Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN KARYA WISATA GUNUNG API PURBA

NGLANGGERAN PATHUK GUNUNG KIDUL TAHUN


2013/2014

Disusun oleh :

Nama : Hestina Dwi Sari R

Kelas : XII IPA

No. Induk : 3521

YAYASAN ASRAMA DAN MASJID (YASMA)

SEKOLAH MENENHA UMUM TINGKAT ATAS

SMA KOLOMBO SLEMAN

2013/2014
HALAMAN PENGESAHAN

Karya tulis yang berjudul Karya Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran
Pathuk Gunung Kidul ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk mengikti UN
maupun US TAHUN 2014/2015 dan memperoleh ijazah SMA KOLOMBO
SLEMANyang telah disahkan oleh guru pembimbing pada :

Hari :

Tanggal :

Mengetahui,

Kepala Sekolah SMA Kolombo


Pembimbing

Dra. Sri Rejeki Andadari Drs.Yuni Iswanto


MOTTO

Ketika kamu mencapai kemuliaan kamu akan bernafsu pada nafsu, dan kamu
akan lapar pada kelaparan, dan kamu akan haus pada kehausan terbesar.

(Kahlil Gibran)

Buatlah dirimu menjadi berkah bagi seeorang. Senyummu yang tulus dan
tepukan dibahu mungkin bisa menarik seseorang dari tepi jurang.

(Carmelia Elliot)

Sesungguhnya orang mukmin dengan orang mukmin lainnya itu bersaudara,


karena itu damailah dengan kedua saudaramu dan taqwalah kepada Allah supaya
kamu mendapatrahmad.

(Al Hujarat : 10)

Jangan menulis di atas kaca menulislah di atas meja jangan menangis karena
cinta menangislah karena dosa.

(Zacky)

Sewaktu aku kecil, ibu sering berkata, semakin tua seseorang, semakin baik,
karena orang tidak sama dengan pisang.

(Towfixs)
HALAMAN PERSEMBAHAN

Karya tulis sederhana ini saya persembahkan kepada :

1. Orang tua tercinta yang telah memberikan perhatian, kasih sayang,


dorongan dan semangat serta membiayai pendidikan saya selama ini.
2. Ibu Sri Rejeki Andadari Selaku Kepala Sekolah SMA Kolombo yang telah
membantu memberikan ijin sehingga Karya Tulis ini dapat terelesaikan
dengan baik.
3. Bapak Yuni Iswanto selaku guru pembimbing yang telah membantu dalam
penyusunan Karya Tulis ini sehingg terselesaikan dengan baik.
4. Teman-teman semuayang telah membantu saya dalam pembuatan Karya
Tulis ini.

Terimakasih untuk semua cinta yang tiada terputus, dan kepercayaan serta
dorongan untuk saya, semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr. Wb

Pertama-tama kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT


yang telah melimpahkan rahmat dan karuniany, juga segala kemurahan,
sehingga saya dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan baik.Saya juga
menyadari bahwa tugas ini tidak akan selesai tanpa bantuan dari Guru dan
Pembimbing serta pihak lain. Oleh karena itu dalam kesempatan ini,
perkenankanlah penyusun menyampaikan terimakasih kepada :
1. Ibu Dra. Sri Rejeki Andadari selaku Kepala Sekolah SMA
KOLOMBO Yogyakarta yang telah memberikan izin dan kesempatan
kepada penyusun untuk menyelesaikan karya tulis ini.
2. Bapak Yuni Iswanto, selaku pembimbing yang selalu memberikan
petunjuk dan nasehat serta pengarahannya dalam penyusunan karya
tulis ini.
3. Teman-teman dan semua pihak yang tidak dapan penyusunan sebutkan
satu persatu yang telah memberikan bantuan dalam penyusunan
Laporan Karya Tulis ini.
Akhirnya penyusun hanya bisa mengucapkan terimakasih sebanyak-
banyaknya atas bantuan yang telah diberikan. Semoga amal baiknya
senantiasa mendapat imbalan yang setimpal dari Allah SWT.
Wassalamualaikum wr. Wb

Yogyakarta, 21 Juli 2013

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

A. ALASAN PEMBUATAN KARYA TULIS

Karya tulis ini dibuat sebagai laporan study tour yang telah dilaksanakan oleh
siswa SMA Kolombo Yogyakarta dan sebagai syarat kelulusan siswa SMU
Kolombo Yogyakarta.

B. TUJUAN YANG INGINDICAPAI


Penyusunan karya tulis ini bertujauan untuk :
1. Melatih kemepuan sisiwa mengolah data dan menyusun kedalam karya
ilmiah yang baik.
2. Menambah pengatahuana dan wawasan generasi muda tentang sejarah
Gunung Api Purba.
3. Ikut melestarikan pengetahuan dan wawasan obyek wisata baik berupa
Gunung Api Purba maupun obyek wisata lainnya.
4. Meningkatkan kwalitas generasi muda agar dapat mengisi
pembagunan dengan kegiatan-kegiatan positif.
C. CARA PENGUMPULAN DATA
Data dikumpulkan dengan cara :
1. Metode observasi
Metode observasi yaitu pengumpulan data dengna cara mengadakan
penelitian obyek secara langsung ke lokasi.
2. Metode Interview
Metode interview yaitu metode yang dilakuakan mewancarai nara
sumber atau pengelola obyek wisata secara langsung.
3. Kepustakaan
Kepustakaan yaitu metode yang dilakukan dengan membaca dan
mengumpulkan data-data dari buku yang ada kaitannya dengan obyek
wisata.
BAB II
GAMBARAN UMUM GUNUNG API PURBA

A. LETAK GEOGRAFIS
Gunung Nglanggeran terletak di kawasan Baturagung di bagian utara Kabupaten
Gunungkidul dengan ketinggian antara 200-700 mdpl, tepatnya di desa
Nglanggeran Kecamatan Patuk dengan jarak tempuh 22 km dari kota Wonosari .
Kawasan ini merupakan kawasan yang litologinya disusun oleh material vulkanik
tua dan bentang alamnya memiliki keindahan dan secara geologi sangat unik dan
bernilai ilmiah tinggi. Dari hasil penelitian dan referensi yang ada, dinyatakan
gunung Nglanggeran adalah gunung berapi purba.
Ada bangunan joglo di pintu masuk dan bila kita melangkah kejalan setapak untuk
mendaki gunung, maka ada 3 bangunan gardu pandang sederhana dari ketinggian
yang rendah, sedang sampai puncak gunung. Pemadangan unik dan indah
disekelilingnya berupa sawah nan hijau dan tidak jauh dari situ terdapat bangunan
tower dan berbagai stasiun televisi yang jumlahnya cukup banyak, manambah
keindahan alam. Lokasi ini sangat cocok untuk panjat tebing, tracking, jelajah
wisata dan bekemah.
Banyak wisatawan lokal, dan ada juga sesekali wisatawan asing mengunjungi
gunung Nglanggeran untuk menikmati keindahan pemandangan, mencoba
menaklukkan batu-batu besar untuk didaki, dan banyak juga yang hanya sekedar
melepas kepenatan seusai ujian dan kebisingan kota.

Gunung Nglanggeran terdiri dari banyak macam gunung didalamnya, yang


memiliki nilai historis dan bentuk gunung yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Diantaranya adalah:

1.GunungKelir
Disebut Gunung Kelir karena bentuk dari gunung tersebut menyerupai kelir dan
dipercaya ditempat tersebut merupakan tempat tinggal dari Ongko Wijoyo dan
Punakawan.
2.SumberAirComberan.
Sebuah mata air yang tidak pernah mengalami kekeringan di Puncak Gunung
Nglanggeran. Juga terdapat tempat pemujaan untuk mendapatkan anugrah dari
sang pencipta bagi mereka yang menyakini untuk bisa mencapai keinginan ( cita-
cita ). Disamping sumber Comberan terdapat tempat pertapaan untuk melakukan
kegiatan ritual Prehatin, biasanya pada hari-hari tertentu yang diyakini
mempunyai nilai mistis akan berdatangan Wisatawan untuk melakukan ritual
tersebut. Tempat ini digemari Wisatawan karena cuaca iklim yang sejuk dan
terdapat Tangga Tataran yang dibuat pada zaman Jepang yang dulunya juga
digunakan sebagai tempat persembunyian tentara Jepang. Air di Sumber
Comberan diyakini dapat membuat awet muda jika digunakan untuk mencuci
muka.

3.GunungGedhe
Sesuai dengan sebutannya Gunung Gedhe adalah gunung terbesar diantara
gunung-gunung lain. Merupakan puncak tertinggi dari Gunung Nglanggeran, para
pendaki sering menggunakan tempat ini untuk tempat istirahat dan berkemah.
Pemandangan yang luas akan terlihat dari puncak tertinggi karena posisi yang
sangat strategis ditengah-tengah Gunung Nglanggeran. Akan menjadi tempat
kegemaran para fotografer karena bisa mengabadikan keindahan ciptaan Tuhan
YME dari berbagai sudut pandang.

B. LOKASI

Lokasi Gunung Api Purba Nglanggran Gunung Nglanggeran yang merupakan


Gunung Api Purba kini makin rame dikunjungi oleh para wisatawan baik
domestic maupun manca negara. Banyak dari pengunjung yang datang biasa
berkelompok bersama anggota organisasi maupun keluarganya, namun banyak
juga yang datang hanya bersama pasangan pacarnya. Yah maklum saja remaja dan
kaum pemuda akan merasa santai dan menyenangkan jika melakukan petualangan
maupun berjalan-jalan dengan pendamping hidupnya ( sang pacar maksudnya ).
Namun ada juga yang merasa kepingin datang kelokasi wisata baru ini tapi tidak
tau jalan menuju lokasi tersebut. Nah gambar disamping adalah peta untuk
menuju lokasi. Untuk mempemudah memahaminya akan saya bagi menjadi 2
jalur

1. Dari Jogjakarta (jarak 25 KM dari Jogja)

Bagi wisatawan yang dari Jogjakarta dapat sampai dilokasi ini dengan hanya
menggunakan waktu tempuh 40-50 menit saja jika menggunakan motor dengan
kecepatan sedang, yah 60-70km/jam lah. Jika ngebut 30 menitpun sampai (
sudah dibuktikan saya dari Mandala Krida sampai Nglanggeran 35 menit ). Untuk
lebih jelasnya rutenya seperti ini. Kita berjalan melewati jalan Jogja-Wonosari kea
rah wonosari akan melewati Bukit Bintang/Bukit Patuk yang biasanya digunakan
oleh para remaja menatap Sunset. Nah lokasi Gunung Api Purba desa
Nglanggeran tidak jauh dari lokasi itu hanya kira2 perjalanan 15 menit atau 7 Km
untuk sampai lokasi Gunung ini. Arahnya dai bukit bintang masih naik sampai
menemui Polsek Patuk atau bisa juga GCD FM habis tanjakan belok kiri arah ke
Stasiun Relay INDOSIAR Desa Ngoro-oro. Ikuti saja jalan mulus itu sampai
Puskesmas Patuk II atau biasa disebut Puskesmas Tawang nanti belok kanan dah
sampai Desa Nglanggeran dimana Gunung Api Purba berada. Gunung ini pun
sudah kelihatan jika kita sudah sampai di Stasiun Relay INDOSIAR dan juga
banyak Stasiun Relay lain di Desa Ngoro-oro.

2. Dari Wonosari

Untuk dari arah wonosari cukup mudah untuk sampai ke Lokasi Gunung Api
Purba, tinggal belok kanan dari Bunderan Sambi Pitu tapi jangan yang ke Timur (
Arah Nglegi ) ambil saja yang ke Arah Desa Bobung ( desa kerajinan topeng )
kira-kira jarak lokasi Gunung 5 Km dari Sambi Pitu dan 3 Km dari Dusun
Bobung. Jalan akses menuju kesana juga sudah mulus hanya saja sebelum masuk
ke Desa Nglanggeran kita harus melewati tanjakan yang lumayan tinggi tapi ga
masalah jalannya dah bagus kok.

Nah cukup mudah kan untuk kita bisa menikmati keindahan Gunung Api Purba
Desa Nglanggeran??? Jalan yang sudah mulus dan dekat dari Jogjakarta maupun
Wonosari menjadi salah satu pilihan tempat wisata yang mudah untuk diakses.
BAB III

WISATA DAN MANFAATNYA

A. Pengereetian Wisata
Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk sementara waktu,
yang diselenggarakan darisuatu tempat ke tempat yang lain, dengan
maksud bukan untuk berusah (business) atau mencari nafkah di tempat
yang dikunjungi, tetapi semata-mata untuk menikmati perjalanan tersebut
guna pertamasyaan dan rekreasi untuk memenuhi keinginan yang beraneka
ragam.
B. Jenis-Jenis Wisata
1. Menurut letak geografisnya
a. Pariwisata lokal
Pariwisata yang mempunyai ruang lingkup relative sempit dan
terbatas dalam tempat-tempat tertentu saja.
b. Pariwisata Regional
Yaitu kegiatan kepariwisataan yang ruang lingkupnya lebih luas di
banding pariwisata lokal.
c. Pariwisata Nasional
Yaitu pariwisata di wilayah suatu Negara yang melakukan
kepariwisataan adalah warga Negara maupun orang asing yang
berdomisili di Negara tersebut.
2. Menurut alsan (tujuan perjalan)
a. Business tourism yaitu pariwisata dimana para pengunjungnya
dtang untuk dinas usaha, bisnis yang berhubungan dengan
pekerjaan.
b. Vocational tourism yaitu jenis pariwisata dimana pengunjung
adalah orang-orang yang sedang berlibur.
c. Educational tourism yaitu pariwisata dimana para pengunjung
bertujuan untuk mempelajari ilmu pengetahuan.
C. Manfaat Kegiatan Pariwisata
Menurut prof.Saleh Wahab manfaat pariwisata dapat dibagi menjadi :
a. Regional Modern
Sejenis pariwista yang dimaksud perjalanan untuk mengembalikan
mental setelah melakukan pekerjaan sehari-hari
b. Cultural tourism
Jenis pariwisata yang dimaksud perjalanan yaitu untuk memperkaya
informasi dan menambah pengetahuan tentang daerah-daerah lain
c. Healt tourism
Jenis pariwisata yang dimaksud perjalanan untuk dalam hal kesehatan.
BAB IV
WISATA GUNUNG API PURBA

A. Sejarah berdirinya
Nama Nglanggeran berasal dari kata Planggaran yang mempunyai
makna setiap ada perilaku jahat pasti tertangkap/ketahuan. Ada juga
yang menuturkan Gunung Nglanggeran berasal dari kata Langgeng
artinya desa yang Aman dan Tentram.
Selain sebutan Gunung Nglanggeran gunung yang tersusun dari
banyak bebatuan ini disebut Gunung Wayang karena terdapat
Gunung/bebatuan yang menyerupai tokoh pewayangan. Selain itu
menurut kepercayaan adat jawa Gunung Nglanggeran dijaga oleh Kyi
Ongko Wijoyo dan Punokawan. Punokawan dalam tokoh pewayangan
tersebut diantaranya:
1. Kyai Semar
2. Kyai Nolo Gareng
3. Kyai Petruk
4. Kyai Bagong
B. Tanaman Obat ( Termas )
Mitos pegunungan Nglanggeran dilingkari Naga Besar yang memiliki
kesaktian menyembuhkan segala bentuk macam penyakit. Hingga saat
ini terbukti dengan adanya pohon Termas yang bentuknya menjalar
seperti ular yang dapat mengeluarkan air obat. Namun tidak bisa
semua orang bebas mengambil air obat tersebut karena ada pawang
khusus yang harus melakukan ritual agar air obat dapat berkhasiat
dengan baik.
C. Kepercayaan Mistis
Masyarakat meyakini penguasa Desa Nglanggeran Kyai SOYONO
yang mempunyai Klangenan Macan Putih. Macan Putih ini bertugas
menjaga dan mengamankan Nglanggeran dari berbagai macam
kejahatan. Sebagai bukti adanya Macan Putih adalah tentramnya
masyarakat Desa Nglanggeran dengan selalu tertangkapnya orang
yang bertindak jahat.
D. Pantangan Kebudayaan

Saat melakukan kesenian Wayang Kulit, dalang dilarang/tidak boleh


membelakangi Gunung Nglanggeran.
Cerita Wayang tidak boleh menceriterakan tentang hal Ongko Wijaya
yang disakiti.
Zona bagian Utara Gunung Nglanggeran tidak boleh mengadakan
kesenian Wayang Kulit.

E. Nilai Historis Tinggi

Dipercaya Gunung Nglanggeran sebagai Gunung Wahyu karena gunung


tersebut diyakini sarana meditasi memperoleh wahyu dari Tuhan YME.
Air dari gunung Nglanggeran/Gunung Wahyu sering diambil Abdi dalem
dari Kraton Yogyakarta sebagai sarana mohon ketentraman dan
keselamatan semua masyarakat DIY.
Terdapat Arca disekitar Tlogo Mardidho yang tubuhnya sampai saat ini
masih tersimpan namun tanpa kepala karena kepala dari Arca tersebut
terpisah. Dahulu kala arca tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang
saat dijauhi tersenyum, namun saat didekati berubah kembali menjadi
Arca biasa, hal tersebut membuat marah Kyai Tir sehingga menendangnya
hingga terpisah kepala dan tubuhnya. Dan tubuhnya dibuang ke sebuah
Song sehingga Song tersebut bernama Song Putri. Setelah bertahun-tahun
kepala patung tersebut ditemukan oleh salah satu warga Nglanggeran yang
bernama Kyai Kromo Suwito ( Paimin) sekitar tahun 1961 dipekarangan
orang tersebut. Kepala patung tersebut mirip Kendedes dengan kepala
perunggu dan bibir berlapis emas yang sekarang tersimpan di Museum
Sono Budoyo Yogyakarta sedangkan tubuhnya masih tersimpan di
Kalisong Gunung Nglanggeran.
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan

B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

GUNUNG API NGLANGGERAN