5 pk Milik Sendiri

21 U.P.S. 1 unit 0,5 jam Milik Sendiri

PT. UNITRI CIPTA Page 112


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Selain menggunakan perangkat keras seperti yang telah disebutkan diatas, juga
digunakan perangkat lunak yang mendukung penyelesaian pekerjaan menjadi lebih
cepat. Dewasa ini sudah banyak software software yang digunakan untuk
menyusun perencanaan suatu gedung menjadi lebih cepat dan memberikan
gambaran yang lebih jelas, sekilas kami berikan pandangan tentang penggunaan
software dalam aplikasi perencanaan.

ANALISIS STRUKTUR MENGGUNAKAN PROGRAM BANTU KOMPUTER

Perencanakan struktur bangunan pada era digital telah mengalami banyak


percepatan. Penggunakan teknologi komputer yang terintegrasi dan optimum
memungkinkan para insinyur untuk membuat perencanaan struktur bangunan mulai
dari yang sederhana hingga yang rumit dalam waktu yang singkat. Penggunaan
komputer untuk membuat gambar teknik telah lazim dilakukan, begitu pula
penggunaan program bantu komputer untuk disain struktur bangunan baik beton
maupun baja. Masing-masing dari program bantu ini telah memiliki sistem yang
memungkinkan mereka untuk saling mengomunikasikan data. Data-data gambar
teknik menggunakan program bantu AutoCAD dari Autodesk dapat digunakan untuk
model 3 dimensi dalam program bantu analisis struktur dalam hal ini SAP2000 dari
CSI, begitu pula sebaliknya. Kecepatan yang dijanjikan oleh program-program bantu
ini menjadikannya sangat dibutuhkan untuk perencanaan struktur bangunan dengan
tingkat kompleksitas tinggi ataupun dengan jumlah yang banyak dalam sebuah
kawasan.

Analisis Struktur menggunakan SAP2000


Sebuah struktur bangunan baik beton maupun baja perlu dianalisis dengan seksama
sehingga didapat sebuah disain yang aman, optimum sesuai dengan rencana
peruntukan, dan tentunya murah. Akhir-akhir ini bangunan-bangunan telah
mengalami revolusi disain bentuk arsitektural yang cukup membuat para insinyur
sipil mengernyitkan dahi memikirkan solusi yang optimum agar bangunan feasible
untuk dibangun. Insinyur sipil pun dituntut untuk memanfaatkan karakter berbagai
jenis material yang kini ada di pasaran untuk mengakomodasi disain bentuk yang
disampaikan oleh arsitek. Insinyur sipil juga dituntut untuk mengerjakan semua ini
dalam waktu yang singkat. Hal ini yang membuat program bantu komputer untuk
analisis struktur sangat dibutuhkan oleh insinyur sipil.

PT. UNITRI CIPTA Page 113


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Program analisis struktur SAP2000 yang digunakan untuk disain struktur bangunan
secara standar mengakomodasi hampir seluruh karakter material yang digunakan
dalam bangunan-bangunan modern. Penggunaan material dengan karakter selain
yang telah disertakan dalam program bantu itu sendiri juga dimungkinkan. Program
ini menggunakan prinsip-prinsip analisis mutakhir dan dikontrol dengan peraturan-
peraturan standar yang meski dibuat di Amerika (ACI, AISC, dll) namun telah
diadaptasi oleh negara kita Indonesia (SNI).

Garis besar penggunaan program bantu ini terletak pada pembuatan model yang
akurat dengan pembebanan yang sesuai dengan standar. Dari model yang
mendekati kenyataan dimungkinkan untuk mendapatkan simulasi gaya-gaya yang
bekerja dalam komponen-komponen struktur yang realistis. Gaya-gaya dalam inilah
yang digunakan sebagai acuan untuk membuat disain dimensi yang optimum untuk
melayani gaya-gaya tersebut sesuai dengan karakteristik material yang digunakan.
Program ini juga mampu memberikan simulasi kebutuhan reinforcement bar (rebar)
yang perlu dipasang dalam material beton bertulang. Segala proses ini tentunya
memerlukan pengawasan yang seksama oleh insinyur yang mendisain struktur
bangunan, sebab fungsi komputer bergantung dari penggunanya. Prinsip garbage-in
garbage-out berlaku disini. Insinyur perlu mengontrol segala output yang diberikan
oleh program ini. Bagaimanapun, program ini hanyalah sekedar untuk membantu
insinyur mempercepat proses disainnya.

Proses disain menggunakan SAP2000


Proses disain menggunakan SAP2000 dimulai dari penetapan unit satuan dan
dilanjutkan dengan penentuan karakteristik jenis-jenis material yang hendak
digunakan dalam disain. Material seperti beton dan baja harus ditentukan
karakteristiknya sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan untuk digunakan
sehingga didapat kesesuaian antara model dengan kondisi riil di lapangan nantinya.

Material ini kemudian digunakan untuk membuat dimensi penampang melintang awal
masing-masing komponen struktur. Dimensi penampang ini merupakan dimensi
perkiraan yang sudah barang tentu harus memenuhi standar minimum dan harus
dioptimasi kembali nantinya.

PT. UNITRI CIPTA Page 114


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Langkah berikutnya adalah menentukan kombinasi-kombinasi beban yang sesuai


dengan standar peraturan yang harus dipatuhi dalam disain struktur di Indonesia.
Termasuk di dalamnya simulasi pembebanan gempa dengan respond spectrum
yang sesuai dengan lokasi bangunan menurut SNI. Kombinasi ini nantinya
digunakan untuk menghitung gaya-gaya dalam komponen struktur oleh program
SAP2000.

Berikutnya adalah membuat model 3 dimensi yang sesuai dengan rencana arsitek.
Model 3 dimensi dapat dibuat langsung dalam program SAP2000 atau dapat pula
dibuat model frame 3 dimensi dari program CAD untuk nantinya diimpor oleh
program SAP2000. Model dibuat dengan asumsi-asumsi dasar yang ditetapkan oleh
insinyur sipil seperti titik-titik mana yang merupakan support pondasi atau pada
komponen yang mana yang digunakan sebagai penyokong komponen lainnya.

Model 3 dimensi dalam SAP2000

PT. UNITRI CIPTA Page 115


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Pembebanan komponen struktur pada SAP2000


Pembebanan yang sesuai dengan peruntukan dikenakan pada komponen-komponen
struktur setelah model jadi dibuat. Pembebanan berupa beban hidup dan beban mati
dikenakan pada masing-masing komponen tanpa koefisien keamanan karena
koefisien ini sebelumnya telah ditentukan dalam pembebanan kombinasi.
Penghitungan gaya-gaya dalam dilaksanakan setelah model dicek kembali
keakurasiannya oleh insinyur sipil yang mendisain bangunan yang bersangkutan.
Program SAP2000 dapat menghitung gaya-gaya dalam komponen-komponen
struktur dalam waktu yang relatif jauh lebih singkat daripada menggunakan metode
perhitungan manual seperti metode Cross, Takabeya, dll. Gaya-gaya dalam yang
berhasil dihitung oleh program ini harus dikontrol kembali kebenarannya oleh
insinyur sipil yang bersangkutan. Kadang kala pembuatan model atau input yang
tidak sesuai dengan prinsip-prinsip yang dimaksud oleh insinyur sipil dapat
menghasilkan output yang tidak sesuai pula. Seorang insinyur yang berpengalaman
dapat mendeteksi kesalahan ini dalam sekilas pengamatan terhadap output 3
dimensi bangunan yang direncanakan. Gaya-gaya ini dapat dibuat sebagai acuan
untuk menentukan reinforcement bar (rebar) pada komponen yang bermaterial beton
bertulang atau untuk menentukan dimensi profil pada struktur baja.

Gaya-gaya dalam (M2-2) dan reaksi perletakan oleh SAP2000

PT. UNITRI CIPTA Page 116


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

Rebar beton dan stress ratio baja oleh SAP2000

Program SAP2000 sendiri dapat membuat simulasi kebutuhan rebar atau rasio
tegangan masing-masing komponen struktur sehingga insiyur sipil dapat melakukan
optimasi pada dimensi penampang melintang komponen struktur atau melakukan
koreksi pada komponen tersebut maupun pada konsep struktur bangunan secara
keseluruhan. Namun demikian pada prinsipnya program bantu ini hanyalah program
untuk mempercepat kerja para insinyur sipil namun tidak mungkin diandalkan untuk
menggantikan mereka.

PT. UNITRI CIPTA Page 117


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

5. Laporan
Laporan--laporan
poran
Dalam pekerjaan Perencanaan suatu bangunan yang menjadi materi utama adalah
suatu Karya Perencanaan, dalam KAK telah disebutkan tentang kewajiban
penyedia jasa, dalam kaitan ini yang akan dibuat beberapa laporan yang terdiri dari:

1. Laporan Karya Perencanaan (Laporan Pendahuluan) yang disajikan


dalam bentuk hardcopy sebanyak 10 (sepuluh) exemplar) diatas kertas HVS
80 gram yang meliputi :
 Laporan Pra Rencana
 Laporan untuk DED yang meliputi :
 Laporan Survey, Pengukuran Topografi, Penyelidikan tanah
 Perhitungan Konstruksi
 RKS
 RAB

2. Laporan Antara
a. Dalam proses pekerjaan perencanaan, konsultan wajib menyiapkan
masing- masing satu set produk draft lengkap untuk diparaf sebagai bukti
persetujuan produk final.
b. Laporan program kemajuan pekerjaan perencanaan ditetapkan
berdasarkan hasil dari psersetujuan atas prduk draft dengan bobot
kemajuan pekerjaan berdasarkan kepada bobot pekerjaan untuk setiap
tahap pekerjaan, dan bukan berdasarkan waktu atau man- hour unit yang
telah digunakan.

3. Laporan Akhir
a. Hasil kerja final berupa penggandaan 10 (sepuluh) set masing- masing
Laporan/ Dokumen dalam bentuk fotocopy laporan dan cetak biru
gambar dokumen yang telah disahkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Cipta
Karya dan Tata Ruang Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan.
b. Khusus untuk gambar kalkir disertai dengan soft- copy dalam bentuk
Compact Disc (CD)

PT. UNITRI CIPTA Page 118


U S U L A N T E K N I S
Penyusunan Perencanaan Pembangunan Stadion Sepak Bola

4. Penyajian Laporan
Dalam bentuk penyajian laporan dapat diuraikan sebagai berikut :

a. BENTUK PRESENTASI BUKU LAPORAN


 Semua laporan berupa buku/ tulisan disusun dengan ukuran A4
(portrait), dengan ukuran dan bentuk huruf yang cukup jelas terbaca.
 Laporan berupa tabel/ gambar dengan ukuran lebih besar dapat dilipat
sesuai ukuran yang ditetapkan
 Buku laporan antara lain meliputi :
 Laporan survey, Pengukuran Topografi, Penelitian Tanah
 Perhitungan Konstruksi,
 Rancana Kerja dan Syarat- syarat (RKS), rencana Anggaran
Biaya (RAB)

b. BENTUK PRESENTASI GAMBAR


Dokumen gambar dibuat dalam 2 ukuran kertas Gambar, yaitu :
 Gambar Pra Rencana ukuran kertas A3 : Skala Gambar 1:200
 Gambar Kerja (Rencana Detail) Ukuran kertas A1 :
 Gambar Kerja (Denah/ Layout) : skala 1:50 s/d 1:100
 Gambar Kerja (Detail- detail) : skala 1:1 s/d 1:20
 Maket

PT. UNITRI CIPTA Page 119


PT. UNITRI CIPTA
PT. UNITRI CIPTA
PT. UNITRI CIPTA
PT. UNITRI CIPTA
PT. UNITRI CIPTA
PT. UNITRI CIPTA
PT. UNITRI CIPTA
PT. UNITRI CIPTA
PT. UNITRI CIPTA
PT. UNITRI CIPTA
PT. UNITRI CIPTA
PT. UNITRI CIPTA
PT. UNITRI CIPTA
PT. UNITRI CIPTA
PT. UNITRI CIPTA
PT. UNITRI CIPTA
PT. UNITRI CIPTA
PT. UNITRI CIPTA
PT. UNITRI CIPTA
PT. UNITRI CIPTA
PT. UNITRI CIPTA
PT. UNITRI CIPTA