Anda di halaman 1dari 3

Surgical Asepsis

Rubber Dam. Merupakan suatu barrier yang terbuat dari latex tipis yang berfungsi
untuk mengisolasi gigi dari cairan rongga mulu selama proses perawatan. Rubber dam ini biasa
dipasang dengan bantuan alat clamp dan frame, dan biasanya diaplikasikan setelah pasien
terlebih dahulu diberi anestesi local. Rubber dam ini bisa digunakan untuk mengisolasi 1 gigi
maupun banyak gigi disesuaikan dengan kebutuhan gigi yang akan dikerjakan perawatannya.

1. Komponen
a. Rubber
Rubber merupakan material yang terbuat dari bahan latex maupun non
latex. Rubber ini tersedia dalam gulungan atau ukuran yang sudah
dipotong-potong, yang pada normalnya berukuran 5x5 atau 6x6. Rubber
ini juga tersedia dalam berbagai pilihan warna dari yang terang sampai
gelap, juga biasanya ditambahkan aroma untuk mengurangi bau dari
bahan latex. Rubber ini juga terdiri dari berbagai ketebalan mulai tipis,
medium, hingga tebal.

b. Punch
Punch adalah alat yang digunakan untuk menciptakan lubang pada rubber
dam yang diperlukan untuk mengekspos gigi yang akan diisolasi untuk
dilakukan kerja. Punch terdiri dari berbagai ukuran spesifik yaitu :

- No 1 untuk insisive rahang bawah


- No 2 untuk insisive rahang atas
- No 3 untuk premolar dan caninus
- No 4 untuk molar dan batasan
jembatan
- No 5 untuk gigi yang menjadi
anchor dengan clamp
c. Clamp
Alat ini bertujuan untuk menstabilkan rubber. Dibuat dari stainless steel
dengan kualitas tinggiyang didesain untuk digunakan dalam gigi yang
spesifik. Jaws dari clamp didesain memiliki sayap atau tidak bersayap
disesuaikan dengan gigi yang akan diisolasi dan oleh sebab itu gigi yang
akan dijepit untuk diisolasi harus dievaluasi terlebih dahulu agar
pemilihan clamp tepat sesuai fungsi. Clamp servikal digunakan untuk
restorasi kelas V gigi anterior.

d. Forceps
Merupakan alat yang digunakan dalam penempatan dan pengangkatan
clamp

e. Frame
Rubber dam frame dirancang untuk meregangkan dan menahan rubber
pada tempatnya. Frame juga dapat menstabilkan material dental dam dan
menjaga daerah kerja tetap terbuka.
2. Aplikasi
 Satu gigi / single tooth isolation yang pada umumnya digunakan untuk
perawatan saluran akar dan tumpatan
 Dua gigi dimana gigi kedua berperan sebagai penjangkar yang menahan
clamp biasanya gigi posterior karena meningkatkan kestabilan dan
visibilitas.
 Penggunaan dua gigi / multiple tooth isolation digunakan agar tercapai
kestabilan yang optimum. Sebagai contoh ketika ingin mengisolasi gigi
anterior pada rahang atas maka kestabilan maksimum didapat dengan
mengisolasi 6 gigi yaitu dari gigi 13 hingga gigi 23.
3. Keuntungan

a. Memungkinkan dilakukannya isolasi gigi dengan sempurna dari saliva,


darah, atau eksudat cairan gingiva.
b. Membantu isolasi dari bakteri yang terdapat di saliva sehingga
diindikasikan untuk menghindari infeksi dari bagian lain di mulut.
c. Melindungi pasien dari kemungkinan tertelan atau terhisapnya
instrument ke trakea atau esophagus.
d. Melindungi dokter gigi dari kemungkinan terinfeksi oleh pasien.
e. Mempunyai efek fisik dan psikologis, memungkinkan dokter gigi dari
pasien.
f. Memungkinkan bekerja lebih cepat dan lebih aman.
g. Mengontrol kelembapan

4. Kerugian

a. Pasien tidak dapat lagi berbicara dengan mudah sehingga percakapan


hanya terjadi satu arah dan berhenti.
b. Sebagian pasien tidak menyukai isolator karet.
c. Setelah pemakaian isolator karet pasien masih merasakan sensitf.
d. Serta memerlukan waktu yang lebih lama dalam pemasangan dan
membukanya.